0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan2 halaman

Penerapan Lean Manufacturing untuk Efisiensi

Lean Manufacturing adalah pendekatan yang bertujuan menghilangkan pemborosan dan memaksimalkan nilai pelanggan melalui pengiriman produk yang tepat, dalam jumlah dan kualitas yang sesuai, serta biaya rendah. Prinsip-prinsip Lean Thinking mencakup spesifikasi nilai produk, identifikasi arus nilai, dan penciptaan nilai tanpa gangguan, serta fokus pada perbaikan berkelanjutan. Dengan menerapkan sistem seperti produksi sel, waktu penyetelan dapat dikurangi, meningkatkan respons terhadap permintaan pelanggan.

Diunggah oleh

micturegraphy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan2 halaman

Penerapan Lean Manufacturing untuk Efisiensi

Lean Manufacturing adalah pendekatan yang bertujuan menghilangkan pemborosan dan memaksimalkan nilai pelanggan melalui pengiriman produk yang tepat, dalam jumlah dan kualitas yang sesuai, serta biaya rendah. Prinsip-prinsip Lean Thinking mencakup spesifikasi nilai produk, identifikasi arus nilai, dan penciptaan nilai tanpa gangguan, serta fokus pada perbaikan berkelanjutan. Dengan menerapkan sistem seperti produksi sel, waktu penyetelan dapat dikurangi, meningkatkan respons terhadap permintaan pelanggan.

Diunggah oleh

micturegraphy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Lean Manufacturing
Lean Manufacturing adalah pendekatan yang dirancang untuk menghilangkan
pemborosan dan memaksimalkan nilai pelanggan. Hal ini ditandai dengan
memberikan produk yang tepat, dalam jumlah yang tepat, dengan kualitas yang
tepat (nol-cacat), pada waktu yang tepat pelanggan membutuhkannya dan dengan
biaya serendah mungkin.
2. Dimensi Lean Manufacturing
a. Pengiriman produk yang tepat
1) Jumlah yang benar
2) Kualitas yang tepat (tanpa cacat)
3) Waktu yang tepat (sesuai kebutuhan pelanggan)
4) Dengan biaya serendah mungkin
b. Strategi pengurangan biaya dengan mendefinisikan ulang berbagai aktivitas
yang dilaksanakan
3. Prinsip Lean Thinking
Lean manufacturing dibedakan oleh lima prinsip pemikiran lean berikut:
a. Menspesifikasikan nilai tiap produk secara tepat. Contoh: Mengidentifikasi fitur
produk yang paling penting bagi pelanggan dan menghilangkan fitur yang
tidak bernilai tambah.
b. Mengidentifikasi “arus nilai” untuk tiap produk. Contoh: Mengidentifikasi semua
langkah dalam proses produksi dan menghilangkan langkah yang tidak bernilai
tambah.
c. Menciptakan arus nilai tanpa gangguan. Contoh: Mengurangi waktu tunggu dan
perpindahan material dalam proses produksi.
d. Memungkinkan pelanggan menciptakan nilai dari produsen. Contoh:
Mengumpulkan umpan balik dari pelanggan untuk meningkatkan produk dan
layanan.
e. Mengejar kesempurnaan. Contoh: Menerapkan sistem Kaizen untuk melakukan
perbaikan berkelanjutan.
4. Nilai Berdasarkan Produk (Value by Product)
Nilai bagi pelanggan merupakan perbedaan antara nilai yang direalisasi dengan
pengorbanan.
Realisasi: hal yang diterima oleh pelanggan
Pengorbanan: hal yang dilepas oleh pelanggan (uang)
Jadi, produk yang memiliki nilai tambah harus dihasilkan, sedangkan produk yang
tidak memiliki nilai tambah harus ditiadakan.
5. Arus Nilai (Value Stream)
Arus nilai terdiri atas semua aktivitas yang bernilai tambah dan tidak bernilai
tambah yang dibutuhkan untuk membawa sekelompok produk/jasa dari titik awal
ke tahap produk jadi hingga ditangan pelanggan.
a. Arus Nilai Pemenuhan Pesanan (order fulfillment) : Arus nilai pemenuhan
pesanan berfokus pada pemberian produk yang ada hingga ke tangan
pelanggan.
b. Arus Nilai Produk Baru (new product) : Arus nilai produk berfokus pada
pengembangan produk baru untuk pelanggan baru.
Arus nilai juga memiliki 2 aktivitas, yaitu nilai tambah dan tidak bernilai tambah.
Aktivitas tidak bernilai tambah adalah sumber limbah. Mereka terdiri dari dua jenis:
(1) kegiatan yang dapat dihindari dalam jangka pendek dan (2) kegiatan yang tidak
dapat dihindari dalam jangka pendek karena teknologi atau metode produksi saat
ini. Jenis pertama paling cepat dihilangkan sedangkan jenis kedua membutuhkan
lebih banyak waktu dan tenaga.
6. Arus Nilai (Value Flow)
Penjualan, Entri Pesanan, Penjadwalan, Pembelian, Perencanaan Produksi, Aktivitas
Pendukung, Produksi Sel, Pembungkusan dan Pengiriman, Menagih Pelangan,
Mengumpulkan dari Piutang, Layanan Pasca Penjualan.
7. Pengurangan Waktu Penyetelan/Pergantian (Reduced Setup/Changeover Times)
Mengurangi waktu untuk mengonfigurasi perlengkapan yang akan digunakan untuk
memproduksi berbagai jenis produk yang memungkinkan diproduksinya batch
dengan volume kecil dan variasi yang lebih banyak.
Pengurangan ini juga menurunkan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan
satu unit output sehingga meningkatkan kemampuan untuk merespons permintaan
pelanggan.
8. Produksi Sel/Cell Manufacturing (Cellular Manufacturing)
Sistem Lean Manufacturing menggantikan tata letak pabrik tradisional dengan pola
sel produksi.
Sel produksi berisi semua operasi yang sangat mirip satu sama lain yang
dibutuhkan untuk memproduksi sekelompok produk yang hampir sama.
Hal ini digunakan untuk meminimalkan waktu perpindahan dan menjaga arus
berkelanjutan antar operasi dengan tetap mempertahankan persediaan nol
diantara kedua operasi.
Sel terkait biasanya didedikasikan untuk menghasilkan berbagai produk yang
membutuhkan operasi yang hampir sama.

Nah di sini ada contoh yang menunjukkan orientasi departemen batch besar untuk salah
satu produk roda aluminium Allen Autoparts (Model A). Di bagan sudah tertera waktu
pemindahan, waktu tunggu, dan waktu pemrosesan unit.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan batch 10 unit dalam
pengaturan produksi batch tradisional?
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan batch yang sama dari 10 unit
dengan cell manufacturing?

Jadi, waktu yang dihemat dari produksi tradisional adalah: 150 menit – 60 menit = 90
menit

Anda mungkin juga menyukai