0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan15 halaman

Pengaruh Media Sosial pada Gen Z Bandung

Proposal penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap keputusan pembelian produk H&M oleh Gen Z di Kota Bandung. Penelitian ini akan mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi Gen Z dengan konten media sosial H&M dan membandingkan pengaruh media sosial dengan faktor lain seperti kualitas produk dan harga. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan bagi strategi pemasaran H&M dan merek lainnya di era digital.

Diunggah oleh

irma rohimah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan15 halaman

Pengaruh Media Sosial pada Gen Z Bandung

Proposal penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap keputusan pembelian produk H&M oleh Gen Z di Kota Bandung. Penelitian ini akan mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi Gen Z dengan konten media sosial H&M dan membandingkan pengaruh media sosial dengan faktor lain seperti kualitas produk dan harga. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan bagi strategi pemasaran H&M dan merek lainnya di era digital.

Diunggah oleh

irma rohimah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL METODE PENELITIAN

Pengaruh Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian Produk H&M


Fashion oleh Gen Z Kota Bandung di Era Digital
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian penting dalam
kehidupan sehari-hari, terutama bagi Gen Z. menurut laporan We Are Social
dan Hootsuite (2023), menunjukna bahwa lebih dari 4,9 miliar orang di
seluruh dunia menggunakan media sosial, dengan 170 juta orang di indonesia
yang aktif menggunakannya. Sepeprti yang di tunjukan oleh trend ini, media
sosial sekarang berfungsi sebagia alat pemasaran yang efektif selain sebagai
paltfrom untuk berkomunikasi. Berbagai merek, seperti H&M, menggunakan
media sosial untuk menjangkau pelanggan dengan cara yang lebih personal
dan interaktif. Dalam hal ini, Keputusan konsumen tentang apa yang mereka
beli semakin dipengaruhi oleh konten yang mereka lihat di platfrom seperti
Instagram, Tiktok, dan Facebook.
Kota bandung sebagai salah satu pusat industri di Indoneisa, memiliki
pupulasi Gen Z yang signifikan. Menurut data badan pusat statistik (2022),
sekitar 30% dari total penduduk bandung adalah Gen Z, yang terkenal dengan
kecenderungan mereka untuk mengikuti tren terkini. Salah satu fashion
terkenal di dunia, H&M telah berhasil menarik perhatian konsumen muda
bandung, melalui kampanye pemasaran media sosial yang inovatif. Namun,
meskipun H&M memiliki kehadiran yang kuat di media sosial, masih
terdapat pertanyaan mengenai seberapa besar pengaruh media sosial terhadap
Keputusan pembelian pruduk.
Meskipun banyak penelitian telah dilakukan mengenai pengaruh media
sosial terhadap perilaku konsumen, masih terdapat kesenjangan antara
harapan da kenyataan. Banyak Gen Z yang termakan iklan dan konten fashion
di media sosial, namun tidak semua dari mereka melakukan pembelian. Hai
ini menjukkan adanya factor lain yang mempengaruhi Keputusan pembelian,
seperti kualitas produk, harga, dan pengalaman berbelanja. Kesenjangan ini
menjadi masalah nyata yang perlu diteliti lebih lanjut untuk memahami
dinamika perilaku konsumen di era digital.
Studi sebelumnya seringkali berfokus pada media sosial secara
keseluruhan tanpa mempertimbangkan konteks lokal dan spesifik merek.
Beberapa penelitian menunjukan bahwa media sosial dapat meningkatkan
kesadaran merek dan minat beli konsumen, tetapi tidak banyak penelitian
yang mempelajari bagaimana faktor-faktor spesifik, interaksi dengan konten
dan pengaruhu influencer, mempengaruhi Keputusan pembelian Gen Z di
bandung. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah
tersebut dengan menganalisis pengaruh media sosial terhadap Keputusan
pembelian produk H&M secara lebih mendalam.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana pengaruh media sosial terhadap Keputusan pembelian produk
H&M di kalangan Gen Z di kota Bandung ?
2. faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi interaksi Gen Z dengan konten
medial sosial H&M yang berujung pada Keputusan pembelian ?
3. bagaimana perbandingan pengaruh media sosial terhadap Keputusan
pembelian produk H&M dengan faktor-faktor lain seperti kualitas produk,
harga, dan pengalaman berbelanja di kalangan Gen Z di kota bandung ?

1.3 Tujuan Penelitian


1. Menganalisis pengaruh media sosial terhadap keputusan pembelian produk
H&M di kalangan Gen Z di Kota Bandung.
2. Mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi
interaksi Gen Z dengan konten media sosial H&M yang dapat berujung
pada keputusan pembelian.
1.4 Kegunaan Penelitian
1.4.1 Kegunaan Teoritis
Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur perilaku konsumen dan
pemasaran digital dengan fokus pada Gen Z.
1.4.2 kegunaan praktis
secara praktis, penelitian ini memberikan arahan strategis bagi H&M dan
merek lain untuk mengoptimalkan pemasaran media sosial, meningkatkan
pengalaman konsumen.

1.5 Lokasi Dan Waktu Penelitian


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Media Sosial
Keller (2016:34) mengungkapkan bahwa “Media sosial adalah media
yang digunakan oleh konsumen untuk berbagi teks, gambar, suara, dan video
informasi baik dengan orang lain maupun perusahaan dengan vice versa”
Karakteristik umum yang dimiliki setiap media sosial yaitu adanya
keterbukaan dialog antar para pengguna. Sosial media dapat dirubah oleh
waktu dan diatur ulang oleh penciptanya, atau dalam beberapa situs tertentu,
dapat diubah oleh suatu komunitas. Selain itu sosial media juga menyediakan
dan membentuk cara baru dalam berkomunikasi. Seperti diketahui, sebelum
muncul dan pipulernya media sosial. Kebanyakan orang berkomunikasi
dengan cara SMS atau lewat handphone. Namun sekarang dengan adanya
media social, orang cenderung berkomunikasi lewat layanan obrolan (chat)
atau berkirim pesan lewat layanan yang tersedia di media social.
Menurut Dian Prajarini (2020:1) “Media sosial adalah situs atau
aplikasi online yang memungkinkan penggunanya membuat profil,
mengundang teman, menerima teman, mengikuti teman, berkomunikasi,
berbagi, berkirim pesan, berjejaring.” Selain dipengaruhi perkembangan
teknologi komunikasi, internet, komputer dan smartphone, ada beberapa
alasan lain mengapa media sosial ini berkembang dengan pesat diantaranya,
(1) setiap pengguna seolah-olah memiliki atau bahkan menguasai medianya
sendiri, (2) aksesnya mudah dan murah dengan jaringan internet serta bias
dilakukan sendiri, (3) pengguna bebas menyunting konten yang dibagikan.
Sosial media merupakan pergeseran penyebaran informasi dari
mekanisme broadcast (one-to-many) menjadi mekanisme many-to-many.
“Media sosial adalah konten berisi informasi yang dibuat oleh orang yang
meanfaatkan teknologi penerbitan, sangat mudah diakses dan dimaksudkan
untuk memfasilitasi komunikasi, pengaruh dan interaksi dengan sesama dan
dengan khalayak umum” (Nasrullah, 2015:6)
Berdasarkan beberapa pengertian media sosial di atas maka dapat
disimpulkan bahwa media sosial merupakan suatu alat yang digunakan untuk
promosi, menyampaikan informasi mengenai produk yang dijual memberikan
daya tarik terhadap konsumen dan merupakan alat promosi yang efektif dan
dapat diakses oleh siapa saja , kapan saja dan dan jaringan promosi menjadi
sangat luas.

2.2 Jenis-Jenis Media Sosial


Jenis-jenis media sosial menurut Dian Prajarini (2020:3-4) yaitu sebagai
berikut :
a. Social Networking
Media sosial jenis ini biasanya digunakan untuk berkomunikasi santai dan
pribadi, biasanya bertujuan untuk membangun jejaring pribadi atau jejaring
alumni, maupun jejaring kelompok tertentu, contohnya : Facebook
b. Microblog
Twitter dan Tumbir merupakan salah dua dari beberapa platform microblog,
platform ini menyediakan fitur berbagi teks, dimana penggunanya bias
menuliskan tulisan-tulisan layaknya blog namun dengan karakter yang
terbatas.
c. Berbagi Video
Platform ini digunakan untuk berbagi video, dimana pengguna bias
omenggunakan video, menyediakan streaming video, bahkan juga terdapat
fasilitas live streaming, Youtube, Vimeo, Dailymotion merupakan tiga
diantaranya. Tik Tok juga bias digunakan untuk membuat konten video
dengan beberapa filter yang disediakan.
d. Berbagi Jaringan Profesional
Platform media jenis ini biasanya digunakan untuk berbagi jariingan
professional, menemukan pekerjaan, internship, keterampilan dan hal-hal
yang terkait dengan karir professional. Platform jenis ini yang paling terkenal
adalah Linkedin.
e. Berbagi Foto
Platform ini biasanya digunakan untuk berbagi foto dimana pengguna bisa
melakukan penyuntingan langsung dengan menggunakan efek atau filter-filter
yang disediakan. Instagram snapchat adalah aplikasi popular platform jenis
berbagi foto.
f. Cooking
Platform ini biasanya digunakan untuk berbagi resep masakan oleh
penggunanya. Cookpad dan Yummy App merupakan jenis platform ini.
Sedangkan menurut Maria (2019:316) jenis media sosial yang sering
digunakan yaitu :
a. Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial yang dimana pengguna harus
mendaftar sebelum dapat menggunakan situs ini. Setelah itu pengguna dapat
membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman, dan
bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika memperbaharui
profilnya.
b. Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto dan video yang
memungkinkan pengguna mengambil foto, mengambil video, menerapkan
filter digital, dan membagikannya keberbagai layanan jejaring sosial,
termasuk milik instagram sendiri.
Berdasarkan penjelasan diatas bahwa terdapat beberapa media sosial
yang dimana masing-masing media sosial memiliki keunggulan masing-
masing baik fungsinya untuk berkirim pesan, mengkomunikasikan informasi
yang akan disampaikan.

2.3 Indikator Media Sosial


Menurut Maria (2019:316-317) indikator media sosial yaitu :
a. Kemudahan , ketika seseorang ingin berbelanja melalui media sosial, hal
yang menjadi pertimbangan bagi pembeli online adalah faktor kemudahan
penggunaan.
b. Kepercayaan, hal yang menjadi pertimbangan seorang pembeli selanjutnya
adalah apakah mereka percaya kepada website yang menyediakan online
shop dan penjual online pada website tersebut.
c. Kualitas informasi, didefinisikan sebagai seberapa besar suatu informasi
tentang produk dan jasa berguna dan relevan bagi pembeli online dalam
memprediksi kualitas dan utilitas suatu produk dan jasa yang ditawarkan di
online shop.
Sedangkan menurut (Khatib,2016) media sosial memiliki beberapa
indikator yaitu :
1. Adanya konten yang menarik dan menghibur
2. Adanya interaksi antara konsumen dengan penjual
3. Adanya interaksi antara konsumen dengan konsumen lain
4. Kemudahan untuk pencarian informasi produk
5. Kemudahan untuk mengkomunikasikan informasi pada publik
6. Tingkat kepercayaan pada media sosial
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa indikator
media sosial merupakan suatu informasi yang disampaikan kepada konsumen
dengan tujuan untuk memberi kemudahan mengkomunikasikan produk atau
jasa apa yang sedang di tawarkan.

2.4 Fungsi Media Sosial


Menurut Puntoadi (2011), media sosial memiliki beberapa fungsi, diantaranya
ialah :
- Media sosial dapat memberikan kesempatan bagi pebisnis agar dapat
berinteraksi lebih intens dengan konsumen. Media sosial menyediakan konten
komunikasi yang lebih individual. Melalui media sosial, para pembisnis dapat
mengetahui lebih jauh kebiasaan dari konsumen yang ditargetkan, dapat
melakukan suatu komunikasi secara personal, serta dapat membangun sebuah
interest yang lebih dalam bagi konsumennya tersebut.
- Keuntungan dalam membangun personal branding melalui sosial media.
Melakukan personal branding dalam meediao sosial tidak memerlukan trik
atau popularitas palsu sebab yang akan menentukan hal tersebut adalah
audiens. Beragam media sosial dapat menjadi media bagi para pengguna
untuk berkomuikasi, berdiskusi, dan bahkan bisa mendapatkan suatu
popularitas dalam media sosial.

2.5 Pengertian Keputusan Pembelian


Keputusan pembelian merupakan salah satu tahapan dalam proses
keputusan pembelian sebelum perilaku pasca pembelian. Dalam memasuki
tahap keputusan pembelian sebelumnya konsumen sudah diharapkan pada
beberapa pilihan alternatif sehingga pada tahap ini konsumen akan melakukan
aksi untuk memutuskan untuk membeli produk berdasarkan pilihan yang
ditentukan. Berikut ini merupakan beberapa definisi keputusan pembelian
menurut ahli.
Fandy Tjiptono, (2014:21) mendefinisikan “Keputusan pembelian
merupakan sebuah proses dimana konsumen mengenal masalahnya, mencari
informasi mengenai produk atau merek tertentu dan mengevaluasinya.”
Mulyadi Nitisusastro, (2012:195) “Keputusan pembelian merupakan
proses interaksi antara sikap afektif, sikap kognitif, sikap behavioral dengan
faktor lingkungan dengan mana manusia melakukan pertukaran dalam semua
aspek kehidupannya.”
Menurut Kotler dan Keller (2016 : 198) “Keputusan pembelian adalah
dalam tahap evaluasi, konsumen membuat preferensi diantara merek dalam
pilihan yang ditetapkan dan mungkin juga membentuk niat untuk membeli
merek yang paling disukai”
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa keputusan
pembelian merupakan sikap yang diambil konsumen untuk membeli karena
adanya kebutuhan terhadap produk atau jasa.
2.6 Tahap-Tahap Pengambilan Keputusan Pembelian
Sebelum konsumen memutuskan untuk membeli, biasanya konsumen
melalui beberapa tahap terlebih dahulu (Kotler, 2016:25) yaitu :
a. Pengenalan masalah
Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali masalah atau kebutuhan,
yang dipicu oleh rangsangan internal atau eksternal. Rangsangan internal
misalnya dorongan memnuhi rasa lapar dan haus, sedangkan rangsangan
eksternal misalnya seseorang melewati toko kue dan melihat roti yang segar
dan hangat sehingga terangsang rasa lapar.
b. Perncarian informasi
Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari
informasi yang lebih banyak. Sumber informasi konsumen yaitu :
Sumber pribadi : Keluarga, teman, tetangga dan kenalan
Sumber komersia : Iklan, wiraniaga, agen, kemasan dan penjualan
Sumber publik : Media masa dan organisasi penilaian konsumen
Sumber pengalaman : Penanganan dan menggunakan produk
c. Evaluasi alternatif
Konsumen memiliki sikap beragam dalam memandang atribut yang relevan
dan penting menurut manfaat yang mereka cari. Kumpulan keyakinan atas
merek tertentu membentuk citra merek, yang disaring melalui dampak persepsi
selsktif, distorsi selsektif dan ingatan selektif
d. Keputusan pembelian
Dalam tahap evalusi, para konsumen membentuk preferensi atas merek-merek
yang ada didalam kumpulan pilihan. Faktor sikap orang lain dan situasi yang
tidak dapat diantisipasi yang dapat mengubah niat pembelian termasuk faktor-
faktor penghambat pembelian. Dalam melaksanakan niat pembelian, konsumen
dapat membuat lima sub-keputusan pembelian, yaitu: keputusan merek,
keputusan pemasok, keputusan kuantitas, keputusan waktu dan keputusan
metode pembayaran.
e. Perilaku pasca pembelian
Para pemasar harus memantau kepuasan pasca pembelian, tindakan pasca
pembelian dan pemakaian produk pasca pembelian, yang tujuan utamanya
adalah agar konsumen melakukan pembelian ulang.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat di jabarkan bahwa konsumen
memutuskan untuk membeli melalui identifikasi masalah terhadap produk atau
kebutuhan yang sedang diperlukan kemudian mencari manfaat yang akan
didapat hingga akhirnya memutuskan untuk membeli kemudian mengevaluasi
produk atau jasa yang telah dibelinya.

2.7 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian


Menurut phillip Kotler (2016:27) perilaku pembelian konsumen
dipengaruhi oleh empat faktor, diantaranya sebagai berikut:
1. Faktor Budaya
Sub budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi perilaku pembelian. Budaya
merupakan penentu keinginan dan perilaku paling dasar. Masing masing sub
budaya terdiri dari sejumlah sub-budaya yang lebih menampakkan
identifikasi dan sosialisasi khusus bagi para anggotanya seperti kebangsaan,
agama, kelompok, ras, dan wilayah geografis. Pada dasarnya dalam sebuah
tatanan kehidupan dalam bermasyarakat terdapat sebuah tingkatan (strata)
sosial. Kelas sosial tidak hanya mencerminkan penghasilan, tetapi juga
indikator lain seperti pekerjaan, pendidikan, perilaku dalam berbusana, cara
bicara, rekreasi dan lain-lainya.
2. Faktor Sosial
Selain faktor budaya, perilaku pembelian konsumen juga dipengaruhi
oleh faktor sosial diantaranya sebagai berikut:
- Kelompok acuan Kelompok acuan dalam perilaku pembelian konsumen
dapat diartikan sebagai kelompok yang yang dapat memberikan pengaruh
secara langsung atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang
tersebut.
- Keluarga Dalam sebuah organisasi pembelian konsumen, keluarga dibedakan
menjadi dua bagian. Pertama keluarga yang dikenal dengan istilah keluarga
orientasi. Keluarga jenis ini terdiri dari orang tua dan saudara kandung
seseorang yang dapat memberikan orientasi agama, politik dan ekonomi serta
ambisi pribadi, harga diri dan cinta. Kedua, keluarga yang terdiri dari
pasangan dan jumlah anak yang dimiliki seseorang. Keluarga jenis ini biasa
dikenal dengan keluarga prokreasi.
- Peran dan status Hal selanjutnya yang dapat menjadi faktor sosial yang dapat
mempengaruhi perilaku pembelian seseorang adalah peran dan status mereka
di dalam masyarakat. Semakin tinggi peran seseorang di dalam sebuah
organisasi maka akan semakin tinggi pula status mereka dalam organisasi
tersebut dan secara langsung dapat berdampak pada perilaku pembeliannya.
3. Pribadi
Keputusan pembelian juga dapat dipengaruhi oleh karakterisitik pribadi
diantaranya usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya
hidup, serta kepribadian dan konsep-diri pembeli.
4. Psikologis
Terakhir, faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen
adalah faktor psikologis. Faktor ini dipengaruhi oleh empat faktor utama
diantaranya sebagai berikut:
- Motivasi
- Persepsi
- Pembelajaran
- Keyakinan dan Sikap
Berdasarkan penjelasan di atas maskudnya adalah keputusan pembelian
yang dilakukan oleh konsumen tentu dipengaruhi factor-faktor diantaranya
kebutuhan pribadi, lingkungan, psikologis, budaya dan factor sosial yang
kemudian konsumen akan mempertimbangkan hingga akhirnya konsumen
melakukan keputusan pembelian.
2.8 Hipotesis
Hubungan Media Sosial Terhadap Keputusan Pembelian
Penelitian Yogesh dan Yesha (2014) membukti kan bahwa media sosial
memainkan peran yang penting dalam mempengaruhi keputusan pembelian
konsumen di Mumbai, India. Sebagian besar (75%) masyarakat Mumbai
menggunakan media sosial un tuk mencari informasi sebelum memutuskan
pembelian produk. Penelitian yang dilakukan oleh Gul et al (2014)
memaparkan bahwa media sosial memiliki pengaruh terhadap perilaku
pembelian konsumen. Lebih lajut Khatib (2016) mempaparkan pengaruh yang
terbesar dari media sosial terjadi pada tahap pencarian informasi dan tahap
keputusan pembelian.
Penelitian lain oleh Madni (2014) menun jukan bahwa 53% konsumen
akan mencari informasi dan ulasan pada media sosial terlebih dahulu sebelum
melakukan pembelian. Ulasan dan informasi dari forum, akun media sosial,
dan situs web akan mempe ngaruhi terjadinya keputusan pembelian
konsumen.
H1: Diduga adanya pengaruh antara media sosial terhadap keputusan
pembelian produk H &M fashion.

2.9 Kerangka Penelitian

Gambar 2.1
Kerangka Penelitian
DAFTAR PUSTAKA

Dian Prajarini, S.T., [Link]. 2020. Media Sosial Periklanan - Instagram. 1st ed.
ed. M. Dian Prajarini, S.T. Sleman: CV BUDI UTAMA
Indriyani, Ratih. (2020). Pengaruh media Sosial Terhadap Keputusan Pembelian
melalui motivasi konsumen pada produk fast fashion. Jurnal Manajemen
Pemasaran, Vol. 14, No. 1, April 2020, 25─34
[Link]
Kotler, & Keller. (2016). Manajemen Pemasaran (13 ed.). (B. Sabran, Trans.)
Jakarta: Erlangga.
Maria. (2019). Pengaruh Media Sosial Terhadap Keputusan Pembelian Di Toko
Kaos Nias Gunungsitoli. Jesya (Jurnal Ekonomi Dan Ekonomi Syariah), 2(2),
313-324.
[Link]
Nasrullah, Rulli. (2015). Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya dan
Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media
Nitisusastro, Mulyadi. 2012. Perilaku Konsumen Dalam Perspektif
Kewirausahaan. Bandung : Alfabeta.
Puntoadi. 2011. Menciptakan Penjualan Melalui Sosial Media. Jakarta: PT. alex
Komputindo.
Tjiptono, Fandy. 2014, Pemasaran Jasa –Prinsip, Penerapan, dan Penelitian, Andi
Offset, Yogyakarta

Anda mungkin juga menyukai