0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan4 halaman

Desain Arsitektur Berkelanjutan Kendari

Dokumen ini mengkritik penataan kota Kendari yang kurang memperhatikan desain arsitektur sesuai iklim tropis dan identitas lokal, serta merekomendasikan perbaikan dalam perencanaan tata ruang, ruang terbuka hijau, dan infrastruktur transportasi. Ditekankan pentingnya integrasi elemen budaya lokal dalam desain bangunan untuk menciptakan karakter kota yang kuat. Proyek 'The Link' diusulkan sebagai simbol keterhubungan dan penghargaan terhadap warisan budaya Kendari.

Diunggah oleh

kiopino365
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan4 halaman

Desain Arsitektur Berkelanjutan Kendari

Dokumen ini mengkritik penataan kota Kendari yang kurang memperhatikan desain arsitektur sesuai iklim tropis dan identitas lokal, serta merekomendasikan perbaikan dalam perencanaan tata ruang, ruang terbuka hijau, dan infrastruktur transportasi. Ditekankan pentingnya integrasi elemen budaya lokal dalam desain bangunan untuk menciptakan karakter kota yang kuat. Proyek 'The Link' diusulkan sebagai simbol keterhubungan dan penghargaan terhadap warisan budaya Kendari.

Diunggah oleh

kiopino365
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Banyak bangunan di Kendari yang kurang memperhatikan desain yang sesuai dengan

iklim tropis pesisir yang panas dan lembap. Misalnya, ventilasi alami dan penggunaan
bahan yang tahan cuaca sering kali diabaikan. Pemilihan desain arsitektur yang lebih
kontekstual dan ramah lingkungan akan membantu menjaga kenyamanan termal
bangunan dan mengurangi ketergantungan pada AC, yang pada akhirnya menekan biaya
energi.

6. Kurangnya Identitas Arsitektur Lokal

Desain bangunan di Kendari kurang mencerminkan identitas budaya lokal Sulawesi


Tenggara. Padahal, mengintegrasikan elemen arsitektur tradisional dengan desain
modern dapat memperkuat karakter visual kota. Sebagai contoh, ornamen khas, bentuk
atap, dan bahan bangunan alami dapat diadaptasi dalam bangunan publik atau tempat
wisata untuk menciptakan identitas kota yang unik dan menarik.

Rekomendasi

1. Desentralisasi Pengembangan Kota - Mendorong pembangunan di area


pinggiran dan menyediakan fasilitas publik di luar pusat kota untuk mengurangi
kepadatan dan meningkatkan keseimbangan antar-kawasan.

2. Pengembangan dan Pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau - Memperbanyak RTH


yang diintegrasikan dengan pusat-pusat aktivitas kota dan menghubungkannya
dengan jalur pedestrian yang nyaman.

3. Revitalisasi Teluk Kendari sebagai Ruang Publik - Membangun area publik di


sekitar Teluk Kendari dengan tetap menjaga kebersihan dan kelestarian
lingkungannya.

4. Peningkatan Infrastruktur Transportasi Publik - Mengembangkan transportasi


umum yang efisien dan terjangkau untuk mengurangi ketergantungan pada
kendaraan pribadi.

5. Penerapan Arsitektur Ramah Iklim - Mengadopsi desain yang adaptif terhadap


iklim pesisir tropis dan hemat energi.

6. Meningkatkan Identitas Lokal dalam Desain Kota - Memasukkan elemen


budaya lokal ke dalam desain bangunan dan ruang publik untuk memperkuat
karakter kota.

Dengan pendekatan yang terarah, Kendari dapat memaksimalkan potensi geografis dan
budayanya untuk menjadi kota pesisir yang nyaman, berkelanjutan, dan memiliki
identitas arsitektur yang kuat.
3

Kritik arsitektur mengenai penataan kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menyoroti


beberapa aspek penting yang masih perlu ditingkatkan, seperti perencanaan tata ruang,
integrasi lingkungan, serta desain arsitektur yang sesuai dengan karakter pesisir dan iklim
tropis. Berikut beberapa poin utama kritik mengenai penataan kota Kendari:

1. Penyebaran dan Tata Ruang yang Tidak Merata

Kendari memiliki konsentrasi fasilitas publik dan komersial di beberapa titik tertentu,
seperti kawasan Mandonga dan Wuawua, sehingga beberapa area di pinggiran kota
kurang mendapatkan fasilitas memadai. Hal ini mengakibatkan kepadatan di pusat kota
dan ketidakseimbangan pembangunan di wilayah lain. Penting bagi Kendari untuk
mengembangkan perencanaan tata ruang yang merata dengan kawasan komersial,
perumahan, dan fasilitas publik yang tersebar agar dapat meningkatkan kualitas hidup
warga di semua wilayah.

2. Kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang Memadai

Kota Kendari memerlukan ruang terbuka hijau yang lebih luas dan terstruktur untuk
mendukung kualitas udara, mengurangi suhu, dan menyediakan tempat interaksi publik.
Beberapa taman kota yang ada masih belum cukup, sementara laju urbanisasi terus
meningkat. Kota ini dapat memanfaatkan ruang terbuka hijau sebagai elemen penting
dalam tata ruang dengan mengembangkan taman kota, jalur pedestrian yang rindang,
dan area hijau lainnya di dekat pusat kota dan permukiman.

3. Pengelolaan Kawasan Teluk Kendari yang Kurang Maksimal

Teluk Kendari adalah aset alam yang potensial bagi kota, tetapi belum dikelola dengan
optimal sebagai ruang publik. Pengembangan teluk sebagai kawasan rekreasi dan wisata
kota dapat meningkatkan nilai estetika dan ekonomi kota jika dirancang dengan
promenade, taman tepi laut, dan fasilitas rekreasi lainnya. Namun, penting pula untuk
menjaga kebersihan dan ekosistem alami teluk dari pencemaran limbah perkotaan yang
berpotensi merusak kualitas lingkungan.

4. Infrastruktur Transportasi yang Belum Memadai

Kendari menghadapi masalah kepadatan lalu lintas karena ketergantungan tinggi pada
kendaraan pribadi, sedangkan transportasi umum masih terbatas dan belum efisien.
Untuk mengatasi masalah ini, Kendari perlu mengembangkan infrastruktur transportasi
umum yang terintegrasi, seperti bus dan angkutan umum yang terjangkau dan
mencakup area yang lebih luas. Jalur sepeda, pedestrian yang nyaman, dan jaringan
transportasi yang efisien juga akan mendukung mobilitas warga serta menurunkan
kemacetan dan polusi udara.

5. Desain Arsitektur yang Kurang Responsif Terhadap Iklim


Kendari, yang memiliki iklim tropis pesisir, membutuhkan desain bangunan yang adaptif
terhadap iklim panas dan lembap. Namun, banyak bangunan modern di kota ini kurang
memperhatikan faktor-faktor seperti ventilasi alami, material tahan cuaca, dan orientasi
bangunan yang dapat mendukung sirkulasi udara. Desain arsitektur yang adaptif dapat
mengurangi ketergantungan pada pendingin udara dan lebih hemat energi, serta
memberikan kenyamanan termal bagi penghuninya.

6. Minimnya Identitas Arsitektur Lokal

Arsitektur Kendari cenderung mengikuti desain modern generik yang kurang


mengangkat kekhasan budaya lokal Sulawesi Tenggara. Padahal, elemen arsitektur
tradisional dapat diintegrasikan dengan desain modern untuk menciptakan karakter
visual kota yang khas. Penggunaan ornamen, bentuk atap khas, serta bahan-bahan alami
dalam desain bangunan publik dan tempat wisata dapat memperkuat identitas kota dan
menambah daya tarik pariwisata.

Rekomendasi

1. Perencanaan Tata Ruang yang Seimbang - Pengembangan infrastruktur dan


fasilitas di seluruh area kota, termasuk di wilayah pinggiran.

2. Penambahan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau - Meningkatkan kualitas


dan kuantitas RTH sebagai bagian penting dari tata ruang dan ruang publik.

3. Revitalisasi Kawasan Teluk Kendari - Mengembangkan kawasan Teluk Kendari


sebagai ruang publik dan wisata yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.

4. Pengembangan Transportasi Umum yang Efektif - Mengembangkan transportasi


umum yang menjangkau seluruh area kota, mengurangi penggunaan kendaraan
pribadi.

5. Desain Arsitektur Ramah Iklim - Mengadopsi desain yang sesuai dengan iklim
tropis pesisir untuk menciptakan kenyamanan dan efisiensi energi.

6. Mengintegrasikan Identitas Lokal dalam Desain - Meningkatkan kesan budaya


lokal dalam desain arsitektur agar menciptakan kota dengan karakter visual yang
kuat.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Kendari memiliki potensi besar untuk


berkembang sebagai kota pesisir yang nyaman, berkelanjutan, dan beridentitas kuat.

"The Link" adalah desain gerbang penghubung antara Kota Kendari sebagai Pusat Bisnis
(CBD) dan kota-kota satelit di sekitarnya. Desain ini mengusung konsep keterbukaan
untuk merepresentasikan visi Kota Kendari yang visioner terhadap perubahan zaman dan
terhadap keberagaman.

Salah satu ciri khas utama dari desain ini adalah penggunaan bentukan rumah adat
"Laikambuu" yang di transfomasikan sebagai frame utama. Ini memberikan kesan yang
unik dan khas pada desain tersebut. Selain itu, desain ini juga memasukkan konsep
crafting yang merupakan tradisi turun-temurun di Indonesia, yang diimplementasikan
dalam pahatan pada massing gerbang dengan corak yang menarik.
Dengan kombinasi antara elemen-elemen tradisional dan konsep kontemporer, "The
Link" menciptakan sebuah desain yang mencerminkan kota Kendari yang modern namun
tetap menghargai warisan budaya dan keberagaman. Desain ini menggambarkan
semangat progresif dan harmoni dalam konteks perkembangan kota.

Anda mungkin juga menyukai