0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
289 tayangan10 halaman

SOP Terapi Relaksasi Otot Progresif

Dokumen ini adalah Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk terapi relaksasi otot progresif yang bertujuan meningkatkan kebugaran, mengatasi insomnia, dan mengurangi rasa nyeri. Prosedur meliputi persiapan, orientasi, dan serangkaian gerakan untuk melatih otot-otot tubuh. Indikasi dan kontraindikasi terapi juga dijelaskan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Diunggah oleh

Bintangdss
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
289 tayangan10 halaman

SOP Terapi Relaksasi Otot Progresif

Dokumen ini adalah Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk terapi relaksasi otot progresif yang bertujuan meningkatkan kebugaran, mengatasi insomnia, dan mengurangi rasa nyeri. Prosedur meliputi persiapan, orientasi, dan serangkaian gerakan untuk melatih otot-otot tubuh. Indikasi dan kontraindikasi terapi juga dijelaskan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Diunggah oleh

Bintangdss
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF

Disusun Oleh:
Rena Siti
Sartika
Savira Athaya
Rifdah Rachmania

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BANTEN
TA. 2024/2025
SOP TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF

Definisi Terapi relaksasi otot progresif merupakan suatu terapi yang


mengkombinasikan latihan nafas dalam dan serangkaian seri
kontraksi dan relaksasi otot tertentu.

Tujuan 1. Meningkatkan kebugaran


2. Mengatasi insomia
3. Meningkatkan konsentrasi
4. Mengatasi kelelahan
5. Menurunkan spasme oto
6. Melancarkan peredaran darah
7. Mengurangi rasa nyeri
8. Membangun energi positif dari emosi energi negatif

Indikasi 1. Mengalami gangguan tidur


2. Penderita hipertensi
3. Memiliki masalah ketegangan otot dan masalah stress
4. Mengalami kecemasan
5. Mengalami gangguan sistem muskoluskeletas yaitu nyeri
sendi

Kontraindikasi 1. Mengalami keterbatasan gerak, misalnya tidak


menggerakan badan
2. Lansia yang mengalami perawatan tirah baring (bed rest)
3. Penyakit berat atau akut
4. Gangguan pernafasan seperti asma dan dispnea

Alat dan Bahan 1. Kursi atau kasur


2. Bantal
3. Jam dinding atau jam tangan
4. Lingkungan yang tenang dan sunyi nyaman tahap pra-interaksi
Prosedur Kerja A. Persiapan
1. Mempersiapkan alat dan bahan
2. Mencuci tangan 6 langkah
3. Mengatur lingkungan klien

B. Tahap Orientasi
1. Melakukan salam sebagai pendekatan terapeutik
2. Menjelaskan tujuan kontrak waktu dan prosedur tindakan
pada klien/keluarga
3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan pasien sebelum
prosedur dilakukan
C. Tahap Kerja
1. Posisikan tubuh pasien secara nyaman yaitu dengan
berbaring lalu mata tertutup menggunakan bantal dibawah
kepala dan lutut atau dudukan di kursi kepala ditopang,
hindari dengan posisi berdiri
2. Lepaskan semua aksesoris yang digunakan seperti
kacamata, sepatu, sabuk dan jam tangan
3. Melonggarkan ikat pinggang, longgarkan dasi atau hal lain
yang sifatnya mengikat keras
Gerakan 1 : Ditujukan untuk melatih otot tangan.
1. Lakukan pernafasan perut, kemudian hembuskan perlahan.
Saat menghembuskan nafas bayangkan bahwa ketegangan
yang berada dalam tubuh mulai rileks mengalir pergi.
2. Genggam tangan kiri sambil membuat kepalan
3. Buat kepalan semakin kuat sambil merasakan sensasi
ketegangan yang terjadi..
4. Ketika kepalan tangan dilepaskan, pasien dipandu untuk
merasakan rileks dalam 10 detik
5. Lakukan gerakan pada tangan kiri dengan dilakukan dua
kali sehingga pasien dapat memebedakan perbedaan antara
ketegangan otot dan keadaan relaks yang dialami.
6. Prosedur serupa juga lakukan pada tangan sebelah kanan.

Gambar gerakan 1
Gerakan 2 : Ditujukan untuk melatih otot tangan bagian belakang
yaitu dengan meluruskan lengan kemudian tumpukan pergelangan
tangan kemudian tarik telapak tangan hingga menghadap ke
depan. Lakukan sebanyak 2 kali dalam hitungan 10 detik. Saat
tangan di relakskan bayangkan bahwa ketegangan dan nyeri yang
berada dalam tubuh mulai rileks mengalir pergi.

Gambar gerakan 2
Gerakan 3 : Ditujukan untuk melatih otot biseps dan trispes (otot
besar pada bagian atas pangkal lengan).
1. Genggan kedua tangan sehingga menjadi kepalan
2. Kemudian membawa kedua kepalan ke pundak sehingga
otot biseps akan menjadi tegang.
3. Kencangkan otot trisep dengan memperpanjang lengan dan
mengunci siku . Tahan dan kemudian rilekskan. Lakukan
gerakan serupa sebanyak 2 kali dalam hitungan 10 detik.
Saat otot dirilekskan rasakan sensasi rileks dan bayangkan
bahwa nyeri mengalir pergi.

Gambar gerakan 3
Gerakan 4: Ditujukan untuk melatih otot bahu supaya mengendur
rileks
1. Mengangkat kedua bahu setinggi-setingginya seakan-akan
bahu dibawa menyentuh kedua telinga.
2. Fokus perhatian gerakan ini adalah kontras ketegangan
yang terjadi di bahu, leher dan punggung atas. Lakukan
gerakan sebanyak 2 kali dalam hitungan 10 detik. Saat
bahu kembali kekeadaan semula bayangkan nyeri dan
ketegangan mengalir pergi dan rasakan rileks pada area
bahu, leher dan punggung atas.

Gambar gerakan 4
Gerakan 5 : Ditujukan untuk melemaskan otot dahi
1. Mengerutkan dahi dan alis sampai otot-ototnya terasa dan
kulitnya keriput.
2. Lakukan gerakan sebanyak 2 kali dalam hitungan 10 detik.
Saat dahi dan alis kembali kekeadaan semula bayangkan
otot-otot dahi dan alis merasakan rileks dan ketegangan
serta nyeri mengalir pergi.

Gambar gerakan 5
Gerakan 6 : Bertujuan melemaskan otot mata
1. Tutup rapat dan keras mata sehingga dapat dirasakan
ketegangan disekitar mata dan otot-otot yang
mengendalikan gerakan mata.
2. Lakukan gerakan sebanyak 2 kali dalam hitungan 10 detik.
Saat mata di buka bayangkan otot-otot mata merasakan
rileks dan ketegangan serta nyeri mengalir pergi.
Gambar gerakan 6
Gerakan 7 : Ditujukan melemaskan otot rahang
1. Dianjurkan untuk mengendurkan ketegangan yang dialami
oleh otot rahang, dengan cara katupkan rahang, di ikuti
dengan menggigit gigi sehingga terjadi ketegangan di
sekitar otot rahang.
2. Lakukan gerakan sebanyak 2 kali dalam hitungan 10 detik.
Saat gigi kembali kekeadaan semula bayangkan
ketegangan pada rahang merasakan rileks dan nyeri
mengalir pergi.

Gambar gerakan 7
Gerakan 8 : Bertujuan mengendurkan otot otot sekita mulut.
1. Bibir dicucukan sekuat-kuatnya sehingga akan dirasakan
ketegangan disekitar mulut.
2. Saat bibir kembali kekeadaan semula rasakan rileksnya
dari ketegangan dan bayangkan keteganggan serta nyeri
mengalir pergi. Lakukan gerakan sebanyak 2 kali dalam
hitungan 10 detik.

Gambar gerakan 8
Gerakan 9 : Bertujuan untuk merilekskan otot-otot leher bagian
belakang
1. Gerakan diawali dengan otot leher bagian belakang lalu
kemudian otot leher bagian depan
2. Letakkan kepala hingga dapat beristirahat
3. Tekan kepala perlahan pada permukaan bantalan kursi
sedemikian rupa sehingga dapat merasakan ketegangan di
bagian belakang leher dan punggung bagian atas.
4. Saat kepala akan kembali kekeadaan semula rasakan
ketegangan pada otot leher bagian belakang menjadi lebih
rileks dan bayangkan nyeri mengalir pergi dan tubuh akan
menjadi semakin rileks. Lakukan gerakan sebanyak 2 kali
dalam hitungan 10 detik.

Gambar gerakan 9
Gerakan 10 : Ditujukan untuk melatih otot leher bagian depan
1. Membawa atau menundukan kepala ke muka
2. Kemudian pasien diminta untuk membenamkan dagu ke
dadanya, sehingga dapat merasakan ketegangan di daerah
leher bagian muka
3. Saat kepala akan kembali kekeadaan semula rasakan
ketegangan pada otot leher bagian depan menjadi lebih
rileks dan bayangkan nyeri mengalir pergi dan tubuh akan
menjadi semakin rileks.
4. Lakukan gerakan sebanyak 2 kali dalam hitungan 10 detik.
Gambar gerakan 10
Gerakan 11 : Ditujukan untuk melatih otot punggung
1. Angkat tubuh dari sandaran kursi
2. Punggung dilengkungkan
3. Busungkan dada, tahan kondisi tegang selama 10 detik,
kemudian rileks.
4. Saat rileks, letakkan anggota tubuh kembali ke kursi sambil
membiarkan otot menjadi lemas.
5. Saat tubuh akan kembali kekeadaan semula rasakan
ketegangan pada otot punggung menjadi lebih rileks dan
bayangkan nyeri mengalir pergi dan tubuh akan menjadi
semakin rileks.
6. Lakukan gerakan sebanyak 2 kali dalam hitungan 10 detik

Gambar
gerakan 11
Gerakan 12 : Ditujukan untuk melemaskan otot dada.
1. Tarik nafas panjang untuk mengisi paru-paru dengan udara
bersih sebanyak banyaknya
2. Posisi ini ditahan selama 10 detik sambil merasakan
ketegangan yang di bagian dada kemudian turunkan ke
perut
3. Saat ketegangan dilepas, lakukan nafas normal dengan lega
4. Ulangi sekali lagi , sehingga dapat dirasakan perbedaan
antara kondisi tegang dan rileks.
5. Saat menghembuskan nafas bayangkan ketegangan serta
nyeri di tubuh mengalir pergi.
Gambar Gerakan
12
Gerakan 13 : Ditujukan untuk melatih otot otot perut
1. Tarik nafas kuat perut ke dalam
2. Tahan sampai perut menjadi kencang dan keras. Setelah 10
detik dilepaskan bebas, kemudian diulang kembali seperti
gerakan awal untuk perut ini.
3. Saat menghembukan nafas bayangkan ketegangan serta
nyeri di tubuh mengalir pergi.

Gambar
gerakan 13
Gerakan 14 -15 : Yang bertujuan untuk melatih otot otot kaki
seperti paha dan betis.
1. Luruskan kedua belah telapak kaki sehingga otot paha
terasa tegang
2. Dilanjutkan dengan mengunci lutut sedemikian sehingga
ketegangann otot paha pindah ke otot-otot betis
3. Tahan posisi tegang selama 10 detik lalu dilepas lakukan
sebanyak 2 kali.
4. Ulangi setiap gerakan masing masing dua kali
5. Saat kaki hendak kembali kekeadaan semula bayangkan
ketegangan serta nyeri pada kaki dan sendi mengalir pergi
dan bayangkan tubuh menjadi semakin rileks.
Gambar gerakan
14-15
Bereskan alat dan mencuci tangan
D. Tahap Terminasi
1. Mengevaluasi hasil tindakan dan respon klien
2. Menjelaskan bahwa tindakan sudah selesai dilakukan pada
klien/keluarga dan pamit
3. Mendokumentasikan

Anda mungkin juga menyukai