e-J.
Agrotekbis 11 (5) : 1143 - 1150 , Oktober 2023 ISSN : 2338-3011
ANALISIS RANTAI PASOK BERAS PADA PENGGILINGAN
“USAHA TANI” DI DESA MINTI MAKMUR KECAMATAN
RIO PAKAVA KABUPATEN DONGGALA
Rice Supply Chain Analysis in Milling “Farming Business”
in Minti Makmur Village, District Rio Pakava Donggala Regency
Nisa Asadikah1), Hardiyanti Sultan2)
1)
Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
2)
Staf Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
Email : nisaasadikah97@[Link], Hardiyantisultan91@[Link]
ABSTRACT
This study aims to determine the flow of the rice supply chain in Minti Makmur Village. This
research was conducted on December 20, 2020 to January 25, 2021. The method used in this study was a
descriptive method. The sampling method in this study was the Snowball Sampling method. Where each
link in the chain has its own role, the “Usaha Tani” rice mill has implemented a system of rice supply
chain activities. The flow of rice supply chain products is formed from lowland rice farmers, then flows to
rice mills, from rice mills divided into 2 to wholesalers and to direct household consumers, then from
wholesalers sold to retailers, financial flows, each link in the chain pays Cash flow and vertical
communication flow in the post-harvest rice supply chain in Minti Makmur Village occur between
farmers, rice millers, between rice millers and wholesalers, consumers, between wholesalers and retailers,
between retailers and consumers.
Keywords: Input, Rice, Farming.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aliran rantai pasok beras di Desa Minti Makmur.
Penelitian ini dilaksanakan pada 20 Desember 2020 sampai dengan 25 Januari 2021. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode pengambilan sampel dalam penelitian
ini dengan metode Snowball Sampling. Dimana tiap mata rantai tersebut mempunyai peran masing-
masing, Penggilingan beras “Usaha Tani” telah melakukan sistem kegiatan rantai pasok beras. Aliran
produk rantai pasok beras terbentuk dari petani padi sawah, selanjutnya mengalir ke penggilingan beras,
dari penggilingan beras terbagi menjadi 2 ke pedagang besar dan ke konsumen rumah tangga langsung,
selanjutnya dari pedagang besar di jual ke pedagang pengecer, aliran keuangan, setiap mata rantai
membayar tunai dan aliran komunikasi vertikal pada rantai pasok padi pasca panen di Desa Minti
Makmur terjadi antar petani, penggilingan beras, antar penggilingan beras dan pedagang besar,
konsumen, antar pedagang besar dan pedagang pengecer, antar pedagang pengecer dan kosumen.
Kata Kunci : Input, Padi, Usahatani.
1143
PENDAHULUAN di Indonesia adalah sebagai petani dan
perkebunan, sehingga sektor-sektor ini sangat
Indonesia merupakan negara agraris dimana penting untuk dikembangkan di Negara kita
pertanian memegang peran penting pada perekonomian (Bambang dkk, 2011).
nasional. Untuk mengimbangi semakin pesat laju Pertanian sebagai sumber kehidupan
pertumbuhan penduduk Indonesia, maka usaha manusia dapat dipelajari dari berbagai sudut
pertanian yang maju perlu digalakan kawasan antara lain, sudut teknis, teknologis, biologis,
pertanian Indonesia. Dalam upaya membangun sosiologis, peadogosis, ekonomis, yuridis, dan
pertanian Indonesia agar kualitas dan kuantitas politis namun adakalanya hasil pembahasan dari
produk pertanian dapat ditingkatkan maka berbagai sudut pandang tersebut berlawanan satu
perlu peran pemerintah dalam hal kebijakan sama lain, misalnya; politik harga hasil bumi
pertanian guna pencapaian pemerataan swasembada (beras) yang tinggi lebih banyak mendatangkan
pangan. Karena meningkatnya jumlah penduduk keuntungan kepada produsen dari pada konsumen,
di Indonesia membuat produksi beras juga produksi kotor (bruto) yang tinggi lebih
bertambah setiap tahunnya (La Tiwu Wa banyak menguntungkan masyarakat dari pada
Halida,dkk, 2019). produsen (petani) sedangakan produsen lebih
Sektor Pertanian memegang peranan yang tergolong dengan hasil bersih (netto) yang
sangat penting dalam perekonomian Indonesia. tinggi. Ilmu usahatani yang diuraikan disini
Namun, ironisnya selama ini sektor pertanian adalah suatu pengetahuan yang mempelajari
kurang mendapatkan perhatian bahkan cenderung aspek-aspek ekonomi usaha pertanian dengan
diremehkan. Sektor pertanian juga merupakan kacamata seorang petani atau suatu badan
sektor yang penting dalam gagal atau suksesnya organisasi yang mengelola (Soekartawi, 2003).
penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Mayoritas Pangan adalah segala sesuatu yang
masyarakat miskin di Indonesia sampai saat ini berasal dari sumber hayati dan air, baik yang
masih banyak, terdapat sektor pertanian yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukan
lebih itensif guna menanggulangi masalah sebagai makanan atau minuman sebagai
kemiskinan tersebut (Adiratma, 2004). manusia termasuk bahan tambahan pangan,
Salah satu komoditas utama subsektor bahan baku pangan, dan bahan lain yang
tanaman pangan adalah padi. Tanaman padi digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan
merupakan komoditi penting bagi seluruh dan pembuatan makanan atau minuman. Pangan
masyarakat Indonesia. Beberapa tanaman pangan merupakan kebutuhan pokok manusia,
dapat dijadikan sebagai bahan makanan pokok sehingga semua orang pasti menginginkan
karena mengandung sumber energi dan protein kecukupan pangannya (Sri Widodo, 2002).
yang dibutuhkan tubuh manusia dan salah Tanaman utama pertanian di Indonesia
satunya adalah beras, yang memiliki karbohidrat adalah padi. Padi merupakan tanaman pangan
yang dibutuhkan oleh tubuh (Nurhidaya, dkk. yang menghasilkan beras sebagai sumber
2017) makanan pokok sebagian besar penduduk
Pertanian di Indonesia meliputi pertanian Indonesia. Tanaman padi merupakan tanaman
tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, holtikultura, pangan yang banyak dibudidayakan oleh
peternakan dan perikanan. Sejarah indonesia petani Indonesia (Soekartawi, 2003).
sejak masa kolonial sampai skarang tidak Beras merupakan makanan pokok bagi
dapat dipisahkan dari sektor pertanian. Dan sebagian besar masyarakat indonesia. Konsumsi
perkebunan, karena sektor-sektor ini memiliki beras di Indonesia semakin meningkat setiap
arti yang sangat penting dalam menentukan tahunnya seiring dengan meningkatnya jumlah
pembentukan berbagai realitas ekonomi dan penduduk Indonesia, bahkan Indonesia tercatat
sosial masyarakat diberbagai wilayah Indonesia. sebagai salah satu negara pengkonsumsi beras
Sebagian besar mata pencaharian masyarakat tertinggi di dunia. Ketergantungan masyarakat
1144
Indonesia yang sangat tinggi terhadap beras ini dan wawancara langsung dengan responden dengan
akan menjadi masalah jika ketersediaan beras menggunakan daftar pertanyaan (Questionnaire).
sudah tidak dapat tercukupi. Hal inilah yang Data sekunder diperoleh dari instansi terkait
dapat mengganggu ketahanan pangan nasional dan literatur yang relevan dengan tujuan
(Badan Pusat Statistik Nasional, 2009). penelitian.
Petani merupakan produsen utama dalan Metode penelitian yang digunakan
pengelolaan beras. kerja yang maksimal petani dalam penelitian ini adalah metode deskriptif,
dapat membantu menstabilkan perekonomian Menurut Hikmat (2011), metode deskriptif
Indonesia tentu dengan berperan aktif dalam adalah metode penelitian untuk membuat
pertanian maupun ketahanan pangan. Namun gambaran mengenai situasi atau kejadian,
yang menjadi permasalahannya saat ini kesejahteraan sehingga berkehendak mengadakan akumulasi
petani di Indonesia masih rendah. Petani menjual data dasar. Menurut (Sugiono 2014) Analisis
produk pertanian hasil panen begitu saja. deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk
Banyak petani menjual hasil pertanian, misalnya menganalisis data dengan cara mendeskripsikan
padi, ketika masih berada di sawah (La Tiwu atau menggambarkan data yang telah terkumpul
Wa Halida, dkk, 2019). sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat
Rantai pasok (supply chain) merupakan kesimpulan yang berlaku untuk umum atau
suatu konsep dimana terdapat sistem pengaturan generalisasi. Analisis ini merupakan suatu metode
yang berkaitan dengan aliran produk, aliran analisis yang digunakan untuk memperoleh
informasi, maupun aliran keuangan. Pengaturan gambaran secara mendalam dan obyektif
ini penting untuk dilakukan terkait banyaknya mengenai rantai penyediaan supply chain dari
mata rantai yang terlibat dalam rantai pasokan beras yang berada di penggilingan. Tujuan
(Emhar 2014). penggunaan analisis ini adalah untuk menggambarkan
Menurut Racmat (2012), Penggilingan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada
padi merupakan titik sentral dari agroindustri saat penelitian dilakukan, dan memeriksa sebab-
padi. Penggilingan padi mempunyai peranan sebab dari gejala tertentu. Hasil analisis ini
yang sangat vital dalam mengkonversi padi disajikan dalam bentuk tabulasi dan statistik
menjadi beras yang siap diolah untuk dikonsumsi sederhana berdasarkan informasi yang ada
maupun untuk disimpan sebagai cadangan. untuk menggambarkan keadaan pasar dan
Penggilingan padi merupakan titik sentral aliran supply chain.
dalam agribisnis padi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
METODE PENELITIAN
Rantai pasok merupakan suatu kesatuan
Penelitian ini telah dilakukankan di sistem pemasaran yang mencakup keterpaduan
Desa Minti Makmur Kecamatan Rio Pakava antar pelakunya sehingga dapat memberikan
Kabupaten Donggala. Lokasi penelitian ditentukan kepuasan terhadap palanggan. Pelaksanaan
secara sengaja (purpossive) dengan pertimbangan rantai pasok meliputi pengenalan anggota rantai
bahwa penggilingan padi “Usaha Tani” di Desa pasokan dan dengan siapa dia berhubungan,
Minti Makmur merupakan salah satu penggilingan proses apa yang dilakukan pada tiap hubungan
yang yang memproduksi beras yang ada di anatara pelaku dari rantai pasok.
kabupaten Donggala. penelitian ini telah dilaksanakan Rantai pasokan pada penggilingan
pada tanggal 20 Desember 2020 sampai dengan 25 “Usahatani” memiliki aliran produk, aliran
Januari 2021. keuangan dan aliran informasi. Struktur rantai
Data yang digunakan dalam penelitian pasok menjelaskan mengenai pihak-pihak
ini terdiri atas data primer dan data sekunder. yang terlibat pada rantai pasokan beras pada
Data perimer diperoleh dengan cara observasi penggilingan “Usahatani”, pelaku dalam rantai
1145
pasok beras pada penggilingan “Usahatani” adalah penggilingan “Usahatani” hanya bisa menyimpan
sebagai berikut: hasil produksi beras sebesar 32 ton/MT,
sedangkan persatukali musim panen bisa
Petani Padi. Petani padi merupakan penyedia mencapai 35-40 ton, sehingga perlu adanya
bahan baku berupa gabah dari proses budidaya penambahan kapasitas gudang beras agar
padi sawah di Desa Minti Makmur. Petani ini produksi beras dan kualitas beras tetap terjaga.
juga yang menjaga mutu gabah pada saat
budidaya sampai dengan saat panen. Hasil dari Pedagang Besar. Pedagang besar merupakan
proses pengelolahan sawah yang berbentuk pedagang yang membeli beras dari penggilingan
gabah, selanjutnya diolah di penggilingan “Usahatani”. Pedagang besar membeli beras dalam
untuk mendapatkan hasil berupa beras, yang di jumlah besar dan memiliki gudang untuk
jual ke pedagang besar. menampung beras. Selain itu pedagang besar
Hasil penelitian ini relevan dengan juga menjual beras ke pedagang pengecer yang
penelitian Andika Primasatya (2019) dengan tersebar di wilayah Desa Minti Makmur.
judul Analisis rantai pasok beras pada
penggilingan padi Lokakarya di desa dolago Pedagang Pengecer. Pedagang pengecer
padang kecamatan parigi selatan kabupaten disini membeli dari pedagang besar. Pedagang
parigi mautong. Karena pada penelitian Andika pengecer berada di pasar Minggu dan Kamis
Primasatya (2019) yaitu adanya Fasilitas pasca serta kios-kis beras yang tersebar di wilayah Desa
panen dan gudang untuk penyimpanan gabah. Minti Makmur. Pedagang pengecer posisinya yang
menghubungkan produk beras ke konsumen
Penggilingan Padi. Penggilingan padi disini terakhir.
merupakan tempat pengolahan gabah menjadi Hasil penelitian ini relevan dengan
beras yang berada di Desa Minti Makmur yaitu penelitian Mey lianni montjai (2020) dengan
penggilingan “Usahatani” mulai dari pengangkutan judul Analisis rantai pasok beras di desa
gabah dari lahan petani, menyediakan tempat buyumpondoli kecamatan pamona puselemba
pengeringan gabah dan menyediakan tempat kabupaten poso. Karena pada penelitian Mey
untuk para petani menyimpan gabah kering lianni montjai (2020) yaitu berupa jaminan
yang siap digiling. Pengeringan gabah dibutuhkan pasokan beras selalu ada
untuk mencapai kadar air minimal dalam
gabah agar dapat digiling dengan sempurna, Konsumen. Konsumen adalah rantai terakhir
sehingga jika hari hujan petani tidak dapat dari rantai pasok, pada rantai inilah produk di
mengeringkan gabah mereka dan hal ini dapat konsumsi yang di proses menjadi berbagai
menyebabkan gabah rusak yang pada akhirnya macam bentuk. Semua proses pembiayaan
beras yang dihasilkan memiliki kualitas yang berasal dari pembayaran konsumen terhadap
jelek, sedangkan pada area pengeringan gabah produk beras yang dibeli.
pada penggilingan “Usahatani” itu sendiri hanya Hasil penelitian ini relevan dengan
bisa menampung dengan jumlah produksi 32 penelitian Gaby yosefanny merry sepang (2017)
ton/MT, sedangkan produksi persatukali musim Manajemen rantai pasok beras di kecamatan
tanam bisa mencapai 35-40 ton, untuk mengatasi kotamobagu selatan, kota mobagu. Karena
permasalahan pengeringan gabah tersebut perlu pada penelitian Gaby yosefanny merry sepang
adanya penambahan perluasan area pengeringan (2017) yaitu mudahnya dalam memperoleh
gabah yang bisa menampung 35-40 ton/MT. beras dan kepuasan terhadap konsumen.
Ada tiga macam aliran yang harus
Gudang Beras. merupakan bagian penting dari dikelola dalam rantai pasok. Pertama adalah
suatu sistem produksi, serta tempat penyimpanan aliran produk yang mengalir dari hulu ke hilir,
sementara bagi para petani. Gudang beras pada kedua adalah aliran finansial/uang dari hilir ke
1146
hulu, dan yang ketiga adalah aliran informasi pengecer, dari pengecer kepada pedagang besar,
yang dapat mengalir dari hulu ke hilir atau dari pedagang besar kepada penggilingan “Usahatani”,
sebaliknya. Gambar 1 menunjukan pola aliran dari penggilingan padi “Usahatani” kepada petani
dalam rantai pasok beras yang berada di padi, aliran keuangan yang terjadi antara petani
penggilingan “Usahatani”. padi dengan penggilingan “Usahatani” berupa
pembayaran sewa jasa penggilingan menggunakan
Aliran Produk. Aliran produk merupkan beras, dengan biaya yang ditentukan oleh
aliran material atau fisik dari pemasok kepada penggilingan “Usahatani” sebesar 10% dari jumlah
konsumen. Skema dari aliran produk pada beras yang dihasilkan dari proses penggilingan
rantai pasok pada penggilingan padi “Usahatani”, gabah menjadi beras, pembayaran sewa jasa
aliran produk yang terjadi dari petani padi kepada sudah termasuk biaya pengangkatan gabah
penggilingan padi “Usahatani, aliran produk dari lahan petani sampai di penggilingan.
berikutnya dari penggilingan “Usahatani” kepada Pembayaran beras milik petani oleh konsumen
pedagang besar, dari pedagang besar kepada kepada pedagang pengecer berupa pembayaran
pedagang pengecer, dari pengecer kepada tunai dengan harga sebesar Rp.9.500 per
konsumen. Aliran produk dari petani yang kilogram. Aliran keuangan berikutnya terjadi
berupa bahan baku beras yaitu gabah, gabah dari pedagang pengecer kepada pedagang
disalurkan ke tempat penggilingan padi “Usahatani”, besar dengan sistem pembayaran tunai dengan
pengolahannya terdiri dari 2 tahap yaitu proses harga Rp. 9.300 per kilogram. Aliran keuangan
penjemuran gabah untuk mendapatkan gabah berikutnya terjadi pedagang besar kepada penggilingan
kering dan setelah penjemuran masuk ke tahap “Usahatani” dengan sistem pembayaran tunai dengan
selanjutnya yaitu proses penggilingan gabah harga 9.200 per kilogram. Aliran keuangan
kering untuk menjadi beras yang dikemas selanjutnya terjadi dari penggilingan “Usaha
dalam wadah karung berukuran 50 kg per Tani” kepada petani berupa pembayaran tunai
karungnya. Beras yang telah dikemas dari dengan harga sebesar Rp. 9000 per kilogram.
penggilingan dijual kepada pedagang besar,
pengangkutan dilakukan oleh pihak pedagang Aliran Informasi. Aliran informasi menjadi
besar dipenggilingan “Usahatani”, dalam hal komponen yang penting dalam melancarkan
ini penggilingan tidak mengantar beras kepada aliran produk/barang dan aliran kuangan.
pedagang besar. Pedagang besar menjual beras Informasi yang disampaikan melalui proses
secara langsung kepada pedagang pengecer komunikasi dilakukan untuk menjaga rasa
yang berada dipasar, dalam hal ini pedagang kepercayaan antara setiap anggota rantai pasok
besar tidak menjual secara langsung ke beras. Aliran informasi mengalir secara timbal
konsumen. Pedagang pengecer ini menjual balik dari petani kepada konsumen akhir serta
beras secara langsung kepada konsumen akhir sebaliknya yaitu dapat dijelaskan seperti pada
yang berada di wilayah desa Minti Makmur. gambar 1.
Aliran informasi pada rantai pasok
Aliran Keuangan. Aliran keuangan dalam beras terjadi antar petani dan penggilingan padi
rantai pasok ini berupa uang pembayaran atas “Usahatani”, antar penggilingan padi “Usahatani”
produk yang dijual kepada mitranya. Aliran dan pedagang besar, antar pedagang besar dan
keuangan tersebut terdiri dari komponen biaya pedagang pengecer, antar pedagang pengecer
serta keuntungan yang diterima oleh setiap dan konsumen.
mata rantai yang terlibat dan mengalir dari Aliran informasi yang terjadi antara
hilir ke hulu dan dapat dilihat seperti Gambar petani padi dan penggilingan padi “Usahatani”
1. mengalir dua arah, yaitu informasi yang
Berdasarkan gambar aliran keuangan mengalir dari petani padi kepada penggilingan
yang pertama terjadi antara konsumen kepada “Usahatani” kepada petani padi. Informasi
1147
yang mengalir dari petani kepada penggilingan dan kualitas beras, sedangkan informasi
berupa informasi jumlah gabah yang dihasilkan berupa jumlah kebutuhan atau konsumsi beras
petani tersebut. Informasi yang mengalir dari berasal dari konsumen, pertukaran informasi
penggilingan “Usahatani” kepada petani adalah terjadi secara lansung saat transaksi berlangsung.
berupa informasi harga beras. Dari hasil penelitian rantai pasok beras,
Aliran informasi diantara penggilingan petani sebagai produsen utama sebagai penyedia
“Usahatani” dengan pedagang besar terjadi secara bahan baku yaitu beras. Pedagang beras merupakan
dua arah, yaitu mengalir dari penggilingan media bagi pengusaha penggilingan padi dan
“Usahatani” kepada pedagang besar dan pedagang petani untuk mendapatkan pasokan beras.
besar kepada penggilingan. Informasi yang Petani juga melakukan perencanaan dalam
mengalir dari penggilingan kepada pedagang pengadaan atau penyediaan agar dapat kontinu
besar yaitu informsi jumlah beras yang memasok beras kepada pedagang besar sebagai
diproduksi, jenis beras dan perkiraan waktu perpanjang tangan dari penggilingan padi.
untuk mengangkut beras. Informasi yang Penggilingan padi mengolah gabah menjadi
mengalir dari pedagang besar kepada penggilingan beras, melakukan pengangkutan gabah, proses
“Usahatani” berupa jumlah permintaan beras dan penjemuran. Proses penggilingan, pengemasan
harga jual. Aliran informsi antara pedagang besar dan penjualan ke pedagang besar. Pedagang
dengan pedagang pengecer mengalir secara dua besar melakukan kegiatan selanjutnya dengan
arah, yaitu informasi yang mengalir dari menjual langsung ke pedagang pengecer dan
pedagang besar kepada pengecer maupun konsumen.
sebaliknya. Informasi yang mengalir dari Ada tiga macam aliran yang harus
pedagang besar kepada pedagang pengecer berupa dikelola dalam rantai pasok. Pertama adalah
jumlah dan jenis beras yang akan didistribusikan aliran produk yang mengalir dari hulu ke hilir,
serta informasi kapan waktu pengiriman beras kedua adalah aliran finansial/uang dari hilir ke
tersebut. Sebaliknya informasi dari pengecer hulu, dan yang ketiga adalah aliran informasi
kepada pedagang besar berupa informasi yang dapat mengalir dari hulu ke hilir atau
antara pengecer dan konsumen merupakan sebaliknya. Gambar 1 menunjukan pola aliran
arus informasi yang masuk ataupun keluar dalam rantai pasok beras yang berada di
berupa harga jual beras, jenis beras yang dijual penggilingan “Usahatani”.
Petani Penggilingan Pedagang Pedagang
Padi “Usaha Besar Pengecer
Tani”
Konsumen
Keterangan :
Aliran Produk
Aliran Keuangan
Aliran Informasi
Gambar 1. Aliran Rantai Pasok Beras
Kesepakatan Kerjasama. Tidak ada kontrak penggilingan beras, pedagang besar, pedagang
secara tertulis baik dari pihak petani kepada pengecer maupun ke konsumen. Kerjasama
1148
dilakukan dengan menggunakan prinsip kepercayaan pendapatan, menurunya biaya, pemanfaatan
dengan memegang komitmen, rasa saling aset yang semakin tinggi dan penggilingan
ketergantungan, dan saling membutuhkan satu sama semakin berkembang.
lain. Petani menyerahkan gabah ke penggiling
beras untuk diolah dan penjualan langsung. Pedagang Besar. Manfaat yang diterima
Petani hanya menerima hasil dari penjualan pedagang besar karena terlibat dalam sistem
berasnya. kerjasama yang terjalin antara pedagang rantai paoskan yaitu ada efisiensi waktu maka
besar ke pedagang pengecer. Pengecer membeli dapat menghemat biaya, mendapatkan keringanan
langsung ke pedagang besar, selanjutnya konsumen waktu pembayaran produk beras dan ketersediaan
membeli langsung ke pedagang besar dan pedagang stok beras di penggilingan “Usaha Tani” bisa
pengecer. terjaga dikarnakan adanya komunikasi yang
baik antara pedagang besar dan pihak
Sistem Transaksi. Sistem pembayaran pada penggilingan, informasi jumlah permintaan
tingkat petani dengan penggiling yaitu membagi beras maupun perubahan harga.
hasil gilingan dalam bentuk beras. Kesepakatan
yang didapat berdasarkan hasil wawancara Pedagang Pengecer. Pedagang pengecer
tersebut berupa sistem pembayaran langsung. memperoleh manfaat dari sistem rantai pasok
Pedagang besar membayar ke penggilingan, yaitu berupa jaminan pasokan beras selalu ada.
selanjutnya dari pengecer ke pedagang besar Pedagang pengecer dapat dengan mudah
dan ke konsumen. menghubungi pedagang besar bila persediaan
beras yang dijual telah habis dikarenakan
Manfaat Pada Sistem Rantai Pasokan Beras pedagang besar berlokasi di daerah pasar Minti
Pada Penggilingan Padi “Usaha Tani”. Makmur.
Manfaat yang didapatkan oleh pelaku yang
terlibat di dalam sistem rantai pasokan beras pada Konsumen. Manfaat yang di dapatkan oleh
penggilingan “Usaha Tani” adalah sebagai berikut : konsumen dengan adanya rantai pasokan beras
adalah mudahnya dalam memperoleh beras
Petani Padi. Manfaat yang didapatkan petani yang didapatkan dari pedagang pengecer.
padi dengan terlibat didalam sistem rantai Konsumen menjadi puas akan barang yang
pasok beras pada penggilingan “Usaha Tani” selalu ada dan mudah didapatkan di pasaran
adanya Fasilitas pasca panen yang diberikan dan harga yang terjangkau.
oleh pihak penggilingan “Usaha Tani”. Fasilitas
yang dimaksud adalah Pengangkatan gabah KESIMPULAN DAN SARAN
dari lahan petani, tempat penjemuran gabah
sampai dengan gudang untuk gabah kering Kesimpulan
hingga gudang beras. Berdasarkan hasil analisis, maka disimpulkan
bahwa analisis rantai pasok beras terdiri dari
Penggilingan “Usaha Tani”. Manfaat yang rantai 1: Petani, 2: penggilingan, 3: Pedagang
diperoleh penggilingan padi “Usaha Tani” besar, 4: Pedagang pengecer, 5: Konsumen,
yaitu adanya fasilitas pasca panen yang dimana ke-5 mata rantai tersebut mempunyai
diberikan oleh penggilingan “Usaha Tani” tugas masing-masing. Pola aliran rantai pasok
terhadap petani padi, petani dengan otomatis beras ada 3 aliran yang harus dikelola dengan
telah bermitra dengan penggilingan, sehingga baik yaitu, (a) aliran produk mengalir dari
pihak penggilingan tidak kesulitan mendapatkan petani sampai ke konsumen akhir, (b) aliran
bahan baku berupa gabah dari petani. Manfaat informasi mengalir dua arah dari petani dan
lainnya yang didapatkan oleh penggilingan pelaku perdagangan sampai ke konsumen, (c)
antara lain yaitu kepuasan pelanggan, meningkatkan aliran keuangan mengalir dari konsumen, lalu
1149
ke pedagang pengecer, pedagang besar hingga Agri-Sosial Ekonomi Unsrat. Vol 13
ke petani. Nomor 1 A : 225-238.
Saran Hikmat, Dr. Mahi M, 2011. Metode Penelitian
Penggilingan padi “Usaha Tani” harus dalam Perspektif Ilmu Komunikasi dan
menambah fasilitas pasca panen seperti menambah Sastra. Yogyakarta: Graha Ilmu.
luas tempat pengeringan gabah dan gudang
beras agar ketersediaan produk beras tetap terjaga La Tiwu, Wa Halida, Jante L.S, Paulina.V.N,
dan harga tetap stabil. Demi meningkatkan 2019. Analisis Saluran Distribusi Rantai
efisiensi dan efektifitas rantai pasok. Pasok Beras di Bolaang Mongondow.
Jurnal Emba Vol 7 (1) 1031-1040.
DAFTAR PUSTAKA
Mey lianni montjai, 2020. Analisis rantai
Adiratma, 2004. Stop Tanam Padi?. Penebar pasok beras di Desa Buyumpondoli
Swadaya, Jakarta. Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten
Poso. E-Jurnal Agrotekbis Vol. 8 (6) :
Andika Primasatya, 2019. Analisis rantai pasok 1291-1302.
beras pada penggilingan padi Lokakarya
di desa dolago padang kecamatan parigi Nurhidaya, Hadayani, Arifuddin Lamusa,
selatan kabupaten parigi mautong. E- 2017. Analisis Pemasaran Beras di Desa
Jurnal Agrotekbis Vol. 8 (4) : 757-764. Bangkir Kecamatan Dampal Selatan
Kabupaten Toli-toli. E-Jurnal Agrotekbis
Badan Pusat Statistik Jakarta Pusat (2009). Vol. 5 (6) : 696-704, Desember 2017
Pedoman Pendataan Survei Angkatan
Kerja Nasional Tahun 2009. Jakarta Rahmat, Ridwan, 2012. Model Penggilingan
Pusat : Badan Pusat Statistik. Padi Terpadu Untuk Meningkatkan Nilai
Tambah. Buletin Teknologi Pascapanen
Bambang S., Azis P., dan Nasrullah, 2011. Pertanian Vol. 8 (2) : 99-111.
Heteroses Standar Hasil Gabah dan
Analisis Lintasan Beberapa Kombinasi Sugiyono, 2014. Metode Penelitian Kualitatif,
Persilangan Padi pada Tanah Berpengairan Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Teknis. Jurnal Ilmu Pertanian Vol.10 (2):
70-78. Soekartawi, 2003. Teori Ekonomi Produksi
Dengan Pokok Bahasan Analisis
Emhar et al, 2014. Analisis Rantai Pasokan cobb-Douglass: Jakarta. CV. Rajawali.
(Supply Chain) di Kabupaten Jember.
Program Studi Agribisnis, Fakultas Soekartawi, 2003. Teori Ekonomi Produksi
Pertanian, Universitas Jember. Jurnal dengan Pokok Bahasan Analisis Fungsi
Berkala Ilmiah PERTANIAN. Vol. 1. Produksi. PT. Raja Grafindo Persada,
Nomor 3: 53-61. Jakarta.
Gaby yosefanny merry sepang, 2017. Manajemen Sri Widodo, 2002, Kebijakan Pangan Nasional
rantai pasok beras di Kecamatan dalam Kerangka Otonomi Daerah, MM
Kotamobagu Selatan, Kota Mobagu. Agrbisnis UGM.
1150