Apa Arti Design Thinking?
Design thinking adalah proses yang dilakukan berulang dalam memahami user (pengguna),
mempertanyakan asumsi mereka, dan mendefinisikan masalah yang user hadapi sehingga
menghasilkan solusi alternatif.
Design thinking ini terkait tentang minat dalam mengembangkan pemahaman user yang
menggunakan produk atau layanan yang sudah dibuat. Hal tersebut akan membantu kamu untuk
mengamati dan mengembangkan empati sesuai target.
Design thinking juga melibatkan eksperimen yang sedang berlangsung, seperti membuat sketsa,
membuat prototype, menguji, dan melatih berbagai konsep serta ide.
Apa Karakteristik Design
Thinking?
Meski design thinking mempunyai banyak arti, tapi terdapat empat karakteristik yang akan selalu
kamu temui, antara lain:
1. People Centered
Fokus utama design thinking adalah kepentingan manusia sebagai pengguna. Oleh karena
itu design thinking berperan dalam mengidentifikasi masalah yang sedang dihadapi manusia dan
menjawab masalah tersebut dengan solusi yang berguna serta efektif bagi mereka. Design
thinking sangat mengandalkan solusi untuk menjawab kebutuhan tersebut. Bisa
dikatakan, design thinking adalah cara untuk menuntut seseorang dalam memunculkan sesuatu
yang konstruktif demi mengatasi sebuah masalah.
2. Hands-On
Karakteristik design thinking selanjutnya adalah hands-on. Hands-on merupakan sebuah proses
desain yang membutuhkan tahapan percobaan langsung melalui tim desainer untuk menyusun
pembuatan teori atau gambaran awal sebelum masuk pada pengembangan prototype.
3. Highly Creative
Ada yang mengatakan bahwa kreatif dapat menciptakan sesuatu yang baru. Ada pula yang
berpendapat bahwa seseorang yang kreatif dapat menghubungkan hal-hal yang tadinya tidak
berhubungan menjadi terhubung. Jika dilihat dari dua pernyataan tadi bahwa kreativitas
menuntut pembaharuan.
Metode ini bersifat fleksibel yang membuat setiap tim dapat berpikir secara kreatif dan tidak
memerlukan pemikiran atau peraturan yang bersifat mengikat.
4. Iterative
Design thinking selalu dimulai dengan mencari suatu masalah. Hal ini karena perilaku dan
keinginan user terus berubah.
Supaya dapat melakukan tahapan improvisasi, dilakukan proses desain berulang-ulang, sehingga
mampu menghasilkan produk atau aplikasi yang optimal.