Akidah Akhlak Kelas VIII
CAPAIAN PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK MI, MTs, MA/MAK
Aholistik diarahkan untuk menyiapkan peserta didik agar berakidah yang benar dan kokoh, berakhlak mulia untuk menuntun peserta didik menjadi
pribadi yang saleh spiritual dan saleh sosial. Selain itu Akidah Akhlak juga diarahkan agar peserta didik memiliki pemahaman dasar-dasar agama Islam
untuk mengenal, memahami, menghayati rukun iman dan merealisasikannya dalam perilaku akhlak mulia berdasarkan al- Qur'an dan hadis melalui
kegiatan bimbingan, pengaJaran, latihan, dan pembiasaan.
Keimanan yang benar terhadap agama Islam harus dibarengi
dengan sikap menghormati penganut agama lain agar tercipta kerukunan antarumat beragama dan persatuan bangsa. Akidah Akhlak membekali peserta
didik agar memiliki cara pandang keberagamaan yang moderat, inklusif, toleran dan bersikap religius-holistik-integratif yang berorientasi
kesejahteraan duniawi sekaligus kebahagiaan ukhrawi dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan
Bhinneka Tunggal Ika.
Akidah Akhlak mengarusutamakan pada pembentukan sikap dan perilaku beragama melalui kontekstualisasi ajaran agama, pembiasaan,
pembudayaan, dan keteladanan. Iklim akademis-religius perlu diciptakan sedemikian rupa sehingga madrasah menjadi wahana bagi
persemaian paham keagamaan yang moderat, internalisasi akhlak mulia, budaya antikorupsi, model kehidupan beragama, berbangsa dan
bernegara yang baik bagi masyarakat. Untuk itu, pembelajaran Akidah Akhlak memerlukan pendekatan yang beragam, tidak hanya
ceramah, namun juga diskusi-interaktif, proses belajar yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning) yang bertumpu pada
keingintahuan dan penemuan (inquiry and discovery learning), berbasis pada pemecahan masalah (problem based learning), berbasis proyek
nyata dalam kehidupan (project based learning), dan kolaboratif (collaborative learning).
Berbagai pendekatan ini memberi ruang bagi tumbuhnya budaya berpikir kritis, kreatif, kecakapan berkomunikasi, dan berkolaborasi sehingga
melahirkan pemahaman yang benar, komprehensif, moderat (wasathiyah) agar terhindar dari pemahaman yang menyimpang dan liberal. Untuk
mencapai itu, materi Akidah Akhlak disajikan dalam dalam 4 (empat) elemen keilmuan yaitu: akidah, akhlak, adab, dan kisah keteladanan. Akidah
Akhlak diharapkan memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempelajari dan mempraktikkan akidahnya dalam bentuk pembiasaan melakukan
akhlak terpuji dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak terpuji ini sangat penting untuk dipraktikkan dan dibiasakan oleh
peserta didik dalam kehidupan individu, bermasyarakat, dan berbangsa, terutama dalam rangka mengantisipasi dampak negatif dari era globalisasi dan
krisis multidimensional. Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki kontribusi penting dalam menguatkan terbentuknya Profil Pelajar Pancasila
sebagai pembelajar sepanjang hayat (min al-mahdi ila al-lal)dr) yang beriman dan bertakwa, serta berakhlak mulia. Selain itu, pembelajaran Akidah
Akhlak memiliki peran yang penting dalam mewujudkan peserta didik sebagai bagian dari penduduk dunia dengan berkepribadian yang kuat dan
memiliki kompetensi global, mandiri, kreatif, kritis, dan bergotong royong .
Akidah Akhlak Kelas VIII
Capaian pembelajaran Akidah Akhlak bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) ditetapkan secara akomodatif dengan mempertimbangkan
prinsip fleksibilitas sesuai karakteristik dan kondisi peserta didik berdasarkan hasil asesmen. Pelaksanaan akomodasi kurikulum, pembelajaran,
dan penilaian bagi PDBK dalam memenuhi capaian pembelajaran menjadi kewenangan guru dan/ atau satuan pendidikan.
Tujuan Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Pada praktiknya, pembelajaran Akidah Akhlak ditujukan untuk:
Memberikan bimbingan kepada peserta didik agar kokoh dalam akidah yang berpijak pada paham ahl al-sunnah wa al-
jama'ah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta
didik;
Mengkonstruksi kemampuan nalar kritis peserta didik dalammenganalisis perbedaan pendapat dan mengekspresikan akidah Islam dengan
benar, sesuai dengan kemajemukan bangsa Indonesia melalui sikap wasathiyyah meliputi tawassuth, i'tidal, tasamuh, dan tawazun;
Membentuk peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, menghiasi diri dengan perilaku terpuji (mahmudah), dan menghindarkan
diri dari perilaku tercela (madzmumah) dalam kehidupan sehari-hari dengan latihan kejiwaan melalui mujahadah dan riyadah;
Membentuk peserta didik yang menjunjung tinggi nilai persatuan sehingga dapat menguatkan persaudaraan seagama (ukhuwah Islamiyyah),
persaudaraan sebangsa dan senegara (ukhuwah wathaniyah, dan juga persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah).
Karakteristik Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Kurikulum Mata Pelajaran Akidah Akhlak dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki dua bagian; akidah terkait dengan penanaman keimanan dan tauhid, dan akhlak terkait dengan
penanaman karakter melalui pembersihan hati dari penyakit dan kotoran hati lalu menghiasinya dengan akhlak mulia.
Pembelajaran Akidah secara khusus diarahkan untuk memperkokoh akidah ahl al-sunnah wa al-jama'ah, dan keimanan peserta didik, sebagai
dasar, landasan dan motivasi beraktivitas sehari-hari sehingga semua perilaku dan aktivitasnya bernilai ibadah dan berdimensi ukhrawi.
Pembelajaran Akidah Akhlak diarahkan pada bagaimana menjadikan hati nurani peserta didik berfungsi dengan baik,
memiliki keyakinan iman yang kuat untuk menghalau pengaruh buruk dari luar, dan berkarakter kuat sehingga memungkinkan tumbuh
kembangnya kesalehan individu dan sosial.
Belajar Akidah Akhlak adalah bagaimana memahami hakikat ajaran petunjuk syariat dalam mensucikan diri, menerapkannya secara sungguh-
sungguh (mujahadah) dan melatih kejiwaan (riyadlah) melalui keteladan guru dan kisah- kisah orang saleh.
Mengembangkan kurikulum Akidah Akhlak bukan sekadar sebagai apa yang harus dipelajari peserta didik, namun juga mengarusutamakan
kepada pendampingan peserta didik dalam menumbuhkan kemampuan pengendalian diri, penguasaan-kelola hawa nafsu oleh kecerdasan
logika di bawah kontrol kejernihan hati, dalam merespon semua situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Penanaman nilai-nilai akhlak kepada peserta didik sebisa mungkin tidak dilakukan dengan paksaan yang mekanistik, namun dengan
penghayatan dan penyadaran bagaimana nilai- nilai positif dari ajaran akhlak terinternalisasi dalam diri, menjadi warna dan inspirasi dalam
berpikir, bersikap, dan bertindak oleh warga madrasah dalam praksis pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Akidah Akhlak Kelas VIII
Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan proses pendidikan yang menjadikan hati dan kejiwaan peserta didik sebagai fokus utama. Oleh karena
itu, pengkondisian suasana kebatinan proses pembelajaran yang harmonis dengan pendekatan kasih sayang yang jauh dari amarah dan
kekerasan harus diutamakan. Kenakalan peserta didik dipandang dengan pandangan kasih sayang (ainir rahmah).
Hubungan guru dengan peserta didik dibangun dengan ikatan cinta karena Allah Swt. (mahabbah fillah), bukan hubungan transaksional-
materealistis, sehingga memungkinkan tumbuh kembangnya perilaku berakhlak mulia dalam iklim akademik.
Mengembangkan pencapaian kompetensi peserta didik tidak hanya pada pemahaman keagamaan saja, namun diperluas sampai mampu
menerapkan dalam kehidupan bersama di masyarakat secara istikamah hingga menjadi teladan yang baik bagi orang lain melalui proses
keteladanan guru, pembudayaan, dan pemberdayaan lingkungan madrasah.
Menempatkan madrasah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar peserta didik dengan memberi
waktu yang cukup untuk mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan mengoptimalkan peran caturpusat pendidikan
(madrasah, keluarga, masyarakat, dan tempat ibadah).
Fase D (Kelas VII, VIII, dan IX Madrasah Tsanawiyah)
Pada akhir Fase D, yaitu kelas VII, VIII, dan IX MTs, elemen akidah diarahkan untuk memperkuat akidah Islam melalui pemahaman ahl as-sunnah wa
al-jaama'ah melakukan analisis materi akidah Islam, rukun iman, sifat-sifat Allah Swt. dan asma' al-husna . Pada elemen akhlak, peserta didik
diarahkan dan dibimbing untuk terbiasa dengan akhlak terpuji (mahmudah) dan menjauhi akhlak tercela (madzmumah). Elemen adab mengarahkan
peserta didik untuk memiliki kesopanan dan tata krama dalam berhubungan dengan Allah Swt., sesama manusia, dan makhluk lainnya sehingga
terbentuk pribadi yang cerdas, berkarakter, dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Elemen kisah keteladanan menitikberatkan pada kisah
nabi dan rasul, sahabat, dan orang saleh sebagai teladan dan ibrah bagi
Elemen Capaian Pembelajaran
Akidah Peserta didik mampu menganalisis akidah Islam (iman, Islam, dan ihsan),sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi
Allah Swt dan rasul-Nya (Aqaid Khamsin), Asma' al-Husna (al- 'Aziz, al-Bashith, al- Ganiy, ar-Ra'uf, al-
Barr, al-Fattah, al-'Adl, al-Hayyu, al-Qayyum, al-Lathij),serta enam rukun 1man sehingga memiliki
pemahmaman akidah yang benar sesua1 pemahaman ulama ahl sunnah wa al-jama'ah sebagai landasan dan
motivasi beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semua yang dilakukan bernilai ibadah dan
berdimensi ukhrawi.
Akhlak Peserta didik mampu memahami dan membiasakan akhlak terpuji (taubat, taat, istiqamah, ikhlas, ikhtiar,
tawakal, qana'ah, sabar, syukur, husnuzhan, tawadlu', tasamuh, ta'awun, berilmu, kerja keras, kreatif,
produktif, dan inovatif); dan menghindari akhlak tercela (riya, nifak, hasad, dendam, ghibah, fitnah,
namimah) sebagai manifestasi akhlak yang merupakan buah dari ilmu, sehingga terbentuk kesalehan
individual dan sosial, untuk mewujudkan pribadi unggul mampu bersaing dalam kehidupan di era global.
Adab Peserta didik mampu menganalisis dan membiasakan adab shalat, zikir, membaca al-Qur'an, berdoa, adab
Akidah Akhlak Kelas VIII
kepada orang tua, guru, saudara, ternan, tetangga, adab berjalan, berpakaian, makan, minum, dan adab
bersosial media dalam kehidupan sehari-hari sehingga terben tuk pribadi yang cerdas, berkarakter, dan dapat
menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Kisah Keteladanan Peserta didik mampu menganalisis dan meneladani kisah Nabi Sulaiman a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa
a.s., Khulafaurrasyidin, dan Aisyah r.a., sebagai inspirasi dalam menghadapi tantangan kehidupan masa kini
dan masa yang akan datang.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
Nama Guru : Rika Wira Putra, [Link].I
Satuan Pendidikan : MTs Hayatul Islamiyah Pangean
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas / Semester : VII (Tujuh)
Fase : D
Tahun Pelajaran : 2024-2025
Capaian Pembelajran Tujuan pembelajaran Alur Tujuan pembelajaran Materi Pokok
Akidah Memahami sejarah, Menghayati keutamaan al- AL-QUR’AN DAN
Peserta didik mampu menganalisis akidah Islam hakikat, dan keistimewaan Qur’an sebagai kitab suci KEISTIMEWAANNYA
(iman, Islam, dan ihsan),sifat wajib, mustahil, al-Qur'an Allah
dan jaiz bagi Allah Swt dan rasul-Nya (Aqaid Mengomunikasikan contoh Menunjukkan perilaku yang Sejarah diturunkan Al-Qur’an
Khamsin), Asma' al-Husna (al- 'Aziz, al-Bashith, bukti-bukti keistimewaan mencerminkan kecintaan
al- Ganiy, ar-Ra'uf, al-Barr, al-Fattah, al-'Adl, Pengertian al-Qur’an
al-Qur'an kepada al-Qur’an
al-Hayyu, al-Qayyum, al-Lathij),serta enam Menjelaskan sejarah Bukti kebenaran alQur’an
rukun 1man sehingga memiliki pemahmaman diturunkannya al-Qur’an
akidah yang benar sesua1 pemahaman ulama ahl Isi pokok kandungan alQur’an
Menjelaskan pengertian al-
sunnah wa al-jama'ah sebagai landasan dan Qur’an Keistimewaan al-Qur’an sebagai
motivasi beraktivitas dalam kehidupan sehari-
Akidah Akhlak Kelas VIII
hari, sehingga semua yang dilakukan bernilai Menunjukkan bukti-bukti mukjizat
ibadah dan berdimensi ukhrawi. tentang kebenaran al-Qur’an
Menguraikan isi pokok
kandungan al-Qur’an
Menyimpulkan keistimewaan
al-Qur’an
Menyajikan data dan fakta
serta sumber tentang bukti-
bukti keistimewaan alQur’an
Akidah Menganalisis Menjelaskan persamaan dan MUKJIZAT DAN KEJADIAN LUAR
Peserta didik mampu menganalisis akidah Islam pengertian, contoh dan perbedaan antara mukjizat BIASA LAINNYA
(iman, Islam, dan ihsan),sifat wajib, mustahil, hikmah mukjizat serta dengan karamah, irhas. dan
dan jaiz bagi Allah Swt dan rasul-Nya (Aqaid kejadian luar biasa ma’unah. Pengertian mukjizat, karomah, irhas,
Khamsin), Asma' al-Husna (al- 'Aziz, al-Bashith, lainnya (karamah, Membedakan contoh mukjizat, maunah
al- Ganiy, ar-Ra'uf, al-Barr, al-Fattah, al-'Adl, ma’unah, dan irhas) karamah, irhas. dan ma’unah.
Dalil naqli tentang kebenaran
al-Hayyu, al-Qayyum, al-Lathij),serta enam Mengomunikasikan Menyimpulkan hikmah adanya
rukun 1man sehingga memiliki pemahmaman mukjizat, karomah, irhas, maunah
contoh kisah tentang mukjizat, karamah, irhas. dan
akidah yang benar sesua1 pemahaman ulama ahl adanya mukjizat dan ma’unah Contoh dan hikmah mukjizat,
sunnah wa al-jama'ah sebagai landasan dan kejadian luar biasa Menuliskan kisah-kisah dari karomah, irhas, maunah
motivasi beraktivitas dalam kehidupan sehari- lainnya (karamah, berbagai sumber tentang Kisah tokoh muslim yang
hari, sehingga semua yang dilakukan bernilai ma’unah, dan irhas) adanya mukjizat dan kejadian mendapatkan mukjizat, karomah,
ibadah dan berdimensi ukhrawi. luar biasa lainnya (karamah, irhas, maunah
ma‘unah, dan irhas).
Akhlak Menganalisis pengertian, Menjelaskan pengertian ikhtiar, MEMBIASAKAN AKHLAK
Peserta didik mampu memahami dan dalil, contoh, dan dampak tawakal, , sabar, syukur dan TERPUJI (IKHTIAR, TAWAKAL,
membiasakan akhlak terpuji (taubat, taat, positif sifat ikhtiyar, qana’ah sesuai ketentuan Islam SABAR, SYUKUR, DAN QONA’AH)
istiqamah, ikhlas, ikhtiar, tawakal, qana'ah, tawakal, qana’ah, sabar .Menunjukkan dalil tentang
sabar, syukur, husnuzhan, tawadlu', tasamuh, dan syukur ikhtiar, tawakal, , sabar, syukur Pengertian ikhtiar, tawakal, ,sabar,
ta'awun, berilmu, kerja keras, kreatif, produktif, dan qana’ah syukur dan qana’ah
dan inovatif); dan menghindari akhlak tercela Mengomunikasikan hasil Mengidentifikasi contoh perilaku
(riya, nifak, hasad, dendam, ghibah, fitnah, analisis contoh penerapan seseorang yang memiliki akhlaq Dalil naqli tentang ikhtiar, tawakal, ,
namimah) sebagai manifestasi akhlak yang perilaku ikhtiyar, tawakal, terpuji ikhtiar, tawakal, , sabar, sabar, syukur dan qana’ah
merupakan buah dari ilmu, sehingga terbentuk qana’ah, sabar dan syukur syukur dan qana’ah dalam
kesalehan individual dan sosial, untuk kehidupan. Contoh ikhtiar, tawakal, , sabar,
mewujudkan pribadi unggul mampu bersaing Menjelaskan dampak positif
dalam kehidupan di era global. syukur dan qana’ah
memiliki akhlaq terpuji ikhtiar,
tawakal, , sabar, syukur dan
Akidah Akhlak Kelas VIII
qana’ah Dampak positif memiliki akhlaq
Menyajikan contoh perilaku terpuji ikhtiar, tawakal, sabar, syukur
akhlaq terpuji ikhtiar, tawakal, , dan qana’ah
sabar, syukur dan qana’ah
Akhlak Memahami pengertian, dalil, Menjelaskan pengertian perilaku
MENGHINDARI AKHLAK
Peserta didik mampu memahami dan contoh, dan dampak negatif tercela ananiah, putus asa, gadab, dan
TERCELA (ANANIYAH, PUTUS
membiasakan akhlak terpuji (taubat, taat, sifat tamak sesuai ketentuan Islam
ASA, GHADAB, DAN TAMAK)
istiqamah, ikhlas, ikhtiar, tawakal, qana'ah,
sabar, syukur, husnuzhan, tawadlu', tasamuh, Menyajikan cara menghindari Menunjukkan dalil tentang larangan Pengertian perilaku tercela ananiah,
ta'awun, berilmu, kerja keras, kreatif, produktif, sifat tercela ananiah, putus asa, perilaku tercela ananiah, putus asa, putus asa, gadab, dan tamak
dan inovatif); dan menghindari akhlak tercela gadab, dan tamak dalam gadab, dan tamak
Dalil naqli tentang larangan berbuat
(riya, nifak, hasad, dendam, ghibah, fitnah, kehidupan sehari-hari
ananiah, putus asa, gadab, dan tamak
namimah) sebagai manifestasi akhlak yang Mengidentifikasi contoh perilaku
merupakan buah dari ilmu, sehingga terbentuk seseorang yang memiliki perilaku Contoh perilaku tercela ananiah,
kesalehan individual dan sosial, untuk tercela ananiah, putus asa, gadab, dan putus asa, gadab, dan tamak
mewujudkan pribadi unggul mampu bersaing tamak dalam kehidupan.
dalam kehidupan di era global. Dampak negatif perilaku tercela
Menjelaskan dampak negatif ananiah, putus asa, gadab, dan tamak
memiliki perilaku tercela ananiah,
putus asa, gadab, dan tamak
Menyajikan contoh perilaku cara
menghindari sifat tercela ananiah,
putus asa, gadab, dan tamak dalam
kehidupan sehari-hari
Adab Menerapkan adab kepada Menjelaskan pengertian adab kepada ADAB SEORANG MUSLIM
Peserta didik mampu menganalisis dan orang tua dan guru beserta orang tua dan guru. TERHADAP GURU DAN ORANG
membiasakan adab shalat, zikir, membaca al- dalilnya TUA
Qur'an, berdoa, adab kepada orang tua, guru, Mempraktikan adab kepada Menunjukkan dalil tentang adab
saudara, ternan, tetangga, adab berjalan, orang tua dan guru kepada orang tua dan guru. Pengertian adab kepada orang tua
berpakaian, makan, minum, dan adab bersosial
dan guru
media dalam kehidupan sehari-hari sehingga Mengidentifikasi contoh perilaku
terben tuk pribadi yang cerdas, berkarakter, dan adab kepada orang tua dan guru
dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dalil naqli tentang
Menjelaskan hikmah menerapkan perintahadabkepada orang tua dan
Akidah Akhlak Kelas VIII
adab kepada orang tua dan guru. guru
Mensimulasikan secara berkelompok Contoh perilaku adab kepada orang
di depan kelas adab kepada orang tua tua dan guru
dan guru.
Dampak positif membiasakan adab
kepada orang tua dan guru
Kisah Keteladanan Menganalisis kisah Menjelaskan kisah keteladanan Nabi
KISAH KETELADANAN NABI
Peserta didik mampu menganalisis dan keteladanan Nabi Musa a.s Musa as.
MUSA AS
meneladani kisah Nabi Sulaiman a.s., Nabi Mengomunikasikan hasil Mengidentifikasi contoh akhlakul
Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Khulafaurrasyidin, analisis sifat keteladaanNabi karimah nabi Musa as Sejarah Kehidupan Nabi Musa As
dan Aisyah r.a., sebagai inspirasi dalam Musa a.s Mengidentifikasi hikmah dari kisah
Contoh perilaku akhlakul karimah
menghadapi tantangan kehidupan masa kini dan keteladanan Nabi Musa as.
nabi Musa As
masa yang akan datang. Menyajikan kesimpulan sifat-sifat
keteladanan Nabi Musa as. Keteladanan sifat-sifat Nabi Musa As
Hikmah dari kisah keteladanan nabi
Musa As
Akidah Menganalisis sifat utama dan Menjelaskan pengertian rasul Ulul
KETELADANAN RASUL ULUL
Peserta didik mampu menganalisis akidah Islam keteguhan rasul Ulul Azmi Azmi.
AZMI KEISTIMEWAANNYA
(iman, Islam, dan ihsan),sifat wajib, mustahil,
dan jaiz bagi Allah Swt dan rasul-Nya (Aqaid Menyajikan hasil analisis kisah Menyebutkan sifat utama dan Pengertian rasul ulul azmi
Khamsin), Asma' al-Husna (al- 'Aziz, al-Bashith, keteladan rasul Ulul Azmi keteguhan rasul Ulul Azmi.
Sifat utama dan keteguhan rasul
al- Ganiy, ar-Ra'uf, al-Barr, al-Fattah, al-'Adl,
Ulul Azmi.
al-Hayyu, al-Qayyum, al-Lathij),serta enam .Menunjukkan contoh perilaku
rukun 1man sehingga memiliki pemahmaman meneladani sifat utama dan Contoh perilaku rasul ulul azmi
akidah yang benar sesua1 pemahaman ulama ahl keteguhan rasul Ulul Azmi.
sunnah wa al-jama'ah sebagai landasan dan Hikmah dari kisah keteladanan rasul
motivasi beraktivitas dalam kehidupan sehari- Menyimpulkan kisah keteladanan ulul azmi
hari, sehingga semua yang dilakukan bernilai rasul Ulul Azmi.
ibadah dan berdimensi ukhrawi.
Akidah Memahami pengertian, dalil, Menjelaskan pengertian husnuzzan, MEMBIASAKAN AKHLAK
Peserta didik mampu menganalisis akidah Islam contoh, dan dampak positif tawwadu‘, tasamuh, dan ta‘awun TERPUJI (HUSNUZZAN,
(iman, Islam, dan ihsan),sifat wajib, mustahil, sifat Husnuzzan, Tawwadu’, TAWADHU’, TASAMUH,
dan jaiz bagi Allah Swt dan rasul-Nya (Aqaid tasammuh, dan ta’awun Menyebutkancontoh perbuatan dari
Khamsin), Asma' al-Husna (al- 'Aziz, al-Bashith, husnuzzan, tawwadu‘, tasamuh, dan
Akidah Akhlak Kelas VIII
al- Ganiy, ar-Ra'uf, al-Barr, al-Fattah, al-'Adl, Mengomunikasikan contoh ta‘awun. TA’AWUN)
al-Hayyu, al-Qayyum, al-Lathij),serta enam penerapan perilaku husnudzan,
rukun 1man sehingga memiliki pemahmaman tawadlu , tasammuh, dan Menyebutkan dampak positif dari Pengertian husnuzzan, tawwadu‘,
akidah yang benar sesua1 pemahaman ulama ahl ta’awun dalam kehidupan husnuzzan, tawwadu‘, tasamuh, dan tasamuh, dan ta‘awun
sunnah wa al-jama'ah sebagai landasan dan sehari- hari ta‘awun.
motivasi beraktivitas dalam kehidupan sehari- Dalil naqli tentang husnuzzan,
hari, sehingga semua yang dilakukan bernilai Mendemonstrasikan dampak positif
tawwadu‘, tasamuh, dan ta‘awun
ibadah dan berdimensi ukhrawi. dari akhlak terpuji (husnuzzan,
tawwadu‘, tasamuh, dan ta‘awun)
Contoh husnuzzan, tawwadu‘,
tasamuh, dan ta‘awun
Dampak positif memiliki akhlaq
terpuji husnuzzan, tawwadu‘,
tasamuh, dan ta‘awun
Akhlak Memahami pengertian, dalil, Menjelaskan pengertian hasad, MENGHINDARI AKHLAK
Peserta didik mampu memahami dan contoh dan dampak negatif dendam, gibah, fitnah, dan namimah. TERCELA (HASAD, DENDAM,
membiasakan akhlak terpuji (taubat, taat, sifat hasad, dendam, gibah, GHIBAH, FITNAH DAN NAMIMAH
istiqamah, ikhlas, ikhtiar, tawakal, qana'ah, fitnah, dan namimah Menyebutkan contoh perbuatan dari
sabar, syukur, husnuzhan, tawadlu', tasamuh, hasad, dendam, gibah, fitnah, dan Pengertian hasad, dendam, gibah,
ta'awun, berilmu, kerja keras, kreatif, produktif, Menyajikan cara menghindari namimah.
fitnah, dan namimah
dan inovatif); dan menghindari akhlak tercela sifat hasad, dendam, ghibah,
(riya, nifak, hasad, dendam, ghibah, fitnah, dan namimah Menyebutkan dampak negatif dari
Dalil naqli tentang hasad, dendam,
namimah) sebagai manifestasi akhlak yang hasad, dendam, gibah, fitnah, dan
merupakan buah dari ilmu, sehingga terbentuk namimah. gibah, fitnah, dan namimah
kesalehan individual dan sosial, untuk
mewujudkan pribadi unggul mampu bersaing Mendemonstrasikan dampak negatif Contoh hasad, dendam, gibah, fitnah,
dalam kehidupan di era global. dari akhlak tercela (hasad, dendam, dan namimah
gibah, dan namimah)
Dampak negatif memiliki a khlaq
tercela hasad, dendam, gibah, fitnah,
dan namimah
Adab Menerapkan adab bersosial Menjelaskan pengertian sosial media. ADAB BERSOSIAL MEDIA
Peserta didik mampu menganalisis dan media DALAM PANDANGAN ISLAM
membiasakan adab shalat, zikir, membaca al- Menyebutkan macam-macam dan
I
~I
- I
• ,q' c
Nm....
0
Nm
= ·ro
-,::J -Q)
on.
m~
Q)
0)
m
T""
cm --::J
c ....
m :::,
Q.C)
=
.0
<
c
m
Q)
0)
c
m
Q.
s:
m
-~
E
m
en
-
"S
m
>,
m