Tugas Tutorial 2
Mata Kuliah Pengantar Ekonomi Mikro/ESPA4111
Nama : Muhammad Yusuf Ardabili
NIM : 054016658
SOAL:
1. Tabel dibawah ini menunjukkan produksi marginal (MP) dari input A dan input B
yang digunakan dalam satu proses produksi
Input A 𝑀𝑃𝐴 Input B 𝑀𝑃𝐵
4 9 7 6
5 8 8 5
6 7 9 4
7 6 10 3
8 5 11 2
Apabila diketahui harga input A (𝑃𝑎 ) $. 2 per unit dan harga input B (𝑃𝑏 ) $. 1 per
unit. Sedangkan anggaran yang tersedia $. 19
a) Tentukan besarnya input A dan input B yang harus digunakan agar perusahaan
tersebut berproduksi pada tingkat biaya terendah ( leas cost combination) !
b) Tentukan Tingkat harga output agar produsen memperoleh keuntungan
maksimum !
Jawab:
Besarnya input A dan B yang harus digunakan agar berproduksi pada tingkat
biaya terendah (Least Cost Combination/LCC).
a) Harga input A (Pa) = $. 2,-
Harga input B (Pa) = $ 1,-
Anggaran (I) = $ 19,-
Syarat LCC :
𝑀𝑃𝐴/𝑃𝑎 = 𝑀𝑃𝐵/𝑃𝑏 𝑑𝑎𝑛 𝐴. 𝑃𝑎 + 𝐵 . 𝑃𝑏 = 𝐼
𝑀𝑃𝐴 = 8
𝑀𝑃𝐵 = 4
Pada tingkat ini syarat LCC terpenuhi, yaitu :
𝑀𝑃𝐴/𝑃𝑎 = 𝑀𝑃𝐵/𝑃𝑏 𝑑𝑎𝑛 𝐴. 𝑃𝑎 + 𝐵 . 𝑃𝑏 = 𝐼
8/2 = 4 1 𝑑𝑎𝑛 5 . 2 + 9 . 1= 19
10 + 9 = 19
19 = 19
4=4
Jadi kombinasi input dengan biaya produksi minimum tercapai pada penggunaan
input A sebanyak 5 dan input B sebanyak 9 unit.
b) Syarat optimum (keuntungan maksimum) :
𝑀𝑃𝐴/𝑃𝑎 = 𝑀𝑃𝐵/𝑃𝑏 = 1/𝑃q
Dimana Pq adalah harga output:
8/2=4/1=1/Pq
4=1/Pq>>Pq=1/4
Jadi agar memperoleh laba yang maksimum, produsen harus menjual output
pada harga (Pq) = 1/4.
2. Dalam biaya produksi jangka Panjang dikenal istilah “kurva amplop”
a) Gambarkan kurva amplop tersebut !
b) Jelaskan karakteristik terbentuknya kurva amplop tersebut !
Jawab:
A. Gambar kurva amplop
Kurva biaya total rata-rata jangka panjang ata Long Run Average cost (LRAC) adalah
suatu kurva yang menunjukkan biaya rata-rata yang paling minimum untuk berbagai
tingkat produksi, apabila perusahaan dapat selalu merubah kapasitas produksinya.
kurva LRAC dibentuk dari kurva AC yang tidak terhingga banyaknya. kurva-kurva
AC adalah banyak sekali, maka kurva LRAC adalah suatu kurva yang berupa garis
lengkung atau berbentuk huruf C
B. Kurva LRAC (kurva biaya rata-rata jangka panjang) bukan dibentuk dari hanya
beberapa kurva AC (biaya rata-rata jangka pendek), melainkan dari jumlah kurva AC
yang tak terhingga banyaknya. Kurva ini menyinggung kurva-kurva AC pada titik-
titik tertentu, bukan selalu pada titik terendahnya.
Kurva LRAC berbentuk garis lengkung U, dan setiap titik pada LRAC menunjukkan
biaya produksi minimum yang bisa dicapai pada berbagai tingkat output dalam jangka
panjang. Hal ini karena perusahaan dalam jangka panjang bebas memilih kapasitas
produksi yang paling efisien.
Titik minimum dari kurva AC jangka pendek belum tentu merupakan biaya minimum
jangka panjang, karena mungkin ada skala produksi lain yang lebih efisien. Oleh
karena itu, LRAC hanya menyinggung bagian tertentu dari kurva AC, tergantung
pada efisiensi biaya di masing-masing tingkat output.
Sumber : BMP Pengantar Ekonomi Mikro/Modul 4
3. Sebuah Perusahaan sepeda beroperasi dalam jangka pendek dengan ongkos tetap total
( TFC) sebesar $. 25.000 sedangkan ongkos variable total (TVC) nya ditunjukkan
oleh persamaan 𝑻𝑽𝑪 = 𝟏𝟎𝟎𝑸 + 𝟎, 𝟏𝑸𝟐
Pertanyaan :
a) Susunlah persamaan biaya total !
b) Apabila sepeda dijual $. 300 per unit, tentukan berapa jumlah sepeda yang harus
diproduksi agar mendapatkan keuntungan maksimal !
c) Tentukan berapa besar keuntungan maksimum yang diperoleh !
d) Tentukan berapa jumlah sepeda yang diproduksi pada tingkat pulang pokok (
break -even) !
Jawab:
a) Biaya total (TC) dapat dihitung dengan menambahkan biaya tetap total
(TFC) dan biaya variabel total (TVC). Dalam hal ini, biaya variabel total
(TVC) diberikan oleh persamaan 𝑻𝑽𝑪 = 𝟏𝟎𝟎𝑸 + 𝟎, 𝟏𝑸𝟐 . Jadi,
persamaan biaya total (TC) dapat ditulis sebagai berikut:
TC=TFC+TVC
substitusi persamaan TVC:
TC=25,000+(100Q+0.1Q2)
Sekarang, persamaan biaya total (TC) adalah:
TC=0.1Q2+100Q+25,000
Ini adalah persamaan biaya total untuk perusahaan sepeda dalam jangka
pendek dengan biaya tetap total sebesar $25,000 dan biaya variabel total
sesuai dengan persamaan yang diberikan.
b) Untuk menentukan jumlah sepeda yang harus diproduksi agar
mendapatkan keuntungan maksimal, kita perlu memahami konsep
keuntungan. Keuntungan (profit) dapat dihitung sebagai selisih antara
pendapatan total (TR) dan biaya total (TC). Persamaan pendapatan total
(TR) dapat dinyatakan sebagai perkalian antara harga per unit (P) dan
jumlah unit yang dijual (Q), sedangkan persamaan biaya total (TC) telah
kita temukan sebelumnya.
TR=P×Q
TC=0.1Q2+100Q+25,000
Keuntungan (Profit) = TR – TC
Profit=P×Q−(0.1Q2+100Q+25,000)
Dengan menggantikan P =300 kita dapat menyusun persamaan
keuntungan:
Profit=300Q−(0.1Q2+100Q+25,000)
Untuk menentukan jumlah sepeda yang harus diproduksi agar
mendapatkan keuntungan maksimal, kita dapat mencari nilai Q yang
maksimalkan fungsi keuntungan. Ini dapat dicapai dengan mencari titik
stasioner (di mana turunan pertama sama dengan nol) dari fungsi
keuntungan tersebut.
d/dQ(Profit)=0
Setelah mendapatkan nilai Q, kita dapat menghitung keuntungan maksimal
dengan menyubstitusi nilai Q ke dalam persamaan keuntungan.
c) Untuk menentukan keuntungan maksimum, kita perlu menyelesaikan
persamaan yang menyatakan turunan pertama dari fungsi keuntungan sama
dengan nol:
d/dQ(Profit)=300−(0.2Q+100)=0
mencari nilai Q dengan menyelesaikan persamaan tersebut:
0.2Q+100=300
0.2Q=200
Q= 200/0.2
Q=1000
Jadi, jumlah sepeda yang harus diproduksi agar mendapatkan keuntungan
maksimum adalah 1000 unit. Selanjutnya, kita dapat menggunakan nilai Q
=1000 untuk menghitung keuntungan maksimum dengan menyubstitusi
nilai tersebut ke dalam persamaan keuntungan:
Profit=300Q−(0.1Q2+100Q+25,000)
Profit=300×1000−(0.1×10002+100×1000+25,000)
Profit=300,000−(100,000+100,000+25,000)
Profit=300,000−225,000
Profit=75,000
Jadi, keuntungan maksimum yang diperoleh adalah $75,000.
d) Titik impas atau break-even terjadi ketika keuntungan sama dengan nol,
atau dengan kata lain, ketika pendapatan total sama dengan biaya total.
Dalam kasus ini, kita ingin mencari jumlah sepeda (Q) di mana TR=TC
Pertama, kita punya persamaan pendapatan total (TR):
TR=P×Q Dengan P =300,
kita dapat menuliskan persamaan pendapatan total sebagai:
TR=300Q
Kemudian, kita punya persamaan biaya total (TC) dari sebelumnya:
TC=0.1Q2+100Q+25,000
Titik impas terjadi ketika TR=TC,
jadi kita bisa menuliskan persamaan sebagai berikut:
300Q=0.1Q2+100Q+25,000
Sekarang, kita atur persamaan ini menjadi bentuk kuadrat dan cari akar-
akarnya:
0.1Q2+100Q+25,000−300Q=0
0.1Q2−200Q+25,000=0
Untuk menyelesaikan persamaan kuadrat ini, kita bisa menggunakan
rumus kuadrat atau melibatkan faktorisasi. Mari gunakan rumus kuadrat:
−𝑏 ± √𝑏2 − 4𝑎𝑐
𝑄= 2𝑎
Dalam persamaan ax2+bx+c=0, kita punya a=0.1 b=−200, dan c=25,000
Q= 200±√(-200)^2 – 4(0.1)(25.000)/2(0.1)
Q= 200±√40.000 – 10.000/0.2
Q= 200±√30.000/0.2
Q= 200±173,21/0.2
Q= 200 + 173,21/0.2 atau Q= 200 – 173.21/0.2
Q= 373.21/0.2 atau Q= 26.79/0.2
Q= 1866.05 atau Q= 133.95
Namun, dalam konteks ini, kita hanya mempertimbangkan solusi positif,
karena tidak mungkin memiliki jumlah sepeda negatif. Jadi, jumlah sepeda
yang diproduksi pada tingkat pulang pokok (break-even) adalah sekitar
133 unit.
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan istilah “Non- price competition” . Mengapa hal
tersebut perlu dilakukan ? berikan contohnya !
Jawab:
"Istilah "non-price competition" merujuk pada strategi bersaing antar perusahaan yang
bukan didasarkan pada penentuan harga produk atau jasa. Sebaliknya, perusahaan
fokus pada aspek lain dalam upaya untuk menarik pelanggan, membedakan diri dari
pesaing, dan membangun keunggulan kompetitif. Strategi ini menempatkan
penekanan pada faktor-faktor selain harga, seperti kualitas produk, inovasi, pelayanan
pelanggan, merek, desain, dan promosi."
Beberapa alasan mengapa perusahaan memilih untuk melakukan non-price
competition antara lain:
a. Diferensiasi Produk: Perusahaan menciptakan perbedaan yang
signifikan dalam produk atau jasanya untuk membuatnya menonjol di
pasar. Ini bisa melibatkan inovasi, kualitas tinggi, fitur unik, atau
desain yang menarik.
b. Membangun Merek: Membangun citra merek yang kuat dapat menjadi
strategi non-price competition. Perusahaan berusaha membangun
persepsi positif di mata konsumen terkait dengan merek mereka, yang
dapat menciptakan loyalitas pelanggan dan membedakan mereka dari
pesaing.
c. Pelayanan Pelanggan yang Unggul: Memberikan layanan pelanggan
yang superior, seperti respons cepat, penanganan keluhan yang efektif,
atau pengalaman pelanggan yang positif secara keseluruhan, dapat
menjadi cara untuk menarik dan mempertahankan pelanggan.
d. Inovasi: Berfokus pada inovasi dalam produk, proses produksi, atau
cara pemasaran dapat menjadi strategi non-price competition yang
efektif. Konsumen sering kali tertarik pada produk atau jasa yang
menawarkan nilai tambah atau solusi yang lebih baik.
Contoh dari non-price competition termasuk:
a. Kualitas Produk: Sebuah perusahaan elektronik menghasilkan produk
dengan kualitas tinggi dan daya tahan yang lebih baik daripada
pesaingnya.
b. Desain Produk: Sebuah perusahaan mode menonjol dengan desain yang
unik dan gaya yang khas.
c. Pelayanan Pelanggan: Sebuah perusahaan telekomunikasi menawarkan
pelayanan pelanggan 24/7 dan menanggapi pertanyaan atau keluhan
dengan cepat. d. Inovasi Teknologi: Sebuah perusahaan teknologi selalu
mengeluarkan produk-produk terbaru dengan fitur-fitur inovatif.