0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan24 halaman

Pengertian dan Tugas Malaikat dalam Islam

Dokumen ini membahas tentang keberadaan malaikat dalam ajaran Islam, termasuk pengertian, nama-nama, dan tugas-tugas malaikat. Iman kepada malaikat merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim, dan malaikat memiliki peran penting dalam mengawasi dan mencatat amal perbuatan manusia. Selain itu, dokumen ini juga menyinggung hikmah beriman kepada malaikat dan perbedaan antara malaikat, jin, dan setan.

Diunggah oleh

Rantau Ilham
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan24 halaman

Pengertian dan Tugas Malaikat dalam Islam

Dokumen ini membahas tentang keberadaan malaikat dalam ajaran Islam, termasuk pengertian, nama-nama, dan tugas-tugas malaikat. Iman kepada malaikat merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim, dan malaikat memiliki peran penting dalam mengawasi dan mencatat amal perbuatan manusia. Selain itu, dokumen ini juga menyinggung hikmah beriman kepada malaikat dan perbedaan antara malaikat, jin, dan setan.

Diunggah oleh

Rantau Ilham
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Allah SWT adalah dzat yang menciptakan semua makhluk di alam raya ini.
Makhluk-makhluk itu ada kalanya makhluk tampak mata atau nyata dan
adapula makhluk yang tidak kasat mata yang biasa disebut makhluk ghaib.
Tolok ukur kategorisasi tersebut adalah berdasar pada dapat atau tidak dapat
dijangkau oleh panca indra yang dimiliki manusia. Makhluk nyata meliputi
segala hal yang dapat dijangkau manusia adalah manusia, hewan, tumbuhan.
Sedangkan makhluk ghaib berarti segala hal yang tidak bisa dijangkau oleh
panca indra manusia, seperti malaikat, jin setan. Islam mengakui dan meyakini
adanya malaikat. Bagi orang yang beragama Islam, wajib percaya dan yakin
terhadap adanya malaikat, karena salah satu pilar keimanan seseorang (rukun
iman).1
Mengimani malaikat dalam ajaran Islam bukan saja membenarkan akan
keberadaannya tetapi juga menempatkan posisinya bahwa mereka adalah salah
satu dari sekian banyak hamba Allah seperti halnya manusia dan jin yang
diperintahkan untuk beribadah kepada Nya. Mereka memiliki berbagai macam
tanggung jawab yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan kematian adalah
sesuatu hal yang pasti bagi mereka, hanya saja Allah menentukan kehidupan
bagi mereka dengan masa yang panjang. Malaikat tidak akan mati, terkecuali
telah datang masa kematiannya. Mengimani malaikat berarti mengakui bahwa
mereka adalah salah satu utusan yang diutus kepada makhluk yang lain.2
Orang yang tidak mengakui keberadaan malaikat yang diciptakan oleh
Allah SWT. tidak disebut mukmin. Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat
285 :

1
Hakim Muda, Rahasia Al-Quran (Depok: Ar-Ruzz Media, 2007), 147.
2
Imam Jalaluddin al-Suyuthi, Menjelajah Alam Malaikat, Terj. Muhammad al-Mighwar (PT.
Pustaka Hidayah, Cet I, Bandung, 2003), 19-20.

1
Artinya:“Rasul Telah beriman kepada al-Quran yang diturunkan
kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya
beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-
Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara
seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka
mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah kami
Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."3

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Malaikat?

2. Apa nama – nama dan tugas Malaikat?

3. Apa hikmah beriman kepada Malaikat?

4. Apa kitab – kitab Allah sebelum Al-Qur’an dan Al-Qur’an kitab Allah yang
terakhir?

5. Bagaimana cara beriman kepada Al-Qur’an dan kepada kitab – kitab Allah
sebelum Al-Qur’an!

6. Apa fungsi Al-Qur’an dan isi kandungan Al-Qur’an?

7. Apa pengertian dan perbedaan Nabi dan Rasul?

8. Apa mu’jizat para Rasul?

3
Departemen agama RI, Al-Quran dan terjemahan (Jakarta: Yayasan Penyelenggara
Penterjemah Al-Quran, 2007), 72.

2
9. Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir!

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Malaikat

Allah telah menciptakan sejenis makhluk gaib, yaitu malaikat disamping


makhluk lainnya yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera manusia. Malaikat
diberi tugas-tugas khusus yang ada hubungannya dengan waahyu, rasul,
manusia, alam semesta, akhirat, disamping ada malaikat yang diberi tugas untuk
melakukan sujud kepada allah SWT secara terus menerus.
Menurut istilah, malaikat adalah salah satu jenis mahluk Allah yang Ia
ciptakan khusus untuk taat dan beribadah kepada-Nya serta mengerjakan semua
tugas-tugas-Nya (Q.S. al-Anbiya’:19-20). Malaikat berarti mahluk
[Link] menurut istilah syara’, malaikat berarti Mahluk ghaib yang
diciptakan Allah yang berasal dari nur atau cahaya dengan wujud dan sifat-sifat
tertentu dan senantiasa mengabdi dan taat kepada Allah. Tidak diperoleh
penjelasan kapan malaikat diciptakan, tetapi diciptakan lebih awal daripada
Adam, manusia pertama (Q.S. al-Baqarah:30).4
Malaikat mempunyai sifat yang berbeda dengan mahluk [Link]
kepada adanya malaikat terdapat dalam enam rukun iman yaitu pada rukun iman
4
Abdullah, Umar Sulaiman, Serial Akidah & Rukun Iman, Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2014

3
[Link] iman kepada malaikat [Link] kepada malaikat, artinya percaya
bahwa malaikat adalah mahluk Allah yang senantiasa patuh pada-Nya dan tidak
pernah mendurhakai-Nya. Beriman kepada malaikat hukumnya wajib bagi setiap
orang islam (fardlu ‘ain). Orang islam yang tidak mengimani adanya malaikat
dianggap murtad dan Allah mengkafirkan orang-orang yang mendurhakai-Nya.
Perintah untuk beriman kepada malaikat ditegaskan dalam Al-Qur’an dan Al-
Hadits (Q.S. Al-Baqarah:285). Keberadaan malaikat ditetapkan berdasarkan dalil-
dalil yang qath’iy (pasti), sehingga mengingkarinya adalah kufur berdasarkan
ijma’ umat islam, karena ingkar kepada mereka berarti menyalahi kebenaran al-
Qur’an dan As-Sunnah.
Malaikat mempunyai sifat yang berbeda dengan makhluk lainnya. Dengan
izin Allah, sewaktu-waktu malaikat dapat menjelmakan dirinya seperti manusia,
misalnya malaikat jibril menjadi manusia di hadapan Maryam, ibu Isa almasih (QS.
Maryam (19): 16-17).
“Dan ceritakanlah [kisah] Maryam di dalam Al Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan
diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,maka ia mengadakan tabir
yang melindunginya dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya,
maka ia menjelma di hadapannya [dalam bentuk] manusia yang sempurna. (QS.
Maryam (19): 16-17)
Kisah tentang malaikat yang menjelma manusia itu bisa kita temukan pula dalam
surat Al-Hijr(15) : 52-55 dan surat Az-Zaariyaat(51) : 24-25. Sebagai mahluk
immaterialmalaikat mempunyai ciri-ciri diantaranya :
1. Mereka adalah makhluk yang selalu takut dan patuh pada Allah.
2. Mereka adalah makhluk yang tidak pernah berdosa atau bermaksiat.
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah
terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu
mengerjakan apa yang diperintahkan”
3. Mereka dalah mahluk yang tidak pernah sombong dan selalu bertasbih
kepada Allah.
“Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah
merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan

4
hanya kepada-Nyalah mereka bersujud.”5

B. Nama – Nama Dan Tugas Malaikat

Pengetahuan manusia tentang malaikat terbatas pada keterangan yang


diungkapkan dalam Alquran dan hadis rasul. Inman kepada malaikat akan
memberikan pengaruh kejiwaan yang cukup besar seperti kejujuran, ketabahan
dan [Link] tugas-tugas malaikat sebagaimana di jelaskan dalam
[Link] malaikat sangat banyak, tidak terhingga dan hanya Allah yang
mengetahuinya. Mereka memiliki tugas dan pangkat yang berbeda satu sama
lain. Sebagian dari mereka disebut namanya, dan sebagian lainnya disebutkan
tugasnya6

Diantara nama-nama dan tugas-tugas malaikat adalah sebagai berikut:


1. Malaikat Jibril: bertugas menyampaikan wahyu kepda para nabi dan rasul,
sejak nabi Adam sampai dengan Rasul Nabi Mmuhammad. Nama lain dari
Jibril adalah Ruhul Quds (Q.S. An-Nahl:102) dan Ruh al-Amin (Q.S. Asy-
Syuara:193).
2. Malaikat Mikail: mengatur pembagian rizki kepada seluruh mahluk, seperti:
makanan, minuman, dan menurunkan hujan.

3. Malaikat Israfil: bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat dan hai
kebangkitan (Q.S. Al-Haqqah:13-16, Q.S. Az-Zumar:68, Q.S. Ibrahim:48).

4. Malaikat Izrail: malaikat maut bertugas mencabut nyawa manusia dan


seluruh mahluk hidup lainnya.

5. Malaikat Raqib dan Atid: bertugas mencatat seluruh tingkah laku, perbuatan
manusia. Raqib untuk yang baik, dan Atid untuk yang jahat (Q.S. Qaf: 16-18).

5
Ibid
6
Harahap Syahrin, Hasan Bakti Nasution, Ensiklopedia Akidah Islam, Jakarta: Kencana, 2009

5
6. Malaikat Munkar dan Nakir: bertugas memberikan pertanyaan-pertanyaan
pada setiap manusia, di alam kubur.

7. Malaikat Malik: bertugas sebagai penjaga neraka dan meminpin para


malaikat menyiksa penghuni neraka (Q.S. At-Tahrim:6, Q.S. Al-Zukhruf: 77).

8. Malaikat Ridwan: bertugas sebagai penjaga surge (Q.S. Ar-Ra’d:23-24).

Di bawah ini di antara malaikat yang tidak di ketahui nama-namanya namun


diketahui tugas – tugasnya sebagai berikut:

1. Malaikat lain ada yang menurunkan wahyu kepada abdi-abdi Allah yang
dikehendaki-Nya.

2. Malaikat ada yang bertugas meneguhkan hati mukminin atau Rasul.

3. Malaikat ada yang mendoakan kaum muslimin.

4. Malaikat ada yang menjadi kawan atau penjaga orang-orang mukmin.

5. Malaikat ada yang bertugas melaksanakan hukuman Allah bagi manusia.

6. Ada malaikat yang memohonkan ampunan bagi manusia.

7. Ada malaikat yang membaca shalawat atas Nabi Muhammad saw.

8. Malaikat ada yang bertugas member salam dan keselmatan kepada ahli
surga.7

Tugas Malaikat bagi Manusia pada Umumnya


Malaikat mengawasi dan memberikan perhatian pada manusia ketika
diciptakan, memelihara manusia ketika dilahirkan, serta mengambil ruh manusia
ketika ajal [Link] pun bbertugas membawa wahyu dari Allah bagi
manusia.
Tugas lain yang diemban malaikat adalah menjadi pendaming manusia.
7
Sabiq, Sayid, Aqidah Islam, Bandung: CV. Diponegoro, 1996

6
Hadits yang terdapat pada shahih muslum telah mempertegas hal [Link]
dikatakan bahwa malaikat yang menjadi pendamping manusia itu adalah malikat
yang ditugaskan untuk memelhara amal manusia. Sementara itu dua
pendamping manusia yang terdiri atas jin dan malikat senantiasa berada dalam
kondisi bertentangan. Jin mengajak manusia untuk berbuat jahat, sedangkat
malaikat mengajak manusia untuk berbuat [Link] yang
mmemperoleh bisikan malaikat harus bersyukur dan memuji [Link] yang
diperolehnya adalah bisikan syetan, secepatnya dia harus berlindung kepada
Allah dari godaan syetan yang terkutuk.
Lain halnya dengan malaikat Jibril, setiap malam bulan Ramadhan, biasa
mendatangi Rasulullah saw, untuk bertadarus Al-qur’an. Tugas lain yang
diemban oleh malaikat adalah mengawasi amal perbuatan manusia.8

C. Hikmah Beriman Kepada Malaikat

Ada beberapa hikmah beriman pada malaikat diantaranya adalah:


1. Lebih mengenal kebesaran dan kekuasaan Allah yang menciptakan dan
menugaskan para malaikat tersebut.
2. Lebih bersyukur kepada Allah atas perhatian dan perlindungan Allah
terhadap hamba-Nya dengan menugaskan para mlaikat untuk menjaga,
membantu dan mendoakan hamba-hamba-Nya.
3. Berusaha berbuat kebaikan dan menjauhi segala kemaksiatan serta
senantiasa ingat kepada Allah sebab para malaikat mencatat dan
mengawasi amal perbuatan manusia (Q.S. Al-Infithar:10-12).
4. Tidak berperilaku sombong, sebab para malaikat tidak memiliki watak
sombong (Q.S. An-Nahl: 49).

5. Selalu teringat akan balasan Allah ketika malaikat mencabut nyawa (Q.S.
Muhammad:27).9

8
Ibid
9
[Link]
-hikmahnya?page=6

7
Di samping malaikat Allah juga menciptakan makhlik gaib yang lain yaitu jin
dan setan.
Menurut alquran jin itu berlaku pula ketentuan sebagaimana yang diberikan
manusia. Mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Paham dan
pendirian mereka sama dengan manusia
“Dan sesungguhnya diantara kami (jin) ada yang taat dan ada pula yang
menyimpang dari kebenaran. Barang siapa yang taat, maka mereka itu benar-
benar telah memilih jalan yang lurus.” (Al-Jin (72) : 14 )
Sedangkan setan adalah makhlik Allah yang durhaka dan selalu berusaha
untuk menjerumuskan manusia kepeada kesesatan dan kejahatan. Di dalam
Alquran Allah berfirman:
“iblis menjawab : “Demi kekuasaan engkau, aku akan menyesatkan mereka
semuanya.” (Shaad (38) : 82 )
Berebeda dengan malaikat yang mendorong manusia berbuat baik, kerja
setan adalah menyesatkan manusia. Kalau ada gerak di hati seseorang untuk
berbuat jahat, itu tandanya manusia tersrebut mendapat bisikan setan. Jika ia
ingin berbuat baik, itu indikasi bahwa malaikat berhasil menyampaikan
bisikannya pada manusia yang bersangkutan.
Gerak hati untuk melakukan perbuatan jahat atau gerak hati untuk berbuat
baik dlam diri seseorang ditimbang oleh akalnya. Akallah yang akan member
keputusan. Keputusan akan menimbulkan kehendak pada diri manusia yang
bersangkutan. Kehendak itu bebas memilih mana yang akan dilakukan.
Menurut ajaran Islam, setiap manusia mempunyai kecenderungan untuk
berbuat baik dan atau berbuat jahat. Kecenderungan berbuat baik dikembangkan
oleh malaikat dan kecenderungan berbuat jahat dimanfaatkan oleh setan
dengan tipu daya. Itulah sebabnya akal manusia yang mempertimbangkan kedua
kecenderungan itu perlu diisi dengan iman kepada wahyu yang sengaja
diturunkan Tuhan untuk menjadi pedoman hidup manusia.10

D. Kitab – Kitab Allah Sebelum Al-Qur’an Dan Al-Qur’an Kitab Allah Yang
Terakhir
10
[Link]
dan-hikmahnya?page=6

8
Allah SWT mewahyukan empat kitab kepada para rasul-Nya, yaitunya antara lain:
1. Kitab Zabur
Kitab Zabur adalah kitab yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Daud
a.s. Nabi Daud menggunakan kitab Zabur untuk memutus berbagai perkara orang
-orang Yahudi. Menurut Imam Qurtubi, sebagaimana dikutip dalam Tafsir Quran
Kemenag, kitab Zabur tidak berisi hukum-hukum perkara seperti Taurat. Kitab
Zabur terdiri dari 150 surah yang berisi nasihat-nasihat, hikmah, pujian, dan
sanjungan kepada Allah Swt.
Kitab Zabur Juga ada yang menyebut Mazmur maupun Paska. Diturunkan
kepada Nabi Dawud AS (=David) pada abad ke 10 SM untuk Bani Israil dan
berbahasa Qibthi.
Zabur diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Daud AS. Hal ini sebagaimana kalam-
Nya dalam Surat Al-Isra ayat 55,

Artinya: "Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi.


Sungguh, Kami telah melebihkan sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain)
dan Kami anugerahkan Zabur kepada Daud."
Kitab Zabur berisi nyanyian pujian yang ditujukan kepada Allah SWT atas
segala nikmat yang dikaruniakan oleh-Nya. Tak hanya itu, kitab ini juga berisi
dzikir, doa, nasihat, serta kata-kata hikmah untuk kaum Nabi Daud AS.
Kandungan kitab Zabur:
1. Do’a
2. Dzikir
3. Nasihat
4. Hikmah
5. Menyeru kepada ketauhidan
6. Tidak berisi syari’at.11

11
[Link]

9
2. Kitab Taurat
Kitab Taurat adalah kitab yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi
Musa a.s. .Taurat merupakan petunjuk bagi Nabi Musa a.s. dan nabi-nabi dari Bani
Israil sesudahnya, sampai kepada Nabi Isa a.s. Mereka disebut sebagai nabi-nabi
yang telah menyerahkan diri kepada Allah dengan penuh keikhlasan. Kitab
Taurat diturunkan sebagai pedoman bagi Bani Israil, yang kemudian disebut
sebagai bangsa Yahudi.
Ada yang menyebutnya Thoret atau Thora. Diturunkan kepada Nabi Musa
AS (=Moses) abad ke 15 SM untuk Bani Israil dan berbahasa Ibrani sebagai
petunjuk dan pedoman bagi Bani Israil. Sebagaimana firman Allah SWT dalam
Surat Al-Isra ayat 2,

Artinya: "Kami memberi Musa Kitab (Taurat) dan menjadikannya sebagai


petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), "Janganlah kamu mengambil
pelindung selain Aku."
Kitab Taurat hanya digunakan untuk memutuskan perkara orang-orang dari
Bani Israil saja karena kitab ini memang hanya diturunkan bagi mereka.
Sepeninggal para nabi dari Bani Israil, kitab Taurat digunakan oleh tokoh-tokoh
dan pendeta Yahudi sebagai undang-undang untuk memutuskan berbagai
perkara orang-orang Yahudi.
Kitab Taurat disebutkan mengandung isi yang mencakup; keharusan
mengesakan Allah SWT, larangan menyembah berhala, larangan menyebut nama
Allah SWT dengan sia-sia, memuliakan hari Sabtu, menghormati orang tua,
larangan membunuh sesama manusia, serta larangan zina, mencuri, mengambil
hak milik orang lain, dan menjadi saksi palsu.
Ada beberapa kandungan yang terdapat dalam kitab Taurat diantaranya :
1. Perintah mengesakan Allah SWT.
2. Larangan membuat dan menyembah patung berhala.

dan-hikmahnya?page=6

10
3. Larangan menyebut Nama Allah SWT. Dengan sia-sia.
4. Perintah mensucikan hari Sabtu.
5. Perintah menghormati ayah dan ibu.
6. Larangan membunuh sesama manusia.
7. Larangan berbuat zina.
8. Larangan mencuri.
9. Larangan menjadi saksi palsu.
10. Larangan mengambil istri orang lain.

3. Kitab Injil
Allah SWT mewahyukan Injil kepada Nabi Isa AS untuk menjadi petunjuk dan
pengajaran bagi Bani Israil yang menganut Nasrani. Ini sebagaimana termaktub
dalam firman-Nya pada Surat Al-Maidah ayat 46,

Artinya: "Kami meneruskan jejak mereka (para nabi Bani Israil) dengan
(mengutus) Isa putra Maryam yang membenarkan apa (kitab suci) yang
sebelumnya, yaitu Taurat. Kami menurunkan Injil kepadanya (yang) di dalamnya
terdapat petunjuk dan cahaya; yang membenarkan kitab suci yang sebelumnya,
yaitu Taurat; dan menjadi petunjuk serta pengajaran bagi orang-orang yang
bertakwa."
Injil disebutkan memuat isi pokok, meliputi; perintah untuk kembali kepada
tauhid yang murni, membenarkan keberadaan Taurat, serta ajaran untuk hidup
dengan zuhud dan menjauhi sifat tamak terhadap dunia.
Kandungan kitab Injil:
a. Seruan tauhid kepada Allah SWT.
b. Ajaran hidup zuhud dan menjauhi kerusakan terhadap dunia.
c. Merevisi sebagian hukum Taurat yang sudah tidak sesuai.

11
d. Berita tentang akan datangnya Nabi akhir zaman bernama Ahmad atau
Muhammad

4. Kitab Al-Qur'an
Kitab terakhir adalah Al-Qur'an. Allah SWT mewahyukan Al-Qur'an kepada
Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup bagi umat Islam dan seluruh
manusia. Diturunkannya Al-Qur'an juga sebagai penyempurna dan
membenarkan kitab-kitab Allah SWT yang sebelumnya.
Ini sebagaimana kalam Allah SWT dalam Surat Ali Imran ayat 3,

Artinya: "Dia menurunkan kepadamu (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur'an)


dengan hak, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, serta telah menurunkan
Taurat dan Injil."
Isi Al-Qur'an secara keseluruhan mencakup; akidah (keimanan), ibadah,
syariat, akhlak, sejarah, pengetahuan, hingga hukum yang berlaku.

E. Cara Beriman Kepada Al-Qur’an Dan Kepada Kitab – Kitab Allah Sebelum Al
-Qur’an

1. Berikut cara beriman pada kitab-kitab Allah SWT sebelum Al-Qur'an:


a. Meyakini bahwa kitab Taurat, Zabur, dan Injil adalah wahyu dari Allah
SWT
b. Mempercayai bahwa kitab-kitab tersebut bukan karangan para nabi dan
rasul
c. Meyakini bahwa isi dan ajaran yang terkandung dalam kitab-kitab itu
adalah benar.

2. Cara Beriman pada Kitab Al-Qur'an


Adapun cara mengimani Al-Qur'an berbeda dengan cara muslim beriman
kepada kitab-kitab sebelumnya. Berikut cara beriman pada Al-Qur'an:
a. Mempercayai bahwa Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah SWT.

12
b. Meyakini bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi SAW
c. Mengimani bahwa isi Al-Qur'an adalah benar dan tidak ada keraguan
sedikit pun
d. Menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk dan pedoman hidup
e. Mempelajari serta memahami isi kandungan Al-Qur'an
f. Mengamalkan isi dan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan
Perbedaan cara beriman kepada kitab-kitab Allah selain Al-Qur'an dan kepada Al
12
-Qur'an itu disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
a. Masa berlaku kitab-kitab suci sebelum Al-Qur'an telah habis.
b. Kitab-kitab sebelum Al-Qur'an terbatas pada satu umat saja, yakni umat
yang hidup pada masa dan wilayah tertentu. Misalnya kitab Taurat untuk
umat Nabi Musa a.s., atau kaum Bani Israil.
c. Kandungan pokok dari kitab-kitab sebelum Al-Qur'an telah termuat dalam
Al-Qur'an. Oleh karena itu, jika kamu dapat mengamalkan isi kandungan Al-
Qur'an secara sempurna berarti kamu juga telah mengamalkan isi pokok
kitab-kitab Allah selain Al-Qur'an.

F. Fungsi Al-Qur’an Dan Garis Besar Isi Kandungan Al-Qur’an

Al-Quran sebagai petunjuk dalam Al-Quran disebutkan dalam istilah “Al


-Huda”. Dari segi bahasa, kata “huda” berarti petunjuk dan makna. Al-Quran
dengan tegas menyatakan bahwa kehadirannya memberikan petunjuk bagi
manusia, namun jika dilihat secara kontekstual petunjuk itu bukan semata-
mata menunggu datang begitu saja dari Allah Subhanahu Wata’ala, akan tetapi
diperlukan adanya usaha agar mendapatkan petunjuk dari Sang Maha Pemberi
Petunjuk. Namun hanya orang-orang yang bertaqwa yang mau mengambil Al-
Quran sebagai petunjuk dan pedoman di dalam kehidupan (Malaka & Isa, 2023).
Ada langkah-langkah yang harus dilakukan oleh kita sebagai manusia agar Al-
Quran menjadi petunjuk dalam kehidupan, yakni (1) diimani, (2) dibaca, (3)
dipahami, dan (4) diamalkan (Malaka & Isa, 2023). Fungsi Al- Quran diantaranya
yaitu : (Anggreni, 2019)13

12
[Link]/2013/04/[Link]
13
[Link]
diturunkan-sebagai-petunjuk-dan-pedoman-hidup

13
a) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia
Al-Quran adalah kitab yang berisi petunjuk, perubahan dan cahaya
dari Allah Ta’ala.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al-A'raf ayat 52,
َ ‫ﺣَﻤًﺔ ِّﻟَﻘْﻮٍم ُّﻳْﺆِﻣُﻨْﻮ‬
‫ن‬ ْ ‫ﻫًﺪى َّوَر‬
ُ ‫ﻢ‬
ٍ ‫ﻋْﻠ‬
ِ ‫ﻋٰﻠﻰ‬
َ ‫ﺼْﻠٰﻨُﻪ‬
َّ ‫ﺐ َﻓ‬
ٍ ‫ﻢ ِﺑِﻜٰﺘ‬
ْ ‫ﺟْﺌٰﻨُﻬ‬
ِ ‫َوَﻟَﻘْﺪ‬
Artinya: Sungguh, Kami telah mendatangkan Kitab (Al-Qur'an) kepada
mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk
dan rahmat bagi orang-orang yang beriman
Al-quran sebagai cahaya yang memberikan perubahan dan membawa manusia
keluar dari kegelapan menjadi cahaya yang terang benderang.14

b) Al-Quran sebagai sumber pokok ajaran Islam


Sumber pokok ajaran Islam ada tiga, yakni Al-Quran, Sunnah dan Ijtihad.
Al-Quran adalah firman Allah Ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Sunnah adalah perkataan, perbuatan, dan
ketetapan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam. Adapun Ijtihad ialah
usaha sungguh-sungguh yang dilakukan para ulama mujtahid untuk
memutuskan hukum agama dengan tetap merujuk kepada Al-Quran dan
Sunnah. Ada dua bentuk ijtihad yang disepakati para ulama, yaitu Ijma’
(kesepakatan ulama pasca wafatnya Rasulullah) dan Qiyas (anologi) (Agus
Salim Syukran, 2019).
c) Al-Quran sebagai peringatan dan pelajaran bagi manusia
d) Al-Quran sebagai penyempurna dari kitab-kitab samawi, seperti me-nasakh
atau menghapus syariat atau hukum kitab-kitab yang turun terlebih dahulu.
Syariat atau hukum yang dibawa oleh nabi sebelumnya bersifat terbatas,
hanya diperuntukkah oleh bangsa tertentu (Salim Said Daulay, Adinda

14
[Link]
diturunkan-sebagai-petunjuk-dan-pedoman-hidup

14
Suciyandhani, Sopan Sopian Juli Julaiha, 2023).
e) Al-Quran sebagai mukjizat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam15
Ini menjadi bukti kebenaran Al-Quran. Al-Quran juga memiliki mukjizat
terkait gaya bahasa dan uslubnya yang luar biasa, pemberitaan gaib, serta
pengungkapan peristiwa-peristiwa yang tersembunyi. Keahlian masyarakat
Arab yang terkenal pada masa itu dalam bidang bahasa dan sastra yang
menjadikan mereka istimewa, syair-syair yang diciptakan indah dan sangat
dinikmati oleh masyarakat luas. Namun, keindahan dan gaya bahasa yang ada
di dalam Al-Quran jauh lebih indah, karena keindahannya bahkan tidak dapat
ditiru oleh para sastrawan dan penyair Arab, karena Al-Quran memiliki
kekhasan dan keistimewaan yang tidak dapat ditiru oleh siapapun (Abadi &
Malang, 2022). Allah Ta’ala memberikan tantangan kepada bangsa Arab pada
masa itu untuk membuat yang serupa dengan Al-Quran, ini dikemukakan
dalam tantangan yang sifatnya bertahap, yakni: ( Al-Qaththan, 2016)
1) Menantang siapapun yang meragukan Al-Quran untuk membuat semisal
dengan Al-Quran
2) Menantang siapapun untuk membuat sepuluh surah semacam Al-Quran
3) Menantang siapapun untuk membuat satu surah saja semacam Al-Quran16

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

Artinya: “Katakanlah:”Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul


untuk membuat yang serupa dengan Al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan
dapat membuat yang serupa dengan Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi
pembantu bagi sebagian yang lain”. (Al-Isra: 88)

15
Ibid
16
[Link]

15
Ada beberapa garis besar isi kandungan Al-Qur'an diantaranya :

1. Aqidah (Keimanan)

Al-Qur'an menekankan pentingnya keimanan kepada Allah swt, malaikat,


kitab-kitab, para rasul, hari kiamat, dan qada dan qadar. Pamuji menjelaskan
bahwa aqidah merupakan dasar dari seluruh ajaran Islam yang menuntun
umat untuk memiliki keyakinan yang benar dan kuat terhadap Sang Pencipta.

2. Ibadah

Al-Qur'an memuat panduan tentang pelaksanaan ibadah, baik yang bersifat


wajib seperti salat, puasa, zakat, dan haji, maupun ibadah Sunnah. Ibadah
adalah bentuk penghambaan manusia kepada Allah SWT, yang harus
dilakukan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

3. Akhlaq

Aspek akhlaq dalam Al-Qur'an memberikan pedoman tentang bagaimana


seorang Muslim harus bersikap dalam kehidupan sehari-hari. Ustadz Ahmad
Pamuji menjelaskan bahwa Al-Qur'an mengajarkan akhlaq mulia, seperti jujur,
sabar, rendah hati, dan menghormati sesama. Al-Qur'an juga melarang sifat-
sifat tercela seperti iri hati, dengki, dan sombong.

4. Muamalah (Hubungan Antar Manusia).

Al-Qur'an juga mengatur berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan


hukum yang dikenal dengan istilah muamalah. Al-Qur'an memberikan
panduan yang jelas tentang bagaimana berinteraksi dengan sesama manusia,
termasuk dalam perdagangan, pernikahan, dan penyelesaian sengketa.
5. Kisah-Kisah
Dalam Al-Qur'an terdapat banyak kisah yang mengandung hikmah dan
pelajaran. Kisah-kisah para nabi, umat-umat terdahulu, dan peristiwa-
peristiwa penting disampaikan untuk menjadi ibrah (pelajaran) bagi umat
Islam agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dan selalu berada di jalan
yang benar.

6. Janji dan Ancaman

Al-Qur'an juga berisi janji-janji Allah swt bagi mereka yang beriman dan
beramal shaleh, serta ancaman bagi mereka yang ingkar. Pamuji menekankan

16
bahwa janji dan ancaman ini adalah motivasi agar manusia senantiasa berada
di jalan yang lurus dan menghindari perbuatan dosa.

7. Ilmu Pengetahuan

Selain aspek-aspek di atas, Ustadz Ahmad Pamuji juga menyoroti bahwa Al-
Qur'an memuat banyak ayat yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Al-
Qur'an mendorong umat Islam untuk mencari ilmu dan mengembangkan
17
pengetahuan demi kemajuan peradaban.

G. Pengertian Dan Perbedaan Nabi Dan Rasul

Nabi adalah seseorang yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT untuk
dirinya sendiri, sehingga tanpa ada kewajiban baginya untuk menyampaikan
wahyu tersebut kepada orang lain.
Berdasarkan Ensiklopedi Islam Indonesia, telah menjelaskan bahwa Nabi
(jamaknya anbiya’ atau nabiyyun), yang merujuk pada bahasa Arab berarti “orang
yang memberitakan atau menyampaikan berita”.18 Dalam sejarah kamus,
dijelaskan pula bahwa an-Nabiy itu berarti “orang yang menyampaikan berita
dari Allah Ta’ala tentang keesaan-Nya, menjelaskan masalah-masalah yang gaib,
dan memberitahukan bahwa dirinya adalah seorang nabi”. Perlu diketahui bahwa
seorang dapat dikatakan sebagai Nabi sebab memiliki derajat yang tinggi di
hadapan manusia lainnya.
Rasul adalah seseorang yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT, tidak
hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga harus disampaikan kepada umatnya.
Maka dari itu, terdapat pernyataan bahwa “Nabi itu belum tentu Rasul,
sedangkan Rasul sudah pasti adalah seorang Nabi.”
Dalam sejarah agama Islam, rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT adalah
Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, apabila setelah Nabi Muhammad SAW
wafat, lalu ada seseorang yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang Rasul,
maka umat dapat melakukan penolakan dan menganggap orang tersebut
sebagai orang yang merusak agama.
17
Ibid
18
Sabiq, Sayid, Aqidah Islam, Bandung: CV. Diponegoro, 1996

17
Berdasarkan Ensiklopedi Islam Indonesia mengatakan bahwa Rasul (jamaknya
adalah Rusul), itu berarti “utusan” atau “duta”. Apabila dalam Al-Quran, sering
menyebutnya sebagai al-mursalun (orang-orang yang dikirim) sebagai seorang
utusan Tuhan yang mengajarkan agama atau wahyu yang baru.

Perbedaan Nabi dan Rasul


Meskipun Nabi dan Rasul itu sama-sama mendapatkan wahyu dari Allah SWT,
tetapi ternyata keduanya memiliki perbedaan lho. Apalagi adanya pernyataan
bahwa “Seorang Nabi itu belum tentu Rasul, tetapi seorang Rasul pasti seorang
Nabi”.

Perbedaan dari Nabi dan Rasul adalah sebagai berikut:19

No. Nabi Rasul

Berasal dari kata Rasala yang


Berasal dari kata Naba’a yang berarti “utusan” atau
1. berarti “berita” atau “informasi” “penyampaian”

Manusia pilihan yang diberikan


wahyu oleh Allah SWT untuk Manusia pilihan Allah SWT yang
dirinya sendiri dan tidak diangkat sebagai utusan untuk
mempunyai kewajiban untuk menyampaikan firman-firman-
menyampaikan kepada Nya kepada umat manusia agar
2. umatnya dijadikan sebagai pedoman hidup.

Tidak berkewajiban untuk


menyampaikan wahyu dari Wajib menyampaikan wahyu dari
3. Allah SWT kepada umatnya Allah SWT kepada umatnya

Melanjutkan syariat yang telah


4. disampaikan oleh Nabi Membawa syariat baru

19
[Link]
0PufF4Rb_mpVLNzfpaNzjAbkPMnV-ADe6sdh

18
sebelumnya

5. Tidak memiliki sifat tablig Memiliki sifat tablig

Mendapatkan kitab suci dari


6. Tidak mendapatkan kitab suci Allah SWT

H. Mu’jizat Para Rasul


Perlu diketahui, gelar Ulul Azmi adalah sebuah gelar kenabian istimewa yang
diberikan kepada para Rasul. Gelar tersebut memiliki kedudukan khusus sebab
ketabahan luar biasa mereka dalam menyebarkan agama.
Sebelumnya, telah dijelaskan mengenai jumlah Nabi dan Rasul, tetapi yang wajib
diimani oleh umat Islam dan dikisahkan dalam Al-Quran ada 25 Rasul. Nah, dari
25 Rasul Allah tersebut, terdapat 5 Rasul Allah saja yang mendapatkan gelar Ulul
Azmi ini, yakni:20

No Nama Rasul Mukjizat yang Dimiliki

Membuat sebuah perahu yang besar sehingga


dapat menampung umatnya yang beriman, serta
1. Nuh AS
hewan secara berpasang-pasangan dari bencana
banjir dahsyat yang terjadi kala itu.

 Membangun Ka’bah bersama anaknya, Nabi


Ismail
2. Ibrahim AS
 Tubuhnya tidak hangus ketika dibakar oleh
Raja Namrud.

 Tongkatnya dapat berubah menjadi seekor


ular
3. Musa AS  Tongkatnya dapat membelah lautan,
sehingga Beliau dan umatnya selamat dari
kejaran Fir’aun

20
Ibid

19
 Kedua telapak tangannya mengeluarkan
sinar yang sangat terang, sehingga dapat
menyilaukan pandangan mata

 Dapat menghidupkan orang yang sudah mati,


tetapi dalam durasi waktu yang sebentar
 Dapat membuat burung dari tanah liat dan
4. Isa AS
menjadi hidup
 Dapat menyembuhkan penyakit kusta
(penyakit kulit)

 Dari celah-celah jari Beliau, dapat keluar air


untuk diminum dan berwudhu oleh kaum
Muhammad muslimin
5.
SAW  Dapat membelah bulan menjadi dua
 Adanya peristiwa Isra’ Mi’raj
 Penurunan Al-Quran ke dunia

I. Muhammad Sebagai Nabi Dan Rasul Terakhir


Nabi Muhammad hanya nabi terakhir dan bukan rasul terakhir. Namun hadis
di bawah menunjukkan bahwa Nabi Muhammad bukan hanya Nabi terakhir, tapi
juga Rasul terakhir
Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada
akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidzi, Kitab-ur-
Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).
Banyak alasan yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sebagai nabi terakhir
dan tidak ada lagi nabi sesudahnya.
1. Surah Al-Ahzab 40.

20
Artinya: Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki
di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan
adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
2. Hadis Nabi yang diriwayatkan Muslim, saat Rasul melaksanakan haji wada’
(perpisahan). “Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan datang
sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan lahir. Karena itu, wahai
manusia, berpikirlah dengan baik dan pahamilah kata-kata yang
kusampaikan kepadamu. Aku tinggalkan dua hal: Alquran dan sunah,
contoh-contoh dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan
pernah tersesat.”
3. Rasulullah SAW menjelaskan: “Suku Israel dipimpim oleh Nabi-nabi. Jika
seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi
tidak ada nabi yang akan datang sesudahku; hanya para kalifah yang akan
menjadi penerusku (Bukhari, Kitab al-Manaqib).
4. Abu Dawud dan yang lain dalam hadis Thauban At-Thawil, bersabda Nabi
Muhammad SAW: “Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya
mengaku nabi, dan saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi
setelahku.”21
Masih banyak lagi hadis yang menjelaskan tentang Rasulullah SAW adalah
nabi dan rasul terakhir. Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat 40 surah al-Ahzab
menyatakan, Isa adalah nabi dan rasul terakhir dari bani Israel.
Rasulullah SAW, memiliki berbagai macam julukan dan nama. Diantaranya
Ahmad, Muhammad, Musthafa, Thoha, dan lainnya. “Saya Muhammad, Saya
Ahmad, Saya Pembersih dan kekafiran harus dihapuskan melalui aku; Saya
Pengumpul, Manusia harus berkumpul pada hari kiamat yang datang sesudahku.
(Dengan kata lain, Kiamat adalah satu-satunya yang akan datang sesudahku);
dan saya adalah Yang Terakhir dalam arti tidak ada nabi yang datang sesudahku”.
(HR Bukhari dan Muslim, Kitab al-Fada’il).
Tanda-tanda kenabian dan kerasulan Muhammad SAW juga diungkapkan
Waraqah bin Naufal, saudara sepupu Khadijah RA, Waraqah adalah pemeluk
beragama Nasrani.

21
[Link]

21
Benar sekali bahwa Waraqah bin Naufal, kakak sepupu Khadijah sebagai orang
Kristen, namun Kristen yang masih mengikuti millah Ibrahim yang hanif.
Tapi, pengakuan Waraqah tentang kenabian Nabi SAW perlu dilihat dengan
kritis. Setelah berbicara tentang sosok Jibril yang datang kepada Nabi SAW di
Gua Hira’, Waraqah menyatakan: ”Jika itu benar wahai Khadijah, berarti
22
Muhammad adalah ‘Nabi umat
ini’. Dan aku sudah tahu bahwa dia adalah seorang nabi yang ditunggu-
tunggu (nabiyyun yuntazhar) oleh umat ini. Ini adalah masanya.” (Ibnu Hisyam, al
-Sirah al-Nabawiyyah, 1988, 1: 228).
Bahkan, dia menambahkan, ”Seandainya aku ketika itu saat Nabi SAW dimusuhi
oleh kaumnya dan dikeluarkan dari Makkah dalam keadaan kuat (sehat dan
kokoh) dan masih hidup, niscaya aku akan menolongmu sekuat tenagaku.” (Ibnu
Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah, 1998, 3: 6).

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Malaikat merupakan kekuatan-kekuatan yang patuh dan tunduk terhadap
perintah-perintah Allah. Malaikat merupakan perantara Allah dalam
menyampaikan wahyu-Nya kepada Rasulullah.
Tidak ada seorang pun manusia yang mengetahui berapa banyak jumlah
Malaikat yang ada. Namun manusia wajib mengetahui sepuluh Malaikat beserta
tugas tugasnya yang telah Allah tentukan.
Malaikat memiliki sifat yang berbeda dengan manusia. Manusia memang
diciptakan sempurna oleh Allah, akan tetapi Malaikat lebih patuh dan tunduk
kepada Allah dibanding manusia.
Beriman kepada Malaikat kita harus yakin tanpa ada keraguan, karena itu
merupakan salah satu rukun agar sempurnanya agama dan keyakinan kita.
Setelah kita beriman kepada Malaikat ada baiknya kita menerapkan dengan baik
22
[Link]

22
dan benar bagaimana saja perilaku beriman kepada Malaikat dalam kehidupan
kita.

B. Saran
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang
kami miliki masih sangat kurang. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan
kritik dari pembaca yang bersifat membangun untuk menyempurnakan makalah
ini.

DAFTAR PUSTAKA

Hakim Muda, Rahasia Al-Quran (Depok: Ar-Ruzz Media, 2007), 147.


Imam Jalaluddin al-Suyuthi, Menjelajah Alam Malaikat, Terj. Muhammad
al-Mighwar (PT. Pustaka Hidayah, Cet I, Bandung, 2003), 19-20.
Departemen agama RI, Al-Quran dan terjemahan (Jakarta: Yayasan
Penyelenggara Penterjemah Al-Quran, 2007), 72.
Abdullah, Umar Sulaiman, Serial Akidah & Rukun Iman, Jakarta: Pustaka
Imam Asy-Syafi’i, 2014
Harahap Syahrin, Hasan Bakti Nasution, Ensiklopedia Akidah Islam,
Jakarta: Kencana, 2009
Sabiq, Sayid, Aqidah Islam, Bandung: CV. Diponegoro, 1996
[Link]
an

23
[Link]
bagi-manusia-diturunkan-sebagai-petunjuk-dan-pedoman-hidup

[Link]
rasul/?srsltid=AfmBOoo6vS57p9CAYtM-0PufF4Rb_mpVLNzfpaNzjAbkPMnV-
ADe6sdh

[Link]
pengakuan-nasrani/

[Link]

[Link]

Miftah Fardih dan Agus Syihabuddin, Al-Quran Sumber Hukum Islam Yang
Pertama, PUSTAKA Bandung, cet.1 th.1989.
Al-Qathtan, Manna’, Mabahits fi Ulum al-Quran, Muasasah ar-Risalah
Beirut, [Link].1976.
[Link]/2013/04/makalah-iman-kepada-kitab
-[Link]
[Link]
allah-dalil-cara-macam-dan-hikmahnya?page=6

24

Anda mungkin juga menyukai