Pengertian dan Tugas Malaikat dalam Islam
Pengertian dan Tugas Malaikat dalam Islam
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Allah SWT adalah dzat yang menciptakan semua makhluk di alam raya ini.
Makhluk-makhluk itu ada kalanya makhluk tampak mata atau nyata dan
adapula makhluk yang tidak kasat mata yang biasa disebut makhluk ghaib.
Tolok ukur kategorisasi tersebut adalah berdasar pada dapat atau tidak dapat
dijangkau oleh panca indra yang dimiliki manusia. Makhluk nyata meliputi
segala hal yang dapat dijangkau manusia adalah manusia, hewan, tumbuhan.
Sedangkan makhluk ghaib berarti segala hal yang tidak bisa dijangkau oleh
panca indra manusia, seperti malaikat, jin setan. Islam mengakui dan meyakini
adanya malaikat. Bagi orang yang beragama Islam, wajib percaya dan yakin
terhadap adanya malaikat, karena salah satu pilar keimanan seseorang (rukun
iman).1
Mengimani malaikat dalam ajaran Islam bukan saja membenarkan akan
keberadaannya tetapi juga menempatkan posisinya bahwa mereka adalah salah
satu dari sekian banyak hamba Allah seperti halnya manusia dan jin yang
diperintahkan untuk beribadah kepada Nya. Mereka memiliki berbagai macam
tanggung jawab yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan kematian adalah
sesuatu hal yang pasti bagi mereka, hanya saja Allah menentukan kehidupan
bagi mereka dengan masa yang panjang. Malaikat tidak akan mati, terkecuali
telah datang masa kematiannya. Mengimani malaikat berarti mengakui bahwa
mereka adalah salah satu utusan yang diutus kepada makhluk yang lain.2
Orang yang tidak mengakui keberadaan malaikat yang diciptakan oleh
Allah SWT. tidak disebut mukmin. Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat
285 :
1
Hakim Muda, Rahasia Al-Quran (Depok: Ar-Ruzz Media, 2007), 147.
2
Imam Jalaluddin al-Suyuthi, Menjelajah Alam Malaikat, Terj. Muhammad al-Mighwar (PT.
Pustaka Hidayah, Cet I, Bandung, 2003), 19-20.
1
Artinya:“Rasul Telah beriman kepada al-Quran yang diturunkan
kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya
beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-
Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara
seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka
mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah kami
Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."3
B. Rumusan Masalah
4. Apa kitab – kitab Allah sebelum Al-Qur’an dan Al-Qur’an kitab Allah yang
terakhir?
5. Bagaimana cara beriman kepada Al-Qur’an dan kepada kitab – kitab Allah
sebelum Al-Qur’an!
3
Departemen agama RI, Al-Quran dan terjemahan (Jakarta: Yayasan Penyelenggara
Penterjemah Al-Quran, 2007), 72.
2
9. Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir!
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Malaikat
3
[Link] iman kepada malaikat [Link] kepada malaikat, artinya percaya
bahwa malaikat adalah mahluk Allah yang senantiasa patuh pada-Nya dan tidak
pernah mendurhakai-Nya. Beriman kepada malaikat hukumnya wajib bagi setiap
orang islam (fardlu ‘ain). Orang islam yang tidak mengimani adanya malaikat
dianggap murtad dan Allah mengkafirkan orang-orang yang mendurhakai-Nya.
Perintah untuk beriman kepada malaikat ditegaskan dalam Al-Qur’an dan Al-
Hadits (Q.S. Al-Baqarah:285). Keberadaan malaikat ditetapkan berdasarkan dalil-
dalil yang qath’iy (pasti), sehingga mengingkarinya adalah kufur berdasarkan
ijma’ umat islam, karena ingkar kepada mereka berarti menyalahi kebenaran al-
Qur’an dan As-Sunnah.
Malaikat mempunyai sifat yang berbeda dengan makhluk lainnya. Dengan
izin Allah, sewaktu-waktu malaikat dapat menjelmakan dirinya seperti manusia,
misalnya malaikat jibril menjadi manusia di hadapan Maryam, ibu Isa almasih (QS.
Maryam (19): 16-17).
“Dan ceritakanlah [kisah] Maryam di dalam Al Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan
diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,maka ia mengadakan tabir
yang melindunginya dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya,
maka ia menjelma di hadapannya [dalam bentuk] manusia yang sempurna. (QS.
Maryam (19): 16-17)
Kisah tentang malaikat yang menjelma manusia itu bisa kita temukan pula dalam
surat Al-Hijr(15) : 52-55 dan surat Az-Zaariyaat(51) : 24-25. Sebagai mahluk
immaterialmalaikat mempunyai ciri-ciri diantaranya :
1. Mereka adalah makhluk yang selalu takut dan patuh pada Allah.
2. Mereka adalah makhluk yang tidak pernah berdosa atau bermaksiat.
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah
terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu
mengerjakan apa yang diperintahkan”
3. Mereka dalah mahluk yang tidak pernah sombong dan selalu bertasbih
kepada Allah.
“Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah
merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan
4
hanya kepada-Nyalah mereka bersujud.”5
3. Malaikat Israfil: bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat dan hai
kebangkitan (Q.S. Al-Haqqah:13-16, Q.S. Az-Zumar:68, Q.S. Ibrahim:48).
5. Malaikat Raqib dan Atid: bertugas mencatat seluruh tingkah laku, perbuatan
manusia. Raqib untuk yang baik, dan Atid untuk yang jahat (Q.S. Qaf: 16-18).
5
Ibid
6
Harahap Syahrin, Hasan Bakti Nasution, Ensiklopedia Akidah Islam, Jakarta: Kencana, 2009
5
6. Malaikat Munkar dan Nakir: bertugas memberikan pertanyaan-pertanyaan
pada setiap manusia, di alam kubur.
1. Malaikat lain ada yang menurunkan wahyu kepada abdi-abdi Allah yang
dikehendaki-Nya.
8. Malaikat ada yang bertugas member salam dan keselmatan kepada ahli
surga.7
6
Hadits yang terdapat pada shahih muslum telah mempertegas hal [Link]
dikatakan bahwa malaikat yang menjadi pendamping manusia itu adalah malikat
yang ditugaskan untuk memelhara amal manusia. Sementara itu dua
pendamping manusia yang terdiri atas jin dan malikat senantiasa berada dalam
kondisi bertentangan. Jin mengajak manusia untuk berbuat jahat, sedangkat
malaikat mengajak manusia untuk berbuat [Link] yang
mmemperoleh bisikan malaikat harus bersyukur dan memuji [Link] yang
diperolehnya adalah bisikan syetan, secepatnya dia harus berlindung kepada
Allah dari godaan syetan yang terkutuk.
Lain halnya dengan malaikat Jibril, setiap malam bulan Ramadhan, biasa
mendatangi Rasulullah saw, untuk bertadarus Al-qur’an. Tugas lain yang
diemban oleh malaikat adalah mengawasi amal perbuatan manusia.8
5. Selalu teringat akan balasan Allah ketika malaikat mencabut nyawa (Q.S.
Muhammad:27).9
8
Ibid
9
[Link]
-hikmahnya?page=6
7
Di samping malaikat Allah juga menciptakan makhlik gaib yang lain yaitu jin
dan setan.
Menurut alquran jin itu berlaku pula ketentuan sebagaimana yang diberikan
manusia. Mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Paham dan
pendirian mereka sama dengan manusia
“Dan sesungguhnya diantara kami (jin) ada yang taat dan ada pula yang
menyimpang dari kebenaran. Barang siapa yang taat, maka mereka itu benar-
benar telah memilih jalan yang lurus.” (Al-Jin (72) : 14 )
Sedangkan setan adalah makhlik Allah yang durhaka dan selalu berusaha
untuk menjerumuskan manusia kepeada kesesatan dan kejahatan. Di dalam
Alquran Allah berfirman:
“iblis menjawab : “Demi kekuasaan engkau, aku akan menyesatkan mereka
semuanya.” (Shaad (38) : 82 )
Berebeda dengan malaikat yang mendorong manusia berbuat baik, kerja
setan adalah menyesatkan manusia. Kalau ada gerak di hati seseorang untuk
berbuat jahat, itu tandanya manusia tersrebut mendapat bisikan setan. Jika ia
ingin berbuat baik, itu indikasi bahwa malaikat berhasil menyampaikan
bisikannya pada manusia yang bersangkutan.
Gerak hati untuk melakukan perbuatan jahat atau gerak hati untuk berbuat
baik dlam diri seseorang ditimbang oleh akalnya. Akallah yang akan member
keputusan. Keputusan akan menimbulkan kehendak pada diri manusia yang
bersangkutan. Kehendak itu bebas memilih mana yang akan dilakukan.
Menurut ajaran Islam, setiap manusia mempunyai kecenderungan untuk
berbuat baik dan atau berbuat jahat. Kecenderungan berbuat baik dikembangkan
oleh malaikat dan kecenderungan berbuat jahat dimanfaatkan oleh setan
dengan tipu daya. Itulah sebabnya akal manusia yang mempertimbangkan kedua
kecenderungan itu perlu diisi dengan iman kepada wahyu yang sengaja
diturunkan Tuhan untuk menjadi pedoman hidup manusia.10
D. Kitab – Kitab Allah Sebelum Al-Qur’an Dan Al-Qur’an Kitab Allah Yang
Terakhir
10
[Link]
dan-hikmahnya?page=6
8
Allah SWT mewahyukan empat kitab kepada para rasul-Nya, yaitunya antara lain:
1. Kitab Zabur
Kitab Zabur adalah kitab yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Daud
a.s. Nabi Daud menggunakan kitab Zabur untuk memutus berbagai perkara orang
-orang Yahudi. Menurut Imam Qurtubi, sebagaimana dikutip dalam Tafsir Quran
Kemenag, kitab Zabur tidak berisi hukum-hukum perkara seperti Taurat. Kitab
Zabur terdiri dari 150 surah yang berisi nasihat-nasihat, hikmah, pujian, dan
sanjungan kepada Allah Swt.
Kitab Zabur Juga ada yang menyebut Mazmur maupun Paska. Diturunkan
kepada Nabi Dawud AS (=David) pada abad ke 10 SM untuk Bani Israil dan
berbahasa Qibthi.
Zabur diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Daud AS. Hal ini sebagaimana kalam-
Nya dalam Surat Al-Isra ayat 55,
11
[Link]
9
2. Kitab Taurat
Kitab Taurat adalah kitab yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi
Musa a.s. .Taurat merupakan petunjuk bagi Nabi Musa a.s. dan nabi-nabi dari Bani
Israil sesudahnya, sampai kepada Nabi Isa a.s. Mereka disebut sebagai nabi-nabi
yang telah menyerahkan diri kepada Allah dengan penuh keikhlasan. Kitab
Taurat diturunkan sebagai pedoman bagi Bani Israil, yang kemudian disebut
sebagai bangsa Yahudi.
Ada yang menyebutnya Thoret atau Thora. Diturunkan kepada Nabi Musa
AS (=Moses) abad ke 15 SM untuk Bani Israil dan berbahasa Ibrani sebagai
petunjuk dan pedoman bagi Bani Israil. Sebagaimana firman Allah SWT dalam
Surat Al-Isra ayat 2,
dan-hikmahnya?page=6
10
3. Larangan menyebut Nama Allah SWT. Dengan sia-sia.
4. Perintah mensucikan hari Sabtu.
5. Perintah menghormati ayah dan ibu.
6. Larangan membunuh sesama manusia.
7. Larangan berbuat zina.
8. Larangan mencuri.
9. Larangan menjadi saksi palsu.
10. Larangan mengambil istri orang lain.
3. Kitab Injil
Allah SWT mewahyukan Injil kepada Nabi Isa AS untuk menjadi petunjuk dan
pengajaran bagi Bani Israil yang menganut Nasrani. Ini sebagaimana termaktub
dalam firman-Nya pada Surat Al-Maidah ayat 46,
Artinya: "Kami meneruskan jejak mereka (para nabi Bani Israil) dengan
(mengutus) Isa putra Maryam yang membenarkan apa (kitab suci) yang
sebelumnya, yaitu Taurat. Kami menurunkan Injil kepadanya (yang) di dalamnya
terdapat petunjuk dan cahaya; yang membenarkan kitab suci yang sebelumnya,
yaitu Taurat; dan menjadi petunjuk serta pengajaran bagi orang-orang yang
bertakwa."
Injil disebutkan memuat isi pokok, meliputi; perintah untuk kembali kepada
tauhid yang murni, membenarkan keberadaan Taurat, serta ajaran untuk hidup
dengan zuhud dan menjauhi sifat tamak terhadap dunia.
Kandungan kitab Injil:
a. Seruan tauhid kepada Allah SWT.
b. Ajaran hidup zuhud dan menjauhi kerusakan terhadap dunia.
c. Merevisi sebagian hukum Taurat yang sudah tidak sesuai.
11
d. Berita tentang akan datangnya Nabi akhir zaman bernama Ahmad atau
Muhammad
4. Kitab Al-Qur'an
Kitab terakhir adalah Al-Qur'an. Allah SWT mewahyukan Al-Qur'an kepada
Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup bagi umat Islam dan seluruh
manusia. Diturunkannya Al-Qur'an juga sebagai penyempurna dan
membenarkan kitab-kitab Allah SWT yang sebelumnya.
Ini sebagaimana kalam Allah SWT dalam Surat Ali Imran ayat 3,
E. Cara Beriman Kepada Al-Qur’an Dan Kepada Kitab – Kitab Allah Sebelum Al
-Qur’an
12
b. Meyakini bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi SAW
c. Mengimani bahwa isi Al-Qur'an adalah benar dan tidak ada keraguan
sedikit pun
d. Menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk dan pedoman hidup
e. Mempelajari serta memahami isi kandungan Al-Qur'an
f. Mengamalkan isi dan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan
Perbedaan cara beriman kepada kitab-kitab Allah selain Al-Qur'an dan kepada Al
12
-Qur'an itu disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
a. Masa berlaku kitab-kitab suci sebelum Al-Qur'an telah habis.
b. Kitab-kitab sebelum Al-Qur'an terbatas pada satu umat saja, yakni umat
yang hidup pada masa dan wilayah tertentu. Misalnya kitab Taurat untuk
umat Nabi Musa a.s., atau kaum Bani Israil.
c. Kandungan pokok dari kitab-kitab sebelum Al-Qur'an telah termuat dalam
Al-Qur'an. Oleh karena itu, jika kamu dapat mengamalkan isi kandungan Al-
Qur'an secara sempurna berarti kamu juga telah mengamalkan isi pokok
kitab-kitab Allah selain Al-Qur'an.
12
[Link]/2013/04/[Link]
13
[Link]
diturunkan-sebagai-petunjuk-dan-pedoman-hidup
13
a) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia
Al-Quran adalah kitab yang berisi petunjuk, perubahan dan cahaya
dari Allah Ta’ala.
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al-A'raf ayat 52,
َ ﺣَﻤًﺔ ِّﻟَﻘْﻮٍم ُّﻳْﺆِﻣُﻨْﻮ
ن ْ ﻫًﺪى َّوَر
ُ ﻢ
ٍ ﻋْﻠ
ِ ﻋٰﻠﻰ
َ ﺼْﻠٰﻨُﻪ
َّ ﺐ َﻓ
ٍ ﻢ ِﺑِﻜٰﺘ
ْ ﺟْﺌٰﻨُﻬ
ِ َوَﻟَﻘْﺪ
Artinya: Sungguh, Kami telah mendatangkan Kitab (Al-Qur'an) kepada
mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk
dan rahmat bagi orang-orang yang beriman
Al-quran sebagai cahaya yang memberikan perubahan dan membawa manusia
keluar dari kegelapan menjadi cahaya yang terang benderang.14
14
[Link]
diturunkan-sebagai-petunjuk-dan-pedoman-hidup
14
Suciyandhani, Sopan Sopian Juli Julaiha, 2023).
e) Al-Quran sebagai mukjizat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam15
Ini menjadi bukti kebenaran Al-Quran. Al-Quran juga memiliki mukjizat
terkait gaya bahasa dan uslubnya yang luar biasa, pemberitaan gaib, serta
pengungkapan peristiwa-peristiwa yang tersembunyi. Keahlian masyarakat
Arab yang terkenal pada masa itu dalam bidang bahasa dan sastra yang
menjadikan mereka istimewa, syair-syair yang diciptakan indah dan sangat
dinikmati oleh masyarakat luas. Namun, keindahan dan gaya bahasa yang ada
di dalam Al-Quran jauh lebih indah, karena keindahannya bahkan tidak dapat
ditiru oleh para sastrawan dan penyair Arab, karena Al-Quran memiliki
kekhasan dan keistimewaan yang tidak dapat ditiru oleh siapapun (Abadi &
Malang, 2022). Allah Ta’ala memberikan tantangan kepada bangsa Arab pada
masa itu untuk membuat yang serupa dengan Al-Quran, ini dikemukakan
dalam tantangan yang sifatnya bertahap, yakni: ( Al-Qaththan, 2016)
1) Menantang siapapun yang meragukan Al-Quran untuk membuat semisal
dengan Al-Quran
2) Menantang siapapun untuk membuat sepuluh surah semacam Al-Quran
3) Menantang siapapun untuk membuat satu surah saja semacam Al-Quran16
15
Ibid
16
[Link]
15
Ada beberapa garis besar isi kandungan Al-Qur'an diantaranya :
1. Aqidah (Keimanan)
2. Ibadah
3. Akhlaq
Al-Qur'an juga berisi janji-janji Allah swt bagi mereka yang beriman dan
beramal shaleh, serta ancaman bagi mereka yang ingkar. Pamuji menekankan
16
bahwa janji dan ancaman ini adalah motivasi agar manusia senantiasa berada
di jalan yang lurus dan menghindari perbuatan dosa.
7. Ilmu Pengetahuan
Selain aspek-aspek di atas, Ustadz Ahmad Pamuji juga menyoroti bahwa Al-
Qur'an memuat banyak ayat yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Al-
Qur'an mendorong umat Islam untuk mencari ilmu dan mengembangkan
17
pengetahuan demi kemajuan peradaban.
Nabi adalah seseorang yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT untuk
dirinya sendiri, sehingga tanpa ada kewajiban baginya untuk menyampaikan
wahyu tersebut kepada orang lain.
Berdasarkan Ensiklopedi Islam Indonesia, telah menjelaskan bahwa Nabi
(jamaknya anbiya’ atau nabiyyun), yang merujuk pada bahasa Arab berarti “orang
yang memberitakan atau menyampaikan berita”.18 Dalam sejarah kamus,
dijelaskan pula bahwa an-Nabiy itu berarti “orang yang menyampaikan berita
dari Allah Ta’ala tentang keesaan-Nya, menjelaskan masalah-masalah yang gaib,
dan memberitahukan bahwa dirinya adalah seorang nabi”. Perlu diketahui bahwa
seorang dapat dikatakan sebagai Nabi sebab memiliki derajat yang tinggi di
hadapan manusia lainnya.
Rasul adalah seseorang yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT, tidak
hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga harus disampaikan kepada umatnya.
Maka dari itu, terdapat pernyataan bahwa “Nabi itu belum tentu Rasul,
sedangkan Rasul sudah pasti adalah seorang Nabi.”
Dalam sejarah agama Islam, rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT adalah
Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, apabila setelah Nabi Muhammad SAW
wafat, lalu ada seseorang yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang Rasul,
maka umat dapat melakukan penolakan dan menganggap orang tersebut
sebagai orang yang merusak agama.
17
Ibid
18
Sabiq, Sayid, Aqidah Islam, Bandung: CV. Diponegoro, 1996
17
Berdasarkan Ensiklopedi Islam Indonesia mengatakan bahwa Rasul (jamaknya
adalah Rusul), itu berarti “utusan” atau “duta”. Apabila dalam Al-Quran, sering
menyebutnya sebagai al-mursalun (orang-orang yang dikirim) sebagai seorang
utusan Tuhan yang mengajarkan agama atau wahyu yang baru.
19
[Link]
0PufF4Rb_mpVLNzfpaNzjAbkPMnV-ADe6sdh
18
sebelumnya
20
Ibid
19
Kedua telapak tangannya mengeluarkan
sinar yang sangat terang, sehingga dapat
menyilaukan pandangan mata
20
Artinya: Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki
di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan
adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
2. Hadis Nabi yang diriwayatkan Muslim, saat Rasul melaksanakan haji wada’
(perpisahan). “Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan datang
sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan lahir. Karena itu, wahai
manusia, berpikirlah dengan baik dan pahamilah kata-kata yang
kusampaikan kepadamu. Aku tinggalkan dua hal: Alquran dan sunah,
contoh-contoh dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan
pernah tersesat.”
3. Rasulullah SAW menjelaskan: “Suku Israel dipimpim oleh Nabi-nabi. Jika
seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi
tidak ada nabi yang akan datang sesudahku; hanya para kalifah yang akan
menjadi penerusku (Bukhari, Kitab al-Manaqib).
4. Abu Dawud dan yang lain dalam hadis Thauban At-Thawil, bersabda Nabi
Muhammad SAW: “Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya
mengaku nabi, dan saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi
setelahku.”21
Masih banyak lagi hadis yang menjelaskan tentang Rasulullah SAW adalah
nabi dan rasul terakhir. Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat 40 surah al-Ahzab
menyatakan, Isa adalah nabi dan rasul terakhir dari bani Israel.
Rasulullah SAW, memiliki berbagai macam julukan dan nama. Diantaranya
Ahmad, Muhammad, Musthafa, Thoha, dan lainnya. “Saya Muhammad, Saya
Ahmad, Saya Pembersih dan kekafiran harus dihapuskan melalui aku; Saya
Pengumpul, Manusia harus berkumpul pada hari kiamat yang datang sesudahku.
(Dengan kata lain, Kiamat adalah satu-satunya yang akan datang sesudahku);
dan saya adalah Yang Terakhir dalam arti tidak ada nabi yang datang sesudahku”.
(HR Bukhari dan Muslim, Kitab al-Fada’il).
Tanda-tanda kenabian dan kerasulan Muhammad SAW juga diungkapkan
Waraqah bin Naufal, saudara sepupu Khadijah RA, Waraqah adalah pemeluk
beragama Nasrani.
21
[Link]
21
Benar sekali bahwa Waraqah bin Naufal, kakak sepupu Khadijah sebagai orang
Kristen, namun Kristen yang masih mengikuti millah Ibrahim yang hanif.
Tapi, pengakuan Waraqah tentang kenabian Nabi SAW perlu dilihat dengan
kritis. Setelah berbicara tentang sosok Jibril yang datang kepada Nabi SAW di
Gua Hira’, Waraqah menyatakan: ”Jika itu benar wahai Khadijah, berarti
22
Muhammad adalah ‘Nabi umat
ini’. Dan aku sudah tahu bahwa dia adalah seorang nabi yang ditunggu-
tunggu (nabiyyun yuntazhar) oleh umat ini. Ini adalah masanya.” (Ibnu Hisyam, al
-Sirah al-Nabawiyyah, 1988, 1: 228).
Bahkan, dia menambahkan, ”Seandainya aku ketika itu saat Nabi SAW dimusuhi
oleh kaumnya dan dikeluarkan dari Makkah dalam keadaan kuat (sehat dan
kokoh) dan masih hidup, niscaya aku akan menolongmu sekuat tenagaku.” (Ibnu
Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah, 1998, 3: 6).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Malaikat merupakan kekuatan-kekuatan yang patuh dan tunduk terhadap
perintah-perintah Allah. Malaikat merupakan perantara Allah dalam
menyampaikan wahyu-Nya kepada Rasulullah.
Tidak ada seorang pun manusia yang mengetahui berapa banyak jumlah
Malaikat yang ada. Namun manusia wajib mengetahui sepuluh Malaikat beserta
tugas tugasnya yang telah Allah tentukan.
Malaikat memiliki sifat yang berbeda dengan manusia. Manusia memang
diciptakan sempurna oleh Allah, akan tetapi Malaikat lebih patuh dan tunduk
kepada Allah dibanding manusia.
Beriman kepada Malaikat kita harus yakin tanpa ada keraguan, karena itu
merupakan salah satu rukun agar sempurnanya agama dan keyakinan kita.
Setelah kita beriman kepada Malaikat ada baiknya kita menerapkan dengan baik
22
[Link]
22
dan benar bagaimana saja perilaku beriman kepada Malaikat dalam kehidupan
kita.
B. Saran
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang
kami miliki masih sangat kurang. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan
kritik dari pembaca yang bersifat membangun untuk menyempurnakan makalah
ini.
DAFTAR PUSTAKA
23
[Link]
bagi-manusia-diturunkan-sebagai-petunjuk-dan-pedoman-hidup
[Link]
rasul/?srsltid=AfmBOoo6vS57p9CAYtM-0PufF4Rb_mpVLNzfpaNzjAbkPMnV-
ADe6sdh
[Link]
pengakuan-nasrani/
[Link]
[Link]
Miftah Fardih dan Agus Syihabuddin, Al-Quran Sumber Hukum Islam Yang
Pertama, PUSTAKA Bandung, cet.1 th.1989.
Al-Qathtan, Manna’, Mabahits fi Ulum al-Quran, Muasasah ar-Risalah
Beirut, [Link].1976.
[Link]/2013/04/makalah-iman-kepada-kitab
-[Link]
[Link]
allah-dalil-cara-macam-dan-hikmahnya?page=6
24