0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan77 halaman

Keberagaman Budaya di Indonesia

Dokumen ini membahas tentang keberagaman di Indonesia, termasuk pengertian, penyebab, dan manfaatnya. Berbagai aktivitas untuk mengenalkan keberagaman kepada peserta didik juga dijelaskan, seperti dialog interaktif dan kunjungan ke tempat ibadah. Selain itu, semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' diuraikan sebagai simbol persatuan dalam keragaman budaya, agama, dan etnis di Indonesia.

Diunggah oleh

Wini Audini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan77 halaman

Keberagaman Budaya di Indonesia

Dokumen ini membahas tentang keberagaman di Indonesia, termasuk pengertian, penyebab, dan manfaatnya. Berbagai aktivitas untuk mengenalkan keberagaman kepada peserta didik juga dijelaskan, seperti dialog interaktif dan kunjungan ke tempat ibadah. Selain itu, semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' diuraikan sebagai simbol persatuan dalam keragaman budaya, agama, dan etnis di Indonesia.

Diunggah oleh

Wini Audini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Aktivitas 1 Mengenalkan Pengertian dan Penyebab Keberagaman di Indonesia kepada Peserta

Didik.

Aktivitas 2 Mengajak Peserta Didik untuk Membuka Wawasan tentang Keberagaman yang
Tumbuh di Masyarakat Indonesia

Aktivitas 3 Menumbuhkan Sikap Toleran terhadap Keberagaman di Kalangan Peserta Didik

Aktivitas 4 Melakukan Dialog Interaktif dengan Budayawan Setempat (Narasumber Tamu)

Aktivitas 5 Melakukan Kunjungan ke Tempat Ibadah Sesuai dengan Agama yang Dianut

Aktivitas 6 Mengobservasi Tradisi dan Adat Istiadat Daerah Setempat

Aktivitas 7 Mengobservasi Keberagaman Kesenian Daerah Setempat

Aktivitas 8 Menemukan dan Menuliskan Keberagaman yang Paling Berkesan dalam Bentuk
Laporan Hasil Observasi yang Disertai dengan Foto Kegiatan

Aktivitas 9 Menanggapi Keberagaman yang Terjadi di Indonesia

Aktivitas 10 Mengamati Keberagaman di Lingkungan Terdekatmu

Aktivitas 11 Melatih Dirimu untuk Mampu Bertoleransi dalam Keberagaman

Aktivitas 12 Mengukur Seberapa Besar Aku Menghargai Perbedaan dalam Keberagaman

Aktivitas 13 Menumbuhkan Budaya Toleransi di Lingkungan Sekolah

Seni daerah terbagi atas tujuh bentuk, yaitu seni bangunan, seni patung, seni rias, seni olahraga,
seni musik, seni sastra Indonesia, dan seni drama.
TEMA TOPIK
1. Kewirausahaan (Peluang Usaha Membuat Ekstrak (Saripati) Jahe
dan Kunyit)
2. Bangunlah Jiwa dan Raganya (Mari Berkarya, Menentang Perundungan)
3. Bhinneka Tunggal Ika (Mengenal Keberagaman Masyarakat Indonesia)
4. Kearifan Lokal (Membatik Tanpa Limbah Berbahaya)
5. Gaya Hidup Berkelanjutan (Pemanfaatan Lahan Kosong untuk budi daya
Sayuran Microgreens)

zat yang dihasilkan dari proses pengambilan atau pemisahan senyawa tertentu dari bahan baku
dengan menggunakan metode tertentu

Intrakurikuler adalah bagian dari kurikulum resmi dan kokurikuler melengkapi kurikulum dengan
terintegrasi dalam kegiatan sekolah. Sementara itu, ekstrakurikuler adalah kegiatan yang
berlangsung di luar kurikulum dan lebih berfokus pada pengembangan pribadi dan hobi siswa.

Apa Semboyan (Moto) Bangsa Indonesia? Arti Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar untuk
mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia yang dijelaskan oleh Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan sebagai semboyan bangsa Indonesia. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika tersebut berasal
dari kata (frasa) dalam Kakawin Sutasoma (syair bahasa Jawa Kuno)/buku atau kitab Sutasoma,
karangan Mpu Tantular yang memiliki arti ‘berbeda-beda tetapi tetap satu jua’.

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari kata bhinneka dengan arti “beraneka
ragam”, tunggal berarti “satu”, dan ika berarti “itu.” Apabila mengacu kepada arti secara harfiahnya,
semboyan bangsa Indonesia itu secara keseluruhan berarti “berbeda-beda, tetapi satu juga”.
Bhineka Tunggal Ika tertulis pada lambang negara kita yaitu Burung garuda posisinya dimana ?
letak atau posisinya tertulis pada pita burung garuda

Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan negara Indonesia, yang tertulis pada pita burung Garuda
Pancasila. Secara konstitusional, semboyan negara diatur dalam pasal 36A Undang-Undang Dasar
(UUD) 1945, yakni “Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal
Ika”.

Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang
negara Indonesia, Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah
“Berbeda-beda, tetapi tetap satu”.

Diterjemahkan per kata, kata bhinnêka berarti “beraneka ragam” dan terdiri atas
kata bhinna dan ika, yang digabung. Kata tunggal berarti “satu”. Kata ika berarti “itu”. Secara
harfiah, Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan “Beraneka Satu Itu”, yang bermakna meskipun
beranekaragam tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini
digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan
kepercayaan.

Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuno yaitu kakawin Sutasoma, karangan
Mpu Tantular semasa Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14, di bawah pemerintahan Raja
Rājasanagara, yang juga dikenal sebagai Hayam Wuruk. Kakawin ini istimewa karena mengajarkan
toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha.

Keberagaman dan Contoh Bhineka Tunggal Ika


Dalam kehidupan sehari-hari, ada berbagai keragaman yang membuat masyarakat bisa bersatu dan
kompak. Mengutip buku Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika yang diterbitkan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada berbagai macam keberagaman, yaitu:

1. Keberagaman Suku/etnis/etnik (sekelompok masyarakat yang tinggal di daerah tertentu dengan


memiliki keunikan tersendiri sesuai dari adat istiadat serta kebudayaan yang berlaku di daerah
tersebut)

10 Suku Terbesar di Indonesia : Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Batak, Suku Madura, Bugis, Betawi,
Minang, Melayu, Sumatera Selatan, Sulawesi selatan

Contoh suku di Indonesia garis keturunan ayah (paternalistik) adalah suku Jawa dan suku Batak. Suku
yang mengikuti garis maternalistik (ibu/perempuan) contohnya Suku Minangkabau.

2. Keberagaman Agama

Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan dasar dan ideologi negara. Di Indonesia, agama
berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Negara memberikan jaminan untuk beribadah
sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Jaminan beragama ada di pasal 29 ayat (2) UUD
negara RI tahun 1945. Di Indonesia ada 6 agama resmi yang diakui Pemerintah yaitu Islam (Masjid),
Kristen (Gereja), Katolik (Gereja/Kapel), Hindu (Pura/Sangga), Budha (Wihara), dan Konghucu.
3. Keberagaman Ras

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ras adalah goolongan bangsa berdasarkan ciri-ciri
fisik, dan rumpun bangsa. Ras dikelompokan dari bentuk badan, muka, hidung, dan warna kulit.
Contoh ras di Indonesia adalah ras Mongoloid, di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat,
Kalimantan, dan Sulawesi. Ras Melanesoid banyak tinggal daerah Papua, Maluku, dan Nusa
Tenggara Timur. Selain itu di Indonesia ada keturunan ras Ras Asiatic Mongoloid seperti orang-orang
Tionghoa, Jepang, dan Korea.

4. Keberagaman Antargolongan

Golongan merupakan kelompok dalam masyarakat yang beragam. Dalam sosiologi dikenal istilah
Stratifikasi Sosial. Istilah ini adalah pengelompokan masyarakat dalam kelas-kelas sosial tertentu.
Meski terjadi keberagaman antar golongan, adanya semboyan negara dapat menorong kerukunan,
persatuan dan kesatuan bangsa. Keberagaman antargolongan bisa menumbuhkan kesadaran bagi
setiap warga negara. Contoh keberagaman golongan adalah bantuan perusahaan memberi bantuan
pada pengusaha kecil yang terdampak Covid-19. Kelompok mahasiswa memberikan buku gratis dan
ilmu pada anak yatim piatu.

5. Integrasi Nasional

Identitas nasional merupakan suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa. Dalam jurnal Bhinneka
Tunggal Ika Sebagai Benteng terhadap Risiko Keberagaman Bangsa Indonesia yang diterbitkan
Institut Agama Islam Negeri Kudus, identitas nasional sebagai wujud usaha mempersatukan
keberagaman serta pencegahan konflik.

Bentuk Identitas Nasional dalam Bhineka Tunggal Ika

 Ideologi negara adalah Pancasila.

 Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia.

 Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya.

 Semboyan negara adalah Bhinneka Tunggal Ika.

 Bendera negara adalah Sang Merah Putih.

 Hukum dasar negara (konstitusi) adalah UUD 1945.

 Bentuk negara dan pemerintahan adalah Republik

 Beragam kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional.


Topik Mengenal Keberagaman Masyarakat Indonesia
Aktivitas 1 Mengenalkan Pengertian dan Penyebab Keberagaman
di Indonesia kepada Peserta Didik.

 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keragaman berarti perihal beragam-ragam,


berjenis-jenis.

 Situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pengertian


keberagaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat banyak perbedaan
dalam berbagai bidang.

Jadi apa yang dimaksud dengan keberagaman adalah suatu keadaan dimana terdapat perbedaan
dalam berbagai bidang yang ada dalam lingkungan masyarakat, baik perbedaan dalam hal suku
bangsa, ras, agama, keyakinan, ideologi politik, sosial budaya, ekonomi dan lainnya.

Keragaman dalam masyarakat adalah sebuah keadaan yang menunjukkan perbedaan yang cukup
banyak macam atau jenisnya dalam masyarakat.

Penyebab Keberagaman di Indonesia


Nah, berikut adalah faktor penyebab Indonesia memiliki keberagaman dalam kehidupan
bermasyarakatnya, yakni:

1. Letak Geografis

Letak geografis ini berkaitan dengan kondisi negara kepulauan, yang berjumlah sekitar 17.000 dan
setiap pulaunya memiliki suku bangsa berbeda-beda. Hal tersebut juga menjadikan Indonesia
memiliki letak yang strategis, sehingga tak jarang pula dijadikan WNA (Warga Negara Asing) untuk
memohon naturalisasi sebagai WNI (Warga Negara Indonesia).

2. Perbedaan Kondisi Alam

Melihat keberagaman letak geografis di Indonesia, pasti akan beragam pula kondisi alamnya.
Perbedaan kondisi alam ini berkaitan dengan perbedaan musim antar daerah dan perbedaan kondisi
alam yang berupa pantai serta pegunungan. Dari hal tersebut maka kebutuhan masyarakat, mata
pencaharian, dan hasil sumber daya alam juga akan turut beragam.

Perbedaan kondisi alam ini juga mempengaruhi keberagaman penggunaan transportasi dan sistem
komunikasi di dalam kehidupan bermasyarakatnya. Misalnya, untuk masyarakat yang tinggal dengan
kondisi alam pantai, umumnya mereka akan menggunakan transportasi laut.

3. Pengaruh Kebudayaan Asing

Kebudayaan asing yang mempengaruhi bangsa Indonesia terutama pada era digital seperti saat ini
juga turut menjadi faktor penyebab dari keberagaman masyarakatnya. Biasanya, kebudayaan asing
yang masuk ke Indonesia ini memiliki ciri khas yang berbeda, sehingga masyarakat harus pandai
untuk memilahnya. Tak jarang pula akan terjadi proses akulturasi atau percampuran antara unsur
budaya asing dengan budaya Indonesia. Contohnya seni sastra yang banyak terinspirasi oleh sastra
Ramayana dan Mahabarata yang berasal dari Indonesia (kebudayaan Hindu).
Apalagi, masyarakat pada zaman sekarang sudah sangat menerima terhadap perubahan yang ada
yang mana mencakup pada segala bidang kehidupan. Sehingga akulturasi hingga mencapai hasil
yang beragam juga turut menjadi faktor penyebab keberagaman di Indonesia.

Tabel Keberagaman Agama di Indonesia

NO AGAMA KITAB SUCI NAMA NABI/PEMBAWA HARI BESAR TEMPAT IBADAH

1 ISLAM AL-QUR’AN NABI MUHAMMAD SAW IDUL FITRI, IDUL ADHA, TAHUN MASJID/MESJID
BARU ISLAM, ISRA MI’RAJ

2 KATOLIK AL-KITAB YESUS KRISTUS NATAL, JUM’AT AGUNG, GEREJA


KENAIKAN ISA AL-MASIH,
PASKAH

3 KRISTEN AL-KITAB YESUS KRISTUS NATAL, JUM’AT AGUNG, GEREJA


KENAIKAN ISA AL-MASIH,
PASKAH

4 HINDU WEDA NYEPI, SARASWATI, PAGERWESI, PURA


KUNINGAN, GALUNGAN

5 BUDHA TRIPITAKA SHIDARTHA GAUTAMA WAISAK, ASADHA, KATHINA VIHARA

6 KONGHUCU SHI SHU, KONG HU CHU IMLEK, CAP GO MEH KLENTENG/LI TANG
WHU CHING

Manfaat dan Tujuan Keberagaman

Mengapa keberagaman budaya merupakan salah satu aset yang dapat dimanfaatkan untuk
menyejahterakan masyarakat Indonesia?

1. Jadi Identitas Negara

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia.

Adanya ribuan pulau menjadi alasan munculnya keanekaragaman budaya dari setiap daerah di
Indonesia.

Hal ini menjadi identitas bagi bangsa Indonesia sehingga ketika ada yang menanyakan negara mana
yang kaya akan kebudayaan kita sudah tahu dengan pasti jawabannya: Indonesia.

2. Membentuk Masyarakat yang Toleran Antar Sesama

Kemana pun kita mengunjungi suatu daerah di Indonesia, kita pasti tidak hanya akan menemukan
masyarakat adat di daerah itu.

Ada juga pendatang yang akhirnya menetap di daerah tersebut atau sekedar datang untuk
berwisata. Kebanyakan orang Indonesia terbiasa dengan kehadiran orang luar daerah yang memiliki
budaya serta bahasa yang berbeda.

Perbedaan budaya, ras, ras, dan hal lainnya tampaknya tidak mempengaruhi keadaan penduduk
Indonesia, karena kita semua adalah warga negara Indonesia.
Toleransi yang tinggi dirasakan masyarakat Indonesia, khususnya di kota-kota besar. Keragaman
adalah kekuatan pendorong toleransi di antara masyarakat.

3. Menarik Wisatawan

Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing. Bahkan di suatu daerah.

Kita dapat menemukan orang-orang yang berbicara dengan bahasa yang sangat berbeda dan
memiliki latar belakang sejarah yang berbeda. Umumnya setiap budaya memiliki peninggalan
sejarahnya masing-masing.

Tentunya situs sejarah ini akan sangat bermanfaat bagi kawasan tersebut untuk dijadikan objek
wisata seperti museum, monumen dan tempat wisata lainnya.

Disadari atau tidak, wisatawan yang berkunjung ke Indonesia bukan hanya karena kekayaan alamnya
yang indah, tetapi juga karena Indonesia memiliki kekayaan budaya yang tidak dapat kita temukan di
negara lain.

Turis asing dikejutkan dengan banyaknya budaya yang ada di negara kita, budaya tersebut begitu
kuat seperti yang ada di Bali. Setiap tahun jutaan turis asing memilih tempat-tempat ini sebagai
destinasi, tidak hanya untuk berwisata, tapi juga untuk menambah pengetahuan.

4. Aneka Budaya Membuat Masyarakat Kaya Akan Pengetahuan

Budaya bisa berbentuk bahasa, pakaian, tari, masakan, rumah adat, bahkan mitologi dan
kepercayaan yang berbeda.

Meskipun tinggap dinegara yang sama, kadang kita juga penasaran akan budaya masyarakat di
berbagai daerah lain.

Hal ini membuat masyarakat Indonesia kaya akan pengetahuan tentang daerah sekitarnya.

5. Manfaat Keberagaman Sebagai Peluang Usaha Daerah Setempat

Manfaat yang kaya dari keanekaragaman budaya yang kita miliki dapat memberikan peluang bagi
masyarakat.

Misalnya, pengrajin tenun atau pengrajin daerah bisa menjual hasil karyanya dan mengembangkan
usahanya sesuai dengan budayanya sendiri.

Bisnis paling menjanjikan lainnya adalah dari segi kuliner. Kita bisa merasakan semua jenis masakan
berbeda yang ditemukan di Indonesia.

Contoh Keberagaman

Berbagai penerapan mengenai keberagaman di Indonesia sangatlah lumrah kita temui. Berikut
merupakan contoh keberagaman yang ada di Indonesia :

1. Keberagaman Wilayah dan Lingkungan

Indonesia memiliki 34 Provinsi yang di dalamnya terdapat kabupaten dan kota. Setiap daerah
memiliki ciri khas wilayahnya masing-masing. Bisa berupa flora, fauna, ataupun kondisi lingkungan.

Misalnya, daerah Malang, Jawa Timur terkenal dengan daerah pegunungan. Salah satunya adalah
Gunung Bromo.
Begitu juga dengan daerah yang menjadi tempat kita tinggal, pasti memiliki ciri khas yang menjadi
ikon tersendiri.

2. Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya

Indonesia tercatat memiliki sebanyak ± 1.128 suku yang tersebar dari sabang sampai merauke.

Keberagaman suku diantaranya seperti adanya Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Melayu, Suku Bugis,
Suku Batak, dsb Masing-masing dari suku ini memiliki budaya yang berbeda.

Mungkin bisa terlihat dari bahasa, makanan, kesenian, dan masih banyak lagi.

3. Keberagaman Agama

Sama seperti suku dan budaya, setiap orang juga memiliki agama yang berbeda-beda.

Di Indonesia sendiri ada enam agama yang secara sah diakui, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu,
Buddha, dan Konghucu. Berbeda agama tentunya juga memiliki cara ibadah yang berbeda-beda.

Demikianlah pembahasan mengenai apa yang dimaksud dengan keberagaman, semoga dapat
menambah wawasan serta manfaat bagi kalian semua.

Contoh Keberagaman
Keragaman Etnis

Budaya nasional Indonesia ditandai dengan adanya keragaman etnis yang begitu kaya. Indonesia
terdiri dari lebih dari 300 etnis yang tersebar di berbagai pulau. Setiap etnis juga memiliki keunikan
dan kekhasan dalam budayanya. Contohnya, suku Jawa memiliki budaya yang berbeda dengan suku
Bali. Begitu juga dengan suku Batak, suku Minangkabau, suku Dayak, dan masih banyak lagi.

Keragaman etnis ini membuat Indonesia menjadi negara yang multikultural, dimana masyarakat
Indonesia hidup dengan rukun dan damai meskipun berbeda etnis. Setiap suku juga memiliki ciri
khas budaya yang sangat beragam, baik dalam hal bahasa, tradisi, adat istiadat, dan seni.
Keanekaragaman Bahasa

Bahasa merupakan salah satu aspek yang penting dalam budaya nasional Indonesia. Indonesia
memiliki lebih dari 700 bahasa daerah yang berbeda. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara
digunakan sebagai bahasa komunikasi yang digunakan di seluruh wilayah Indonesia.

Keanekaragaman bahasa ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya dengan bahasa-bahasa
lokal yang masih digunakan hingga saat ini. Bahasa daerah tersebut dipertahankan dan dijadikan
sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.

Adat Istiadat

Adat istiadat adalah salah satu ciri budaya nasional Indonesia yang sangat kaya. Setiap suku di
Indonesia memiliki adat istiadat yang berbeda-beda. Adat istiadat ini mencakup berbagai ritual,
upacara, dan peninggalan budaya nenek moyang yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Contoh adat istiadat yang terkenal di Indonesia adalah adat istiadat dalam pernikahan, pertunjukan
seni tradisional, upacara adat dalam kehidupan sehari-hari, dan masih banyak lagi. Adat istiadat ini
merupakan salah satu bentuk kekayaan budaya nasional Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan
agar tidak punah.

Pakaian Tradisional

Pakaian tradisional merupakan salah satu wujud dari budaya nasional Indonesia. Setiap daerah di
Indonesia memiliki pakaian tradisional yang berbeda-beda. Pakaian tradisional ini mencerminkan
keunikan dan karakteristik masyarakat setempat.
Contoh pakaian tradisional yang terkenal di Indonesia antara lain kebaya, batik, sarung, dan songket.
Pakaian tradisional ini biasanya digunakan dalam upacara adat, perayaan, atau acara budaya.
Pakaian tradisional Indonesia memiliki keindahan dan kekayaan motif serta kerajinan tangan yang
tinggi, sehingga pakaian ini menjadi salah satu ciri khas budaya nasional Indonesia yang sangat
berharga.

Makanan Khas

Makanan juga merupakan salah satu unsur penting dalam budaya nasional Indonesia. Setiap daerah
di Indonesia memiliki makanan khas yang unik dan memiliki cita rasa yang berbeda-beda. Makanan
khas ini menjadi salah satu daya tarik wisata kuliner Indonesia.

Contoh makanan khas Indonesia yang terkenal di seluruh dunia antara lain nasi goreng, rendang,
sate, gado-gado, dan masih banyak lagi. Makanan khas Indonesia ini juga menjadi salah satu ciri
budaya nasional yang mencerminkan keanekaragaman rempah-rempah dan bahan makanan yang
digunakan dalam masakan tradisional Indonesia.

Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang ciri-ciri budaya nasional Indonesia yang meliputi
keragaman etnis, keanekaragaman bahasa, adat istiadat, pakaian tradisional, dan makanan khas.
Budaya nasional Indonesia sangatlah kaya dan beragam, menjadikannya salah satu kekayaan negara
yang perlu dilestarikan dan dijaga agar tetap terjaga keberagamannya serta mendapatkan
pengakuan dunia.

Macam-Macam Keragaman Budaya Indonesia

1. Upacara Adat

Upacara adat adalah salah satu bentuk adat istiadat atau kebiasaan masyarakat tradisional yang
diduga masih mempunyai nilai-nilai relevan bagi kehidupan dan kebutuhan masyarakat sekitarnya.
Hal itu dirasa sebagai bentuk upaya manusia agar dapat berhubungan dengan arwah atau roh para
leluhur dan bentuk kesanggupan masyarakat sekitar untuk menyelaraskan diri akan alam dan
lingkungan luas.

Upacara adat dikenal sebagai salah satu warisan nenek moyang dari masing-masing daerah yang
telah dijaga dan dilestarikan secara turun-temurun. Meskipun perkembangan zaman semakin maju
dan canggih, akan tetapi upacara adat tak dilupakan oleh sebagian masyarakat, khususnya
masyarakat yang kental akan adat. Hal itu karena upacara adat dirasa mempunyai nilai filosofis dan
kekuatan tersendiri oleh sebagian masyarakat setempat.

Di Indonesia sendiri, tradisi upacara adat banyak dilakukan oleh masyarakat berbagai daerah yang
mana di tiap-tiap daerah tentu memiliki upacara adatnya masing-masing. Berikut dijelaskan secara
ringkas mengenai upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Upacara Adat di Aceh

Upacara Adat Aceh Peusijuk “Khitanan” (sumber: bjpotret)

Upacara adat di Aceh, yakni Peusijuk. Peusijuk dikenal sebagai tradisi turun-temurun yang dilakukan
oleh masyarakat Aceh sebagai perwujudan syukur atas anugerah yang diberikan oleh Allah.
Umumnya, upacara adat Peusijuk diselenggarakan saat acara kelahiran, naik haji, pernikahan, dan
sebagainya

Berbagai ilmu pengetahuan lainnya terkait masyarakat Aceh yang secara detail dan rinci
digambarkan pada buku Orang Aceh yang ada dibawah ini.
Upacara Adat di Sumatera
Upacara Adat Tabuik (sumber: infobudaya)

Upacara adat di Sumatera Utara adalah Tradisi Mangokkal Holi. Tradisi ini dikenal sebagai ritual
untuk mengambil tulang belulang leluhur masyarakat dari dalam pemakaman, kemudian disimpan
dalam peti dan diletakkan di salah satu bangunan tugu yang memang disediakan secara khusus.

Sementara upacara adat di Sumatera Barat adalah Perayaan Tabuik. Perayaan ini dilaksanakan oleh
masyarakat Pariaman (Sumatera Barat) guna memberikan peringatan meninggalkan cucu Nabi
Muhammad, yakni Hasan dan Husein.

Selanjutnya, upacara adat di Sumatera Selatan adalah Sedekah Rame. Upacara ini dilaksanakan oleh
suku Lahat dan diselenggarakan oleh para petani setempat yang berkaitan dengan kegiatan
pertanian pula.

Upacara Adat di Kepulauan Riau dan Riau


Upacara Adat Balimau Kasai (sumber: traverse)

Upacara adat di Kepulauan Riau dikenal sebagai Tepuk Tepung Tawar. Adapun maksud dan tujuan
digelarnya upacara ini guna memberikan berkah demi keselamatan dan kesejahteraan, serta
menghapus kesialan orang yang melakukan upacara adat ini.

Lalu, upacara adat di Riau dinamai sebagai upacara Balimau Kasai. Upacara adat ini dilakukan guna
menyambut bulan Ramadhan. Balimau sendiri bermakna mandi dengan air yang dicampur dengan
buah limau.

Upacara Adat Jambi

Upacara adat Jambi, yakni Upacara Besale. Upacara Besale adalah bentuk pengobatan tradisional
guna mengusir arwah atau roh jahat yang dirasa menjadi asal mula penyakit dari warga suku Anak
Dalam.

Upacara Adat Kepulauan Bangka Belitung

Upacara adat dari Kepulauan Bangka Belitung adalah Perang Ketupat. Perang Ketupat dilaksanakan
tiap 1 Muharram atau Tahun Baru Islam di pantai Tempilang, tepatnya Kabupaten Bangka Barat.

Upacara Adat Bengkulu dan Lampung

Upacara adat di Bengkulu dinamai sebagai Bakar Gunung Api. Upacara ini diselenggarakan dengan
menumpuk batok kelapa sampai menyerupai gunung, lalu membakarnya. Hal itu sebagai
perwujudan rasa syukur pada Tuhan.

Kemudian, upacara adat di lampung ialah upacara Ngebabali yang dilaksanakan oleh warga apabila
ingin membuka ladang baru, mendirikan rumah baru, serta membersihkan tempat yang dirasa
memiliki aura negatif atau ghaib.

Upacara Adat DKI Jakarta


Upacara adat di DKI Jakarta, yakni Mapas. Mapas dilaksanakan masyarakat Betawi bilamana
terdapat seorang Ibu yang baru melahirkan anak. Dalam upacara itu, para ibu diwajibkan memakan
sayur papasan agar ibu dan bayi selalu sehat.

Upacara Adat Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur

Upacara Adat Kasada (sumber: dictio)

Upacara adat Jawa Barat, yaitu Sisingaan yang dilakukan dengan metode mengarak anak sehari
sebelum dikhitan. Biasanya, upacara ini lebih sering dilaksanakan oleh masyarakat Subang.

Upacara adat di Jawa Tengah, yakni Ruwatan. Ruwatan dilakukan dengan cara meruwat
(membersihkan atau menyucikan) seseorang dari berbagai nasib buruk dan memberikan
kesejahteraan dalam hidup.

Sementara upacara di Jawa Timur disebut Kasada. Kasada adalah perayaan adat Suku Tengger yang
diselenggarakan tiap hari ke-14 pada bulan Kasada (sesuai tanggal Jawa). Metode yang dilakukan,
yaitu dengan melempar berbagai sesajen ke arah kawah Gunung Bromo.

Upacara Adat Banten, Yogyakarta, dan Bali


Upacara Adat Sekaten (sumber: jogjaland)

Upacara adat di Banten dinamai Seren Raun yang diselenggarakan sebagai perwujudan rasa syukur
kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berbagai hasil dari bidang pertanian.

Upacara adat di Yogyakarta disebut sebagai Upacara Sekaten. Upacara Sekaten diselenggarakan
guna sebagai peringatan lahirnya Nabi Muhammad yang dilaksanakannya di alun-alun Yogyakarta
dan utara Surakarta.

Upacara adat di Bali yang terkenal ialah Ngaben. Upacara Ngaben dilaksanakan dengan
mengkremasi atau membakar jenazah di Bali. Tujuan dan maksud upacara Ngaben guna mengantar
jenazah ke kehidupan selanjutnya.

Upacara Adat NTB dan NTT

Upacara adat di Nusa Tenggara Barat adalah U’a Pua. Tradisi ini berlangsung selama tujuh hari
berturut-turut serta berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad. Adapun tradisi ini
dilaksanakan dengan berbagai atraksi dari masyarakat Bima dan Mbojo.

Upacara adat Nusa Tenggara Timur adalah Pesta Adat Reba yang dilaksanakan guna menyambut
pergantian tahun. Ciri khas dari tradisi ini ialah memakan ubi secara bersama-sama dengan diiringi
musik serta tarian adat setempat.

Upacara Adat di Kalimantan


Upacara Adat Naik Dango (sumber: kumparan)

Upacara adat di Kalimantan Barat dinamai Naik Dango. Upacara adat ini memang kegiatan tahunan
yang diselenggarakan oleh masyarakat Dayak sebagai ucapan syukur pada Sang Pencipta atau
mereka menyebutnya Nek Jubata atas panen padi.

Upacara adat di Kalimantan Tengah ialah Uluh Matei yang selenggarakan guna mengantar jiwa
manusia yang sudah meninggal menuju ke daerah-daerah yang berada di langit ke tujuh.

Berikutnya, upacara adat di Kalimantan Selatan adalah Aruh Bahari yang dilaksanakan setelah
masyarakat suku Dayak Dusun Halong selesai musim panen. Kemudian, upacara adat Kalimantan
Timur ialah Dahau. Dahau dikenal sebagai tradisi pemberian nama anak dari turunan bangsawan
yang berlangsung selama satu bulan disertai dengan ritual adat.

Upacara adat Kalimantan Utara adalah Nyadar yang memang tradisi masyarakat petani garam Desa
Pinggir Papas. Umumnya, dilakukan di sekitar wilayah makam leluhur.

Upacara Adat di Sulawesi dan Gorontalo


Upacara Adat Mekiwuka (sumber: inibaru)

Upacara adat di Sulawesi Utara disebut sebagai Mekikuwa yang diselenggarakan suku Minahasa
sebagai ucapan permohonan sekaligus rasa syukur pada Tuhan. Kemudian, di Sulawesi Tengah
dikenal sebagai ritual Mora’akeke sebagai bentuk permohonan agar Tuhan mengurangi sinar
matahari. Di Sulawesi Tenggara dikenal sebagai upacara adat Posuo yang memang dilaksanakan
terkait kesucian seorang wanita.

Di Sulawesi Selatan dikenal upacara adat Mappalili yang dilaksanakan guna mengawali musim tanam
di sawah. Lalu, di Sulawesi Barat dinamai Sayyang Pattu’du yang diselenggarakan sebagai bentuk
syukur anak-anak berhasil khatam membaca Al-Qur’an. Sementara di Gorontalo terdapat upacara
adat Momondo yang bermakna terhadap pengesahan kedua calon pengantin yang hendak nikah.

Upacara Adat di Maluku dan Papua


Upacara Adat Pesta Bakar Batu (sumber: diadona)

Upacara adat di Maluku dikenal sebagai Pukul Sapu yang digelar seminggu setelah Idul Fitri atau
setiap 7 Syawal oleh para lelaki, sementara di Maluku Utara dikenal dengan Tradisi Abdau, yakni
penyambutan Idul Adha.

Upacara adat di Papua, yakni Pesta Bakar Batu yang terdiri dari 3 tahapan, di antaranya persiapan,
bakar babi, dan terakhir makan bersama. Kemudian, di Papua Barat ada Tanam Sasi, yaitu rangkaian
upacara adat kematian dengan menanam Sasi atau sejenis kayu.

12 Wisata Pusaka Budaya Nusantara


Pariwisata pusaka dapat di artikan sebagai “kegiatan wisata untuk menikmati berbagai adat istiadat
lokal, benda-benda cagar budaya dan alam beserta isinya di tempat asalnya yang bertujuan
memberikan pengetahuan dan pemahaman akan keanekaragaman budaya dan alam bagi
pengunjungnya.”

Dengan semakin berkembangnya kegiatan wisata, pariwisata pusaka menjadi semakin popular dan
banyak diminati. Indonesia sangat kaya akan potensi pariwisata pusaka. Setiap situs pariwisata
pusaka akan memiliki keunikannya, dan merupakan rekam jejak perjalanan sejarah dan budaya
bangsa Indonesia. Buku ini berisikan 12 wisata pusaka budaya Nusantara secara keseluruhan.

2. Pakaian Adat

Ilustrasi Pakaian Adat (sumber: rimbakita)

Pakaian adat adalah salah satu ciri suku tertentu di Indonesia. Umumnya, pakaian adat dipakai saat
berlangsungnya proses upacara adat, misalnya, pernikahan yang memang menerapkan adat istiadat
dari daerah tersebut.

Ragam budaya Indonesia yang satu ini tetap bertahan dan berbagai perkembangan busana atau
pakaian modern yang terbilang cepat. Bahkan, beberapa di antara generasi sekarang, banyak yang
memodifikasi pakaian adat agar terlihat trendi, meskipun dikenakan saat acara informal.

Pakaian adat Indonesia memang menjadi simbol di tiap daerahnya. Tentunya masing-masing provinsi
memiliki karakteristik baju tradisional sebagai bentuk keunikan daerah tersebut. Adapun untuk
warna dan corak dari masing-masing pakaian tradisional di Indonesia memiliki keberagaman, mulai
dari kombinasi warna cerah hingga cenderung gelap. Tak hanya itu, pakaian adat dari tiap daerah di
Indonesia juga memiliki nama tersendiri.

Nama-Nama Pakaian Adat pada Tiap-Tiap Provinsi di Indonesia

1. Provinsi Aceh, yaitu Pakaian Adat Ulee Balang

2. Provinsi Sumatera Utara, yaitu Pakaian Adat Ulos

3. Provinsi Sumatera Barat, yaitu Pakaian Adat Bundo Kanduang, Limpapeh Rumah Nan Gadang

4. Provinsi Riau, yaitu Pakaian Adat Teluk Belanga dan Kebaya Labuh

5. Kepulauan Riau, yaitu Pakaian Adat Kebaya Labuh dan Teluk Belanga

6. Provinsi Jambi, yaitu Baju Kurung Tanggung

7. Provinsi Bengkulu, yaitu Pakaian Adat Rejang Lebong

8. Provinsi Sumatera Selatan, yaitu Pakaian Adat Aesan Gede

9. Provinsi Bangka Belitung, yaitu Pakaian Adat Paksian

10. Provinsi Lampung, yaitu Pakaian Adat Tulang Bawang

11. Provinsi Banten, yaitu Pakaian Adat Pangsi

12. Provinsi Jawa Barat, yaitu Pakaian Adat Bedahan

13. Provinsi DKI Jakarta, yaitu Pakaian Adat Sadariah

14. Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kebaya

15. Provinsi DI Yogyakarta, yaitu Kebaya Kesatrian

16. Provinsi Jawa Timur, yaitu Pakaian Adat Pesa’an

17. Provinsi Bali, yaitu Pakaian Adat Payas Agung

18. Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu Pakaian Adat Rimpu

19. Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu Baju Adat Nusa Tenggara Timur

20. Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Pakaian Adat King Baba atau King Tompang

21. Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Pakaian Adat Sangkarut

22. Provinsi Kalimantan Timur, yaitu Pakaian Adat Kustin

23. Provinsi Kalimantan Utara, yaitu Pakaian Adat Ta’a dan Sapei Sapaq

24. Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu Babaju Kun Galung Pacinan

25. Provinsi Sulawesi Barat, yaitu Pakaian Adat Pattuqduq Towaine

26. Provinsi Sulawesi Utara, yaitu Pakaian Adat Laku Tepu

27. Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Pakaian Adat Nggembe

28. Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Pakaian Adat Bodo


29. Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu Pakaian Adat Babu Nggawi

30. Provinsi Gorontalo, yaitu Pakaian Adat Biliu dan Makuta

31. Provinsi Maluku, yaitu Pakaian Adat Cele

32. Provinsi Maluku Utara, yaitu Pakaian Adat Manteren Lamo dan Kimun Gia

33. Provinsi Papua Barat, yaitu Pakaian Adat Ewer

34. Provinsi Papua, yaitu Koteka dan Rok Rumbai

3. Rumah Adat Tradisional

Ilustrasi Rumah Adat (sumber: dekoruma)

Rumah adat tradisional adalah sebuah bangunan atau konstruksi yang sengaja dibangun dan dibuat
sama persis dari tiap-tiap generasinya, tanpa adanya modifikasi. Rumah adat masih dipertahankan,
baik segi kegunaan, fungsi sosial, dan budaya di balik corak atau desain bangunan tersebut.

Pada setiap rumah adat yang dimiliki oleh 34 provinsi di Indonesia, tentu memiliki ciri karakteristik
masing-masing. Rumah adat sendiri dapat digunakan sebagai tempat tinggal atau hunian suatu suku
bangsa tertentu dan bisa pula menjadi tempat yang bersejarah, serta dipakai sebagai pelaksanaan
upacara adat.

Selain itu, rumah adat di tiap-tiap provinsi di Indonesia memiliki namanya masing-masing. Berikut ini
daftar nama-nama rumah adat beserta provinsi asalnya.

Daftar Nama Rumah Adat beserta Provinsinya

No. Nama-Nama Rumah Adat Provinsi


1 Rumoh Aceh Aceh

2 Rumah Adat Bolon Sumatera Utara

3 Rumah Adat Gadang Sumatera Barat

4 Rumah Adat Melayu Selaso Jatuh Kembar Kepulauan Riau dan Riau

5 Rumah Adat Panggung Jambi

6 Rumah Adat Bubungan Lima Bengkulu

7 Rumah Adat Limas Sumatera Selatan

8 Rumah Adat Nuwou Sesat Lampung

9 Rumah Adat Gapura Candi Bentar Bali

10 Rumah Adat Kebaya DKI Jakarta

11 Rumah Adat Kesepuhan Jawa Barat

12 Rumah Adat Joglo Jawa Timur dan Jawa Tengah

13 Rumah Adat Bangsal Kencono DI Yogyakarta

14 Rumah Adat Dalam Loka Samawa Nusa Tenggara Barat

15 Rumah Adat Sao Ata Mosa Lakitana Nusa Tenggara Timur

16 Rumah Adat Panjang Kalimantan Barat

17 Rumah Adat Betang Kalimantan Tengah

18 Rumah Adat Banjar Kalimantan Selatan


19 Rumah Adat Lamin Kalimantan Timur

20 Rumah Adat Bolaang Mongondow Sulawesi Utara

21 Rumah Adat Souraja/Rumah Raja Sulawesi Tengah

22 Rumah Adat Laikas Sulawesi Tenggara

23 Rumah Adat Tongkonan Sulawesi Selatan

24 Rumah Adat Baileo Maluku

25 Rumah Adat Dulohupa Gorontalo

26 Rumah Adat Honai Papua

Semiologi: Simbol, Makna, & Budaya


Buku ini akan memperlihatkan sudut pandang Barthes dan Peirce dalam memahami sistem tanda.
Kemudian, dijelaskan pula mengenai filsafat ilmu yang menjadi landasan dalam pembentukan teori
dalam tanda yang menjadi pemikiran Peirce. Dengan begitu, akan memberikan sebuah pemahaman
bahwa sistem tanda terkait dengan pemikiran logis manusia. Tak hanya itu, pada bagian akhir akan
diperlihatkan contoh-contoh analisa yang terkait dengan teori tersebut.

4. Alat Musik Tradisional

Ilustrasi Alat Musik Tradisional (sumber: blognyanuri)

Alat musik tradisional Indonesia merupakan alat musik yang sudah turun-temurun dari generasi ke
generasi dan berkembang di daerah-daerah tertentu. Dengan begitu, hal itu menjadi bukti bahwa
Indonesia memiliki aset yang beragam.

Dalam masyarakat adat, lazimnya alat musik tradisional memiliki 3 fungsi, di antaranya:

1. Alat musik tradisional digunakan sebagai salah satu media atau sarana upacara adat yang
memang diselenggarakan secara turun-temurun.

2. Alat musik tradisional dapat berfungsi sebagai pengisi latar musik pada pertunjukan seni
daerah setempat.

3. Alat musik tradisional bisa menjadi sarana ekspresi, kreasi, bahkan komunikasi.

Indonesia mempunyai berbagai alat musik tradisional khas dan unik yang mana tidak akan didapati
di negara lain. Hebatnya, beberapa alat musik tradisional Indonesia telah dikenal hingga ke ranah
Internasional. Apa saja alat musik itu? Berikut akan dijabarkan beberapa alat musik khas negara
Indonesia yang telah menyebar dan terkenal hingga ke seluruh dunia.

Alat Musik Tradisional Indonesia yang Mendunia


1. Angklung

Angklung (sumber: dunia kesenian)

Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional dari Jawa Barat yang telah dikenal hingga ke
ranah Internasional. Angklung adalah alat musik yang terbuat dari belahan bambu yang dirangkai
dan disusun sehingga apabila digoyangkan akan menciptakan nada yang khas.

Angklung termasuk budaya Indonesia yang telah menjadi daya pikat wisatawan asing. Seperti yang
diketahui bahwa angklung telah diakui UNESCO sebagai “Warisan Budaya Dunia.”

2. Gamelan
Gamelan (sumber: goodnewsfromIndonesia)

Gamelan adalah perpaduan dari beberapa alat musik tradisional Indonesia yang dimainkan
bersamaan, terdiri dari gong, gambang, saron, kenong, dan beberapa alat musik lainnya.

Sejak tahun 2014, Alat musik tradisional Jawa, Sunda, Bali dan Lombok ini telah diakui The United
Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Terlebih, di beberapa negara,
seperti Amerika Serikat, Australia, Kanada, juga Inggris telah mengadakan pendidikan seni gamelan.

3. Tifa
Tifa (sumber: cinta Indonesia)

Alat musik tradisional Tifa berasal dari Maluku dan Papua, bentuknya mirip tabung yang
dimainkannya dengan dipukul. Lazimnya, tifa dimainkan saat upacara adat, mengiringi tarian
tradisional khas Indonesia, serta pertunjukan musik tradisional. Berdasarkan jenisnya, tifa terbagi
menjadi tifa jekir, dasar, bas, dan potong.

4. Sasando

Ilustrasi seorang wanita sedang memainkan alat musik Sasando (sumber: [Link])
Sejak abad ke-7, Sasando telah dipakai di Rote, tepatnya Nusa Tenggara Timur. Alat musik tradisional
NTT ini, berupa kawat yang dimainkannya dengan dipetik. Sasando memiliki keunikan, yakni pada
bagian utama dengan bentuk tabung panjang dari belahan bambu. Keunikan tersebut mengantarkan
sasando menjadi alat musik tradisional Indonesia yang mendapatkan penghargaan dari The United
Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

5. Kolintang

Kolintang (sumber: museum Nusantara)

Kolintang adalah alat musik tradisional dari Sulawesi Utara yang biasanya difungsikan untuk
mengiringi upacara adat penghormatan arwah leluhur. Tahun 2019, kolintang dimainkan oleh 1.223
orang hingga akhirnya berhasil memecahkan rekor dunia. Seiring berkembangnya zaman, fungsi
kolintang beralih ke ranah industri kreatif, seperti menjadi pengiring lagu tradisional, pengiring tari
tradisional, bahkan orkestra.

5. Tarian Adat Tradisional


Ilustrasi Tarian Adat (sumber: sahabatnesia)

Tarian adat tradisional adalah tarian yang berkembang dan tentunya dilestarikan oleh daerah
tertentu dari generasi ke generasi berikutnya. Tarian adat tradisional lazimnya memiliki karakteristik
yang memperlihatkan budaya dan kearifan daerah setempat.

Tarian adat tradisional menjadi salah satu keragaman budaya Indonesia yang terkenal dan banyak
diperlihatkan di acara penting tingkat Internasional. Berbagai provinsi di Indonesia mempunyai
tarian adat tradisionalnya tersendiri, bahkan satu provinsi dapat memiliki lebih dari satu ragam
tarian. Untuk mengetahui berbagai nama tarian adat tradisional, kalian bisa baca 25 Nama Tarian
Daerah dan Asalnya

6. Senjata Tradisional

Ilustrasi Senjata Tradisional


Senjata tradisional adalah hasil budaya yang sangat berkaitan dengan suatu masyarakat daerah
tertentu. Senjata tradisional berfungsi guna berlindung dari serangan musuh, kemudian aktivitas
berburu dan berladang. Seiring berjalannya waktu, senjata tradisional menjadi jati diri suatu bangsa
sebagai bentuk aset kebudayaan bangsa Indonesia.

Setiap provinsi di Indonesia tentu memiliki senjata tradisional yang berbeda antara satu dan lainnya,
serta memiliki nilai aturan selaras dengan norma budaya yang diberlakukan.

Adapun beberapa senjata tradisional Indonesia, di antaranya Keris berasal dari Jawa, Kawali atau
Badik dari Sulawesi, Mandau dari provinsi Kalimantan, celurit dari Madura (Jawa Timur), Rencong
dari Aceh, Parang Salawaku dari Maluku, dan sebagainya.

Berbagai senjata tradisional yang berbahan baku dari yang ada disekitar lingkungan daerah tersebut
pada zamannya juga bisa Grameds temukan pada buku Ensiklopedia Negeriku Senjata Tradisional.

7. Lagu Daerah

Lagu daerah adalah semacam lantunan yang dinyanyikan oleh masyarakat suatu daerah. Bisa
dikatakan, lagu daerah menyerupai lagu kebangsaan yang sifatnya ‘kedaerahan’.

Karena Indonesia adalah negara dengan beragam suku bangsa juga budaya, hal itu menjadikan lagu-
lagu daerah di Indonesia sangat banyak dan pastinya di tiap daerah memiliki lagunya masing-masing.
Lazimnya, lagu daerah menggunakan bahasa daerah setempat.

Lagu-lagu daerah di Indonesia yang cukup populer, di antaranya Kicir-Kicir dan Jali-Jali dari DKI
Jakarta, Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan Selatan, Apuse dari Papua, Ayam Den Lapeh dari
Sumatera Barat, Bubuy Bulan dari Jawa Barat, Bungong Jeumpa dari Aceh, Gundul Pacul berasal dari
Jawa Tengah, Indung-Indung dari Kalimantan Timur, serta tentunya masih banyak lagi.
Pengaruh Budaya Asing terhadap Budaya Nasional Indonesia

Budaya asing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap budaya nasional Indonesia. Pengaruh ini
dapat terjadi melalui berbagai faktor, seperti media massa, globalisasi, atau perubahan pola pikir
masyarakat. Meskipun pengaruh budaya asing dapat memberikan dampak positif, namun juga harus
diimbangi dengan upaya menjaga keberagaman dan keunikan budaya Indonesia.

Media massa seperti televisi, internet, dan media sosial memiliki peran yang besar dalam
menyebarkan budaya asing ke masyarakat Indonesia. Kehadiran film, musik, dan acara televisi dari
luar negeri mempengaruhi selera dan gaya hidup masyarakat. Banyak anak muda yang terpengaruh
oleh tren budaya asing, seperti gaya berpakaian atau gaya hidup konsumtif. Namun demikian,
penting untuk tetap menghormati dan memahami nilai-nilai budaya sendiri yang telah ada sejak
dulu.
Selain itu, globalisasi juga menjadi faktor utama dalam penyebaran budaya asing ke berbagai negara,
termasuk Indonesia. Kemajuan teknologi dan semakin mudahnya akses informasi membuat budaya
asing semakin mudah tersebar. Banyak restoran cepat saji atau merek produk luar negeri yang
masuk ke Indonesia dan mendapatkan popularitas di kalangan masyarakat. Hal ini menunjukkan
bahwa budaya asing memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Pola pikir masyarakat juga berubah seiring dengan pengaruh budaya asing. Beberapa budaya asing
dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap hal-hal seperti nilai-nilai moral, norma sosial,
atau agama. Misalnya, munculnya budaya individualisme dapat merubah pola pikir masyarakat yang
sebelumnya lebih bersifat kolektif. Namun, perubahan ini juga memberikan kesempatan bagi
masyarakat Indonesia untuk mengembangkan pola pikir yang lebih terbuka dan inklusif.

Pentingnya menjaga keberagaman budaya Indonesia sangat penting dalam menghadapi pengaruh
budaya asing. Budaya Indonesia memiliki berbagai macam adat istiadat, bahasa, dan kebiasaan yang
unik. Perlu ada upaya untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal agar tidak terlupakan
oleh generasi muda. Memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat lokal dan asing juga
dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi pengaruh budaya asing yang terlalu dominan.

Dalam era globalisasi ini, penting bagi masyarakat Indonesia untuk tetap mengakui dan menghargai
keberagaman budaya asing. Namun, tidak boleh sampai kehilangan identitas budaya sendiri dan
menjadi homogen dengan budaya asing. Budaya Indonesia yang kaya dan beragam merupakan salah
satu kekayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan demi masa depan bangsa yang berkelanjutan.

Peran Pemerintah dalam Pelestarian Budaya Nasional Indonesia

Pemerintah memiliki peran penting dalam pelestarian budaya nasional Indonesia melalui kebijakan,
pendanaan, penelitian, dan penguatan identitas budaya Indonesia dalam pendidikan.

Budaya nasional Indonesia adalah warisan tak ternilai yang perlu dijaga dan dilestarikan agar dapat
diwariskan kepada generasi mendatang. Pemerintah menyadari pentingnya pelestarian budaya ini
sebagai salah satu bentuk kekayaan bangsa dan identitas nasional yang harus dijaga dengan baik.
Sebagai negara kepulauan dengan beragam suku, adat istiadat, dan bahasa, Indonesia memiliki
keberagaman budaya yang sangat kaya. Oleh karena itu, peran pemerintah dalam menjaga,
mengembangkan, dan mempromosikan budaya nasional sangatlah penting.

Salah satu peran utama pemerintah dalam pelestarian budaya nasional adalah melalui kebijakan
yang mendukung pembangunan budaya. Pemerintah memiliki kekuatan dan otoritas untuk
membuat regulasi, undang-undang, dan kebijakan yang melindungi dan mempromosikan budaya
nasional. Misalnya, pemerintah dapat memberikan pengakuan resmi terhadap warisan budaya
sebagai warisan tak benda yang harus dilindungi dan dijaga. Selain itu, pemerintah juga dapat
mendorong adanya kerjasama antarlembaga, organisasi masyarakat, dan individu dalam
melaksanakan kegiatan pelestarian budaya.

Di samping kebijakan, pendanaan juga merupakan komponen penting dalam pelestarian budaya
nasional. Pemerintah dapat mengalokasikan dana untuk program-program pelestarian budaya,
seperti pemugaran bangunan-bangunan bersejarah, pementasan seni tradisional, penelitian dan
dokumentasi, serta pemberian beasiswa bagi para pelaku budaya. Melalui pendanaan ini,
pemerintah memberikan dukungan finansial yang dapat memperkuat upaya pelestarian dan
pengembangan budaya nasional.

Penelitian juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya pelestarian budaya nasional
Indonesia. Pemerintah dapat mendukung penelitian budaya yang melibatkan para ahli, akademisi,
dan praktisi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendokumentasikan berbagai
aspek budaya, termasuk sejarah, adat istiadat, nilai-nilai, dan karya seni. Hasil penelitian ini dapat
menjadi sumber informasi yang berharga untuk pengembangan kebijakan, pemeliharaan, dan
pengembangan budaya nasional.

Terakhir, Pemerintah juga memiliki peran dalam memperkuat identitas budaya Indonesia dalam
pendidikan. Pendidikan adalah sarana penting untuk mengajarkan nilai-nilai budaya kepada generasi
muda. Pemerintah dapat memastikan bahwa kurikulum sekolah mencakup materi-materi yang
mengenalkan budaya Indonesia secara komprehensif. Selain itu, pemerintah juga dapat mendukung
pendidikan nonformal seperti kursus seni tradisional, festival budaya, dan kegiatan-kegiatan yang
melibatkan masyarakat dalam upaya memperkuat identitas budaya Indonesia.

Dengan peran pemerintah yang kuat dalam pelestarian budaya nasional Indonesia, diharapkan
kekayaan budaya Indonesia dapat tetap hidup dan berkembang untuk dinikmati oleh generasi yang
akan datang. Budaya nasional adalah suatu kebanggaan yang harus kita jaga bersama, dan
pemerintah sebagai pengelola kebijakan publik memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan
bahwa budaya bangsa terus diperhatikan dan dilestarikan.
Indonesia memiliki kekayaan bahasa daerah yang sangat beragam. Berikut adalah 20
bahasa daerah yang populer di Indonesia:
1. Bahasa Jawa - Digunakan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat1.
2. Bahasa Sunda - Dituturkan di Jawa Barat dan Banten1.
3. Bahasa Madura - Berasal dari Pulau Madura dan tersebar di Jawa Timur1.
4. Bahasa Minangkabau - Digunakan di Sumatera Barat1.
5. Bahasa Batak - Terdapat di Sumatera Utara1.
6. Bahasa Bugis - Berasal dari Sulawesi Selatan1.
7. Bahasa Bali - Digunakan di Pulau Bali1.
8. Bahasa Aceh - Dituturkan di Provinsi Aceh2.
9. Bahasa Sasak - Berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat1.
10. Bahasa Banjar - Digunakan di Kalimantan Selatan1.
11. Bahasa Lampung - Dituturkan di Provinsi Lampung2.
12. Bahasa Melayu - Tersebar di Riau dan Kepulauan Riau2.
13. Bahasa Betawi - Digunakan di DKI Jakarta2.
14. Bahasa Dayak - Berasal dari Kalimantan1.
15. Bahasa Toraja - Dituturkan di Sulawesi Selatan1.
16. Bahasa Bima - Berasal dari Nusa Tenggara Barat1.
17. Bahasa Makassar - Digunakan di Sulawesi Selatan1.
18. Bahasa Rejang - Berasal dari Bengkulu2.
19. Bahasa Ternate - Dituturkan di Maluku Utara1.
20. Bahasa Tidore - Berasal dari Maluku Utara1.

34 Daftar Lagu Daerah di Indonesia beserta Asalnya


1. Bungong Jempa (Aceh)
Lagu Bungong Jeumpa berasal dari Aceh. Lagu daerah ini menceritakan tentang
bunga cempaka yang sangat indah di Provinsi Aceh.
2. Butet (Sumatera Utara)
Lagu Butet yang populer ini berasal dari Sumatera Utara. Kata "butet" bermakna
anak perempuan. Lagu daerah ini berisi cerita tentang pesan rindu seorang ayah
kepada anak perempuannya ketika dirinya sedang mengikuti perang.
3. Ayam Den Lapeh (Sumatera Barat)
Lagu daerah berikutnya yakni Ayam Den Lapeh. Lagu ini berasal dari Sumatera Barat.
Makna yang terdapat dari lagu ini adalah imbauan bagi kita agar tidak terlalu larut
dalam kesedihan dan menerima segala sesuatunya dengan lapang dada.
4. Soleram (Riau)
Soleram adalah lagu daerah yang berasal dari Riau. Lagu ini berisi tentang nasihat
terkait adat istiadat dan agama agar selalu terjaga dengan baik.
5. Dendang Nelayan (Kepulauan Riau)
Lagu daerah dari Kepulauan Riau yakni Dendang Nelayan. Lagu daerah dari
Kepulauan Riau ini menceritakan kehidupan nelayan yang berlayar dengan luasnya
lautan. Lagu berbahasa Melayu ini dinyanyikan dengan tempo lambat dan syahdu.
6. Selandang Mayang (Jambi)
Selandang Mayang merupakan lagu daerah yang berasal dari Jambi. Lagu ini
mempunyai makna yang sangat mendalam tentang penggambaran kerja keras
seseorang.
7. Sayang Selayak (Sumatera Selatan)
Lagu daerah asal Sumatera Selatan (Sumsel) ini berisi nasihat untuk saling
mengayomi dan berbagi rasa cinta secara ikhlas terhadap sesama. Selain itu lagu ini
sering dibawakan untuk berbagai pertunjukan di daerah Sumsel.
8. La Berage (Kepulauan Bangka Belitung)
Lagu La Barage berasal dari Kepulauan Bangka Belitung. Lagu daerah ini
mengisahkan tentang budaya yang melekat pada masyarakat Belitung yang biasa
disebut dengan makan bedulang atau makan bersama.
9. Yo Botoi Botoi (Bengkulu)
Yo Botoi Botoi adalah lagu daerah dari Bengkulu. Garis besar dari terciptanya lagu ini
adalah menceritakan keseluruhan kehidupan masyarakat Bengkulu yang berada di
Pantai Pasar Bengkulu.
10. Tepui Tepui (Lampung)
Lagu Tepui Tepui berasal dari Lampung. Lirik lagu Tepui Tepui berisi memotivasi
masyarakat Lampung agar tetap produktif bangun di pagi hari dan pergi bekerja di
sawah.
11. Kicir Kicir (DKI Jakarta)
Kicir Kicir berasal dari DKI Jakarta. Lagu daerah ini perpaduan pantun plus irama
musik. Kicir Kicir bermakna tentang nasihat untuk manusia agar selalu bersemangat
dalam menjalani kehidupan.
12. Tong Sarakah (Banten)
Tong Sarakah adalah lagu daerah yang berasal dari Banten. Lagu ini menyampaikan
pesan kepada manusia untuk tidak boleh serakah dalam menjalani hidup.
13. Es Lilin (Jawa Barat)
Es Lilin adalah lagu yang berasal dari Jawa Barat. Lagu daerah dengan lirik bahasa
Sunda ini, mengisahkan tentang kegelisahan seorang perempuan untuk memilih
sosok pendamping untuk hidupnya.
14. Gambang Suling (Jawa Tengah)
Lagu Gambang berasal dari Jawa Tengah. Lagu ini menggambarkan kekaguman Ki
Narto atas hasil suara yang indah dari salah satu alat musik suling.
15. Suwe Ora Jamu (Daerah Istimewa Yogyakarta)
Suwe Ora Jamu adalah lagu daerah yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lagu ini bermakna tentang pertemuan yang terjadi setelah lama tidak bertemu.
16. Rek Ayo Rek (Jawa Timur)
Rek Ayo Rek berasal dari Jawa Timur. Lagu daerah ini mengisahkan tentang
kegembiraan anak-anak ketika hari libur telah tiba.
17. Ratu Anom (Bali)
Ratu Anom merupakan lagu daerah yang berasal dari Bali. Lagu ini berkisah tentang
seorang ibu yang meminta anaknya menunggunya pulang dari pasar.
18. Moree (Nusa Tenggara Barat)
Lagu Moree berasal dari Nusa Tenggara Barat. Lagu daerah ini Liriknya sangat
menggambarkan tentang kebudayaan masyarakat NTB, yang khas dengan berbagai
macam tarian-tarian tradisionalnya.
19. Oli Gailaru Marada (Nusa Tenggara Timur)
Lagu daerah dari Nusa Tenggara Timur ini mengisahkan tentang seseorang yang
berada jauh di perantauan. Dia diajak untuk kembali pulang ke kampung halaman
untuk membangun daerahnya.
20. Aek Kapus (Kalimantan Barat)
Lagu Aek Kapus berasal dari Kalimantan Barat. Lagu daerah ini menceritakan Sungai
Kapuas, yang menjadi ikon Provinsi Kalimantan Barat.
21. Naluya (Kalimantan Tengah)
Naluya adalah lagu daerah dari Kalimantan Tengah. Lagi ini bermakna motivasi untuk
mengajarkan anak-anak agar dapat belajar dengan baik dan mandiri.
22. Ampar Ampar Pisang (Kalimantan Selatan)
Lagu Ampar Ampar Pisang dari Kalimantan Selatan ini menceritakan tentang pisang
yang yang sedang dikerubuti binatang kecil. Lagu ini juga digunakan untuk menakuti
anak kecil yang suka mencuri pisang.
23. Indung Indung (Kalimantan Timur)
Indung Indung adalah lagu daerah dari Kalimantan Timur. Lagu ini berisi pesan-pesan
keagamaan untuk para muslim dalam menjalankan perintah Allah SWT.
24. Bebilin (Kalimantan Utara)
Lagu Bebilin adalah lagu daerah dari Kalimantan Utara. Lagu ini bermakna tentang
nasihat untuk saling menjaga persatuan dan menjauhi segala hal-hal yang dapat
menimbukan perpecahan.
25. Manesel (Sulawesi Utara)
Menesel adalah lagu daerah dari Sulawesi Utara. Lagu ini menceritakan arti sebuah
penyesalan bagi perempuan muda yang menjalin sebuah hubungan namun belum
terikat dengan pernikahan.
26. Hulonthalo Lipu'u (Gorontalo)
Lagu Hulonthalo Lipu'u adalah lagu daerah yang berasal dari Gorontalo. Lagu ini
menceritakan suatu keindahan alam yang berada di Gorontalo.
27. Posisani (Sulawesi Tengah)
Lagu Posisani berasal dari Sulawesi Tengah (Sulteng). Lagu daerah ini dipakai para
anak muda Sulteng untuk saling berkenalan.
28. Tenggang Tenggang Lopi (Sulawesi Barat)
Lagu daerah Tenggang Tenggang Lopi berasal dari Sulawesi Barat. Lagu ini bercerita
tentang kebiasaan masyarakat Sulawesi Barat yang bermata pencaharian sebagai
nelayan.
29. Ana' Kakung (Sulawesi Selatan)
Ana' Kakung adalah lagu daerah yang berasal dari Sulawesi Selatan. Lagu ini berkisah
tentang seorang anak yang ditelantarkan oleh keluarganya karena masalah ekonomi.
30. Peia Tawa Tawa (Sulawesi Tenggara)
Lagu daerah ini berasal dari Sulawesi Tenggara. Lagi ini berisi ajakan untuk
bergembira dengan bernyanyi dan menari bersama-sama.
31. Nona Manis Siapa yang Punya (Maluku)
Lagu terkenal ini berasal dari Maluku. Lagu daerah ini bercerita tentang nona atau
anak perempuan manis yang disayang oleh semua orang.
32. Borero (Maluku Utara)
Borore adalah lagu daerah yang berasal dari Maluku Utara. Lagu ini berkisah tentang
kenangan seseorang dengan kekasihnya, yang tidak diketahui keberadaanya.
33. Yamko Rambe Yamko (Papua)
Yamko Rambe Yamko adalah lagu daerah yang berasal dari Papua. Lagu ini berkisah
tentang peperangan antar suku.
34. Sajojo (Papua Barat)
Papua Barat sebelumnya bernama Irian Jaya Barat. Lagu-lagu dari Papua Barat sama
dengan Papua, salah satunya Sajojo. Lagu Sajojo menceritakan tentang seorang gadis
kesayangan orang tua, yang diperebutkan oleh para lelaki di desanya.
43ermainan Tradisional Terpopuler di Indonesia

1. Hompimpa alaium gambreng (Jawa Tengah)


Hompimpa alaium gambreng adalah permainan yang dahulu sering sekali dimainkan
oleh anak-anak. Permainan tradisional berasal dari bahasa Sangsekerta yang
memiliki arti “Dari Tuhan Kembali ke Tuhan, Mari Kita Bermain”. Asal Hompimpa
alaium gambreng adalah dari Jawa Tengah.
Sebelum memulai permainan biasanya anak-anak melakukan permainan ini untuk
memilih siapa yang akan menjadi pemain pertama. Caranya mudah, anak-anak
hanya perlu menunjukkan telapak tangan depan atau belakang dan siapa yang
jumlahnya paling sedikit di antara mayoritas, maka ialah yang kalah dan harus
mengawali permainan.
2. Batu, Kertas, Gunting (Jawa Barat)
Permainan tangan ini tidak memerlukan segala jenis alat peraga
dan dapat dimainkan di mana saja, di dalam atau di luar ruangan.
Batu, kertas, gunting melibatkan dua pemain sekaligus. Para
pemain secara bersamaan membentuk salah satu dari tiga bentuk
(batu, kertas atau gunting) dan pemenangnya diputuskan sesuai
dengan aturan yang [Link] adalah gunting batu
menghancurkan kertas, gunting memotong kertas, kertas menutupi batu
dan gunting kalah dengan batu. Tentu saja, ada juga kemungkinan seri
jika kedua pemain membentuk bentuk yang sama. Asal permainan ini
adalah dari daerah Jawa Barat.
3. Gasing (Jawa Tengah)
Permainan gasing hampir diterima di seluruh wilayah di Indonesia.
Permainan tradisional ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki berumur
7-17 tahun, bisa dilakukan oleh individu dan tim. Bahan dari Gasing
adalah kayu yang kemudian dibentuk sedemikian rupa yang bagian tajam
berada di bawah.
Game ini sangat kompetitif, mengadu keterampilan anak-anak dalam
memutar gasingnya. Nah, gasing siapa yang masih berputar paling akhir
di antara gasing lainnya, maka ialah pemenang dari permainan ini. Gasing
adalah permainan yang berasal dari Jawa Tengah.
4. Congklak (Jawa Barat) Congklak adalah sejenis permainan papan
tradisional Indonesia. Papan terbuat dari kayu, dan biasanya diberi 10
hingga 18 lubang di atasnya, dengan dua lubang, satu di setiap ujungnya.
Desainnya bervariasi, mulai dari kayu sederhana tanpa hiasan, hingga
papan berbentuk perahu dan berukir indah.
Dibutuhkan dua pemain untuk bermain congklak, masing-masing
membawa sekitar 40 cangkang kecil atau mengumpulkan batu kecil.
Setiap pemain akan menempatkan 7 cangkang di setiap lubang di sisinya
dan satu lubang besar di ujung papan congklak.
Pemain yang masuk pertama akan mengambil semua kerang dari lubang
di sisinya, bergerak searah jarum jam di sekitar papan dan menjatuhkan
satu kerang ke dalam setiap lubang untuk mengisi ujung lubang papan.
Pemain dengan kerang terbanyak di lubang utama memenangkan
permainan. Asal permainan ini adalah dari Jawa Barat.
5. Egrang (Jawa Tengah)
Egrang atau egrang pasti tidak asing bagi banyak orang. Egrang adalah
pijakan yang melekat pada tiang untuk memungkinkan anak-anak berjalan
nyaman dan bergerak. Permainan tradisional ini biasanya tampil selama
acara yang diadakan secara nasional untuk merayakan Hari Kemerdekaan
Indonesia di bulan [Link]-anak akan berlomba menggunakan
egrang mereka dari titik awal ke garis finish. Kadang-kadang, hambatan
ditambahkan ke perlombaan, mengharuskan anak-anak untuk melompati
hambatan yang berbentuk batu atau benda apapun yang bisa
menghalangi egrang [Link] tradisional ini sangat bagus
karena mengajarkan anak-anak untuk kerja keras, ketekunan, dan sportif.
Namun sangat disayangkan bahwa saat ini egrang adalah permata langka
untuk ditemukan hari ini karena banyak anak-anak yang sudah beralih ke
permainan yang lebih modern. Asal permainan ini adalah dari Jawa
Tengah.
6. Mepantigan.

@finansialku
Dikembangkan di Bali, gulat lumpur Mepantigan adalah permainan
tradisional yang kini telah menjadi permainan luar ruang yang populer di
kalangan anak-anak. Mepantingan berarti “melempar” atau “menjatuhkan
sesuatu”. Mepantingan adalah seni bela diri tradisional Bali yang
berkonsentrasi pada penguncian dan pelemparan musuh dengan
menggabungkan berbagai teknik pertahanan diri seperti Taekwondo, Silat
tradisional Indonesia, Capoeira,

7. Kickboxing, dan Judo.


Selain itu, Mepantingan mencakup berbagai unsur budaya Bali, seperti
musik Bali, tari, dan kostum. Itulah faktor-faktor yang menjadikan seni
bela diri yang membela diri ini sebagai olahraga yang menarik.

8. Permainan Tradisional Loncat Tali atau Lompat Tali.

@[Link]
Indonesia banyak sekali masyarakat yang masih memiliki budaya Melayu
dan permainan tradisional satu ini dinamakan lompat tali bebas yang
berasal dari daerah Melayu atau Sumatera sana. Inti dari permainan ini
adalah untuk melompati karet yang disambung menjadi sebuah tali.
Pemain diwajibkan untuk melompati karet yang dirangkai dan di akhir
lompatan diminta untuk mengucapkan kata “bebas”.

Penamaan game ini terkait dengan perilaku atau tindakan yang dilakukan
pemain itu sendiri, terutama pada lompatan terakhir. Dalam lompatan ini
(yang terakhir), tali yang direntangkan oleh tangan si pembawa tali akan
terangkat tinggi ke udara hampir mirip dengan apa yang dilakukan oleh
para pejuang ketika ia mengucapkan kata “Bebas! Merdeka”.

9. Permainan Tradisional Gogorolongan atau Rorodaan.

[Link]
Gogorolongan merupakan peralatan permainan tradisional dari Jawa
Tengah yang berbahan dasar kayu, bambu, atau sandal bekas atau
berbentuk sandal cakar. Cara permainan ini tidak begitu sulit terutama
untuk anak-anak. Permainan ini tidak membutuhkan biaya, melainkan
kemauan dan keterampilan saja sudah cukup.

Karena untuk membuat alatnya cukup mudah, maka anak-anak pasti akan
senang melakukannya. Gogorolongan bisa dikatakan adalah permainan
yang mudah dilakukan karena mainan ini bisa bergerak maju dengan
menggunakan roda karena dorongan. Ya, gogorolongan berbentuk seperti
roda yang digerakkan.

10. Permainan Tradisional Gatrik.


@[Link]
Gatrik yang disebut juga dengan Tak Kadal adalah permainan dari Jawa
Tengah yang pada masa itu merupakan salah satu permainan yang
populer di Indonesia. Dalam permanan Gatrik dimainkan sebanyak dua
kelompok. Game ini menggunakan alat dari dua bambu yang satu
menyerupai tongkat dengan ukuran 30 cm dan yang lainnya berukuran
lebih kecil.

11. Permainan Tradisional Galasin.


@youtube
Galah asin atau di daerah lain disebut Galasin atau Gobak Sodor adalah
sejenis permainan daerah dari Betawi. Permainan ini adalah permainan
kelompok yang terdiri dari dua kelompok, di mana masing-masing tim
terdiri dari 3 – 5 orang. Inti dari permainannya adalah memblok lawan
agar tidak dapat menyelinap melewati garis ke garis terakhir dengan cara
berjalan naik dan turun.

Untuk meraih kemenangan, semua anggota kelompok harus sepenuhnya


melakukan proses berjalan naik dan turun di area lapangan yang
ditentukan. Permainan ini sangat menarik sekaligus sangat sulit karena
siapa pun harus selalu waspada dan berlari secepat mungkin jika
diperlukan untuk mendapatkan kemenangan.

12. Permainan Tradisional Batok Kelapa (Tempurung Kelapa).


@[Link]
Permainan tradisional dari Jawa Tengah ini dapat dimainkan dengan
setidaknya 2 orang. Caranya ambil 2 buah batok kelapa yang sudah diberi
tali di ujungnya. Gunakan batok kelapa dengan cara berjinjit (jari kaki
menyentuh cangkang sementara tumitnya tidak menyentuh tanah). Anak-
anak akan diminta berjalan menggunakan batok kelapa mulai dari garis
awal hingga garis akhir (finish).

Peserta yang pertama mencapai garis finish (finish line) akan menjadi
juara dan pertandingan selesai. Nah, permainan tradisional batok kelapa
memiliki aturan di mana pemainnya jangan sampai terlompat. Siapa yang
jatuh akan dinyatakan gagal. Siapa pun yang menyentuh tanah akan
didiskualifikasi.

13. Permainan Tradisional Ngadu Muncang.


@[Link]
Ngadu Muncang adalah salah satu permainan tradisional dari Sunda yang
semakin jarang dimainkan akhir-akhir ini. Game ini biasanya dimainkan
oleh anak-anak yang tinggal di daerah pedesaan. Ngadu Muncang adalah
tanaman karet. Karena tanaman karet hanya berbuah pada musim
tertentu, permainan ini juga musiman.

Game ini bisa dilakukan oleh dua hingga empat pemain. Setiap pemain
akan membawa Muncang mereka sendiri dan mereka akan mencoba
mendobrak Muncang pemain lain menggunakan milik mereka. Pemain
yang dapat menghancurkan Muncang pemain lain adalah pemenangnya.

14. Permainan Tradisional Kelereng.


@liputan6
Kelereng atau gundu adalah permainan dari Jawa Barat yang dahulu
sering sekali dilakukan oleh anak-anak. Cara permainannya juga cukup
mudah. Permainan ini setidaknya minimal melibatkan dua pemain dan
cara bermainnya adalah pemain menyusun beberapa kelereng di sebuah
ring kecil.

Jika pemain berhasil mengetuk salah satu kelereng lawannya dari ring, ia
dapat melanjutkan gilirannya dan mencoba untuk menyerang lawan
lainnya.. Jika dia berhasil memukul lawan-lawannya, maka ia bisa berhak
mengambil kelereng dan lawannya tidak bisa lagi bermain di putaran saat
ini.

15. Permainan Tradisional Bekel.


@youtube
Permainan bekel berasal dari permainan Belanda yang dikembangkan di
Jawa dan bernama “bikkelen” menggunakan tembaga “bikkels”.
Permainan ini menggunakan tembaga bekel dan bola khusus bekel dan
pemain harus berusaha membalik semua biji bekel menghadap ke atas.
Diperbolehkan untuk mengambil lebih dari satu kelompok nomor yang
ditentukan saat bola dilemparkan ke udara.

Sebagai contoh jika pemain mengambil dua tembaga bekel saat bola
dilemparkan ke udara, ia dapat meraih tiga kelompok dua bekel. Jika
pemain memindahkan salah satu biji bekel yang dia tidak coba ambil,
atau jika dia menjatuhkan biji bekel di tangannya, dia kehilangan
gilirannya dan harus menunggu ke pemain berikutnya. Pemain yang
menyelesaikan set terbanyak tanpa membuat kesalahan dianggap
sebagai pemenang dari permainan.

16. Permainan Tradisional Kuda Lumping.


@youtube
Replika kecil dari lumping kuda besar yang digunakan dalam tarian di
Jawa biasa dibuat sebagai permainan anak. Repliks kuda lumping bisa
dibuat dari i anyaman tikar bambu dan dicat dengan pola warna
mencolok. Manik-manik, dan bahan-bahan lainnya juga dapat
ditambahkan untuk memberikan penampilan yang penuh warna pada
kuda lumping.

Ketika diberikan kepada seorang anak, pikiran imajinatif mereka adalah


satu-satunya batas untuk memainkan drama kuda lumping! Meskipun
dimaksudkan sebagai mainan, banyak dari kuda-kuda yang
menyenangkan ini berakhir untuk diberikan sebagai oleh-oleh dari
perjalanan seorang wisatawan mancanegara yang datang. Replika kuda
lumping yang lebih dan berwarna dapat digunakan sebagai dekorasi yang
menarik.

17. Permainan Tradisional Layang-layang.


@liputan6
Layang-layang adalah hobi yang sangat populer untuk anak-anak
Indonesia. Permainan tradisional layang layang berasal dari Bali. Ada dua
jenis layang-layang yang berbeda: yang pertama adalah hanya digunakan
untuk terbang yang memiliki ekor untuk menyeimbangkan layang-layang
dan yang akan digunakan untuk pertarungan satu lawan satu, hiburan
favorit di antara selebaran layang-layang.

Layang-layang yang kedua adalah yang tidak memiliki ekor di


belakangnya. Tujuan permainan ini adalah untuk mencoba dan memotong
layang-layang lawan. Cara tali melekat pada layang-layang menentukan
kontrol yang dimiliki selebaran di atas layang layangnya. Jika kedua tali
pegang terpasang terpisah jauh ke bingkai layang-layang, ini akan
membuatnya lebih berat untuk dipegang ketika sedang terbang.

18. Permainan Tradisional Batu Seremban.


@[Link]
Batu Seremban adalah permain khas Kalimantan. Dalam permainan Batu
Seremban, batu-batu kecil dilemparkan ke atas dan kemudian ditangkap
kembali oleh pemain. Permainan ini melibatkan setidaknya 2 pemain, dan
biasanya Batu Serembem dimainkan oleh perempuan.

Pada umumnya, permainan khas suku Dayak ini Dimainkan di dalam


ruangan. Permainannya juga sangat simple karena pemain hanya
membutuhkan 5 batu kecil yang halus untuk dilemparkan di atas.

19. Galah Panjang.


@[Link]
Galah panjang adalah permainan dari Kalimantan Selatan dengan
menggunakan 5 garis yang digambar di tanah sebagai ‘rintangan’. Tujuan
permainan ini adalah untuk menguji efisiensi dan keseimbangan para
pemain yang berlari di luar garis-garis ini. Pada umumnya permainan
tradisional Indonesia ini dimainkan oleh anak laki-laki dan perempuan.

Permainan Galah Panjang sendiri setidaknya melibatkan 10 pemain dan


biasanya berlangsung di area datar yang terbuka. Tidak diperlukan
peralatan untuk permainan ini karena yang diperlukan adalah
kekompakan dan keterampilan.

20. Menendang Bulu atau Sepak Bulu Ayam.


@[Link]
m
Sepak Bulu Ayam adalah permainan yang melibatkan pemain untuk
menendang ‘bola’ lembut yang terbuat dari bulu ayam. Tujuan dari
permainan sepak bulu adalah untuk menguji keterampilan pemain dalam
mengendalikan dan menyeimbangkan ‘bola’ selama mungkin sehingga
tidak akan jatuh ke tanah.

Permainan tradisional Kalimantan Tengah ini melibatkan 2 pemain atau


lebih, biasanya anak laki-laki berusia antara 10-17 tahun. Permainan ini
biasa dimainkan di tempat terbuka, satu-satunya barang yang diperlukan
untuk permainan ini adalah ‘bola’ lembut yang terbuat dari 14 bulu ayam
yang diikat di tengah kertas tebal atau lembaran karet.

21. ‘Menendang Bola Rotan’ (Sepak Raga Bulatan).


@d
[Link]
Sepak Raga Bulatan adalah permainan dari Kalimantan yang melibatkan
pemain untuk mengendalikan dan menyeimbangkan bola rotan (bola
raga) dengan berbagai cara. Tujuannya adalah untuk menguji
keterampilan para pemain dalam menendang bola, mengetuk bola
dengan kepala, dada, atau lututnya dan memastikan tidak jatuh ke tanah.

Permainan tradisional sepak raga bulatan dimainkan oleh anak laki-laki


dan mungkin melibatkan banyak pemain. Sepak Raga Bulatan juga harus
dimainkan di area datar dan terbuka. Sebuah lingkaran besar digambar di
tanah, dengan lingkaran kecil lainnya di dalamnya. Hanya bola rotan (bola
raga) yang diperlukan untuk permainan ini.

22. Geudeu-geudeu.
@[Link]
Geudeu-geudeu atau biasa disebut deudeu adalah permainan tradisional
asal Aceh. Geudeue-geudeue artinya jatuh tempo sebuah permainan
kelincahan yang ditemukan di Kabupaten Pidie Provinsi Aceh. Permainan
Geudeu-geudeu sangat mirip dengan game sumo yang berasal dari
Jepang. Permainan ini seperti gulat yang dimainkan oleh pria.

Selain sarat dengan nilai-nilai historis, artistik dan budaya yang


terkandung di dalamnya, olahraga Aceh tradisional Geudeu – Geudeu
yang hanya ada di bumi Pidie atau Kabupaten Pidie Jaya, juga memiliki
pesona simbolik dari karakteristik komunitas Aceh. Permainan Geudeu-
geudeu juga dapat berfungsi sebagai media pemersatu untuk integritas
ikatan persaudaraan sesama warga dari satu desa, kecamatan atau
bahkan satu kabupaten dengan yang lainnya.

23. Petak Umpet.


@[Link]
Petak umpet adalah permainan dari Betawi yang dikenal luas dan dapat
dengan mudah dimainkan oleh sekelompok anak. Aturannya sederhana:
seorang anak yang kalah harus menutup mata mereka dan menghitung
ke angka yang telah ditentukan, sementara pemain lain bersembunyi.
Ketika penghitungan selesai, anak itu harus pergi mencari anak-anak lain.

Pemain yang ditemukan pertama akan menjadi pencari berikutnya dan


pemain yang ditemukan terakhir adalah pemenang. Dalam versi lain dari
permainan petak umpet, para pemain yang bersembunyi juga dapat
berlari ke tempat yang disebut “home base” dan mereka aman dari para
pencari begitu mereka menyentuh dinding atau objek yang telah
ditentukan di dalam base.

24. Engklek.
@youtube
Engklek adalah permainan dari Jawa Tengah. Untuk memainkan
permainan engklek ini, anak-anak membutuhkan sepotong kapur, batu,
dan trotoar untuk menggambar papan engklek. Kotak papan harus diberi
nomor dari satu hingga sembilan. Pemain diminta untuk bergiliran
bermain game. Setiap pemain mulai dengan melemparkan batu di kotak
pertama papan, hingga akhir, kemudian dia berbalik dan kembali.

Saat mencapai kotak kedua, pemain mengambil batu di kotak pertama


menyeimbangkan dengan satu kaki. Permainan dilanjutkan dengan
melempar batu di kotak kedua, ketiga dan seterusnya. Jika Anda
melewatkan lemparan, giliran Anda berakhir. Permainan juga bisa
dimainkan di dalam dengan papan kain dan objek pengganti untuk batu.
Ada juga beberapa variasi engklek dengan hanya 6-7 kotak atau dengan
10 kotak.

25. Tepuk Tangan.


@youtube
Permainan tepuk tangan biasanya diiringi dengan lagu khas masing-
masing daerah. Biasanya ada dua orang yang terlibat dalam permainan
ini, melakukan serangkaian pola bertepuk tangan sendiri dengan tangan
lawannya kemudian satu sama lain bertepuk sambil menyanyikan lagu.

Beberapa lagu berirama menyesuaikan tepukan tangan dan setiap anak


melakukan tepukan tangan dengan anak di depan mereka. Semua pemain
harus disinkronkan dengan gerakan dan nyanyian mereka. Permainan
tepuk tangan awalnya berasal dari Sunda, Jawa Barat.

26. Tarik Tambang.


@[Link]
Tarik tambang adalah permainan dari Betawi, Jakarta yang dimainkan di
luar ruangan, permainan ini pada dasarnya terdiri dari dua tim anak-anak
yang menarik ujung tali yang besar dan yang menahannya. Garis
kemudian ditandai di tanah antara kedua tim. Bagian yang berhasil
menyeret tim lawan melewati garis ini akan menang.

Permainan tradisional tarik tambang yang menguji kekuatan anak-anak


sehingga game ini juga dikenal sebagai “perang tarik-menarik”, “perang
tarik-menarik”, “perang tali”, “tarik tali”. Permainan tali tambang sendiri
juga berubah menjadi olahraga dengan pemain dewasa yang bersaing
satu sama lain di berbagai lomba kemerdekaan Indonesia. Bahkan
permainan ini juga ada Olimpiadenya yang dinamakan Tug of War
International Federation.

27. Pesawat Kertas.


@[Link]
Permainan sederhana dari daerah Jawa ini hanya perlu melipat kertas
menjadi bentuk pesawat terbang dan membiarkannya terbang
menghasilkan hiburan bagi anak-anak. Aturannya sederhana: anak yang
pesawat kertasnya terbang paling jauh, maka dialah pemenangnya.
Permainan pesawat kertas ini dapat dibuat lebih menarik dengan
menambahkan bobot yang berbeda ke pesawat, seperti klip kertas atau
stiker.

Ada juga model pesawat berbeda yang membuat anak-anak senang


melipatnya dari kertas. Permainan jadul ini juga bisa menjadi awal
pengembangan keterampilan dan hasrat untuk bermain origami (seni
melipat kertas menjadi benda dan bentuk binatang).

28. Truth or Dare.


@shopee
Aktivitas menyenangkan lainnya yang membuat anak-anak tetap terhibur
adalah permainan “Truth or Dare” dari Jakarta. Setiap pemain harus
memilih satu dari dua (kebenaran atau tantangan) dan menyelesaikan
tantangan yang diberikan padanya.

Jika pemain memilih “kebenaran”, maka dia akan ditanyai pertanyaan


untuk dijawab dengan jujur; jika pemain memilih “tantangan”, dia akan
ditantang untuk melakukan tindakan tertentu.

29. Boi-boian.
@
silontong
Boi-boian adalah permainan tradisional dari Sunda yang cukup mudah
dilakukan karena pemain hanya perlu mengumpulkan beberapa batu atau
lempengan lainnya kemudian disusun. Setelah disusun, maka dibagi
menjadi dua tim.

Tim pertama adalah yang menjaga dan yang kedua adalah yang
melempar bola kecil. Cara mainnya adalah ketika pemain melemparkan
bola dan susunan batu itu roboh, maka tim penjaga pemenangnya.

30. Ular Naga Panjang.


@okezone
Ular naga panjang adalah permainan dari Jawa Tengah yang melibatkan
banyak pemain sesuai dengan namanya, panjang. Setidaknya minimal
ada 6 pemain yang kemudian dibagi dua, yakni tim yang membuat
barisan ular naga dan kedua adalah penjaga.

Penjaga ini terdiri dari 2 orang yang mengeratkan kedua tangannya untuk
kemudian menjadi sebuah terowongan dan dilewati oleh tim ular naga ini.
Nah, siapa yang tertangkap maka ialah yang kalah.

31. Pletokkan.
@[Link]
Permainan yang berasa dari Jawa Timur ini terbuat dari bambu dan cara
bermainnya sangat mudah karena pemain hanya perlu memasukkan
kertas basah kemudian dimasukkan ke dalam bambu kemudian bambu itu
ditusuk hingga kertas itu keluar.

Pletokkan seringnya dimainkan oleh anak laki-laki dan mereka berlomba


kertas siapa yang paling jauh tembakannya dan keras bunyinya.

32. Bambu Betung.


@[Link]
Bambu Betung adalah permainan dari Papua yang sebenarnya hampir
sama dengan pletokkan karena juga terbuat dari bahan utama bambu.
Bedanya ukuran permainan tradisional ini jauh lebih besar dari pletokkan.

Nah, Bambu Betung ini digunakan oleh anak-anak untuk menghasilkan


suara yang memekakkan dan bambunya diisi dengan meriam buatan.
Permainan ini sering dimainkan menjelang bulan Ramadan.

33. Permainan Tradisional Sepak Bola


Tentu tidak asing ya dengan permainan sepak bola ini? Selain menjadi
olahraga yang sangat mendunia, sepak bola ini juga sering menjadi
permainan anak-anak zaman dahulu dan selalu menjadi permainan favorit
dari masa ke masa.

Permainan yang berasal dari Jawa ini melibatkan 12 pemain dan 1 orang
diplot sebagai penjaga gawang. Nah, 11 orang ini harus menghadapi 12
lawan lainnya. Siapa yang paling banyak memasukkan bolanya ke dalam
gawang, tim itulah pemenangnya.

Lihat juga: Sejarah Sepakbola Indonesia dan Dunia

34. Mobil-mobilan dari Kulit Jeruk.


@yulinugraha
[Link]
Siapa yang masih ingat bahwa zaman dahulunya pernah dibuatkan mobil-
mobilan dari bahan kulit jeruk? Kalau zaman sekarang ingin mainan mobil
tinggal minta dibelikan di toko-toko mainan, maka lain halnya dengan
anak zaman dahulu.

Kulit jeruk bisa diubah menjadi sebuah mainan dan anak-anak sangat
menyukai permainan tradisional satu ini. Oh ya, jeruk yang disarankan
untuk membuat mobil adalah jeruk Bali ya! Sesuai dengan bahan
utamanya, permainan mobil mobilan dari kulit jeruk berasal dari Bali.

35. Permainan Masak Masakan Tradisional.


@[Link]
Anak perempuan masa kecilnya pasti pernah melakukan permainan
jenis ini. Alat yang dahulu sering digunakan untuk bermain masak-
masakan umumnya terbuat dari tanah liat dan alat ini bisa dibeli di pasar-
pasar tradisional.

Bahan-bahan yang biasa diolah saat itu adalah tumbuhan. Permainan dari
Jawa Tengah ini sangat hits di masanya dan mungkin sampai saat ini juga
masih sering dilakukan oleh anak perempuan.

Lihat juga: 12 Permainan Bola Kecil dan Penjelasannya

36. Cublak-cublak Suweng.


@[Link]
Cublak-cublak Suweng adalah sebuah permainan dari Jawa Timur yang
pernah populer pada masanya. Permainan Cublak-cublak Suweng sangat
sederhana dilakukan. Permainan yang berasal dari Jawa Tengah ini
setidaknya membutuhkan minimal 3 pemain.

Satu pemain harus berjongkok di tanah dengan posisi menundukkan


kepalanya dan punggungnya digunakan oleh pemain lain untuk bermain
menyembunyikan batu sambil bernyanyi. Apabila nyanyian selesai, maka
pemain yang berjongkok tadi harus menebak di tangan siapa batu berada.

37. Permainan Tradisional Kotak Pos.


@youtube
Permainan Kotak Pos adalah permainan dari Betawi yang sangat
menyenangkan pada masa itu. Permainan ini setidaknya melibatkan
minimal tiga atau empat orang ke atas. Nah, permainan kotak pos
mengharuskan semua pemain meletakkan tangan dengan posisi tangan
ditelungkupkan di atas tangan peserta lain.

Kemudian semua pemain diminta untuk saling bernyanyi dan menepuk


tangan yang di atas. Ketika nyanyian berhenti dan ada pemain yang
terkena tepukan tangan maka ia wajib dikenai tantangan.

38. Sepak Tekong.


@[Link]
[Link]
Sepak Tekong adalah sebuah permainan dari Sumatera Barat yang
hampir sama dengan petak umpet. Hanya saja bedanya pemain yang
bersembunyi harus menyentuh sebuah pos jaga yang telah disepakati.
Ketika pemain yang bersembunyi telah menyentuh pos, ia wajib
mengucapkan kata “Tekong” dengan lantang.

Selesai berhitung, penjaganya harus menemukan orang-orang yang telah


bersembunyi. Jika semua orang yang bersembunyi mampu menyentuh
semua posnya maka penjaga kalah dan ia harus menjaga lagi permainan.

Baca juga: 7 Permainan Bola Besar dan Gambarnya

39. Benthik.
@[Link]
Benthik merupakan permainan tradisional dari Yogyakarta yang
memanfaatkan patahan-patahan ranting pohon atau bisa juga
menggunakan kayu kecil yang ukurannya pendek dan mudah untuk
diaplikasikan dalam permainan ini.

Setidaknya ada 2 pemain dan setiap pemain harus bisa melambungkan


tongkatnya dan apabila lawan mainnya bisa menangkap tongkat tersebut
maka lawan mendapatkan poin. Siapa yang mendapatkan poin paling
tinggi dalam menangkap benthik, maka ialah yang akan menjadi
pemenangnya.

40. ABC 5 Dasar.


@
[Link]
Permainan dari Jawa Tengah ini melibatkan jari-jari tangan dan permainan
ini bisa dilakukan minimal tiga orang. Caranya mudah, 3 pemain harus
menyerahkan jari-jarinya terserah, bisa menunjukkan 3, 4 atau 7 jari.

Semua jari kemudian dihitung dan dijumlah apabila jumlah jari yang
ditampilkan ada 10 jari, maka angka 10 jari tersebut menunjukkan huruf
abjad ke-10 yakni J. Pemain harus menyebutkan buah yang berawalan
dari huruf J atau bisa juga artis yang berawalan dengan huruf J.

41. Balap Karung.


@yahooberita
Permainan dari Betawi satu ini sering sekali dilakukan saat merayakan
kemerdekaan. Permainannya sangat mudah di mana anak-anak harus
menggunakan karung dan ia harus melompat dari garis start hingga finish
menggunakan karung. Apabila sang pemain jatuh maka ia harus
memulainya dari garis awal begitu. Siapa yang paling cepat sampai di
garis finish maka dialah pemenangnya.

42. Lenggang Rotan.


@[Link]
Lenggang Rotan memang terlihat seperti gerakan hulahop, namun
sebenarnya senam satu ini mungkin terinspirasi dari permainan
tradisional dari Jawa Timur ini. Permainan ini caranya sangat mudah
karena anak-anak hanya perlu menggunakan lenggang rotan ini ke perut
dan menggerak-gerakkannya.

43. Bakiak.
@[Link]
7.

Anda mungkin juga menyukai