Keberagaman Budaya di Indonesia
Keberagaman Budaya di Indonesia
Didik.
Aktivitas 2 Mengajak Peserta Didik untuk Membuka Wawasan tentang Keberagaman yang
Tumbuh di Masyarakat Indonesia
Aktivitas 5 Melakukan Kunjungan ke Tempat Ibadah Sesuai dengan Agama yang Dianut
Aktivitas 8 Menemukan dan Menuliskan Keberagaman yang Paling Berkesan dalam Bentuk
Laporan Hasil Observasi yang Disertai dengan Foto Kegiatan
Seni daerah terbagi atas tujuh bentuk, yaitu seni bangunan, seni patung, seni rias, seni olahraga,
seni musik, seni sastra Indonesia, dan seni drama.
TEMA TOPIK
1. Kewirausahaan (Peluang Usaha Membuat Ekstrak (Saripati) Jahe
dan Kunyit)
2. Bangunlah Jiwa dan Raganya (Mari Berkarya, Menentang Perundungan)
3. Bhinneka Tunggal Ika (Mengenal Keberagaman Masyarakat Indonesia)
4. Kearifan Lokal (Membatik Tanpa Limbah Berbahaya)
5. Gaya Hidup Berkelanjutan (Pemanfaatan Lahan Kosong untuk budi daya
Sayuran Microgreens)
zat yang dihasilkan dari proses pengambilan atau pemisahan senyawa tertentu dari bahan baku
dengan menggunakan metode tertentu
Intrakurikuler adalah bagian dari kurikulum resmi dan kokurikuler melengkapi kurikulum dengan
terintegrasi dalam kegiatan sekolah. Sementara itu, ekstrakurikuler adalah kegiatan yang
berlangsung di luar kurikulum dan lebih berfokus pada pengembangan pribadi dan hobi siswa.
Apa Semboyan (Moto) Bangsa Indonesia? Arti Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar untuk
mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia yang dijelaskan oleh Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan sebagai semboyan bangsa Indonesia. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika tersebut berasal
dari kata (frasa) dalam Kakawin Sutasoma (syair bahasa Jawa Kuno)/buku atau kitab Sutasoma,
karangan Mpu Tantular yang memiliki arti ‘berbeda-beda tetapi tetap satu jua’.
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari kata bhinneka dengan arti “beraneka
ragam”, tunggal berarti “satu”, dan ika berarti “itu.” Apabila mengacu kepada arti secara harfiahnya,
semboyan bangsa Indonesia itu secara keseluruhan berarti “berbeda-beda, tetapi satu juga”.
Bhineka Tunggal Ika tertulis pada lambang negara kita yaitu Burung garuda posisinya dimana ?
letak atau posisinya tertulis pada pita burung garuda
Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan negara Indonesia, yang tertulis pada pita burung Garuda
Pancasila. Secara konstitusional, semboyan negara diatur dalam pasal 36A Undang-Undang Dasar
(UUD) 1945, yakni “Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal
Ika”.
Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang
negara Indonesia, Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah
“Berbeda-beda, tetapi tetap satu”.
Diterjemahkan per kata, kata bhinnêka berarti “beraneka ragam” dan terdiri atas
kata bhinna dan ika, yang digabung. Kata tunggal berarti “satu”. Kata ika berarti “itu”. Secara
harfiah, Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan “Beraneka Satu Itu”, yang bermakna meskipun
beranekaragam tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini
digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan
kepercayaan.
Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuno yaitu kakawin Sutasoma, karangan
Mpu Tantular semasa Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14, di bawah pemerintahan Raja
Rājasanagara, yang juga dikenal sebagai Hayam Wuruk. Kakawin ini istimewa karena mengajarkan
toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha.
10 Suku Terbesar di Indonesia : Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Batak, Suku Madura, Bugis, Betawi,
Minang, Melayu, Sumatera Selatan, Sulawesi selatan
Contoh suku di Indonesia garis keturunan ayah (paternalistik) adalah suku Jawa dan suku Batak. Suku
yang mengikuti garis maternalistik (ibu/perempuan) contohnya Suku Minangkabau.
2. Keberagaman Agama
Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan dasar dan ideologi negara. Di Indonesia, agama
berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Negara memberikan jaminan untuk beribadah
sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Jaminan beragama ada di pasal 29 ayat (2) UUD
negara RI tahun 1945. Di Indonesia ada 6 agama resmi yang diakui Pemerintah yaitu Islam (Masjid),
Kristen (Gereja), Katolik (Gereja/Kapel), Hindu (Pura/Sangga), Budha (Wihara), dan Konghucu.
3. Keberagaman Ras
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ras adalah goolongan bangsa berdasarkan ciri-ciri
fisik, dan rumpun bangsa. Ras dikelompokan dari bentuk badan, muka, hidung, dan warna kulit.
Contoh ras di Indonesia adalah ras Mongoloid, di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat,
Kalimantan, dan Sulawesi. Ras Melanesoid banyak tinggal daerah Papua, Maluku, dan Nusa
Tenggara Timur. Selain itu di Indonesia ada keturunan ras Ras Asiatic Mongoloid seperti orang-orang
Tionghoa, Jepang, dan Korea.
4. Keberagaman Antargolongan
Golongan merupakan kelompok dalam masyarakat yang beragam. Dalam sosiologi dikenal istilah
Stratifikasi Sosial. Istilah ini adalah pengelompokan masyarakat dalam kelas-kelas sosial tertentu.
Meski terjadi keberagaman antar golongan, adanya semboyan negara dapat menorong kerukunan,
persatuan dan kesatuan bangsa. Keberagaman antargolongan bisa menumbuhkan kesadaran bagi
setiap warga negara. Contoh keberagaman golongan adalah bantuan perusahaan memberi bantuan
pada pengusaha kecil yang terdampak Covid-19. Kelompok mahasiswa memberikan buku gratis dan
ilmu pada anak yatim piatu.
5. Integrasi Nasional
Identitas nasional merupakan suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa. Dalam jurnal Bhinneka
Tunggal Ika Sebagai Benteng terhadap Risiko Keberagaman Bangsa Indonesia yang diterbitkan
Institut Agama Islam Negeri Kudus, identitas nasional sebagai wujud usaha mempersatukan
keberagaman serta pencegahan konflik.
Jadi apa yang dimaksud dengan keberagaman adalah suatu keadaan dimana terdapat perbedaan
dalam berbagai bidang yang ada dalam lingkungan masyarakat, baik perbedaan dalam hal suku
bangsa, ras, agama, keyakinan, ideologi politik, sosial budaya, ekonomi dan lainnya.
Keragaman dalam masyarakat adalah sebuah keadaan yang menunjukkan perbedaan yang cukup
banyak macam atau jenisnya dalam masyarakat.
1. Letak Geografis
Letak geografis ini berkaitan dengan kondisi negara kepulauan, yang berjumlah sekitar 17.000 dan
setiap pulaunya memiliki suku bangsa berbeda-beda. Hal tersebut juga menjadikan Indonesia
memiliki letak yang strategis, sehingga tak jarang pula dijadikan WNA (Warga Negara Asing) untuk
memohon naturalisasi sebagai WNI (Warga Negara Indonesia).
Melihat keberagaman letak geografis di Indonesia, pasti akan beragam pula kondisi alamnya.
Perbedaan kondisi alam ini berkaitan dengan perbedaan musim antar daerah dan perbedaan kondisi
alam yang berupa pantai serta pegunungan. Dari hal tersebut maka kebutuhan masyarakat, mata
pencaharian, dan hasil sumber daya alam juga akan turut beragam.
Perbedaan kondisi alam ini juga mempengaruhi keberagaman penggunaan transportasi dan sistem
komunikasi di dalam kehidupan bermasyarakatnya. Misalnya, untuk masyarakat yang tinggal dengan
kondisi alam pantai, umumnya mereka akan menggunakan transportasi laut.
Kebudayaan asing yang mempengaruhi bangsa Indonesia terutama pada era digital seperti saat ini
juga turut menjadi faktor penyebab dari keberagaman masyarakatnya. Biasanya, kebudayaan asing
yang masuk ke Indonesia ini memiliki ciri khas yang berbeda, sehingga masyarakat harus pandai
untuk memilahnya. Tak jarang pula akan terjadi proses akulturasi atau percampuran antara unsur
budaya asing dengan budaya Indonesia. Contohnya seni sastra yang banyak terinspirasi oleh sastra
Ramayana dan Mahabarata yang berasal dari Indonesia (kebudayaan Hindu).
Apalagi, masyarakat pada zaman sekarang sudah sangat menerima terhadap perubahan yang ada
yang mana mencakup pada segala bidang kehidupan. Sehingga akulturasi hingga mencapai hasil
yang beragam juga turut menjadi faktor penyebab keberagaman di Indonesia.
1 ISLAM AL-QUR’AN NABI MUHAMMAD SAW IDUL FITRI, IDUL ADHA, TAHUN MASJID/MESJID
BARU ISLAM, ISRA MI’RAJ
6 KONGHUCU SHI SHU, KONG HU CHU IMLEK, CAP GO MEH KLENTENG/LI TANG
WHU CHING
Mengapa keberagaman budaya merupakan salah satu aset yang dapat dimanfaatkan untuk
menyejahterakan masyarakat Indonesia?
Adanya ribuan pulau menjadi alasan munculnya keanekaragaman budaya dari setiap daerah di
Indonesia.
Hal ini menjadi identitas bagi bangsa Indonesia sehingga ketika ada yang menanyakan negara mana
yang kaya akan kebudayaan kita sudah tahu dengan pasti jawabannya: Indonesia.
Kemana pun kita mengunjungi suatu daerah di Indonesia, kita pasti tidak hanya akan menemukan
masyarakat adat di daerah itu.
Ada juga pendatang yang akhirnya menetap di daerah tersebut atau sekedar datang untuk
berwisata. Kebanyakan orang Indonesia terbiasa dengan kehadiran orang luar daerah yang memiliki
budaya serta bahasa yang berbeda.
Perbedaan budaya, ras, ras, dan hal lainnya tampaknya tidak mempengaruhi keadaan penduduk
Indonesia, karena kita semua adalah warga negara Indonesia.
Toleransi yang tinggi dirasakan masyarakat Indonesia, khususnya di kota-kota besar. Keragaman
adalah kekuatan pendorong toleransi di antara masyarakat.
3. Menarik Wisatawan
Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing. Bahkan di suatu daerah.
Kita dapat menemukan orang-orang yang berbicara dengan bahasa yang sangat berbeda dan
memiliki latar belakang sejarah yang berbeda. Umumnya setiap budaya memiliki peninggalan
sejarahnya masing-masing.
Tentunya situs sejarah ini akan sangat bermanfaat bagi kawasan tersebut untuk dijadikan objek
wisata seperti museum, monumen dan tempat wisata lainnya.
Disadari atau tidak, wisatawan yang berkunjung ke Indonesia bukan hanya karena kekayaan alamnya
yang indah, tetapi juga karena Indonesia memiliki kekayaan budaya yang tidak dapat kita temukan di
negara lain.
Turis asing dikejutkan dengan banyaknya budaya yang ada di negara kita, budaya tersebut begitu
kuat seperti yang ada di Bali. Setiap tahun jutaan turis asing memilih tempat-tempat ini sebagai
destinasi, tidak hanya untuk berwisata, tapi juga untuk menambah pengetahuan.
Budaya bisa berbentuk bahasa, pakaian, tari, masakan, rumah adat, bahkan mitologi dan
kepercayaan yang berbeda.
Meskipun tinggap dinegara yang sama, kadang kita juga penasaran akan budaya masyarakat di
berbagai daerah lain.
Hal ini membuat masyarakat Indonesia kaya akan pengetahuan tentang daerah sekitarnya.
Manfaat yang kaya dari keanekaragaman budaya yang kita miliki dapat memberikan peluang bagi
masyarakat.
Misalnya, pengrajin tenun atau pengrajin daerah bisa menjual hasil karyanya dan mengembangkan
usahanya sesuai dengan budayanya sendiri.
Bisnis paling menjanjikan lainnya adalah dari segi kuliner. Kita bisa merasakan semua jenis masakan
berbeda yang ditemukan di Indonesia.
Contoh Keberagaman
Berbagai penerapan mengenai keberagaman di Indonesia sangatlah lumrah kita temui. Berikut
merupakan contoh keberagaman yang ada di Indonesia :
Indonesia memiliki 34 Provinsi yang di dalamnya terdapat kabupaten dan kota. Setiap daerah
memiliki ciri khas wilayahnya masing-masing. Bisa berupa flora, fauna, ataupun kondisi lingkungan.
Misalnya, daerah Malang, Jawa Timur terkenal dengan daerah pegunungan. Salah satunya adalah
Gunung Bromo.
Begitu juga dengan daerah yang menjadi tempat kita tinggal, pasti memiliki ciri khas yang menjadi
ikon tersendiri.
Indonesia tercatat memiliki sebanyak ± 1.128 suku yang tersebar dari sabang sampai merauke.
Keberagaman suku diantaranya seperti adanya Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Melayu, Suku Bugis,
Suku Batak, dsb Masing-masing dari suku ini memiliki budaya yang berbeda.
Mungkin bisa terlihat dari bahasa, makanan, kesenian, dan masih banyak lagi.
3. Keberagaman Agama
Sama seperti suku dan budaya, setiap orang juga memiliki agama yang berbeda-beda.
Di Indonesia sendiri ada enam agama yang secara sah diakui, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu,
Buddha, dan Konghucu. Berbeda agama tentunya juga memiliki cara ibadah yang berbeda-beda.
Demikianlah pembahasan mengenai apa yang dimaksud dengan keberagaman, semoga dapat
menambah wawasan serta manfaat bagi kalian semua.
Contoh Keberagaman
Keragaman Etnis
Budaya nasional Indonesia ditandai dengan adanya keragaman etnis yang begitu kaya. Indonesia
terdiri dari lebih dari 300 etnis yang tersebar di berbagai pulau. Setiap etnis juga memiliki keunikan
dan kekhasan dalam budayanya. Contohnya, suku Jawa memiliki budaya yang berbeda dengan suku
Bali. Begitu juga dengan suku Batak, suku Minangkabau, suku Dayak, dan masih banyak lagi.
Keragaman etnis ini membuat Indonesia menjadi negara yang multikultural, dimana masyarakat
Indonesia hidup dengan rukun dan damai meskipun berbeda etnis. Setiap suku juga memiliki ciri
khas budaya yang sangat beragam, baik dalam hal bahasa, tradisi, adat istiadat, dan seni.
Keanekaragaman Bahasa
Bahasa merupakan salah satu aspek yang penting dalam budaya nasional Indonesia. Indonesia
memiliki lebih dari 700 bahasa daerah yang berbeda. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara
digunakan sebagai bahasa komunikasi yang digunakan di seluruh wilayah Indonesia.
Keanekaragaman bahasa ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya dengan bahasa-bahasa
lokal yang masih digunakan hingga saat ini. Bahasa daerah tersebut dipertahankan dan dijadikan
sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
Adat Istiadat
Adat istiadat adalah salah satu ciri budaya nasional Indonesia yang sangat kaya. Setiap suku di
Indonesia memiliki adat istiadat yang berbeda-beda. Adat istiadat ini mencakup berbagai ritual,
upacara, dan peninggalan budaya nenek moyang yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Contoh adat istiadat yang terkenal di Indonesia adalah adat istiadat dalam pernikahan, pertunjukan
seni tradisional, upacara adat dalam kehidupan sehari-hari, dan masih banyak lagi. Adat istiadat ini
merupakan salah satu bentuk kekayaan budaya nasional Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan
agar tidak punah.
Pakaian Tradisional
Pakaian tradisional merupakan salah satu wujud dari budaya nasional Indonesia. Setiap daerah di
Indonesia memiliki pakaian tradisional yang berbeda-beda. Pakaian tradisional ini mencerminkan
keunikan dan karakteristik masyarakat setempat.
Contoh pakaian tradisional yang terkenal di Indonesia antara lain kebaya, batik, sarung, dan songket.
Pakaian tradisional ini biasanya digunakan dalam upacara adat, perayaan, atau acara budaya.
Pakaian tradisional Indonesia memiliki keindahan dan kekayaan motif serta kerajinan tangan yang
tinggi, sehingga pakaian ini menjadi salah satu ciri khas budaya nasional Indonesia yang sangat
berharga.
Makanan Khas
Makanan juga merupakan salah satu unsur penting dalam budaya nasional Indonesia. Setiap daerah
di Indonesia memiliki makanan khas yang unik dan memiliki cita rasa yang berbeda-beda. Makanan
khas ini menjadi salah satu daya tarik wisata kuliner Indonesia.
Contoh makanan khas Indonesia yang terkenal di seluruh dunia antara lain nasi goreng, rendang,
sate, gado-gado, dan masih banyak lagi. Makanan khas Indonesia ini juga menjadi salah satu ciri
budaya nasional yang mencerminkan keanekaragaman rempah-rempah dan bahan makanan yang
digunakan dalam masakan tradisional Indonesia.
Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang ciri-ciri budaya nasional Indonesia yang meliputi
keragaman etnis, keanekaragaman bahasa, adat istiadat, pakaian tradisional, dan makanan khas.
Budaya nasional Indonesia sangatlah kaya dan beragam, menjadikannya salah satu kekayaan negara
yang perlu dilestarikan dan dijaga agar tetap terjaga keberagamannya serta mendapatkan
pengakuan dunia.
1. Upacara Adat
Upacara adat adalah salah satu bentuk adat istiadat atau kebiasaan masyarakat tradisional yang
diduga masih mempunyai nilai-nilai relevan bagi kehidupan dan kebutuhan masyarakat sekitarnya.
Hal itu dirasa sebagai bentuk upaya manusia agar dapat berhubungan dengan arwah atau roh para
leluhur dan bentuk kesanggupan masyarakat sekitar untuk menyelaraskan diri akan alam dan
lingkungan luas.
Upacara adat dikenal sebagai salah satu warisan nenek moyang dari masing-masing daerah yang
telah dijaga dan dilestarikan secara turun-temurun. Meskipun perkembangan zaman semakin maju
dan canggih, akan tetapi upacara adat tak dilupakan oleh sebagian masyarakat, khususnya
masyarakat yang kental akan adat. Hal itu karena upacara adat dirasa mempunyai nilai filosofis dan
kekuatan tersendiri oleh sebagian masyarakat setempat.
Di Indonesia sendiri, tradisi upacara adat banyak dilakukan oleh masyarakat berbagai daerah yang
mana di tiap-tiap daerah tentu memiliki upacara adatnya masing-masing. Berikut dijelaskan secara
ringkas mengenai upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Upacara adat di Aceh, yakni Peusijuk. Peusijuk dikenal sebagai tradisi turun-temurun yang dilakukan
oleh masyarakat Aceh sebagai perwujudan syukur atas anugerah yang diberikan oleh Allah.
Umumnya, upacara adat Peusijuk diselenggarakan saat acara kelahiran, naik haji, pernikahan, dan
sebagainya
Berbagai ilmu pengetahuan lainnya terkait masyarakat Aceh yang secara detail dan rinci
digambarkan pada buku Orang Aceh yang ada dibawah ini.
Upacara Adat di Sumatera
Upacara Adat Tabuik (sumber: infobudaya)
Upacara adat di Sumatera Utara adalah Tradisi Mangokkal Holi. Tradisi ini dikenal sebagai ritual
untuk mengambil tulang belulang leluhur masyarakat dari dalam pemakaman, kemudian disimpan
dalam peti dan diletakkan di salah satu bangunan tugu yang memang disediakan secara khusus.
Sementara upacara adat di Sumatera Barat adalah Perayaan Tabuik. Perayaan ini dilaksanakan oleh
masyarakat Pariaman (Sumatera Barat) guna memberikan peringatan meninggalkan cucu Nabi
Muhammad, yakni Hasan dan Husein.
Selanjutnya, upacara adat di Sumatera Selatan adalah Sedekah Rame. Upacara ini dilaksanakan oleh
suku Lahat dan diselenggarakan oleh para petani setempat yang berkaitan dengan kegiatan
pertanian pula.
Upacara adat di Kepulauan Riau dikenal sebagai Tepuk Tepung Tawar. Adapun maksud dan tujuan
digelarnya upacara ini guna memberikan berkah demi keselamatan dan kesejahteraan, serta
menghapus kesialan orang yang melakukan upacara adat ini.
Lalu, upacara adat di Riau dinamai sebagai upacara Balimau Kasai. Upacara adat ini dilakukan guna
menyambut bulan Ramadhan. Balimau sendiri bermakna mandi dengan air yang dicampur dengan
buah limau.
Upacara adat Jambi, yakni Upacara Besale. Upacara Besale adalah bentuk pengobatan tradisional
guna mengusir arwah atau roh jahat yang dirasa menjadi asal mula penyakit dari warga suku Anak
Dalam.
Upacara adat dari Kepulauan Bangka Belitung adalah Perang Ketupat. Perang Ketupat dilaksanakan
tiap 1 Muharram atau Tahun Baru Islam di pantai Tempilang, tepatnya Kabupaten Bangka Barat.
Upacara adat di Bengkulu dinamai sebagai Bakar Gunung Api. Upacara ini diselenggarakan dengan
menumpuk batok kelapa sampai menyerupai gunung, lalu membakarnya. Hal itu sebagai
perwujudan rasa syukur pada Tuhan.
Kemudian, upacara adat di lampung ialah upacara Ngebabali yang dilaksanakan oleh warga apabila
ingin membuka ladang baru, mendirikan rumah baru, serta membersihkan tempat yang dirasa
memiliki aura negatif atau ghaib.
Upacara adat Jawa Barat, yaitu Sisingaan yang dilakukan dengan metode mengarak anak sehari
sebelum dikhitan. Biasanya, upacara ini lebih sering dilaksanakan oleh masyarakat Subang.
Upacara adat di Jawa Tengah, yakni Ruwatan. Ruwatan dilakukan dengan cara meruwat
(membersihkan atau menyucikan) seseorang dari berbagai nasib buruk dan memberikan
kesejahteraan dalam hidup.
Sementara upacara di Jawa Timur disebut Kasada. Kasada adalah perayaan adat Suku Tengger yang
diselenggarakan tiap hari ke-14 pada bulan Kasada (sesuai tanggal Jawa). Metode yang dilakukan,
yaitu dengan melempar berbagai sesajen ke arah kawah Gunung Bromo.
Upacara adat di Banten dinamai Seren Raun yang diselenggarakan sebagai perwujudan rasa syukur
kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berbagai hasil dari bidang pertanian.
Upacara adat di Yogyakarta disebut sebagai Upacara Sekaten. Upacara Sekaten diselenggarakan
guna sebagai peringatan lahirnya Nabi Muhammad yang dilaksanakannya di alun-alun Yogyakarta
dan utara Surakarta.
Upacara adat di Bali yang terkenal ialah Ngaben. Upacara Ngaben dilaksanakan dengan
mengkremasi atau membakar jenazah di Bali. Tujuan dan maksud upacara Ngaben guna mengantar
jenazah ke kehidupan selanjutnya.
Upacara adat di Nusa Tenggara Barat adalah U’a Pua. Tradisi ini berlangsung selama tujuh hari
berturut-turut serta berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad. Adapun tradisi ini
dilaksanakan dengan berbagai atraksi dari masyarakat Bima dan Mbojo.
Upacara adat Nusa Tenggara Timur adalah Pesta Adat Reba yang dilaksanakan guna menyambut
pergantian tahun. Ciri khas dari tradisi ini ialah memakan ubi secara bersama-sama dengan diiringi
musik serta tarian adat setempat.
Upacara adat di Kalimantan Barat dinamai Naik Dango. Upacara adat ini memang kegiatan tahunan
yang diselenggarakan oleh masyarakat Dayak sebagai ucapan syukur pada Sang Pencipta atau
mereka menyebutnya Nek Jubata atas panen padi.
Upacara adat di Kalimantan Tengah ialah Uluh Matei yang selenggarakan guna mengantar jiwa
manusia yang sudah meninggal menuju ke daerah-daerah yang berada di langit ke tujuh.
Berikutnya, upacara adat di Kalimantan Selatan adalah Aruh Bahari yang dilaksanakan setelah
masyarakat suku Dayak Dusun Halong selesai musim panen. Kemudian, upacara adat Kalimantan
Timur ialah Dahau. Dahau dikenal sebagai tradisi pemberian nama anak dari turunan bangsawan
yang berlangsung selama satu bulan disertai dengan ritual adat.
Upacara adat Kalimantan Utara adalah Nyadar yang memang tradisi masyarakat petani garam Desa
Pinggir Papas. Umumnya, dilakukan di sekitar wilayah makam leluhur.
Upacara adat di Sulawesi Utara disebut sebagai Mekikuwa yang diselenggarakan suku Minahasa
sebagai ucapan permohonan sekaligus rasa syukur pada Tuhan. Kemudian, di Sulawesi Tengah
dikenal sebagai ritual Mora’akeke sebagai bentuk permohonan agar Tuhan mengurangi sinar
matahari. Di Sulawesi Tenggara dikenal sebagai upacara adat Posuo yang memang dilaksanakan
terkait kesucian seorang wanita.
Di Sulawesi Selatan dikenal upacara adat Mappalili yang dilaksanakan guna mengawali musim tanam
di sawah. Lalu, di Sulawesi Barat dinamai Sayyang Pattu’du yang diselenggarakan sebagai bentuk
syukur anak-anak berhasil khatam membaca Al-Qur’an. Sementara di Gorontalo terdapat upacara
adat Momondo yang bermakna terhadap pengesahan kedua calon pengantin yang hendak nikah.
Upacara adat di Maluku dikenal sebagai Pukul Sapu yang digelar seminggu setelah Idul Fitri atau
setiap 7 Syawal oleh para lelaki, sementara di Maluku Utara dikenal dengan Tradisi Abdau, yakni
penyambutan Idul Adha.
Upacara adat di Papua, yakni Pesta Bakar Batu yang terdiri dari 3 tahapan, di antaranya persiapan,
bakar babi, dan terakhir makan bersama. Kemudian, di Papua Barat ada Tanam Sasi, yaitu rangkaian
upacara adat kematian dengan menanam Sasi atau sejenis kayu.
Dengan semakin berkembangnya kegiatan wisata, pariwisata pusaka menjadi semakin popular dan
banyak diminati. Indonesia sangat kaya akan potensi pariwisata pusaka. Setiap situs pariwisata
pusaka akan memiliki keunikannya, dan merupakan rekam jejak perjalanan sejarah dan budaya
bangsa Indonesia. Buku ini berisikan 12 wisata pusaka budaya Nusantara secara keseluruhan.
2. Pakaian Adat
Pakaian adat adalah salah satu ciri suku tertentu di Indonesia. Umumnya, pakaian adat dipakai saat
berlangsungnya proses upacara adat, misalnya, pernikahan yang memang menerapkan adat istiadat
dari daerah tersebut.
Ragam budaya Indonesia yang satu ini tetap bertahan dan berbagai perkembangan busana atau
pakaian modern yang terbilang cepat. Bahkan, beberapa di antara generasi sekarang, banyak yang
memodifikasi pakaian adat agar terlihat trendi, meskipun dikenakan saat acara informal.
Pakaian adat Indonesia memang menjadi simbol di tiap daerahnya. Tentunya masing-masing provinsi
memiliki karakteristik baju tradisional sebagai bentuk keunikan daerah tersebut. Adapun untuk
warna dan corak dari masing-masing pakaian tradisional di Indonesia memiliki keberagaman, mulai
dari kombinasi warna cerah hingga cenderung gelap. Tak hanya itu, pakaian adat dari tiap daerah di
Indonesia juga memiliki nama tersendiri.
3. Provinsi Sumatera Barat, yaitu Pakaian Adat Bundo Kanduang, Limpapeh Rumah Nan Gadang
4. Provinsi Riau, yaitu Pakaian Adat Teluk Belanga dan Kebaya Labuh
5. Kepulauan Riau, yaitu Pakaian Adat Kebaya Labuh dan Teluk Belanga
19. Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu Baju Adat Nusa Tenggara Timur
20. Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Pakaian Adat King Baba atau King Tompang
23. Provinsi Kalimantan Utara, yaitu Pakaian Adat Ta’a dan Sapei Sapaq
32. Provinsi Maluku Utara, yaitu Pakaian Adat Manteren Lamo dan Kimun Gia
Rumah adat tradisional adalah sebuah bangunan atau konstruksi yang sengaja dibangun dan dibuat
sama persis dari tiap-tiap generasinya, tanpa adanya modifikasi. Rumah adat masih dipertahankan,
baik segi kegunaan, fungsi sosial, dan budaya di balik corak atau desain bangunan tersebut.
Pada setiap rumah adat yang dimiliki oleh 34 provinsi di Indonesia, tentu memiliki ciri karakteristik
masing-masing. Rumah adat sendiri dapat digunakan sebagai tempat tinggal atau hunian suatu suku
bangsa tertentu dan bisa pula menjadi tempat yang bersejarah, serta dipakai sebagai pelaksanaan
upacara adat.
Selain itu, rumah adat di tiap-tiap provinsi di Indonesia memiliki namanya masing-masing. Berikut ini
daftar nama-nama rumah adat beserta provinsi asalnya.
4 Rumah Adat Melayu Selaso Jatuh Kembar Kepulauan Riau dan Riau
Alat musik tradisional Indonesia merupakan alat musik yang sudah turun-temurun dari generasi ke
generasi dan berkembang di daerah-daerah tertentu. Dengan begitu, hal itu menjadi bukti bahwa
Indonesia memiliki aset yang beragam.
Dalam masyarakat adat, lazimnya alat musik tradisional memiliki 3 fungsi, di antaranya:
1. Alat musik tradisional digunakan sebagai salah satu media atau sarana upacara adat yang
memang diselenggarakan secara turun-temurun.
2. Alat musik tradisional dapat berfungsi sebagai pengisi latar musik pada pertunjukan seni
daerah setempat.
3. Alat musik tradisional bisa menjadi sarana ekspresi, kreasi, bahkan komunikasi.
Indonesia mempunyai berbagai alat musik tradisional khas dan unik yang mana tidak akan didapati
di negara lain. Hebatnya, beberapa alat musik tradisional Indonesia telah dikenal hingga ke ranah
Internasional. Apa saja alat musik itu? Berikut akan dijabarkan beberapa alat musik khas negara
Indonesia yang telah menyebar dan terkenal hingga ke seluruh dunia.
Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional dari Jawa Barat yang telah dikenal hingga ke
ranah Internasional. Angklung adalah alat musik yang terbuat dari belahan bambu yang dirangkai
dan disusun sehingga apabila digoyangkan akan menciptakan nada yang khas.
Angklung termasuk budaya Indonesia yang telah menjadi daya pikat wisatawan asing. Seperti yang
diketahui bahwa angklung telah diakui UNESCO sebagai “Warisan Budaya Dunia.”
2. Gamelan
Gamelan (sumber: goodnewsfromIndonesia)
Gamelan adalah perpaduan dari beberapa alat musik tradisional Indonesia yang dimainkan
bersamaan, terdiri dari gong, gambang, saron, kenong, dan beberapa alat musik lainnya.
Sejak tahun 2014, Alat musik tradisional Jawa, Sunda, Bali dan Lombok ini telah diakui The United
Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Terlebih, di beberapa negara,
seperti Amerika Serikat, Australia, Kanada, juga Inggris telah mengadakan pendidikan seni gamelan.
3. Tifa
Tifa (sumber: cinta Indonesia)
Alat musik tradisional Tifa berasal dari Maluku dan Papua, bentuknya mirip tabung yang
dimainkannya dengan dipukul. Lazimnya, tifa dimainkan saat upacara adat, mengiringi tarian
tradisional khas Indonesia, serta pertunjukan musik tradisional. Berdasarkan jenisnya, tifa terbagi
menjadi tifa jekir, dasar, bas, dan potong.
4. Sasando
Ilustrasi seorang wanita sedang memainkan alat musik Sasando (sumber: [Link])
Sejak abad ke-7, Sasando telah dipakai di Rote, tepatnya Nusa Tenggara Timur. Alat musik tradisional
NTT ini, berupa kawat yang dimainkannya dengan dipetik. Sasando memiliki keunikan, yakni pada
bagian utama dengan bentuk tabung panjang dari belahan bambu. Keunikan tersebut mengantarkan
sasando menjadi alat musik tradisional Indonesia yang mendapatkan penghargaan dari The United
Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
5. Kolintang
Kolintang adalah alat musik tradisional dari Sulawesi Utara yang biasanya difungsikan untuk
mengiringi upacara adat penghormatan arwah leluhur. Tahun 2019, kolintang dimainkan oleh 1.223
orang hingga akhirnya berhasil memecahkan rekor dunia. Seiring berkembangnya zaman, fungsi
kolintang beralih ke ranah industri kreatif, seperti menjadi pengiring lagu tradisional, pengiring tari
tradisional, bahkan orkestra.
Tarian adat tradisional adalah tarian yang berkembang dan tentunya dilestarikan oleh daerah
tertentu dari generasi ke generasi berikutnya. Tarian adat tradisional lazimnya memiliki karakteristik
yang memperlihatkan budaya dan kearifan daerah setempat.
Tarian adat tradisional menjadi salah satu keragaman budaya Indonesia yang terkenal dan banyak
diperlihatkan di acara penting tingkat Internasional. Berbagai provinsi di Indonesia mempunyai
tarian adat tradisionalnya tersendiri, bahkan satu provinsi dapat memiliki lebih dari satu ragam
tarian. Untuk mengetahui berbagai nama tarian adat tradisional, kalian bisa baca 25 Nama Tarian
Daerah dan Asalnya
6. Senjata Tradisional
Setiap provinsi di Indonesia tentu memiliki senjata tradisional yang berbeda antara satu dan lainnya,
serta memiliki nilai aturan selaras dengan norma budaya yang diberlakukan.
Adapun beberapa senjata tradisional Indonesia, di antaranya Keris berasal dari Jawa, Kawali atau
Badik dari Sulawesi, Mandau dari provinsi Kalimantan, celurit dari Madura (Jawa Timur), Rencong
dari Aceh, Parang Salawaku dari Maluku, dan sebagainya.
Berbagai senjata tradisional yang berbahan baku dari yang ada disekitar lingkungan daerah tersebut
pada zamannya juga bisa Grameds temukan pada buku Ensiklopedia Negeriku Senjata Tradisional.
7. Lagu Daerah
Lagu daerah adalah semacam lantunan yang dinyanyikan oleh masyarakat suatu daerah. Bisa
dikatakan, lagu daerah menyerupai lagu kebangsaan yang sifatnya ‘kedaerahan’.
Karena Indonesia adalah negara dengan beragam suku bangsa juga budaya, hal itu menjadikan lagu-
lagu daerah di Indonesia sangat banyak dan pastinya di tiap daerah memiliki lagunya masing-masing.
Lazimnya, lagu daerah menggunakan bahasa daerah setempat.
Lagu-lagu daerah di Indonesia yang cukup populer, di antaranya Kicir-Kicir dan Jali-Jali dari DKI
Jakarta, Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan Selatan, Apuse dari Papua, Ayam Den Lapeh dari
Sumatera Barat, Bubuy Bulan dari Jawa Barat, Bungong Jeumpa dari Aceh, Gundul Pacul berasal dari
Jawa Tengah, Indung-Indung dari Kalimantan Timur, serta tentunya masih banyak lagi.
Pengaruh Budaya Asing terhadap Budaya Nasional Indonesia
Budaya asing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap budaya nasional Indonesia. Pengaruh ini
dapat terjadi melalui berbagai faktor, seperti media massa, globalisasi, atau perubahan pola pikir
masyarakat. Meskipun pengaruh budaya asing dapat memberikan dampak positif, namun juga harus
diimbangi dengan upaya menjaga keberagaman dan keunikan budaya Indonesia.
Media massa seperti televisi, internet, dan media sosial memiliki peran yang besar dalam
menyebarkan budaya asing ke masyarakat Indonesia. Kehadiran film, musik, dan acara televisi dari
luar negeri mempengaruhi selera dan gaya hidup masyarakat. Banyak anak muda yang terpengaruh
oleh tren budaya asing, seperti gaya berpakaian atau gaya hidup konsumtif. Namun demikian,
penting untuk tetap menghormati dan memahami nilai-nilai budaya sendiri yang telah ada sejak
dulu.
Selain itu, globalisasi juga menjadi faktor utama dalam penyebaran budaya asing ke berbagai negara,
termasuk Indonesia. Kemajuan teknologi dan semakin mudahnya akses informasi membuat budaya
asing semakin mudah tersebar. Banyak restoran cepat saji atau merek produk luar negeri yang
masuk ke Indonesia dan mendapatkan popularitas di kalangan masyarakat. Hal ini menunjukkan
bahwa budaya asing memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia.
Pola pikir masyarakat juga berubah seiring dengan pengaruh budaya asing. Beberapa budaya asing
dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap hal-hal seperti nilai-nilai moral, norma sosial,
atau agama. Misalnya, munculnya budaya individualisme dapat merubah pola pikir masyarakat yang
sebelumnya lebih bersifat kolektif. Namun, perubahan ini juga memberikan kesempatan bagi
masyarakat Indonesia untuk mengembangkan pola pikir yang lebih terbuka dan inklusif.
Pentingnya menjaga keberagaman budaya Indonesia sangat penting dalam menghadapi pengaruh
budaya asing. Budaya Indonesia memiliki berbagai macam adat istiadat, bahasa, dan kebiasaan yang
unik. Perlu ada upaya untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal agar tidak terlupakan
oleh generasi muda. Memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat lokal dan asing juga
dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi pengaruh budaya asing yang terlalu dominan.
Dalam era globalisasi ini, penting bagi masyarakat Indonesia untuk tetap mengakui dan menghargai
keberagaman budaya asing. Namun, tidak boleh sampai kehilangan identitas budaya sendiri dan
menjadi homogen dengan budaya asing. Budaya Indonesia yang kaya dan beragam merupakan salah
satu kekayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan demi masa depan bangsa yang berkelanjutan.
Pemerintah memiliki peran penting dalam pelestarian budaya nasional Indonesia melalui kebijakan,
pendanaan, penelitian, dan penguatan identitas budaya Indonesia dalam pendidikan.
Budaya nasional Indonesia adalah warisan tak ternilai yang perlu dijaga dan dilestarikan agar dapat
diwariskan kepada generasi mendatang. Pemerintah menyadari pentingnya pelestarian budaya ini
sebagai salah satu bentuk kekayaan bangsa dan identitas nasional yang harus dijaga dengan baik.
Sebagai negara kepulauan dengan beragam suku, adat istiadat, dan bahasa, Indonesia memiliki
keberagaman budaya yang sangat kaya. Oleh karena itu, peran pemerintah dalam menjaga,
mengembangkan, dan mempromosikan budaya nasional sangatlah penting.
Salah satu peran utama pemerintah dalam pelestarian budaya nasional adalah melalui kebijakan
yang mendukung pembangunan budaya. Pemerintah memiliki kekuatan dan otoritas untuk
membuat regulasi, undang-undang, dan kebijakan yang melindungi dan mempromosikan budaya
nasional. Misalnya, pemerintah dapat memberikan pengakuan resmi terhadap warisan budaya
sebagai warisan tak benda yang harus dilindungi dan dijaga. Selain itu, pemerintah juga dapat
mendorong adanya kerjasama antarlembaga, organisasi masyarakat, dan individu dalam
melaksanakan kegiatan pelestarian budaya.
Di samping kebijakan, pendanaan juga merupakan komponen penting dalam pelestarian budaya
nasional. Pemerintah dapat mengalokasikan dana untuk program-program pelestarian budaya,
seperti pemugaran bangunan-bangunan bersejarah, pementasan seni tradisional, penelitian dan
dokumentasi, serta pemberian beasiswa bagi para pelaku budaya. Melalui pendanaan ini,
pemerintah memberikan dukungan finansial yang dapat memperkuat upaya pelestarian dan
pengembangan budaya nasional.
Penelitian juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya pelestarian budaya nasional
Indonesia. Pemerintah dapat mendukung penelitian budaya yang melibatkan para ahli, akademisi,
dan praktisi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendokumentasikan berbagai
aspek budaya, termasuk sejarah, adat istiadat, nilai-nilai, dan karya seni. Hasil penelitian ini dapat
menjadi sumber informasi yang berharga untuk pengembangan kebijakan, pemeliharaan, dan
pengembangan budaya nasional.
Terakhir, Pemerintah juga memiliki peran dalam memperkuat identitas budaya Indonesia dalam
pendidikan. Pendidikan adalah sarana penting untuk mengajarkan nilai-nilai budaya kepada generasi
muda. Pemerintah dapat memastikan bahwa kurikulum sekolah mencakup materi-materi yang
mengenalkan budaya Indonesia secara komprehensif. Selain itu, pemerintah juga dapat mendukung
pendidikan nonformal seperti kursus seni tradisional, festival budaya, dan kegiatan-kegiatan yang
melibatkan masyarakat dalam upaya memperkuat identitas budaya Indonesia.
Dengan peran pemerintah yang kuat dalam pelestarian budaya nasional Indonesia, diharapkan
kekayaan budaya Indonesia dapat tetap hidup dan berkembang untuk dinikmati oleh generasi yang
akan datang. Budaya nasional adalah suatu kebanggaan yang harus kita jaga bersama, dan
pemerintah sebagai pengelola kebijakan publik memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan
bahwa budaya bangsa terus diperhatikan dan dilestarikan.
Indonesia memiliki kekayaan bahasa daerah yang sangat beragam. Berikut adalah 20
bahasa daerah yang populer di Indonesia:
1. Bahasa Jawa - Digunakan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat1.
2. Bahasa Sunda - Dituturkan di Jawa Barat dan Banten1.
3. Bahasa Madura - Berasal dari Pulau Madura dan tersebar di Jawa Timur1.
4. Bahasa Minangkabau - Digunakan di Sumatera Barat1.
5. Bahasa Batak - Terdapat di Sumatera Utara1.
6. Bahasa Bugis - Berasal dari Sulawesi Selatan1.
7. Bahasa Bali - Digunakan di Pulau Bali1.
8. Bahasa Aceh - Dituturkan di Provinsi Aceh2.
9. Bahasa Sasak - Berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat1.
10. Bahasa Banjar - Digunakan di Kalimantan Selatan1.
11. Bahasa Lampung - Dituturkan di Provinsi Lampung2.
12. Bahasa Melayu - Tersebar di Riau dan Kepulauan Riau2.
13. Bahasa Betawi - Digunakan di DKI Jakarta2.
14. Bahasa Dayak - Berasal dari Kalimantan1.
15. Bahasa Toraja - Dituturkan di Sulawesi Selatan1.
16. Bahasa Bima - Berasal dari Nusa Tenggara Barat1.
17. Bahasa Makassar - Digunakan di Sulawesi Selatan1.
18. Bahasa Rejang - Berasal dari Bengkulu2.
19. Bahasa Ternate - Dituturkan di Maluku Utara1.
20. Bahasa Tidore - Berasal dari Maluku Utara1.
@finansialku
Dikembangkan di Bali, gulat lumpur Mepantigan adalah permainan
tradisional yang kini telah menjadi permainan luar ruang yang populer di
kalangan anak-anak. Mepantingan berarti “melempar” atau “menjatuhkan
sesuatu”. Mepantingan adalah seni bela diri tradisional Bali yang
berkonsentrasi pada penguncian dan pelemparan musuh dengan
menggabungkan berbagai teknik pertahanan diri seperti Taekwondo, Silat
tradisional Indonesia, Capoeira,
@[Link]
Indonesia banyak sekali masyarakat yang masih memiliki budaya Melayu
dan permainan tradisional satu ini dinamakan lompat tali bebas yang
berasal dari daerah Melayu atau Sumatera sana. Inti dari permainan ini
adalah untuk melompati karet yang disambung menjadi sebuah tali.
Pemain diwajibkan untuk melompati karet yang dirangkai dan di akhir
lompatan diminta untuk mengucapkan kata “bebas”.
Penamaan game ini terkait dengan perilaku atau tindakan yang dilakukan
pemain itu sendiri, terutama pada lompatan terakhir. Dalam lompatan ini
(yang terakhir), tali yang direntangkan oleh tangan si pembawa tali akan
terangkat tinggi ke udara hampir mirip dengan apa yang dilakukan oleh
para pejuang ketika ia mengucapkan kata “Bebas! Merdeka”.
[Link]
Gogorolongan merupakan peralatan permainan tradisional dari Jawa
Tengah yang berbahan dasar kayu, bambu, atau sandal bekas atau
berbentuk sandal cakar. Cara permainan ini tidak begitu sulit terutama
untuk anak-anak. Permainan ini tidak membutuhkan biaya, melainkan
kemauan dan keterampilan saja sudah cukup.
Karena untuk membuat alatnya cukup mudah, maka anak-anak pasti akan
senang melakukannya. Gogorolongan bisa dikatakan adalah permainan
yang mudah dilakukan karena mainan ini bisa bergerak maju dengan
menggunakan roda karena dorongan. Ya, gogorolongan berbentuk seperti
roda yang digerakkan.
Peserta yang pertama mencapai garis finish (finish line) akan menjadi
juara dan pertandingan selesai. Nah, permainan tradisional batok kelapa
memiliki aturan di mana pemainnya jangan sampai terlompat. Siapa yang
jatuh akan dinyatakan gagal. Siapa pun yang menyentuh tanah akan
didiskualifikasi.
Game ini bisa dilakukan oleh dua hingga empat pemain. Setiap pemain
akan membawa Muncang mereka sendiri dan mereka akan mencoba
mendobrak Muncang pemain lain menggunakan milik mereka. Pemain
yang dapat menghancurkan Muncang pemain lain adalah pemenangnya.
Jika pemain berhasil mengetuk salah satu kelereng lawannya dari ring, ia
dapat melanjutkan gilirannya dan mencoba untuk menyerang lawan
lainnya.. Jika dia berhasil memukul lawan-lawannya, maka ia bisa berhak
mengambil kelereng dan lawannya tidak bisa lagi bermain di putaran saat
ini.
Sebagai contoh jika pemain mengambil dua tembaga bekel saat bola
dilemparkan ke udara, ia dapat meraih tiga kelompok dua bekel. Jika
pemain memindahkan salah satu biji bekel yang dia tidak coba ambil,
atau jika dia menjatuhkan biji bekel di tangannya, dia kehilangan
gilirannya dan harus menunggu ke pemain berikutnya. Pemain yang
menyelesaikan set terbanyak tanpa membuat kesalahan dianggap
sebagai pemenang dari permainan.
22. Geudeu-geudeu.
@[Link]
Geudeu-geudeu atau biasa disebut deudeu adalah permainan tradisional
asal Aceh. Geudeue-geudeue artinya jatuh tempo sebuah permainan
kelincahan yang ditemukan di Kabupaten Pidie Provinsi Aceh. Permainan
Geudeu-geudeu sangat mirip dengan game sumo yang berasal dari
Jepang. Permainan ini seperti gulat yang dimainkan oleh pria.
24. Engklek.
@youtube
Engklek adalah permainan dari Jawa Tengah. Untuk memainkan
permainan engklek ini, anak-anak membutuhkan sepotong kapur, batu,
dan trotoar untuk menggambar papan engklek. Kotak papan harus diberi
nomor dari satu hingga sembilan. Pemain diminta untuk bergiliran
bermain game. Setiap pemain mulai dengan melemparkan batu di kotak
pertama papan, hingga akhir, kemudian dia berbalik dan kembali.
29. Boi-boian.
@
silontong
Boi-boian adalah permainan tradisional dari Sunda yang cukup mudah
dilakukan karena pemain hanya perlu mengumpulkan beberapa batu atau
lempengan lainnya kemudian disusun. Setelah disusun, maka dibagi
menjadi dua tim.
Tim pertama adalah yang menjaga dan yang kedua adalah yang
melempar bola kecil. Cara mainnya adalah ketika pemain melemparkan
bola dan susunan batu itu roboh, maka tim penjaga pemenangnya.
Penjaga ini terdiri dari 2 orang yang mengeratkan kedua tangannya untuk
kemudian menjadi sebuah terowongan dan dilewati oleh tim ular naga ini.
Nah, siapa yang tertangkap maka ialah yang kalah.
31. Pletokkan.
@[Link]
Permainan yang berasa dari Jawa Timur ini terbuat dari bambu dan cara
bermainnya sangat mudah karena pemain hanya perlu memasukkan
kertas basah kemudian dimasukkan ke dalam bambu kemudian bambu itu
ditusuk hingga kertas itu keluar.
Permainan yang berasal dari Jawa ini melibatkan 12 pemain dan 1 orang
diplot sebagai penjaga gawang. Nah, 11 orang ini harus menghadapi 12
lawan lainnya. Siapa yang paling banyak memasukkan bolanya ke dalam
gawang, tim itulah pemenangnya.
Kulit jeruk bisa diubah menjadi sebuah mainan dan anak-anak sangat
menyukai permainan tradisional satu ini. Oh ya, jeruk yang disarankan
untuk membuat mobil adalah jeruk Bali ya! Sesuai dengan bahan
utamanya, permainan mobil mobilan dari kulit jeruk berasal dari Bali.
Bahan-bahan yang biasa diolah saat itu adalah tumbuhan. Permainan dari
Jawa Tengah ini sangat hits di masanya dan mungkin sampai saat ini juga
masih sering dilakukan oleh anak perempuan.
39. Benthik.
@[Link]
Benthik merupakan permainan tradisional dari Yogyakarta yang
memanfaatkan patahan-patahan ranting pohon atau bisa juga
menggunakan kayu kecil yang ukurannya pendek dan mudah untuk
diaplikasikan dalam permainan ini.
Semua jari kemudian dihitung dan dijumlah apabila jumlah jari yang
ditampilkan ada 10 jari, maka angka 10 jari tersebut menunjukkan huruf
abjad ke-10 yakni J. Pemain harus menyebutkan buah yang berawalan
dari huruf J atau bisa juga artis yang berawalan dengan huruf J.
43. Bakiak.
@[Link]
7.