0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan6 halaman

Contoh dan Model Program Linear dalam Riset Operasi

Dokumen ini membahas aplikasi program linear dalam kehidupan sehari-hari, termasuk contoh kasus untuk memaksimalkan keuntungan dari produksi barang. Terdapat formulasi matematis untuk dua kasus produksi, serta penggunaan metode Simplex untuk menentukan solusi optimal. Selain itu, dokumen juga mencakup alokasi biaya transportasi menggunakan metode North West Corner (NWC).

Diunggah oleh

Ria Ria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan6 halaman

Contoh dan Model Program Linear dalam Riset Operasi

Dokumen ini membahas aplikasi program linear dalam kehidupan sehari-hari, termasuk contoh kasus untuk memaksimalkan keuntungan dari produksi barang. Terdapat formulasi matematis untuk dua kasus produksi, serta penggunaan metode Simplex untuk menentukan solusi optimal. Selain itu, dokumen juga mencakup alokasi biaya transportasi menggunakan metode North West Corner (NWC).

Diunggah oleh

Ria Ria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama​ ​ : Nurlaila Agustin

NIM​ ​ : 221010506814
Class​ ​ : 06SMJE006 Reg CS
Fakultas​ : Ekonomi dan Bisnis
Mata Kuliah​ : Riset Operasi

Pertanyaan 1
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan prinsip-prinsip pada program linear
yang tanpa didasari seperti pada proyek bangunan perumahan, pemakaian tanah untuk lahan
parkir, pemakaian mesin dalam memproduksi barang anjuran asupan gizi dari dokter untuk
pasiennya dan lain-lain dengan menggunakan faktor produksi agar digunakan secara efisien
dan efektif dari fungsi batasan-batasan yang ada pada program linear untuk membantu dalam
pengambilan kebijakan. Seringkali pada aplikasi program linear itu dijumpai perkataan
“maksimum” juga “minimum”.
a.​ Berikan salah satu contoh kasusnya (Maksimum atau Minimum)
​ Jawab:
​ Contoh Kasus (Maksimum)
​ Sebuah pabrik memproduksi dua jenis produk: Produk A dan Produk B.
●​ Keuntungan dari Produk A adalah Rp 40.000 per unit
●​ Keuntungan dari Produk B adalah Rp 30.000 per unit
​ Setiap produk memerlukan waktu produksi da bahan baku:
●​ Produk A memerlukan 2 jam kerja dan 3 unit bahan baku.
●​ Produk B memerlukan 4 jam kerja dan 2 unit bahan baku.
​ Tersedia total:
●​ 100 jam kerja
●​ 90 unit bahan baku.
​ Tujuannya adalah memaksimumkan keuntungan dari produksi.
b.​ Buatlah Model matematikanya/Formulasi LP
Jawab:
Misalkan:
●​ x = jumlah unit Produk A yang diproduksi
●​ y = jumlah unit produk B yang diproduksi
​ Fungsi objektif (Tujuan):
​ ​ Memaksimumkan Z = 40.000x + 30.000y
​ Subjek terhadap kendala (constraints):
​ ​ 2x + 4y ≤ 100​ (jam kerja)
​ ​ 3x + 2y ≤ 90​ (unit bahan bakar)
​ ​ x ≥ 0, y ≥ 0​ (produksi tidak boleh negatif)
c.​ Buatlah Fungsi tujuan dan Kendalanya
Jawab:
●​ Fungsi Tujuan (Objective Function):
Memaksimumkan keuntungan:
​ Z = 40.000x + 30.000y
●​ Kendala (Constraints):
2x + 4y ≤ 100​ (jam kerja)
​ ​ 3x + 2y ≤ 90​ (unit bahan bakar)​ ​
​ ​ x ≥ 0, y ≥ 0​ (produksi tidak boleh negatif)

Pertanyaan 2
Seorang designer mempunyai persediaan bahan Brokat 16 m. sutera 24 m, dan Satin 20 m.
Model pakaian Kebaya membutuhkan 2 m brokat, 2 m sutera, dan 2 m satin per unit. Model
pakaian Gamis membutuhkan 1 m brokat, 4 m sutera, dan 3 m Sarin per unit. Keuntungan
pakaian model kebaya Rp 3.000,00 dan model gamis Rp 5.000,00 per unit. Tentukanlah:
a.​ Formulasi program linear
Jawab:
Diketahui:
●​ Stok bahan:
➔​ Brokat = 16 m
➔​ Sutera = 24 m
➔​ Satin = 20 m
​ Kebutuhan Bahan:
●​ Kebaya:
➔​ 2 m brokat
➔​ 2 m sutera
➔​ 2 m satin
➔​ Keuntungan = Rp 3.000/unit
●​ Gamis:
➔​ 1 m brokat
➔​ 4 m sutera
➔​ 3 m satin
➔​ Keuntungan = Rp 5.000/unit
​ Variabel keputusan:
●​ x = jumlah kebaya yang dibuat
●​ y = jumlah gamis yang dibuat
​ Fungsi tujuan (memaksimumkan keuntungan):
●​ Maksimumkan Z = 3000x + 5000y
​ Kendala (constraints):
●​ Brokat → 2x + y ≤ 16
●​ Sutera → 2x + 4y ≤ 24
●​ Satin → 2x + 3y ≤ 20
●​ Non-negatif → x ≥ 0, y ≥ 0
b.​ Buatlah grafiknya
Jawab:
Untuk membuat grafik:
1.​ Gambar sumbu x (kebaya) dan y (gamis)
2.​ Gambar masing-masing garis constraints
​ Garis kendala:
●​ Constraint 1 → 2x + y = 16
Titik potong sumbu-x → x = 8, y = 0
Titik potong sumbu-y → x = 0, y = 16
●​ Constraint 2 → 2x + 4y = 24
Titik potong sumbu-x → x = 12, y = 0
Titik potong sumbu-y → x = 0, y = 0
●​ Constraint 3 → 2x + 3 y = 20
Titik potong sumbu-x → x = 10, y = 0
Titik potong sumbu y → x = 0, y = 6,67
3.​ Daerah yang memenuhi ketiga constraints (daerah feasible) adalah irisan dari
ketiganya di kuadran I.

c. Tentukan Solusi maksimalnya


​ Jawab:
​ Kita uji titik-titik potong (titik sudut) dari daerah feasible:
1.​ Titik potong 2x + y = 16 dan 2x + 4y = 24
Substitusi eliminasi:
●​ Dari 2x + y = 16 → y = 16 - 2x
●​ Sub ke 2x + 4y = 24
2x + 4 (16 - 2x) = 24
2x + 64 - 8x = 24
20 8
-6x = -40 ⇒ x = 3
,y= 3
2.​ Titik potong 2x + y = 16 dan 2x + 3y = 20
●​ Dari 2x + y = 16 → y = 16 - 2x
●​ Sub ke 2x + 3 (16 - 2x) = 20
2x + 48 - 6x = 20
-4x = -28 ⇒ x = 7, y = 2
3.​ Titik potong 2x + 4y = 24 dan 2x + 3y = 20
​ ​ Eliminasi
​ ​ Kurangi dua persamaan:
​ ​ (2x + 4y) - (2x + 3y) = 24 - 20 ⇒ y = 4
​ ​ Sub ke 2x + 3(4) = 20 ⇒ 2x = 8 ⇒ x = 4
​ Hitung Z untuk tiap titik:
●​ Titik (7,2): Z = 3.000(7) + 5.000(2) = 21.000 + 10.000 = Rp 31.000
●​ Titik (4,4): Z = 3.000(4) + 5.000(4) = 12.000 + 20.000 = Rp 32.000
20 8
●​ Titik ( 3
, 3
) ≈ (6,67; 2,67)
Z = 3.000(6,67) + 5.000(2,67) ≈ 20.000 + 13.333 = Rp 33.333
Jadi keuntungan maksimum didapatkan sebesar +/- Rp 33.333, jika hanya
diperbolehkan bilangan bulat, solusi terbaik adalah:
x = 4, y = 4 → Keuntungan maksimum = Rp 32.000

Pertanyaan 3
Diketahui: Fungsi Tujuan → Z = 50𝑋1 + 15𝑋2
Constraint Function​ : 6𝑋1 ≤ 7
​ ​ ​ : 12𝑋2 ≤ 48
​ ​ ​ : 6𝑋1 + 6𝑋2 ≤ 60
a.​ Buatlah tabel simplek
Jawab:
​ ​ Z = 50𝑋1 + 15𝑋2
​ Constraint Function:
​ ​ 6𝑋1 ≤ 7​ ​ (K1)
​ ​ 12𝑋2 ≤ 48​ ​ (K2)
​ ​ 6𝑋1 + 6𝑋2 ≤ 60​ (K3)
​ Variabel Slack (𝑆1, 𝑆2, 𝑆3):
​ ​ 6𝑋1 + 0𝑋2 + 𝑆1 + 0𝑆2 + 0𝑆3 = 7
​ ​ 0𝑋1 + 12𝑋2 + 0𝑆1+ 𝑆2 + 0𝑆3 = 48
​ ​ 6𝑋1 + 6𝑋2 + 0𝑆1 + 0𝑆2 + 0𝑆3 = 60
​ Tabel Simpleks Awal
Basis 𝑋1 𝑋2 𝑆1 𝑆2 𝑆3 RHS

𝑆1 6 0 1 0 0 7

𝑆2 0 12 0 1 0 48

𝑆3 6 6 0 0 1 60
Z -50 -15 0 0 0 0

b.​ Tentukan masing-masing 𝑋1, 𝑋2 dan harus di buat agar optimal dan berapa nilai
maksimalnya dengan metode Simplek
Jawab:
Iterasi 1:
●​ Kolom dengan nilai Z negatif yaitu 𝑋1 = -50.
●​ Hitung rasio:
7
➔​ Baris 1 → 6
= 1,17
60
➔​ Baris 3 → 6
= 10
→ Pivot di baris , kolom 𝑋1
​ Solusi optimal diperoleh:
7
●​ 𝑋1 = 6
= 1,17
●​ 𝑋2 = 4
●​ Nilai maksimum:
Z = 50 x 7 + 15 x 4
350
= 6
+ 60 ≈ 58.33 + 60
= 118,33
​ Jadi nilai maksimum yaitu, 𝑍𝑚𝑎𝑘𝑠 = 118,33

Pertanyaan 4
Dari Biaya/ton ke gudang M Biaya/ton ke gudang N Biaya/ton ke gudang O

Pabrik A 15 ton 5 ton 7 ton

Pabrik B 10 ton 25 ton 5 ton

Pabrik C 20 ton 5 ton 10 ton


Jawab:
Asumsi Data
Biaya Transportasi (per ton):
Gudang M Gudang N Gudang O

Pabrik A 15 5 7

Pabrik B 10 25 5

Pabrik C 20 5 10
Supply (dari pabrik):
●​ Pabrik A: 15 ton
●​ Pabrik B: 10 ton
●​ Pabrik C: 20 ton
Demand (gudang):
●​ Gudang M: 5 ton
●​ Gudang N: 25 ton
●​ Gudang O: 15 ton
Total Supply = 15 ton
Total Demand = 45 ton (seimbang - balanced)

NWC
Alokasi dari pojok kiri atas (Pabrik A ke Gudang M):
1.​ A → M: Min (15, 5) = 5
Sisa A = 10, M = 0
2.​ A → N: Min (10, 25) = 10
Sisa A = 0, N = 15
3.​ B → N: Min (10, 15) = 10
Sisa B = 0, N = 10
4.​ C → N: Min (20, 15) = 5
Sisa C = 15, N = 0
5.​ C → O: Min (15, 5) = 15
Sisa C = 0, O = 0
Tabel Alokasi NWC
M N O Supply

A 5 10 - 15

B - 10 - 10

C - 5 15 20

Demand 5 25 15
Perhitungan Biaya Total:
​ = (5 x 15) + (10 x 15) + (10 x 25) + (5 x 5) + (15 x 10)
​ = 75 + 50 + 250 + 25 + 150
​ = 550
Alokasi awal metode NWC
●​ A ke M → 5 ton
●​ A ke N → 10 ton
●​ B ke N → 10 ton
●​ C ke N → 5 ton
●​ C ke O → 15 ton
Total biaya transportasi minimum (dengan NWC) → Rp 550

Anda mungkin juga menyukai