Pejuang Rindu
Nama gue Rindy. Gue nulis ini saat usia gue sudah 20 tahun. Awal semua kisah ini bermula
sekitar 3 tahun yang lalu. Saat dimana gue jatuh lemah ketika kehilangan seseorang yang
sangat gue sayangi yaitu kehilangan sosok ibu kandung yang sudah ngelahirin gue. Di saat itu
datanglah sosok lelaki yang sangat tidak pernah gue harapkan kehadirannya, tetapi ia datang
di waktu yang tepat dimana gue membutuhkan sesorang yang bisa menggantikan ibu gue. So,
gue nggak bakal panjang lebar ngasih prolog, lo ikutin saja kisahnya!
Angin pagi berhembus lembut membelai apapun yang dilewatinya. Semburat surya
menampakkan kehadirannya ditemani rasa hangat khas mentari. Awan berarakan ramai.
Burung-burung terbang bebas bersemangat menjemput rezeki. Jalanan pun mulai riuh oleh
suara kendaraan yang berlalu lalang. Manusia mulai tenggelam dengan kesibukannya
masing-masing. Hujan rintih yang jatuh membasahi baju seorang anak muda yang sedang
menjalani perannya sebagai ketua osis di salah satu SMA yang ada di daerah ternama.
Tawa khas anak SMA menggema di ruangan kecil yang berada di sebelah ruang olahraga.
Sebagian asyik mengobrol dan mencurahkan permasalahannya dengan teman dekatnya.
Sebagian lagi sibuk memikirkan hal-hal baru