0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan5 halaman

Foot Massage untuk Turunkan Hipertensi

Dokumen ini membahas tentang efektivitas terapi foot massage dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Sukamulya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensi, terdapat penurunan rata-rata tekanan darah sebesar 10 mmHg pada responden. Pelatihan ini juga berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang manajemen hipertensi.

Diunggah oleh

Afni Indriyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan5 halaman

Foot Massage untuk Turunkan Hipertensi

Dokumen ini membahas tentang efektivitas terapi foot massage dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Sukamulya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensi, terdapat penurunan rata-rata tekanan darah sebesar 10 mmHg pada responden. Pelatihan ini juga berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang manajemen hipertensi.

Diunggah oleh

Afni Indriyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Vol. 04 No. 04 PP.

293-297 E-ISSN 2809-0438

Latihan Foot Massagese bagai penurunan tekanan darah pada pasien


hipertensi di Desa Sukamulya

Yoga Ginanjar1, Asri Aprilia Rohman1,Dini Nurbaeti Zen1, Irfan Permana1, Ervina Dwi Agustin1, Fitria
Kusuma Devi1, Rizka Arumdani1, Neng Arie Khoerunisa B.P1

1,
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Galuh

Correspondence author: Yoga Ginanjar


Emai: yogaginanjar94@[Link]
Address : Jl. RE. Martadinata Baregbeg, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia
Submitted: 6 Agustus 2024, Revised:7 Agustus 2024, Accepted: 10 Agustus 2024, Published: 20 Agustus 2024
DOI: [Link]/10.56359/kolaborasi.v4i4.390
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Abstract
Introduction: Hypertension is a silent disease because people do not know they have
hypertension before checking their blood pressure. The incidence of hypertension reaches 9.4
million deaths worldwide every year, the number of hypertension sufferers will continue to
increase sharply and it is predicted that by 2025 around 29% of adults worldwide will suffer
from hypertension. Objective: This service aims to train foot massage for hypertensive patients
in an effort to reduce blood pressure Method: used in this activity uses several methods and
stages consisting of the preparation stage and the activity stage. The preparation stage
consists of preliminary studies, coordination with partners as well as preparation of the
location and supporting media. The activity stage consists of pre-testing participants, taking
blood pressure measurements
Result: Based on the results of the training, it was found that there was an increase in
knowledge with an average increase in post-test results of 17.2 with the highest score in the
post-test being 100.
Conclusion: There was a decrease in blood pressure in hypertensive patients after the
intervention with an average decrease in respondents' blood pressure of 10 mmHg

Keywords: foot massage, hypertension

293 Latihan Foot Massagese bagai penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Sukamulya
Pendahuluan
Hipertensi merupakan the silent disease karena orang tidak mengetahui dirinya terkena
hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya (Sofilina dan Cemy, 2018). Angka
kejadian hipertensi mencapai 9,4 juta kematian di seluruh dunia setiap tahunya, jumalah,
umlah penderita hipertensi akan terus meningkat tajam dan diprediksi pada tahun 2025
sekitar 29% orang dewasa di seluruh dunia terkena hipertensi. (WHO, 2014). Terapi
komplementer yang dapat diberikan pada pasien hipertensi salah satunya adalah terapi foot
massage (Andan Firmansyah, Setiawan, Wibowo, Rohita, & Umami, 2021). Foot massage
merupakan salah satu terapi komplementer yang bertujuan untuk menurunkan tekanan
darah, mengurangi kegiatan jantung dalam memompa dan mengurangi mengerutnya
dinding-dinding pembuluh nadi halus sehingga tekanan pada dinding-dinding pembuluh
darah berkurang dan aliran darah menjadi lancar sehingga menyebabkan tekanan darah pun
menurun (Patria, 2019) dalam Ainun, Kristina, & Leini (2021).
Foot reflection massage salah satu terapi komplementer yang aman dan mudah
diberikan serta mempunyai efek yang baik terhadap sirkulasi peredaran darah, pengeluaran
sisa metabolisme, meningkatkan rentang gerak sendi, mengurangi rasa sakit, merelaksasikan
otot serta memberikan rasa nyaman pada pasien adalah dengan terapi foot reflection
massage (Ervianda, Hermawati, & Yuningsih, 2023). Mengingat dampak negatif dari stres
hipertensi tersebut mplementasi terapi foot massage merupakan terapi komplementer
penting untuk membantu masyarakat dalam menurunkan tekanan darah (A Firmansyah,
Setiawan, Suhanda, Fitriani, & Roslianti, 2018).

Tujuan
Pengabdian ini bertujuan untuk melatih foot massage pada pasien hipertensi dalam
Upaya penurunan tekanan darah.

Metode
Pengabdian pada masyarakat ini melalui beberapa metode dan tahapan yang terdiri
dari tahap persiapan dan tahap kegiatan. Tahap persiapan terdiri dari studi pendahuluan data
Penyakit Tidak Menular (PTM) di Desa Sukamulya Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis,
koordinasi dengan tim pengabdian baik dosen maupun mahasiswa, koordinasi dengan mitra
serta persiapan tempat dan media penunjang. inform consent terhadap masyrakat yang akan
di jadikan peserta, koordinasi dengan tim pengabdian baik dosen maupun mahasiswa,
koordinasi dengan mitra serta persiapan tempat dan media penunjang. Tahap kegiatan
terdiri dari pre test peserta,melakukan pengukuran tekanan darah menggunakan
sphygmomanometer dan edukasi menagemen hypetensi serta SOP Foot Massaage. Tahap
Kegiatan terdiri dari pelatihan Foot Massage dan post test peserta

Hasil dan Pembahasan


Hasil implementasi evidence based practice foot massage terhadap penurunan tekanan
darah pada pasien hipertensi adalah sebagai berikut:

294 Latihan Foot Massagese bagai penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Sukamulya
Tabel 1 Karakteristik Responden

No Jenis Kelamin f %
1 Laki-Laki 8 100
2 Perempuan 0 0

Berdasarkan tabel 4.1 diketahui bahwa seluruh responden yang terdapat dalam
proyek inovasi ini adalah perempuan yaitu sebanyak 8 orang (100%).

Tabel 2 Perbandingan Tekanan Darah Pasien Sebelum dan Sesudah Implementasi


Responden Sebelum Implementasi Setelah Implementasi

1 150/90 mmHg 140/90 mmHg


2 160/100 mmHg 150/90 mmHg
3 150/100 mmHg 145/90 mmHg
4 140/100 mmHg 130/100 mmHg
5 140/90 mmHg 140/90 mmHg
6 150/100 mmHg 140/90 mmHg
7 170/100 mmHg 160/100 mmHg
8 160/100 mmHg 150/100 mmHg

Berdasarkan tabel 4.2 diketahui bahwa rata-rata penurunan tekanan darah responden
adalah sebesar 10 mmHg.

Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan

Berdasarkan hasil kajian pada studi literatur, penurunan tekanan darah yang terjadi
pada pasien hipertensi dengan menggunakan foot massage ini disebabkan oleh karena
adanya efek relaksasi terhadap tubuh sehingga membuat pembuluh darah yang awalnya
mengalami vasokontriksi berubah menjadi berdilatasi (Brewer, 2018). Relaksasi ini ihasilkan
oleh stimulus pada taktil yang terdapat pada jaringan tubuh sehingga hal ini dapat

295 Latihan Foot Massagese bagai penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Sukamulya
membantu menurunkan produksi hormon kortisol dengan cara meningkatkan sekresi
corticotropin dari HPA-Axis sehingga menstimulasi produksi endorphin yang akan
menimbulkan efek dilatasi pada vascular (Ariyanto & Rosa, 2024). Penurunan kortisol,
Adenocorticotropic Hormone (ACTH) dan peningkatan dari hormon endorphin akan membuat
pembuluh darah menjadi rileks. Ketika tubuh rileks maka serotonin yang berperan dalam
perubahan fisiologis pada tubuh untuk mendilatasi pembuluh darah kapiler dan arteriol
dikeluarkan dari otak sehingga mikrosirkulasi pembuluh darah akan membaik yang akan
memberikan efek relaksasi pada otot-otot kaku serta akibat dari vasodilatasi pada pembuluh
darah akan menurunkan tekanan darah secara stabil (Guyton & Hall, 2019 dalam Hakiki &
Rakhmawati, 2023).

Sejalan dengan hal tersebut, Widyastuti, Purbaningrum, & Wijayanti (2022) juga
mengemukakan bahwa terapi pijat kaki ini dapat meningkatkan aliran darah. Kompresi yang
terjadi pada otot dapat merangsang aliran darah vena dalam jaringan subkutan dan
mengakibatkan retensi darah menurun dalam pembuluh perifer dan peningkatan drainase
getah bening. Selain itu juga dapat menyebabkan pelebaran arteri yang meningkatkan suplai
darah ke daerah yang sedang dilakukan pemijatan, serta dapat meningkatkan pasokan darah
dan meningkatkan efektivitas kontraksi otot dan membuang sisa metabolisme dari otot-otot
sehingga dapat membantu mengurangi ketegangan pada otot, merangsang relaksasi dan
menimbulkan kenyamanan pada tubuh. Pemijatan pada titik-titik tertentu ditelapak kaki
dapat menimbulkan relaksasi tubuh secara umum, dengan demikian dapat memberi hasil
yang positif bagi tekanan darah dan nadi.

Kalau pun penurunan pada rata-rata tekanan darah memiliki perbedaan, hal tersebut
dapat dipicu oleh karena beberapa faktor. Seperti yang telah disebutkan oleh Ann, Victoria,
Shwetha, & Preethi (2022) bahwa perbedaan penurunan tekanan darah dalam setiap
penelitian disebabkan oleh adanya perbedaan dalam teknik pijat kaki antar penelitian
misalnya yaitu pada lokasi titik pijat, intensitas yang diterapkan serta durasi prosedur yang
diberikan.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil implementasi diatas, diketahui bahwa pemberian terapi foot
massage ini efektif dilakukan untuk membantu menurunkan tekanan darah pada pasien
dengan hipertensi. Setelah dilakukan implementasi berupa foot massage, diketahui bahwa
terjadi rata-rata penurunan tekanan darah sebesar 10 mmHg pada setiap respondennya.
Adapun durasi yang digunakan dalam proyek inovasi pemberian foot massage ini adalah
selama 10 menit untuk setiap kaki.

Referensi:

1. Afrina, Y., & Salsabilla, D. A. (2024). Determinant Kejadian Hipertensi : Studi Literature
Review. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol 3 No 1, 80-89.
2. Ekasari, M. F., Suryati, E. S., Badriah, S., Narendra, S. R., & Amini, F. I. (2021). Hipertensi :
Kenali Penyebab, Tanda Gejala dan Penanganannya. Jakarta.

296 Latihan Foot Massagese bagai penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Sukamulya
3. Ervianda, E., Hermawati, H., & Yuningsih, D. (2023). Penerapan Foot Massage Terhadap
Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di RSUD Kabupaten Karanganyar.
Jurnal Ventilator: Jurnal Riset Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Vol 1 No 3, 196-207.
4. Pradono, J., Kusumawardani, N., & Rachmalina, R. (2020). Hipertensi : Pembunuh
Terselubung di Indonesia. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan.
5. Putri, L. F., Kartikasari, D., & Faizah, N. (2023). Penerapan Terapi Foot Massage Untuk
Menurunkan Tekanan Darah pada Pasein Hipertensi di Ruang Sulaiman 4 RS Roemani
Muhammadiyah Semarang. Mahesa: Malahayati Health Student Journal Vol 3 No 12
6. Ariyanto, H., & Rosa, E. M. (2024). Effectiveness of telenursing in improving quality of life
in patients with heart failure : A systematic review and meta-analysis. Journal of Taibah
University Medical Sciences, 10(May), 1–13.
[Link]
7. Firmansyah, A, Setiawan, H., Suhanda, S., Fitriani, A., & Roslianti, E. (2018). Pendidikan
Kesehatan Kepada Keluarga “Perawatan Luka Pasca Khitan Metode Konvensional Yang
Optimal.” ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 53–56.
[Link]
8. Firmansyah, Andan, Setiawan, H., Wibowo, D. A., Rohita, T., & Umami, A. (2021). Virtual
Reality (VR) Media Distraction Relieve Anxiety Level of the Children During Circumcision.
Proceedings of the 1st Paris Van Java International Seminar on Health, Economics, Social
Science and Humanities (PVJ-ISHESSH 2020), 535, 611–614.
[Link]

297 Latihan Foot Massagese bagai penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Sukamulya

Anda mungkin juga menyukai