0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan2 halaman

Metode Sampling untuk Penelitian Pendidikan

Dokumen ini membahas metode sampling yang tepat untuk penelitian di Sekolah Menengah Atas di D.I Yogyakarta, yaitu Stratified Random Sampling, untuk memastikan representasi yang akurat antara siswa dan guru berdasarkan jenis kelamin. Ukuran sampel yang dihitung adalah 552 siswa dan 192 guru, dengan proporsi berdasarkan jenis kelamin. Selain itu, simulasi pengambilan sampel menggunakan Systematic Random Sampling juga dijelaskan dengan langkah-langkah perhitungan yang rinci.

Diunggah oleh

adeprtma01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan2 halaman

Metode Sampling untuk Penelitian Pendidikan

Dokumen ini membahas metode sampling yang tepat untuk penelitian di Sekolah Menengah Atas di D.I Yogyakarta, yaitu Stratified Random Sampling, untuk memastikan representasi yang akurat antara siswa dan guru berdasarkan jenis kelamin. Ukuran sampel yang dihitung adalah 552 siswa dan 192 guru, dengan proporsi berdasarkan jenis kelamin. Selain itu, simulasi pengambilan sampel menggunakan Systematic Random Sampling juga dijelaskan dengan langkah-langkah perhitungan yang rinci.

Diunggah oleh

adeprtma01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kepada, Yth

Ibu Adek Nilasari Harahap


Izin mejawab soal diskusi, dan ini hasil penelusuran saya, kurang lebihnya sebagai berikut.
1. Metode Sampling yang Tepat
Metode sampling yang tepat untuk digunakan pada studi kasus di atas adalah Stratified Random
Sampling. Alasannya adalah:
A. Populasi yang Heterogen: Populasi siswa dan guru di Sekolah Menengah Atas di Provinsi D.I
Yogyakarta memiliki karakteristik yang berbeda-beda, seperti jenis kelamin dan status (siswa
atau guru).
B. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan persepsi antara laki-laki
dan perempuan, sehingga perlu memastikan bahwa sampel yang diambil mewakili kedua
kelompok tersebut.
C. Proporsionalitas: Stratified Random Sampling memungkinkan peneliti untuk mengambil
sampel yang proporsional dari setiap strata (jenis kelamin dan status), sehingga hasil
penelitian dapat lebih akurat dan representatif.
2. Ukuran Sampel
Ukuran sampel dapat dihitung sebagai berikut:
 Siswa: 8% dari 6.900 = 0,08 x 6.900 = 552 siswa
 Guru: 16% dari 1.200 = 0,16 x 1.200 = 192 guru

3. Ukuran Sampel Proporsional


Ukuran sampel proporsional untuk laki-laki dan perempuan dari siswa dan guru dapat dihitung
sebagai berikut:
 Siswa Laki-laki: (3.350 / 6.900) x 552 = 268 siswa
 Siswa Perempuan: (3.550 / 6.900) x 552 = 284 siswa
 Guru Laki-laki: (650 / 1.200) x 192 = 104 guru
 Guru Perempuan: (550 / 1.200) x 192 = 88 guru
4. Simulasi Pengambilan Sampel dengan Systematic Random Sampling
Simulasi pengambilan sampel dengan Systematic Random Sampling dapat dilakukan dengan
menggunakan interval sampling yang dihitung berdasarkan ukuran sampel dan populasi. Misalnya,
untuk siswa, interval sampling dapat dihitung sebagai berikut:
Interval sampling = Populasi / Sampel = 6.900 / 10 = 690
Jika kita menggunakan angka random dari NIM saya dilihat dar angka ujung 71 sebagai sampel
pertama, maka sampel berikutnya dapat dihitung sebagai berikut:
 Sampel 1: 71
 Sampel 2: 71 + 690 = 761
 Sampel 3: 761 + 690 = 1.451
 Sampel 4: 1.451 + 690 = 2.141
 Sampel 5: 2.141 + 690 = 2.831
 Sampel 6: 2.831 + 690 = 3.521
 Sampel 7: 3.521 + 690 = 4.211
 Sampel 8: 4.211 + 690 = 4.901
 Sampel 9: 4.901 + 690 = 5.591
 Sampel 10: 5.591 + 690 = 6.281
Dengan demikian, sampel yang diambil adalah siswa dengan nomor urut 71, 761, 1.451, 2.141, 2.831,
3.521, 4.211, 4.901, 5.591, dan 6.281. Proses yang sama dapat diterapkan untuk guru.

Anda mungkin juga menyukai