0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan8 halaman

Tugas Tutorial Ekonomi Mikro ESPA4111

Dokumen ini adalah lembar jawaban tugas tutorial untuk mata kuliah Pengantar Ekonomi Mikro yang disusun oleh Eka Fitria Widiastuti. Tugas ini mencakup analisis produksi marginal, biaya produksi jangka panjang, dan konsep non-price competition. Selain itu, terdapat pertanyaan dan jawaban terkait biaya total, keuntungan maksimum, dan strategi bersaing dalam ekonomi mikro.

Diunggah oleh

ekafitriawidya123
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan8 halaman

Tugas Tutorial Ekonomi Mikro ESPA4111

Dokumen ini adalah lembar jawaban tugas tutorial untuk mata kuliah Pengantar Ekonomi Mikro yang disusun oleh Eka Fitria Widiastuti. Tugas ini mencakup analisis produksi marginal, biaya produksi jangka panjang, dan konsep non-price competition. Selain itu, terdapat pertanyaan dan jawaban terkait biaya total, keuntungan maksimum, dan strategi bersaing dalam ekonomi mikro.

Diunggah oleh

ekafitriawidya123
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAR JAWABAN TUGAS TUTORIAL 2

MATA KULIAH
PENGANTAR EKONOMI MIKRO/ESPA4111

TUTOR PEMBIMBING
NORA RIA RETNASIH, M.E 03004373

DISUSUN OLEH

NAMA : EKA FITRIA WIDIASTUTI


NIM : 053900828
KODE KELAS : 593

UNIVERSITAS TERBUKA

Jalan Pondok Cabe Raya, Pondok Cabe Udik, Kecamatan ciputat, Kota Tangerang Selatan,
Banten 15418.
Tugas Tutorial 2
Mata Kuliah Pengantar Ekonomi Mikro/ESPA4111

Petunjuk Pengerjaan Tugas Tutorial:


▪ Silakan Anda jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan tepat dan lengkap!
▪ Jika Anda menggunakan referensi bacaan terkait dengan jawaban, uraikan dengan
kalimat sendiri (tidak copy paste) dan cantumkan sumbernya
▪ Waktu pengerjaan adalah 2 (dua) minggu sejak Tugas Tutorial ini dapat diakses

SOAL:
1. Tabel dibawah ini menunjukkan produksi marginal (MP) dari input A dan input
B yang digunakan dalam satu proses produksi
Input A 𝑀𝑃𝐴 Input B 𝑀𝑃𝐵
4 9 7 6
5 8 8 5
6 7 9 4
7 6 10 3
8 5 11 2

Apabila diketahui harga input A (𝑃𝑎 ) $. 2 per unit dan harga input B (𝑃𝑏 ) $.
1 per unit. Sedangkan anggaran yang tersedia $. 19
a) Tentukan besarnya input A dan input B yang harus digunakan agar
perusahaan tersebut berproduksi pada tingkat biaya terendah ( leas
cost combination) !
b) Tentukan Tingkat harga output agar produsen memperoleh keuntungan
maksimum !

2. Dalam biaya produksi jangka Panjang dikenal istilah “kurva amplop”


a) Gambarkan kurva amplop tersebut !
b) Jelaskan karakteristik terbentuknya kurva amplop tersebut !

3. Sebuah Perusahaan sepeda beroperasi dalam jangka pendek dengan ongkos


tetap total ( TFC) sebesar $. 25.000 sedangkan ongkos variable total (TVC)
nya ditunjukkan oleh persamaan 𝑻𝑽𝑪 = 𝟏𝟎𝟎𝑸 + 𝟎, 𝟏𝑸𝟐
Pertanyaan :
a) Susunlah persamaan biaya total !
b) Apabila sepeda dijual $. 300 per unit, tentukan berapa jumlah sepeda yang
harus diproduksi agar mendapatkan keuntungan maksimal !
c) Tentukan berapa besar keuntungan maksimum yang diperoleh !
d) Tentukan berapa jumlah sepeda yang diproduksi pada tingkat pulang pokok
( break -even) !
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan istilah “Non- price competition” . Mengapa
hal tersebut perlu dilakukan ? berikan contohnya !
~~Selamat Mengerjakan~~
JAWABAN :

1. Tabel dibawah ini menunjukkan produksi marginal (MP) dari input A dan input B yang
digunakan dalam satu proses produksi

Input A 𝑀𝑃𝐴 Input B 𝑀𝑃𝐵


4 9 7 6
5 8 8 5
6 7 9 4
7 6 10 3
8 5 11 2
Apabila diketahui harga input A (𝑃𝑎) $. 2 per unit dan harga input B (𝑃𝑏) $. 1 per unit.
Sedangkan anggaran yang tersedia $. 19
a) Tentukan besarnya input A dan input B yang harus digunakan agar perusahaan
tersebut berproduksi pada tingkat biaya terendah ( leas cost combination) !
b) Tentukan Tingkat harga output agar produsen memperoleh keuntungan
maksimum !
Jawab:
Besarnya input A dan B yang harus digunakan agar berproduksi pada tingkat biaya terendah
(Least Cost Combination/LCC).
a. Harga input A (Pa) = $. 2,-
Harga input B (Pa) = $ 1,-
Anggaran (I) = $ 19,- Syarat
LCC :
𝑀𝑃𝐴 𝑀𝑃𝐵
= 𝑑𝑎𝑛 𝐴. 𝑃𝑎 + 𝐵 . 𝑃𝑏 = 𝐼
𝑃𝑎 𝑃𝑏
𝑀𝑃𝐴 = 8

𝑀𝑃𝐵 = 4
Pada tingkat ini syarat LCC terpenuhi, yaitu :
𝑑𝑎𝑛 𝐴. 𝑃𝑎 + 𝐵 . 𝑃𝑏 = 𝐼
𝑀𝑃𝐴
=
𝑀𝑃𝐵

𝑃𝑎 𝑃𝑏
8 4
= 𝑑𝑎𝑛 5 . 2 + 9 . 1 = 19
2 1
10 + 9 = 19
19 = 19
4=4
Jadi kombinasi input dengan biaya produksi minimum tercapai pada
penggunaan input A sebanyak 5 dan input B sebanyak 9 unit.
b. Syarat optimum (keuntungan maksimum) :
𝑀𝑃𝐴 𝑀𝑃𝐵 1
= =
𝑃𝑎 𝑃𝑏 𝑃𝑞

di mana Pq adalah harga output.


8 4 1
= =
2 1 𝑃𝑞
1 1
4= ≫ 𝑃𝑞 =
𝑃𝑞 4

Jadi agar memperoleh laba yang maksimum, produsen harus menjual output pada
harga (Pq) = 1/4.

2. Dalam biaya produksi jangka Panjang dikenal istilah “kurva amplop”

a. Gambarkan kurva amplop tersebut !

Kurva biaya total rata-rata jangka panjang ata Long Run Average cost (LRAC) adalah suatu
kurva yang menunjukkan biaya rata-rata yang paling minimum untuk berbagai tingkat
produksi, apabila perusahaan dapat selalu merubah kapasitas produksinya. kurva LRAC
dibentuk dari kurva AC yang tidak terhingga banyaknya. kurva-kurva AC adalah banyak
sekali, maka kurva LRAC adalah suatu kurva yang berupa garis lengkung atau berbentuk
huruf C.

LRAC
Biaya produksi

0 Qa Qb Qc
Jumlah produksi (unit)

b. Jelaskan karakteristik terbentuknya kurva amplop tersebut !

Kurva LRAC bukanlah dibentuk berdasarkan kepada beberapa kurva AC saja, tetapi
berdasarkan kepada kurva AC yang tidak terhingga banyaknya. Yaitu ia tidak dibentuk oleh
tiga kurva AC seperti yang ditunjukkan dalam Gambar diatas, akan tetapi oleh kurva AC
yang sangat banyak. Jumlah kurva AC yang banyak akan membentuk kurva LRAC. Kurva
LRAC adalah suatu kurva yang berupa garis lengkung yang berbentuk U dan merupakan
kurva yang menyinggung berbagai kurva AC jangka pendek. Titik-titik persinggungan
tersebut merupakan biaya produksi yang paling optimum/ minimum untuk berbagai tingkat
produksi yang akan dicapai pengusaha di dalam jangka panjang. Satu hal yang harus
diingat dalam menggambarkan kurva LRAC adalah bahwa kurva itu tidak menyingggung
kurva kurva AC pada bagian (di titik) yang terendah dari kurva AC.
Dalam Gambar diatas. hanya kurva AC, yang disinggung oleh kurva LRAC pada bagian
kurva AC, yang paling rendah, yaitu di titik B. Kurva AC yang terletak di sebelah kiri dari
AC, disinggung oleh kurva LRAC di bagian yang lebih tinggi dan di sebelah kiri dari titik
terendah. Perhatikanlah misalnya kurva AC₂. Jelas kelihatan bahwa titik A bukanlah titik
terendah pada kurva AC₂. Titik tersebut terletak di sebelah kiri dari titik terendah pada
kurva AC, Kurva AC yang terletak di sebelah kanan dari kurva AC, disinggung oleh
kurva LRAC juga di bagian yang terletak lebih tinggi dari titik minimum pada AC yang
bersangkutan, dan titik singgung tersebut terletak di sebelah kanan dari titik yang
terendah. Titik C pada kurva AC, jelas menggambarkan keadaan tersebut.
Di dalam jangka panjang titik terendah dari suatu AC tidak menggambarkan biaya yang
paling minimum untuk memproduksikan satu tingkat produksi. Terdapat kapasitas
produksi lain (AC lain) yang dapat meminimumkan biaya. Sebagai buktinya
perhatikanlah AC, dan AC₂. Titik A adalah titik terendah pada AC₁. Dengan demikian
dalam jangka pendek, produksi sebesar Q dapat diproduksikan dengan biaya yang lebih
rendah dari titik mana pun pada AC₁. Tetapi dalam jangka Panjang biaya itu belum
merupakan biaya yang paling minimum, karena apabila kapasitas Produksi yang berikut
digunakan (AC₂). produksi sebesar QA akan mengeluarkan biaya sebanya seperti
ditunjukkan oleh titik A pada AC₂. Dari contoh ini dapat disimpulkan bahwa kurva
LRAC, walaupun tidak menghubungkan setiap titik terendah AC, menggambarkan biaya
minimum perusahaan dalam jangka panjang.

3. Sebuah pabrik lampu beroperasi dalam jangka pendek dengan ongkos tetap total ( TFC) sebesar
$. 120 sedangkan ongkos variable total (TVC) nya ditunjukkan oleh persamaan
𝑻𝑽𝑪 = 𝑸𝟐 − 𝟒𝑸

Pertanyaan :

Biaya tetap total (TFC) : TFC = 40


Biaya variabel total (TVC) : TVC = Q2 – 4Q

a. Biaya total (TC) :


TC = TFC + TVC
= 40 + Q2 – 4Q
Jadi fungsi biaya total : TC = Q2 – 4Q + 40

b. Apabila bola dijual $. 10 per buah, tentukan berapa jumlah bola yang harus
diproduksi agar mendapatkan keuntungan maksimal!

Keuntungan (µ):
p = TR – TC
TR = Pq . Q >> Pq = 10
TR = 10Q
TC = Q2 – 4Q + 40
µ = 10Q – (Q2 – 4Q + 40) µ
= 10Q – Q2 + 4Q – 40 µ =
14Q – Q2 – 40
Keuntungan (µ) maksimum tercapai apabila:
𝜕P = 0 → -2Q + 14 = 0
𝜕Q
2Q = 14
Q=7
Jadi keuntungan maksimum dapat dicapai apabila berproduksi sepatu sebanyak 7 pasang.

c. Tentukan berapa besar keuntungan maksimum yang diperoleh ! µ = -

Q2 + 14Q – 40
µ = -(7)2 + 14 (7) – 40
µ = - 49 + 98 – 40
µ=9
Jadi besarnya keuntungan maksimum adalah 9.

d. Tentukan berapa jumlah bola yang diproduksi pada tingkat pulang pokok ( break - even) !

Pulang pokok (break even) terjadi apabila:


TR = TC
10Q = Q2 – 4Q + 40
0 = Q2 – 14Q + 40 Atau
Q2 – 14Q + 40 = 0
Untuk mencari besarnya Q gunakan rumus ABC :
−𝑏±√𝑏2−4𝑎𝑐
Q1,2 =
2𝑎

Maka ditemukan nilai :


Q1 = 4
Q2 = 10
Jadi pulang pokok (break even) terjadi apabila berproduksi sebanyak 4 pasang dan 10
pasang.

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan istilah “Non- price competition” . Mengapa hal tersebut
perlu dilakukan ? berikan contohnya !

Hampir seluruh perusahaan menggunakan lebih dari satu strategi [Link] bersaing ini
meliputi strategi bersaing dengan harga dan non harga. Setiap strategi yang digunakan oleh
perusahaan memiliki keunggulan dan [Link] non harga (non price
competition) yaitu usaha penjual untuk mempengaruhi pembeli tanpa potongan harga (diskon),
tetapi dengan cara lain, misalnya perbaikan pelayanan dan peningkatan mutu atau kualitas
(Kamus BankIndonesia). Disini perusahaan lebih menekankan pada feature produk, servis,
kualitas dan sebagainya. Sehingga jika perusahaan memilih bersaing dengan menggunakan
variabel bukan harga, perusahaan bisa menciptakan brand loyalty. Untuk itumerk/produk yang
ditawarkan perusahaan harus bisa dibedakan (memilikideferensiasi) dengan produk/merk
pesaing. Konsumen
Sekian jawaban saya, terimakasih Bu Nora.

Sumber referensi : BMP – Pengantar Ekonomi Mikro – ESPA4111 (edisi 3) – Modul 7 – Universitas
Terbuka

Anda mungkin juga menyukai