0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan11 halaman

Penyuluhan Kusta: Materi dan Metode

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) tentang kusta yang disusun oleh Sulistiyani untuk program studi Ilmu Keperawatan. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang kusta, termasuk pengertian, jenis, penyebab, dan pencegahan penyakit ini. Penyuluhan akan dilaksanakan selama 15 menit dengan metode ceramah dan tanya jawab di Universitas Faletehan pada 14 Maret 2025.

Diunggah oleh

Sulis Tiyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan11 halaman

Penyuluhan Kusta: Materi dan Metode

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) tentang kusta yang disusun oleh Sulistiyani untuk program studi Ilmu Keperawatan. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang kusta, termasuk pengertian, jenis, penyebab, dan pencegahan penyakit ini. Penyuluhan akan dilaksanakan selama 15 menit dengan metode ceramah dan tanya jawab di Universitas Faletehan pada 14 Maret 2025.

Diunggah oleh

Sulis Tiyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

KUSTA

Disusun oleh:
Sulistiyani (1420124031205)

PROGRAM STUDI ILMU


KEPERAWATAN FAKULTAS
ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS FALETEHAN
TAHUN 2025
SATUAN ACARA PENYULUH
A. Topik : Kusta
B. Sasaran
1. Program : Titin
2. Penyuluhan : Titin
C. Tujuan
1. Tujuan umum

Setelah dilakukan penyuluhan selama 15 menit


Titin bisa memahami dan mengerti tentang
timbulnya kusta
2. Tujuan khusus
Setelah dilakukan penyuluhan selama 15 menit,
Titin mampu:
a. Menjelaskan pengertian kusta
b. Menjelaskan jenis-jenis kusta
c. Menjelaskan penyebab timbulnya kusta
d. Menjelaskan pencegahan kusta

D. Materi
1. Pengertian kusta

2. Jenis-jenis kusta

3. Penyebab timbulnya kusta

4. Pencegahan kusta

E. Metode
Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini, antara
lain :
1. Penjelasan/ceramah
2. Tanya jawab
F. Media
Media yang digunakan dalam penyuluhan ini, antara
lain:
1. Pamflet tentang kusta yang mencakup informasi

tentang materi, yaitu pengertian, jenis-jenis,


penyebab, serta pencegahan kusta.

G. Waktu pelaksanaan
a. Hari/tanggal : Jumat, 14 Maret 2025
b. Waktu : 13.00 WIB s/d Selesai (15 Menit)
c. Tempat : Universitas Faletehan (Gedung E, Kelas
E302)
No Materi dan Kegiat
waktu an
1. Pembu 1. Membuka pertemuan dengan
mengucapkan salam
2. memperkenalkan diri
kaan (2
3. mengucapkan terimakasih atas
menit) waktu yang telah diberikan
4. menjelaskan tujuan penyuluhan
5. menyampaikan kontrak waktu
6. memberikan sedikit gambaran

mengenai informasi yang akan di


sampaikan pada penyuluh kali ini
2. Proses 1. Penyampaian materi
2. Menjelaskan pengertian kusta
(10 3. Menjelaskan jenis-jenis kusta
menit) 4. Menjelaskan penyebab timbulnya
kusta
5. Menjelaskan bagaimana
melakukan pencegahan kusta
6. memberikan kesempatan pada
peserta untuk bertanya
7. merangkum materi
8. melakukan evaluasi
9. menyampaikan kesimpulan
materi
3. Penut 1. penyuluh mengucapkan
up (3 terimakasih atas segala
menit) perhatiannya
2. mengucapkan salam penutup

H. Tempat
Bertempat di Universitas Faletehan, Gedung E
(Ruangan E302)
Keterangan :
1 = Klien
2 = Meja
3 = Penyuluh/pemateri
[Link] Evaluasi
Evaluasi dilakukan oleh penyuluh dan dilaksanakan
segera setelah penyuluh selesai. Metode yang digunakan
dalam evaluasi ini adalah tanya jawab. Berikut ini
merupakan daftar pertanyaan evaluasi
1. Jelaskan apa itu kusta
2. Sebutkan jenis-jenis kusta
3. Apa saja penyebab timbulnya kusta
4. Pencegahan kusta

Serang, 17 Maret
2025
LAMPIRAN MATERI
A. Definisi

Penyakit kusta (Morbus hansen) adalah suatu penyakit


infeksi menahun akibat bakteri tahan asam yaitu
Mycobacterium leprae yang secara primer menyerang
saraf tepi dan secara sekunder menyerang kulit serta
organ lainnya(WHO, 2010; Noto & Schreuder, 2010).
Penyakit kusta adalah penyakit kronis yang dapat
menimbulkan masalah kecacatan (Susanto, 2006).
Masalah yang timbul tidak hanya pada masalah
kesehatan fisik saja, tetapi juga masalah psikologis,
ekonomi dan sosial bagi penderitanya
(Amiruddin, 2006).
Berdasarkan pada pembahasan di atas, dapat disimpulkan
bahwa penyakit kusta adalah penyakit kulit menahun
yang disebabkan oleh bakteri tahan asam Mycobacterium
leprae yang awalnya menyerang saraf tepi, kemudian
dapat menyebar menyerang organ lain, seperti kulit,
selaput mukosa, testis dan mata serta jika tidak diobati
dengan tepat akan menimbulkan kecacatan fisik pada
penderita. Penyakit kusta muncul diakibatkan karena
adanya faktor penyebab.

B. Jenis-jenis Kusta

Kusta juga dikelompokan menurut klasifikasi


Ridley-Jopling. Di dalam pengklasifikasian ini,
kusta dikelompokkan menjadi lima bentuk
berdasarkan keparahan gejala.
Berikut pengelompokkan kusta menurut
klasifikasi Ridley-Jopling, yaitu:
• Kusta tuberkuloid. Jenis ini ditandai dengan
bentuk lesi yang datar dan beberapa diantaranya
berukuran besar serta mati rasa akibat
memengaruhi saraf. Menurut klasifikasi Ridley-
Jopling, kusta jenis ini masih dapat sembuh
sendirinya, bertahan, dan mungkin berkembang ke
bentuk yang lebih parah.
• Kusta tuberkuloid borderline. Lesi kusta jenis ini
mirip dengan tuberkuloid, tetapi jumlahnya lebih
banyak. Selain itu, kusta jenis ini mulai
memengaruhi banyak titik saraf. Kusta tuberkuloid
borderline tidak dapat sembuh dengan sendirinya
namun bisa mereda ke bentuk kusta tuberkuloid.
Namun, kusta ini pastinya dapat bertahan atau
berkembang ke bentuk yang lebih parah.
• Plak kusta kemerahan borderline. Jenis ini sudah
menimbulkan mati rasa di banyak area tubuh
bahkan menyebabkan pembengkakan pada
kelenjar getah bening. Kusta jenis ini dapat mereda
menjadi tipe tuberkuloid borderline atau
berkembang menjadi tipe yang lebih serius.
• Kusta lepromatosa borderline. Ini ditandai dengan
banyak lesi, termasuk lesi datar, Benjolan atau
nodul dan plak juga semakin banyak serta
menimbulkan mati rasa. Kusta ini bisa mereda ke
bentuk sebelumnya, yakni plak kusta kemerahan
borderline atau malah lebih parah.
• Kusta lepromatosa. Kusta lepromatosa adalah
bentuk terparah karena lesi sudah muncul semakin
banyak dan disertai dengan bakteri. Kusta ini juga
telah memengaruhi saraf lebih serius, sehingga
rambut pengidapnya mulai rontok dan tungkai
melemah. Kusta lepromatosa harus segera diobati
karena jenis ini akan terus memburuk.

C. Penyebab Timbulnya Kusta

Penyebab munculnya penyakit kusta adalah bakteri


Mycobacterium leprae yang ditemukan pertama kali oleh
G. H. Armauer Hansen pada tahun 1873. Bakteri ini
masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka pada
permukaan kulit atau bisa juga melalui droplet yang
dihembuskan dari saluran pernafasan. Sehgal (dalam
Putra, 2012) mengatakan bahwa Mycobacterium leprae
memiliki ciri-ciri yaitu tahan asam, bersifat gram positif,
berbentuk batang, lebar 0,3-0,4 mikrometer, panjang 2-
7mikometer, dan hidup di dalam sel yang banyak
mengandung lemak dan lapisan lilin. Mycobacterium
leprae membelah dalam kurun waktu 21 hari, sehingga
menyebabkan masa tunas yang sangat lama yaitu 4 tahun.
Munculnya penyakit kusta tersebut ditunjang oleh cara
penularan.

Sumber :
[Link]
Penyakit kusta muncul diakibatkan karena
adanya faktor penyebab:

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang


terkena kusta, antara lain:
• Kontak dekat dan berulang dengan
penderita kusta yang belum diobati.
• Tinggal di daerah dengan banyak
kasus kusta (endemik).
• Sistem kekebalan tubuh yang lemah

D. Pencegahan kusta

• Penguatan imun
Cara pencegahan kusta ini dilakukan dengan memberikan
vaksin yang mengandung antibodi pada seseorang yang
rentan [Link] ini dapat memberikan
perlindungan yang aktif dan pasif.
Untuk kekebalan aktif, perlindungannya didapatkan
dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk
memproduksi antibodi sendiri.
Lalu, kekebalan pasif didapatkan melalui pemberian
antibodi yang dibentuk oleh metode tambahan lainnya.
Cara paling ampuh untuk pencegahan yang bisa
dilakukan adalah dengan menghindari kontak dengan
seseorang yang mengidapnya.
Terlebih pada anak-anak yang masih memiliki sistem
imunitas lemah. Dukung juga sistem imun tetap prima
dengan mengonsumsi makanan sehat dan rutin
berolahraga.
DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku
1. Amiruddin, A. (2006). Kusta: Penyakit yang
Terlupakan.
2. Noto, S., & Schreuder, P. A. (2010). Leprosy in
Indonesia.
3. Putra, A. A. (2012). Kusta: Gejala, Penyebab, dan
Pengobatan.
4. Susanto, A. (2006). Kusta di Indonesia: Masalah dan
Tantangan.

Sumber Jurnal
1. Sehgal, S. (dalam Putra, 2012). Mycobacterium leprae:
Ciri-ciri dan Sifat.
2. WHO (World Health Organization). (2010). Leprosy.

Anda mungkin juga menyukai