TUGAS 2
STRATEGI PEMBELAJARAN
(PDGK 4105)
Nama : Eka Nur Fatmawati
NIM : 857990632
Prodi : PGSD – RPL
UNIVERSITAS TERBUKA
PURWOKERTO
TAHUN AJARAN 2023/2024
TUGAS TUTORIAL 2
1. Pada proses pembelajaran terdapat 5 (lima) faktor yang perlu diperhatikan dalam
memilih metode mengajar. Jelaskan kelima faktor tersebut sesuai dengan pemahaman
Anda!
Penentuan pemilihan metode mengajar dalam pembelajaran harus mempertimbangkan
beberapa factor yaitu sebagai berikut :
1) Tujuan pembelajaran atau kompetensi siswa
Tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai siswa merupakan faktor
utama yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar. Tujuan
pembelajaran atau kompetensi dasar merupakan pernyataan yang diharapkan dapat
diketahui disikapi atau dilakukan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran oleh
karena itu pemilihan metode mengajar harus berdasarkan pada tujuan pembelajaran atau
kompetensi yang akan dicapai oleh siswa.
Ada pula tujuan bidang studi adalah tujuan yang harus dicapai oleh suatu mata
pelajaran atau suatu bidang studi sedangkan tujuan pembelajaran adalah tujuan yang
harus dicapai dalam suatu pokok bahasan tertentu.
Merumuskan tujuan pembelajaran khusus maupun merumuskan indikator hasil
belajar harus menggunakan kata kerja yang bersifat operasional terukur dan spesifik
misalnya mampu menyebutkan mampu menjelaskan mengidentifikasi menunjukkan
membandingkan membedakan menguraikan mengelompokkan mengerjakan menyusun
dan seterusnya. Sedangkan pada rumusan tujuan pembelajaran khusus atau indikator
hasil belajar diantaranya adalah memahami mengetahui menguasai dan sebagainya
2) Karakteristik bahan pelajaran/materi pelajaran
Salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metode mengajar adalah
karakteristik bahan pelajaran ada beberapa aspek yang terdapat dalam materi pelajaran
aspek tersebut terdiri dari aspek konsep, prinsip, proses, nilai, keterampilan intelektual
dan aspek psikomotor.
a. Aspek konsep merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan
pengertian atribut karakteristik label atau ide dan gagasan sesuatu. Artinya guru akan
memilih metode mana yang dianggap sesuai jika akan mengajarkan tentang konsep,
begitu juga dengan aspek yang lainnya
b. Aspek fakta merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan peristiwa-
peristiwa yang lalu data-data yang dimiliki esensi objek dan waktu seperti nama dan
tahun yang berhubungan dengan peristiwa atau sejarah
c. aspek prinsip merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan aturan,
dalil, hukum, ketentuan, dan prosedur yang harus ditempuh
d. aspek proses merupakan substansi materi pelajaran yang berhubungan dengan
rangkaian kegiatan rangkaian peristiwa dan rangkaian tindakan
e. aspek nilai, merupakan substansi materi pelajaran yang berhubungan dengan aspek
perilaku yang baik dan buruk, yang benar dan salah, yang bermanfaat dan tidak
bermanfaat bagi banyak orang
f. Aspek keterampilan intelektual merupakan substansi materi pelajaran yang
berhubungan dengan pembentukan kemampuan menyelesaikan persoalan atau
permasalahan, berpikir sistematis berpikir logis berpikir taktis berpikir kritis,
berpikir inovatif dan berpikir ilmiah titik
g. Aspek keterampilan psikomotor merupakan substansi materi pelajaran yang
berhubungan dengan pembentukan kemampuan fisik
3) Waktu yang digunakan
Pemilihan metode mengajar juga harus memperhatikan alokasi waktu yang tersedia
dalam jam pelajaran ada beberapa metode mengajar yang dianggap relatif banyak
menggunakan waktu seperti metode pemecahan masalah dan inquiry penggunaan metode
ini kurang tepat jika digunakan pada jam pelajaran yang alokasi waktunya relatif singkat
sehingga penguasaan materi tidak akan optimal demikian pula dengan pembentukan
kemampuan siswanya.
4) Fakor siswa
Faktor siswa merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan
metode mengajar selain faktor-faktor yang telah dikemukakan di atas aspek yang
berkaitan dengan faktor siswa terutama pada aspek kesegaran mental atau faktor antusias
dan kelelahan jumlah siswa dan kemampuan siswa guru harus bisa mengelola
pembelajaran berdasarkan jumlah siswa dan harus mengatur tempat duduk supaya sesuai
dengan kondisi siswa dalam belajar titik posisi tempat duduk juga harus seperti kelas
formal reguler tetapi bersifat fleksibel dan mendukung terhadap proses pembelajaran
demikian pula dengan kemampuan siswa dalam melakukan proses pembelajaran
umpamanya dalam proses pembelajaran guru akan menggunakan metode eksperimen
atau pemecahan masalah maka siswa yang bersangkutan harus sudah memahami tentang
cara belajar eksperimen atau yang lainnya
5) Factor fasilitas, media dan sumber belajar
Supaya memperoleh hasil belajar yang optimal maka setiap peristiwa pembelajaran harus
dirancang secara sistematis dan sistemik. Prinsip-prinsip belajar yang dijadikan landasan
dalam pembelajaran diantaranya adalah ketersediaan fasilitas media dan sumber belajar
guru tidak akan memilih metode mengajar yang memungkinkan menggunakan fasilitas
atau alat belajar yang beragam jika di sekolahnya tidak memiliki fasilitas dan alat belajar
yang lengkap. Dalam hal ini perlu diupayakan apabila guru dan siswa akan
menggunakan alat atau fasilitas maka guru bersangkutan sebelum pembelajaran harus
mempersiapkan terlebih dahulu titik media pesan lisan atau bahasa harus dapat dipahami
siswa sehingga siswa tidak menimbulkan verbalisme. Pemberdayaan media maupun
bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan siswa.
2. Berdasarkan teori Piaget siswa SD dalam proses pembelajaran harus dibantu dengan
sesatu yang riil/nyata agar lebih memahami konsep yang sedang dipelajari. Menurut
Anda dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebaiknya metode apa yang
digunakan dan sertakan alasannya!
Jawab :
Menurut saya metode yang sesuai digunakan dalam pembelajaran IPA SD adalah metode
eksperimen. Karena metode eksperimen merupakan metode mengajar yang dalam
penyajian atau pembahasan materinya melalui percobaan atau mencobakan sesuatu serta
mengamati secara proses. Eksperimen sulit dipisahkan dengan demonstrasi karena
keduanya kemungkinan dapat digunakan secara bersamaan
Metode eksperimen dimaksudkan bahwa guru dan siswa mencoba mengerjakan sesuatu
secara mengamati proses dan hasil pekerjaannya setelah eksperimen selesai siswa
ditugaskan untuk membandingkan dengan hasil eksperimen yang lain dan mendiskusikan
bila ada perbedaan dan kekeliruan metode eksperimen dapat dilakukan secara
berkelompok maupun individu di dalam laboratorium atau di kelas atau di luar kelas.
Perlu diperhatikan bahwa setiap kegiatan eksperimen harus dilakukan dengan sistemik
dan sistematis yaitu harus dimulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan kajian
hasil lebih mendalamnya siswa harus membuat laporan kemudian disajikan di depan
teman-teman yang lain laporan tersebut disajikan dasar untuk melihat seberapa jauh
penerapan kemampuan berpikir siswa, kemampuan memberikan penjelasan, kemampuan
berargumentasi dan kemampuan menyimpulkan hasil eksperimen.
Secara umum perkembangan kognitif Piaget membedakan empat tahap perkembangan
kognitif yaitu tahap sensori-motor (0-2 tahun), tahap pra-operasional (2-7 tahun), tahap
pemikiran operasional konkrit (7-11 tahun), dan tahap pemikiran formal (11 tahun
keatas). Dalam kegiatan pembelajaran, keterlibatan siswa secara aktif amat dipentingkan.
Untuk menarik minat dan meningkatkan retensi belajar perlu mengaitkan pengetahuan
beru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki oleh siswa. Materi pelajaran disusun
dengan menggunakan pola atau logika tertentu, dari sederhana ke kompleks. Untuk itu
metode eksperimen sangat cocok digunakan pada anak usia SD yaiu 7 – 11 tahun sesuai
dengan teodi kognitf Piaget.
3. Media merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran. Pada masa
Pandemik ini tentu peran media menjadi lebih diperlukan lagi. Menurut Anda media apa
yang paling cocok di masa pandemik saat ini dan jelaskan apa kelebihan dari media
tersebut!
Jawab :
Menurut saya media yang cocok diguanakan selama masa pandemic adalah penggunaan
media audio visual. Media audio visual merupakan kombinasi audio dan visual atau
biasa disebut dengan media pandang dengar. Metode audio visual merupakan metode
yang semakin lengkap dan juga optimal dalam penyajian bahan ajar kepada siswa selain
dari itu media ini dalam batas-batas tertentu dapat juga menggantikan peran dan tugas
guru dalam hal ini guru tidak selalu berperan sebagai penyaji materi tetapi penyajian
materi bisa digantikan oleh media audio visual maka peran guru bisa beralih menjadi
fasilitator belajar yaitu memberikan kemudahan bagi para siswa untuk belajar. Contoh
dari media audio visual diantaranya adalah program video atau televisi pendidikan video
atau televisi instruktursional, program slide suara, program CD interaktif atau video
media pembelajaran. Selama masa pandemi dimana pembelajaran dilakukan secara
daring atau online pemilihan media pembelajaran secara audio visual sangatlah cocok
diterapkan karena media audio visual dapat menjembatani proses pembelajaran yang
diberikan oleh guru kepada siswa. Contoh siswa dapat belajar sendiri dari televisi atau
video pembelajaran lain dan guru sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa dari jarak
jauh.
4. Salah satu keterampilan yang perlu dimiliki oleh seorang Guru adalah keterampilan
memberi penguatan. Menurut Anda apakah kriteria bahwa seorang guru dikatakan
memiliki keterampilan ini!
Penguatan adalah respon yang diberikan terhadap perilaku atau perbuatan yang dianggap
baik yang dapat membuat terulangnya atau meningkatnya perilaku atau perbuatan yang
dianggap baik tersebut.
Seorang guru dapat dikatakan memiliki keterampilan memberikan penguatan apabila
guru memiliki kriteria sebagai berikut :
1. meningkatkan perhatian siswa
2. membangkitkan dan memelihara motivasi siswa
3. memudahkan siswa belajar
4. mengontrol dan memodifikasi tingkah laku siswa serta mendorong munculnya
perilaku yang positif
5. menumbuhkan rasa percaya diri pada diri siswa keenam memelihara iklim kelas yang
kondusif.
Seorang guru memiliki keterampilan memberikan penguatan apabila telah dapat
melaksanakan komponen-komponen keterampilan memberikan penguatan sebagai berikut
1. Penguatan Verbal yaitu penguatan yang paling mudah digunakan dalam kegiatan
pembelajaran yang dapat diberikan dalam bentuk komentar pujian dukungan
pengakuan atau dorongan yang diharapkan dapat meningkatkan tingkah laku dan
penampilan siswa komentar pujian dan sebagainya tersebut dapat diberikan dalam
bentuk kata-kata dan kalimat.
contoh dalam kata-kata: bagus, baik, luar biasa, betul, benar, ya atau tepat sekali
contoh dalam kalimat: Alhamdulillah pekerjaanmu rapi sekali kedua setelah berlatih
pekerjaan Anda semakin baik
2. Penguatan Non Verbal penguatan non verbal dapat ditunjukkan dengan berbagai cara
sebagai berikut:
a. Mimik Dan Gerakan Badan
mimik dan gerakan badan seperti senyuman, anggukan, tepuk tangan atau acungan
ibu jari dapat mengkomunikasikan kepuasan guru terhadap respon siswa, yang
tentu saja merupakan penguatan yang sangat berarti bagi siswa.
b. Gerakan Mendekati
Gerak mendekati dapat ditunjukkan guru dengan cara melangkah mendekati
siswa, berdiri di samping siswa atau kelompok siswa, bahkan dalam situasi
tertentu duduk bersama siswa atau kelompok siswa.
Tujuan gerak mendekati adalah memberikan perhatian menunjukkan rasa senang
akan pekerjaan siswa, bahkan juga memberi rasa aman kepada siswa.
c. Sentuhan
Sentuhan seperti menepuk-nepuk bahu, menjabat tangan siswa atau mengangkat
tangan siswa yang menang jika dilakukan dengan tepat, dapat merupakan
penguatan yang efektif bagi siswa
d. Kegiatan yang menyenangkan
Pada dasarnya siswa akan menjadi senang jika diberikan kesempatan untuk
mengerjakan sesuatu yang menjadi kegemarannya atau sesuatu yang
memungkinkan dia berprestasi
e. Pemberian simbol atau benda dalam situasi tertentu penguatan dapat pula
diberikan dalam bentuk simbol atau benda tertentu simbol dapat berupa tanda
ceklis atau komentar tertulis pada buku siswa, berbagai tanda tangan warna
tertentu, misalnya hijau kuning ungu atau merah sementara itu benda yang
digunakan sebagai penguatan adalah benda-benda kecil yang harganya tidak
terlalu mahal tetapi berarti bagi siswa misalnya kartu bergambar pensil atau buku
tulis PIN atau benda kecil lainnya.
3. Tiga penguatan tak penuh
Selain kedua jenis penguatan tersebut ada satu cara pemberian penguatan yang
disebut penguatan tak penuh. Sesuai dengan namanya penguatan tak penuh diberikan
untuk siswa atau respon siswa hanya sebagian benar sedangkan sebagian lainnya
masih perlu diperbaiki. guru memberikan apresiasi dan afirmasi kepada siswa apabila
telah melakukan pekerjaan yang menurut guru belum sempurna dengan contoh
sebagai berikut : bagian pertama dari jawaban anda sudah benar tetapi alasan yang
Anda berikan belum mantap