0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan83 halaman

Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung

Dokumen ini menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan untuk pembangunan gedung kantor BKAD dan Bapperida, termasuk tahapan persiapan, mobilisasi alat, dan jenis peralatan yang diperlukan. Pekerjaan meliputi pembersihan lokasi, pemasangan papan nama proyek, pembuatan direksi keet, dan pekerjaan galian serta pondasi. Semua kegiatan direncanakan dengan baik untuk menghindari keterlambatan dan memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan gambar rencana.

Diunggah oleh

mas pribadhie
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan83 halaman

Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung

Dokumen ini menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan untuk pembangunan gedung kantor BKAD dan Bapperida, termasuk tahapan persiapan, mobilisasi alat, dan jenis peralatan yang diperlukan. Pekerjaan meliputi pembersihan lokasi, pemasangan papan nama proyek, pembuatan direksi keet, dan pekerjaan galian serta pondasi. Semua kegiatan direncanakan dengan baik untuk menghindari keterlambatan dan memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan gambar rencana.

Diunggah oleh

mas pribadhie
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

1. METODEUMUM
Untuk melaksanakan Pekerjaan PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR BKAD DAN BAPPERIDA
perlu dibuat garis besar jadwal pelaksanaan pekerjaan yang menjelaskan tahapan-tahapan
pelaksanaan pekerjaan secara umum sekaligus untuk menghindarkan rework dan repair yang
berlebihan pada akhir proyek.
Pada awal proyek, penyedia jasa akan melaksanakan mobilisai untuk peralatan, material dan
personil yang ditugaskan. Bulan pertama proyek akan diisi dengan kegiatan-kegiatan
persiapan seperti :
 Penyedia fasilitas lapangan
 Join Survey
 Pendatangan alat kerja
 Purchase and Order material dominan dan kritis, seperti besi beton dan lain-lain. PO
besi beton dapat dilakukan bertahap, namun harus sesuai dengan bar bending
schedule.

Secara umum, mayoritas pekerjaan terpusat di Desa Kadi Pada Kecamatan Kota Tambolaka.
Pekerjaan struktur tambahan sebagai predecessor (Pekerjaan Pendahuan) dari item
pekerjaan selanjutnya (Struktur, Arsitektur, Mekanikal dan Elektrikal,) direncanakan dengan
baik dengan toleransi keterlambatan sedikit mungkin, hal ini dimaksudkan untuk
mengendalikan waktu pelaksanaan agar tidak melampaui batas yang telah ditetapkan.

2. JENISPERALATANDANKAPASITAS
SebelumMelakukanPekerjaanAlangkahBaiknyaPihakPelaksana [Link]
peralatanyangakandigunakanadalahsebagaiberikut:
DAFTAR PERALATAN YANG DIPERLUKAN
 Dump Truck : 2 Unit
 Concrete Mixer : 4 Unit
 Stamper : 2 Unit
 Tandon Air : 2 Unit
 Concrete Vibrator : 4 Unit



METODE PELAKSANAAN
A. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1. Pembersihan lokasi
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: PERALATAN PERTUKANGAN

 Sebelum Pekerjaan dimulai terlebih dahulu dilakukan pembersihan lokasi dari sampah,
rumput, dan berbagai hal lain yang dapat mengganggu pelaksanaan pekerjaan.
Pembersihan dilakukan dengan menggunakan bantuan mobil dump truck sebagai
alat
tempat mengumpulkan sampah. Sampah – sampah yang dihasilkan dari pekerjaan ini
dikumpulkan disuatu tempat yang telah disetujui oleh pengawas, kemudian baru
diangkut dengan menggunakan dump truck untuk dibuang ke tempat pembuangan
sampah
akhir.
2. Pemasangan Papan Nama Proyek
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Pemasangan Papan Nama Proyek dipasang ditempat yang dapat dilihat oleh semua
pihak baik itu dari kalangan proyek itu sendiri ataupun dari masyarakat umum.
Tujuannya agar dapat diketahui secara umum siapa yang mengerjakan dan yang
mengawasi proyek tersebut dan berapa dana yang dianggarkan untuk proyek tersebut.
Seiring pembersihan lokasi dibuat papan nama proyek, papan nama proyek ini dipasang
pada tempat yang mudah dilihat dengan mencantumkan data-data proyek antara lain
nama proyek, pekerjaan, lokasi, nilai proyek, waktu pelaksanaan, pengawas pelaksana
proyek, dll.
3. Pembuatan direksi keet
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Serobong kerja di gunakan untuk untuk penempatan gambar kerja, buku direksi dan
sebagai tempat bagi direksi untuk memberikan petunjuk dalam pelaksanaan pekerjaan.
 Bedeng Pekerja Di Buat Untuk Tempat Bermalan Atau Melakukan Aktifitas Sehari Hari
Bagi Para Pekerja lapangan.
 Metode pembuatannya:
1. Potong potong kayu menggunakan gergaji
2. kemudian satukan bagian bagian kayu sehingga membentuk suatu ruangan tempat
tinggal
3. tutup menggunakan plywood dindingnya dan gunakan plywood 12 mm untuk
lantainya.
4. beri atap seng kemudian di paku dengan palu.
4. MOBILISASI ALAT DAN BAHAN
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK

 Mendatangkan (mobilisasi) alat alat berat dan mengembalikannya kembali


(demobilisasi)
 Pemberitahukan dan permintaan persetujuan terhadap jenis / kapasitas excavator yang
akan digunakan kepada konsultan pengawas lapangan oleh kontraktor
 Sebelum dilakukan mobilisasi, kontraktor harus memberitahukan dan meminta
persetujuan terhadap jenis / kapasitas excavator yang akan digunakan kepada konsultan
pengawas lapangan.
 Segala resiko yang diakibatkan oleh pekerjaan mobilisasi dan demobilisasi menjadi
tanggung jawab kontraktor.
5. Pekerjaan Pemasangan Bouwplank
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: PERALATAN PERTUKANGAN
: THEODOLITE
DURASI : 2 HARI
 Pekerjaan ini biasanya dilakukan seiring atau setelah pekerjaan pengukuran dilakukan.
Pemasangan Bouwplank (Pematokan) dilaksanakan bersama–sama oleh Pihak Proyek,
Perencana, Pengawas, Pelaksana dan dibuat Berita Acara Pematokan.
 Bouwplank terbuat dari papan yang bagian atasnya dipakukan menggunakan peralatan
pertukangan yaitu palu pada patok kayu persegi 5/7cm yang di potong potong
menggunakan gergaji dan di tanam dalam tanah cukup kuat. Untuk menentukan
ketinggian papan bouwplank secara rata bagian atasnya dari papan bowplank harus di
Waterpass (Horizontal dan siku), sedangkan untuk mengukur dari titik As ke As antar
ruangan digunakan meteran.
Setelah pekerjaan pembersihan lapangan, pemasangan papan nama pekerjaan dan pembuatan
serobong kerja selesai dilakukan, barulah dilakukan pengukuran lokasi. Hal ini bertujuan untuk
menentukan letak bangunan, elevasi dan titik ikat (Bench Mark). Dalam pengukuran digunakan
alat Theodolit dan rambu ukur. Pengukuran ini dilakukan oleh seorang Titik-titik yang menjadi
acuan ditandai dengan menggunakan patok. Patok terbuat dari kayu bulat dengan panjang ±
1m yang ditancapkan kedalam tanah.
B. PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN
1. Pekerjaan galian tanah pondasi
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Setelah pekerjaan Pendahuluan dilakukan, hal yang dilakukan selanjutnya yaitu
pekerjaan galian tanah pondasi menggunakan linggis, pakuwel, cangkul atau
excavator bila diperlukan. Galian tanah pondasi diperlukan untuk perletakan pondasi
batu gunung.
 Penggalian dilakukan sesuai dengan Gambar Rencana Pondasi dan telah mendapat
persetujuan dari pengawas. Bidang Horizontal galian tanah harus mempunyai jarak
yang lebih besar dari lebar pondasi, hal ini berfungsi untuk memungkinkan
pemasangannya, penopangan dll. Kedalaman galian harus sesuai dengan gambar
rencana.
 Tanah hasil galian ditumpuk ditempat yang telah ditentukan oleh pengawas, karena
tanah tersebut akan dipakai kembali.

Gunakan dump truck untuk mengangkut material yang jauh dari lokasi
3. Pasangan batu gunung 1 PC : 4 PS
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: MOLEN
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Meliputi pemasangan pondasi bangunan dan entrance yang dicantumkan dalam
gambar diikuti berdasarkan tinggi peil dan dimensi ukuran dan berdasarkan petunjuk
Direksi / Pengawas
Lingkup
 Pondasi yang dipasang berasal dari material batu gunung yang bermutu baek yang
tidak mengandung lumpur.
 Ketentuan-ketentuanPondasi yang dipasang berasal dari material batu gunung yang
bermutu baek .
 Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan
sebagai berikut :
1. Pasangan pondasi batu kosong tebalnya dibuat minimum 20 cm atau sesuai gambar
rencana.
2. Untuk pondasi dipake batu gunung yang berkualitas baek, keras, tidak polos dan
permukaannya tajam. Batu gunung yang dipakai harus dipecah-pecah
Menggunakan Palu sehingga diameternya antar 30 cm dan minimum 10 cm.
Pasangan batu gunung untuk pondasi ini harus dipasang dengan adukan 1 pc : 4 psr
yang diaduk matang menggunakan molen . Ukuran kedalaman, dan lebar pondasi
batu gunung dibuat sesuai gambar rencana. Gunakan alkon untuk mengisi air dari
sumber air ke bak penampungan yang akan di gunakan untuk mengaduk material
campuran.
3. Batu gunung harus disusun sedemikian rupa sehingga dudukannya kokoh serta terikat
baik satu sam lainnya dengan adukan. Untuk keperluan kemudahan pemasangan
pipa saluran air bersih ( jika ada ) dan lain-lain yang menembus pondasi dapat
dipasang bahan lunak yang mudah dibuka. Dimensi pondasi batu gunung disesuaikan
dengan gambar rencana. Tidak diperkenangkan melakukan pelubangan pada sloof
dan pondasi.
4. Gunakan DUMP TRUCK untuk mengangkut material yang jauh dari lokasi.
2. Pekerjaan galian tanah pondasi pore plat
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Setelah pekerjaan Pendahuluan dilakukan, hal yang dilakukan selanjutnya yaitu
pekerjaan galian tanah pondasi menggunakan cangkul. Galian tanah pondasi
diperlukan untuk perletakan pondasi batu gunung.
 Penggalian dilakukan sesuai dengan Gambar Rencana Pondasi dan telah mendapat
persetujuan dari pengawas. Bidang Horizontal galian tanah harus mempunyai jarak
yang lebih besar dari lebar pondasi, hal ini berfungsi untuk memungkinkan
pemasangannya, penopangan dll. Kedalaman galian harus sesuai dengan gambar
rencana.
 Tanah hasil galian ditumpuk ditempat yang telah ditentukan oleh pengawas, karena
tanah tersebut akan dipakai kembali.
 Gunakan mobil pick up untuk mengangkut material yang jauh dari lokasi.

4. Cor pore plat


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: MOLEN
: GENSET
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Pekerjaan Cor Pore Plat dilakukan. Pada dasarnya pelaksanaan cor pore plat
beton terlebih dahulu di adakan pelaksanaan pekerjaan tulangan besi dan
pembekistingan dirakit terlebih dahulu sesuai dengan Shop Drawing. Setelah itu
barulah campuran beton dituangkan yang di aduk menggunakan mesin
pengaduk ( molen ), campuran beton yang digunakan sama dengan campuran
yang telah di tentukan pada RKS. mutu beton sesuai gambar kerja/bestek BOQ
yang dikeluarkan oleh Perencana. Campuran beton tersebut terlebih dahulu
telah dilakukan Job Mix Design dan nilai Slump tes-nya sesuai dengan Spesifikasi
Teknis.
 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu adanya persetujuan dari pengawas.
Proses pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :
 Pekerjaan Pembesian pore plat. Fabrikasi pembesian dilakukan ditempat fabrikasi
yaitu dengan cara memotong motong besi menggunakan pemotong besi. Setelah
di potong potong maka di bentuk pola sesuai dengan gambar. Besi yang
digunakan yaitu besi Ø12 sebagai tulangan utama dan besi Ø8 sebagai sengkang
(begel). Besi ini dirakit dan dibentuk sesuai dengan Shop Drawing.
Pembuatan Bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9mm yang di potong
sesuai ukuran menggunakan gergaji dan yang diperkuat dengan kayu usuk 4/6
dan diberi skur-skur penahan agar tidak mudah roboh.
 Melakukan Kontrol Kualitas. Ada 2 kontrol kualitas yang dilakukan. Kontrol kualitas
pertama yaitu Kontrol Kualitas Sebelum dilakukan pengecoran meliputi kontrol
kualitas terhadap posisi dan kondisi bekisting, posisi dan penempatan pembesian,
jarak antar tulangan, panjang penjangkaran.
5. Cor leher beton pore plat
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: MOLEN
: GENSET
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Pekerjaan Cor leher beton Pore Plat dilakukan. Pada dasarnya pelaksanaan cor
pore plat beton terlebih dahulu di adakan pelaksanaan pekerjaan tulangan besi
dan pembekistingan dirakit terlebih dahulu sesuai dengan Shop Drawing.
Setelah itu barulah campuran beton dituangkan yang di aduk menggunakan mesin
pengaduk ( molen ), campuran beton yang digunakan sama dengan campuran
yang telah di tentukan pada RKS. mutu beton sesuai gambar kerja/bestek BOQ
yang dikeluarkan oleh Perencana. Campuran beton tersebut terlebih dahulu telah
dilakukan Job Mix Design dan nilai Slump tes-nya sesuai dengan Spesifikasi Teknis.
 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu adanya persetujuan dari pengawas.
Proses pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :
 Pekerjaan Pembesian leher beton pore plat. Fabrikasi pembesian dilakukan
ditempat fabrikasi yaitu dengan cara memotong motong besi menggunakan
pemotong besi. Setelah di potong potong maka di bentuk pola sesuai dengan
gambar. Besi yang digunakan yaitu besi Ø12 sebagai tulangan utama dan besi Ø8
sebagai sengkang (begel). Besi ini dirakit dan dibentuk sesuai dengan Shop
Drawing.
 Pembuatan Bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9mm yang di potong sesuai
ukuran menggunakan gergaji dan yang diperkuat dengan kayu usuk 4/6 dan diberi
skur-skur penahan agar tidak mudah roboh.
 Melakukan Kontrol Kualitas. Ada 2 kontrol kualitas yang dilakukan. Kontrol kualitas
pertama yaitu Kontrol Kualitas Sebelum dilakukan pengecoran meliputi kontrol
kualitas terhadap posisi dan kondisi bekisting, posisi dan penempatan pembesian,
jarak antar tulangan, panjang penjangkaran.
Pasangan Pipa
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : PERALATAN PERTUKANGAN
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pemipaan Instalasi Air Bersih & Air Kotor, adalah sebagai
berikut:

Persiapan

 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pemipaan instalasi air
bersih dan air kotor.
 Approval material yang akan digunakan.
 Persiapan lahan kerja.
 Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat bantu kerja
disiapkan.

 Pemasangan package booster pump (pararel 3 pompa), kapasitas 120 ltr/mnt berikut
accesoriesnya.
 Pemasangan roof tank modular sistem bahan FRP, kapasitas evektive 8 m3 berikut
accesoriesnya.

Pekerjaan instalasi plumbing air bersih

 Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.


 Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate valve, fitting
dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
 Untuk pipa yang melintasi lantai (terutama lantai dasar, maka kedalaman pipa harus
cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
 Pipa yang akan disambung, bagian
ujungnya harus dibersihkan dengan ampelas supaya sambungan dapat lengket
dengan kuat.
 Khusus untuk sambungan ke sanitary (kran), pipa diberi soket draat luar dan diberi
lapisan seal tape baru disambungkan ke alat sanitair.
Pekerjaan instalasi plumbing air kotor, air bekas dan vent

 Pipa air kotor meggunakan pipas PVC kelas AW yang tahan terhadap tekanan 10 bar,
penyambungan pipa menggunakan lem PVC yang kuat sehingga tidak mudah bocor.
 Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
 Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate valve, fitting
dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
 Pasangan clean out dan accessories lainnya.
 Pipa PVC yang horizontal digantung pada plat lantai beton menggunakan besi siku dan
pipa diikat pada besi siku supaya tidak bergerak saat menerima beban air.
 Pipa air kotor vertikal ditanam pada dinding, dikerjakan pada saat dinding belum
diplester + aci. Pipa yang ditanam di dinding harus diklem supaya tidak bergerak saat
menerima beban air.
 Untuk pipa yang melintasi lantai terutama lantai dasar, maka kedalaman pipa
harus cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
 Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan dengan ampelas
supaya sambungan dapat lengket dengan kuat.
 Untuk lantai dasar, pipa air hujan diberi bantalan yang cukup kuat agar sambungan tidak
kendor akibat beban air hujan yang dapat menyebabkan kebocoran.
 Pemasangan vent out untuk instalasi pipa air kotor padat.
 Pemasangan roof drain untuk instalasi pipa air hujan.
 Buat sumur resapan dan bak kontrol.

Testing dan commissioning

 Sebelum disambung ke sanitair semua pipa plumbing harus di test dulu dengan
menggunakan tekanan hydrostatis sebesar 5 – 8 bar selama 24 jam, dimana pada saat
itu tidak boleh ada penurunan tanah.
 Khusus untuk instalasi air bersih, sebelum digunakan pipa dibersihkan dahulu (flushing)
dari kotoran yang mungkin masih tersisa dalam pipa. Pembersihan pipa dapat melalui
lubang clean out.
 Sebelum test commissioning terlebih dahulu dilakukan test intern yang dimaksudkan
apabila ada kegagalan fungsi dari instalasi dan peralatan yang terpasang dapat segera
ditanggulangi/diperbaiki.
 Test commissioning dari fungsi masing-masing peralatan yang terpasang

Pasangan Pipa 2 “
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : PERALATAN PERTUKANGAN
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pemipaan Instalasi Air Bersih & Air Kotor, adalah sebagai

berikut:

Persiapan

 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pemipaan instalasi air
bersih dan air kotor.
 Approval material yang akan digunakan.
 Persiapan lahan kerja.
 Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat bantu kerja
disiapkan.

 Pemasangan package booster pump (pararel 3 pompa), kapasitas 120 ltr/mnt berikut
accesoriesnya.
 Pemasangan roof tank modular sistem bahan FRP, kapasitas evektive 8 m3 berikut
accesoriesnya.

Pekerjaan instalasi plumbing air bersih

 Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.


 Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate valve, fitting
dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
 Untuk pipa yang melintasi lantai (terutama lantai dasar, maka kedalaman pipa harus
cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
 Pipa yang akan disambung, bagian
ujungnya harus dibersihkan dengan ampelas supaya sambungan dapat lengket
dengan kuat.
 Khusus untuk sambungan ke sanitary (kran), pipa diberi soket draat luar dan diberi
lapisan seal tape baru disambungkan ke alat sanitair.

Pekerjaan instalasi plumbing air kotor, air bekas dan vent

 Pipa air kotor meggunakan pipas PVC kelas AW yang tahan terhadap tekanan 10 bar,
penyambungan pipa menggunakan lem PVC yang kuat sehingga tidak mudah bocor.
 Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
 Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate valve, fitting
dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
 Pasangan clean out dan accessories lainnya.
 Pipa PVC yang horizontal digantung pada plat lantai beton menggunakan besi siku dan
pipa diikat pada besi siku supaya tidak bergerak saat menerima beban air.
 Pipa air kotor vertikal ditanam pada dinding, dikerjakan pada saat dinding belum
diplester + aci. Pipa yang ditanam di dinding harus diklem supaya tidak bergerak saat
menerima beban air.
 Untuk pipa yang melintasi lantai terutama lantai dasar, maka kedalaman pipa
harus cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
 Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan dengan ampelas
supaya sambungan dapat lengket dengan kuat.
 Untuk lantai dasar, pipa air hujan diberi bantalan yang cukup kuat agar sambungan tidak
kendor akibat beban air hujan yang dapat menyebabkan kebocoran.
 Pemasangan vent out untuk instalasi pipa air kotor padat.
 Pemasangan roof drain untuk instalasi pipa air hujan.
 Buat sumur resapan dan bak kontrol.

Testing dan commissioning

 Sebelum disambung ke sanitair semua pipa plumbing harus di test dulu dengan
menggunakan tekanan hydrostatis sebesar 5 – 8 bar selama 24 jam, dimana pada saat
itu tidak boleh ada penurunan tanah.
 Khusus untuk instalasi air bersih, sebelum digunakan pipa dibersihkan dahulu (flushing)
dari kotoran yang mungkin masih tersisa dalam pipa. Pembersihan pipa dapat melalui
lubang clean out.
 Sebelum test commissioning terlebih dahulu dilakukan test intern yang dimaksudkan
apabila ada kegagalan fungsi dari instalasi dan peralatan yang terpasang dapat segera
ditanggulangi/diperbaiki.

Test commissioning dari fungsi masing-masing peralatan yang terpasang.

C. PEKERJAAN SRUKTUR BETON


1. Sloof Beton Bertulang
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: MOLEN
: GENSET
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Pekerjaan sloof dilakukan setelah pondasi Batu Gunung selesai di kerjakan. Pada
dasarnya pelaksanaan Sloof beton terlebih dahulu di adakan pelaksanaan
pekerjaan tulangan besi dan pembekistingan dirakit terlebih dahulu sesuai dengan
Shop Drawing. Setelah itu barulah campuran beton dituangkan yang di aduk
menggunakan mesin pengaduk ( molen ), campuran beton yang digunakan sama
dengan campuran yang telah di tentukan pada RKS. mutu beton sesuai gambar
kerja/bestek BOQ yang dikeluarkan oleh Perencana. Campuran beton tersebut
terlebih dahulu telah dilakukan Job Mix Design dan nilai Slump tes-nya sesuai
dengan Spesifikasi Teknis.
 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu adanya persetujuan dari pengawas.
Proses pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :
 Pekerjaan Pembesian Sloof. Fabrikasi pembesian dilakukan ditempat fabrikasi
yaitu dengan cara memotong motong besi menggunakan pemotong besi. Setelah
di potong potong maka di bentuk pola sesuai dengan gambar. Besi yang
digunakan yaitu besi Ø12 sebagai tulangan utama dan besi Ø8 sebagai sengkang
(begel). Besi ini dirakit dan dibentuk sesuai dengan Shop Drawing.
 Pembuatan Bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9mm yang di potong sesuai
ukuran menggunakan gergaji dan yang diperkuat dengan kayu usuk 4/6 dan diberi
skur-skur penahan agar tidak mudah roboh.
 Melakukan Kontrol Kualitas. Ada 2 kontrol kualitas yang dilakukan. Kontrol kualitas
pertama yaitu Kontrol Kualitas Sebelum dilakukan pengecoran meliputi kontrol
kualitas terhadap posisi dan kondisi bekisting, posisi dan penempatan pembesian,
jarak antar tulangan, panjang penjangkaran.
Kontrol Kualitas kedua yaitu Kontrol kualitas saat pengecoran. Pada saat
berlangsungnya pengecoran, campuran dari Molen diambil sampelnya. Sampel
diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam Spesifikasi.
Pekerjaan Kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama–sama dengan Konsultan
Pengawas untuk selanjutnya dibuat Berita Acara pengesahan kontrol kualitas
 Kegiatan pengecoran.
Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu mengaduk campuran
dengan molen kemudian di tuang ke dalam bekisting.
 Kegiatan Curing (perawatan)
Curing (perawatan) dilakukan sehari (24 jam) setelah pengecoran selesai
dilakukan dengan dibasahi air dan dijaga/dikontrol untuk tetap dalam keadaan
basah.
 Gunakan genset bila terjadi pemadaman aliran listrik untuk menghidupkan peralatan
yang menggunakan tenaga listrik.
 Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkutnya.
Pekerjaan Urugan Tanah Dalam Bangunan
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: STAMPER
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
Setelah pekerjaan sloof di lakukan maka kita lanjutkan pada pekerjaan:
 Urugan Tanah.
a. Meninjau keadaan dan kondisi lapangan dan mempersiapkan mobilisasi.
b. Memastikan jenis tanah yang akan dipakai untuk urugan, dengan melihat
spesifikasi tanah existing.
c. Memprediksi volume urugan, dengan memperhitungkan luas, volume urugan
tidak dapat diprediksi sama dengan 100 % volume di gambar, karena
memperhatikan faktor susut setelah tanah dipadatkan. Kebutuhan volume urugan
= ± 130 % volume gambar (faktor susut = ± 30 %).
d. Menentukan kriteria subkontraktor urugan dengan melihat bonafiditas dan
referensi yang ada.
e. Dipastikan sejak awal volume urugan adalah volume pada gambar dan bukan
volume ritase dump truck, agar tidak terjadi kesalahpahaman.
f. Apabila lokasi luas dan volume urugan sangat besar, ada kemungkinan
menggunakan 1 buah excavator, dozer, mobil pickup dll dengan sistem estafet
agar waktu tunggu dump truck tidak terlalu lama.
g. Perlu dianalisa, apabila tanah urugan didatangkan dari luar lokasi, berapa lama
waktu yang dibutuhkan oleh 1 buah dump truck membawa tanah dari lokasi
pengambilan ke lokasi yang akan diurug, sehingga setelah diperoleh data, maka
dapat diperhitungkan antara schedule dengan jumlah dozer, dump truck, dan
excavator yang dibutuhkan.
h. Tipe-tipe urugan:
- Urugan lapangan luas tanpa hambatan. Gerak kerja dari alat berat lebih bebas
dan tampak lebih mudah sehingga jumlah armada dump truck dan alat berat
sangat menentukan sekali terhadap schedule pelaksanaan.
- Urugan tepi-tepi struktur atau diantara struktur. Relatif lebih sulit dan durasi
pekerjaan lebih lama, terkadang area tepi pemadatan tidak dapat menggunakan
alat berat, cukup dengan stamper untuk memadatkan tanah, baby roller, dll.
a. Membersihkan lokasi yang akan diurug terhadap kayu, semak-semak atau
sampah lainnya.
b. Menyediakan tanah urugan dengan kualitas yang baik.
c. Membuat batas-batas, patok-patok, menarik benang dari 1 patok ke patok yang
lainnya, agar diperoleh permukaan tanah rata-rata sesuai dengan level yang
diharapkan.
d. Lokasi yang akan diurug/ ditinggikan dipersiapkan terlebih dahulu supaya
terdapat hubungan yang baik antara tanah dasar dengan tanah urugan nantinya.
e. Jika diperlukan/ disyaratkan tanah bahan urugan diambil di beberapa tempat
sebagai sampel untuk pemeriksaan pemadatan di laboratorium.
f. Urugan tanah dilakukan lapis demi lapis sesuai spesifikasi (misalnya tiap 30 cm)
dan setiap lapis diikuti dengan pemadatan Menggunakan Stamper.
g. Untuk pemadatan menggunakan alat sesuai dengan keperluannya (Stamper,
Baby roller atau alat berat pemadatan).
h. Dilakukan test kepadatan tanah di lapangan sesuai spesifikasi.
i. Memperhatikan kekuatan penahan tanah disekeliling urugan.

- Gangguan Air
a. Mengontrol dan mengendalikan muka air tanah dengan pompa-pompa/Alkon
Submersible atau Dewatering System.
b. Lokasi/ area untuk galian harus selalu kering jika ada air harus di sedot
menggunakan pompa air / alkon.
c. Melindungi lereng-lereng dan tepi atas penggalian terhadap aliran air.
B. Perbaikan Pekerjaan
a. Jika terjadi pergerakan tanah atau kelongsoran segera hentikan pekerjaan.
b. Melakukan pencegahan kelongsoran selanjutnya dengan perbaikan turap yang ada
ataupun penambahan turap yang baru.
c. Jika karena gangguan air, maka air harus segera dikeringkan/ disalurkan.
d. Memeriksa keadaan Bench Mark, bangunan sekitar, jalan yang ada, agar tidak
terganggu.
e. Jangan membebani tepi galian dengan penumpukan tanah galian maupun
material lainnya.
Pekerjaan Kolom Beton Bertulang
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: MOLEN
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Pekerjaan Kolom Beton Bertulang UK. 20 X 20 cm dilakukan setelah Pengurukan
tanah selesai di kerjakan. Pada dasarnya pelaksanaan Kolom Beton Bertulang UK.
20 X 20 cm terlebih dahulu di adakan pelaksanaan pekerjaan Bekisting dan
tulangan besi dirakit terlebih dahulu Kemudian di pasang pada stek besi yang
sudak di siapkan sesuai dengan Shop Drawing. Setelah itu barulah campuran
beton dituangkan yang di aduk menggunakan mesin pengaduk ( molen ),
campuran beton yang digunakan sama dengan campuran beton sloof yaitu mutu
beton sesuai gambar kerja/bestek BOQ yang dikeluarkan oleh Perencana.
Campuran beton tersebut terlebih dahulu telah dilakukan Job Mix Design dan
nilai Slump tes-nya sesuai dengan Spesifikasi Teknis.
 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu adanya persetujuan dari pengawas.
Proses pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :
 Pekerjaan Pembesian Kolom. Fabrikasi pembesian dilakukan ditempat fabrikasi
yaitu dengan cara memotong motong besi menggunakan pemotong besi. Setelah
di potong potong maka di bentuk pola sesuai dengan gambar. Besi yang
digunakan yaitu besi Ø12 sebagai tulangan utama dan besi Ø8 sebagai sengkang
(begel). Besi ini dirakit dan dibentuk sesuai dengan Shop Drawing.
 Pembuatan Bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9mm yang di potong sesuai
ukuran menggunakan gergaji dan yang diperkuat dengan kayu usuk, Suai Kayu 5/7
dan diberi skur-skur penahan menggunakan kayu balok 5/7 agar tidak mudah
roboh.
 Melakukan Kontrol Kualitas. Ada 2 kontrol kualitas yang dilakukan. Kontrol kualitas
pertama yaitu Kontrol Kualitas Sebelum dilakukan pengecoran meliputi kontrol
kualitas terhadap posisi dan kondisi bekisting, posisi dan penempatan pembesian,
jarak antar tulangan, panjang penjangkaran.
Kontrol Kualitas kedua yaitu Kontrol kualitas saat pengecoran. Pada saat
berlangsungnya pengecoran, campuran dari Molen diambil sampelnya. Sampel
diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam Spesifikasi.
Pekerjaan Kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama–sama dengan Konsultan
Pengawas untuk selanjutnya dibuat Berita Acara pengesahan kontrol kualitas
 Kegiatan pengecoran.
Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu mengaduk campuran
dengan molen kemudian di tuang ke dalam bekisting.
 Kegiatan Curing (perawatan)
Curing (perawatan) dilakukan sehari (24 jam) setelah pengecoran selesai
dilakukan dengan dibasahi air dan dijaga/dikontrol untuk tetap dalam keadaan
basah.
 Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkutnya.
Pekerjaan Kolom Beton Bertulang
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: MOLEN
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Pekerjaan Kolom Beton Bertulang UK. 30 X 30 cm dilakukan setelah Pengurukan
tanah selesai di kerjakan. Pada dasarnya pelaksanaan Kolom Beton Bertulang UK.
30 X 30 cm terlebih dahulu di adakan pelaksanaan pekerjaan Bekisting dan
tulangan besi dirakit terlebih dahulu Kemudian di pasang pada stek besi yang
sudak di siapkan sesuai dengan Shop Drawing. Setelah itu barulah campuran
beton dituangkan yang di aduk menggunakan mesin pengaduk ( molen ),
campuran beton yang digunakan sama dengan campuran beton sloof yaitu mutu
beton sesuai gambar kerja/bestek BOQ yang dikeluarkan oleh Perencana.
Campuran beton tersebut terlebih dahulu telah dilakukan Job Mix Design dan
nilai Slump tes-nya sesuai dengan Spesifikasi Teknis.
 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu adanya persetujuan dari pengawas.
Proses pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :
 Pekerjaan Pembesian Kolom. Fabrikasi pembesian dilakukan ditempat fabrikasi
yaitu dengan cara memotong motong besi menggunakan pemotong besi. Setelah
di potong potong maka di bentuk pola sesuai dengan gambar. Besi yang
digunakan yaitu besi Ø12 sebagai tulangan utama dan besi Ø8 sebagai sengkang
(begel). Besi ini dirakit dan dibentuk sesuai dengan Shop Drawing.
 Pembuatan Bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9mm yang di potong sesuai
ukuran menggunakan gergaji dan yang diperkuat dengan kayu usuk, Suai Kayu 5/7
dan diberi skur-skur penahan menggunakan kayu balok 5/7 agar tidak mudah
roboh.
 Melakukan Kontrol Kualitas. Ada 2 kontrol kualitas yang dilakukan. Kontrol kualitas
pertama yaitu Kontrol Kualitas Sebelum dilakukan pengecoran meliputi kontrol
kualitas terhadap posisi dan kondisi bekisting, posisi dan penempatan pembesian,
jarak antar tulangan, panjang penjangkaran.
Kontrol Kualitas kedua yaitu Kontrol kualitas saat pengecoran. Pada saat
berlangsungnya pengecoran, campuran dari Molen diambil sampelnya. Sampel
diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam Spesifikasi.
Pekerjaan Kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama–sama dengan Konsultan
Pengawas untuk selanjutnya dibuat Berita Acara pengesahan kontrol kualitas
 Kegiatan pengecoran.
Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu mengaduk campuran
dengan molen kemudian di tuang ke dalam bekisting.
 Kegiatan Curing (perawatan)
Curing (perawatan) dilakukan sehari (24 jam) setelah pengecoran selesai
dilakukan dengan dibasahi air dan dijaga/dikontrol untuk tetap dalam keadaan
basah.
 Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkutnya.
Pekerjaan Kolom Praktis UK. 10 X 10 cm
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: MOLEN
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Pekerjaan Kolom Praktis Bertulang UK. 10 X 10 cm dilakuka. Pada dasarnya
pelaksanaan Kolom praktis Beton Bertulang UK. 10 X 10 cm terlebih dahulu di
adakan pelaksanaan pekerjaan Bekisting dan tulangan besi dirakit terlebih
dahulu Kemudian di pasang pada stek besi yang sudak di siapkan sesuai dengan
Shop Drawing. Setelah itu barulah campuran beton dituangkan yang di aduk
menggunakan mesin pengaduk ( molen ), campuran beton yang digunakan sama
dengan campuran beton Ring Balk yaitu mutu beton sesuai gambar kerja/bestek
BOQ yang dikeluarkan oleh Perencana. Campuran beton tersebut terlebih dahulu
telah dilakukan Job Mix Design dan nilai Slump tes-nya sesuai dengan Spesifikasi
Teknis.
 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu adanya persetujuan dari pengawas.
Proses pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :
 Pekerjaan Pembesian Kolom Praktis. Fabrikasi pembesian dilakukan ditempat
fabrikasi yaitu dengan cara memotong motong besi menggunakan pemotong besi.
Setelah di potong potong maka di bentuk pola sesuai dengan gambar. Besi yang
digunakan yaitu besi Ø12 sebagai tulangan utama dan besi Ø8 sebagai sengkang
(begel). Besi ini dirakit dan dibentuk sesuai dengan Shop Drawing.
 Pembuatan Bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9mm yang di potong sesuai
ukuran menggunakan gergaji dan yang diperkuat dengan kayu usuk, Suai Kayu 5/7
dan diberi skur-skur penahan menggunakan kayu balok 5/7 tidak mudah roboh.
 Melakukan Kontrol Kualitas. Ada 2 kontrol kualitas yang dilakukan. Kontrol kualitas
pertama yaitu Kontrol Kualitas Sebelum dilakukan pengecoran meliputi kontrol
kualitas terhadap posisi dan kondisi bekisting, posisi dan penempatan pembesian,
jarak antar tulangan, panjang penjangkaran.
Kontrol Kualitas kedua yaitu Kontrol kualitas saat pengecoran. Pada saat
berlangsungnya pengecoran, campuran dari Molen diambil sampelnya. Sampel
diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam Spesifikasi.
Pekerjaan Balok Utama UK. 15 X 20 cm
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK:
MOLEN
: SCAFOLDING
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Pekerjaan Ring Balk Bertulang UK. 15 X 20 cm dilakukan setelah Pekerjaan Kolom
Beton selesai di kerjakan. Pada dasarnya pelaksanaan Ring Balk Beton Bertulang
UK. 15 X 20 cm terlebih dahulu di adakan pelaksanaan pekerjaan Bekisting dan
tulangan besi dirakit terlebih dahulu Kemudian di pasang pada stek besi yang
sudak di siapkan sesuai dengan Shop Drawing. Setelah itu barulah campuran
beton dituangkan yang di aduk menggunakan mesin pengaduk ( molen ),
campuran beton yang digunakan sama dengan campuran beton Kolom yaitu mutu
beton sesuai gambar kerja/bestek BOQ yang dikeluarkan oleh Perencana.
Campuran beton tersebut terlebih dahulu telah dilakukan Job Mix Design dan
nilai Slump tes-nya sesuai dengan Spesifikasi Teknis.
 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu adanya persetujuan dari pengawas.
Proses pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :
 Pekerjaan Pembesian Ring Balk. Fabrikasi pembesian dilakukan ditempat fabrikasi
yaitu dengan cara memotong motong besi menggunakan pemotong besi. Setelah
di potong potong maka di bentuk pola sesuai dengan gambar. Besi yang
digunakan yaitu besi Ø12 sebagai tulangan utama dan besi Ø8 sebagai sengkang
(begel). Besi ini dirakit dan dibentuk sesuai dengan Shop Drawing.
 Pembuatan Bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9mm yang di potong sesuai
ukuran menggunakan gergaji dan yang diperkuat dengan kayu usuk, Suai Kayu 5/7
dan diberi skur-skur penahan menggunakan kayu balok 5/7 dan di beri steiger
menggunakan Scafolding yang di susun dengan baik agar tidak mudah roboh.
 Melakukan Kontrol Kualitas. Ada 2 kontrol kualitas yang dilakukan. Kontrol kualitas
pertama yaitu Kontrol Kualitas Sebelum dilakukan pengecoran meliputi kontrol
kualitas terhadap posisi dan kondisi bekisting, posisi dan penempatan pembesian,
jarak antar tulangan, panjang penjangkaran.
Kontrol Kualitas kedua yaitu Kontrol kualitas saat pengecoran. Pada saat
berlangsungnya pengecoran, campuran dari Molen diambil sampelnya. Sampel
diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam Spesifikasi.
Pekerjaan Kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama–sama dengan Konsultan
Pengawas untuk selanjutnya dibuat Berita Acara pengesahan kontrol kualitas
 Kegiatan pengecoran.
Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu mengaduk campuran
dengan molen kemudian di tuang ke dalam bekisting.
 Kegiatan Curing (perawatan)
Curing (perawatan) dilakukan sehari (24 jam) setelah pengecoran selesai
dilakukan dengan dibasahi air dan dijaga/dikontrol untuk tetap dalam keadaan
basah.
 Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkutnya
Pekerjaan Balok 1 UK. 20 X 30 cm
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: MOLEN
: SCAFOLDING
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Pekerjaan Ring Balk Bertulang UK. 20 X 40 cm dilakukan setelah Pekerjaan Kolom
Beton selesai di kerjakan. Pada dasarnya pelaksanaan Ring Balk Beton Bertulang
UK. 20 X 40 cm terlebih dahulu di adakan pelaksanaan pekerjaan Bekisting dan
tulangan besi dirakit terlebih dahulu Kemudian di pasang pada stek besi yang
sudak di siapkan sesuai dengan Shop Drawing. Setelah itu barulah campuran
beton dituangkan yang di aduk menggunakan mesin pengaduk ( molen ),
campuran beton yang digunakan sama dengan campuran beton Kolom yaitu mutu
beton sesuai gambar kerja/bestek BOQ yang dikeluarkan oleh Perencana.
Campuran beton tersebut terlebih dahulu telah dilakukan Job Mix Design dan
nilai Slump tes-nya sesuai dengan Spesifikasi Teknis.
 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu adanya persetujuan dari pengawas.
Proses pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :
 Pekerjaan Pembesian Ring Balk. Fabrikasi pembesian dilakukan ditempat fabrikasi
yaitu dengan cara memotong motong besi menggunakan pemotong besi. Setelah
di potong potong maka di bentuk pola sesuai dengan gambar. Besi yang
digunakan yaitu besi Ø12 sebagai tulangan utama dan besi Ø8 sebagai sengkang
(begel). Besi ini dirakit dan dibentuk sesuai dengan Shop Drawing.
 Pembuatan Bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9mm yang di potong sesuai
ukuran menggunakan gergaji dan yang diperkuat dengan kayu usuk, Suai Kayu 5/7
dan diberi skur-skur penahan menggunakan kayu balok 5/7 dan di beri steiger
menggunakan Scafolding yang di susun dengan baik agar tidak mudah roboh.
 Melakukan Kontrol Kualitas. Ada 2 kontrol kualitas yang dilakukan. Kontrol kualitas
pertama yaitu Kontrol Kualitas Sebelum dilakukan pengecoran meliputi kontrol
kualitas terhadap posisi dan kondisi bekisting, posisi dan penempatan pembesian,
jarak antar tulangan, panjang penjangkaran.
Kontrol Kualitas kedua yaitu Kontrol kualitas saat pengecoran. Pada saat
berlangsungnya pengecoran, campuran dari Molen diambil sampelnya. Sampel
diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam Spesifikasi.
Pekerjaan Kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama–sama dengan Konsultan
Pengawas untuk selanjutnya dibuat Berita Acara pengesahan kontrol kualitas
 Kegiatan pengecoran.
Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu mengaduk campuran
dengan molen kemudian di tuang ke dalam bekisting.
 Kegiatan Curing (perawatan)
Curing (perawatan) dilakukan sehari (24 jam) setelah pengecoran selesai
dilakukan dengan dibasahi air dan dijaga/dikontrol untuk tetap dalam keadaan
basah.
 Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkutnya
Pekerjaan dak beton T. 10 cm
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: MOLEN
: SCAFOLDING
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Pekerjaan dak Beton T 10 cm dilakukan setelah Pekerjaan Balok 1 selesai di
kerjakan. Pada dasarnya pelaksanaan dak Beton Bertulang T. 10 cm terlebih
dahulu di adakan pelaksanaan pekerjaan Bekisting dan tulangan besi dirakit
terlebih dahulu Kemudian di pasang pada stek besi yang sudak di siapkan sesuai
dengan Shop Drawing. Setelah itu barulah campuran beton dituangkan yang di
aduk menggunakan mesin pengaduk ( molen ), campuran beton yang digunakan
sama dengan campuran beton Kolom yaitu mutu beton sesuai gambar
kerja/bestek BOQ yang dikeluarkan oleh Perencana. Campuran beton tersebut
terlebih dahulu telah dilakukan Job Mix Design dan nilai Slump tes-nya sesuai
dengan Spesifikasi Teknis.
 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu adanya persetujuan dari pengawas.
Proses pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :
 Pekerjaan Pembesian dak Beton. Fabrikasi pembesian dilakukan ditempat fabrikasi
yaitu dengan cara memotong motong besi menggunakan pemotong besi. Setelah
di potong potong maka di bentuk pola sesuai dengan gambar. Besi yang
digunakan yaitu besi Ø12 sebagai tulangan utama dan besi Ø8 sebagai sengkang
(begel). Besi ini dirakit dan dibentuk sesuai dengan Shop Drawing.
 Pembuatan Bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9mm yang di potong sesuai
ukuran menggunakan gergaji dan yang diperkuat dengan kayu usuk, Suai Kayu 5/7
dan diberi skur-skur penahan menggunakan kayu balok 5/7 dan di beri steiger
menggunakan Scafolding yang di susun dengan baik agar tidak mudah roboh.
 Melakukan Kontrol Kualitas. Ada 2 kontrol kualitas yang dilakukan. Kontrol kualitas
pertama yaitu Kontrol Kualitas Sebelum dilakukan pengecoran meliputi kontrol
kualitas terhadap posisi dan kondisi bekisting, posisi dan penempatan pembesian,
jarak antar tulangan, panjang penjangkaran.
Kontrol Kualitas kedua yaitu Kontrol kualitas saat pengecoran. Pada saat
berlangsungnya pengecoran, campuran dari Molen diambil sampelnya. Sampel
diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam Spesifikasi.
Pekerjaan Kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama–sama dengan Konsultan
Pengawas untuk selanjutnya dibuat Berita Acara pengesahan kontrol kualitas
 Kegiatan pengecoran.
Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu mengaduk campuran
dengan molen kemudian di tuang ke dalam bekisting.
 Kegiatan Curing (perawatan)
Curing (perawatan) dilakukan sehari (24 jam) setelah pengecoran selesai
dilakukan dengan dibasahi air dan dijaga/dikontrol untuk tetap dalam keadaan
basah.
 Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkutnya
D. PEKERJAAN DINDING DAN LANTAI
1. Pekerjaan Pasangan Batu potong 1 pc : 4
ps
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: MOLEN
: SCAFOLDING
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding bata dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang akan dipasang dinding
bata merah, menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan material yang dibutuhkan.
2. Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan dibuat tanda posisi kolom
praktis, ring balok, dan lubang kusen.
3. Bata merah direndam dulu (sampai gelembung udaranya hilang) sebelum dipakai untuk
mengurangi penyerapan air.
4. Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan yang telah dipasang
pada profil kayu pada ujung jalur dinding lapis demi lapis Menggunakan Cetok dengan
menggunakan adukan 1 pc : 4 ps yang di aduk menggunakan molen untuk pasangan
dinding biasa.
5. Pada pelaksanaannya, adukan semen pasir tersebut diaplikasikan secara merata ke
permukaan bata merah.
6. Kemudian bata merah disusun di atas adukan mortar tersebut sambil terus diperiksa
kerataan pasangannya. Kemudian bata merah dipukul perlahan Menggunakan Cetok
sampai mencapai elevasi yang diinginkan.
7. Periksa kelurusan serta vertikal pasangan bata merah, apabila sudah benar dan sesuai
dengan yang diinginkan maka lanjutkan pemasangan Kusen jendela, kusen daun pintu (
Pekerjaan Selanjutnya ) kemudian di lanjutkan lagi pasangan batanya sampai selesai
dengan bantuan scaffolding sebagai andang atau staiger untuk berpijak pada tempat yang
sulit di jangkau.
8. Alkon di gunakan untuk mengisi air dari sumber air ke bak penampungan yang di gunakan
untuk mengaduk campuran.
9. Mobil di siapkan jika setiap saat ada material yang jauh dari lokasi yang akan di angkut
ke lokasi kerja.

PEKERJAAN COR KANOPY


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: MOLEN
: SCAFOLDING
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Pekerjaan Cor Ornamen dilakukan setelah Pekerjaan dak selesai di kerjakan.
Pada dasarnya pelaksanaan cor ornamen terlebih dahulu di adakan pelaksanaan
pekerjaan Bekisting dan tulangan besi dirakit terlebih dahulu Kemudian di
pasang pada stek besi yang sudak di siapkan sesuai dengan Shop Drawing. Setelah
itu barulah campuran beton dituangkan yang di aduk menggunakan mesin
pengaduk ( molen ), campuran beton yang digunakan sama dengan campuran
beton Kolom yaitu mutu beton sesuai gambar kerja/bestek BOQ yang dikeluarkan
oleh Perencana. Campuran beton tersebut terlebih dahulu telah dilakukan Job
Mix Design dan nilai Slump tes-nya sesuai dengan Spesifikasi Teknis.
 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu adanya persetujuan dari pengawas.
Proses pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :
 Pekerjaan Pembesian ornamen Beton. Fabrikasi pembesian dilakukan ditempat
fabrikasi yaitu dengan cara memotong motong besi menggunakan pemotong besi.
Setelah di potong potong maka di bentuk pola sesuai dengan gambar. Besi yang
digunakan yaitu besi Ø12 sebagai tulangan utama dan besi Ø8 sebagai sengkang
(begel). Besi ini dirakit dan dibentuk sesuai dengan Shop Drawing.
 Pembuatan Bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9mm yang di potong sesuai
ukuran menggunakan gergaji dan yang diperkuat dengan kayu usuk, Suai Kayu 5/7
dan diberi skur-skur penahan menggunakan kayu balok 5/7 dan di beri steiger
menggunakan Scafolding yang di susun dengan baik agar tidak mudah roboh.
 Melakukan Kontrol Kualitas. Ada 2 kontrol kualitas yang dilakukan. Kontrol kualitas
pertama yaitu Kontrol Kualitas Sebelum dilakukan pengecoran meliputi kontrol
kualitas terhadap posisi dan kondisi bekisting, posisi dan penempatan pembesian,
jarak antar tulangan, panjang penjangkaran.
Kontrol Kualitas kedua yaitu Kontrol kualitas saat pengecoran. Pada saat
berlangsungnya pengecoran, campuran dari Molen diambil sampelnya. Sampel
diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam Spesifikasi.
Pekerjaan Kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama–sama dengan Konsultan
Pengawas untuk selanjutnya dibuat Berita Acara pengesahan kontrol kualitas
 Kegiatan pengecoran.
Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu mengaduk campuran
dengan molen kemudian di tuang ke dalam bekisting.
 Kegiatan Curing (perawatan)
Curing (perawatan) dilakukan sehari (24 jam) setelah pengecoran selesai
dilakukan dengan dibasahi air dan dijaga/dikontrol untuk tetap dalam keadaan
basah Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkutnya
Pekerjaan Balok Latei di Atas Kusen Aluminium
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: MOLEN
: SCAFOLDING
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Pekerjaan Balok Latei di atas kusen aluminium dilakukan setelah Pekerjaan
kolom selesai di kerjakan. Pada dasarnya pelaksanaan balok latei terlebih dahulu
di adakan pelaksanaan pekerjaan Bekisting dan tulangan besi dirakit terlebih
dahulu Kemudian di pasang pada stek besi yang sudak di siapkan sesuai dengan
Shop Drawing. Setelah itu barulah campuran beton dituangkan yang di aduk
menggunakan mesin pengaduk ( molen ), campuran beton yang digunakan sama
dengan campuran beton Kolom yaitu mutu beton sesuai gambar kerja/bestek
BOQ yang dikeluarkan oleh Perencana. Campuran beton tersebut terlebih dahulu
telah dilakukan Job Mix Design dan nilai Slump tes-nya sesuai dengan Spesifikasi
Teknis.
 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu adanya persetujuan dari pengawas.
Proses pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :
 Pekerjaan Pembesian balok latei. Fabrikasi pembesian dilakukan ditempat fabrikasi
yaitu dengan cara memotong motong besi menggunakan pemotong besi. Setelah
di potong potong maka di bentuk pola sesuai dengan gambar. Besi yang
digunakan yaitu besi Ø12 sebagai tulangan utama dan besi Ø8 sebagai sengkang
(begel). Besi ini dirakit dan dibentuk sesuai dengan Shop Drawing.
 Pembuatan Bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9mm yang di potong sesuai
ukuran menggunakan gergaji dan yang diperkuat dengan kayu usuk, Suai Kayu 5/7
dan diberi skur-skur penahan menggunakan kayu balok 5/7 dan di beri steiger
menggunakan Scafolding yang di susun dengan baik agar tidak mudah roboh.
 Melakukan Kontrol Kualitas. Ada 2 kontrol kualitas yang dilakukan. Kontrol kualitas
pertama yaitu Kontrol Kualitas Sebelum dilakukan pengecoran meliputi kontrol
kualitas terhadap posisi dan kondisi bekisting, posisi dan penempatan pembesian,
jarak antar tulangan, panjang penjangkaran.
Kontrol Kualitas kedua yaitu Kontrol kualitas saat pengecoran. Pada saat
berlangsungnya pengecoran, campuran dari Molen diambil sampelnya. Sampel
diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam Spesifikasi.
Pekerjaan Kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama–sama dengan Konsultan
Pengawas untuk selanjutnya dibuat Berita Acara pengesahan kontrol kualitas
 Kegiatan pengecoran.
Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu mengaduk campuran
dengan molen kemudian di tuang ke dalam bekisting.
 Kegiatan Curing (perawatan)
Curing (perawatan) dilakukan sehari (24 jam) setelah pengecoran selesai
dilakukan dengan dibasahi air dan dijaga/dikontrol untuk tetap dalam keadaan
basah.
 Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkutnya.

PEKERJAAN KUDA KUDA BAJA RINGAN


1. Pasang kuda kuda baja ringan C. 75-75
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: SCAFOLDING
: GENSET 10 kva
: PERALATAN PERTUKANGAN
Penjelasan Umum
Pekerjaan konstruksi rangka atap harus dari bahan/ material yang bermutu baik, pekerja yang
terampil dan berpengalaman untuk mendapatkan hasil yang baik.
1. Ruang Lingkup
Pekerjaan ini meliputi pekerjaan kuda-kuda, gording, atap penutup dan seluruh detail yang
disebutkan / ditunjuk dalam ganbar rencana untuk mendapatkan hasil yang baik sesuai dengan
petunjuk Direksi / Pengawas.
C. Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan sebagai
berikut :
Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas struktur
pendukungnya (kolom atau ringbalk) harus dilaksanakan secara
benar dan cermat, agar rangka atap baja ringan terpasang sesuai
dengan persyaratannya. Persyaratan teknis rangka atap baja
ringan di antaranya adalah:
 Kuda-kuda terpasang kuat dan stabil, dilengkapi
 dengan angkur (dynabolt) pada kedua tumpuannya.
 Semua kuda-kuda tegak-lurus terhadap ringbalk.
 Ketinggian apex untuk pemasangan nok di atas setiap
 kuda-kuda rata.
 Sisi miring atap rata (tidak bergelombang).
 Tidak ada kerusakan lapisan pelindung.
 Tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk) akibat
 kesalahan pelaksanaan pekerjaan.
Pemasangankonstruksi rangka atap baja ringan
Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas kedua tumpuannya dapat dilakukan dengan dua
cara, yaitu:
 Dipasang langsung di atas ringbalk.
 Dipasang di atas ringbalk dengan perantara wall-plate.
 Penggunaan sistem tumpuan dengan wall-plate sedapat
 mungkin harus dihindari, karena tumpuan dengan wall-plate
 hanya ditujukan untuk meratakan (leveling) ringbalk, jika ringbalk
 tidak rata. Penggunaan wall-plate akan berakibat kedalaman
 dynabolt yang tertanam di dalam ringbalk menjadi berkurang.
 Selain itu, juga terdapat ruang kosong di dalam wall-plate yang
 dapat mengakibatkan perletakan kuda-kuda menjadi kurang
 stabil.
Contoh sistem tumpuan Wall-Plate Kuda-kuda ditumpukan

pada boxed C 75.75 , diikat dengan grip segitiga


Pemasangan kuda-kuda harus mengikuti beberapa langkah kerja
sebagai berikut:
a. Langkah 1: Persiapan kerja
 Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakkan kuda- kuda, dan tidak diperkenankan
menggunakan gambar draft sebagai panduan.
 Menyiapkan semua peralatan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja, dan
memperhatikan petunjuk
 tentang persyaratan melakukan pekerjaan di atas
 ketinggian (lihat bagian keselamatan kerja).
 Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemasangan
 kuda-kuda, antara lain: bor dan hexagonal socket,
 meteran, selang air (waterpass), alat penyiku, mesin
 pemotong, gergaji besi, palu, genset 10 kva dan sebagainya.
 Mobil pick up untuk mengangkut material yang jauh.
b. Langkah2: Leveling dan marking
 Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan siku, dengan
menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu
 Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua bagian bangunan dan
tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di bawahnya.
 Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan gambar rencana
atap.
 Mengukur jarak antar kuda-kuda
 Pengangkatan dan pemasangan kuda-kuda
 Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak meng akibatkan kerusakan pada
rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit .
 Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan dan kiri kuda-
kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi saat pekerja melihat kuda-kuda, dengan
mulut web dapat dilihat oleh pekerja. Bagian di sebelah kiri pekerja disebut sisi kiri,
sedangkan yang berada di sebelah kanannya adalah sisi kanan.
 Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus
 dengan ringbalok menggunakan benang dan lot (unting-unting)
 Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan menggunakan 4 buah screw
12 – 14 x 20 HEX.
 Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan menambahkan
balok penopang sementara, agar posisi kuda-kuda tidak berubah.
 Mengulangi langkah ke-1 sampai ke-6 untuk mendirikan semua kuda-kuda, sesuai
dengan posisinya dalam gambar kerja.
 Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as
 (maksimum 1,2 meter).
 Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda
 (Apex), dan memastikan garis nok memiliki ketinggian yang
 sama (datar)
 Memasang balok nok.
 Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, jika bekerja beban angin. Bracing
 dipasang di atas top-chord dan di bawah reng.
 Bila menggunakan aluminium foil, lapisan ini dipasang terlebih dahulu di atas truss,
 jurai dan rafter
 Memasang reng (roof battens) R. 40.45 dengan jarak menyesuaikan jenis penutup atap
yang digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat memakai screw
ukuran 10-16×16 sebanyak 2 (dua) buah
 Memasang outrigger (gording tambahan setelah kuda-kuda terakhir yang menumpu
ringbalk). Pada atap jenis pelana, outrigger dapat dipasang sebagai overhang dengan
panjang maksimal 120 cm dari kuda- kuda terluar, dan jarak antar outrigger 120 cm.
outrigger harus diletakkan dan di-screw dengan dua buah kuda-kuda yang terdekat.
 [Link] ceilling battens dengan jarak antar masing-masing
 ceilling battens adalah 120 cm. Komponen ini dipasang pada
 permukaan bagian atas bottom chord kuda-kuda dan di-screw.
 Untuk pertemuan ceilling battens dengan ring balok di beri
 bantalan bracket yang diikat memakai 2 (dua) buah dynabolt.
 Fungsi ceilling battens adalah untuk memperkuat ikatan antar
 kuda-kuda. Jika diperlukan, sambungan memanjang ceilling
 battens sebaiknya tepat diatas bottom chord. Setiap
 sambungan harus overlap 40 cm, dan setiap pertemuan
 dengan bottom chord harus di-screw. Ceiling battens
 selanjutnya dapat difungsikan untuk menahan plafond dan
 penggantungnya
 Pemasangan ceiling battens
 Sambungan ceilling battens atau top span overlap
 sepanjang 40 cm dengan perkuatan 4 buah screw
 Pemasangan penutup atap
 Memeriksa ulang pemasangan kuda-kuda sesuai dengan nomor, kedataran nok
maupun sisi atap, dan memastikan support overhang terpasang dengan benar .
 Bila menggunakan Aluminium Foil, maka lapisan ini dipasang terlebih dahulu di
atas jurai dan rafter,
 Menentukan jarak reng sesuai dengan jenis penutup atap
 yang digunakan, kemudian dilanjutkan dengan
 pemasangan reng (roof battens) dengan screw 10 – 16 x 16
 HEX.
 Memasang satu jalur penutup terlebih dahulu dari bawah
 ke atas. Pemasangan penutup atap harus lurus dan rapi
 agar polanya menjadi rapi dan tidak berbelok – belok

 Inspeksi Akhir
 Karat dapat disebabkan oleh penempelan kotoran (serpihan- serpihan akibat
proses pemotongan baja ringan) atau penggunaan bahan logam lain pada
struktur baja ringan, seperti: pengikatan dengan kawat bendrat, pemasangan
sekrup yang tidak standar, atau karena goresan benda tajam. Jika terjadi korosi
pada suatu logam yang menempel pada baja ringan, maka resiko penjalaran
korosi sangat besar

Oleh karenaitu harus dilakukan inspeksi akhir untuk memastikan tidak ada kotoran
maupunlogam-logam lain yang masih menempel ataupun berada di sekitar struktur
bajaringan.

2. Pasang atap spandex


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: SCAFOLDING
: GENSET 10 kva
: PERALATAN PERTUKANGAN

1. Pemasangan Atap spandex


 Pemasangan genteng metal yang harus diperhatikan adalah bagian atas dan
bawah genteng tidak bisa terbalik dalam pemasangannya sebab ada SOK nya.
Sehingga pemasangan lembaran pada sayap kanan dengan pemasangan
lembaran pada sayap kiri atap
 Pemotongan Hanya dapat dilakukan dengan memakai gunting besi yang
dipotong hanya bisa dilakukan untuk bagian atas genteng dimana gording
terpasang nantinya
 Gunkan scaffolding untu pijakan naik ke kuda kuda
 Mobil di gunakan untuk mengangkut material atap yang jauh dari lokasi
 Genset di gunakan jika terjadi pemadaman listrik secara tiba iba

3. Pasang Bubungan metal SAKURA M-CLASS HIJAU TUA


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: SCAFOLDING
: GENSET 10 kva
: PERALATAN PERTUKANGAN
1. Pemasangan nok spandex
 Memasang bubungan yaitu dengan cara memasang nok pada bagian atas dan bagian
bagian yang akan di pasang bubungan yaitu dengan cara menempelkan di atas bagian
tersebut kemudian kuatkan dengan paku ulit menggunakan bor.
 Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakn peralatan kerja yang
menggunakan tenaga listrik
 Gunakan mobil pic up untuk mengangkut material yang jauh dari lokasi.

4. Pasang LitsPlank Calsi Plank


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: SCAFOLDING
: GENSET 10 kva
: PERALATAN PERTUKANGAN

1. Pemasangan Litsplank KALSI PALNK 2/20 yaitu di kerjakan jika seluruh pekerjaan
atap dan penutup selesai adapun tata cara pemasangannya adalah :
 Potong kayu KALSI PLANK uk. 2/20 cm dengan gergaji pemotong sesuai ukuran
 Kemudian pasangkan kayu kaso yang telah di potong menggunakan gergaji di
selah selah ujung baja ringan dan paku menggunakan palu
 Kemudian pasang KALSI PLANK uk. 2/20 pada kaso tadi
 Kuatkan lits plank tadi dengan menggunakan paku dengan cara di pukul pukul
menggunakan palu sekuat mungkin agar tidak mudah lepas
 Gunakan genset 10 kva jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan
peralatan kerja yang menggunakan tenaga listrik
 Gunakan mobil pick up untuk mengangkut material yang jauh dari lokasi.
Pekerjaan Plesteran Dan Acian 1 pc + 4 ps
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: MOLEN
: SCAFOLDING
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
1. Setelah pemasangan bata dan pemasangan kusen selesai Selanjutnya dilakukan
pekerjaan plesteran yaitu Plesteran Dinding dan kolom yang dimulai dengan jalan
membuat kepalaan plesteran pada sisi vertical jarak 2 m sesuai dengan ketebalan yang
diinginkan dengan bantuan unting-unting pada sisi horizontal pada elevasi plafond atau
diujung atas dinding dengan bantuan benang.
2. Sebelum melakukan pekerjaan plesteran, pasangan bata merah disiram / dibasahi
dengan air yang di pompa menggunakan alkon, kemudian dilakukan pekerjaan plesteran
pada dinding secara merata, menggunakan adukan mortar 1 pc : 4ps yang di aduk
menggunakan molen untuk pasangan [Link] plesteran adalah sampai 10 –
15 mm atau sampai ketebalan yang ditentukan.
Setelah plesteran kering dan rata sesuai dengan yang diinginkan kemudian dilanjutkan dengan
pekerjaan acian menggunakan acian semen. Sesudah pekerjaan acian selesai, permukaan
dinding difinish dengan plamur tembok. Untuk dasaran/plamur tembok jika diperlukan dan
hanya dipergunakan pada ruangan interior yang permukaannya tidak rata atau retak-retak.
Dinding yang telah selesai di aci dan diplamur kemudian diampelas, sehingga memberikan
permukaan dinding tembok yang halus, licin dan rapi
Pekerjaan Benangan Kolom
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: MOLEN
: SCAFOLDING
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
1. pekerjaan plesteran Kolom di Kerjakan dengan cara meberikan pada setiap kolom zidar
dan di ukur sesuai ketebalan plesteran yaitu 15 mm secara merata, plesteran kolom
menggunakan adukan mortar 1 pc : 4ps yang di aduk menggunakan molen untuk
pasangan [Link] plesteran adalah sampai 15 mm atau sampai ketebalan
yang ditentukan yang di kasut agar rapi.
2. Setelah plesteran kering dan rata sesuai dengan yang diinginkan kemudian dilanjutkan
dengan pekerjaan acian menggunakan acian semen. Sesudah pekerjaan acian selesai,
permukaan Plesteran Kolom difinish dengan plamur tembok. Untuk dasaran/plamur
tembok jika diperlukan . plesteran kolom yang telah selesai di aci dan diplamur kemudian
diampelas, sehingga memberikan permukaan Plesteran yang halus, licin dan rapi.
3. Alkon di gunakan untuk mengisi air dari sumber air ke bak penampungan yang di gunakan
untuk mengaduk campuran.
4. Mobil di siapkan jika setiap saat ada material yang jauh dari lokasi yang akan di angkut
ke lokasi kerja.
PEKERJAAN PLAPON
1. PEKERJAAN PLAPON
- Pasang rangka HOLOW
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN
Adapun Tata Cara Pembuatannya Adalah sebagai berikut:
1. Buat marking elevasi, as dan jarak penggantung rangka plafon sesuai dengan
shopdrawing. (untuk menentukan ketinggian plafond).
2. Pasang benang nylon dua sisi dan sejajarsebagai pedoman kelurusan &
ketinggian rangka, sesuai elevasi yang telah dibuat.
3. Kemudian potong potong kayu 5/7 menggunakan gergaji sesuai ukuran gambar
kerja
4. Pasang rangka plafond (yang telah dihaluskan, dimeni & dipotong) sesuai
marking yang telah dibuat.
5. Periksa kelurusan dan kerataan rangkamenggunakan waterpass & siku besi.
6. Gunakan scaffolding sebagai tempat pijakan pada saat memasang rangka plapon.
7. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan
yang menggunakan tenaga listrik.
Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut material agar
dekat ke lokasi kerja.
Pasang Penutup plafond pvc
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN
1. Potong panel plafond pvc dengan gergaji sesuai shop drawing.
2. Haluskan bekas potongan pvc dengan amplas.
3. Pasang panel plafond pvc tersebut dengan mengatur kelurusan & kerapatan nad
plafond dan kerataan plafond
4. Pemasangan plafond dimulai dari tepi(mengikuti gambar kerja) dan diperkuat
dengan sekrup.
5. Cek kerataan permukaan plafond yang sudah jadi dengan waterpass.
6. Rapikan & haluskan permukaan plafond pvc yang telah terpasang dengan
amplas sampai rata / licin.
7. Bersihkan permukaan yang telah diamplas dengan kain lap.
8. Gunakan scaffolding sebagai tempat pijakan pada saat memasang penutup
plapon.
1. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan
yang menggunakan tenaga listrik.
2. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut material
agar dekat ke lokasi kerja.
- Pasang lits plapon
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN
1. Potong lits pvc dengan gergaji sesuai shop drawing.
2. Pemasangan Lits pvc tersebut harus mengatur kelurusan & kerapatan pada setiap
sudut plafond dan kerataan plafond
3. Pemasangan lits pvc harus pada tepi plapon (mengikuti gambar kerja) dan
kemudian diperkuat dengan paku/ sekrup gipsum yang diketok dengan palu
besi atau di bor menggunakan bor listrik.
4. Cek kelurusan lits yang sudah di pasang jadi dengan waterpass.
5. Rapikan & haluskan permukaan list pvc yang telah terpasang dengan amplas
sampai rata / licin.
6. Bersihkan permukaan yang telah diamplas dengan kain lap.
7. Gunakan scaffolding sebagai tempat pijakan pada saat memasang lits plapon.
8. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan yang
menggunakan tenaga listrik.
9. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil DUMP TRUCK untuk mengangkut
material agar dekat ke lokasi kerja.
PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
- Lampu Down light + Instalasi
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN

Saya dapat sedikit ilmu caramemasanglampudownlight ini dari seorang teman yang kebetulan
sedang memasang lampu jenis ini pada proyek plafon yang saya kerjakan, saya perhatikan cara
pasangnya, Setelah Anda memilih jenis dan ukuran diameter lampu downlight. Anda dapat
memasang/mengganti sendiri kap lampu downlight di plafon, meskipun Anda seorang yang
belum paham soal listrik. Dengan catatan, kabel dan stop kontak telah tersedia dan siap
dihidupkan. Jangan lupa ketika hendak memasang kap lampu ini harus mematikan sekring atau
MCB pada kWH meter agar tidak “kesetrum” atau terjadi arus pendek.

1. Jika plafon telah terpasang dan telah dicat dengan rapi, tandai beberapa sudut atau titik
plafon yang akan dipasang kap lampu.
2. Atur jarak antar lampu, dan jarak list plafon dengan kap lampu downlight.
3. Ukur diameter lubang kap lampu bagian dalam ring atau bibir kap lampu dibuka.
4. Buat lingkaran sesuai dengan ukuran kap lampu downlight. Lubangi dengan
menggunakan pisau cutter yang tajam. Jangan terlalu besar atau terlalu kecil. Biasanya
membuat lubang lampu ini pada plaon gypsum akan lebih mudah.
5. Sambungkan kedua kabel sesuai dengan warnanya, (api biasanya berwarna merah, dan
massa biasanya berwarna biru atau hitam).
6. Gunakan isolasi yang berkualitas untuk menutup sambungan.
7. Masukkan kabel ke dalam plafon dan pasang kap diplafon pasang tuas pengunci dan
bibir kap lampu.
8. Pasang bola lampu, biasanya menggunakan lampu sl 18 watt.
9. Pemasangan telah selesai dan silakan menikmati terang dan indahnya plafon di atas
plafon.
10. Demikian penjelasan ringkas cara memasang lampu downlight pada plafon, moga
manfaat bagi Anda yang mencari cara pasang lampu, cara pasang lampu downlight,
pasang lampu downlight plafon, ukuran dan jenis lampu downlight. dan ingin memasang
sendiri kap lampu downlight di rumah Anda.

- Saklar Tunggal + Instalasi


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN

1. Siapkan Kabel dan pipa listrik yang sudah di beli. Spek kabel dan pipa harus
sesuai sengan SPEK TEKNIS BAHAN.
2. Kemudian naik ke atas plapon dan pasang pipa dan kabel sesuai dengan jalur
instalasi yang terdapat pada gambar kerja.
3. Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang
mudah dicapai untuk perbaikan (perawatan).
4. Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung
dengan baik sehingga tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan
ditempatkan pada Te Dos.
5. Setiap jalur pipa listrik yang di pasang di beri klam agar tidak bergerak dan di
paku dan di pukul menggunakan palu pada rangka plapon kayu.
6. Gunakan pengaman pijakan yang di landaskan ke kuda kuda agar tidak
menginjak palpon yang sdh terpasang.
7. Julurkan kabel ke bawah masing masing titik ( untuk pekerjaan saklar Masko )
8. Pasang Saklar dan sambungkan Pada Kabel yang telah di julurkan tadi jarak
tinggi saklar dari lantai maksimal adalah 120 cm
9. Gunakan scaffolding sebagai tempat pijakan pada saat memasang instalasi.
10. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan
yang menggunakan tenaga listrik.
11. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut
material agar dekat ke lokasi kerjA

- Saklar Ganda + Instalasi


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : MOBIL PICK UP
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN

1. Siapkan Kabel dan pipa listrik yang sudah di beli. Spek kabel dan pipa
harus sesuai sengan SPEK TEKNIS BAHAN.
2. Kemudian naik ke atas plapon dan pasang pipa dan kabel sesuai dengan jalur
instalasi yang terdapat pada gambar kerja.
3. Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang
mudah dicapai untuk perbaikan (perawatan).
4. Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung
dengan baik sehingga tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan
ditempatkan pada Te Dos.
5. Setiap jalur pipa listrik yang di pasang di beri klam agar tidak bergerak dan di
paku dan di pukul menggunakan palu pada rangka plapon kayu.
6. Gunakan pengaman pijakan yang di landaskan ke kuda kuda agar tidak
menginjak palpon yang sdh terpasang.
7. Julurkan kabel ke bawah masing masing titik ( untuk pekerjaan saklar Masko )
8. Pasang Saklar dan sambungkan Pada Kabel yang telah di julurkan tadi jarak
tinggi saklar dari lantai maksimal adalah 120 cm
9. Gunakan scaffolding sebagai tempat pijakan pada saat memasang instalasi.
10. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan
yang menggunakan tenaga listrik.
11. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut
material agar dekat ke lokasi kerja.

- Saklar Triple + Instalasi


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : MOBIL PICK UP
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN

1. Siapkan Kabel dan pipa listrik yang sudah di beli. Spek kabel dan pipa
harus sesuai sengan SPEK TEKNIS BAHAN.
2. Kemudian naik ke atas plapon dan pasang pipa dan kabel sesuai dengan jalur
instalasi yang terdapat pada gambar kerja.
3. Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang
mudah dicapai untuk perbaikan (perawatan).
4. Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung
dengan baik sehingga tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan
ditempatkan pada Te Dos.
5. Setiap jalur pipa listrik yang di pasang di beri klam agar tidak bergerak dan di
paku dan di pukul menggunakan palu pada rangka plapon kayu.
6. Gunakan pengaman pijakan yang di landaskan ke kuda kuda agar tidak
menginjak palpon yang sdh terpasang.
7. Julurkan kabel ke bawah masing masing titik ( untuk pekerjaan saklar Masko )
8. Pasang Saklar dan sambungkan Pada Kabel yang telah di julurkan tadi jarak
tinggi saklar dari lantai maksimal adalah 120 cm
9. Gunakan scaffolding sebagai tempat pijakan pada saat memasang instalasi.
10. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan
yang menggunakan tenaga listrik.

Stop kontak + Instalasi


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN

1. Siapkan Kabel dan pipa listrik yang sudah di beli. Spek kabel dan pipa harus
sesuai sengan SPEK TEKNIS BAHAN.
2. Kemudian naik ke atas plapon dan pasang pipa dan kabel sesuai dengan jalur
instalasi yang terdapat pada gambar kerja.
3. Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang
mudah dicapai untuk perbaikan (perawatan).
4. Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung
dengan baik sehingga tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan
ditempatkan pada Te Dos.
5. Setiap jalur pipa listrik yang di pasang di beri klam agar tidak bergerak dan di
paku dan di pukul menggunakan palu pada rangka plapon kayu.
6. Gunakan pengaman pijakan yang di landaskan ke kuda kuda agar tidak
menginjak palpon yang sdh terpasang.
7. Julurkan kabel ke bawah masing masing titik ( untuk pekerjaan Stop Kontak
Masko )
8. Pasang Stop Kontak dan sambungkan Pada Kabel yang telah di julurkan tadi
jarak tinggi stop kontak dari lantai maksimal adalah 120 cm
9. Gunakan scaffolding sebagai tempat pijakan pada saat memasang instalasi.
10. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan
yang menggunakan tenaga listrik.
11. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut
material agar dekat ke lokasi kerja.

Stop kontak AC + Instalasi


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN

1. Siapkan Kabel dan pipa listrik yang sudah di beli. Spek kabel dan pipa
harus sesuai sengan SPEK TEKNIS BAHAN.
2. Kemudian naik ke atas plapon dan pasang pipa dan kabel sesuai dengan jalur
instalasi yang terdapat pada gambar kerja.
3. Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang
mudah dicapai untuk perbaikan (perawatan).
4. Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung
dengan baik sehingga tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan
ditempatkan pada Te Dos.
5. Setiap jalur pipa listrik yang di pasang di beri klam agar tidak bergerak dan di
paku dan di pukul menggunakan palu pada rangka plapon kayu.
6. Gunakan pengaman pijakan yang di landaskan ke kuda kuda agar tidak
menginjak palpon yang sdh terpasang.
7. Julurkan kabel ke bawah masing masing titik ( untuk pekerjaan Stop Kontak
Masko )
8. Pasang Stop Kontak dan sambungkan Pada Kabel yang telah di julurkan tadi
jarak tinggi stop kontak dari lantai maksimal adalah 120 cm
9. Gunakan scaffolding sebagai tempat pijakan pada saat memasang instalasi.
10. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan
yang menggunakan tenaga listrik.
11. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut
material agar dekat ke lokasi kerja.

- Pasang Lampu DOWN LIGHT BOX DAN PANEL


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN
1. Buka Lampu dari bungkusnya
2. Kemudian pasang lampu pada fighting
3. Tekan tombol on pada saklar untuk memastikan lampu menyala.

- MCB Box + Instalasi


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : MOBIL PICK UP
: GENSET 10 KVA
: SCAFOLDING
: PERALATAN PERTUKANGAN

1. Siapkan Kabel dan pipa listrik yang sudah di beli. Spek kabel dan pipa harus
sesuai sengan SPEK TEKNIS BAHAN.
2. Kemudian naik ke atas plapon dan pasang pipa dan kabel sesuai dengan jalur
instalasi yang terdapat pada gambar kerja.
3. Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang
mudah dicapai untuk perbaikan (perawatan).
4. Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung
dengan baik sehingga tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan
ditempatkan pada Te Dos.
5. Setiap jalur pipa listrik yang di pasang di beri klam agar tidak bergerak dan di
paku dan di pukul menggunakan palu pada rangka plapon kayu.
6. Gunakan pengaman pijakan yang di landaskan ke kuda kuda agar tidak
menginjak palpon yang sdh terpasang.
7. Julurkan kabel ke bawah masing masing titik ( untuk pekerjaan MCB Masko )
8. Pasang MCB BOX dan sambungkan Pada Kabel yang telah di julurkan tadi
jarak tinggi MCB BOX dari lantai maksimal adalah 150 cm
9. Gunakan scaffolding sebagai tempat pijakan pada saat memasang instalasi.
10. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan
yang menggunakan tenaga listrik.
11. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut
material agar dekat ke lokasi kerja.

Cor di bawah lantai T. 5 cm


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: MOLEN
: PERALATAN PERTUKANGAN
Cor di bawah lantai T. 5 cm
 Untuk cor lantai dibuat dengan ketebalan sesuai rencana yaitu 5 cm.
 Buat adukan untuk lantai kerja dengan campuran adukan 1PC : 3Psr : 5Krl atau B-0
dengan menggunakan mesin molen pengaduk.
 Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang lantai kerja sudah terdapat urugan
pasir dengan ketebalan yang sesuai rencana dan telah diratakan yaitu 5 cm.
 Bersihkan lokasi yang akan di cor dari sampah atau kotoran.
 Pasang patok dan leveling cor lantai yang diperlukan sebagai acuan untuk menentukan
ketebalan. Bisa juga dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk
leveling lantai kerja.
 Tuangkan adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau ember.
 Adukan lantai kerja diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok
adukan/raskam sampai ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melakukan tarikan
benang dari patok level satu dengan yang lainnya.

Jika material jauh dari lokasi kerja gunakan mobil pick up untuk mengangkutnya ke lokasi.
Pasang Granit 60 x 60 cm)
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: GENSET 10 KVA
: MOLEN
: PERALATAN PERTUKANGAN
Pasangan Kgranit 60 X 60 cm
Penjelasan Umum
Meliputi pemasangan Lantai Dalam, titik peil mengikuti gambar rencana. Warna dan motif
berdasarkan petunjuk Direksi / konsultan pengawas.
Ruang Lingkup
Lantai yang dipergunakan berkualitas baik sesuai gambar rencana atau petunjuk direksi /
konsultan pengawas.
C. Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan sebagai berikut
:
 Pemasangan Lantai sesuai dengan petunjuk Direksi Pelaksana.
 Pekerjaan pemasangan Keramik lantai baru diperkenankan untuk dipasang setelah
semua Pekerjaan-pekerjaan dinding/plesteran dan plafond telah selesai dikerjakan.
Sebelum pemasangan keramik lantai, harus direndam dalam air sampah jenuh.
 Lantai keramik yang dipasang tidak boleh ada cat berupa : retak-retak, gelombang-
gelombang, berlubang, noda, permukaan cembung atau cekung. Sisi ubin keramik harus
siku, penyimpangan kesikuan ubin tidak boleh lebih besar dari 0,5 cm setiap jarak 10 cm
ke kanan dank ke kiri.
 Bahan lantai gedung digunakan granit 60 x 60 cm ( dalam )sedangkan pada jenis
graniurt kualitas KW 1, Warnagranit disesuaikan dengan petunjuk Direksi.
 Pemasangan lantai keramik harus dikerjakan oleh tukang yang benar-benar ahli dan
harus menghasilkan penyelesaian yang rapih dan naad yang lurus. Naad harus diisi
dengan bahan grouting / pasta semen / okker yang warnanya disesuiakan dengan warna
keramik yang dipakai. Pengisian naad dilakukan paling cepat 24 jam setelah keramik
dipasang serta celah-celah keramik atau satu sama lain harus dibersihkan terlebih
dahulu dari kotoran yang menghambat masuknya cairan bahan pengisi. Segera setelah
pengisian naad dengan semen, permukaan lantai harus segera dibersihkan agar tidak
terdapat noda bekas semen.
 Pemasangan keramik yang tidak rapih, bergelombang, naad tidak lurus dan sebagainya
akibat dari pemasangan yang tidak baik harus dibongkar/diganti sehingga memuaskan
Direksi.
Adapun Tata cara pemasangannya adalah:
1. Siapkan granit 60 x 60 cm dan rendam di air.
2. Siapkan adukan yang di aduk dengan mesin molen yaitu dengan campuran 1 pc :
4 ps.
3. Tarik benang dan kemudia as bangunan di ambil dari depan pintu yaitu titik as
pintu utama ruangan.
4. Kemudian memulai menghamparkan adukan tadi ke lantai kemudian di taburi
semen kering ke atas adukan tadi.
5. Pasang granit 60 x 60 cm tadi di atas adukan yang telah di beri semen kering dan
di ketok ketok menggunakan palu karet agar dapat terpasang dengan kuat.
6. Jika terdapat sudut atau ujung ujung lantai yang besaran keramiknya lebih kecil
dari ukuran granit aslinya maka perlu di potong menggunakan mesin
pemotong dengan tenaga listrik/ genset.
7. Setelah semua pasangan keramik sudah kering dan cukup kuat kemudian beri
nad pada sisi sisi sambungan pada setiap pasangan keramik.
8. Bersihkan dengan kain lap.
9. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan
yang menggunakan tenaga listrik.
10. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut material
agar dekat ke lokasi kerja.
Pasang Keramik
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: GENSET 10 KVA
: MOLEN
: PERALATAN PERTUKANGAN
Pasangan Keramik
Penjelasan Umum
Meliputi pemasangan Lantai Dalam, titik peil mengikuti gambar rencana. Warna dan motif
berdasarkan petunjuk Direksi / konsultan pengawas.
Ruang Lingkup
Lantai yang dipergunakan berkualitas baik sesuai gambar rencana atau petunjuk direksi /
konsultan pengawas.
C. Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan sebagai berikut
:
 Pemasangan Lantai sesuai dengan petunjuk Direksi Pelaksana.
 Pekerjaan pemasangan Keramik lantai baru diperkenankan untuk dipasang setelah
semua Pekerjaan-pekerjaan dinding/plesteran dan plafond telah selesai dikerjakan.
Sebelum pemasangan keramik lantai, harus direndam dalam air sampah jenuh.
 Lantai keramik yang dipasang tidak boleh ada cat berupa : retak-retak, gelombang-
gelombang, berlubang, noda, permukaan cembung atau cekung. Sisi ubin keramik harus
siku, penyimpangan kesikuan ubin tidak boleh lebih besar dari 0,5 cm setiap jarak 10 cm
ke kanan dank ke kiri.
 Bahan lantai gedung digunakan keramik3 0 x 30 cm ( dalam )sedangkan pada jenis
keramik kualitas KW 1, Warna keramik disesuaikan dengan petunjuk Direksi.
 Pemasangan lantai keramik harus dikerjakan oleh tukang yang benar-benar ahli dan
harus menghasilkan penyelesaian yang rapih dan naad yang lurus. Naad harus diisi
dengan bahan grouting / pasta semen / okker yang warnanya disesuiakan dengan warna
keramik yang dipakai. Pengisian naad dilakukan paling cepat 24 jam setelah keramik
dipasang serta celah-celah keramik atau satu sama lain harus dibersihkan terlebih
dahulu dari kotoran yang menghambat masuknya cairan bahan pengisi. Segera setelah
pengisian naad dengan semen, permukaan lantai harus segera dibersihkan agar tidak
terdapat noda bekas semen.
 Pemasangan keramik yang tidak rapih, bergelombang, naad tidak lurus dan sebagainya
akibat dari pemasangan yang tidak baik harus dibongkar/diganti sehingga memuaskan
Direksi.
Adapun Tata cara pemasangannya adalah:
1. Siapkan Keramik 30 x 30 cm dan rendam di air.
2. Siapkan adukan yang di aduk dengan mesin molen yaitu dengan campuran 1 pc :
4 ps.
3. Tarik benang dan kemudia as bangunan di ambil dari depan pintu yaitu titik as
pintu utama ruangan.
4. Kemudian memulai menghamparkan adukan tadi ke lantai kemudian di taburi
semen kering ke atas adukan tadi.
5. Pasang keramik30 x 30 cm tadi di atas adukan yang telah di beri semen kering
dan di ketok ketok menggunakan palu karet agar dapat terpasang dengan kuat.
6. Jika terdapat sudut atau ujung ujung lantai yang besaran keramiknya lebih kecil
dari ukuran keramik aslinya maka perlu di potong menggunakan mesin
pemotong dengan tenaga listrik/ genset.
7. Setelah semua pasangan keramik sudah kering dan cukup kuat kemudian beri
nad pada sisi sisi sambungan pada setiap pasangan keramik.
8. Bersihkan dengan kain lap.
9. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan
yang menggunakan tenaga listrik.
10. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut material
agar dekat ke lokasi kerja.
Pasangan Pipa 2 “
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : PERALATAN PERTUKANGAN
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pemipaan Instalasi Air Bersih & Air Kotor, adalah sebagai

berikut:

Persiapan

 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pemipaan instalasi air
bersih dan air kotor.
 Approval material yang akan digunakan.
 Persiapan lahan kerja.
 Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat bantu kerja
disiapkan.

 Pemasangan package booster pump (pararel 3 pompa), kapasitas 120 ltr/mnt berikut
accesoriesnya.
 Pemasangan roof tank modular sistem bahan FRP, kapasitas evektive 8 m3 berikut
accesoriesnya.

Pekerjaan instalasi plumbing air bersih

 Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.


 Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate valve, fitting
dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
 Untuk pipa yang melintasi lantai (terutama lantai dasar, maka kedalaman pipa harus
cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
 Pipa yang akan disambung, bagian
ujungnya harus dibersihkan dengan ampelas supaya sambungan dapat lengket
dengan kuat.
 Khusus untuk sambungan ke sanitary (kran), pipa diberi soket draat luar dan diberi
lapisan seal tape baru disambungkan ke alat sanitair.

Pekerjaan instalasi plumbing air kotor, air bekas dan vent

 Pipa air kotor meggunakan pipas PVC kelas AW yang tahan terhadap tekanan 10 bar,
penyambungan pipa menggunakan lem PVC yang kuat sehingga tidak mudah bocor.
 Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
 Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate valve, fitting
dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
 Pasangan clean out dan accessories lainnya.
 Pipa PVC yang horizontal digantung pada plat lantai beton menggunakan besi siku dan
pipa diikat pada besi siku supaya tidak bergerak saat menerima beban air.
 Pipa air kotor vertikal ditanam pada dinding, dikerjakan pada saat dinding belum
diplester + aci. Pipa yang ditanam di dinding harus diklem supaya tidak bergerak saat
menerima beban air.
 Untuk pipa yang melintasi lantai terutama lantai dasar, maka kedalaman pipa
harus cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
 Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan dengan ampelas
supaya sambungan dapat lengket dengan kuat.
 Untuk lantai dasar, pipa air hujan diberi bantalan yang cukup kuat agar sambungan tidak
kendor akibat beban air hujan yang dapat menyebabkan kebocoran.
 Pemasangan vent out untuk instalasi pipa air kotor padat.
 Pemasangan roof drain untuk instalasi pipa air hujan.
 Buat sumur resapan dan bak kontrol.

Testing dan commissioning

 Sebelum disambung ke sanitair semua pipa plumbing harus di test dulu dengan
menggunakan tekanan hydrostatis sebesar 5 – 8 bar selama 24 jam, dimana pada saat
itu tidak boleh ada penurunan tanah.
 Khusus untuk instalasi air bersih, sebelum digunakan pipa dibersihkan dahulu (flushing)
dari kotoran yang mungkin masih tersisa dalam pipa. Pembersihan pipa dapat melalui
lubang clean out.
 Sebelum test commissioning terlebih dahulu dilakukan test intern yang dimaksudkan
apabila ada kegagalan fungsi dari instalasi dan peralatan yang terpasang dapat segera
ditanggulangi/diperbaiki.

Test commissioning dari fungsi masing-masing peralatan yang terpasang.


Pasang Keramik 30 x 60 cm ( dinding wc )
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : MOBIL PICK UP
: GENSET 10 KVA
: MOLEN
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 7 HARI
Pasangan Keramik 30 X 60 cm ( dinding wc )
Penjelasan Umum
Meliputi pemasangan Lantai Dalam, titik peil mengikuti gambar rencana. Warna dan motif
berdasarkan petunjuk Direksi / konsultan pengawas.
Ruang Lingkup
Lantai yang dipergunakan berkualitas baik sesuai gambar rencana atau petunjuk direksi /
konsultan pengawas.
C. Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan sebagai berikut
:
 Pemasangan Lantai sesuai dengan petunjuk Direksi Pelaksana.
 Pekerjaan pemasangan Keramik lantai baru diperkenankan untuk dipasang setelah
semua Pekerjaan-pekerjaan dinding/plesteran dan plafond telah selesai dikerjakan.
Sebelum pemasangan keramik lantai, harus direndam dalam air sampah jenuh.
 Lantai keramik yang dipasang tidak boleh ada cat berupa : retak-retak, gelombang-
gelombang, berlubang, noda, permukaan cembung atau cekung. Sisi ubin keramik harus
siku, penyimpangan kesikuan ubin tidak boleh lebih besar dari 0,5 cm setiap jarak 10 cm
ke kanan dank ke kiri.
 Bahan lantai gedung digunakan keramik 30 x 60 cm ( dinding wc ) sedangkan pada jenis
keramik kualitas KW 1, Warna keramik disesuaikan dengan petunjuk Direksi.
 Pemasangan lantai keramik harus dikerjakan oleh tukang yang benar-benar ahli dan
harus menghasilkan penyelesaian yang rapih dan naad yang lurus. Naad harus diisi
dengan bahan grouting / pasta semen / okker yang warnanya disesuiakan dengan warna
keramik yang dipakai. Pengisian naad dilakukan paling cepat 24 jam setelah keramik
dipasang serta celah-celah keramik atau satu sama lain harus dibersihkan terlebih
dahulu dari kotoran yang menghambat masuknya cairan bahan pengisi. Segera setelah
pengisian naad dengan semen, permukaan lantai harus segera dibersihkan agar tidak
terdapat noda bekas semen.
 Pemasangan keramik yang tidak rapih, bergelombang, naad tidak lurus dan sebagainya
akibat dari pemasangan yang tidak baik harus dibongkar/diganti sehingga memuaskan
Direksi.
Adapun Tata cara pemasangannya adalah:
1. Siapkan Keramik 30 x 60 cm dan rendam di air.
2. Siapkan adukan yang di aduk dengan mesin molen yaitu dengan campuran 1 pc :
4 ps.
3. Tarik benang dan kemudian as bangunan di ambil dari as bangunan keseluruhan
teras
4. Kemudian memulai menghamparkan adukan tadi ke lantai kemudian di taburi
semen kering ke atas adukan tadi.
5. Pasang keramik 30 x 60 cm tadi di atas adukan yang telah di beri semen kering
dan di ketok ketok menggunakan palu karet agar dapat terpasang dengan kuat.
6. Jika terdapat sudut atau ujung ujung lantai yang besaran keramiknya lebih kecil
dari ukuran keramik aslinya maka perlu di potong menggunakan mesin
pemotong dengan tenaga listrik/ genset.
7. Setelah semua pasangan keramik sudah kering dan cukup kuat kemudian beri
nad pada sisi sisi tiap sambungan pasangan keramik.
8. Bersihkan dengan kain lap.
9. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan
yang menggunakan tenaga listrik.
10. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut material
agar dekat ke lokasi kerja.
- Pasang Keramik 40 x 40 cm ( lantai wc )
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : MOBIL PICK UP
: GENSET 10 KVA
: MOLEN
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 7 HARI
Pasangan Keramik 40 X 40 cm ( lantai wc )
Penjelasan Umum
Meliputi pemasangan Lantai Dalam, titik peil mengikuti gambar rencana. Warna dan motif
berdasarkan petunjuk Direksi / konsultan pengawas.
Ruang Lingkup
Lantai yang dipergunakan berkualitas baik sesuai gambar rencana atau petunjuk direksi /
konsultan pengawas.
C. Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan sebagai berikut
:
 Pemasangan Lantai sesuai dengan petunjuk Direksi Pelaksana.
 Pekerjaan pemasangan Keramik lantai baru diperkenankan untuk dipasang setelah
semua Pekerjaan-pekerjaan dinding/plesteran dan plafond telah selesai dikerjakan.
Sebelum pemasangan keramik lantai, harus direndam dalam air sampah jenuh.
 Lantai keramik yang dipasang tidak boleh ada cat berupa : retak-retak, gelombang-
gelombang, berlubang, noda, permukaan cembung atau cekung. Sisi ubin keramik harus
siku, penyimpangan kesikuan ubin tidak boleh lebih besar dari 0,5 cm setiap jarak 10 cm
ke kanan dank ke kiri.
 Bahan lantai gedung digunakan keramik 20 x 20 cm ( lantai wc ) sedangkan pada jenis
keramik kualitas KW 1, Warna keramik disesuaikan dengan petunjuk Direksi.
 Pemasangan lantai keramik harus dikerjakan oleh tukang yang benar-benar ahli dan
harus menghasilkan penyelesaian yang rapih dan naad yang lurus. Naad harus diisi
dengan bahan grouting / pasta semen / okker yang warnanya disesuiakan dengan warna
keramik yang dipakai. Pengisian naad dilakukan paling cepat 24 jam setelah keramik
dipasang serta celah-celah keramik atau satu sama lain harus dibersihkan terlebih
dahulu dari kotoran yang menghambat masuknya cairan bahan pengisi. Segera setelah
pengisian naad dengan semen, permukaan lantai harus segera dibersihkan agar tidak
terdapat noda bekas semen.
 Pemasangan keramik yang tidak rapih, bergelombang, naad tidak lurus dan sebagainya
akibat dari pemasangan yang tidak baik harus dibongkar/diganti sehingga memuaskan
Direksi.
Adapun Tata cara pemasangannya adalah:
1. Siapkan Keramik 20 x 20 cm dan rendam di air.
2. Siapkan adukan yang di aduk dengan mesin molen yaitu dengan campuran 1 pc :
4 ps.
3. Tarik benang dan kemudian as bangunan di ambil dari as bangunan keseluruhan
teras
4. Kemudian memulai menghamparkan adukan tadi ke lantai kemudian di taburi
semen kering ke atas adukan tadi.
5. Pasang keramik 20 x 20 cm tadi di atas adukan yang telah di beri semen kering
dan di ketok ketok menggunakan palu karet agar dapat terpasang dengan kuat.
6. Jika terdapat sudut atau ujung ujung lantai yang besaran keramiknya lebih kecil
dari ukuran keramik aslinya maka perlu di potong menggunakan mesin
pemotong dengan tenaga listrik/ genset.
7. Setelah semua pasangan keramik sudah kering dan cukup kuat kemudian beri
nad pada sisi sisi tiap sambungan pasangan keramik.
8. Bersihkan dengan kain lap.
9. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan
yang menggunakan tenaga listrik.
10. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut material
agar dekat ke lokasi kerja.
Pekerjaan Pasangan
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: MOLEN
: SCAFOLDING
: ALKON
: PERALATAN PERTUKANGAN
Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding bata dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang akan dipasang dinding
bata merah, menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan material yang dibutuhkan.
2. Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan dibuat tanda posisi kolom
praktis, ring balok, dan lubang kusen.
3. Bata merah direndam dulu (sampai gelembung udaranya hilang) sebelum dipakai untuk
mengurangi penyerapan air.
4. Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan yang telah dipasang
pada profil kayu pada ujung jalur dinding lapis demi lapis Menggunakan Cetok dengan
menggunakan adukan 1 pc : 4 ps yang di aduk menggunakan molen untuk pasangan
dinding biasa.
5. Pada pelaksanaannya, adukan semen pasir tersebut diaplikasikan secara merata ke
permukaan ROSTER.
6. Kemudian ROSTER disusun di atas adukan mortar tersebut sambil terus diperiksa
kerataan pasangannya. Kemudian ROSTER dipukul perlahan Menggunakan Cetok
sampai mencapai elevasi yang diinginkan.
7. Periksa kelurusan serta vertikal pasangan ROSTEER, apabila sudah benar dan sesuai
dengan yang diinginkan maka lanjutkan pemasangan Kusen jendela, kusen daun pintu (
Pekerjaan Selanjutnya ) kemudian di lanjutkan lagi pasangan batanya sampai selesai
dengan bantuan scaffolding sebagai andang atau staiger untuk berpijak pada tempat yang
sulit di jangkau.
8. Alkon di gunakan untuk mengisi air dari sumber air ke bak penampungan yang di
gunakan untuk mengaduk campuran.
9. Mobil di siapkan jika setiap saat ada material yang jauh dari lokasi yang akan di angkut
ke lokasi kerja.

pasang klosed jdudukk


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: PERALATAN PERTUKANGAN

Cara memasang kloset duduk

Kita kembali kepada topik bahasan utama dalam artikel ini yaitu caramudahmemasangkloset
dudukk.

1. Sebagai langkah awal adalah mempersiapkan lubang pengeluaran atau saluran feset ke
arah septictank (sekarang banyak digunakan sebagai alat penampungan dan peresapan
kotoran, beda dengan zaman dulu yang masih menggunakan sungai bagi warga yang
tinggal di pesisir sungai. atau kakus sebagai lubang sementara-red). Gunakan pipa PVC
atau sejenisnya dengan ukuran 3 – 4 Inchi, gunakan kualitas standar, misalnya Wavin
atau GGG. Sebenarnya pemasangan pipa-pipa ini harus telah disiapkan semenjak
pembuatan pondasi rumah, jika membangun rumah baru. Jika belum terpakai, tutup
ujungnya dengan kantong plastik yang kuat dan tahan lama.
2. Menentukan posisi kloset yang telah di tetapkan dalam gambar denah rumah, atau
mengubah posisinya dengan resiko memindahkan atau memasang pipa saluran
pembuangan baru.
3. Hal penting yang harus diperhatikan adalah posisi pipa pada bagian kloset harus lebih
tinggi dari septic tank, sehingga kotoran cepat mengalir ke tempat peresapannya. Untuk
kloset dudukposisinya harus lebih tinggi dari lantai kamar mandi atau keramik.
4. Sebaiknya letakkan kloset pada sebelah kiri bak penampungan air, sehingga mudah
ketika istinja’. Sediakan ruangan sebesar 80 cm persegi untuk menaruh kloset duduk.
Ukuran ini dapat lebih besar sesuai dengan ketersediaan ruang kamar mandi dan
kenyamanan seseorang yang akan menggunakan WC.
5. Pemasangan kloset duduk dapat dilakukan setelah pemasangan keramik lantai kamar
mandi atau sebelumnya. Dua versi ini silakan Anda pilih mana yang lebih mudah.
6. Pasang batu bata sebagai penopang dan dinding bagian bawah kloset. Gunakan adukan
pasir dan semen 3 : 1. Susun batu bata dengan rapat pada bagian pinggir atau dinding.
Buat lekukan berbentuk kotak dengan ukuran lebih kecil dari kloset sebagai penampung
ke arah lubang pipa. Dinding lubang ini harus diplester dengan adukan semen dan pasir
1 : 2, kemudian diaci agar tidak terjadi rembesan ke pori-pori tanah.
7. Posisi lubang pipa dapat diletakkan di bagian depan atau bawah kloset, atau belakang.
Semua arah dapat di gunakan.
8. Pasang keramik terlebih dahulu agar terbentuk corak keramik yang baik. Kemudian
letakkan kloset di atasnya menggunakan aci atau adukan 1: 2. Pada bagian pinggir atau
tepi kloset di tutup dengan naad.
9. Kelebihan pemasangan kloset setelah proses pasang keramik adalah Anda tidak perlu
lagi menggunakan waterpas sebagai peratanya. Dengan catatan pasangan keramik
sudah datar, atau jika pun miring sedikit, usahakan ke arah depan, dan kanan kiri rata.
Jika pemasangan kloset jongkok dilakukan sebelum memasang keramik, Anda harus
menggunakan waterpas untuk mengukur sifat datarnya.

- pasang klosed duduk


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: PERALATAN PERTUKANGAN

1. Buka cover toilet set dan baca petunjuk, dengan begitu akan diketahui jarakdaridinding
belakangklosetkebagiantengahpipa (jika merek American Standard biasanya 30,5
cm).
2. Persiapan alat yang diperlukan, antara lain: Bor listrik, gergaji besi, meteran ukur, obeng
plus dan obeng minus, Catut atau tang kakaktua, kunci inggris, lem silicon, kunci pipa,
kunci 10 dan 12, dynabolt ukuran 10 mm sebanyak 2 buah.
3. Mempersiapkan lubang pembuangan dan pipa suplai air bersih sebelum melakukan
pemasangankloset. Sebagaimana pernah dijelaskan di atas.
4. Ukur lubang pengunci bowl (untuk merek American Standard berjarak 14,5 cm), tandai
dengan pensil atau sejenisnya, dan lubangi pada sisi kanan dan kiri dengan jarak
tersebut dengan membagi dua titik tengah pipa. Kemudian masukkan dynabolt,
kencangkan menggunakan kunci 12, lepaskan mur-nya.

5. Balik kloset dan pasang wax ring dengan cara menekannya pada bagian sisi lubangnya
dan pastikan lengket pada sisi lubang kloset.

pemasangan wax ring

6. Pasang stop kran, T, flexible hose dan jet shower yang berada pada bagian belakang
kloset. Gunakan kunci inggris untuk mengencangkan drat-nya.

Stop kran, T Drat, dan flexible hose


7. Jika kloset duduk menggunakan tempat duduk yang memiliki bijet, maka T juga harus
dipasang pada bagian belakang juga. Jika kloset dipasang terlebih dahulu akan
menyulitkan Anda ketika akan memasang stop kran.
8. Pasang kloset di atas lubang pipa yang telah dipasang dynabolt pada kedua sisi kanan
dan kiri. Masukkan lubang kaki kloset pas pada dynabolt dan pasang ring dan mur,
kemudian kencangkan dengan kunci 12.
9. Pasang alat-alat dalam tangki/tank trim dan memasangnya pada kloset dengan
memasang rubber tank terlebih dahulu sebagai pencegah bocor dan dudukan tanki.
10. Sambungkan flexible hose pada T dan tank trim dan kencangkan dengan memutar drat
secukupnya.
11. Pengaturan ketinggian air dapat Anda atur sendiri sesuai dengan selera Anda.
12. Tahap berikutnya adalah memasang tutup tangki dan tombol (push button).

13. Kemudian memasangseatcover pada kloset.


14. Lakukan pengetesan jika kloset telah dipasang, apakah terdapat rembesan atau
kebocoran pada tangki dan flexible hose.

- pasang keran air


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Pertama siapkan kran air yang akan kita pasang *pastinya*, seal tape dan tang grip atau kunci
pipa. Jika tidak ada, bisa menggunakan 'kunci inggris'.*bahasa jawanya adjustable wrench
hee...*
 Pegang kran air yang akan kita pasang dengan tangan kiri *kanan jika anda kidal hee..*.
 Lilitkan seal tape pada drat kran air toto tersebut searah jarum jam (ctt: lubang kran
menghadap kita) sebanyak 5 sampai 7 lilit.
 Kemudian pasang kran tersebut pada shock yang berada di dinding, putar dengan tangan.
 Jika kran di putar dengan tangan masih ringan, lepaskan lagi dan silakan anda tambah lilitan
seal tape pada drat tersebut tanpa membuang seal tape lama. *langsung di tambah gitu aja*
Lebih baik lagi jika lilitan lebih tebal di bagian pangkal.
 Pasang kembali dengan tangan hingga terasa berat. Bungus kran dengan kain tebal, fungsinya
agar pada saat di jepit tidak lecet *sayang kan?*. Gunakan tang grip/kunci pipa/adjustable
wrench *kunci inggris rek* untuk memutarnya. 2 kali putaran sudah cukup. Tidak perlu
sekencang baut-baut sepeda motor atau genset hee...Jadi deh kayak gambar di bawah. tp
dalam contoh gb ini saya nggak pake toto T23B13 bro.. soalnya stok lagi habis wkwkwkwk...

 Ingat jika terlanjur kencang tetapi arah kran tidak menghadap bawah, jangan di putar balik
sebab kemungkinan bocor lebih besar. Teruskan 1 putaran lagi.

 Namun jika anda khawatir shock pecah, lebih baik bongkar ulang dan pasang seal tape lagi.
Sekali lagi! kekencangan kran air tidak perlu seperti baut genset atau mobil.
- pasang Avour
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: PERALATAN PERTUKANGAN
Pekerjaan instalasi afur

 Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.


 Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate valve, fitting
dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
 Untuk pipa yang melintasi lantai (terutama lantai dasar, maka kedalaman pipa harus
cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
 Pipa yang akan disambung, bagian
ujungnya harus dibersihkan dengan ampelas supaya sambungan dapat lengket
dengan kuat.
 Khusus untuk sambungan ke sanitary (kran), pipa diberi soket draat luar dan diberi
lapisan seal tape baru disambungkan ke alat sanitair.

Pekerjaan instalasi plumbing air kotor, air bekas dan vent


Pekerjaan instalasi plumbing air kotor, air bekas dan vent

 Pipa air kotor meggunakan pipas PVC kelas AW yang tahan terhadap tekanan 10 bar,
penyambungan pipa menggunakan lem PVC yang kuat sehingga tidak mudah bocor.
 Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
 Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate valve, fitting
dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
 Pasangan clean out dan accessories lainnya.
 Pipa PVC yang horizontal digantung pada plat lantai beton menggunakan besi siku dan
pipa diikat pada besi siku supaya tidak bergerak saat menerima beban air.
 Pipa air kotor vertikal ditanam pada dinding, dikerjakan pada saat dinding belum
diplester + aci. Pipa yang ditanam di dinding harus diklem supaya tidak bergerak saat
menerima beban air.
 Untuk pipa yang melintasi lantai terutama lantai dasar, maka kedalaman pipa
harus cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
 Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan dengan ampelas
supaya sambungan dapat lengket dengan kuat.
 Untuk lantai dasar, pipa air hujan diberi bantalan yang cukup kuat agar sambungan tidak
kendor akibat beban air hujan yang dapat menyebabkan kebocoran.
 Pemasangan vent out untuk instalasi pipa air kotor padat.
 Pemasangan roof drain untuk instalasi pipa air hujan.
 Buat sumur resapan dan bak kontrol.

Testing dan commissioning

 Sebelum disambung ke sanitair semua pipa plumbing harus di test dulu dengan
menggunakan tekanan hydrostatis sebesar 5 – 8 bar selama 24 jam, dimana pada saat
itu tidak boleh ada penurunan tanah.
 Khusus untuk instalasi air bersih, sebelum digunakan pipa dibersihkan dahulu (flushing)
dari kotoran yang mungkin masih tersisa dalam pipa. Pembersihan pipa dapat melalui
lubang clean out.
 Sebelum test commissioning terlebih dahulu dilakukan test intern yang dimaksudkan
apabila ada kegagalan fungsi dari instalasi dan peralatan yang terpasang dapat segera
ditanggulangi/diperbaiki.
 Test commissioning dari fungsi masing-masing peralatan yang terpasang.

- pasang tandon
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: PERALATAN PERTUKANGAN

Jenis Penempatan Tangki Air


Cara pemasangan tangki air dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya menggunakan
tower, dak, dan ditaruh diatas lantai. Masing-masing cara tersebut membutuhkan pondasi yang
dibuat dengan baik dan benar untuk semua jenis tangki air. Setiap 1000 liter air memiliki berat
1 ton, sehingga sangat penting dalam mempertimbangkan pembuatan pondasi yang mampu
menahan berat keseluruhan tangki. Jenis-jenis tempat peletakan tangki air meliputi :
1. Tower yang terbuat dari kerangka besi/kayu ulin yang tidak terdapat celah pada alas dudukan
tangki.
2. Tower yang terbuat dari lantai kayu ulin/papan
3. Dak dari beton bertulang
4. Lantai dasar dari beton bertulang atau pasangan batu bata

Persyaratan Pondasi Tangki Air


1. Pondasi untuk alas tangki harus bersih, datar, rapat dan rata (water level)
2. Lokasi penempatan untuk membangun pondasi harus dalam kondisi padat dan stabil
3. Lebar pondasi harus lebih besar dari diameter tangki.
4. Jangan menempatkan tangki air di atas instalasi perpipaan dan/atau kabel tertimbun yang
mungkin memerlukan servis atau pemeliharaan.
5. Penempatan lokasi tangki harus dihindari dari daerah / lokasi yang memiiki mobilitas dan lalu
lalang yang ramai
6. Jangan memasang tangki air di atas struktur bawah tanah seperti gudang, tangki septik,
saluran limbah, dll
7. Tangki silinder tidak dirancang untuk instalasi bawah tanah, maka tidak dapat dipendam
sepenuhnya / sebagian

PEKERJAAN CAT CATAN


1. Cat Tembok
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : PERALATAN PERTUKANGAN
: SCAFOLDING
PEKERJAAN CAT
Penjelasan Umum
1. Meliputi bahan/ material yang bermutu baik, serta tenaga yang terampil untuk
mendapatkan hasil yang [Link] Lingkup

2. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh permukaan yang kelihatan seperti yang
disebutkan / ditunjuk dalam gambar untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan
petunjuk Direksi/ konsultan pengawas.

Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan sebagai


berikut :
1. Pengecatan tembok

 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan cat dinding.


 Approval material yang akan digunakan.
 Persiapan lahan kerja.
 Persiapan material kerja, antara lain : cat dinding emultion, plamir dinding, sealer,
alkali (anti jamur), ampelas, air , dll.
 Persiapan alat bantu kerja, antara lain : steiger, roll, bak rool, kuas, kape, dll.

 Aplikasi pengecatan dengan menggunakan roll dan untuk bagian sudut


menggunakan kuas.
 Pastikan dahulu permukaan dinding dalam keadaan kering tidak lembab.
 Proteksi area kerja dengan plastic terutama untuk menghindari tumpahan cat.
 Permukaan dinding dibersihkan dahulu sebelum di cat, yaitu dengan
diampelas, sikat kawat atau gurinda jenis mangkok (bila ada plesteran + aci yang
tidak rata).
 Setelah permukaan dinding bersih, diberi lapisan plamir dinding supaya pori-
pori/lubang-lubang kecil dan retak-retak halus tertutup.
 Setelah plamir kering, permukaan dinding diampelas lagi agar mendapatkan
permukaan yang bersih/halus.
 Selanjutnya permukaan dinding diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat cat).
Apabila setelah disealer timbul retak rambut, maka dilakukan plamir ulang dan
diampelas.
 Untuk dinding luar terlebih dahulu diberi lapisan alkali untuk anti jamur/lumut.
Kemudian dilakukan pengecatan finish untuk dinding minimal 2 (dua) lapis dengan
menggunakan cat dinding emultion.
 Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.
 Cat yang di gunakan adalah MOWILEX

2. Cat
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : PERALATAN PERTUKANGAN
: SCAFOLDING
Pengecatan plapon

 Pastikan permukaan plapon yang akan di cat dalam keadaan rata.


 Proteksi area kerja dengan plastic terutama pada bagian lantai dan pintu/jendela
untuk menghindari tumpahan cat.
 Permukaan plafond dibersihkan dahulu dari debu dan kotoran dengan diampelas.
 Gunakan scaffolding untuk menjangkau tempat yang tinggi.
 Kemudian permukaan plafond diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat cat).
 Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk permukaan plafond
minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan jenis cat emultion.
 Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.
 Cat yang di gunakan adalah cat MOWILEX.

- Pasang Keramik 30 x 30 cm
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : MOBIL PICK UP
: GENSET 10 KVA
: MOLEN
: PERALATAN PERTUKANGAN
Pasangan Keramik 30 X 30 cm granito ( pintu depan )
Penjelasan Umum
Meliputi pemasangan Lantai Dalam, titik peil mengikuti gambar rencana. Warna dan motif
berdasarkan petunjuk Direksi / konsultan pengawas.
Ruang Lingkup
Lantai yang dipergunakan berkualitas baik sesuai gambar rencana atau petunjuk direksi /
konsultan pengawas.
C. Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan sebagai berikut
:
 Pemasangan Lantai sesuai dengan petunjuk Direksi Pelaksana.
 Pekerjaan pemasangan Keramik lantai baru diperkenankan untuk dipasang setelah
semua Pekerjaan-pekerjaan dinding/plesteran dan plafond telah selesai dikerjakan.
Sebelum pemasangan keramik lantai, harus direndam dalam air sampah jenuh.
 Lantai keramik yang dipasang tidak boleh ada cat berupa : retak-retak, gelombang-
gelombang, berlubang, noda, permukaan cembung atau cekung. Sisi ubin keramik harus
siku, penyimpangan kesikuan ubin tidak boleh lebih besar dari 0,5 cm setiap jarak 10 cm
ke kanan dank ke kiri.
 Bahan lantai gedung digunakan keramik 30 x 30 cm ( frame pintu depan ) sedangkan
pada jenis keramik kualitas KW 1, Warna keramik disesuaikan dengan petunjuk Direksi.
 Pemasangan lantai keramik harus dikerjakan oleh tukang yang benar-benar ahli dan
harus menghasilkan penyelesaian yang rapih dan naad yang lurus. Naad harus diisi
dengan bahan grouting / pasta semen / okker yang warnanya disesuiakan dengan warna
keramik yang dipakai. Pengisian naad dilakukan paling cepat 24 jam setelah keramik
dipasang serta celah-celah keramik atau satu sama lain harus dibersihkan terlebih
dahulu dari kotoran yang menghambat masuknya cairan bahan pengisi. Segera setelah
pengisian naad dengan semen, permukaan lantai harus segera dibersihkan agar tidak
terdapat noda bekas semen.
 Pemasangan keramik yang tidak rapih, bergelombang, naad tidak lurus dan sebagainya
akibat dari pemasangan yang tidak baik harus dibongkar/diganti sehingga memuaskan
Direksi.
Adapun Tata cara pemasangannya adalah:
1. Siapkan Keramik 30 x 30 cm dan rendam di air.
2. Siapkan adukan yang di aduk dengan mesin molen yaitu dengan campuran 1 pc :
4 ps.
3. Tarik benang dan kemudian as bangunan di ambil dari as bangunan keseluruhan
teras
4. Kemudian memulai menghamparkan adukan tadi ke lantai kemudian di taburi
semen kering ke atas adukan tadi.
5. Pasang keramik 30 x 30 cm tadi di atas adukan yang telah di beri semen kering
dan di ketok ketok menggunakan palu karet agar dapat terpasang dengan kuat.
6. Jika terdapat sudut atau ujung ujung lantai yang besaran keramiknya lebih kecil
dari ukuran keramik aslinya maka perlu di potong menggunakan mesin
pemotong dengan tenaga listrik/ genset.
7. Setelah semua pasangan keramik sudah kering dan cukup kuat kemudian beri
nad pada sisi sisi tiap sambungan pasangan keramik.
8. Bersihkan dengan kain lap.
9. Gunakan genset jika terjadi pemadaman lampu untuk menyalakan peralatan
yang menggunakan tenaga listrik.
10. Jika material jauh dari lokasi gunakan mobil pick up untuk mengangkut material
agar dekat ke lokasi kerja.
- Kaca
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Metode Pemasangan kaca tebal 12 mm asahimas
1. Menyiapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
2. Ukur besaran frame daun jendela.
3. Potong kaca sesuai dengan ukuran.
4. Tempelkan kaca pada frame pintu yang telah di temple sementara tadi pada frame
pintu
5. Gunakan mobil pick up jika material jauh dari lokasi.
- pasang kusen aluminium pintu depan ( utama )
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: PERALATAN PERTUKANGAN

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pintu, Kusen dan Jendela Alumunium

Pintu, Kusen dan Jendela merupakan komponen penting dalam sebuah bangunan. Pada proyek-
proyek besar biasanya mempunyai jumlah pintu yang banyak, sehingga pelaksanan pekerjaan ini
dilapangan memerlukan metode pelaksanaan yang tepat. Adapun metode pelaksanaan
pekerjaan pintu, kusen dan jendela, adalah sebagai berikut :

Persiapan

 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu, kusen dan jendela
aluminium.
 Approval material yang akan digunakan.
 Persiapan lahan kerja.
 Persiapan material kerja, antara lain : alumunium kusen, alumunium frame, hardware,
sekrup, fisher, engsel, sealant, baut dynabolt, dll.
 Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor, gergaji, waterpass,
meteran, unting-unting, reevet, gun sealant, selang air, cutter, dll.

Pengukuran

 Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang akan dipasang
kusen aluminium apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau belum.

Fabrikasi kusen alumunium

 Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk memudahkan apabila
ada perbaikan.
 Alumunium dipotong dan di sambung/dirangkai menggunakan sekrup galvanis.
 Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan protection tape
(blue sheet) dan diberi tanda untuk memudahkan waktu pemasangan.

Pemasangan kusen alumunium dan frame

 Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan siap yaitu
pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai. Sistem pemasangan dengan di screw fisher
menggunakan fisher S8.
 Proteksi plastik (blue sheet) pada bagian kusen alumunium dapat dilepas, apabila lokasi
pekerjaan sudah benar-benar bersih dari kotoran dan tidak ada lagi pekerjaan yang dapat
merusak aluminium tersebut.

- Kaca
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Metode Pemasangan kaca tebal 5 mm asahimas
6. Menyiapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
7. Ukur besaran frame daun jendela.
8. Potong kaca sesuai dengan ukuran.
9. Tempelkan kaca pada daun jendela yang telah di temple sementara tadi pada kusen dan
tempelkan juga kaca pada kusen yang menggunakan kaca mati
10. Tempelkan les kayu pada daun jendela dan kusen yang menggunakan kaca mati yang
telah terpasang kaca tadi kemudian di paku menggunakan palu.
Gunakan mobil pick up jika material jauh dari lokasi.

- pasang kusen aluminium


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pintu, Kusen dan Jendela Alumunium

Pintu, Kusen dan Jendela merupakan komponen penting dalam sebuah bangunan. Pada proyek-
proyek besar biasanya mempunyai jumlah pintu yang banyak, sehingga pelaksanan pekerjaan ini
dilapangan memerlukan metode pelaksanaan yang tepat. Adapun metode pelaksanaan
pekerjaan pintu, kusen dan jendela, adalah sebagai berikut :

Persiapan

 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu, kusen dan jendela
aluminium.
 Approval material yang akan digunakan.
 Persiapan lahan kerja.
 Persiapan material kerja, antara lain : alumunium kusen, alumunium frame, hardware,
sekrup, fisher, engsel, sealant, baut dynabolt, dll.
 Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor, gergaji, waterpass,
meteran, unting-unting, reevet, gun sealant, selang air, cutter, dll.

Pengukuran

 Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang akan dipasang
kusen aluminium apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau belum.

Fabrikasi kusen alumunium

 Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk memudahkan apabila
ada perbaikan.
 Alumunium dipotong dan di sambung/dirangkai menggunakan sekrup galvanis.
 Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan protection tape
(blue sheet) dan diberi tanda untuk memudahkan waktu pemasangan.
Pemasangan kusen alumunium dan frame

 Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan siap yaitu
pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai. Sistem pemasangan dengan di screw fisher
menggunakan fisher S8.
 Sebelum
PERALATAN : MOBIL
kusen PICK
dimatikan
UP ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan kesikuan kusen
alumunium dengan alat
: PERALATAN bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak lurus maka diganjal
PERTUKANGAN
DURASIdengan:bahan
2 HARIdari hardboard, sehingga lebih kuat dan tahan lama.
 Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium dengan dinding di isi
silicone sealant.
 Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk
pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang pada kusen dengan
menggunakan penggantung engsel yang disekrup ke kusen.
 Pemasangan hardware dikerjakan setelah kondisi lapangan benar-benar aman dan tidak
ada lagi pekerjaan yang dapat merusak kusen dan alumunium dan daunnya.

Proteksi

 Proteksi plastik (blue sheet) pada bagian kusen alumunium dapat dilepas, apabila lokasi
pekerjaan sudah benar-benar bersih dari kotoran dan tidak ada lagi pekerjaan yang dapat
merusak aluminium tersebut.

- Kaca
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: PERALATAN PERTUKANGAN
 Metode Pemasangan kaca tebal 5 mm asahimas
11. Menyiapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
12. Ukur besaran frame daun jendela.
13. Potong kaca sesuai dengan ukuran.
14. Tempelkan kaca pada daun jendela yang telah di temple sementara tadi pada kusen dan
tempelkan juga kaca pada kusen yang menggunakan kaca mati
15. Tempelkan les kayu pada daun jendela dan kusen yang menggunakan kaca mati yang
telah terpasang kaca tadi kemudian di paku menggunakan palu.
Gunakan mobil pick up jika material jauh dari lokasi.

- Kaca bening 8 mm asahimas


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
 Sebelum
PERALATAN : MOBIL
kusen PICK
dimatikan
UP ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan kesikuan kusen
alumunium dengan alat
: PERALATAN bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak lurus maka diganjal
PERTUKANGAN
DURASIdengan:bahan
2 HARIdari hardboard, sehingga lebih kuat dan tahan lama.
 Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium dengan dinding di isi
 Metode Pemasangan kaca tebal 8 mm asahimas
silicone sealant.
 Menyiapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah
 Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk
pintu/jendela, dijangkau.
kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang pada kusen dengan
menggunakan Ukur besaran engsel
 penggantung frame daun jendela. ke kusen.
yang disekrup
 Pemasangan  hardware dikerjakan
Potong kaca setelah ukuran.
sesuai dengan kondisi lapangan benar-benar aman dan tidak
ada lagi pekerjaan yang dapat merusak kusen
 Tempelkan kaca pada daun jendela dan alumunium
yang telah didan daunnya.
temple sementara tadi
pada kusen dan tempelkan juga kaca pada kusen yang menggunakan
Proteksi
kaca mati
 Tempelkan les kayu pada daun jendela dan kusen yang menggunakan
kaca mati yang telah terpasang kaca tadi kemudian di paku menggunakan
palu.
o Gunakan mobil pick up jika material jauh dari lokasi.

- pasang daun pintu aluminium


TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : DUMP TRUCK
: PERALATAN PERTUKANGAN

Metode Pemasangan daun Pintu

INGKUP PEKERJAAN

Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk
melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.

Pekerjaan ini meliputi pembuatan daun pintu dan jendela panil kaca seperti yang ditunjukkan
dalam gambar.

PEKERJAAN YANG BERHUBUNGAN

a. Pekerjaan Kaca dan Cermin


b. Pekerjaan Alat Penggantung dan Pengunci
c. Pekerjaan Sealant.
STANDAR

ANSI (American National Standard Institute, USA)

A 134.1 - Specification for Aluminium Window

ASTM : E 330
SII : Standard Industri Indonesia

PENYIMPANAN

Penimbunan bahan-bahan pintu ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat


dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan
dan kelembaban.

PERSETUJUAN

a. Shop drawing:
Harus memperhatikan dengan jelas dimensi, sistim konstruksi, hubungan-hubungan antar
komponen, cara peng-angkuran dan lokasinya, penempatan hardware, dan detail-detail
pemasangan.

Harus memperhatikan kesesuaiannya dengan gambar rencana dan spesifikasi.

Shop drawing harus dikoordinasikan dengan “Ironmongery” guna ketepatan perkuatan-


perkuatan yang diperlukan serta lokasi dari hadware tersebut.

Shop drawing harus memperlihatkan juga detail-detail pemasangan kaca, gasket, serta sealant.

b. Contoh bahan:
Kontraktor harus menyerahkan 3 set contoh semua bahan yang memperlihatkan tekstur,
finishing dan warna.

Sampul profil-profl extruded panjangnya minimum 300 mm. Untuk aluminium sheet, ukuran
300 x 300 mm2, ketebalan sesuai dengan yang akan dipakai.

Semua sampul harus diberi tanda yang memperlihatkan ketebalan, jenis alloy, warna dn
pekerjaan dimana bahan tersebut akan dipakai.

B. BAHAN/PRODUK
BAHAN RANGKA

Dari bahan aluminium framing system, dari produk, dalam negeri yang ex. YKK, Alcan setara
disetujui Perencana/Konsultan Management Konstruksi.

Bentuk dan ukuran profil disesuaikan terhadap shop drawing yang telah disetujui
Perencana/Konsultan Management Konstruksi.

Pewarnaan Natural aluminum anodize sesuaikan dengan ketentuan pabrik, atau kalau diperlukan
warna harus dikoordinasikan dengan Perencana dan MK .

Nilai batas deformasi yang diijinkan 2 mm.

Bahan yang diproses di pabrik harus diseleksi terlebih dahulu dengan seksama sesuai dengan
bentuk toleransi, ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan, pewarnaan yang disyaratkan oleh
Perencana/Konsultan Management Konstruksi.

Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan
aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.

Daun pintu dengan konstruksi panel kaca rangka aluminium, seperti yang ditunjukkan dalam
gambar, termasuk bentuk dan ukurannya.

PENJEPIT KACA

Digunakan penjepit kaca dari bahan karet yang bermutu baik dan memenuhi persyaratan yang
ditentukan dari pabrik, pemasangan disyaratkan hanya 1 (satu) sambungan serta harus kedap
air.

BAHAN PANIL DAUN PINTU, JENDELA, PARTISI.

Semua bahan untuk pintu kaca interior Frame less menggunakan :


Tempered Glass tebal 5,8 dan 12 mm.

Semua bahan kaca yang digunakan harus bebas noda dan cacat, bebas sulfida maupun bercak-
bercak lainnya, dari produk PT. Asahimas Jaya Safety Glass.

C. PELAKSANAAN

Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang


ada dan kondisi dilapangan (ukuran dan lubang-lubang bukaan), termasuk mempelajari bentuk,
pola, layout/penempatan, caraa pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar.
Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka aluminium dan penguat lain yang
diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan
terutamaa untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada cacat berkas penyetelan.

Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi.

Daunpintu.

a. Jika diperlukan, harus menggunakan sekrup galvanized atas persetujuan Perencana/Konsultan


Management Konstruksi tanpa meninggalkan bekas cacat pada permukaan yang tampak.

b. Untuk daun pintu panel kaca setelah dipasang harus rata dan tidak bergelombang dan tidak
melintir.
- pasang daun jendela aluminium
TENAGA : PEKERJA BIASA
: TUKANG
: KEPALA TUKANG
: MANDOR
PERALATAN : MOBIL PICK UP
: PERALATAN PERTUKANGAN
DURASI : 1 HARI

Metode Pemasangan daun jendela

INGKUP PEKERJAAN

Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk
melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.

Pekerjaan ini meliputi pembuatan daun pintu dan jendela panil kaca seperti yang ditunjukkan
dalam gambar.

PEKERJAAN YANG BERHUBUNGAN

a. Pekerjaan Kaca dan Cermin


b. Pekerjaan Alat Penggantung dan Pengunci
c. Pekerjaan Sealant.

STANDAR

ANSI (American National Standard Institute, USA)

A 134.1 - Specification for Aluminium Window


ASTM : E 330
SII : Standard Industri Indonesia

PENYIMPANAN

Penimbunan bahan-bahan pintu ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat


dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan
dan kelembaban.

PERSETUJUAN

a. Shop drawing:
Harus memperhatikan dengan jelas dimensi, sistim konstruksi, hubungan-hubungan antar
komponen, cara peng-angkuran dan lokasinya, penempatan hardware, dan detail-detail
pemasangan.

Harus memperhatikan kesesuaiannya dengan gambar rencana dan spesifikasi.

Shop drawing harus dikoordinasikan dengan “Ironmongery” guna ketepatan perkuatan-


perkuatan yang diperlukan serta lokasi dari hadware tersebut.

Shop drawing harus memperlihatkan juga detail-detail pemasangan kaca, gasket, serta sealant.

b. Contoh bahan:
Kontraktor harus menyerahkan 3 set contoh semua bahan yang memperlihatkan tekstur,
finishing dan warna.

Sampul profil-profl extruded panjangnya minimum 300 mm. Untuk aluminium sheet, ukuran
300 x 300 mm2, ketebalan sesuai dengan yang akan dipakai.

Semua sampul harus diberi tanda yang memperlihatkan ketebalan, jenis alloy, warna dn
pekerjaan dimana bahan tersebut akan dipakai.

B. BAHAN/PRODUK

BAHAN RANGKA

Dari bahan aluminium framing system, dari produk, dalam negeri yang ex. YKK, Alcan setara
disetujui Perencana/Konsultan Management Konstruksi.

Bentuk dan ukuran profil disesuaikan terhadap shop drawing yang telah disetujui
Perencana/Konsultan Management Konstruksi.
Pewarnaan Natural aluminum anodize sesuaikan dengan ketentuan pabrik, atau kalau diperlukan
warna harus dikoordinasikan dengan Perencana dan MK .

Nilai batas deformasi yang diijinkan 2 mm.

Bahan yang diproses di pabrik harus diseleksi terlebih dahulu dengan seksama sesuai dengan
bentuk toleransi, ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan, pewarnaan yang disyaratkan oleh
Perencana/Konsultan Management Konstruksi.

Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan
aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.

Daun pintu dengan konstruksi panel kaca rangka aluminium, seperti yang ditunjukkan dalam
gambar, termasuk bentuk dan ukurannya.

PENJEPIT KACA

Digunakan penjepit kaca dari bahan karet yang bermutu baik dan memenuhi persyaratan yang
ditentukan dari pabrik, pemasangan disyaratkan hanya 1 (satu) sambungan serta harus kedap
air.

BAHAN PANIL DAUN PINTU, JENDELA, PARTISI.

Semua bahan untuk pintu kaca interior Frame less menggunakan :


Tempered Glass tebal 5,8 dan 12 mm.

Semua bahan kaca yang digunakan harus bebas noda dan cacat, bebas sulfida maupun bercak-
bercak lainnya, dari produk PT. Asahimas Jaya Safety Glass.

C. PELAKSANAAN

Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang


ada dan kondisi dilapangan (ukuran dan lubang-lubang bukaan), termasuk mempelajari bentuk,
pola, layout/penempatan, caraa pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar.

Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka aluminium dan penguat lain yang
diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan
terutamaa untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada cacat berkas penyetelan.

Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi.

Daunpintu.
a. Jika diperlukan, harus menggunakan sekrup galvanized atas persetujuan Perencana/Konsultan
Management Konstruksi tanpa meninggalkan bekas cacat pada permukaan yang tampak.

b. Untuk daun pintu panel kaca setelah dipasang harus rata dan tidak bergelombang dan tidak
melintir.
PASANG BACKDROP
12. TENAGA : PEKERJA BIASA
13. : TUKANG
14. : KEPALA TUKANG
15. : MANDOR
16. PERALATAN : DUMP TRUCK
17. : PERALATAN PERTUKANGAN
19. Dalam tulisan ini sekarang saya mungkin akan membahas sedikit tentang finishing pada
furniture dan bagaimana cara melakukannya. Karena beda material pada finishing beda
pula pengaplikasiannya. seperti kita ketahui finishing sangat penting terhadap funiture
selain untuk nilai estetika dari furniture itu sendiri juga untuk membuat furniture itu
menambah ketahanan kayu itu dari faktor external seperti cuaca yang lembab, benturan
dll.
20. Seperti kita ketahui finishing ada beberapa jenis yaitu, Finishing cat (melamik & duco)
dan finishing tempelan yang berupa bahan sintetis yaitu Veneer (lapisan tipis kayu asli),
HPL (laminate), Tacon, PVC (polyvinyl carbonate) yang bentuknya berupa lembaran atau
roll dan direkatkan dengan menggunakan lem khusus.
21. Ok, untuk pengaplikasiaan pada bidang kayu (Plywood, MDF dan Particel Board) adalah
sama. Tetapi tergantung dari material apa yang akan kita pakai.
22. Finishing pada Veneer lebih mudah dibanding material tempel lainnya..karena cukup
menggunakan lem kuning atau lem putih (bila dengan lem putih biasanya harus lama
pada proses penge-press-an) supaya tidak mudah lepas. Hanya saja untuk benar-benar
bagus harus di cat semprot atau kuas (untuk detil fiinshing veneer pada kesempatan lain
akan saya bahas)
23. Untuk finishing HPL dan Taconsheet, lem yang digunakan bisa untuk semua lem dari
rentang harga Rp. 85.000 keatas atau bisa kita lihat dari tingkat kekentalan lem tersebut
(karena biasanya beda harga beda pula tingkat kekentalannya dan beda pula daya
tahannya..harga gak bisa bohong sob..hehehe ). Mungkin yang perlu diperhatikan
adalah saat menyambung siku/sudut dari bidang tersebut dan saya menyarankan untuk
siku/sudut tersebut lebih baik menggunakan lapisan edging (yg lebarnya 2 cm s/d 5 cm).
Bisa juga menggunakan HPL tersebut dan saya menyarankan juga untuk pergi ke tukang
cat oplosan meminta mereka supaya membuat warna pokok yang sama dari HPL
tersebut (seperti kita ketahui pada HPL selalu hitam pada bekas potongannya) agar kita
bisa menutupi/menyamarkan bekas potongan tadi.
24. Terakhir finishing menggunakan PVC ((polyvinyl carbonate), memang agak susah untuk
mendapatkan hasil yang bagus karena material ini sangat tipis (0,04mm, sekali lagi harga
gak bisa bohong hehehe. lanjuut..) tapi jangan kuatir asal kita bisa sabar pasti hasil
yang didapat bisa maksimal. Untuk aplikasi pvc ini biasanya (kami di workshop)
menggunakan lem dengan harga Rp. 85,000,- s/d Rp. 90,000,- karena mengejar tingkat
kekentalan yang sedikit encer supaya saat penempelan bisa diurut (menggunakan kayu
dilapisi kain) sambil ditekan ke material kayunya bila menggunakan lem yang
kekentalannya tinggi biasanya akan menggelembung seperti udara (lagipula dari sisi
penjualan biasanya finishing dengan pvc ini sangat murah harga per-unitnya, saya
memang tidak sarankan). Untuk sudut-sudutnya lebih baik dilakukan pelipatan dengan
cara dipotong dengan cutter dan jangan sampai terpotong putus pvc itu supaya bisa
dilipat dan dijadikan edging. Untuk pemotongan pada sisa2 lipatan itu lebih baik saya
sarankan menggunakan media tidak tajam (supaya garis pemotongan lainnya tidak
terkena/terserut).
25. Untuk aplikasi diatas (kecuali veneer) memang lebih baik menggunakan edging untuk
menutup sisi2 material tersebut..tapi harus diingat juga pada siku/sudut edging tersebut
dihaluskan menggunakan mata router khusus
2. PEMBUATAN MEJA RESEPSIONIS LAPIS HPL PTSP
26. TENAGA : PEKERJA BIASA
27. : TUKANG
28. : KEPALA TUKANG
29. : MANDOR
30. PERALATAN : DUMP TRUCK
31. : PERALATAN PERTUKANGAN
33. Dalam tulisan ini sekarang saya mungkin akan membahas sedikit tentang finishing pada
furniture dan bagaimana cara melakukannya. Karena beda material pada finishing beda
pula pengaplikasiannya. seperti kita ketahui finishing sangat penting terhadap funiture
selain untuk nilai estetika dari furniture itu sendiri juga untuk membuat furniture itu
menambah ketahanan kayu itu dari faktor external seperti cuaca yang lembab, benturan
dll.
34. Seperti kita ketahui finishing ada beberapa jenis yaitu, Finishing cat (melamik & duco)
dan finishing tempelan yang berupa bahan sintetis yaitu Veneer (lapisan tipis kayu asli),
HPL (laminate), Tacon, PVC (polyvinyl carbonate) yang bentuknya berupa lembaran atau
roll dan direkatkan dengan menggunakan lem khusus.
35. Ok, untuk pengaplikasiaan pada bidang kayu (Plywood, MDF dan Particel Board) adalah
sama. Tetapi tergantung dari material apa yang akan kita pakai.
36. Finishing pada Veneer lebih mudah dibanding material tempel lainnya..karena cukup
menggunakan lem kuning atau lem putih (bila dengan lem putih biasanya harus lama
pada proses penge-press-an) supaya tidak mudah lepas. Hanya saja untuk benar-benar
bagus harus di cat semprot atau kuas (untuk detil fiinshing veneer pada kesempatan lain
akan saya bahas)
37. Untuk finishing HPL dan Taconsheet, lem yang digunakan bisa untuk semua lem dari
rentang harga Rp. 85.000 keatas atau bisa kita lihat dari tingkat kekentalan lem tersebut
(karena biasanya beda harga beda pula tingkat kekentalannya dan beda pula daya
tahannya..harga gak bisa bohong sob..hehehe ). Mungkin yang perlu diperhatikan
adalah saat menyambung siku/sudut dari bidang tersebut dan saya menyarankan untuk
siku/sudut tersebut lebih baik menggunakan lapisan edging (yg lebarnya 2 cm s/d 5 cm).
Bisa juga menggunakan HPL tersebut dan saya menyarankan juga untuk pergi ke tukang
cat oplosan meminta mereka supaya membuat warna pokok yang sama dari HPL
tersebut (seperti kita ketahui pada HPL selalu hitam pada bekas potongannya) agar kita
bisa menutupi/menyamarkan bekas potongan tadi.
38. Terakhir finishing menggunakan PVC ((polyvinyl carbonate), memang agak susah untuk
mendapatkan hasil yang bagus karena material ini sangat tipis (0,04mm, sekali lagi harga
gak bisa bohong hehehe. lanjuut..) tapi jangan kuatir asal kita bisa sabar pasti hasil
yang didapat bisa maksimal. Untuk aplikasi pvc ini biasanya (kami di workshop)
menggunakan lem dengan harga Rp. 85,000,- s/d Rp. 90,000,- karena mengejar tingkat
kekentalan yang sedikit encer supaya saat penempelan bisa diurut (menggunakan kayu
dilapisi kain) sambil ditekan ke material kayunya bila menggunakan lem yang
kekentalannya tinggi biasanya akan menggelembung seperti udara (lagipula dari sisi
p alan biasanya finishing dengan pvc ini sangat murah harga per-unitnya, saya
e memang tidak sarankan). Untuk sudut-sudutnya lebih baik dilakukan pelipatan
n dengan cara dipotong dengan cutter dan jangan sampai terpotong putus pvc itu
j supaya bisa dilipat dan dijadikan edging. Untuk pemotongan pada sisa2 lipatan
u
i ajam (supaya garis pemotongan lainnya tidak terkena/terserut).
t 39. Untuk aplikasi diatas (kecuali veneer) memang lebih baik menggunakan edging
u untuk menutup sisi2 material tersebut..tapi harus diingat juga pada siku/sudut
l edging tersebut dihaluskan menggunakan mata router khusus.
e PEMASANGAN NAMA STAINLESS
3.
b
TENAGA : PEKERJA BIASA
i : TUKANG
h : KEPALA TUKANG
b
: MANDOR
a
PERALATAN
i : DUMP TRUCK
k : PERALATAN PERTUKANGAN
s
a
y
a
s
a
r
a
n
k
a
n
m
e
n
g
g
u
n
a
k
a
n
m
e
d
i
a
t
i
d
a
k
t
86. Adapun cara untuk memasang huruf timbul/lettering adalah sebagai berikut :
1. Persiapan alat-alat untuk memasang seperti cutter/pisau, lem fox kuning, sket
plotingan huruf yang sudah di setting di komputer, spon, meteran dll.
2. Mengukur media yang ingin ditempatkan untuk huruf timbul/lettering apakah sesuai
dengan sket plotingan dari komputer.
3. Menentukan ketinggian dari huruf timbul/lettering yang ingin dipasang.
4. Membolongkan sket plotingan untuk patokan dari huruf/lettering yang ingin di
pasang misal ujung huruf atas dan ujung huruf bawah atau tengah yang penting bisa
menjadi patokan setelah sket dicopot.
5. Mengatur sket plotingan yang sudah di bolongi sesuai dengan keinginan lalu di
tempel dengan menggunakan plakban kertas setelah selesai diperhatikan apakah sudah
pas kalau belum diatu kembali sampai pas apa yang diinginkan.
6. Setelah itu bolongan yang menjadi patokan untuk memasang huruf timbul/lettering
ditandai dengan pensil setelah selesai semua sket dilepas.
7. Ambil masing-masing huruf tempelkan sesuai patokan yang telah ditandai tadi
kemudian tandai seluruh bidang huruf untuk patokan batasan pengeleman.
apabilasemua sudah selesai baru masuk pada proses pengeleman.
8. Karena pemasangan dimedia wallpaper atau gypsum biasa huruf timbul
dibelakangnya sudah dipasang spon , spon inilah yang diberi lem fox kuning tunggu
sampai kering begitu juga media batas yang telah disket sebelumnya diberi lem hingga
kering setelah kedua media kering baru huruf timbul/letering ditempelkan sesuai
posisinya dan sedikit ditekan untuk memastikan telah melekat dengan baik, begitu
seterusnya sampai semua huruf terpasang dengan baik.

Ok ini hanya garis besarnya bagaimana memasang huruf timbul/lettering pada


wallpaper. Kalau diikuti memang kelihatan mudah tapi disini perlu kehatian dan
ketelitian karena apabila terjadi kesalahan anda akan menganti seluruh wallpaper yang
sudah terpasang dan menganti rugi untuk pemasangan wallpaper baru. Harus anda
untung jadi buntung kalau kejadiannya anda ceroboh dalam pemasangan huruf
timbul/lettering pada wallpapa.

PEKERJAAN PEMBERSIHAN SETELAH PEKERJAAN SELESAI

 Sebelum diadakan Serah Terima-1 (Pertama) Pekerjaan, Kontraktor pelaksana


wajib membersihkan semua bagian Pekerjaan, terutama pada atap, lantai dinding,
pintu/jendela, plafond dan lain-lain. Kontraktor Pelaksana juga harus
membersihkan barang bekas/peralatan yang diperlukan. Semua sisa material
yang digunakan lagi harus dibawa ke luar dari lingkungan pekerjaan, sehingga
halaman benar-benar bersih dan rapih. Semua Materrial Yang sdh Tidak Terpakai
Di Buang Manggunakan Mobil Jenis DUMP TRUCK Ke Tempat Pembuangan
Sampah.
MASA PEMELIHARAAN
 Selama masa pemeliharaan Kontraktor Pelaksana berkewajiban untuk mengganti
material yang tidak berfungsi dengan baik, dan bertanggung jawab atas semua
kekurangan dari item pekerja yang telah dikerjakan.
KETENTUAN TAMBAHAN
 Semua pekerjaan yang terdapat dalam gambar bestek tapi tidak dinyatakan dalam
RKS ini atau sebaliknya, akan tetapi menyangkut pekerjaan bangunan ini, maka
pemborong wajib menyelesaikan sesuai petunjuk Pengawas Lapangan / Pihak
Direksi.

 Selain Bestek ringkas ini, semua ketentuan-ketentuan administrasi pemeriksaan


bahan dan mutu pekerjaan serta ketentuan-ketentuan lain dari pemerintah yang
menyangkut pelaksanaan pekerjaan pembangunan termasuk pula sebagai
pedoman penyelenggara pekerjaan yang harus ditaati oleh Rekanan. Satu dan
lain-lain menurut petunjuk Unsur Teknis yang tidak bertentangan dengan uraian
dan syarat-syarat ini.

Anda mungkin juga menyukai