SATUAN ACARA PENYULUHAN
DENGUE HEMORRAGIK FEVER (DHF)
Disusun oleh:
Kelompok 1
1. Lirani Dakhi
2. Yusfin Laia
3. Titi D.J Tafonao
4. Ester D. Sarumaha
5. Wiwin Cinthia Dewi Bate’e
6. Widia Siregar
7. Agus [Link]
8. Rosni J. Harefa
9. Ernawati Zamili
[Link] Waruwu
[Link] B. Hulu
[Link] Halawa
[Link] M. Fau
[Link] C.N Bu’ulolo
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
2024-2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN
DENGUE HEMORRAGIK FEVER (DHF)
Topik : Dengue Hemorragik Fever (DHF)
Sub Topik : Pencegahan Dengue Hemorragik Fever (DHF)
Hari/Tanggal : Sabtu, 09 November 2024
Waktu / Jam : 30 Menit / 15.00 – 15.30 WIB
Tempat : Ruang Anggrek RSUD Nias Selatan
Peserta : Pasien DHF Ruang Anggrek RSUD Nias Selatan
Penyuluh : Mahasiswa S1 Keperawatan (RPL) USM - Indonesia
I. TUJUAN UMUM
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang Demam Berdarah Dengue (DBD)
diharapkan keluarga pasien mengetahui tentang cara pencegahan Demam Berdarah Dengue.
II. TUJUAN KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit keluarga pasien mampu:
1. Menjelaskan pengertian Demam Berdarah Dengue
2. Mengetahui penyebab Demam Berdarah Dengue
3. Menyebutkan tanda dan gejala Demam Berdarah Dengue
4. Mengetahui cara pencegahan Demam Berdarah Dengue
III. MATERI
1. Pengertian Demam Berdarah Dengue
2. Penyebab Demam Berdarah Dengue
3. Ciri nyamuk Aedes Aegypty
4. Tanda dan gejala Demam Berdarah
5. Cara pencegahan Demam Berdarah Dengue
IV. METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
V. MEDIA
1. Leaflet
2. Materi
VI. KEGIATAN PENYULUHAN
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Respon Peserta
1. Pembukaaan 5 menit 1. Memberi Salam 1. Menjawab Salam
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan dan
3. Menggali pengetahuan memperhatikan
pasien tentang Demam 3. Menjawab
pertanyaan
Berdarah Dengue
4. Menyetujui kontrak
4. Menjelaskan Tujuan
Penyuluan waktu
5. Membuat Kontrak waktu
2. Kegiatan inti 1. Menjelaskan tentang 1. Mendangarkan dan
(20 menit) Pengertian Demam memperhatikan
Berdarah Dengue (DBD) penjelasan
penyuluhan
Penyebab Demam 2. Aktif bertanya
Berdarah Dengue (DBD) 3. Mendengarkan
Tanda dan Gejala Demam
Berdarah Dengue (DBD)
Cara Pencegahan Demam
Berdarah (DBD)
2. Memberikan kesempatan
untuk bertanya
3. Menjawab pertanyaan
Peserta.
3. Penutup (5 menit) 1. Menyimpulkan materi yang 1. Mendengarkan dan
di sampaikan oleh penyuluh Memperhatikan
2. Mengevaluasi peserta atas 2. Menjawab
penjelasan yang di pertanyaan yang
sampaikan dan penyuluh diberikan
menanyakan kembali 3. Menjawab salam
mengenai materi penyuluhan
3. Salam penutup
VII. EVALUASI
a. Struktural
1) Peserta hadir di tempat penyuluhan
2) Penyelenggaraan Penyuluhan dilakukan di keluarga pasien
3) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan 1 hari sebelumnya (Satuan
Acara Penyuluhan)
4) Tidak ada peserta penyuluhan yang meninggalkan tempat sebelum penyuluhan selesai
b. Hasil
Peserta mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan oleh penyuluh yaitu sesuai
dengan tujuan khusus peserta dapat menyebutkan:
1. Apa pengertian Demam Berdarah Dengue (DBD) ?
2. Apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya DBD ?
3. Bagaimana cara penularan DBD ?
4. Sebutkan tanda dan gejala DBD ?
5. Bagaimana cara pencegahan DBD ?
VIII. ANTISIPASI MASALAH
a. Bila peserta tidak aktif dalam kegiatan (tidak ada pertanyaan) fasilitator dapat
menstimulasi dengan cara berdialog dengan pemberi materi dalam membahas materi
yang sedang diberikan.
b. Pertanyaan yang sekiranya tidak dapat dijawab oleh kelompok penyaji hendaknya
dilakukan konfirmasi pada pembimbing klinik yang mendampingi.
DENGUE HEMORAGIC FEVER (DHF)
A. Pengertian
DHF atau sering disebut dengan demam berdarah (DBD) penyakit yang disebabkan oleh
virus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit ini menyebabkan gangguan
pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan
perdarahan- perdarahan. Ini terlihat pada banyak penderita demam berdarah yang kulitnya
timbul bintik-bintik merah sebagai ciri khas penyakit demam berdarah ini.
B. Penyebab
Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh gigitan
nyamukAedes Aegypti pada pembuluh darah.
Ciri-ciri nyamuk Aedes Aegypty:
1. Warna hitam dengan belang-belang putih di seluruh badannya
2. Berbadan kecil
3. Biasanya menggigit pada siang hari dan sore hari
4. Hidup dan berkembang biak di dalam rumah (bak mandi,kaleng bekas,kolam ikan,ban
bekas,pot tanaman air,tempat minuman burung)
5. Senang hinggap pada pakaian yang bergantung,kelambu dan ditempat yang gelap dan
lembab.
6. Jentik nyamuk berperan aktif di dalam bak air
7. Posisi jentik nyamuk tegak lurus dengan permukaan air
8. Gerakan jentik nyamuk naik turun ke atas pemukaan air untuk bernafas
9. Kemampuan terbang kira-kira 100 meter
C. Tanda dan Gejala
1. Panas 2-7 hari dengan gambaran panas seperti pelana kuda (naik turun)
2. Disertai gejala-gejala seperti influenza, misalnya nyeri otot, nyeri sendi, mual, nafsu
makan menurun, sakit kepala, badan lemas, dan kaki tangan dingin
3. Kemudian timbul bintik merah di muka atau anggota tubuh lainnya, lebih lanjut dapat
terjadi perdarahan melalui hidung, gusi atau tinja.
Apabila hanya terdapat gejala-gejala seperti pada no.2 tanpa diserati tanda-tanda perdarahan,
maka pada hari kelima panas turun dan penderita akan sehat kembali. Keadaan seperti ini
disebut Demam 5 hari atau Demam Dengue.
D. Cara Penularan
1. DHF hanya dapat ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti betina, yang tersebar luas
dirumah-rumah dan tempat-tempat umum (sekolah, pasar, terminal, warung,dsb).
2. Nyamuk ini mendapatkan virus dengue sewaktu menggigit/menghisap darah orang yang
sakit DHF atau orang yang tidak sakit tetapi dalam darahnya terdapat virus dengue.
3. Orang yang darahnya mengandung virus dengue tetapi tidak sakit dapat pergi kemana-
mana menularkan virus itu kepada orang lain di tempat yang ada nyamukaedes aegypti.
4. Virus dengue yang terhisap nyamuk aedes aegypti akan berkembang biak dalam tubuh
nyamuk.
5. Bila nyamuk tersebut menggigit/menghisap darah orang lain, virus tersebut akan
dipindahkan bersama air liur nyamuk ke orang tersebut.
6. Orang yang digigit nyamuk aedes aegypti yang mengandung virus dengue akan
menunjukkan gejala sakit/demam setelah 4-6 hari (masa inkubasi).
7. Bila orang yang ditulari tidak memiliki daya tahan tubuh yang baik, ia akan segera
menderita DHF.
8. Nyamuk aedes aegypti yang sudah mengandung virus dengue, seumur hidupnya dapat
menularkan virus tersebut kepada orang lain.
E. Cara Pencegahan
a. Memelihara lingkungan tetap bersih dan cukup sinar
matahari.
b. Melakukan pemberantasan sarang nyamuk, dengan cara :
1. Menutup dan menguras tempat penampungan air setiap minggu agar bebas dari
jentik nyamuk
2. Mengubur, membakar dan membuang kaleng, botol bekas dan sampah
lainnya sehingga tidak menjdi tempat bersarangnya nyamuk aedes aegypti
3. Rapikan halaman dan jangan biarkan semak-semak dihalaman tidak terurus
4. Bersihkan selokan agar air dapat mengalir dengan lancer
5. Tidak membiarkan kain/baju bergantungan.
F. Dampak/Bahaya Penyakit DBD
Apabila penyakit demam berdarah melanjut terus sehingga penderita menjadi shock dan
kesadaran menurun, maka keadaan ini disebut Demam Berdarah dengan shock. Keadaan
inilah yang sangat berbahaya dan sering menimbulkan kematian.
G. Perawatan dan Pengobatan
Perawatan di rumah :
a. Beri penderita minum air yang banyak (air masak, teh, susu atau minuman lainnya).
b. Cepat bawa ke dokter, puskesmas atau langsung ke RS apabila penderita tampak
gelisah, lemah, kaki dan tangan dingin, bibir pucat dan denyut nadi lemah.
Perawatan di Rumah Sakit :
a. Penderita harus tirah baring atau istirahat total ditempat
tidur.
b. Penderita diberi diet makanan lunak.
c. Penderita harus banyak minum (2-2,5 liter/jam). Pemberian cairan merupakan hal yang
paling penting bagi penderita demam berdarah.
d. Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium (setiap hari darah
penderita diambil untuk pemeriksaan).
e. Transfusi darah.
f. Pemberian terapi obat.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI kerjasama dengan WHO dan UNICEF, BukuBaganManajemenTerpadu
BalitaSakit(MTBS)Indonesia., Jakarta, 2008.
Markum, A.H., BukuAjarIlmuKesehatanAnakJilid1, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 2008
Sacharin, Rosa M., PrinsipKeperawatanPediatrikEdisi2, EGC, Jakarta, 2008