TUGAS TUTORIAL SESI 1
(EKMA4413) / (Riset Operasi) / 3 SKS
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PERIODE 2025.1
Nama : SAFRUDIN DWI UTOMO
NIM : 051090427
1. Sebuah perusahaan teknologi mencatat data penjualan sebagai berikut: a. Probabilitas
permintaan tinggi (P1): 0,4; b. Probabilitas permintaan sedang (P2): 0,5; c.
Probabilitas permintaan rendah (P3): 0,1. Jika keuntungan yang dihasilkan adalah
Rp50 juta untuk permintaan tinggi, Rp30 juta untuk permintaan sedang, dan Rp10
juta untuk permintaan rendah, berapa ekspektasi keuntungan perusahaan? (30)
2. Sebuah perusahaan jasa logistik sedang mempertimbangkan waktu yang paling
efisien untuk mengganti armada kendaraannya. Harga perolehan kendaraan
operasional adalah Rp250.000.000, dengan harga jual dan biaya pemeliharaan
sebagai berikut:
Tahun Harga Jual Biaya Pemeliharaan
1 Rp 180.000.000 Rp1.500.000
2 Rp 165.000.000 Rp2.800.000
3 Rp 150.000.000 Rp4.500.000
4 Rp 135.000.000 Rp6.200.000
Berdasarkan nilai tinggi rata-rata, hitunglah biaya paling optimumnya dan pada tahun
ke berapa waktu yang paling tepat mengganti kendaraannya? (30)
3. Sebuah perusahaan makanan cepat saji memiliki kebutuhan bahan baku sebanyak
1.800 unit per tahun. Biaya penyimpanan per tahun adalah 25% dari harga barang,
harga setiap barang Rp12, biaya pemesanan Rp200, dan biaya keterlambatan
pemesanan Rp5 per unit per tahun:
a. Jumlah optimal barang yang harus dibeli setiap kali pemesanan (EOQ)? (20)
b. Jangka waktu optimal antara satu pesanan dengan pesanan berikutnya? (10)
c. Total biaya optimal? (10)
Jawaban :
1. Ekspektasi keuntungan dihitung dengan menjumlahkan hasil perkalian antara
probabilitas setiap kejadian dengan keuntungan yang dihasilkan oleh kejadian
tersebut. Rumusnya adalah: E(X) = Σ [P(Xi) x Xi], di mana P(Xi) adalah probabilitas
kejadian i, dan Xi adalah keuntungan dari kejadian i.
Diketahui data sebagai berikut :
• Probabilitas permintaan tinggi: 0,4, keuntungan Rp50 juta
• Probabilitas permintaan sedang: 0,5, keuntungan Rp30 juta
• Probabilitas permintaan rendah: 0,1, keuntungan Rp10 juta
Maka, ekspektasi keuntungan:
E(Keuntungan) = (P1 x Keuntungan1) + (P2 x Keuntungan2) + (P3 x
Keuntungan3)
E(Keuntungan) = (0,4 x Rp50.000.000) + (0,5 x Rp30.000.000) + (0,1 x
Rp10.000.000)
E(Keuntungan) = Rp20.000.000 + Rp15.000.000 + Rp1.000.000
E(Keuntungan) = Rp36.000.000
Jadi, ekpektasi keuntungan perusahaan adalah Rp.36.000.000
2. Untuk menentukan waktu penggantian armada yang optimal, kita perlu menghitung
total biaya kumulatif (harga perolehan + biaya pemeliharaan kumulatif - harga jual)
untuk setiap tahun dan kemudian menghitung biaya rata-rata per tahun. Waktu
penggantian optimal adalah tahun dengan biaya rata-rata terendah.
Langkah menghitung biaya rata-rata tahunan untuk tiap tahun adalah:
• Biaya total = (harga perolehan – harga jual) + (biaya pemeliharaan × jumlah
tahun)
• Biaya rata-rata = biaya total / jumlah tahun
Tahun Harga Jual Biaya Biaya Biaya Biaya Rata-
(Rp) Pemeliharaan Pemeliharaan Kumulatif rata (Rp) =
(Rp) Kumulatif (Rp) = Harga Biaya
(Rp) Perolehan + Kumulatif /
Biaya Tahun
Pemeliharaan
Kumulatif -
Harga Jual
2. 165.000.000 2.800.000 1.500.000 + 250.000.000 + 89.300.000 / 2
2.800.000 = 4.300.000 - = 44.650.000
4.300.000 165.000.000 =
89.300.000
3. 150.000.000 4.500.000 4.300.000 + 250.000.000 + 108.800.000 /
4.500.000 = 8.800.000 - 3=
8.800.000 150.000.000 = 36.266.666,67
108.800.000
4. 135.000.000 6.200.000 8.800.000 + 250.000.000 + 130.000.000 /
6.200.000 = 15.000.000 - 4=
15.000.000 135.000.000 = 32.500.000
130.000.000
Jadi, biaya rata-rata paling rendah terjadi pada tahun ke-4, yaitu Rp32.500.000. Jadi,
waktu paling tepat mengganti kendaraan adalah pada tahun ke-4.
3. Perhitungan EOQ, Jangka Waktu Optimal, dan Total Biaya Optimal
Diketahui data sebagai berikut :
• Kebutuhan tahunan: 1.800 unit (D)
• Biaya pemesanan: Rp200 (S)
• Biaya penyimpanan per unit per tahun: 25% × Rp12 = Rp3 (H)
a. EOQ (Economic Order Quantity)
EOQ adalah jumlah pesanan optimal yang meminimalkan total biaya
persediaan. Rumusnya adalah: EOQ = √(2DS/H), di mana D adalah permintaan
tahunan, S adalah biaya pemesanan per pesanan, dan H adalah biaya
penyimpanan per unit per tahun.
EOQ = √(2DS/H)
= √(2 x 1.800 x 200 / 3)
= √(240.000)
= 489,8979... ≈ 490 unit
Jadi, jumlah optimal barang yang harus dibeli setiap kali pemesanan (EOQ)
adalah 490 unit
b. Jangka Waktu Optimal
Jangka waktu optimal antara pesanan dihitung dengan membagi jumlah
hari kerja dalam setahun dengan jumlah pesanan optimal per tahun.
Jumlah Pesanan per Tahun = D / EOQ
= 1.800 / 490
= 3,6734... ≈ 3,67 pesanan
Diasumsikan 1 tahun = 365 hari
Jangka Waktu Optimal = 365 hari / 3,67 pesanan
= 99,455... ≈ 99 hari (-+ 3,3 bulan)
Jadi, jangka waktu optimal antara satu pesanan dengan pesanan berikutnya
adalah 99 hari (-+ 3,3 bulan)
c. Total Biaya Optimal
Total biaya optimal adalah jumlah dari biaya pemesanan, biaya
penyimpanan, dan biaya kekurangan (jika ada).
Biaya Pemesanan = (D / EOQ) x S
= (1.800 / 490) x 200
= 3,6734... x 200
= Rp734,69
Biaya Penyimpanan = (EOQ / 2) x H
= (490 / 2) x 3
= 245 x 3
= Rp735
Biaya keterlambatan total = 1.800 × Rp5
= Rp.9000
Total Biaya Optimal = Biaya Pemesanan + Biaya Penyimpanan
= Rp734,69 + Rp735 + Rp.9000
= Rp.10.469,69 ≈ 10.470
Jadi, total biaya optimalnya adalah Rp.10.470
Sumber Referensi :
1. BMP Riset Operasi EKMA4413 edisi 3 Penulis : Pangestu Subagyo
2. [Link]
_preferensi_atas_resiko_dan_fungsi_utility.pdf
3. [Link]