0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan24 halaman

Pengaruh Faktor UTAUT 2 pada Mobile Banking Syariah

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan mobile banking syariah di kalangan Generasi Z muslim di Semarang dengan menggunakan model UTAUT 2 yang dimodifikasi. Hasil menunjukkan bahwa Performance Expectancy, Hedonic Motivation, Price Value, Habit, Perceived Credibility, dan Religiosity berpengaruh positif terhadap niat penggunaan, sementara Effort Expectancy, Social Influence, dan Facilitating Conditions tidak berpengaruh. Temuan ini memberikan wawasan bagi bank syariah untuk mengoptimalkan faktor-faktor penting dalam meningkatkan daya saing di era teknologi keuangan.

Diunggah oleh

Akika Kiki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan24 halaman

Pengaruh Faktor UTAUT 2 pada Mobile Banking Syariah

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan mobile banking syariah di kalangan Generasi Z muslim di Semarang dengan menggunakan model UTAUT 2 yang dimodifikasi. Hasil menunjukkan bahwa Performance Expectancy, Hedonic Motivation, Price Value, Habit, Perceived Credibility, dan Religiosity berpengaruh positif terhadap niat penggunaan, sementara Effort Expectancy, Social Influence, dan Facilitating Conditions tidak berpengaruh. Temuan ini memberikan wawasan bagi bank syariah untuk mengoptimalkan faktor-faktor penting dalam meningkatkan daya saing di era teknologi keuangan.

Diunggah oleh

Akika Kiki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BISNIS: Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam

P-ISSN: 2442-3718, E-ISSN: 2477-5533


Volume 12, Nomor 1, Juni 2024 (PP : 153-176)
[Link]
[Link]

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan


Mobile Banking Syariah

𝐀𝐧𝐧𝐢𝐬𝐚 𝐄𝐥𝐲𝐚𝐧𝐚 𝐃𝐞𝐰𝐢𝟏, 𝐏𝐮𝐫𝐛𝐚𝐲𝐮 𝐁𝐮𝐝𝐢 𝐒𝐚𝐧𝐭𝐨𝐬𝐚𝟐


𝐔𝐧𝐢𝐯𝐞𝐫𝐬𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐃𝐢𝐩𝐨𝐧𝐞𝐠𝐨𝐫𝐨𝟏, 𝐔𝐧𝐢𝐯𝐞𝐫𝐬𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐃𝐢𝐩𝐨𝐧𝐞𝐠𝐨𝐫𝐨𝟐
annisalyana26@gmail. com1, purbayubs@gmail. com2

Abstract
One of the biggest challenges that islamic mobile banking is facing today is that the number
of users is far less than that of conventional mobile banking. This research aims to analyze
the influence of the modified UTAUT 2 model’s factors on the use of islamic mobile banking.
The research population is muslim Generation Z who are users of islamic mobile banking in
Semarang, filtered into 100 samples using purposive sampling approach. The data collection
method is questionnaire using Likert scale measurement. The analysis technique used in this
study is Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) using SmartPLS 3
application. The results show that the intention of muslim Generation Z in Semarang to use
islamic mobile banking is positively and significantly influenced by Performance Expectancy,
Hedonic Motivation, Price Value, Habit, Perceived Credibility, and Religiosity, but not influenced
by Effort Expectancy, Social Influence, and Facilitating Conditions. The results also find that
Habit and Behavioral Intention affect the actual use of islamic mobile banking positively and
significantly, while Facilitating Conditions has no influence at all. The implication of this study
is for islamic banks to evaluate the development and maximization of the important factors
of islamic mobile banking to increase competitive advantage in facing financial technology
innovation competition.

Keywords: Mobile Banking, Religiosity, UTAUT 2, Perceived Credibility

Abstrak
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi mobile banking syariah saat ini adalah jumlah
pengguna yang jauh lebih sedikit dibandingkan mobile banking konvensional. Menguji dan
menganalisis pengaruh faktor-faktor model UTAUT 2 yang dimodifikasi terhadap penggunaan
mobile banking syariah pada nasabah menjadi fokus dan tujuan utama penelitian. Populasi

153
Annisa Elyana Dewi and Purbayu Budi Santoso

penelitian adalah Generasi Z muslim pengguna mobile banking syariah di Kota Semarang
yang disaring menjadi 100 sampel melalui pendekatan sampling purposive. Data dikumpulkan
melalui kuesioner yang diukur menggunakan skala likert. Teknik analisis yang digunakan
dalam penelitian adalah Partial Least Squares-Structural Equation Modelling (PLS-SEM)
menggunakan aplikasi SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan niat Generasi Z muslim
di Kota Semarang untuk menggunakan mobile banking syariah secara positif signifikan
dipengaruhi oleh Performance Expectancy, Hedonic Motivation, Price Value, Habit, Perceived
Credibility, dan Religiusitas, tapi tidak dipengaruhi Effort Expectancy, Social Influence, dan
Facilitating Conditions. Ditemukan pula bahwa Habit dan Behavioral Intention berpengaruh
positif dan signifikan terhadap penggunaan aktual mobile banking syariah, sementara
Facilitating Conditions tidak berpengaruh sama sekali.

Kata Kunci: Mobile Banking, Religiusitas, UTAUT 2, Persepsi Kredibilitas

PENDAHULUAN
Perkembangan zaman dan teknologi membuka kesempatan bagi masyarakat
untuk mengakses berbagai fasilitas penunjang kehidupan secara digital. Digitalisasi
kini merambah berbagai sektor, termasuk sektor keuangan. Penyediaan aplikasi
mobile banking menjadi salah satu strategi yang diterapkan oleh perbankan sebagai
respon terhadap kemajuan teknologi dan dinamika masyarakat. Bank Indonesia
(2023) mengungkapkan mobile banking meraup 8 miliar transaksi pada 2022 dan
konsisten menjadi saluran berbasis teknologi dengan transaksi tertinggi dalam lima
tahun terakhir. Era digitalisasi mendorong sengitnya persaingan antar perbankan
dan besarnya tantangan yang dihadapi mobile banking syariah.
Populix (2022) mengungkap bahwa BSI Mobile menjadi satu-satunya mobile
banking syariah yang mampu masuk sepuluh besar aplikasi mobile banking dengan
pengguna aktif terbanyak di Indonesia sedangkan sembilan lainnya merupakan
mobile banking konvensional. BSI Mobile mengakumulasi 4,44 juta pengguna pada
tahun 2022 (BSI, 2022). Mobile banking syariah terbesar selanjutnya masih tertinggal
jauh, yaitu Muamalat DIN dengan 400 ribu pengguna pada tahun 2023 sedangkan
BCA Syariah Mobile memiliki 82 ribu pengguna pada tahun 2022 (Jatmiko, 2022;
Yuliastuti, 2023). Angka tersebut masih jauh dari jumlah pengguna BCA Mobile yang
mencapai 25,4 juta pengguna aktif atau BRImo yang memiliki 22,37 juta pengguna
aktif pada tahun 2022 (Damara, 2022; Syahputra, 2022).
Bank syariah sebenarnya memiliki modal besar di Indonesia mengingat tingginya
populasi muslim, Provinsi Jawa Tengah saja populasi muslimnya melebihi 30 juta jiwa
(Kemendagri dalam Kusnandar, 2022). Ditambah lagi populasi Generasi Z yang memiliki

154 BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024


Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Mobile Banking Syariah

keterikatan sangat tinggi dengan digital liftstyle di Kota Semarang adalah tertinggi kelima
di Jawa Tengah (BPS Kota Semarang, 2022). Pengguna mobile banking syariah di Kota
Semarang baru mencapai 37% berdasarkan pra-survey meskipun secara keseluruhan
mobile banking telah digunakan 90% pengguna aplikasi keuangan (Populix, 2022).
Berbagai penelitian terdahulu yang meneliti niat dan penggunaan mobile banking
menggunakan konstruk UTAUT 2 yang mencakup performance dan effort expectancy,
hedonic motivation, price value, social influence, habit, dan facilitating conditions.
Diperoleh hasil yang saling berkontradiksi satu sama lain, sebut saja penelitian
Nopiani & Putra (2021), Premi & Widyaningrum (2020), Raza, Shah, & Ali (2019),
serta Yuliana & Aprianingsih (2022). Penelitian Suhartanto, Dean, Ismail, & Sundari
(2020) mengungkapkan bahwa religiusitas dapat menjelaskan niat penggunaan mobile
banking. Penelitian ini memadukan UTAUT 2 dengan faktor perceived credibility dan
religiusitas yang belum ditemukan pada penelitian sebelumnya.
Tujuan utama diadakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis
faktor-faktor di balik penggunaan mobile banking syariah dengan pendekatan
UTAUT 2 pada Generasi Z muslim di Kota Semarang. Hasil penelitian ini dapat
memperkaya khazanah akademik dalam bidang serupa dan menjadi referensi
dalam merumuskan kebijakan dan strategi untuk memaksimalkan keunggulan
kompetitif mobile banking syariah.

KAJIAN LITERATUR
Islamic Mobile Banking

Pendapat Nicoletti (2014) mengarahkan istilah mobile banking pada layanan


perbankan yang membutuhkan perangkat seluler untuk mengaksesnya dan
memiliki operasi di luar infrastruktur perbankan tradisional seperti layanan melalui
kantor cabang, ATM, distributor, dan lainnya. Layanan mobile banking syariah yang
diselenggarakan perbankan syariah sepatutnya merujuk pada fatwa-fatwa DSN-
MUI mengenai akad dan ketentuan perbankan syariah. Mobile banking syariah
sesuai dengan perintah Allah SWT yang ditujukan untuk memberi kemudahan bagi
kehidupan umat manusia, bukan justru untuk menyulitkan umat manusia (Fattah &
Riodini, 2022) sebagaimana perintah tersebut tertera tegas dalam Q.S. Al-Baqarah ayat
185. Kemaslahatan yang dapat diambil melalui penggunaan mobile banking syariah
secara tidak langsung juga membantu tercapainya maqashid syariah, seperti fitur
pembayaran ziswaf digital, tabungan pendidikan, dan mengurangi risiko kehilangan
harta atau penipuan uang palsu (Satria, Anita, Krismadayanti, & Noviarita, 2021).

BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024 155


Annisa Elyana Dewi and Purbayu Budi Santoso

Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT)


Urgensi untuk memahami penggunaan teknologi oleh konsumen melahirkan
beragam model teoritis, termasuk Unified Theory of Acceptance and Use of Technology
(UTAUT) yang dirancang dan dipublikasikan oleh Venkatesh, Morris, Davis, & Davis
(2003). UTAUT diformulasikan berdasarkan peninjauan atas beberapa teori seperti
Theory of Reasoned Action, model PC Utilization, Motivational Model, Technology
Acceptance Model, Theory of Planned Behavior, model TAM-TPB, Innovation Diffusion
Theory, dan Social Cognitive Theory. Peninjauan tersebut menghasilkan model
dengan empat konstruk utama, yaitu performance expectancy, effort expectancy,
social influence, dan facilitating conditions dengan variabel intervening behavioral
intention dan variabel dependen use behavior.
Venkatesh et al. (2003) mempertimbangkan bahwa banyaknya model
teoritis menyebabkan dilema bagi peneliti karena terabaikannya kontribusi dari
model teoritis yang tidak terpakai. UTAUT kemudian dikembangkan lebih jauh
dan diperluas cakupannya oleh Venkatesh, Thong, & Xu (2012) menjadi UTAUT
2. UTAUT 2 dirancang sebagai upaya untuk mendalami faktor-faktor di balik
penggunaan teknologi pada konsumen teknologi. Konteks UTAUT 2 berbeda dengan
rancangan awal UTAUT yang digunakan untuk menjelaskan penggunaan teknologi
pada lingkungan organisasi kerja. Variabel habit, price value, dan hedonic motivation
ditambahkan dalam model penggunaan teknologi.

Performance Expectancy

Performance expectancy ketika didefinisikan dalam konteks organisasional


menggambarkan seberapa besar keyakinan individu akan kemampuan suatu
teknologi untuk memperbaiki kinerja pekerjaan (Venkatesh et al., 2003). Mobile
banking syariah yang dinilai penuh dengan manfaat menyebabkan nasabah
memandang mobile banking syariah sebagai suatu hal yang bagus, berkualitas, dan
patut digunakan. Penelitian Farah, Hasni, & Abbas (2018), Nopiani & Putra (2021),
Premi & Widyaningrum (2020), Raza et al. (2019), Samsudeen, Selvaratnam,
& Mohamed (2022), dan Yuliana & Aprianingsih (2022) mendukung hipotesis
performance expectancy yang secara positif mempengaruhi behavioral intention.
H1: Performance Expectancy berpengaruh positif terhadap Behavioral
Intention.

156 BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024


Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Mobile Banking Syariah

Effort Expectancy

Venkatesh et al. (2003) mendeskripsikan effort expectancy sebagai tingkat


kuatnya keterikatan antara kemudahan pemakaian dengan suatu sistem atau
teknologi. Kemudahan dalam memahami dan mengoperasikan mobile banking
syariah memiliki peran yang esensial dalam memastikan tercapainya dan
meningkatnya efektivitas dan efisiensi transaksi keuangan. Keyakinan nasabah
bahwa mobile banking syariah cukup mudah untuk dipakai akan menimbulkan
ketertarikan kepada mobile banking syariah yang lebih besar. Effort expectancy telah
terbukti sebagai salah satu faktor yang mampu mempengaruhi behavioral intention
secara positif seperti dalam penelitian Farah et al. (2018), Islam et al. (2019), Premi
& Widyaningrum (2020), Raza et al. (2019), Samsudeen et al. (2022), dan Yuliana &
Aprianingsih (2022).
H2: Effort Expectancy berpengaruh positif terhadap Behavioral Intention.

Social Influence
Sosial influence adalah persepsi individu mengenai seberapa kuat orang-
orang di sekitar individu yang dianggapnya penting yakin bahwa suatu sistem atau
teknologi harus digunakan Venkatesh et al. (2003). Individu tidak hanya bergantung
pada opini yang dibentuknya sendiri tapi juga pada opini dari orang-orang yang
dianggapnya penting. Gagasan tersebut didukung dengan hasil penelitian Farah et al.
(2018), Islam et al. (2019), Nopiani & Putra (2021), Premi & Widyaningrum (2020),
dan Samsudeen et al. (2022). Opini orang lain dapat menggiring niat nasabah untuk
menggunakan mobile banking syariah menjadi lebih besar sehingga dorongan yang
semakin banyak atau intens dari orang-orang yang dipercaya nasabah juga akan
berbanding lurus dengan niat nasabah untuk mengaplikasikan mobile banking
syariah dalam aktivitas keuangannya.
H3: Social Influence berpengaruh positif terhadap Behavioral Intention.

Facilitating Conditions
Facilitating conditions berkaitan dengan kehadiran lingkungan organisasional
dan dukungan teknis yang diyakini individu mampu mendukung dan mengurangi
hambatan yang mungkin terjadi dalam penggunaan sistem atau teknologi tertentu
(Venkatesh et al., 2003). Kehadiran facilitating conditions dapat membantu
nasabah mengakses mobile banking dengan lancar dan mengurangi hambatan
infrastruktur teknologi. Adanya facilitating conditions mengurangi kekhawatiran

BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024 157


Annisa Elyana Dewi and Purbayu Budi Santoso

akan terjadinya masalah ketika sudah menggunakan mobile banking syariah di masa
depan. Facilitating conditions seringkali ditemukan menjadi faktor yang mampu
memberikan pengaruh positif kepada behavioral intention (Anandia & Aisyah, 2023;
Islam et al., 2019; Premi & Widyaningrum, 2020; Raza et al., 2019; Samsudeen et al.,
2022; Yuliana & Aprianingsih, 2022) dan use behavior (Nopiani & Putra, 2021; Premi
& Widyaningrum, 2020).

H4: Facilitating Conditions berpengaruh positif terhadap Behavioral


Intention.
H5: Facilitating Conditions berpengaruh positif terhadap Use Behavior.

Hedonic Motivations

Venkatesh et al. (2012) mendefinisikan hedonic motivation sebagai konsekuensi


penggunaan teknologi berupa perasaan senang yang diperoleh individu. Pemakaian
mobile banking syariah oleh nasabah tidak hanya untuk tujuan fungsional tapi juga
untuk perasaan senang yang dapat diperoleh. Faktor seperti desain yang menarik
dan enak dipandang mata, fitur-fitur unik yang berbeda dari aplikasi lainnya,
serta kenyamanan yang diberikan aplikasi merupakan sebagian contoh dari hal-
hal yang berdampak pada interaksi nasabah dengan mobile banking syariah.
Penelitian Anandia & Aisyah (2023), Farah et al. (2018), Nopiani & Putra (2021),
Premi & Widyaningrum (2020), Rahmiati, Susanto, Hasan, & Pujani (2022), Raza
et al. (2019), dan Samsudeen et al. (2022) memperlihatkan kemampuan hedonic
motivation dalam mempengaruhi behavioral intention secara positif.
H6: Hedonic Motivation berpengaruh positif terhadap Behavioral Intention.

Price Value

Price value diartikan sebagai pertukaran atau keseimbangan antara biaya


yang harus dikorbankan oleh pengguna agar bisa menggunakan teknologi dan
manfaat yang dirasakan oleh pengguna (Venkatesh et al., 2012). Nasabah mobile
banking syariah tidak hanya mencari manfaat, tapi juga bagaimana perbandingan
manfaat itu dengan biaya yang harus ditanggung setiap kali dilakukan transaksi
dengan bantuan mobile banking syariah, terutama karena biaya ini lama-
kelamaan akan semakin menumpuk. Hubungan antara kedua konstruk seperti
yang dijelaskan di atas telah mendapat dukungan dari penelitian terdahulu yang
menunjukkan adanya dampak positif price value kepada behavioral intention

158 BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024


Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Mobile Banking Syariah

seperti Farah et al. (2018), Nopiani & Putra (2021), Raza et al. (2019), Yuliana &
Aprianingsih (2022).
H7: Price Value berpengaruh positif terhadap Behavioral Intention.

Habit

Habit adalah perilaku berulang-ulang individu dalam menggunakan teknologi


yang dihasilkan dari pengalaman dan pengetahuan (Raza et al., 2019). Nasabah
yang memiliki pengalaman baik dalam menggunakan mobile banking syariah
akan mengaitkan kebutuhan layanan keuangan nasabah dengan pikiran atau niat
untuk menggunakan mobile banking syariah. Aktivitas yang berulang-ulang juga
secara otomatis dapat menghasilkan perilaku penggunaan mobile banking syariah
meskipun tanpa adanya peran proses kognitif untuk menggunakan mobile banking
syariah. Penelitian terdahulu dalam bidang yang sama mebuktikan bahwa habit
dapat mempengaruhi behavioral intention (Rahmiati et al., 2022; Raza et al., 2019;
Samsudeen et al., 2022; Yuliana & Aprianingsih, 2022) dan use behavior (Anandia &
Aisyah, 2023; Nopiani & Putra, 2021; Premi & Widyaningrum, 2020; Rahmiati et al.,
2022) secara positif.
H8: Habit berpengaruh positif terhadap Behavioral Intention. H9: Habit
berpengaruh positif terhadap Use Behavior.

Perceived Credibility
Perceived credibility didefinisikan sebagai keyakinan individu bahwa
penggunaan mobile banking terhindar dari kemungkinan risiko, adanya jaminan
privasi dan keamanan, serta kepercayaan nasabah bahwa layanan mobile banking
dapat diandalkan dan kredibel (Yuliana & Aprianingsih, 2022). Masalah keamanan,
privasi, risiko, serta kepercayaan kepada pihak bank sangat serius bagi nasabah
mengingat semua masalah tersebut berhubungan dengan uang yang disimpan
nasabah dalam bank. Pengaruh positif dari perceived credibility terhadap behavioral
intention dibuktikan oleh Islam et al. (2019) serta Yuliana & Aprianingsih (2022).
H10: Perceived Credibility berpengaruh positif terhadap Behavioral
Intention.

Religiusitas

Religiusitas adalah simbol kecintaan individu kepada Tuhan dan pengabdian


serta komitmen individu untuk mematuhi perintah dan menjauhi larangan yang

BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024 159


Annisa Elyana Dewi and Purbayu Budi Santoso

diperintahkan dalam agama (Muflih, 2023). Niat untuk beribadah kepada Allah
SWT sudah sepatutnya menjadi landasan semua aktivitas yang dilakukan seorang
muslim, beserta dengan pertimbangan kemaslahatan sebagai konsekuensi dari
aktivitas. Pengaruh religiusitas kepada penerimaan dan pemakaian mobile banking
syariah dapat dibuktikan melalui penelitian Muflih (2023) dan Suhartanto et al.
(2020) mengungkapkan bahwa religiusitas adalah faktor penting berpengaruh
positif terhadap behavioral intention.
H11: Religiusitas berpengaruh positif terhadap Behavioral Intention.

Behavioral Intention
Behavioral Intention merupakan niatan, perkiraan, atau rencana seseorang
untuk melakukan atau melanjutkan sesuatu di hari, bulan, atau bahkan tahun
berikutnya (Venkatesh et al., 2003). Behavioral intention merupakan salah satu
bagian terkuat dari proses pemikiran kognitif yang kemudian melahirkan tindakan
sebenarnya dalam tujuan menyelesaikan aktivitas keuangan. Tindakan sebenarnya
yang dilakukan secara sadar dapat dijelaskan oleh behavioral intention sehingga
behavioral intention dapat menjadi dasar yang baik untuk memprediksi penggunaan
teknologi oleh nasabah mobile banking syariah. Hubungan positif behavioral intention
dan use behavior berhasil dibuktikan oleh Anandia & Aisyah (2023), Nopiani & Putra
(2021), Rahmiati et al. (2022), Raza et al. (2019), dan Suhartanto et al. (2020). H12:
Behavioral Intention berpengaruh positif terhadap Use Behavior.

Gambar 1 Model Penelitian

160 BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024


Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Mobile Banking Syariah

METODE PENELITIAN
Penelitian berjenis kuantitatif dengan data yang diambil menggunakan metode
kuesioner. Responden memperoleh akses kepada kuesioner secara online melalui
sarana Google Forms. Penetapan populasi penelitian didasarkan karakteristik
pengguna mobile banking syariah yang terhitung sebagai Generasi Z muslim di
Kota Semarang. Teknik sampling berbasis non- probabilitas beserta pendekatan
sampling purposive dimanfaatkan sebagai metode untuk menyaring sampel dari
populasi dengan pertimbangan kriteria:
(1) Generasi Z (kelahiran tahun 1997 – 2012) berusia 17 tahun atau lebih;
(2) Beragama Islam; (3) Pengguna aktif atau pernah menggunakan mobile banking
syariah; dan (4) Berdomisili di Kota Semarang.
Jumlah populasi yang akurat dan rinci tidak dapat diketahui sehigga ukuran
sampel ditentukan berdasarkan rumus Lemeshow (dalam Riyanto & Hatmawan,
2020). Perolehan ukuran sampel berdasarkan rumus tersebut adalah 96. Terkumpul
100 sampel setelah penyebaran kuesioner kepada responden sehingga ukuran
sampel ditetapkan adalah 100 sampel.

Keterangan: n = Sampel
Z = Nilai distribusi
normal P = Maksimal
estimasi
d = Tingkat kesalahan pengambilan sampel

Penelitian ini memanfaatkan indikator yang bersumber dari Venkatesh et


al. (2003, 2012) untuk variabel performance dan effort expectancy, habit, price
value, facilitating conditions, hedonic motivation, dan behavioral intention. Variabel
perceived credibility mengadopsi indikator dari Gupta, Manrai, & Goel (2019)

BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024 161


Annisa Elyana Dewi and Purbayu Budi Santoso

sementara variabel religiusitas mengadopsi indikator dari Suhartanto et al. (2020).


Indikator variabel use behavior merupakan kombinasi dari Hutagaol & Napitupulu
(2022) serta Venkatesh et al. (2012). Penelitian memanfaatkan skala likert dengan
sistem penilaian lima poin sebagai skala pengukuran instrumen penelitian, dengan 1
berarti sangat tidak setuju dan 5 berarti sangat setuju. Skala likert cocok diterapkan
pada fenomena sosial sehingga sikap, pendapat, dan persepsi individu atau kelompok
yang menjadi subjek penelitian dapat diukur dengan poin-poin (Sugiyono, 2014).
Data yang diterima kembali dari responden dianalis dengan metode Partial
Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan software
SmartPLS 3. PLS-SEM menempatkan fokus pada prediksi dan klarifikasi teori
dengan keuntungan bahwa metode PLS-SEM tidak mempermasalahkan teori dasar
yang lemah ataupun ukuran sampel yang kecil yaitu 30 hingga 100 (Ghozali, 2015).
Metode PLS-SEM cocok digunakan karena menghindari masalah distribusi data dan
bisa menguji model struktural dengan banyak indikator, variabel, serta hubungan
dalam model, terlebih karena penelitian ini melakukan ekstensi pada model teoritis
UTAUT 2 (J. F. Hair, Risher, Sarstedt, & Ringle, 2019).

PEMBAHASAN
Demografi Responden

Kriteria sampel yang telah ditetapkan berhasil menyaring 100 responden


untuk diteliti. Usia responden terkonsentrasi pada rentang 20-22 tahun (56%) lalu
diikuti reponden berusia 17-19 tahun (36%). 63% responden adalah perempuan
dan 37% laki-laki. Responden tersebar dalam berbagai domisili dengan domisili
paling banyak adalah Tembalang (24%). BSI Mobile mendominasi mobile banking
syariah yang digunakan responden dengan persentase 70%. Jenis pekerjaan
didominasi pelajar/mahasiswa dengan persentase 93%, sedangkan kisaran Rp
1.000.000 – Rp 2.000.000 (52%) menjadi tingkat pendapatan/uang saku paling
banyak dimiliki responden.

Tabel 1 Demografi Responden

Karakteristik Responden Total %


Usia 17-19 tahun 36 36%
20-22 tahun 56 56%

162 BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024


Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Mobile Banking Syariah

23-25 tahun 8 8%
Jenis Kelamin Perempuan 67 67%
Laki-laki 37 37%
Domisili Banyumanik 16 16%
Candisari 2 2%
Gajahmungkur 1 1%
Gayamsari 2 2%
Genuk 2 2%
Gunungpati 15 15%
Mijen 3 3%
Ngaliyan 5 5%
Pedurungan 3 3%
Semarang Barat 5 5%
Semarang Selatan 1 1%
Semarang Tengah 3 3%
Semarang Timur 17 17%
Semarang Utara 1 1%
Tembalang 24 24%
BSI Mobile 70 70%

Muamalat DIN 23 23%


Mobile banking BCA Syariah Mobile 5 5%
syariah yang
digunakan Mega Syariah Mobile 1 1%
BJBS Mobile Maslahah 1 1%
Pekerjaan Pelajar/Mahasiswa 93 93%
Freelancer 1 1%
Wiraswasta 1 1%
Karyawan Swasta 4 4%
Freshgraduate 1 1%
Pendapatan/ < Rp 1.000.000 27 27%
Uang Saku Rp 1.000.000 - Rp 2.000.000 52 52%
Rp 2.000.000 - Rp 3.000.000 14 14%

BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024 163


Annisa Elyana Dewi and Purbayu Budi Santoso

Rp 3.000.000 - Rp 4.000.000 4 4%
Rp 4.000.000 - Rp 5.000.000 1 1%
> Rp 5.000.000 2 2%

Sumber: Data primer, 2023

Outer Model

Korelasi dan kompetensi indikator dalam merepresentasikan variabelnya


dievaluasi melalui convergent validity, discriminant validity, dan reliabilitas konstruk.
Tabel 2 menyajikan hasil pengujian convergent validity dengan tujuan pembuktian
korelasi antar indikator satu variabel yang tinggi. Semua indikator, kecuali RG1 yang
kemudian harus dikeluarkan dari model, menghasilkan outer loading di atas batas
nilai 0,70 dan AVE tiap variabel yang bernilai di atas 0,50 sebagaimana rekomendasi
Hair, Hult, Ringle, & Sarstedt (2016).

Tabel 2
Hasil Uji Convergent Validity dan Construct Reliability Indikator

KodeLoading Cronbach’s Composite


Variabel AVE
Factor Alpha Reliability
PE1
Performance 0,749
PE2 0,628
Expectancy 0,824 0,802 0,870
PE3
(PE) 0,752
PE4 0,840
EE1
Effort 0,830
EE2 0,716
Expectancy 0,805 0,867 0,910
EE3
(EE) 0,869
EE4 0,880
SI1 0,885
0,744
Social SI2 0,872 0,885 0,921
Influence (SI) SI3 0,873
SI4 0,819

164 BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024


Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Mobile Banking Syariah

Facilitating FC2 0,891


Conditions FC3 0,794
(FC) FC4 0,781
Hedonic HM1 0,932
Motivation HM2 0,886 0,782 0,859 0,915
(HM) HM3 0,832
PV1 0,915
Price Value PV2 0,920 0,849 0,911 0,944
(PV)
PV3 0,929
HB1 0,825
HB2 0,862
Habit (HB) 0,727 0,874 0,914
HB3 0,915
HB4 0,805
PC1 0,878
Perceived PC2 0,881
Credibility PC3 0,870 0,742 0,913 0,935
(PC) PC4 0,827
PC5 0,850
RG2 0,711
RG3 0,742
Religiusitas (RG) 0,585 0,765 0,849
RG4 0,791
RG5 0,810
BI1 0,939
Behavioral
BI2 0,890 0,819 0,889 0,931
Intention (BI)
BI3 0,884
UB1 0,913
Use Behavior UB2 0,890
0,749 0,885 0,922
(UB) UB3 0,742
UB4 0,904

Sumber: Data primer, diolah 2023

Tabel 3 turut menyajikan pengujian reliabilitas yang berfungsi untuk


menemukan konsistensi instrumen dalam mengukur variabel. Variabel- variabel
dalam penelitian memperoleh nilai cronbach’s alpha dan composite reliability yang
melewati nilai batas minimum 0,70 sebagaimana yang direkomendasikan Ghozali

BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024 165


Annisa Elyana Dewi and Purbayu Budi Santoso

(2021). Nilai di antara kedua kriteria tersebut yang diindikasikan oleh Hair et al.
(2016) sebagai reliabilitas sesungguhnya dengan itu juga berada di atas 0,70.
Evaluasi terhadap discriminant validity memiliki peran sebagai pembuktian
tidak adanya korelasi tinggi antar indikator dan variabel yang berbeda. Tabel 3
menyajikan hasil pengujian di mana semua nilai akar kuadrat AVE dari setiap variabel
lebih tinggi daripada korelasi antar variabel sebagaimana kriteria Fornell-Larcker
(dalam Ghozali, 2021), maka semua variabel dalam model memiliki perbedaan
secara konseptual da empiris.

Tabel 3
Hasil Uji Kriteria Fornell-Larcker

BI EE FC HB HM PC PE PV RG SI UB
BI 0,905
EE 0,646 0,846
FC 0,724 0,772 0,828
HB 0,792 0,689 0,688 0,853
HM 0,792 0,623 0,693 0,710 0,884
PC 0,779 0,666 0,746 0,694 0,697 0,862
PE 0,636 0,578 0,580 0,569 0,523 0,555 0,792
PV 0,796 0,607 0,659 0,750 0,738 0,722 0,529 0,921
RG 0,655 0,515 0,595 0,581 0,551 0,599 0,519 0,508 0,765
SI 0,670 0,495 0,642 0,712 0,669 0,608 0,372 0,658 0,456 0,862
UB 0,800 0,603 0,663 0,844 0,726 0,656 0,501 0,714 0,580 0,747 0,865

Sumber: Data Primer, diolah 2023

Inner Model
Data sampel yang telah lulus kriteria validitas dan reliabilitas kemudian
dievaluasi kembali pada tahap inner model untuk menguji hubungan antar variabel.
Tabel 4 memperlihatkan bahwa behavioral intention dijelaskan sebesar 81,6% oleh
faktor-faktor dalam model penelitian dan use behavior dijelaskan sebesar 76% oleh
faktor-faktor dalam model. Nilai R2 yang diperoleh berada di atas batas 0,75 yang
diartikan sebagai model struktural kuat (Hair et al., 2016).
Ghozali (2021) merekomendasikan kriteria Q2 sebagai penguji kekuatan
prediktif model. Tabel 4 menunjukkan bahwa nilai Q2 berada di atas 0 dengan jarak

166 BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024


Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Mobile Banking Syariah

yang cukup besar sehingga model struktural dipastikan mampu memprediksi


data di luar sampel secara akurat dan konsisten.

Tabel 4
Hasil Uji R-Square dan Predictive Relevance

Variabel R2 Q²
Behavioral Intention (BI) 0,816 0,627
Use Behavior (UB) 0,760 0,550

Sumber: Data primer, diolah 2023

Tahapan terakhir dalam evaluasi struktural adalah pembuktian hubungan


antar variabel (path) yang berkorespondensi dengan hipotesis. Pengujian
bootstrapping membuktikan bahwa delapan dari dua belas hipotesis berhasil
dibuktikan berdasarkan pengujian signifikansi dengan kriteria p-value < 0,05
maupun t-statistics > 1,645 (Hair et al., 2016).

Tabel 5 Hasil Uji Hipotesis


Koefisien
Hipotesis Path T Statistics P Values Kesimpulan
(ß)
H1 PE -> BI 0,133 1,916 0,028 Diterima
H2 EE -> BI -0,061 0,684 0,247 Ditolak
H3 SI -> BI 0,035 0,481 0,315 Ditolak
H4 FC -> BI 0,032 0,331 0,371 Ditolak
H5 FC -> UB 0,043 0,506 0,307 Ditolak
H6 HM -> BI 0,224 2,154 0,016 Diterima
H7 PV -> BI 0,214 2,054 0,020 Diterima
H8 HB -> BI 0,190 1,892 0,030 Diterima
H9 HB -> UB 0,552 4,331 0,000 Diterima
H10 PC -> BI 0,177 1,878 0,030 Diterima
H11 RG -> BI 0,134 1,923 0,027 Diterima
H12 BI -> UB 0,332 2,866 0,002 Diterima

Sumber: Data primer, diolah 2023

BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024 167


Annisa Elyana Dewi and Purbayu Budi Santoso

Hasil pengujian hipotesis pada Tabel 5 menunjukkan bahwa performance


expectancy (ß = 0,133 l t = 1,916 l p = 0,028), hedonic motivation (ß = 0,224 l t = 2,154
l p = 0,016), price value (ß = 0,214 l t = 2,054 l p = 0,020), habit (ß = 0,190 l t = 1,892 l
p = 0,030), perceived credibility (ß = 0,177 l t = 1,878 l p = 0,030), dan religiusitas (ß
= 0,134 l t = 1,923 l p = 0,027) berpengaruh pada behavioral intention secara positif
dan signifikan sehingga H1, H6, H7, H8, H10, dan H11 diterima. Hasil pengujian juga
membuktikan bahwa habit (ß = 0,552 l t = 4,331 l p = 0,000) dan behavioral intention
(ß = 0,332 l t = 2,866 l p = 0,002) berpengaruh pada use behavior secara positif dan
signifikan, maka H9 dan H12 diterima. Tidak ditemukan adanya pengaruh yang
signifikan dari effort expectancy (ß = -0,061 l t = 0,684 l p = 0,247), social influence
(ß = 0,035 l t = 0,481 l p = 0,315), dan facilitating conditions (ß = 0,032 l t = 0,331 l p
= 0,371) pada behavioral intention, begitupula pengaruh signifikan dari facilitating
conditions (ß = 0,043 l t = 0,506 l p = 0,307) terhadap use behavior sehingga H2, H3,
H4, dan H5 ditolak.
Variabel pertama yang secara positif dan signifikan mempengaruhi behavioral
intention adalah performance expectancy. Generasi Z yang berusia muda lebih
kritis dalam menentukan pilihan dan mengharapkan adanya imbalan manfaat dan
kegunaan dari penggunaan mobile banking syariah (Venkatesh et al., 2003). Manfaat
dan kegunaan tersebut menciptakan persepsi baik terhadap mobile banking syariah
yang pada akhirnya dapat menggiring perilaku niat (Farah et al., 2018). Hasil
penelitian ini juga memperoleh dukungan dari penelitian Nopiani & Putra (2021),
Premi & Widyaningrum (2020), Samsudeen et al. (2022).
Salah satu faktor yang terbukti tidak mempengaruhi behavioral intention adalah
effort expectancy. Generasi Z adalah generasi muda (Venkatesh et al., 2003) yang erat
dengan digital lifestyle dan berstatus sebagai digital natives sehingga telah handal
dan berpengalaman dalam berteknologi. Kesulitan yang mungkin ditemui dalam
penggunaan mobile banking dianggap minim dan dapat dengan mudah ditangani
oleh Generasi Z yang terbiasa menggunakan smartphone (Baptista & Oliviera, 2015).
Hasil penelitian ini memperoleh dukungan dari penelitian Nopiani & Putra (2021)
serta Anandia & Aisyah (2023), namun berkontradiksi dengan penelitian Raza et al.,
(2019) dan Yuliana & Aprianingsih (2022).
Social influence turut ditemukan sebagai faktor yang tidak berpengaruh
pada behavioral intention. Mobile banking syariah berkaitan masalah sensitif dan
personal seperti uang dan data pribadi, maka keamanan lebih penting daripada
memperoleh validasi orang lain (Raza et al., 2019; Oliveira, Faria, Thomas, &

168 BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024


Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Mobile Banking Syariah

Popovič, 2014). Jumlah pengguna mobile banking syariah dan literasi keuangan
syariah yang relatif kecil turut menyebabkan orang-orang yang bisa menjadi
sumber pengaruh sedikit dan belum terbentuk opini masyarakat bahwa mbanking
syariah lebih unggul dan layak dipilih dibanding alternatif layanan perbankan dan
keuangan lainnya (Anandia & Aisyah, 2023). Meskipun memperoleh dukungan
dari berbagai penelitian, hasil ini bertolak belakang dengan temuan Islam et al.
(2019) dan Premi & Widyaningrum, (2020).
Faktor terakhir yang tidak mempengaruhi behavioral intention adalah
facilitating conditions. Generasi Z memiliki kemampuan kognitif dan memori baik
untuk memproses teknologi (Venkatesh et al., 2012). Nasabah tidak perlu memikirkan
tentang kompatibilitas dengan internet atau smartphone, perlunya pengetahuan
khusus, atau langkah penggunaan mobile banking syariah yang sebenarnya singkat
dan transaksi dapat selesai dalam beberapa klik saja (Lee, Lee, & Rha, 2019). Hasil
penelitin ini memperoleh dukungan dari penelitian Farah et al. (2018) dan namun
berkontradiksi dengan penelitian Yuliana & Aprianingsih (2022) dan Samsudeen et
al. (2022).
Facilitating conditions juga tidak berpengaruh terhadap use behavior. Generasi
Z memiliki kemampuan kognitif dan pengalaman dalam berteknologi (Venkatesh et
al., 2012) sehingga dukungan eksternal tidak diperlukan. Sifat dari mobile banking
syariah yang mengharuskan nasabah mengoperasikannya secara mandiri juga
menyebabkan nasabah berpikir bahwa penyelesaian aktivitas keuangan melalui
mobile banking syariah tidak membutuhkan pendampingan atau bimbingan
organisasional atau pihak lain (Baptista dan Oliveira, 2015). Hasil penelitian ini turut
didukung penelitian Anandia & Aisyah (2023) tapi berkontradiksi dengan penelitian
Nopiani & Putra (2021) dan Premi & Widyaningrum (2020).
Pengujian hipotesis ini membuktikan bahwa hedonic motivation berpengaruh
positif dan signifikan terhadap behavioral intention. Pengaruh ini disebabkan
adanya keinginan untuk menggunakan sesuatu yang terbaru, inovatif, dan modern
(Venkatesh et al., 2012). Farah et al. (2018) dan Samsudeen et al. (2020) juga
menambahkan bahwa desain yang menarik pada aplikasi mobile banking dapat
mempengaruhi perilaku niat individu, apalagi mobile banking dipandang sebagai
alternatif transaksi yang tidak memakan waktu dan proses panjang. Keinginan
untuk mengulang penggunaan mobile banking syariah juga timbul karena mobile
banking syariah memberikan otonomi dan rasa kompeten bagi penggunanya karena
nasabah bisa mengontrol dan menyelesaikan aktivitas keuangan sendiri sehingga

BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024 169


Annisa Elyana Dewi and Purbayu Budi Santoso

dirasa lebih menyenangkan dan memuaskan (Lowry, Gaskin, Twyman, Hammer, &
Roberts, 2013).
Faktor selanjutnya yang memberikan pengaruh signifikan yang positif pada
behavioral intention adalah price value. Manusia memiliki sifat ekonomis yang selalu
mempertimbangkan keuntungan dan kerugian moneter sebagai pertimbangan
yang rasional. Penelitian Raza et al. (2019), Nopiani & Putra (2021), dan Yuliana &
Aprianingsih (2022) memperkuat pentingnya peran price value bagi nasabah dalam
menentukan pilihan karena terdapat biaya atau tarif yang harus ditanggung setiap
terjadinya transaksi. Tarif tersebut semakin menumpuk seiring berjalannya waktu
dan intensitas transaksi sehingga nasabah tidak ingin tarif menjadi beban yang
mengalahkan manfaat mobile banking syariah.
Habit adalah faktor lainnya yang berpengaruh positif signifikan pada
behavioral intention. Penggunaan berulang dapat menimbulkan pandangan yang
positif terhadap teknologi yang akhirnya akan menciptakan asosiasi tindakan
tersebut dengan motivasi kembali menggunakan teknologi yang tersimpan dalam
pikiran nasabah (Venkatesh et al., 2012). Niat penggunaan kembali semakin besar
karena kebiasaan merupakan cara yang efektif dalam membangun pengalaman dan
pengetahuan yang memudahkan penyelesaian aktivitas transaksi di masa depan
(Yen & Wu, 2016). Temuan ini diperkuat penelitian Raza et al. (2019), Rahmiati et
al. (2022), Samsudeen et al. (2020), serta Raza et al. (2019) yang turut menemukan
pengaruh signifikan dengan arah yang positif dari habit pada behavioral intention.
Habit juga terbukti secara signifikan dan positif memberikan pengaruh pada
use behavior. Semua kondisi, perkataan, atau stimulus lainnya dapat menimbulkan
penggunaan aktual secara otomatis (Venkatesh et al., 2012; Premi & Widyaningrum,
2019; Rahmiati et al., 2022). Nasabah yang telah terbiasa menggunakan mobile
banking syariah mungkin telah terbentuk ketergantungan sehingga respon otomatis
mengarah pada satu aplikasi tertentu, terlebih keterikatan kuat Generasi Z dengan
smartphone yang mendukung munculnya rasa kebutuhan akan aplikasi di dalamnya
termasuk mobile banking syariah (Anandia & Aisyah, 2023; Baabdullah, Alalwan,
Rana, Patil, & Dwivedi, 2019).
Pengaruh terhadap behavioral intention yang positif dan signifikan juga
terbukti berasal dari faktor perceived credibility. Mobile banking syariah merupakan
aplikasi yang dapat mengontrol pergerakan uang nasabah sehingga diperlukan
adanya jaminan keamanan, privasi, dan kerahasiaan agar nasabah memiliki kemauan
menggunakan mobile banking syariah, terutama karena teknologi membuka peluang

170 BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024


Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Mobile Banking Syariah

resiko cyber crime (Yuliana & Aprianingsih, 2022). Penelitian Islam et al. (2019) juga
mendukung temuan pengaruh positif dan signifikan perceived credibility karena
kasus yang berpotensi membahayakan uang dan data pribadi dapat menghilangkan
kepercayaan nasabah terhadap bank dan pada akhirnya juga mengurangi behavioral
intention mereka.
Faktor terakhir yang ditemukan mampu menjadi prediktor yang positif dan
signifikan bagi behavioral intention adalah religiusitas. Kesesuaian dengan prinsip
syariah dan fitur-fitur islami merupakan aspek yang paling diunggulkan dalam
memasarkan mobile banking syariah sehingga lebih menarik bagi muslim yang
menginginkan solusi layanan keuangan berbasis syariah dan halal. Suhartanto et al.
(2020) dan Muflih (2023) menemukan bahwa mobile banking syariah dipandang
sebagai salah satu sarana dalam menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-
hari bagi muslim dengan religiusitas tinggi.
Terakhir, use behavior dipengaruhi secara positif signifikan oleh behavioral
intention. Niatan yang ada dalam diri individu merupakan refleksi seberapa besar
determinasi dan komitmen dari upaya yang rela dilakukan agar suatu perilaku dapat
terwujud secara aktual (Farah et al., 2018). Nopiani & Putra (2021) menemukan
bahwa dalam konteks penggunaan mobile banking syariah secara berkelanjutan,
kepemilikan akun dan aplikasi harus disertai dengan adanya niat dalam diri nasabah
agar penggunaan aktual mobile banking syariah dapat terwujud. Behavioral intention
merupakan salah satu faktor yang secara konsisten terbukti mampu menjadi
prediktor kuat use behavior (Farah et al., 2018; Premi & Widyaningrum, 2020; Raza
et al., 2019; Suhartanto et al., 2020).

SIMPULAN
Modifikasi model UTAUT 2 dengan penambahan faktor perceived credibility
dan religiusitas terbukti berhasil menghasilkan model yang kuat dalam memprediksi
alasan di balik niat dan perilaku dalam penggunaan mobile banking syariah di Kota
Semarang. Penelitian menyimpulkan bahwa niat untuk menggunakan mobile banking
syariah bagi Generasi Z muslim dipengaruhi oleh performance expectancy, hedonic
motivation, price value, habit, perceived credibility, dan religiusitas sementara
penggunaan aktualnya dipengaruhi oleh habit dan behavioral intention.
Tiga faktor yang tidak mampu menghasilkan dampak pada behavioral intention
dan use behavior adalah facilitating conditions, social influence, dan effort expectancy.
Pengalaman, kemampuan, dan keterikatan Generasi Z muslim dengan digital lifestyle

BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024 171


Annisa Elyana Dewi and Purbayu Budi Santoso

beserta sifat sensitif dari masalah keuangan personal memainkan peran krusial di
balik tidak berpengaruhnya faktor- faktor tersebut. Implikasi praktis dari penelitian
adalah agar bank syariah menekankan kegunaan mobile banking syariah dalam
pemasaran kepada nasabah, mempromosikan biaya/tarif yang bersaing, serta
menaruh fokus pada reliabilitas sistem keamanan serta memperbaiki tampilan dan
fitur secara berkala untuk memaksimalkan pengalaman nasabah.

DAFTAR PUSTAKA

Anandia, F. B., & Aisyah, E. N. (2023). Analisis Penerapan Model Utaut2 Terhadap
Penggunaan Mobile Banking Pada Bank Syariah. Management Studies and
Entrepreneurship Journal, 4(1), 264–275.

Baabdullah, A. M., Alalwan, A. A., Rana, N. P., Patil, P., & Dwivedi, Y. K. (2019). An
integrated model for m-banking adoption in Saudi Arabia. International
Journal of Bank Marketing, 37(2), 452–478.

Bank Indonesia. (2023). Statistik Sistem Pembayaran Dan Infrastruktur Pasar


Keuangan (SPIP) Januari 2023. Jakarta.

Baptista, G., & Oliviera, T. (2015). Understanding Mobile Banking: The Unified Theory
of Acceptance and Use of Technology Combined with Cultural Moderators.
Computers in Human Behavior, 50, 418–430.

BPS Kota Semarang. (2022). Kota Semarang dalam Angka 2022. Semarang. BSI.
(2022). Kinerja Makin Solid, Laba BSI di Kuartal III Tumbuh 42%.

Retrieved from h t t p s : / / w w w. b a n kb s i . c o . i d /
news- update/berita/kinerja-makin-solid-laba-bsi-di-kuartal-iii-tumbuh-
42#:~:text=Hal ini terlihat dari lonjakan,naik sebesar 43%25 secara yoy.

Damara, D. (2022). Membanding Nilai Transaksi m-Banking BCA (BBCA), BNI


(BBNI), dan Mandiri (BMRI), Siapa Juara? Retrieved from
[Link]
g-nilai-transaksi-m-banking-bca-bbca-bni-bbni-dan-mandiri-bmri-siapa-
juara

172 BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024


Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Mobile Banking Syariah

Farah, M. F., Hasni, M. J. S., & Abbas, A. K. (2018). Mobile-banking adoption: empirical
evidence from the banking sector in Pakistan. International Journal of Bank
Marketing, 36(7), 1386–1413.

Fattah, H., & Riodini, I. (2022). Fintech dalam Sistem Keuangan Islam: Sebuah
Pengantar. In Fachrurazi (Ed.), Fintech dalam Keuangan Islam: Teori dan
Praktik (pp. 1–15). Jakarta: PT Publica Indonesia Utama.

Ghozali, I. (2015). Partial Least Squares Konsep, Teknik dan Aplikasi Menggunakan
Program SmartPLS 3.0 Untuk Penelitian Empiris edisi 2. In Semarang: Badan
Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang: Badan Penerbit Universitas
Diponegoro.

Gupta, K. P., Manrai, R., & Goel, U. (2019). Factors influencing adoption of payments
banks by Indian customers: extending UTAUT with perceived credibility.
Journal of Asia Business Studies, 13(2), 173–195.

Hair, J. F. J., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2016). A Primer on Partial Least
Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) (Second). Los Angeles:
Sage.

Hair, J. F., Risher, J. J., Sarstedt, M., & Ringle, C. M. (2019). When to use and how to
report the results of PLS-SEM. European Business Review, 31(1), 2–24.

Hutagaol, M., & Napitupulu, T. A. (2022). Customer Acceptance of Digital Banking: A


Study on Government’s Bank in Greater Jakarta. Jurnal Darma Agung, 30(3),
226–238.

Islam, M. S., Karia, N., Khaleel, M., Fauzi, F. B. A., Soliman, M. S. M., Khalid, J., … Al
Mamun, M. A. (2019). Intention to Adopt Mobile Banking in Bangladesh:
An Empirical Study of Emerging Economy. International Journal of Business
Information Systems, 31(1), 1.

Jatmiko, L. D. (2022). Digitalisasi Perbankan, BCA Syariah Pilih Tampil


Kekinian. Retrieved
from [Link]
digitalisasi- perbankan-bca-syariah-pilih-tampil-kekinian

BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024 173


Annisa Elyana Dewi and Purbayu Budi Santoso

Kusnandar, V. B. (2022). 10 Provinsi dengan Persentase Muslim Terbesar Tahun


2021. Retrieved from [Link]
[Link]/datapublish/2022/02/14/10-provinsi- dengan-persentase-
muslim-terbesar-tahun-2021

Lee, J. M., Lee, B., & Rha, J. Y. (2019). Determinants of Mobile Payment Usage and the
Moderating Effect of Gender: Extending the UTAUT Model with Privacy Risk.
International Journal of Electronic Commerce Studies, 10(1), 43–64.

Lowry, P. B., Gaskin, J. E., Twyman, N. W., Hammer, B., & Roberts, T. L. (2013). Taking
“fun and games” seriously: Proposing the hedonic-motivation system
adoption model (HMSAM). Journal of the Association for Information Systems,
14(11), 617–671.

Muflih, M. (2023). Muzakki’s adoption of mobile service: integrating the roles of


technology acceptance model (TAM), perceived trust and religiosity. Journal
of Islamic Accounting and Business Research, 14(1), 21–33.

Nicoletti, B. (2014). Mobile Banking: Evolution or Revolution? Hampshire: Palgrace


Macmillan.

Nopiani, N. K. R., & Putra, I. M. P. D. (2021). Penerapan Model UTAUT 2 untuk


Menjelaskan Minat dan Perilaku Penggunaan Mobile Banking. E-Jurnal
Akuntansi, 31(10), 2569–2581.

Oliveira, T., Faria, M., Thomas, M. A., & Popovič, A. (2014). Extending the understanding
of mobile banking adoption: When UTAUT meets TTF and ITM. International
Journal of Information Management, 34(5), 689–703.

Populix. (2022). Consumer Preference Towards Banking and E-Wallet Apps. Jakarta.

Premi, W. B., & Widyaningrum, W. (2020). Analisis Penerimaan Teknologi

Mobile Banking Terhadap Use Behavior Melalui Pendekatan Model Utaut 2 (Studi
Pada Nasabah KCU BCA Malang). Capital: Jurnal Ekonomi Dan Manajemen,
3(2), 139–159.

174 BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024


Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Mobile Banking Syariah

Rahmiati, Susanto, P., Hasan, A., & Pujani, V. (2022). Understanding Use Behavior
in Mobile Banking: An Extended of UTAUT Perspective. AFEBI Management
and Business Review, 7(1), 39–48.

Raza, S. A., Shah, N., & Ali, M. (2019). Acceptance of mobile banking in Islamic banks:
evidence from modified UTAUT model. Journal of Islamic Marketing, 10(1),
357–376. h

Riyanto, S., & Hatmawan, A. A. (2020). Metode Riset Penelitian Kuantitatif Penelitian
Di Bidang Manajemen, Teknik, Pendidikan dan Eksperimen. Sleman: Penerbit
Deepublish.

Samsudeen, S. N., Selvaratnam, G., & Mohamed, A. H. H. (2022). Intention to use mobile
banking services: an Islamic banking customers’ perspective from Sri Lanka.
Journal of Islamic Marketing, 13(2), 410–433.

Satria, A. D., Anita, Krismadayanti, & Noviarita, H. (2021). Development of Sharia


Finance Digitalization Towards Inclusive Finance Within a Sharia Maqashid
Framework (Case Study on PT Bank Syariah Indonesia’s BSI Mobile Banking
Product). Journal of Islamic Business and Economic Review, 4(2), 84–96.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:


Alfabeta.

Suhartanto, D., Dean, D., Ismail, T. A. T., & Sundari, R. (2020). Mobile banking adoption
in Islamic banks: Integrating TAM model and religiosity- intention model.
Journal of Islamic Marketing, 11(6), 1405–1418.

Syahputra, E. (2022). Mantap! Volume Transaksi BRImo Tembus Rp 2.000 T Lebih.


Retrieved from [Link]
market/20221130174641-17- 392598/mantap-volume-transaksi-brimo-
tembus-rp-2000-t-lebih

Venkatesh, V., Morris, M. G., Davis, G. B., & Davis, F. D. (2003). User acceptance of
information technology: Toward a unified view. MIS Quarterly: Management
Information Systems, 27(3), 425–478.

BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024 175


Annisa Elyana Dewi and Purbayu Budi Santoso

Venkatesh, V., Thong, J. Y. L., & Xu, X. (2012). Consumer Acceptance And Use Of
Information Technology: Extending The Unified Theory Of Acceptance And
Use Of Technology. MIS Quarterly, 36(1), 157–178.

Yen, Y.-S., & Wu, F.-S. (2016). Predicting the adoption of mobile financial services:
The impacts of perceived mobility and personal habit. Computers in Human
Behavior, 65, 31–42.

Yuliana, P. D., & Aprianingsih, A. (2022). Factors involved in adopting mobile banking
for Sharia Banking Sector using UTAUT 2. Jurnal Keuangan Dan Perbankan,
26(1), 184–207.

Yuliastuti, D. (2023). Transaksi Muamalat DIN Tumbuh 17,8% Selama


Ramadan dan Lebaran. Retrieved
from [Link]
tumbuh-17-8-selama-ramadan-dan-lebaran

176 BISNIS, Vol. 12, No. 1 Juni 2024

Anda mungkin juga menyukai