Penjelasan terobosan terbaru
Cloud Computing
Fundamental
Pelajari bagaimana teknologi cloud mengubah dunia
Khairunnisa Alwita
Pendahuluan
Istilah cloud berasal dari analogi awan yang digunakan
untuk menggambarkan internet. Awan merupakan
simbol dari sesuatu yang besar, kompleks, dan tidak
terlihat. Dalam konteks cloud computing, awan
mewakili kumpulan sumber daya komputasi yang
tersebar di berbagai lokasi. Sumber daya tersebut
dapat diakses dan digunakan oleh pengguna melalui
internet.
“Cloud computing adalah sebuah gaya komputasi di
mana sumber daya yang dapat diskalakan secara
dinamis dan seringkali tervirtualisasi disediakan
sebagai layanan melalui internet. Pengguna tidak perlu
memiliki pengetahuan, keahlian, atau kendali atas
infrastruktur teknologi di cloud yang mendukung
mereka.”
Pendahuluan
Cloud computing yang terdiri dari dua suku kata, yaitu
: cloud (awan) -> internet, dan computing -> proses
komputasi
Penggunan teknologi komputer untuk pengembangan
berbasis internet dengan piranti lunak lengkap dan
sistem operasional juga tersedia secara online.
Dengan kata lain, internet dan semua yang terkait
dengannya, menjadi terminal pusat.
Pendahuluan
Lantas mengapa internet sering
disimbolkan dengan “cloud”?
Internet disimbolkan sebagai awan karena awan
merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang
disembunyikannya. Awan juga merupakan simbol dari
sesuatu yang besar, kompleks, tidak terlihat, dapat
diakses dari mana saja, dan dapat disesuaikan dengan
kebutuhan.
Isitlah awan juga menarik karena merupakan kebalikan
dari dunia material yang real, seperti : kabel utp,
harddisk, dan sebagainya
Pendahuluan
Komputasi cloud pada dasarnya adalah layanan yang menyediakan sumber daya komputasi, seperti server,
penyimpanan data, dan jaringan, melalui internet. Sumber daya tersebut dapat digunakan oleh pengguna
untuk menyelesaikan berbagai tugas, seperti menyimpan data, menjalankan aplikasi, dan memproses data.
Misalnya, jika seorang pekerja kantoran ingin bekerja dari rumah, mereka dapat menggunakan layanan
cloud computing untuk mengakses aplikasi dan data kantor dari rumah. Pekerja kantoran tersebut dapat
meng-upload aplikasi dan data kantor mereka ke cloud, dan kemudian mereka dapat mengakses aplikasi
dan data tersebut dari komputer atau laptop mereka di rumah. Ini memungkinkan pekerja kantoran untuk
bekerja dari mana saja, tanpa perlu berada di kantor.
Pendahuluan
Di sisi lain, komputasi cloud bisa dengan sangat efektif
menekan ukuran data pada saat pendistribusian.
Output pada Tahapan
Banyak dari platform komputasi cloud memungkinkan
Perancangan Sistem pengguna untuk mengetahui kapasitas komputasi yang
Komputer tersedia dari cloud, sehingga pekerjaan dapat dilakukan lebih
cepat.
Pengguna juga dapat mengkonfigurasi sebuah “mesin virtual”
yang ada di dalam awan untuk memenuhi kebutuhan dari
pekerjaan mereka untuk diselesaikan dengan sebaik
mungkin.
Pendahuluan
Saat pengguna telah mengkonfigurasi jenis mesin virtual yang dibutuhkan untuk pekerjaan mereka,
mereka bisa segera mengakses berbagai penyedia layanan dan membuat system komputasi yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang mereka lakukan.
Jadi cloud computing merupakan sebuah model untuk memberikan kenyamanan, pada akses jaringan
permintaan beberapa pengguna untuk berbagi sumberdaya komputasi yang dikonfigurasi (misalnya,
jaringan, server, penyimpanan, aplikasi, dan jasa) yang dapat dengan cepat ditetapkan dan dirilis
dengan usaha pengelolaan yang minimal atau interaksi penyedia layanan.
Model cloud mendorong ketersediaan dari lima karakteristik penting, tiga model layanan dan
empatmodel penyebaran.
Latar Belakang Teknologi Cloud
Ada beberapa hal yang melatarbelakangi penerapan teknologi ini, antara lain :
Tujuan Teknologi Cloud Computing
Memudahkan penggunanya untuk menjalankan program tanpa
harus menginstall aplikasi terlebih dahulu dan memudahkan
pengguna untuk mengakses data dan informasi melalui
internet.
Membantu pelanggan mengembangkan, menguji, dan
mendeploy aplikasi dengan lebih cepat dan mudah.
Menyediakan akses ke infrastruktur komputasi, penyimpanan,
dan jaringan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan
pelanggan.
Menyediakan aplikasi dan layanan yang siap pakai untuk
pelanggan.
Kelebihan - Kekurangan Cloud Computing
Kelebihan
Meningkatkan ketersediaan layanan, karena cloud computing memiliki
beberapa region yang digunakan untuk redudansi yang fungsinya untuk
mengurangi downtime jika terjadi bencana di salah satu region
Lokasi dan format data terpusat / standar memungkinkan portabilitas
aplikasi dan data yang tinggi.
Kapasitas penyimpanan yang hampir tidak terbatas.
Sedikit biaya awal dan perawatan.
Kelebihan - Kekurangan Cloud Computing
Kekurangan
Biaya cloud computing dapat bervariasi tergantung pada jenis layanan,
jumlah sumber daya yang digunakan, dan durasi penggunaan.
Pengguna cloud computing bergantung pada penyedia layanan cloud
untuk mengelola dan memelihara infrastruktur cloud.
Kecepatan akses dibatasi/tergantung dengan kecepatan akses internet.
Kontrol yang terbatas atas infrastruktur cloud yang digunakan.
Analogi Cloud Computing
Contoh paling sederhana penerapan cloud computing adalah layanan
Google Email (Gmail).
Pengguna tidak perlu software atau server pribadi untuk dapat
menggunakannya.
Semua pengguna hanya perlu menyediakan jaringan internet untuk
dapat mengirimkan pesan email.
Software manajemen email dan server semuanya ada di cloud (internet)
dan secara total dikelola oleh provider, seperti: Yahoo, Google, dan
lain-lain
Konsumen hanya perlu menggunakan software itu sendiri dan
menikmati semua manfaat yang ditawarkan.
Analogi Cloud Computing
Analoginya begini, “Jika anda pulang kampung dan butuh perahu untuk
nyebrang ke pulau samosir , kenapa harus beli kapal?”
Yang semua pengguna butuhkan adalah manfaat menggunakan
sofrware atau hardware, seperti : mengirim email, penyimpanan data,
dan lain-lain.
Hanya untuk mendapatkan manfaat (penyebrangan) mengapa
konsumen harus membeli (kapal) (software/hardware)
Syarat Cloud Computing
On Demand : Artinya pengguna hanya dapat berlangganan sesuai
dengan layanan yang dibutuhkannya saja, dan membayar hanya untuk
yang digunakan saja (pay as you go)
Contoh: sebuah layanan Internet Service Provider (ISP) menyediakan 5
(lima) macam pilihan atau paket-paket internet dan pengguna hanya
mengambil 1 (satu) paket layanan internet tersebut sesuai kebutuhan
maka pengguna hanya cukup membayar paket yang diambil saja.
Syarat Cloud Computing
Elastic/Scalable: Artinya layanan harus mampu menyesuaikan kapasitas
sumber daya komputasi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hal ini
penting karena kebutuhan pengguna akan sumber daya komputasi dapat
berubah-ubah seiring waktu.
Contoh: Sebuah perusahaan e-commerce menggunakan layanan cloud
computing untuk menjalankan situs web dan aplikasi mereka. Pada saat
musim liburan, mereka mengalami lonjakan traffic yang signifikan. Dengan
menggunakan layanan cloud computing yang elastic/scalable, perusahaan
dapat dengan cepat meningkatkan kapasitas server mereka untuk
menangani lonjakan traffic tersebut. Hal ini membantu perusahaan untuk
menghindari downtime dan memberikan pengalaman yang lancar bagi
pelanggan mereka.
Syarat Cloud Computing
Central Management : Artinya layanan tersebut harus dapat dikelola
secara terpusat dari satu lokasi. Hal ini penting karena layanan cloud
computing dapat mencakup berbagai sumber daya yang tersebar di
berbagai lokasi geografis.
Contoh: Sebuah perusahaan e-commerce menggunakan layanan cloud
computing untuk menjalankan situs web dan aplikasi mereka. Pada saat
musim liburan, mereka mengalami lonjakan traffic yang signifikan. Dengan
menggunakan layanan cloud computing yang elastic/scalable, perusahaan
dapat dengan cepat meningkatkan kapasitas server mereka untuk
menangani lonjakan traffic tersebut. Hal ini membantu perusahaan untuk
menghindari downtime dan memberikan pengalaman yang lancar bagi
pelanggan mereka.
Risiko Cloud Computing
Data Security : Data yang disimpan di cloud rentan terhadap serangan siber, pencurian, atau
akses yang tidak sah. Oleh karena itu, penting untuk memilih penyedia cloud computing yang
memiliki reputasi baik dalam hal keamanan data.
Data Privacy : Privasi data juga merupakan risiko penting yang perlu dipertimbangkan. Ketika
Anda menyimpan data di cloud, Anda harus mempercayakan data tersebut kepada penyedia
cloud computing. Oleh karena itu, penting untuk memahami kebijakan privasi penyedia cloud
computing sebelum Anda menggunakan layanan mereka.
Risiko Cloud Computing
Availability : Ketersediaan layanan adalah risiko yang perlu dipertimbangkan jika Anda
menggunakan layanan cloud untuk aplikasi atau layanan yang kritikal. Penyedia cloud
computing harus memiliki infrastruktur yang andal untuk memastikan ketersediaan layanan
mereka.
Commitment : Komitmen penyedia layanan adalah risiko yang perlu dipertimbangkan jika
Anda menggunakan layanan cloud untuk jangka panjang. Penyedia cloud computing harus
memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung layanan mereka.
Compliance : Risiko kepatuhan adalah risiko yang berkaitan dengan kepatuhan layanan cloud
terhadap peraturan yang berlaku. Penyedia cloud computing mungkin tidak selalu memenuhi
semua peraturan yang berlaku di wilayah tempat Anda beroperasi.
Jenis-Jenis Cloud Computing
SaaS adalah model layanan cloud yang menyediakan perangkat lunak dan infrastruktur yang
dibutuhkan untuk menjalankannya. Google menawarkan berbagai layanan SaaS, termasuk:
Gmail, layanan email berbasis web
Google Workspace, suite produktivitas yang mencakup aplikasi seperti Docs, Sheets, dan
Slides
Google Cloud Platform Console, antarmuka web untuk mengelola layanan GCP
Jenis-Jenis Cloud Computing
PaaS adalah model layanan cloud yang menyediakan infrastruktur dan alat pengembangan yang
dibutuhkan untuk membuat dan menjalankan aplikasi. Google menawarkan berbagai layanan
PaaS, termasuk:
Google App Engine, platform untuk membuat dan menjalankan aplikasi web dan seluler
Google Kubernetes Engine, platform untuk menjalankan aplikasi terdistribusi
Cloud Functions, platform untuk menjalankan kode tanpa server
Jenis-Jenis Cloud Computing
PaaS adalah model layanan cloud yang menyediakan infrastruktur dan alat pengembangan yang
dibutuhkan untuk membuat dan menjalankan aplikasi. Google menawarkan berbagai layanan
PaaS, termasuk:
Google App Engine, platform untuk membuat dan menjalankan aplikasi web dan seluler
Google Kubernetes Engine, platform untuk menjalankan aplikasi terdistribusi
Cloud Functions, platform untuk menjalankan kode tanpa server
Provider Cloud Computing Terbesar
Berdasarkan laporan dari Gartner pada kuartal keempat tahun 2022, berikut adalah
penguasa cloud computing dunia:
1. Amazon Web Services (AWS) menguasai 33,5% pangsa pasar
2. Microsoft Azure menguasai 21,5% pangsa pasar
3. Google Cloud Platform (GCP) menguasai 10,3% pangsa pasar
Proyeksi Pasar Cloud Computing Tahun 2024
di Indonesi
Menurut laporan dari IDC, pasar cloud computing di Indonesia
diproyeksikan akan tumbuh sebesar 32,7% pada tahun 2024.
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya adopsi cloud
computing oleh berbagai sektor industri, termasuk pemerintah,
swasta, dan UMKM.
Pada tahun 2024, pasar cloud computing di Indonesia
diproyeksikan akan mencapai nilai USD 1,2 miliar. Sektor
pemerintah akan menjadi kontributor terbesar terhadap
pertumbuhan pasar cloud computing di Indonesia, dengan nilai
sebesar USD 360 juta. Sektor swasta akan menyumbang USD
720 juta, dan sektor UMKM akan menyumbang USD 120 juta.
Ada pertanyaan?
Semoga Anda bisa belajar hal yang baru.