0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan15 halaman

Penyuluhan Hipertensi untuk Keluarga

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan mengenai pengasuhan dan bimbingan anak usia toddler, dengan tujuan agar keluarga memahami pentingnya mengasuh dan membimbing anak. Materi mencakup aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pengasuhan, serta metode penyuluhan yang meliputi ceramah dan tanya jawab. Evaluasi diharapkan menunjukkan bahwa 80% peserta mampu memahami materi yang disampaikan.

Diunggah oleh

Ruwina Ulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan15 halaman

Penyuluhan Hipertensi untuk Keluarga

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan mengenai pengasuhan dan bimbingan anak usia toddler, dengan tujuan agar keluarga memahami pentingnya mengasuh dan membimbing anak. Materi mencakup aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pengasuhan, serta metode penyuluhan yang meliputi ceramah dan tanya jawab. Evaluasi diharapkan menunjukkan bahwa 80% peserta mampu memahami materi yang disampaikan.

Diunggah oleh

Ruwina Ulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN PENYULUHAN ACARA

TUMBUH KEMBANG ANAK

SATUAN ACARA PENYULUHAN

"Kenali, Cegah, dan Kendalikan Tekanan Darah Tinggi”

Topik : Hipertensi

Sub : Kenali, Cegah, dan Kendalikan Tekanan Darah Tinggi

Sasaran : Pasien

Hari/Tanggal :

Waktu : ± 45 menit

Tempat : Poli rawat jalan

1 . TUJUAN UMUM

Pada akhir proses penyuluhan keluarga dapat mengenal dan memahami cara
mengasuh dan membimbing anak usia toddler.

1.1 TUJUAN KHUSUS

Setelah diberikan penyuluhan keluarga dapat :

1. Menjelaskan mengapa anak perlu diasuh dan dibimbing

2. Menyebutkan tentang hal yang perlu diperhatikan dalam mengasuh dan


membimbing anak

3. Menyebutkan hakikat mengasuh dan membimbing anak


4. Menjelaskan tentang mengasuh dan membimbing anak usia toddler (1 – 3
tahun)

2 . MATERI ( Terlampir)

1. Mengapa anak perlu diasuh dan dibimbing

2. Hal yang perlu diperhatikan dalam mengasuh dan membimbing anak

3. Hakekat mengasuh dan membimbing anak

4. Mengasuh dan membimbing anak usia toddler 1 – 3 tahun

3 . METODE

1. Ceramah

2. Tanya Jawab

4 . MEDIA

1. Flip Chart

2. Leaflet

3. Poster

5 . PENGORGANISASIAN DAN PENGURAIAN TUGAS

1. Pembukaan/ Pembawa acara


a. Membuka acara penyuluhan dengan memperkenalkan diri dan
kelompok pada masyarakat
b. Mengatur proses dan lama nya penyuluhan
c. Menutup acara penyuluhan

2. Penyuluh/Pengajar
a. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan ringkas, dengan
menggunakan bahasa yang mudah di pahami, dan dapat juga
menyesuaikan dengan menggunakan bahasa daerah agar lebih mudah
di pahami dan di serap oleh masyarakat.
b. Memberikan motivasi pada masyarakat untuk tetap belajar dan
memperhatikan proses penyuluhan
c. Memberikan rasa penasaran kepada masyarakat, agar dapat
memancing masyarakat untuk bertanya.

3. Fasilitator

Uraian tugas :

a. Ikut bergabung dan duduk bersama diantara para masyarakat


b. Mengevaluasi masyarakat tentang kejelasan materi penyuluhan
c. Memotivasi peserta untuk bertanya materi yag belum jelas
d. Meginterupsi penyuluh tentang istilah / hal-hal yang dirasa kurang
jelas bagi peserta
e. Memperagakan atau mempraktekkan bagaimana teknik mengasuh dan
membimbing anak

4. Observer

Uraian tugas :

a. Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta, serta menempatkan diri


sehingga memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses
penyuluhan
b. Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta
c. Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses
penyuluhan
d. Menyampaikan evaluasi langsung kepada peyuluh yang dirasa tidak
sesuai dengan rencana penyuluhan

6. PENYULUHAN

No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Audience


1. 10 Menit Pembukaan 1. Memperhatikan

1. Sambutan dari Ketua RT 2. Menjawab salam


sekaligus membuka acara
penyuluhan 3. Memperhatikan

2. Penyuluh memulai 4. Memperhatikan


penyuluhan dengan 5. Memperhatikan
mengucapkan salam
6. Menerima dan membaca
3. Memperkenalkan diri

4. Menjelaskan tujuan
penyuluhan

5. Menyebutkan materi yang


akan diberikan

6. Membagikan leaflet

2. 35 Menit Pelaksanaan : 1. Memperhatikan

1. Menjelaskan mengapa anak 2. Memperhatikan


perlu diasuh dan dibimbing
3. Memperhatikan
2. Menyebutkan tentang hal
yang perlu diperhatikan dalam 4. Bertanya dan
mengasuh dan membimbing mendengarkan jawaban
anak 5. Memperhatikan
3. Menyebutkan hakikat 6. Bertanya dan
mengasuh dan membimbing mendengarkan jawaban
anak

4. Memberikan kesempatan
pada audience untuk bertanya
dan memberikan jawaban atas
pertanyaan

5. Menjelaskan tentang
mengasuh dan membimbing
anak usia toddler (1 - 3 tahun)

6. Memberikan kesempatan
pada audience untuk bertanya
dan memberikan jawaban atas
pertanyaan

3. 10 Menit Evaluasi : 1. Menjelaskan mengapa


anak perlu diasuh dan
1. Meminta audience dibimbing
menjelaskan mengapa anak
perlu diasuh dan dibimbing 2. Menyebutkan tentang hal
yang perlu diperhatikan
2. Meminta audience dalam mengasuh dan
menyebutkan tentang hal yang membimbing anak
perlu diperhatikan dalam
mengasuh dan membimbing 3. Menyebutkan tentang
anak hakikat mengasuh dan
membimbing anak
3. Meminta audience
menyebutkan tentang hakikat 4. Menjelaskan tentang
mengasuh dan membimbing mengasuh dan membimbing
anak anak usia toddler (1 – 3
tahun)
4. Meminta audience
menjelaskan tentang mengasuh
dan membimbing anak usia
toddler (1 - 3 tahun)

4. 5 Menit Terminasi 1. Memperhatikan

1. Mengucapkan terimakasih 2. Membalas salam


atas perhatian yang diberikan

2. Mengucapkan salam penutup


7. EVALUASI

1. Evaluasi Struktur
a. Peserta hadir ditempat penyuluhan
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Puskesmas
Kayon
c. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan
sebelumnya

2. Evaluasi Proses
a. Keluarga dapat menjelaskan mengapa anak perlu diasuh
dan dibimbing
b. Keluarga dapat menyebutkan tentang hal yang perlu
diperhatikan dalam mengasuh dan membimbing anak
c. Keluarga dapat menjelaskan tentang hakekat mengasuh dan
membimbing anak
d. Keluarga dapat menjelaskan tentang mengasuh dan
membimbing anak usia toddler (1 – 3 tahun).

3. Hasil
a. Setelah penyuluhan diharapkan sekitar 80% peserta
penyuluhan mampu mengerti dan memahami penyuluhan
yang diberikan sesuai dengan tujuan khusus.

Lampiran

MATERI
Tahap tumbuh kembang anak terbagi menjadi dua. Tumbuh (growth)

adalah perubahan fisik yang dapat diukur; Kembang (development) adalah

pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih [Link] balita

seringkali disebut sebagai periode emas. Pada periode usia 0-5 tahun, terjadi

peningkatan pesat pada pertumbuhan dan perkembangan balita. Pertumbuhan anak

adalah perubahan yang bersifat kuantitatif, dapat diukur, dan terjadi secara fisik.

Pertumbuhan dan perkembangan balita 1-5 tahun dapat dipantau melalui pengukuran

tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan ukuran lainnya sesuai usia dengan

standarisasi alat ukur tertentu. Sedangkan perkembangan adalah pertambahan

kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, misalnya si Kecil dapat

berjalan atau berbicara. Perkembangan dapat diamati dari cara ia bermain, belajar,

berbicara, dan bersikap.

Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan

eksternal. Faktor internal meliputi jenis kelamin, perbedaan ras, usia, genetik, dan

kromosom. Sedangkan faktor eksternal tumbuh kembang anak meliputi keadaan

lingkungan sosial, ekonomi, nutrisi, dan stimulasi [Link] emas anak

berlangsung pada rentang usia 0-5 tahun. Usia ini merupakan fase awal tahap tumbuh

kembang anak dan akan berpengaruh pada fase selanjutnya. Di masa ini, Mama harus

semakin cermat untuk mendapatkan hasil optimal dan mencegah terjadinya kelainan

sedini [Link] dan perkembangan dipengaruhi oleh faktor-faktor

internal dan eksternal. Faktor internal meliputi jenis kelamin, perbedaan ras, usia,
genetik, dan kromosom. Sedangkan faktor eksternal tumbuh kembang anak meliputi

keadaan lingkungan sosial, ekonomi, nutrisi, dan stimulasi [Link] emas

anak berlangsung pada rentang usia 0-5 tahun. Usia ini merupakan fase awal tumbuh

kembang si Kecil dan akan berpengaruh pada fase selanjutnya. Di masa ini, Ibu harus

semakin cermat untuk mendapatkan hasil optimal dan mencegah terjadinya kelainan

sedini mungkin. Stimulasi jaringan otak sangat penting selama periode emas si Kecil.

Semakin banyak stimulasi yang Mama berikan kepada si Kecil, jaringan otak akan

berkembang hingga mencapai 80% pada usia 3 tahun. Sebaliknya, jika si Kecil tidak

pernah diberi stimulasi yang cukup, maka jaringan otaknya akan mengecil sehingga

fungsi otak akan menurun. Hal inilah yang menyebabkan perkembangan si Kecil

menjadi terhambat. Stimulasi yang kurang pada si Kecil dapat mempengaruhi

perkembangan kecerdasan otak, penyimpangan tumbuh kembang, bahkan gangguan

perkembangan yang menetap.

Tahap perkembangan bayi dan balita dibagi menjadi beberapa area yaitu:

motorik kasar (berjalan, berlari), motorik halus (menggambar), sensorik (melihat,

mendengar, dll.), bahasa (mengucapkan kata lalu kalimat), dan sosial (bermain

bersama, bermain bergantian). Pertumbuhan dan perkembangan berbeda-beda

timbulnya, namun tetap ada batasan waktu yang cukup luas di mana masih dapat

dikategorikan [Link] mendukung pertumbuhan si Kecil diperlukan kecukupan

gizi yang baik. Selain membantu pertumbuhan, dengan nutrisi dan kebiasaan makan

yang baik, penyakit seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan obesitas dapat
dicegah dalam tahap perkembangan bayi dan balita. Kurang nutrisi akan

menyebabkan gangguan perkembangan intelektual si Kecil. Bila tumbuh kembang

kurang menurut alat ukur standar, Si Kecil yang berusia 1 tahun seharusnya dapat

berjalan 1 atau 2 langkah tanpa bantuan, berbicara beberapa kata, dan bertepuk

tangan. Si Kecil dapat berlari, membalik kertas, berbicara sekitar 10 kata,

menggambar garis lurus di usia 2-2,5 tahun. Di usia 3 tahun, Si Kecil sudah dapat

memakai pakaian sendiri kecuali memasang kancing, menghitung sampai 10. Di usia

4 tahun Si Kecil dapat berdiri dan melompat dengan 1 kaki, memakai pakaian

dengan baik, melempar bola dengan 1 tangan. Pada usia 5 tahun si Kecil sudah dapat

menangkap bola, mengenali 4 warna, dan ketika usia 6 tahun si Kecil sudah dapat

berjalan di satu garis lurus, dan menulis. Masih banyak ukuran lainnya dalam

developmental [Link] si Kecil tidak mampu untuk melakukan hal yang

seharusnya dapat dilakukan oleh teman seusianya menurut milestones, maka si Kecil

mungkin mengalami keterlambatan perkembangan. Jika keterlambatan

perkembangan terjadi pada beberapa area, maka si Kecil bisa dikatakan mengalami

global development delay. Pada banyak kasus, gangguan perkembangan si Kecil

membutuhkan bantuan agar dapat mencapai potensi maksimal [Link]

keluarga, personil sekolah, dan petugas kesehatan sangat dibutuhkan dalam

mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Apabila si Kecil tampak

lebih maju atau lambat dibanding teman sepantarannya, Mama sebaiknya segera

berkonsultasi dengan dokter. Si Kecil wajib dibawa ke posyandu atau ke fasilitas

kesehatan lainnya setiap bulan untuk diukur dan dipantau perkembangannya.


Sehingga kelainan maupun keterlambatan yang mungkin terjadi dapat terdeteksi

sedini mungkin.

MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK USIA TODDLER (USIA 1 – 3


TAHUN)

MENGAPA ANAK PERLU DIASUH DAN DIBIMBING

Anak perlu diasuh dan dibimbing karena mengalami proses pertumbuhan dan
perkembangan. Pertumbuhan adalah bertumbuhnya anak dari segi jasmani.
Perkembangan ialah berkembangnya kepribadian anak, dari seorang mahluk yang
tadinya secara mutlak bergantung pada lingkungannya, menjadi seorang yang secara
relatif mandiri dan berguna bagi lingkungannya.

Perkembangan anak merupakan proses. Artinya, perkembangan itu meliputi berbagai


aspek kehidupan manusia, dan terjadi sebagai hasil interaksi antara faktor bawaan dan
faktor lingkungan. Agar perkembangan itu berjalan sebaik-baiknya, anak perlu diasuh
dan dibimbing oleh orang dewasa, terutama dalam lingkungan kehidupan
berkeluarga.

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENGASUH DAN


MEMBIMBING ANAK

Sebagaimana dijelaskan diatas, perkembangan anak dipengaruhi oelh faktor bawaan


dan faktor lingkungan. Kedua faktor itu perlu diperhatikan dalam mengasuh anak.

1. Faktor bawaan

Faktor bawaan adalah sifat yang dibawa anak sejak lahir :

- Ada anak yang penyabar, pemarah, pendiam, banyak bicara, cerdas, bodoh, dll

- Keadaan fisik yang berbeda-beda, ada yang tinggi/pendek, ada yang berkulit
hitam/putih, hidung mancung/pesek, dll
Faktor bawaan dapat mempercepat, menghambat, atau melemahkan pengaruh faktor
lingkungan. Setiap anak itu unik, artinya bahwa tidak ada satu anak pun yang persis
sama. Dalam mengasuh dan membimbing anak, kita tidak boleh membandingkan
perkembangan anak yang satu dengan yang lainnya, tanpa memperhatikan sifat
mereka masing-masing.

2. Faktor lingkungan

Adalah pengaruh luar atau lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak.


Faktor lingkungan meliputi suasana lingkungan dalam keluarga dan hal lain yang
berpengaruh dalam perkembangan anak, seperti sarana dan prasarana yang tersedia,
misalnya alat bermain, lapangan bermain atau televisi.

Faktor lingkungan dapat merangsang berkembangnya fungsi tertentu dari anak,


sehingga mempercepat perkembangan anak. Namun, faktor lingkungan juga dapat
mmeperlambat atau mengganggu kelangsungan perkembangan anak. Peran orangtua
adalah menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ke arah yang
positif.

3. Faktor status nutrisi

Makanan memegang peranan yang penting dalam tumbuh kembang anak, karena
anak sedang tumbuh sehingga kebutuhannya berbeda dengan orang dewasa.
Kekurangan makanann yang bergizi akan menyebabkan retardasi pertumbuhan anak.
Makan yang berlebihan juga tidak baik, karena dapat menyebabkan kegemukan.
Kedua keadaan ini dapat meningkatkan resiko anak terserang penyakit.

ASI juga memegang peranan dalam mencegah anak terserang penyakit. Itu
disebabkan karena ASI disamping mempunyai nilai gizi yang tinggi juga
mengandung berbagai macam zat anti yang melindungi anak dari berbagai infeksi.
Pemberian makanan empat sehat lima sempurna pada anak toddler sangat dianjurkan
karena anak pada usia ini sangat membutuhkan energi untuk aktivitasnya.

HAKIKAT MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK

- Keluarga merupakan lembaga pertama dan utama dalam mendidik anak. Pendidikan
di lingkungan keluarga merupakan dasar-dasar pertama perkembangan anak
- Mengasuh dan membimbing anak ialah mendidik anak agar kepribadian anak dapat
berkembang dengan sebaik-baiknya, sehingga menjadi manusia dewasa yang
bertanggung jawab.

- Mengasuh dan mebimbing anak melibatkan seluruh aspek kepribadian anak, baik
aspek jasmani, intelektual, emosional dan keterampilan, serta aspek norma dan nilai.

- Hakikat mengasuh dan membimbing anak meliputi pemberian kasih sayang dan rasa
aman, sekaligus disiplin dan contoh yang baik. Oleh karena itu, diperlukan suasana
kehidupan keluarga yang stabil dan bahagia

- Mengasuh dan membimbing anak selain merupakan tantangan dalam keluarga, juga
merupakan pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan.

- Mengasuh dan membimbing anak membutuhkan pengetahuan, keterampilan,


pengalaman dan kesabaran orangtua

MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK USIA TODDLER (1 – 3 TAHUN)

Dengan bertambah matangnya perkembangan fisik, anak usia toddler sudah bisa
berjalan. Ia mulai menyadari bahwa gerakan badannya dapat diaturnya sendiri,
dikuasai, dan digunakannya untuk suatu maksud. Tahap ini merupakan tahap
pembentukan rasa otonomi diri.

Apabila terdapat gangguan dalam mencapai rasa otonomi diri, maka anak akan
dikuasai rasa malu, ragu-ragu, dan pengekangan diri yang berlebihan.

1. Ciri dan tuntutan perkembangan

Anak akan bergerak dan berbuat sesuatu sesuai dengan kemauannya sendiri, sehingga
ia seolah-olah ingin mencoba apa yang dapat dilakukannya. Tak henti-hentinya ia
berjalan kian kemari dengan perasaan senang dan puas, tangannya pun akan meraih
segala sesuatu yang terjangkau olehnya.

Anak pun dapat menuntut atau menolak apa yang ia kehendaki atau tidak ia
kehendaki. Akan tertanam perasaan otonomi diri, yaitu rasa kemampuan mengatur
badannya dan lingkungannya sendiri. Hal ini menjadi dasar terbentuknya rasa yakin
pada diri dan harga diri di kemudian hari

2. Sikap orangtua
- Doronglah agar anak dapat bergerak bebas dan berlatih melakukan hal-hal yang
diperkirakan mampu ia kerjakan, sehingga akan menumbuhkan rasa kemampuan diri.
Namun harus bersikap tegas untuk melindungi dari bahaya, karena dorongan anak
berbuat belum diimbangi oleh kemampuan untuk melaksanakannya secara wajar dan
rasional

- Usahakan agar anak mau bermain dengan anak lainnya. Dengan demikian ia akan
belajar bagaimana mengikuti aturan permainan. Namun jangan lupa bahwa dalam
bermain atau berhubungan dengan orang lain, anak masih bersifat egoistis, yaitu
mementingkan diri sendiri dan memperlakukan orang lain sebagai obyek atau benda
sesuai dengan kemauannya sendiri

- Banyaklah berbicara kepada anak dalam kalimat pendek yang mudah dimengerti

- Bacakan buku cerita atau dongeng kepada anak setiap hari, dan doronglah agar ia
mau menceritakan kepada anda apa yang ia lihat atau dengar

- Ajak anak ke taman, toko, kebun binatang, lapangan, atau tempat lainnya

- Usahakan agar anak membereskan mainannya setelah bermain, membantu kegiatan


rumah tangga yang ringan dan menanggalkan pakaiannya tanpa dibantu. Hal ini akan
melatih anak untuk bertanggung jawab.

- Latihlah anak dalam hal kebersihan diri, yaitu buang air kecil dan buang air besar
pada tempatnya, namun jangan terlalu ketat

- Latihlah anak untuk makan sendiri memakai sendok dan garpu, dan ajaklah ia
makan bersama keluarga

- Berilah alat permainan yang sederhana, dan doronglah agar anak mau bermain
balok-balok atau menggambar

- Jangan terlalu banyak memberikan larangan. Namun orangtua pun jangan terbiasa
menuruti segala permintaan anak. Bujuk dan tenangkanlah anak ketika ia kecewa
dengan cara memeluknya dan mengajaknya berbicara.

Gangguan dalam mencapai rasa otonomi diri akan berakibat bahwa anak dikuasai
oleh rasa malu dan keragu-raguan serta pengekangan diri yang berlebihan.
Sebaliknya, dapat juga terjadi sikap melawan dan memberontak.
3. Gangguan / penyimpangan yang dapat timbul pada tahap ini

- Kesulitan makan, terutama bila ibu memaksa makan

- Suka mengadat (ngambek/tempertantrum)

- Tingkah laku kejam

- Tingkah laku menentang dan keras kepala

- Gangguan dalam berhubungan dengan orang lain yang diwarnai oleh sikap
menyerang

DAFTAR PUSTAKA
Markum A.H., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak, Jilid 1, Bagian Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 1991

Soetjiningsih, Tumbuh Kembang Anak, Cetakan I, Penerbit Buku Kedokteran EGC,


Jakarta, 1995

Whaley & Wong, Nursing Care of Infant’s and Children, Fifth Edition, Mosby
Company, Missouri, 1995

Martono, Lydia Herlina, Mengasuh dan Membimbing Anak Dalam Keluarga, Edisi I,
PT Pustaka Antara, Jakarta, 1996

Anda mungkin juga menyukai