MATERI PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN
MENURUT PERSPEKTIF AL QU’RAN
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Ujian Akhir Semester
MATA KULIAH TAFSIR TARBAWI
Dosen Pengampu : Sopyan, [Link]., [Link]
Disusun oleh :
Adelia Putri
NIM 12210120883
KELAS F SEMESTER 4
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SULTAN SYARIF KASIM RIAU
2024 M/1445 H
KATA PENGANTAR
Puja beserta syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan tugas tafsir tarbawi
dengan judul “Materi pembelajaran yang menyenangkan menurut prespektif al qur’an”.
Diharapkan Makalah ini dapat berguna untuk menambah wawasan serta pengetahuan kepada
kita tentang tafsir tarbawi.
Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Sopyan, [Link]., [Link] selaku dosen
pengampu mata kuliah tafsir tarbawi yang telah memberikan tugas ini, sehingga dapat
menambah wawasan dan pengetahuan kami.
Tentunya saya menyadari dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,
karena keterbatasan pengetahuan yang saya miliki. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun dari semua pihak sangat saya harapkan. Semoga makalah ini bermanfaat untuk
kita semua.
Pekanbaru, juni 2024
Adelia Putri
DAFTAR ISI
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun generasi penerus bangsa
yang berkualitas. Melalui pendidikan, individu dapat mengembangkan potensi diri
siwaa, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta menumbuhkan nilai-nilai
moral dan karakter yang luhur. Hal ini menjadikannya kunci dalam mewujudkan cita-
cita bangsa dan [Link], di tengah pesatnya perkembangan zaman, tantangan
dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa kian terasa. Siswa seringkali
merasa bosan dan tidak tertarik dengan materi pembelajaran yang monoton dan
kurang relevan dengan kehidupan nyata. Hal ini dapat berakibat pada rendahnya hasil
belajar dan kurangnya semangat belajar.
Di sinilah Al-Qur'an hadir sebagai sumber panduan yang penuh hikmah dan solusi.
Kitab suci umat Islam ini tidak hanya berisi pedoman spiritual dan moral, tetapi juga
memberikan wawasan tentang proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
Al-Qur'an menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang positif,
menumbuhkan rasa ingin tahu dan keingintahuan, serta menghubungkan materi
pembelajaran dengan kehidupan [Link] nilai-nilai Al-Qur'an dalam
merancang materi pembelajaran yang menyenangkan memiliki potensi yang besar
untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa.
2. Fokus Kajian
a. Menganalisis konsep pembelajaran yang menyenangkan menurut perspektif
Al-Qur'an.?
b. Mengidentifikasi strategi dan metode pembelajaran yang dapat diterapkan
untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa berdasarkan Al-Qur'an?
3. Tujuan Pembahasan
a. Untuk memahami konsep pembelajaran yang menyenangkan menurut
perspektif Al-Qur'an.
b. Untuk mengidentifikasi strategi dan metode pembelajaran yang dapat
diterapkan untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa berdasarkan
Al-Qur'an
B. KERANGKA TEORITIS
1. Pengertian Materi Pembelajaran Yang Menyenangkan
a. Materi Pelajaran
Materi pembelajaran adalah isi atau substansi dari suatu proses belajar
mengajar. Materi ini dapat berupa pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai, dan
sikap yang harus dikuasai oleh peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Materi pembelajaran harus dipilih dan disusun secara sistematis dan terstruktur,
serta sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
Materi pembelajaran merupakan komponen pembelajaran yang memegang
peranan cukup esensial, mengarahkan peserta didik pada pencapaian tujuan atau
sasaran pembelajaran yang ditetapkan. Materi pembelajaran mengandung aspek-
aspek tertentu yang diharapkan mampu membimbing mereka untuk berperilaku
yang baik. Materi pembelajaran merupakan hal yang sangat penting sebagai
sarana yang digunakan dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan dan
membentuk kompetensi peserta didik. Materi pembelajaran sering juga disebut
dengan bahan ajar atau bahan pengajaran. Menurut Pannen dikutip dalam bukunya
Andi Prastowo menjelaskan bahwa materi ajar atau bahan ajar adalah bahan-
bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis, yang digunakan
guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran.
Materi pembelajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik memiliki berbagai
jenis dan tingkatan sesuai dengan kelompok bidang studi atau kelompok mata
pelajaran masing-masing. Materi pembelajaran dapat dibedakan menjadi tiga
bagian, yaitu:
1) Pengetahuan sebagai materi pembelajaran Pengetahuan yaitu informasi-
informasi ajar yang harus dikuasai oleh peserta didik. Keberadaannya
bertujuan untuk meningkatkan wawasan mereka yang dititik beratkan pada
ranah kognitif. Pengetahuan dalam materi pembelajaran diharapkan dapat
mendorong siswa untuk mendayagunakan dan mengembangkan ranah
kognitifnya tersebut. Pengetahuan sebagai materi pembelajaran meliputi:
fakta, konsep, prinsip dan prosedur.
2) Keterampilan sebagai materi pembelajaran Keterampilan yaitu
kemampuan untuk melakukan dan mengerjakan secara jasmaniah, serta
keterampilan ruhaniah seperti berfikir, menganalisis, membedakan, dan
sebagainya. Keterampilan sebagai materi pembelajaran meliputi
[Link] menggunakan ide, menentukan alternatif pilihan,
memanfaatkan bahan, peralatan, dan waktu yang tersedia, serta
menjalankan teknik atau langkah yang harus dilalui.
3) Sikap atau nilai sebagai materi pembelajaran Sikap merupakan perilaku
yang relatif permanen, melekat, dan turut mencerminkan tingkat
kepribadian orang yang memilikinya. Sikap atau nilai merupakan suatu
yang diharapkan, diinginkan, dicita-citakan oleh suatu masyarakat dan
merupakan pengakuan masyarakat secara umum mengenai ukuran baik
dan buruk. Baik dan buruknya sikap seseorang dapat dipengaruhi oleh baik
dan buruknya pula pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Sikap
atau nilai tersebut antara lain: nilai kebersamaan, nilai kejujuran, kasih
sayang, tolong-menolong, minat belajar, dan semangat kerja1
2. Pembelajaran Yang Menyenangkan
Pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning) adalah proses belajar mengajar
yang dirancang dan dilaksanakan dengan cara yang menarik, bermakna, dan
melibatkan peserta didik secara aktif. Dalam suasana belajar yang menyenangkan,
peserta didik tidak hanya menerima materi pembelajaran secara pasif, tetapi mereka
juga terlibat aktif dalam proses belajar, sehingga mereka lebih mudah memahami dan
mengingat materi pembelajaran.
Ciri-ciri pembelajaran yang menyenangkan:
1
Mailani, E. (2015). Penerapan pembelajaran matematika yang
menyenangkan. Elementary School Journal PGSD FIP Unimed, 1(1), 8-11.
1) Suasana belajar yang kondusif dan aman: Peserta didik merasa nyaman
dan aman dalam belajar, sehingga mereka tidak merasa tertekan atau cemas.
2) Guru yang ramah dan suportif: Guru menciptakan hubungan yang positif
dengan peserta didik dan memberikan dukungan dan motivasi kepada mereka.
3) Metode pembelajaran yang bervariasi: Guru menggunakan berbagai
metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan gaya belajar peserta
didik.
4) Media pembelajaran yang kreatif: Guru menggunakan media pembelajaran
yang kreatif dan menarik, seperti video, gambar, dan permainan.
5) Peserta didik terlibat aktif: Peserta didik terlibat aktif dalam proses belajar,
seperti melalui diskusi, presentasi, dan proyek.
6) Pembelajaran yang bermakna: Peserta didik memahami keterkaitan antara
materi pembelajaran dengan kehidupan nyata.
7) Penilaian yang objektif dan transparan: Penilaian dilakukan dengan
objektif dan transparan,2
3. Materi Pembelajaran Yang Menyenangkan
Memilih materi pembelajaran yang tepat merupakan salah satu kunci untuk
menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Materi yang menarik dan relevan
dengan kehidupan peserta didik akan memotivasi mereka untuk belajar dan membantu
mereka memahami konsep dengan lebih mudah. Berikut beberapa tips untuk memilih
materi pembelajaran yang menyenangkan:
1) Kenali Kebutuhan dan Minat Peserta Didik
Langkah pertama adalah memahami kebutuhan dan minat peserta didik. Hal
ini dapat dilakukan dengan cara:
Melakukan observasi: Perhatikan perilaku dan minat peserta didik di
dalam dan di luar kelas.
Berbicara dengan peserta didik: Tanyakan kepada peserta didik
tentang apa yang mereka sukai dan ingin pelajari.
Melibatkan orang tua: Mintalah masukan dari orang tua tentang
minat dan bakat anak mereka.
2) Pilih Materi yang Relevan dengan Kehidupan Sehari-hari
Materi pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari akan lebih
mudah dipahami dan diingat oleh peserta didik. Hal ini juga akan membantu
2
Anitah, S. (2007). Strategi pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka, 1.
mereka untuk melihat manfaat dari belajar dan menerapkannya dalam
kehidupan nyata.
3) Gunakan Berbagai Jenis Materi
Gunakan berbagai jenis materi untuk menghindari kebosanan dan membuat
belajar lebih menarik. Beberapa jenis materi yang dapat digunakan antara lain:
Cerita: Gunakan cerita untuk menyampaikan konsep abstrak atau
untuk membuat belajar lebih menyenangkan.
Permainan: Gunakan permainan untuk melatih keterampilan dan
menguji pemahaman peserta didik.
Aktivitas: Gunakan aktivitas untuk membantu peserta didik belajar
secara langsung dan interaktif.
Video: Gunakan video untuk menunjukkan contoh nyata dari konsep
yang sedang dipelajari.
Teknologi: Gunakan teknologi untuk membuat belajar lebih menarik
dan interaktif, seperti dengan menggunakan aplikasi edukasi atau
simulasi komputer.3
C. TEMUAN DAN PEMBAHASAN
1. TEMUAN
Al-Qur'an sebagai pedoman hidup bagi umat Islam, mengandung banyak nilai-nilai
luhur dan petunjuk yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk
dalam dunia pendidikan. Salah satu aspek penting dalam pendidikan adalah
meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa.
Berikut beberapa ayat Al-Qur'an yang dapat menjadi landasan untuk merumuskan
strategi dan metode pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan minat dan
motivasi belajar siswa:
1) Menumbuhkan Rasa Cinta dan Antusiasme Terhadap Ilmu
Pengetahuan:
a. Surat Al-'Alaq ayat 1-5:
3
Marzuki, I., & Hakim, L. (2018). Model Pembelajaran Kooperatif Perspektif Al-
Qur'an. Rausyan Fikr: Jurnal Pemikiran dan Pencerahan, 14(02).
( ) اْقَر ْأ َوَر ُّبَك اَأْلْكَر ُم٢( ) َخ َلَق اِإْلنَس اَن ِمْن َعَلٍق١(اْقَر ْأ ِباْس ِم َر ِّبَك اَّلِذي َخ َلَق
) َعَّلَم اِإْلنَس اَن َما َلْم َيْعَلْم٤() اَّلِذي َعَّلَم ِباْلَقَلِم٣
Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.,Dia telah
menciptakan manusia dari 'Alaq.,Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling
Pemurah.,Yang mengajar manusia dengan pena.,Dia mengajarkan kepada manusia
apa yang belum diketahuinya.
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT memerintahkan manusia untuk membaca
dan menuntut ilmu. Membaca dan menuntut ilmu merupakan hal yang mulia dan
dianjurkan oleh Allah SWT.4
b. Surat Al-Mujadalah ayat 11:
ٰٓيَاُّيَها اَّلِذْيَن ٰاَمُنْٓوا ِاَذا ِقْيَل َلُكْم َتَفَّس ُح ْوا ِفى اْلَمٰج ِلِس َفاْفَس ُح ْوا َيْفَس ِح الّٰلُه
َلُكْۚم ْۚم َوِاَذا ِقْيَل اْنُش ُز ْوا َفاْنُش ُز ْوا َيْر َفِع الّٰلُه اَّلِذْيَن ٰاَمُنْوا ِم ْن ُك ْۙم َواَّلِذْيَن ُاْوُتوا
اْلِعْلَدَمَر ٰجٍۗتٍۗت َوالّٰلُه ِبَما َتْعَمُلْوَن َخ ِبْيٌر
Artinya:"Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang
berilmu pengetahuan di antara kamu; dan Allah mengetahui dengan se-baik-baiknya
apa yang kamu kerjakan." (Al-Mujadalah: 11)
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT akan meninggikan derajat orang-orang yang
beriman dan berilmu pengetahuan. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan
memiliki nilai yang sangat tinggi dalam Islam.5
4
Lubis, M., Nasution, H. S., & Novianti, W. (2023). Analisis Konsep Pendidikan
Agama Islam Menurut Prof. Dr. HM Quraish Shihab Dalam Tafsir Al-Mishbah
(Ayat-Ayat Pendidikan Surah Al-Alaq 1-5 Dan Al-Mujadilah Ayat 11. Nizam Sri
Deli: Jurnal Penelitian dan Ilmu-ilmu Keislaman, 15(2), 51-55.
5
Afandi, S. (2019). Kajian Hadits Jibril dalam Perspektif Pendidikan (Kajian Materi
Pembelajaran dan Metode Pembelajaran). Jurnal Penelitian Keislaman, 15(1), 29-42.
2. PEMBAHASAN
1. Al-Alaq ayat 1-5
Surah Al-Alaq bagaikan mutiara hikmah yang membuka lembaran pertama wahyu
Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Terdiri dari 19 ayat, surah ini
menandakan awal mula risalah Islam dan mengandung pesan-pesan penting
tentang ilmu pengetahuan, iman, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Ayat 1-5: Fondasi Ilmu dan Keimanan
Fokus utama pembahasan kita adalah pada ayat 1-5, yang menjadi landasan
penting dalam memahami makna Surah Al-Alaq secara keseluruhan. Mari kita
telusuri makna mendalam dari ayat-ayat tersebut:
a. Ayat 1:
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."
(Al-Alaq: 1)
Perintah "Iqra'" (bacalah) mengawali wahyu pertama, menunjukkan
pentingnya ilmu pengetahuan dan membaca. Membaca bukan hanya dalam
arti harfiah, tetapi juga mencakup memahami, merenungkan, dan
mengamalkan ilmu. Menyebut nama Allah SWT di awal aktivitas
menandakan bahwa segala usaha harus diniatkan untuk mendapatkan
ridha-Nya.
b. Ayat 2:
"Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah." (Al-Alaq: 2)
Penciptaan manusia dari segumpal darah mengingatkan kita tentang
keagungan Allah SWT dan kelemahan manusia. Hal ini mendorong rasa
syukur dan kerendahan hati dalam diri manusia.
c. Ayat 3:
"Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah." (Al-Alaq: 3)
Perintah "Iqra'" kembali ditekankan, menunjukkan urgensinya dalam
kehidupan manusia. Sifat Allah SWT yang Maha Pemurah menjadi
sumber pengharapan dan motivasi bagi manusia untuk terus belajar dan
berusaha.
d. Ayat 4:
"Dia yang mengajar (manusia) dengan pena." (Al-Alaq: 4)
Pena melambangkan alat untuk menulis dan mengabadikan ilmu. Allah
SWT mengajarkan manusia dengan pena, menunjukkan peran penting ilmu
pengetahuan dalam peradaban manusia.
e. Ayat 5:
"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (Al-Alaq:
5)
Ilmu pengetahuan yang diajarkan Allah SWT kepada manusia melampaui
batas akal dan kemampuan manusia. Hal ini menunjukkan kebesaran Allah
SWT dan perlunya manusia untuk selalu belajar dan mencari ilmu.
Ayat 1-5 Surah Al-Alaq menjadi landasan penting dalam memahami makna Surah
Al-Alaq secara keseluruhan. Ayat-ayat ini menekankan pentingnya ilmu
pengetahuan, keimanan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Sebagai umat Islam,
kita diwajibkan untuk terus belajar, meningkatkan ilmu, dan mengamalkannya
demi kebaikan diri, keluarga, dan masyarakat.
2. Al-Mujadalah ayat 11:
"Dan Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang
berilmu pengetahuan di antara kamu; dan Allah mengetahui dengan se-baik-
baiknya apa yang kamu kerjakan."
Ayat ini bagaikan mutiara hikmah yang terukir dalam Surat Al-Mujadalah,
memancarkan cahaya tentang kemuliaan ilmu dan keutamaan orang-orang yang
beriman dan berilmu. Mari kita telusuri maknanya lebih dalam:
1) Ketinggian Derajat Orang Beriman dan Berilmu:
Allah SWT menegaskan bahwa Dia akan meninggikan derajat orang-
orang yang beriman dan berilmu. Kata "yarfa'u" (meninggikan)
menunjukkan tingginya kedudukan dan keistimewaan yang diberikan
kepada mereka. Derajat ini bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.
Keimanan:
Iman merupakan pondasi utama dalam meraih ilmu yang bermanfaat. Iman
memandu hati dan pikiran untuk memahami kebenaran dan menjauhi
kesesatan. Keimanan yang teguh menjadi kompas moral, mendorong
individu untuk menggunakan ilmunya demi kebaikan dan kemajuan umat
manusia.
Ilmu Pengetahuan:
Ilmu pengetahuan bagaikan cahaya yang menerangi jalan kehidupan. Ilmu
yang bermanfaat, yang diperoleh dengan niat yang tulus dan diiringi
dengan akhlak mulia, menjadi kunci untuk meraih kemajuan dan
kebahagiaan di dunia dan akhirat.
2) Kesatuan Iman dan Ilmu:
Ayat ini tidak memisahkan antara keimanan dan ilmu pengetahuan. Keduanya
saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain. Iman tanpa ilmu bagaikan
pohon tanpa akar, mudah goyah tertiup angin keraguan. Ilmu tanpa iman
bagaikan pisau bermata dua, dapat digunakan untuk kebaikan atau keburukan.
3) Pengetahuan Allah yang Sempurna:
Di akhir ayat, Allah SWT menegaskan bahwa Dia mengetahui dengan se-
baik-baiknya apa yang dilakukan oleh manusia. Hal ini menunjukkan bahwa
Allah SWT adalah hakim yang adil dan mengetahui segala sesuatu, termasuk
niat dan usaha dalam menuntut ilmu.
Surah Al-Alaq dan Al-Mujadalah bagaikan dua jendela yang membuka wawasan tentang
ilmu pengetahuan dan pembelajaran dalam perspektif Al-Qur'an. Surah Al-Alaq, dengan
ayat-ayat pertamanya, menandakan awal mula risalah Islam dan menekankan pentingnya
ilmu pengetahuan. Sementara itu, Surah Al-Mujadalah berbicara tentang ketinggian derajat
orang-orang beriman dan berilmu.6
Hubungan: Surah Al-Alaq dan Al-Mujadalah dengan Pembelajaran Menyenangkan
Kedua surah ini memiliki hubungan erat dengan konsep pembelajaran yang menyenangkan
dalam perspektif Al-Qur'an. Berikut beberapa poin pentingnya:
1. Menumbuhkan Kecintaan Terhadap Ilmu:
Surah Al-Alaq: Ayat 1-5 menunjukkan perintah untuk membaca dan belajar,
menandakan bahwa ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang mulia dan perlu
dicintai.
Surah Al-Mujadalah: Ayat 11 menunjukkan bahwa Allah SWT meninggikan
derajat orang-orang yang beriman dan berilmu, menandakan bahwa ilmu
pengetahuan memiliki nilai yang tinggi
2. Menciptakan Suasana Belajar yang Kondusif:
Surah Al-Alaq: Ayat 1-5 menunjukkan bahwa belajar harus dilakukan dengan
penuh keikhlasan dan niat yang baik, menandakan bahwa suasana belajar yang
kondusif harus tercipta.
6
Sabarudin, S. (2018). Materi Pembelajaran Dalam Kurikulum 2013. Jurnal An-Nur:
Kajian Ilmu-ilmu Pendidikan dan Keislaman, 4(01), 1-18.
Surah Al-Mujadalah: Ayat 11 menunjukkan bahwa Allah SWT mengetahui apa
yang dilakukan manusia, menandakan bahwa guru harus adil dan bijaksana dalam
mengajar, menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.
3. Memanfaatkan Metode dan Media Pembelajaran yang Menarik:
Surah Al-Alaq: Ayat 4 menunjukkan bahwa Allah SWT mengajar manusia
dengan pena, menandakan bahwa berbagai metode dan media pembelajaran dapat
digunakan untuk menarik minat belajar siswa.
Surah Al-Mujadalah: Ayat 11 menunjukkan bahwa Allah SWT meninggikan
derajat orang-orang yang berilmu, menandakan bahwa guru harus terus belajar
dan mengembangkan diri, menggunakan metode dan media pembelajaran yang
inovatif dan kreatif.
4. Mengintegrasikan Nilai-nilai Moral dan Spiritual dalam Pembelajaran:
Surah Al-Alaq: Ayat 1-5 menunjukkan bahwa belajar harus dilakukan dengan
penuh keikhlasan dan niat yang baik, menandakan bahwa nilai-nilai moral dan
spiritual harus ditanamkan dalam pembelajaran.
Surah Al-Mujadalah: Ayat 11 menunjukkan bahwa Allah SWT mengetahui apa
yang dilakukan manusia, menandakan bahwa guru harus menjadi teladan bagi
siswa dalam menerapkan nilai-nilai moral dan spiritual.
5. Menjadikan Pembelajaran sebagai Suatu Ibadah:
Surah Al-Alaq: Ayat 1-5 menunjukkan bahwa belajar harus dilakukan dengan
penuh keikhlasan dan niat yang baik, menandakan bahwa belajar dapat menjadi
suatu ibadah.
Surah Al-Mujadalah: Ayat 11 menunjukkan bahwa Allah SWT meninggikan
derajat orang-orang yang berilmu, menandakan bahwa ilmu pengetahuan yang
bermanfaat dapat menjadi bekal untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Surah Al-Alaq dan Al-Mujadalah memberikan panduan penting tentang ilmu
pengetahuan dan pembelajaran dalam perspektif Al-Qur'an. Dengan menggabungkan nilai-
nilai dari kedua surah ini, guru dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, efektif,
dan bermakna bagi siswa, sehingga mereka dapat mencapai potensi terbaiknya dan menjadi
insan yang berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat.7
7
Maisarah, M., Annisa, L., Angelina, A. D., Siahaan, A., & Amiruddin, A. (2022).
Pendidikan Berbasis Merdeka Belajar Dalam Al-Qur’an:(Q. S Al-Alaq/96: 1-5, QS
Mujadalah/58: 11). Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(1), 107-
115.
D. PENUTUP
1. KESIMPULAN
Membuat pembelajaran yang menyenangkan bukan hanya tugas guru, tetapi juga
tanggung jawab bersama. Dengan menggabungkan nilai-nilai Al-Qur'an dan prinsip-
prinsip pedagogis modern, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
dan inspiratif bagi generasi penerus bangsa. Bangun fondasi keimanan dan tanamkan
kecintaan pada ilmu [Link] ilmu dengan kehidupan sehari-hari dan
tunjukkan [Link] suasana belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih
sayang.
2. SARAN
Saya menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan yang
saya miliki baik dari segi tulisan maupun bahasan yang saya sajikan. Oleh karena itu,
saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari bapak. maupun teman-teman sekalian.
Semoga dengan terselesaikannyat tugas uas ini dapat bermanfaat.
E. DAFTAR ISI
Mailani, E. (2015). Penerapan pembelajaran matematika yang
menyenangkan. Elementary School Journal PGSD FIP Unimed, 1(1), 8-11.
Marzuki, I., & Hakim, L. (2018). Model Pembelajaran Kooperatif Perspektif Al-
Qur'an. Rausyan Fikr: Jurnal Pemikiran dan Pencerahan, 14(02).
Afandi, S. (2019). Kajian Hadits Jibril dalam Perspektif Pendidikan (Kajian Materi
Pembelajaran dan Metode Pembelajaran). Jurnal Penelitian Keislaman, 15(1),
29-42.
Anitah, S. (2007). Strategi pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka, 1.
Jailani, M., Widodo, H., & Fatimah, S. (2021). Pengembangan Materi Pembelajaran
Pendidikan Agama Islam: Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam. Al-
Idarah: Jurnal Kependidikan Islam, 11(1), 142-155.
Sabarudin, S. (2018). Materi Pembelajaran Dalam Kurikulum 2013. Jurnal An-Nur:
Kajian Ilmu-ilmu Pendidikan dan Keislaman, 4(01), 1-18.
Lubis, M., Nasution, H. S., & Novianti, W. (2023). Analisis Konsep Pendidikan
Agama Islam Menurut Prof. Dr. HM Quraish Shihab Dalam Tafsir Al-
Mishbah (Ayat-Ayat Pendidikan Surah Al-Alaq 1-5 Dan Al-Mujadilah Ayat
11. Nizam Sri Deli: Jurnal Penelitian dan Ilmu-ilmu Keislaman, 15(2), 51-55.
Maisarah, M., Annisa, L., Angelina, A. D., Siahaan, A., & Amiruddin, A. (2022).
Pendidikan Berbasis Merdeka Belajar Dalam Al-Qur’an:(Q. S Al-Alaq/96: 1-
5, QS Mujadalah/58: 11). Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan
Islam, 3(1), 107-115.