MODUL AJAR PJOK SD FASE C KELAS V
Penyusun : Ramadhan arya yunnata Kompetensi Awal: Profil Pemuda
Jenjang : MI Peserta didik Pancasila:
mengetahui gerak Profil Pelajar
Kelas III dan Pancasila yang
Materi : 3.1 mampumempraktik dikembangkan pada
kan Fase B adalah
Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit (2 Kali latihanpengembang mandiri dan gotong
pertemuan). n kebugaran royong yang
jasmani untuk ditunjukkan melalui
kesehatan. proses pembelajaran
latihan
pengembangan
kebugaran jasmani
untuk
kesehatan.
Sarana Prasarana
Lapangan olahraga atau halaman sekolah (ruangan kelas).
Matras senam atau sejenisnya.
Peluit dan stopwatch.
Target Peserta Didik
Peserta didik regular/tipikal.
Peserta didik dengan hambatan belajar.
Peserta didik cerdas istimewa berbakat (CIBI).
Peserta didik meregulasi diri belajar.
Peserta didik dengan ketunaan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa,
tunalaras, tunaganda).
Jumlah Peserta Didik
o Maksimal 28 peserta didik.
Ketersediaan Materi
1. Materi Pokok Pembelajaran
a. Materi Pembelajaran Reguler Latihan Kebugaran Jasmani
1. Latihan kekuatan otot
2. Latihan daya tahan otot
3. Latihan kelenturan
[Link] Pembelajaran Remedial
Materi dapat dimodifikasi dengan mengubah jarak, pengulangan, intensitas, dan
kesempatan/frekuensi melakukan bagi peserta didik atau kelompok peserta didik
yang memperlihatkan kemampuan yang belum baik dalam penguasaan aktivitas
berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal.
Strategi pembelajaran gerak yang lain dapat diberikan setelah dilakukan
identifikasi kesulitan sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dapat
dipasangkan dengan peserta didik yang lebih terampil sehingga dapat dibantu
dalam penguasaan keterampilan tersebut.
[Link] Pembelajaran Pengayaan
Materi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas, mengubah
lingkungan permainan, dan mengubah jumlah pemain didalam permainan yang
dimodifikasi.
Pada saat pembelajaran peserta didik atau kelompok peserta didik yang telah
melebihi batas ketercapaian pembelajaran diberikan kesempatan melakukan
aktivitas berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi
tubuh ideal yang lebih kompleks. Guru juga dapat meminta peserta didik atau
kelompok peserta didik berbagi dengan teman-temannya tentang pembelajaran
yang dilakukan agar penguasaan kompetensi lebih baik (capaian pembelajaran
terpenuhi).
2. Media Pembelajaran
a) Peserta didik sebagai model atau guru yang memperagakan aktivitas berbagai
bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal.
b) aktivitas berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh
ideal.
c) pembelajaran aktivitas berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga
komposisi tubuh ideal (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan) dan pengukuran
hasilnya.
3. Bahan Pembelajaran
a. Buku Ajar
b. Link Youtube (jika diperlukan)
c. Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak.
Moda Pembelajaran
Daring.
Luring.
Paduan antara tatap muka dan PJJ (blended learning). dan
Guru memilih moda pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan
lingkungan belajar yang ada, pada modul ini menggunakan moda luring.
Pengaturan Pembelajaran
Pengaturan Peserta didik: Metode:
Individu. Presentasi
Berpasangan. Demonstrasi
Berkelompok Project
Klasikal Eksperimen
(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah siswa di Eksplorasi
setiap kelasnya serta formasi yang diinginkan). Permainan
Ceramah
Simulasi
Resiprokal
(Gurudapat memilih
salah satu atau
menggabungkan yang
beberapa metode
diinginkan).
Asesmen Pembelajaran
Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran: Jenis Asesmen:
Asesmen individu Pengetahuan (lisan, tertulis)
Asesmen berpasangan Keterampilan (praktik, kinerja)
Asesmen kelompok
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik melalui pembelajaran penugasan dapat menunjukkan kemampuan dalam
memahami dan mampu mempraktikkan aktivitas berbagai bentuk latihan kebugaran
jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal dengan benar melalui latihan kekuatan,
daya tahan, dan kelenturan sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta
mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada eleman Gotong Royong dan
Mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi,
kepedulian, berbagi, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta
dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman Bermakna
Peserta didik dapat memanfaatkan aktivitas berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani
untuk menjaga komposisi tubuh ideal dengan benar dalam kehidupan nyata sehari-hari.
Contohnya bahwa dengan aktivitas kebugaran jasmani tubuh menjadi sehat dan bugar,
gerakan menjadi lincah sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.
Pertanyaan Pemantik
Mengapa peserta didik perlu memahami dan menguasai berbagai bentuk latihan kebugaran
jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal?
Prosedur Kegiatan Pembelajaran
1. Persiapan mengajar
Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran
antara lain sebagai berikut:
a) Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.
b) Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan berbagai bentuk latihan
kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal.
c) Menyiapkan alat pembelajaran, diantaranya:
1. Lapangan olahraga atau halaman sekolah (ruangan kelas).
2. Matras senam lantai atau sejenisnya.
3. Palang tunggal atau sejenisnya.
4. Peluit dan stopwatch.
5. Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak.
2. Kegiatan pengajaran
Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut:
1. Kegiatan pendahuluan (15 Menit)
1. Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menyiapkan barisan di
lapangan sekolah dan mengucapkan salam atau selamat pagi kepada peserta
didik.
2. Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta
didik berdoa menurut agama masing masing
3. Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila
ada peserta didik yang kurang sehat (sakit), maka guru meminta peserta
didik tersebut untuk berisitirahat di kelas.
4. Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang
menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga
bagi kesehatan dan kebugaran.
5. Guru memeriksa penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari
sebelumnya,
6. Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah
proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari kegiatan aktivitas
kebugaran jasmani: misalnya: bahwa aktivitas kebugaran jasmani adalah
salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan
prestasi cabang olahraga.
7. Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pengetahuan dan
keterampilan berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga
komposisi tubuh ideal.
8. Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pengetahuan dan
keterampilan aktivitas berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk
menjaga komposisi tubuh ideal.
9. Guru meminta peserta didik untuk melakukan pemanasan
b. Kegiatan Inti (75 Menit)
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model Inquiry/
Discovery Learning, dengan prosedur sebagai berikut:
1. Peserta didik melihat berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk
menjaga komposisi tubuh ideal.
2. Peserta didik menerima dan mempelajari kartu tugas (task sheet) yang berisi
perintah dan indikator tugas aktivitas pembelajaran latihan kebugaran jasmani
(kekuatan, daya tahan, dan kelenturan) bagi kesehatan dan kebugaran jasmani.
3. Peserta didik melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang
ditentukan guru untuk mencapai ketuntasan belajar pada setiap materi
pembelajaran, yaitu: latihan kebugaran jasmani (kekuatan, daya tahan, dan
kelenturan).
4. Peserta didik secara individu dan atau kelompok melakukan latihan kebugaran
jasmani (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan), sesuai dengan koreksi yang
diberikan oleh guru.
Aktivitas 1
Aktivitas pembelajaran berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk
menjaga komposisi tubuh ideal melalui:
1. latihan kekuatan otot.
a. Push up
Push-up adalah latihan kekuatan untuk melatih otot lengan, dada, dan bahu, dilakukan
dengan mengangkat dan menurunkan badan menggunakan tangan.
Cara Melakukan Push-Up yang Benar:
1. Posisi Awal
Tidur tengkurap di lantai.
Letakkan telapak tangan di samping dada, sedikit lebih lebar dari bahu.
Kaki lurus ke belakang, ujung jari kaki menyentuh lantai.
Tubuh membentuk garis lurus dari kepala sampai tumit.
Gerakan Push-Up
Dorong tubuh ke atas sampai tangan lurus (jangan kunci siku).
Jaga tubuh tetap lurus (jangan melengkung atau turun di perut).
Turunkan tubuh pelan-pelan sampai dada hampir menyentuh lantai.
Ulangi gerakan naik-turun sesuai kemampuan.
b. Sit up
Sit-up adalah latihan kekuatan yang bertujuan untuk melatih otot perut, terutama
bagian depan (otot perut rektus abdominis).
Posisi Awal:
Berbaring telentang di atas matras atau lantai.
Tekuk lutut dan rapatkan telapak kaki di lantai.
Letakkan tangan di dada atau di belakang kepala (jangan menarik leher).
Kepala rileks, pandangan ke depan.
Gerakan Sit-Up:
Angkat badan ke arah lutut dengan menggunakan otot perut.
Badan naik sampai mendekati lutut (jangan sampai terlalu memaksakan).
Turunkan badan perlahan ke posisi semula.
Ulangi sesuai kemampuan.
2. latihan daya tahan otot
a. Skuat jump
Squat jump adalah gerakan jongkok (squat) yang dilanjutkan dengan
lompatan ke atas. Latihan ini menggabungkan kekuatan dan kelincahan.
Cara Melakukan Squat Jump yang Benar:
Posisi Awal
Berdiri tegak, kaki dibuka selebar bahu.
Tangan boleh di depan dada atau di samping tubuh
Gerakan
Jongkok seperti duduk di kursi, punggung tetap lurus.
Dorong tubuh ke atas dengan melompat setinggi mungkin.
Mendarat kembali dengan posisi jongkok, lalu ulangi.
b. shuttle run
Shuttle run adalah latihan lari bolak-balik antara dua titik (biasanya diberi
tanda cone atau garis), dengan tujuan melatih kelincahan, kecepatan, dan
daya tahan otot .
Cara Melakukan Shuttle Run
Letakkan 2 cone dengan jarak 5 atau 10 meter.
Berdiri di belakang cone pertama.
Saat peluit atau aba-aba berbunyi:
Lari cepat ke cone kedua, sentuh garis atau cone.
Balik arah dan lari kembali ke cone pertama.
Lakukan berulang-ulang sesuai jumlah ulangan (misalnya 5–6 kali).
3. latihan kelenturan
[Link] kelenturan melalui latihan peregangan dinamis
Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak kelenturan melalui
latihan peregangan dinamis dipelajari melalui membaca dan berdiskusi
sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.
Cara melakukan praktik/latihan gerak kelenturan melalui latihan peregangan
dinamis adalah:
1. Latihan kelenturan otot lengan dan bahu.
2. Latihan kelenturan otot leher.
3. Latihan kelenturan otot pinggang.
4. Latihan kelenturan otot tungkai.
5. Latihan dilakukan berulang-ulang selama 2 x 8 hitungan masing-masing
gerakan.
[Link] kelenturan dengan latihan peregangan statis
Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak kelenturan melalui
latihan peregangan statis dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai
lembar tugas yang diberikan oleh guru.
Cara melakukan praktik/latihan gerak kelenturan melalui latihan peregangan
statis adalah:
1. Latihan kelenturan otot fleksi siku.
2. Latihan kelenturan otot bahu.
3. Latihan kelenturan otot leher.
4. Latihan kelenturan otot pinggang.
5. Latihan kelenturan tungkai dan punggung.
6. Latihan dilakukan berulang-ulang selama 2 x 8 hitungan masing-masing
gerakan.
c. Kegiatan Penutup (15 menit)
1. Salah seorang peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan
pendinginan, guru mempertanyakan apa manfaatnya.
2. Guru dan peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum
dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan kesalahan-
kesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas pembelajaran.
3. Guru menginformasikan kepada peserta didik, kelompok dan peserta didik
yang paling baik penampilannya selama pembelajaran aktivitas kebugaran
jasmani.
4. Guru menugaskan peserta didik yang terkait dengan pembelajaran yang telah
dilakukan untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang aktivitas latihan
kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal (kekuatan, daya
tahan, dan kelenturan), hasilnya dijadikan sebagai tugas asesmen penugasan.
5. Berdoa dipimpin oleh salah satu peserta didik dan menyampaikan salam.
6. Peserta didik kembali ke kelas yang dilakukan dengan tertib, dan bagi peserta
didik
Asesmen penilaian Keterampilan
Tes kinerja aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan.
1. Butir Tes
a. Lakukan aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan
kesehatan (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan). Unsur-unsur
yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (asesmen
proses) dan ketepatan melakukan gerakan (asesmen produk).
2. Petunjuk Asesmen
a. Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta
didik menunjukkan atau menampilkan gerak yang diharapkan.
3. Rubrik Asesmen Keterampilan Gerak
a. Contoh lembar asesmen proses gerak untuk perorangan (setiap
peserta didik satu lembar asesmen).
Nama : Kelas:
Indikator Ya Tidak
No Uraian Gerak
Esensial (1) (0)
1. Posisi dan Sikap Awal a. Kaki
b. Badan
c. Lengan dan tangan
2. Pelaksanaan Gerak a. Kaki
b. Badan
c. Lengan dan tangan
d. Pandangan mata
3. Posisi dan Sikap Akhir a. Kaki
b. Badan
c. Lengan dan tangan
Perolehan/Skor maksimum X 100% = Skor Akhir
4. Pedoman penskoran
a. Pedoman penskoran
1. Skor 1 jika: Peserta didik dapat melakukan 80% dari komponen gerakan
sikap awal, sikap pelaksanaan, dan sikap akhir dengan benar.
2. Skor 0 jika: Peserta didik kurang dari 80% melakukan komponen
gerakan sikap awal, sikap pelaksanaan, dan sikap akhir dengan benar.
a. Sikap awal
sikap baring terlentang.
kedua lutut ditekuk dan dirapatkan.
kedua tangan menopang leher bagian belakang.
b. Sikap pelaksanaan.
angkat badan ke atas sampai mencium lutut.
kemudian turunkan lagi badan sampai posisi berbaring.
kedua tangan tetap memegang leher.
pandangan mata tetap ke atas.
c. Sikap akhir
posisi badan tidur terlentang dan tetap rileks.
kedua tangan tetap memegang leher bagian belakang.
kedua tungkai diluruskan dan dibuka selebar bahu.
1. Pengayaan
Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan
pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah
diadakan asesmen pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada
setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang
telah ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat
kesulitan aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan dengan cara
menambah tingkat kesulitan tugas keterampilan yang diberikan.
2. Remedial
Remedial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan
memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari
mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi
diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remedial
dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam
materi
Memeriksa dan Menyetujui, .............................., .................. 2021
Kepala SD/MI ......................................... Guru Mata Pelajaran
…………………………………................. ………………….............................
NIP. NIP.