0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan10 halaman

Asuhan Keperawatan Kardiovaskuler Tn. R

Dokumen ini menjelaskan asuhan keperawatan untuk pasien Tn. R yang mengalami infark miokard akut dengan gejala nyeri dada, tekanan darah rendah, dan EKG menunjukkan STEMI. Rencana tindakan meliputi observasi nyeri, pengelolaan lingkungan, dan kolaborasi dengan tim medis untuk intervensi koroner. Tujuan perawatan adalah untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan curah jantung pasien.

Diunggah oleh

pantirapihlusia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan10 halaman

Asuhan Keperawatan Kardiovaskuler Tn. R

Dokumen ini menjelaskan asuhan keperawatan untuk pasien Tn. R yang mengalami infark miokard akut dengan gejala nyeri dada, tekanan darah rendah, dan EKG menunjukkan STEMI. Rencana tindakan meliputi observasi nyeri, pengelolaan lingkungan, dan kolaborasi dengan tim medis untuk intervensi koroner. Tujuan perawatan adalah untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan curah jantung pasien.

Diunggah oleh

pantirapihlusia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Lusia Septi Wulandari

NPM : 202454099
Stase : KGD dan kritis
Asuhan keperawatan Kasus Kardiovaskuler
Identitas pasien
Nama : Tn. R
No Rm : 1787xxx
Usia : 39 tahun
Diagnose medis : Acute transmural myocardial infarction of anterior wall
Riwayat sakit : Tanggal 30.3.2025 pasien mengeluh Nyeri dada sejak 4 jam SMRS ( jam 04 an)
nyeri menjalar sampai ke belikat, nyeri seperi terikat, muncul pada saat istirahat,
keringat dingin (+), mual (-), muntah (-), demam (-), Riwayat merokok merokok (+)
Riwayat penyakit dahulu : Pasien tidak ada riwayat penyakit
Riwayat alergi : tidak ada
Tanda vital
Tekanan darah : 98/58 mmHg
Nadi : 65 x/menit
Suhu : 36 derajat celcius
Spo2 : 99 % dibantu NRM 5 liter/menit
Pernafasan : 24 x/menit
VAS :9
EKG : Stemi anteroseptal extensive luas
Pemeriksaan fisik
Inspeksi : Pasien tampak pucat, lesu, memakai oksigen NRM 5 L/menit, pernafasan teratur
Palpasi : Akral lembab
Auskultasi : Peristaltik terdengar 8x/menit, kuat, tidak terdengar bunyi nafas tambahan, tidak terdengar mur-
mur ataupun gallop
Perkusi : perut terdengar tympani, suara paru pekak
Terapi di IGD :
ivfd Rl 20 tpm
Aspilet 80 mg loading 2 tab selanjutnya 1 x 80 mg
Clopidogrel tab 75 mg loading 4 tab selanjutnya 1 x 75 mg
Atorvastatin tab 20 mg loading 2 tab selanjutnya 0-0-20 mg
ISDN tab 5 mg loading 1 tab / 5 menit selanjutnya 3 x1 kp
Pantoprazole 1 x40 mg
Fibrinolitik 30 menit
Bisoprolol x 2,5 mg
pro rujuk PCI setelah fibrinolitik

Pengelompokkan data
DS:
Pasien mengatakan Nyeri dada sejak 4 jam SMRS ( jam 04 an) nyeri menjalar sampai ke belikat, nyeri
seperi terikat, muncul pada saat istirahat, keringat dingin (+)
Pasien mengatakan lelah dan lemes
DO:
Pasien tampak lesu, pucat
Akral dingin, nadi teraba lemah
Tekanan darah : 98/58 mmHg
Nadi :65 x/menit
Suhu : 36 derajat celcius
Sao2 : 99 % dibantu NRM 5liter/menit
RR : 24 x/menit
VAS :9
EKG : Stemi anteroseptal extensive luas

Analisa data
No. Data Masalah Kemungkinan
penyebab
1. DS : Nyeri akut Agen pencedera
Pasien mengeluh Nyeri dada sejak 4 jam fisiologis (iskemia
SMRS ( jam 04 an) nyeri menjalar jaringan sekunder)
sampai ke belikat, nyeri seperi terikat,
muncul pada saat istirahat, keringat
dingin (+)

DO :
- Pasien tampak lesu, pucat
- Akral dingin, nadi teraba lemah
- VAS :9
2. DS : mengeluh Nyeri dada sejak 4 jam Penurunan curah Perubahan
SMRS ( jam 04 an) nyeri menjalar jantung kontraktilitas
sampai ke belikat, nyeri seperi terikat, (perubahan faktor
muncul pada saat istirahat, keringat listrik, penurunan
dingin (+) karakteristik miokard)

DO :
Pasien tampak lesu, pucat
Akral dingin, nadi teraba lemah
Tekanan darah : 98/58 mmHg
Nadi :65 x/menit
Suhu : 36 derajat celcius
Spo2 : 99 % dibantu NRM
5liter/menit
RR : 24 x/menit
EKG : Stemi anteroseptal extensive luas

No Tanggal Diagnosa keperawatan Tanda


muncul tangan
1. 30/03/2025 Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis Wulan
(iskemia jaringan sekunder)

2. 30/03/2025 Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan


kontraktilitas (perubahan faktor listrik, penurunan karakteristik Wulan
miokard).
No Tanggal Tujuan dan kriteria hasil Rencana Tindakan Rasional Tanda
DP tangan
1. 30/03/2025 Setelah dilakukan Tindakan Observasi Observasi Wulan
Jam 10.10 keperawatan selama 4 jam, a. Identifikasi lokasi, karakteristik, a. Untuk mengetahui tingkat nyeri
WIB nyeri pasien menurun dengan durasi, frekuensi, kualitas, intensitas pasien
kriteria hasil : nyeri b. U ntuk mengetahui tingkat
- Pasien mengeluh nyeri dada b. Identifikasi respons nyeri non verbal ketidaknyamanan dirasakan
skala 3-4 (rentang 1-10) c. Identifikasi faktor yang memperberat oleh pasien
- Tekanan darah dalam batas dan memperingan nyeri c. Untuk mengurangi faktor yang
normal 110/70-120/80 Terapeutik dapat memperburuk nyeri yang
mmhg a. Kontrol lingkungan yang memperberat dirasakan pasien.
- Frekuensi nadi rasa nyeri (misal suhu ruangan, Terapeutik
60-100x/menit pencahayaan, kebisingan) a. Untuk mengurangi tingkat
Edukasi ketidaknyamanan yang
a. Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk dirasakan pasienMencukupi
mengurangi rasa nyeri (seperti teknik kebutuhan cairan pasien
relaksasi nafas dalam dan distraksi) Edukasi
Kolaborasi a. Nafas dalam dan distraksiyang
a. Kolaborasi pemberian analgetik benar dapat mengurangi nyeri
Kolaborasi
a. Analgetik terpai analgetic untuk
mengurangi nyeri
Diagnose keperawatan I
No Tanggal Tindakan keperawatan Tanda Tanggal/ Evaluasi Tanda
DP /Jam tangan jam tangan
Nama Nama
2. 30/03/2025 Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, Wulan 30/03/2025 Wulan
Jam 10.40 frekuensi, kualitas, intensitas nyeri jam 14.45 S : pasien mengatakan sesak nafas, nyeri dada berkurang
WIB Mengidentifikasi respons nyeri non verbal WIB masih terasa menjalar sampai ke belikat , dirasakan terus
Medentifikasi faktor yang memperberat dan menerus dan berkurang dengan istirahat.
memperingan nyeri
Wulan O : Pasien tampak lesu, akral dingin, TD : 106/74
Jam 11.00 Mengkontrol lingkungan yang memperberat mmHg,Nadi 73x/menit teratur, lemah.
WIB rasa nyeri (misal suhu ruangan, pencahayaan,
kebisingan) pasien mengatakan Lingkungan A : Nyeri masih terjadi
kurang nyaman, suhu ruangan cukup dingin, Tujuan tercapai sebagian
sedikit berisik dan pencahayaan cukup terang
Wulan P : intervensi dilanjutkan
Mengajarkan teknik nonfarmakologis untuk Pasien rencana rujuk untuk PCI setelah fibrinolitik
mengurangi rasa nyeri (seperti teknik relaksasi
Jam12.00 nafas dalam dan distraksi). Pasien belum
WIB mampu melakukan teknik nafas dalam dengan
baik, untuk distraksi belum efektif karena
lingkungan dan suasana kurang mendukung
2. 30/03/2025 Setelah dilakukan Tindakan Observasi Observasi Wulan
Jam 10.10 keperawatan selama 4 jam, a. Monitor aritmia (kelainan irama dan a. Mengetahui kondisi irama
WIB curah jantung pasien meningkat frekuensi) jantung pasien
dengan kriteria hasil : b. Monitor saturasi oksigen b. Mengetahui saturasi oksigen
- Tekanan darah 110/70- Terapeutik pasien
120/80 mmHg a. Pertahankan tirah baring minimal 12 Terapeutik
- Frekuensi nadi 60-100 jam a. Mengurangi faktor kelelahan
x/menit b. Pasang akses intravena b. Mencukupi kebutuhan cairan
- Nadi teraba kuat c. Sediakan lingkungan yang kondusif pasien
- Akral hangat untuk beristirahat dan pemulihan c. Lingkungan kondusif
- Gambaran EKG menjadi d. Siapkan menjalani intervensi koroner memberikan kenyaman pasien
ritmis perkutan, jika perlu d. Upaya mengurangu sumbatan
- Edukasi pada jantung
a. Berikan penjelasan dan dukungan pada Edukasi
keluarga terkait dengan kondisi pasien a. Untuk memberikan gambaran
b. Jelaskan pada keluarga terkait tindakan dan prognosis pasien
yang akan dilakukan pada pasien b. Membantu menmperbaiki
Kolaborasi kondisi pasien
a. Kolaborasi pemberian antiplatelet, jika Kolaborasi
perlu a. Antiplatelet untuk menghambat
b. Kolaborasi pemberian morfin, jika agregasi trombosit
perlu b. Morfin untuk mengurangi nyeri
c. Kolaborasi pemberian inotropic, jika c. Antikoagulan mencegah adanya
perlu thrombus
d. Kolaborasi pencegahan trombus
dengan antikoagulan, jika perlu

No Tanggal Tujuan dan kriteria hasil Rencana Tindakan Rasional Tanda


DP tangan
Pelaksanaan keperawatan

No Tanggal Tindakan keperawatan Tanda tangan Tanggal/ jam Evaluasi Tanda


DP /Jam Nama tangan
Nama
2. 30/03/2025 Memberikan penjelasan dan dukungan pada keluarga Wulan Wulan
Jam 10.30 terkait dengan kondisi kritis pasien 30/03/2025 S : Masih sesak nafas
WIB Menjelaskan pada keluarga terkait tindakan yang jam 14.45
akan dilakukan pada pasien rencana rujuk untuk WIB O : Pasien tampak lesu, pernafasan teratur,
percutaneous coronary intervention (PCI) di pasien posisi istirahat dengan duduk
Palembang. bersandar diatas tempat tidur, TD 10/74
mmHg, nadi 73x/menit teraba lemah teratur.
Jam 10.15 Memonitor aritmia (kelainan irama dan frekuensi)
WIB Memonitor saturasi oksigen Wulan A : Penurunan curah jantung masih terjadi
Mengkolaborasi pemberian inotropic, jika perlu Tujuan tercapai sebagian
pasien tampak lesu, terpasang infus, memakai
oksigen NRM 5 Liter/menit, nadi teraba teratur, akral P :Lanjutkan rencana tindakan di ruangan
lembab, terpasang drip dobutamine gtt 10 micro rawat inap.

Memantau hemodinamik pasien


Jam Mempertahankan tirah baring minimal 12 jam
12.00WIB Menyediakan lingkungan yang kondusif untuk
beristirahat dan pemulihan Wulan

Baturaja, 07/04/2025 Pembimbing klinik Percepte


(Sr. M. Evarista FSGM) (Lusia Septi Wu;landari)

Anda mungkin juga menyukai