Contoh Akta Pemberian Hak Tanggungan
Contoh Akta Pemberian Hak Tanggungan
Dosen Pengampu:
Oleh:
Silvia Angraeni Fadillah 2210300021
Mukhlisin 2210300024
Misba Dina Nasution 2210300005
Ukhwatun Hasanah Siregar 2210300003
Wahyudi Lubis 2210300023
Puji dan syukur atas kehadirat Allah Swt. yang telah memberikankesehatan, dan kesempatan,
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Contoh Akta Surat Kuasa
Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT)" tepat waktu. Serta shalawat dan salam senantiasa tercurah
kepada nabi besar Muhammad saw. Dan juga kami berterima kasih kepada Bapak Manahan Harahap,
S.H., M. Kn. Selaku dosenpengampu yang telah memberikan tugas ini kepada kami. Makalah ini dibuat
untuk memenuhi tugas kelompok dengan harapan kami makalah ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan kita. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa, didalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami berharap adanya kritik dan saran demi
Penulis
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar............................................................................... ii
A. Kesimpulan....................................................................... 12
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) adalah akta otentik yang dibuat di
hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), yang menyatakan secara tegas kehendak
pemberi Hak Tanggungan untuk membebankan Hak Tanggungan atas suatu objek
jaminan kepada penerima Hak Tanggungan. APHT merupakan bentuk perjanjian resmi
yang menjadi dasar pendaftaran Hak Tanggungan di kantor pertanahan, sehingga
memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan dapat dijadikan sarana eksekusi apabila
debitur wanprestasi terhadap kewajiban pelunasan utangnya.
APHT dibuat untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap
hak-hak kreditur dalam perjanjian utang piutang. Dalam praktiknya, APHT digunakan
oleh lembaga keuangan seperti bank atau koperasi ketika memberikan fasilitas
pembiayaan kepada debitur dengan jaminan berupa hak atas tanah atau bangunan. Dengan
dibuatnya APHT, kreditur memiliki kedudukan hukum yang kuat untuk mengeksekusi
objek jaminan jika terjadi kelalaian atau ketidakmampuan debitur dalam memenuhi
kewajibannya.
Kekuatan hukum APHT terletak pada sifatnya sebagai akta otentik yang dibuat
oleh pejabat yang berwenang dan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996
tentang Hak Tanggungan. Akta ini wajib didaftarkan di kantor pertanahan paling lambat
tujuh hari kerja setelah penandatanganannya untuk memperoleh sertifikat Hak
Tanggungan. Sertifikat ini akan mencantumkan peringkat jaminan, yang menunjukkan
prioritas kreditur dalam hal eksekusi jaminan.
Untuk sahnya APHT, diperlukan data lengkap mengenai identitas para pihak,
objek jaminan (seperti nomor sertifikat, lokasi, luas tanah), jumlah utang yang dijamin,
serta dasar perjanjian pokok yang mendasarinya. Proses pembebanan ini tidak dapat
dilakukan sembarangan dan harus melalui prosedur yang diatur secara ketat demi
melindungi hak semua pihak yang terlibat.
Sebagai contoh, apabila seseorang memperoleh fasilitas pembiayaan dari bank
dan menjaminkan sebidang tanah sebagai jaminan, maka ia harus menandatangani APHT
di hadapan PPAT. Setelah itu, akta tersebut akan didaftarkan di kantor pertanahan agar
1
tercatat secara resmi dan menjadikan bank sebagai pemegang Hak Tanggungan yang sah.
Dengan demikian, APHT tidak hanya menjadi alat pembuktian, tetapi juga bentuk
perlindungan hukum yang penting dalam praktik pembiayaan berbasis jaminan
kebendaan..
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana contoh Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT)?
2
BAB II
PEMBAHASAN
Lembar Kedua
Pada hari ini, Kamis, tanggal 26 (dua puluh enam) bulan-----
April tahun 2025(dua ribu dua puluh lima); hadir di hadapan-
saya NURUL HIDAYAH, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan,---
yang berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan----
Nasional tanggal 27 Mei 2014 Nomor 274/SK-------------------
[Link].03.01/V/2019, diangkat sebagai Pejabat Pembuat Akta--
Tanah, yang selanjutnya disebut PPAT, dimaksud dalam Pasal 7
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran
Tanah, dengan daerah kerja Kota Administrasi Rantau Prapat--
dan berkantor di Gedung The “H” Tower Lantai 20 Suite AG,---
Jl. H.R. Rasuna Said Kav.C.20, Rantau, Rantau Prapat,-------
dengan dihadiri oleh saksi-saksi yang saya, PPAT kenal dan--
-akan disebut pada bagian akhir akta ini :------------------
----------------------------------------------------------------
3
agustus dua ribu 2 (13-8-2000) karyawan swasta,---------
bertempat tinggal bersama suaminya tersebut di atas,----
pemegang Kartu Tanda Penduduk dengan Nomor Induk--------
Kependudukan 3275094201750009, Warga Negara Indonesia,--
untuk sementara berada di Rantau Prapat, yang turut-----
hadir di hadapan saya, Notaris dan saksi-saksi yang-----
sama, dan turut menandatangani Lembar Pertama dan Lembar
Kedua minuta akta ini sebagai tanda persetujuannya.-----
-Selanjutnya disebut Pemberi Kuasa.-------------------------
4
-sebesar Rp.[Link],- (satu miliar empat ratus--- juta
Rupiah) atas Objek Hak Tanggungan berupa 1 (satu)-- hak milik atas
satuan rumah susun, yang diuraikan di---- bawah ini :
• Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun nomor-------------
386/XX/Grogol Selatan, terletak di :----------------
-Provinsi: Sumatera Utara;---------------------------
-Kota Administrasi: Rantau Prapat;------------------
-Kecamatan: Rantau Selatan;--------------------------
-Kelurahan: Grogol Selatan;--------------------------
-Jalan: Jend. Soedirman 01---------------------------
-Yang diperoleh oleh Pemberi Kuasa berdasarkan Akta- Jual
Beli tertanggal 26 (dua puluh enam) bulan April tahun 2025
(dua ribu dua puluh lima),yang dibuat di- hadapan Saya, PPAT.
-Objek Hak Tanggungan ini meliputi pula :-----------
-Hak atas tanah bersama, benda bersama, bagian------ bersama
dengan nilai perbandingan proporsional------ 0,402727 % (nol
koma empat nol dua tujuh dua tujuh-- persen), sebagaimana
diuraikan dalam Gambar Denah--- tertanggal 29 (dua puluh
sembilan) bulan Desember--- tahun 1997 (seribu sembilan ratus
sembilan puluh---- tujuh), nomor 4549/1997, seluas 96,43 m2
(sembilan-- puluh enam koma empat tiga meter persegi).------
----
Untuk selanjutnya hak atas tanah dan benda-benda lain tersebut di atas
disebut sebagai Objek Hak Tanggungan yang oleh Pihak Pertama dinyatakan
sebagai miliknya. --------------------------
5
Para pihak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut di atas -----------
menerangkan, bahwa pemberian Hak Tanggungan tersebut disetujui dan
diperjanjikan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :------------
-------------------------------Pasal 1 -------------------------------
Pihak Pertama menjamin bahwa semua Objek Hak Tanggungan tersebut di
atas, betul milik Pihak Pertama, tidak tersangkut dalam suatu sengketa,
bebas dari sitaan dan bebas pula dari beban-beban apapun yang tidak
tercatat. ----------------------
-------------------------------Pasal 2 --------------------------------
Hak Tanggungan tersebut di atas diberikan oleh Pihak Pertama dan diterima
oleh Pihak Kedua dengan janji-janji yang disepakati oleh kedua belah
pihak sebagaimana diuraikan di bawah ini : --------------------------
-
• Pihak Pertama tidak akan menyewakan kepada pihak lain Objek Hak
Tanggungan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pihak Kedua,
termasuk menentukan atau mengubah jangka waktu sewa dan/atau menerima
uang sewa di muka jika disetujui disewakan atau sudah disewakan. -----
------------------------------------------------------
• Pihak Pertama tidak akan mengubah atau merombak semua bentuk atau tata
susunan Objek Hak Tanggungan, termasuk mengubah sifat dan tujuan
kegunaannya baik seluruhnya maupun sebagian, tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari Pihak Kedua ----------------------------
• Dalam hal Debitor sungguh-sungguh cidera janji, Pihak Kedua oleh Pihak
Pertama dengan akta ini diberi dan menyatakan menerima kewenangan, dan
untuk itu kuasa, untuk mengelola Objek Hak Tanggungan berdasarkan
Penetapan Ketua Pengadilan Negeri yang meliputi letak Objek Hak
Tanggungan yang bersangkutan. ----------------------------------------
• Jika Debitor tidak memenuhi kewajiban untuk melunasi utangnya,
berdasarkan perjanjian utang piutang tersebut di atas, oleh Pihak
Pertama, Pihak Kedua selaku Pemegang Hak Tanggungan peringkat pertama,
dengan akta ini diberi dan menyatakan menerima kewenangan, dan untuk itu
kuasa, untuk tanpa persetujuan terlebih dahulu dari Pihak Pertama: ---
-------------------------------------------------------------------
a. menjual atau suruh menjual di hadapan umum secara lelang Objek Hak
Tanggungan baik seluruhnya maupun sebagian-sebagian; -------------
b. mengatur dan menetapkan waktu, tempat, cara dan syarat-syarat
penjualan; ---------------------------------------------------------
6
c. menerima uang penjualan, menandatangani dan menyerahkan kwitansi ---
--------------------------------------------------------------------
d. menyerahkan apa yang dijual itu kepada pembeli yang bersangkutan.---
e. mengambil dari uang hasil penjualan itu seluruhnya atau sebagian untuk
melunasi utang Debitor tersebut di atas ; dan-----------------
f. melakukan hal-hal lain yang menurut Undang-undang dan peraturan hukum
yang berlaku diharuskan atau menurut pendapat Pihak Kedua perlu
dilakukan dalam rangka melaksanakan kuasa tersebut.-----------
• Pihak Kedua sebagai pemegang Hak Tanggungan Pertama atas Objek Pihak
Kedua sebagai pemegang Hak Tanggungan Pertama atas Objek Hak Tanggungan
tidak akan membersihkan Hak Tanggungan tersebut kecuali dengan
persetujuan dari Pemegang Hak Tanggungan Kedua dan seterusnya, walaupun
sudah dieksekusi untuk pelunasan piutang Pemegang Hak Tanggungan
Pertama. --------------------------------------------------
• Dalam hal Objek Hak Tanggungan dilepaskan haknya oleh Pihak Pertama atau
dicabut haknya untuk kepentingan umum, sehingga hak Pihak Pertama atas
Objek Hak Tanggungan berakhir, Pihak Kedua dengan akta ini oleh Pihak
Pertama diberi dan menyatakan menerima kewenangan, dan untuk itu kuasa,
untuk menuntut atau menagih dan menerima uang ganti rugi dan/atau segala
sesuatu yang karena itu dapat ditagih dari Pemerintah dan/atau Pihak
Ketiga lainnya, untuk itu menandatangani dan menyerahkan tanda
penerimaan uang dan melakukan tindakan-tindakan yang perlu dan berguna
serta dipandang baik oleh Pihak Kedua serta selanjutnya mengambil
seluruh atau sebagian uang ganti rugi dan lain-lainnya tersebut guna
pelunasan piutangnya. --------------------------
• Pihak Pertama akan mengasuransikan Objek Hak Tanggungan terhadap bahaya-
bahaya kebakaran dan malapetaka lain yang dianggap perlu oleh Pihak
Kedua dengan syarat-syarat untuk suatu jumlah pertanggungan yang
dipandang cukup oleh Pihak Kedua pada perusahaan asuransi yang ditunjuk
oleh Pihak Kedua, dengan ketentuan surat polis asuransi yang
bersangkutan akan disimpan oleh Pihak Kedua dan Pihak Pertama akan
membayar premi pada waktu dan sebagaimana mestinya. Dalam hal terjadi
kerugian karena kebakaran atau malapetaka lain atas Objek Hak Tanggungan
Pihak Kedua dengan akta ini diberi dan menyatakan menerima kewenangan,
dan untuk itu kuasa, untuk menerima seluruh atau sebagian uang ganti
7
kerugian asuransi yang bersangkutan sebagai pelunasan utang Debitor. -
------------------------------------------------------------
• Pihak Kedua dengan akta ini diberi dan menyatakan menerima kewenangan;
dan untuk itu diberi kuasa, untuk, atas biaya Pihak Pertama, melakukan
tindakan yang diperlukan untuk menjaga dan mempertahankan serta
menyelamatkan Objek Hak Tanggungan, jika hal itu diperlukan untuk
pelaksanaan eksekusi atau untuk mencegah menjadi hapusnya atau
dibatalkannya hak atas Objek Hak Tanggungan karena tidak dipenuhinya
atau dilanggarnya ketentuan Undang-undang serta jika diperlukan mengurus
perpanjangan jangka waktu dan pembaruan hak atas tanah yang menjadi
Objek Hak Tanggungan.-----------------------------------------
• Jika Pihak Kedua mempergunakan kekuasaannya untuk menjual Objek Hak
Tanggungan, Pihak Pertama akan memberikan kesempatan kepada yang
berkepentingan untuk melihat Objek Hak Tanggungan yang bersangkutan pada
waktu yang ditentukan oleh Pihak Kedua dan segera mengosongkan atau
suruh mengosongkan dan menyerahkan Objek Hak Tanggungan tersebut kepada
Pihak Kedua atau pihak yang ditunjuk oleh Pihak Kedua agar selanjutnya
dapat menggunakan dalam arti kata yang seluas-luasnya.----
• Sertipikat tanda bukti hak atas tanah yang menjadi Objek Hak Tanggungan
akan diserahkan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua untuk disimpan dan
dipergunakan oleh Pihak Kedua dalam melaksanakan hak-haknya sebagai
pemegang Hak Tanggungan dan untuk itu Pihak Pertama dengan akta ini
memberikan kuasa kepada
Pihak Kedua untuk menerima sertipikat tersebut dari Kantor Pertanahan
setelah Hak Tanggungan ini didaftar.----------------------------------
• Semua kekuasaan yang diberikan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua
dengan akta ini adalah kekuasaa-kekuasaan tetap yang tidak dapat dicabut
dan tidak akan berakhir karena sebab-sebab yang ditetapkan dalam Undang-
Undang dan merupakan bagian yang penting dan tidak dapat dipisahkan dari
akta ini dan perjanjian utang piutang yang bersangkutan berikut segala
perubahannya yang tidak akan dicabut tanpa adanya kekuasaan-kekuasaan
tersebut.
--------------------------------Pasal 3 -------------------------------
8
berharga dan lain surat serta membayar semua biaya dan menerima hak
segala uang pembayaran serta melakukan segala tindakan yang perlu dan
berguna untuk melaksanakan janji-janji dan ketentuan-ketentuan
tersebut.-------------------------------------------------------------
---------------------------------Pasal 4-------------------------------
Para pihak dalam hal-hal mengenai Hak Tanggungan tersebut di atas dengan
segala akibatnya memilih domisili pada Kantor Panitera Pengadilan Negeri
Tangerang Selatan ----------------------------------
---------------------------------Pasal 5 ------------------------------
Biaya pembuatan akta ini, uang saksi dan segala biaya mengenai pembebanan
Hak Tanggungan tersebut di atas dibayar oleh Debitur
(Pihak Pertama). -----------------------------------------------------
10
Pemberi Kuasa Penerima Kuasa
ttd ttd
Persetujuan Isteri,
Ttd
Saksi Saksi
ttd ttd
ttd
11
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Akta surat kuasa membebankan hak tanggungan (SKMHT) ilah akta autentik yang
dibuat di hadapan notaris setempat ataupun Pejabat PembuatAkta Tanah (PPAT) yang berisi
pemberian kuasa khusus oleh pemberi Hak Tanggingann kepada pihak lain atas objek
jajminan. Pihak pemberi Hak Tanggungan ini biasanya ialah kreditur.
Tujuan dibuat SKMHT ini ialah untuk memberikan kuasa kepada pihak lain untuk
mewakilkan pihak pertama (kreditur) yang tidak dapat hadir secara langsung di hadapan
Notaris ataupun PPAT untuk membubuhkan tanda tangannya pada APHT (Akta Pemberian
Hak Tanggungan). Tentu saja dalam pemberian hak tanggungan ini harus
12