SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
ANEMIA PADA IBU HAMIL
SAP ini disusun untuk memenuhi tugas praktek klinik
lapangan Keperawatan Maternitas
Disusun Oleh :
1. Dian Agung Permadi (231440156)
2. Egisti (231440116)
3. Jenita Milani (231440165)
4. Lendia (231440122)
PROGRAM STUDI DII KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES PANGKALPINANG
TAHUN 2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
Topik : Edukasi Anemia Pada Ibu Hamil
Hari/tanggal : Selasa, 18 Maret 2025
Pukul : 08.30 WIB s.d
Penyuluhan :
Tempat : Puskesmas Gerunggang
A. Analisa Situasi:
B. Diagnosa Keperawatan : Defisit Pengetahuan
C. Tujuan
1. Tujuan Umum :
Setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai Anemia selama kurang lebih
menit, diharapkan dapat memahami apa itu dampak anemia terhadap kesehatan
ibu dan janin, agar ibu hamil dapat menjaga kondisi kesehatannya melalui pola
makan yang seimbang, pemeriksaan rutin, dan pengelolaan yang tepat.
2. Tujuan Khusus :
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan ibu hamil dapat:
1. Mengerti pengertian anemia dalam kehamilan
2. Mengetahui tanda-tanda anemia pada ibu hamil
3. Mengetahui penyebab anemia pada ibu hamil
4. Mengetahui akibat anemia pada ibu hamil
5. Mengetahui upaya pencegahan anemia pada ibu hamil materi
D. Metode
Metode yang digunakan adalah konseling.
E. Media Penyuluhan
Leaflet dan materi
F. Materi Penyuluhan
Terlampir
G. Strategi Pelaksanaan
Berisi urutan/langkah yang dilakukan dalam kegiatan penyuluhan:
1. Pembukaan :5 menit
2. Penyampaian materi :8 menit
3. Diskusi/ tanya jawab :7 menit
4. Evaluasi :5 menit
5. Penutup :5 menit
H. Evaluasi
Mengajukan pertanyaan pada sasaran mengenai :
1. Pengertian anemia dalah kehamilan
2. Tanda- tanda anemia pada ibu hamil
3. Penyebab anemia pada ibu hamil
4. Akibat anemia pada ibu hamil
5. Upaya pencegahan anemia pada ibu hamil
I. Sumber
Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes RI. Pedoman Pemberian Tablet Tambah
Darah (TTD) bagi ibu hamil pada masal pandemi covid-19 bagi tenaga kesehatan
2020.
J. RUNDOWN KEGIATAN
WAKTU KEGIATAN PENYULUH PESERTA
Pembukaan 1. Memberi salam 1. Menjawab salam
08.30 - 08.35 1. Salam 2. Memperkenalkan 2. Mendengarkan
2. Perkenalan diri 3. Memperhatikan
3. Tujuan 3. Menjelaskan tujuan
penyuluhan
Inti : Menjelaskan :
Menjelaskan • Apa itu anemia Menyimak dan
materi secara • Tanda-tanda anemia mendengarkan materi
08.35 – 08.45
sistematis • Upaya pencegahan
anemia
• Bahaya anemia
Evaluasi : Membuka sesi Memberi dan menjawab
08.45 – 08.55 Diskusi tanya pertanyaan dan diskusi pertanyaan
jawab
Penutup:
1. Mengucapkan 1. Mengucapkan 1. Mendengarkan
Terimakasih terimakasih kepada
08.55 – 09.00
peserta
2. Salam 2. Mengucapkan salam 2. Menjawab salam
Pembagian Anggota :
1. Moderator : Dian Agung Permadi
2. Pemateri :
• Egisti
• Jenita Milani
3. SAP : Jenita Milani
4. Dokumentasi :
• Lendia
• Dian Agung Permadi
5. Media leaflet : Lendia
K. Evaluasi
1. Evaluasi Structural :
a) Peserta hadir di tempat penyuluhan sesuai waktu yang dijadwalkan
b) Penyelenggaraan dilaksanakan di aula puskesmas gerunggang
c) Pengorganisasian penyelenggaraan dilaksanakan sebelumnya
2. Evaluasi Proses :
a) Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
b) Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan sampai acara
berakhir
c) Peserta mengajukan pertanyaan dan dapat menyimpulkan hasil penyuluhan
3. Evaluasi Hasil :
Evaluasi pertanyaan lisan.
LAMPIRAN MATERI
A. Pengertian Anemia
Anemia adalah penyakit yang disebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah
atau sering disebut dengan hemoglobin. Hemoglobin adalah suatu senyawa
protein yang membawa oksigen di dalam sel darah merah menuju seluruh
jaringan tubuh. Ibu hamil dikatakan anemia apabila kandungan Hb < 11 gr/dl.
Anemia sering dialami oleh ibu hamil karena selama masa kehamilan produksi
darah ibu berfungsi untuk menyangga pertumbuhan janin dalam perut yang
menyebabkan ibu membutuhkan sel darah merah yang banyak agar tubuh tetap
sehat dan kuat.
B. Tanda-Tanda Anemia Pada Ibu Hamil
5L Yaitu :
Letih ,Lesu, Lunglai, Lemah, Lelah
C. Gejala Anemia
1. Kulit, bibir, dan kuku terlihat sangat pucat
2. Kepala terasa pusing disebabkan kurangnya oksigen yang dibawa ke
seluruh jaringan tubuh
3. Merasakan sesak nafas saat melakukan kegiatan sehari-hari karena kurang
oksigen dalam tubuh
4. Mudah merasa lelah karena kurang asupan gizi yang mengakibatkan
turunnya kekebalan tubuh
5. Detak jantung cepat dan berdebar tidak beraturan disebabkan kekurangan
oksigen dalam tubuh
6. Merasa mual dan rambut mudah rontok
7. Gangguan penyembuhan luka
D. Penyebab Anemia
1. Pola makan ibu hamil yang terganggu diakibatkan rasa mual yang sering
terjadi selama proses kehamilan
2. Rendahnya cadangan zat besi pada ibu hamil diakibatkan menstruasi atau
proses kehamilan sebelumnya
3. Kebutuhan zat besi yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan
janin
4. Asupan zat besi yang dikonsumsi oleh ibu hamil kurang.
E. Jenis Anemia
1. Anemia defisiensi vitamin B12 Vitamin B12 berfungsi dalam pembentukan
sel darah merah. Ketika sedang hamil wanita tidak mendapat asupan
vitamin B12 yang cukup dari makanan dan tubuhnya tidak dapat
memproduksi sel darah merah yang sehat pada jumlah yang banyak.
2. Anemia defisiensi zat besi Anemia ini disebabkan kurangnya zat besi dalam
tubuh untuk menghasilkan hemoglobin dalam jumlah yang cukup kemudian
menyebabkan darah tidak dapat membawa oksigen yang cukup ke seluruh
jaringan tubuh.
3. Anemia defisiensi folat Jenis anemia yang disebabkan kurangnya vitamin
B dalam tubuh yang berfungsi menghasilkan sel-sel baru termasuk sel darah
merah yang sehat sehingga selama kehamilan sang ibu membutuhkan folat
tambahan.
F. Resiko anemia pada ibu hamil
1. Melahirkan bayi prematur
2. Melahirkan bayi yang mempunyai gangguan tabung saraf
3. Mengalami depresi setelah melahirkan
4. Membutuhkan transfusi darah jika kehilangan darah yang banyak selama
proses persalinan
G. Pencegahan anemia
1. Konsumsilah suplemen zat besi, suplemen asam folat, dan suplemen
vitamin B12
Contoh :
• Sangobion: Suplemen yang mengandung zat besi, vitamin C, vitamin
B12, dan asam folat.
• Hemafort: Suplemen dengan kandungan zat besi, mangan, tembaga,
vitamin C, vitamin B12, dan asam folat.
• Etabion: Suplemen yang mengandung vitamin B12, asam folat,
vitamin C, dan mineral.
• Vitamin B12 IPI, Neurobion, Blackmores, Kamulvit
B12: Suplemen vitamin B12 yang tersedia di pasaran.
2. Konsultasikan pada dokter mengenai porsi makan yang dapat dikonsumsi
selama kehaamilan untuk mencegah terjadi anemia seperti daging merah,
sayuran, telur, buah-buahan, dll.
3. Pemeriksaan darah untuk melihat hemoglobin dan kadar hematokrit
sehingga dapat diketahui apakah ibu mengalami anemia atau tidak dan
dapat dilakukanj penanganan dini
4. Konsumsi makanan yang mengandung gizi dan nutrisi yang seimbang yang
tidak hanya baik untuk ibu sendiri namun dapat melindungi janin dari
kecacatan fisik maupun lahir prematur
5. Konsumsi makanan dan buah yang mampu meningkatkan penyerapan zat
besi dengan banyak konsumsi vitamin C seimbang yang mudah didapat
buah jeruk, pepaya, dsb.
6. Kurangi konsumsi teh atau minuman yang mengandung kafein agar
penyerapan zat besi tidak terganggu.
DAFTAR PUSTAKA
Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. (2018). Profil Kesehatan Kabupaten Garut 2017.
Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat. (2018).
Profil Kesehatan Propinsi Jawa Barat 2017. Dinas Kesehatan Propinsi Jawa
Barat.
Fatmah. (2012). Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Handayani, S. (2016). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia
Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Sambutan Kota Samarinda, 1(Ii), 126–138.
Kemenkas RI. (2017). Profil Kesehatan Indonesia 2016. Kemenkes RI