ANGGARAN DASAR
ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA
MUKADIMAH
Bahwa sesungguhnya Kegiatan Amatir Radio merupakan penyaluran bakat yang penuh
manfaat sehingga telah mendapatkan tempat dalam kehidupan bangsa Indonesia. Dengan
demikian Kegiatan Amatir Radio merupakan sumbangan dalam rangka pencapaian
cita-cita Nasional seperti yang terkandung dalam Pancasila dan Undang-undang Dasar
1945.
Dengan adanya Peraturan dan Perundang-undangan Pemerintah Republik Indonesia
tentang Amatir Radio yang telah memberikan tempat serta hak hidup kepada Amatir
Radio Indonesia dalam melaksanakan kegiatannya, maka para Amatir Radio Indonesia
merasa berbahagia dan penuh harapan akan hari depan yang cerah.
Dengan Rakhmat Tuhan Yang Maha Esa dan didorong oleh keinginan luhur untuk
berbakti kepada Bangsa dan Negara demi pengembangan dan pembangunan, maka atas
dasar Peraturan dan Perundang- undangan Pemerintah Republik Indonesia berdirilah
wadah tunggal Amatir Radio. Kemudian daripada itu untuk mewujudkan tujuan
Organisasi Amatir Radio Indonesia dengan cara menumbuhkan kesadaran akan
kewajiban dan rasa tanggung jawab Amatir Radio, melindungi dan memperjuangkan hak
serta kepentingan segenap Amatir Radio, mencerdaskan dan meningkatkan kesejahteraan
rakyat, memelihara persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara, serta menjalin
persaudaraan dengan Bangsa lain di seluruh dunia. Dengan dilandasi Jiwa Perwira, Setia,
Progresif, Ramah-Tamah, Jiwa Seimbang dan Patriot, maka disusunlah Anggaran Dasar
dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi Amatir Radio Indonesia sebagai berikut :
BAB I
NAMA, TEMPAT, WAKTU DAN SIFAT
Pasal 1
NAMA
Organisasi ini bernama Organisasi Amatir Radio Indonesia yang selanjutnya disebut
dengan ORARI.
Pasal 2
TEMPAT KEDUDUKAN
ORARI berpusat di Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mempunyai
kegiatan di seluruh wilayah Indonesia.
Pasal 3
WAKTU
ORARI dibentuk pada tanggal sembilan bulan Juli, tahun seribu sembilan ratus enam
puluh delapan di Jakarta.
Pasal 4
SIFAT
ORARI adalah Organisasi tunggal bagi segenap Amatir Radio di Indonesia, bersifat
mandiri dan non politik
BAB II
AZAS DAN TUJUAN
Pasal 5
AZAS
ORARI berazaskan Pancasila dan menjunjung tinggi Kode Etik Amatir Radio.
Pasal 6
TUJUAN
ORARI bertujuan mewujudkan Amatir Radio Indonesia yang berpengetahuan dan
trampil dibidang komunikasi radio dan teknik elektronika radio untuk diabdikan bagi
kepentingan Bangsa dan Negara
BAB III
FUNGSI DAN KEGIATAN
Pasal 7
FUNGSI
Untuk mencapai tujuan Organisasi, ORARI berfungsi sebagai :
1) Sarana pembinaan Amatir Radio Indonesia.
2) Memelihara kemurnian amatirisme radio sesuai Kode Etik Amatir Radio
Sarana untuk memperjuangkan hak-hak Amatir radio di forum nasional dan
bersama Amatir Radio dunia memperjuangkan hak-hak Amatir Radio di forum
internasiona
3) Cadangan nasional di bidang komunikasi radio.
4) Sarana dukungan komunikasi radio dalam usaha-usaha yang bersifat
kemanusiaan.
5) Mitra Pemerintah dalam kegiatan pengawasan penggunaan gelombang radio
serta pemilikan dan penggunaan perangkat komunikasi radio.
Pasal 8
KEGIATAN
Untuk menjalankan fungsinya, ORARI melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai
berikut :
1. Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan anggota serta membimbing
peminatnya dalam bidang teknik elektronika dan komunikasi radio.
2. Melindungi kepentingan dan memperjuangkan hak – hak Amatir Radio.
3. Menanamkan kesadaran dan kewajiban serta tanggung jawab anggota
sebagai Amatir Radio terhadap Bangsa, Negara dan Organisasi.
4. Melaksanakan dukungan komunikasi radio dan penyampaian berita pada
saat terjadi marabahaya, bencana alam dan penyelamatan jiwa manusia dan
harta benda.
5. Melaksanakan dukungan komunikasi radio dan penyampaian berita sebagai
komunikasi cadangan nasional
6. Menyelenggarakan kegiatan monitoring dan observasi dalam pengamanan
pemakaian gelombang radio.
7. Membantu Pemerintah dalam rangka mendeteksi pelanggaran terhadap
penggunaan dan pemilikan perangkat komunikasi radio
Pasal 17
TUGAS, KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB
PENGURUS LOKAL
(1). Ketua ORARI Lokal mempunyai tugas, kewajiban dan tanggung jawab sebagai
berikut :
a. Memimpin Organisasi Lokal berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga.
b. Membuat dan melaksanakan Program Kerja Lokal, berdasarkan Rencana dan Program
Kerja ORARI Daerah serta Kebijaksanaan hasil Muslok.
c. Dalam rangka melaksanakan butir a. dan
b. diatas dapat mengeluarkan Instruksi - instruksi dan Ketentuan - ketentuan bagi ORARI
Lokalnya yang sejalan dengan Peraturan - peraturan dan Perundang - undangan yang
berlaku bagi Amatir Radio, dengan memperhatikan pertimbangan DPP.
d. Membuat laporan berkala kepada ORARI Daerah dengan tembusan kepada Ketua DPP
ORARI Lokal.
e. Mengangkat dan/atau memberhentikan Pengurus lain bila diperlukan.
f. Bersama dengan DPP dapat mengangkat dan mengadakan Penggantian Wakil Ketua,
Ketua Bidang Organisasi, Ketua Bidang Operasi dan Teknik, Sekretaris, Wakil
Sekretaris,
Bendahara, Wakil Bendahara ORARI Lokal.
g. Bertanggungjawab kepada Ketua ORARI Daerah atas pelaksanaan Keputusan,
Kebijaksanaan dan Instruksi - instruksi yang dikeluarkan oleh ORARI Daerah.
h. Menyelenggarakan Muslok dan Rapat Kerja ORARI Lokal tepat pada waktunya.
i. Bertanggungjawab kepada Muslok.
(2). Wakil Ketua mempunyai tugas, kewajiban dan tanggung jawab sebagai berikut :
a. Membantu Ketua ORARI Lokal dalam penyelenggaraan tugas pimpinan sehari - hari.
b. Mewakili Ketua ORARI Lokal apabila berhalangan dalam kegiatan dan hubungan ke
dalam dan ke luar sesuai bidangnya masing - masing
c. Menjabat Ketua ORARI Lokal apabila Ketua ORARI Lokal tidak dapat menjalankan
tugasnya secara tetap sampai dengan Muslok.
e. Bertanggungjawab kepada Ketua ORARI Lokal.
(3). Ketua Bidang Organisasi dan Ketua Bidang Teknik dan Operasi mempunyai tugas,
kewajiban
dan tanggung jawab sebagai berikut :
a. Membantu Ketua ORARI Lokal dalam penyelenggaraan tugas pimpinan sehari - hari
di
bidangnya masing - masing.
b. Mewakili Ketua ORARI Lokal dalam kegiatan dan hubungan ke dalam dan ke luar
sesuai
di bidangnya masing - masing.
c. Menyusun dan melaksanakan Rencana dan Program Kerja dalam bidangnya masing -
masing.
d. Memimpin pelaksanaan kegiatan - kegiatan Organisasi dalam bidangnya masing -
masing.
e. Membuat laporan semesteran secara berkala kepada Ketua ORARI Lokal dengan
tembusan kepada Ketua DPP ORARI Lokal.
f. Bertanggungjawab kepada Ketua ORARI Lokal.
(4). Sekretaris dan Wakil Sekretaris mempunyai tugas, kewajiban dan tanggung jawab
sebagai
berikut :
a. Membantu Ketua ORARI Lokal dalam penyelenggaraan tugas pimpinan sehari - hari
sesuai bidang tugasnya.
b. Mewakili Ketua apabila berhalangan dalam kegiatan dan hubungan ke dalam dan ke
luar
atas dasar mandat yang diberikan
c. Menyelenggarakan administrasi umum.
d. Menyelenggarakan tata usaha kepengurusan ORARI Lokal.
e. Menyusun dan melaksanakan Rencana dan Program Kerja di bidangnya.
f. Membuat laporan berkala kepada Ketua ORARI Lokal dengan tembusan kepada Ketua
DPP ORARI Lokal.
g. Bertanggungjawab kepada Ketua ORARI Lokal.
(5). Bendahara dan Wakil Bendahara mempunyai tugas, kewajiban dan tanggung jawab
sebagai
berikut :
a. Menyusun anggaran serta belanja Organisasi.
b. Menyelenggarakan administrasi keuanga n dan akuntansi sesuai dengan Kebijaksanaan
Ketua ORARI Lokal dan Ketentuan - ketentuan Organisasi.
c. Mengurus iuran Anggota.
d. Membuat laporan berkala kepada Ketua ORARI Lokal dengan tembusan kepada Ketua
DPP ORARI Lokal.
e. Bertanggungjawab kepada Ketua ORARI Lokal.
(6). Ketua Bagian mempunyai tugas, kewajiban dan tanggung jawab sebagai berikut :
a. Melaksanakan Rencana dan Program Kerja di bagiannya masing - masing.
b. Menyelenggarakan kegiatan - kegiatan Organisasi di bagiannya masing - masing.
c. Membuat laporan berkala kepada Ketua ORARI Lokal dengan tembusan kepada Ketua
DPP ORARI Lokal.
d. Secara koordinasi bertanggungjawab kepada Ketua Bidang sesuai bagiannya.
(7). Perwakilan - Perwakilan mempunyai tugas, kewajiban dan tanggung jawab sebagai
berikut :
a. Melaksanakan Rencana dan Program Kerja ORARI Lokal.
b. Bertanggungjawab kepada Ketua ORARI Lokal.
Pasal 18
MUSYAWARAH NASIONAL
(1). Munas diselenggarakan oleh Pengurus Pusat dan dihadiri oleh :
a. DPP dan Pengurus Pusat.
b. Utusan sah kepengurusan ORARI Daerah
c. Peninjau dan Undangan.
(2). Tugas pokok Munas :
a. Menilai Pertanggungjawaban Ketua Umum ORARI untuk selanjutnya dapat menerima
atau menerima dengan catatan.
b. Menilai Laporan DPP ORARI Pusat untuk selanjutnya dapat menerima atau menerima
dengan catatan.
c. Membahas dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
d. Menetapkan Garis - garis Besar Kebijaksanaan Organisasi untuk masa bakti Pengurus
Pusat.
e. Munas ORARI dapat mengangkat tim verifikasi terdiri dari 3 (tiga) orang yang ahli
dan
independen untuk memeriksa keuangan dan inventaris Organisasi.
f. Memilih dan Mengangkat DPP, dan Ketua Umum ORARI.
(3). Munas dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang - kurangnya 2/3 dari jumlah
Organisasi
Daerah.
(4). Setiap Daerah mempunyai satu hak suara dalam Munas.
(5). Munas Luar Biasa dapat diselenggarakan atas permintaan 2/3 dari jumlah ORARI
Daerah
melalui DPP ORARI Pusat serta dihadiri dan disetujui oleh sekurang - kurangnya 2/3
jumlah
Organisasi Daerah.
Pasal 19
MUSYAWARAH DAERAH
(1). Musda diselenggarakan oleh Pengurus ORARI Daerah dan dihadiri oleh :
a. Utusan sah Pengurus ORARI Pusat.
b. DPP dan Pengurus ORARI Daerah.
c. Utusan sah Kepengurusan ORARI Lokal
d. Peninjau dan Undangan.
(2). Tugas pokok Musda :
a. Menilai Pertanggungjawaban Ketua ORARI Daerah untuk selanjutnya dapat menerima
atau menerima dengan catatan.
b. Menilai Laporan DPP ORARI Daerah untuk selanjutnya dapat menerima atau
menerima
dengan catatan.
c. Menetapkan Kebijaksanaan Umum ORARI Daerah berdasarkan Rencana dan Program
Induk ORARI Pusat untuk masa bakti Pengurus ORARI Daerah.
d. Musda ORARI dapat mengangkat team verifikasi terdiri dari 3 (tiga) orang yang ahli
dan
independen untuk memeriksa keuangan dan inventaris Organisasi.
e. Memilih dan Mengangkat DPP dan Ketua ORARI Daerah.
f. Merumuskan bahan-bahan untuk Munas.
(3). Musda dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang - kurangnya 2/3 dari jumlah
Organisasi
Lokal.
(4). Setiap ORARI Lokal mempunyai satu hak suara dalam Musda.
(5). Musda Luar Biasa dapat diselenggarakan atas permintaan 2/3 dari jumlah ORARI
Lokal
melalui Pengurus ORARI Pusat serta dihadiri dan disetujui oleh sekurang - kurangnya
2/3
jumlah Organisasi Lokal.
Pasal 20
MUSYAWARAH LOKAL
(1). Muslok diselenggarakan oleh Pengurus ORARI Lokal dan dihadiri oleh :
a. Utusan sah Pengurus ORARI Daerah.
b. DPP dan Pengurus ORARI Lokal.
c. Anggota ORARI Lokal yang bersangkutan.
d. Peninjau dan Undangan.
(2). Tugas pokok Muslok :
a. Menilai Pertanggungjawaban Ketua ORARI Lokal untuk selanjutnya dapat menerima
atau
menerima dengan catatan.
b. Menilai Laporan DPP ORARI Lokal untuk selanjutnya dapat menerima atau menerima
dengan catatan.
c. Menetapkan Kebijaksanaan ORARI Lokal berdasarkan Rencana dan Program Kerja
ORARI Daerah untuk masa bakti Pengurus ORARI Lokal.
d. Muslok ORARI dapat mengangkat team verifikasi terdiri dari 3 (tiga) orang yang ahli
dan
independen untuk memeriksa keuangan dan inventaris Organisasi.
e. Memilih dan Mengangkat DPP dan Ketua ORARI Lokal.
f. Merumuskan bahan-bahan untuk Musda.
(3). Muslok dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang – kurangnya separuh ditambah
satu dari
jumlah anggota ORARI Lokal.
(4). Setiap anggota mempunyai satu hak suara dalam Muslok.
(5). Apabila Muslok tidak mencapai quorum maka Pengurus ORARI Daerah mempunyai
wewenang dan mengambil langkah- langkah seperlunya didalam rangka menjaga
keutuhan
Organisasi .
(6). Muslok Luar Biasa dapat diselenggarakan atas permintaan separuh ditambah satu
dari jumlah
anggota ORARI Lokal melalui Pengurus ORARI Daerah serta dihadiri dan disetujui oleh
separuh ditambah satu dari jumlah anggota ORARI Lokal.
Pasal 21
KETENTUAN KHUSUS
(1). Keputusan-keputusan Munas, Musda atau Muslok diambil atas dasar musyawarah
untuk
mufakat, kecuali apabila perlu, dengan pemungutan suara.
(2). Pemilihan DPP, Ketua Umum ORARI / Ketua ORARI Daerah / Ketua ORARI Lokal
dilaksanakan melalui sistem Formatur atau dengan sistem pemilihan secara langsung.
(3). Tata tertib Munas, Musda atau Muslok disahkan dalam sidang yang bersangkutan.
Risalah dan
Agenda Munas, Musda atau Muslok disahkan dalam sidang yang bersangkutan.
(4). Ketua Umum ORARI dapat mengambil langkah - langkah Kebijaksanaan demi
kesinambungan Organisasi bila Pengurus ORARI Daerah tidak melaksanakan Musda
tepat
pada waktunya, dan Ketua ORARI Daerah dapat mengambil langkah - langkah
Kebijaksanaan
demi kesinambungan Organisasi bila Pengurus ORARI Lokal tidak melaksanakan
Muslok
tepat pada waktunya.
Pasal 22
RAPAT KERJA
(1). Rapat Kerja Nasional :
a. Rapat Kerja Nasional yang selanjutnya disebut Rakernas adalah sidang yang dihadiri
oleh
Kepengurusan ORARI Pusat dan utusan sah Kepengurusan ORARI Daerah.
b. Tugas dan wewenang Rakernas adalah :
1. Mengidentifikasi permasalahan yang harus dibahas berdasarkan Laporan Pengurus
ORARI Pusat dan Pengurus ORARI Daerah.
2. Merumuskan pemecahan permasalahan dalam menghadapi suatu perkembangan baru.
3. Meningkatkan hubungan timbal balik antara Kepengurusan ORARI Pusat dengan
Kepengurusan ORARI Daerah dalam melaksanakan Keputusan Munas.
c. Rakernas diadakan minimal 1 (satu) kali selama masa bakti Kepengurusan ORARI
Pusat
dan selambat- lambatnya diselenggarakan pada awal tahun ketiga periode kepengurusan.
(2). Rapat Kerja ORARI Daerah :
a. Rapat Kerja ORARI Daerah yang selanjutnya disebut Rakerda adalah sidang yang
dihadiri
oleh Kepengurusan ORARI Daerah dan utusan sah Kepengurusan ORARI Lokal.
b. Tugas dan wewenang Rakerda adalah :
1. Mengidentifikasi permasalahan yang harus dibahas berdasarkan Laporan Pengurus
ORARI Daerah dan Pengurus ORARI Lokal.
2. Merumuskan pemecahan permasalahan dalam menghadapi suatu perkembangan baru
di Daerah.
3. Meningkatkan hubungan timbal balik antara Kepengurusan ORARI Daerah dengan
Kepengurusan ORARI Lokal dalam melaksanakan Keputusan Munas dan Musda.
c. Rakerda diadakan minimal 1 (satu) kali selama masa bakti Pengurus ORARI Daerah
dan selambat- lambatnya diselenggarakan pada awal tahun ketiga periode
kepengurusan
(3). Rapat Kerja ORARI Lokal :
a. Rapat Kerja ORARI Lokal yang selanjutnya disebut Rakerlok adalah sidang yang
dihadiri
oleh Kepengurusan ORARI Lokal dan anggota ORARI Lokal.
b. Tugas dan wewenang Rakerlok adalah :
1. Mengidentifikasi permasalahan yang harus dibahas berdasarkan Laporan Pengurus
ORARI Lokal dan masukan Anggota ORARI Lokal.
2. Merumuskan pemecahan permasalahan dalam menghadapi suatu perkembangan baru
di Lokal
3. Meningkatkan hubungan timbal balik antara Kepengurusan ORARI Lokal dengan
anggota ORARI Lokal dalam melaksanakan semua Keputusan Munas, Musda dan
Muslok.
c. Rakerlok diadakan minimal 1 (satu) kali selama masa bakti Pengurus ORARI Lokal
dan
selambat- lambatnya diselenggarakan pada awal tahun kedua periode kepengurusan
BAB V
KEUANGAN
Pasal 23
IURAN DAN DANA
(1). Iuran ditarik dari anggota biasa dan anggota luar biasa.
(2). Iuran tiap bulan dan tatacara pembayarannya :
a. Iuran Anggota untuk IARU dan ORARI Pusat ditentukan oleh Munas dan dibayarkan
ke
Rekening ORARI Pusat melalui ORARI Daerah.
b. Iuran Anggota untuk ORARI Daerah ditentukan oleh Musda dan dibayarkan secara
langsung oleh Anggota ke Rekening ORARI Daerah melalui ORARI Lokal
c. Iuran Anggota untuk ORARI Lokal ditentukan oleh Muslok dan dibayarkan secara
langsung oleh Anggota ke Rekening ORARI Lokal
(3). Untuk memperkuat keuangan Organisasi, Pengurus masing- masing tingkat
Organisasi dapat
mengupayakan sumber keuangan lain dari usaha- usaha yang sah, tidak mengikat dan
tidak
bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta tidak
memberatkan
Anggota.
Pasal 24
PENGGUNAAN KEUANGAN
Penggunaan keuangan adalah untuk :
a. Pengeluaran rutin.
b. Kegiatan - kegiatan Organisasi.
c. Pengeluaran khusus.
Pasal 25
LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan dibuat secara berkala setiap akhir tahun takwim, dan disampaikan
sebagai
berikut :
a. Laporan Keuangan ORARI Pusat kepada ORARI Daerah,
b. Laporan Keuangan ORARI Daerah kepada ORARI Lokal,
c. Laporan Keuangan ORARI Lokal kepada Anggota.
BAB VI
LAMBANG, HYMNE, MARS DAN ATRIBUT ORGANISASI
Pasal 26
LAMBANG ORARI
(1) Lambang ORARI terdiri dari Logo, Panji, Pataka dan Duadja.
(2) Bentuk dasar Logo, Panji, Pataka dan Duadja lukisan, tulisan, warna dan makna
ditetapkan
dengan Keputusan Munas.
Pasal 27
HYMNE, MARS DAN ATRIBUT
(1). Hymne dan Mars ORARI dan penggunaannya ditetapkan dengan Keputusan Munas.
(2). Atribut dan penggunaanya ditetapkan oleh Peraturan Organisasi.
BAB VII
PENUTUP
Pasal 28
PENUTUP
(1) Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal disahkan dan hanya dapat diubah
oleh
Munas.
(2) Hal-hal yang tidak atau belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini, akan diatur
dalam
Peraturan Organisasi, dan peraturan tersebut tidak boleh bertentangan dengan Anggaran
Rumah Tangga ini.
(3) Dengan berlakunya Anggaran Rumah Tangga ini, maka Anggaran Rumah Tangga
yang ada
dan berlaku sebelum Anggaran Rumah Tangga ini, dinyatakan tidak berlaku, dan segala
sesuatu yang bertentangan dengan Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur kembali dan
disesuaikan dalam waktu yang sesingkat - singkatnya.
(4) Anggaran Rumah Tangga ini di sahkan oleh Musyawarah Nasional Khusus ORARI di
Tretes
Prigen Pasuruan Jawa Timur pada hari Sabtu tanggal dua puluh dua, bulan Februari,
tahun daribu tiga