0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan4 halaman

Prosedur Gigi Tiruan Lengkap Akhir

Dokumen ini membahas pentingnya gigi dalam fungsi tubuh manusia dan dampak kehilangan gigi, terutama pada kondisi edentulus penuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi prosedur pembuatan gigi tiruan lengkap lepasan akrilik dengan mempertimbangkan perbedaan lengkung rahang, serta mencari cara untuk mencapai retensi, stabilisasi, dan estetika yang baik. Selain itu, dokumen ini juga mencakup manfaat bagi penulis dan institusi pendidikan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang teknik gigi.

Diunggah oleh

Amanda Dyah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan4 halaman

Prosedur Gigi Tiruan Lengkap Akhir

Dokumen ini membahas pentingnya gigi dalam fungsi tubuh manusia dan dampak kehilangan gigi, terutama pada kondisi edentulus penuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi prosedur pembuatan gigi tiruan lengkap lepasan akrilik dengan mempertimbangkan perbedaan lengkung rahang, serta mencari cara untuk mencapai retensi, stabilisasi, dan estetika yang baik. Selain itu, dokumen ini juga mencakup manfaat bagi penulis dan institusi pendidikan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang teknik gigi.

Diunggah oleh

Amanda Dyah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Gigi merupakan salah satu organ yang mempunyai peranan penting pada tubuh
manusia. Gigi memiliki fungsi yang beragam dalam rongga mulut yaitu sebagai
alat pengunyahan, memulihkan fungsi bicara, sebagai estetika, memelihara atau
mempertahankan jaringan di sekitar mulut, relasi rahang dan dapat meningkatkan
kualitas hidup seseorang. Kehilangan sebagian gigi dapat menimbulkan gangguan
dari fungsi tersebut sehingga akan mendorong seseorang untuk dibuatkan gigi
tiruan (Jatuadomi et al., 2016)
Kehilangan seluruh gigi atau yang sering disebut dengan edentulus penuh
adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami kehilangan seluruh gigi
aslinya. Hilangnya gigi dapat disebabkan oleh pencabutan, karies, kelainan
jaringan periodontal, usia lanjut serta kecelakaan (Basker, 1996). Meskipun
banyak faktor yang dapat menyebabkan kehilangan gigi, karies dan penyakit
periodontal masih merupakan penyebab yang paling utama. Kehilangan seluruh
gigi dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari dampak fisik seperti
gangguan fungsi mastikasi, fonetik dan estetik serta perubahan tulang alveolar
ridge hingga dampak psikologis seperti rasa malu, tegang, kehilangan selera
makan, malnutrisi, tidur terganggu, kesulitan bergaul, menghindar keluar rumah,
konsentrasi terganggu hingga tidak dapat bekerja secara total (Senjaya, 2017)
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2012 tentang
kesehatan mulut menunjukkan bahwa 30% populasi didunia pada usia 65-74
tahun telah mengalami kehilangan seluruh gigi, sedangkan target WHO tahun
2010 untuk kasus kehilangan gigi hanya sebesar 5%. Hasil Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2007
menggambarkan bahwa sebesar 1,8% kasus kehilangan gigi ditemukan pada
kelompok umur 45- 54 tahun, 5,9% pada kelompok umur 55-64 tahun dan 17,6%
pada kelompok umur 65 tahun keatas (Kemenkes, 2007). Sedangkan hasil
Riskesdas tahun 2018 menggambarkan bahwa sebesar 23,6% kasus kehilangan
gigi ditemukan pada kelompok umur 45-54

1
2

tahun, 29,0% pada kelompok umur 55-64 tahun dan 30,6% pada kelompok umur
65 tahun keatas (Kemenkes, 2018).
Lengkung rahang adalah suatu bentuk kurva dari struktur gabungan gigi geligi
dan linggir alveolar, atau hanya linggir alveolar setelah hilangnya beberapa gigi
atau seluruh gigi pada rahang atas dan rahang bawah. Bentuk lengkung rahang
secara umum diklasifikasikan menjadi bentuk square, tapering, dan ovoid. Pada
setiap bentuk lengkung rahang, gigi terlihat seperti bentuk lengkungnya yaitu
bentuk lengkung square gigi terlihat square, pada bentuk lengkung tapering, gigi
terlihat tapering, dan pada bentuk lengkung ovoid gigi terlihat ovoid (Sipayung &
Nasution, 2019)
Kondisi edentulus penuh pada dasarnya dapat memengaruhi kesehatan umum,
kesehatan rongga mulut dan kualitas hidup pasien. Perubahan pada rongga mulut
mempunyai peran klinis yang penting terhadap perawatan nantinya (Farias Neto et
al., 2010). Fenomena perubahan yang paling terlihat pada pasien dengan
edentulus penuh terjadi di tulang alveolar yang sering disebut dengan Residual
Ridge Resorption. Resorbsi linggir sisa alveolar adalah istilah yang digunakan
untuk berkurangnya kuantitas dan kualitas linggir sisa setelah gigi-geligi
diekstraksi (Kuntjoro et al., 2010)
Perawatan pada pasien dengan edentulus penuh dapat dilakukan dengan
pembuatan gigi tiruan penuh konvensional. Gigi tiruan lengkap atau gigi tiruan
penuh (GTP) didefinisikan sebagai suatu protesa yang menggantikan semua gigi-
geligi dan jaringan mulut disekitarnya. Fungsi utama dari gigi tiruan lengkap
adalah untuk mengembalikan fungsi mastikasi atau pengunyahan pasien,
membantu mengembalikan fonetik, mengembalikan dimensi vertikal normal, dan
memberikan dukungan untuk jaringan lunak wajah, sehingga nantinya akan
memberikan estetika yang optimal dan akan meningkatkan kualitas hidup pasien
(Goiato et al., 2011).
Retensi sangat ditentukan oleh hubungan antara basis gigi tiruan dengan
mukosa pendukung di bawahnya. Kontak yang rata dan baik antara basis gigi
tiruan dan mukosa sangat diperlukan untuk retensi yang optimal. Adanya saliva
antara mukosa dan basis gigi tiruan menyebabkan terjadinya daya kohesi dan
3

adhesi, tegangan permukaan, peripheral seal serta tekanan atmosfer. Border


Moulding merupakan salah satu cara dalam memperoleh peripheral seal.
Undercut yang menguntungkan dapat menambah retensi, biasanya terdapat di
daerah retromylohyoid untuk posterior rahang bawah (Soebekti & Leepel, 1995)
Stabilisasi merupakan kemampuan gigi tiruan untuk tetap stabil pada
tempatnya dan tidak berubah posisinya akibat tekanan kunyah saat berfungsi
(Thomson, 2007). Agar gigi tiruan stabil perlu adanya retensi yang baik, posisi
gigi geligi yang benar sesuai pedoman penyusunan gigi serta oklusi dan artikulasi
yang seimbang (Soebekti & Leepel, 1995)
Berdasarkan latar belakang diatas penulis mendapatkan kasus dari dokter gigi
untuk dibuatkan gigi tiruan lengkap lepasan pada pasien wanita dengan usia 64
tahun. Bentuk lengkung rahang atas pada pasien berbentuk ovoid dan rahang
bawah berbentuk square. Pasien ini juga mengalami resorbsi tulang alveolar pada
bagian posterior namun, pada rahang pasien masih tersisa beberapa gigi dan akar
yang harus dilakukan pencabutan terlebih dahulu kemudian selanjutnya dilakukan
prosedur pembuatan gigi tiruan lengkap.
Kasus ini sekaligus penulis angkat sebagai laporan tugas akhir sebagai laporan
kasus mengenai prosedur pembuatan gigi tiruan lengkap lepasan akrilik kasus
perbedaan lengkung rahang.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas penulis dapat merumuskan masalah yaitu
bagaimana cara mendapatkan retensi, stabilisasi, dan estetik yang baik pada
pembuatan gigi tiruan lengkap lepasan akrilik kasus perbedaan lengkung rahang.
1.3 Tujuan Penulis
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui prosedur pembuatan gigi tiruan lengkap lepasan akrilik kasus
perbedaan lengkung rahang.
1.3.2 Tujuan khusus
1. Untuk mengetahui teknik penyusunan dan pemilihan elemen gigi pada
pembuatan gigi tiruan lengkap lepasan akrilik kasus perbedaan lengkung
rahang.
4

2. Untuk mengetahui cara mendapatkan retensi, stabilisasi dan estetik yang


baik dalam pembuatan gigi tiruan lengkap lepasan akrilik kasus
perbedaan lengkung rahang.
3. Untuk mengetahui hambatan serta solusi pada prosedur pembuatan gigi
tiruan lengkap lepasan akrilik kasus perbedaan lengkung rahang.

1.4 Manfaat Penulis


1.4.1 Manfaat Bagi Penulis
Dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam pembuatan gigi tiruan
lengkap lepasan akrilik kasus perbedaan lengkung rahang
1.4.2 Manfaat Bagi Institusi
Bagi institusi Pendidikan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan
Tanjungkarang khususnya Jurusan Teknik Gigi diharapkan dapat menjadi
tambahan informasi serta pengetahuan khususnya tentang prosedur pembuatan
gigi tiruan lengkap lepasan akrilik kasus perbedaan lengkung rahang
1.5 Ruang Lingkup
Penulis membatasi ruang lingkup penyusunan laporan tugas akhir ini hanya
mengenai prosedur pembuatan gigi tiruan lengkap lepasan akrilik kasus perbedaan
lengkung rahang yang dikerjakan di laboratorium jurusan Teknik Gigi Poltekkes
Kemenkes Tanjungkarang.

Anda mungkin juga menyukai