LEMBAR PENGESAHAN
No. Percobaan : 03/Prak. Sistem Transmisi Radio /LTK-1/2025
Nama Praktikum : Sistem komunikasi analog
Judul Percobaan : Chapter 6 : Penguat RF
Tanggal percobaan : kamis, 24 APRIL 2025
Tanggal Penyerahan : Kamis, 22 MEI 2025
Nama : TENGKU AULIA PUTRI
Nim 2305211017
Kelas : TRJT-4A
Instruktur : 1. [Link] Hutajulu,M.T.
2. Lucky t. simanjuntak., M.T.
Mengetahui:
Instruktur I Instruktur II
([Link] Hutajulu,M.T.) (Lucky t. simanjuntak., M.
1
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN...................................................................................i
DAFTAR ISI.........................................................................................................ii
CHAPTER 6 RF AMPLIFIERS............................................................................1
I. TUJUAN PERCOBAAN...................................................................................1
II. DASAR TEORI................................................................................................1
III. ALAT DAN BAHAN.....................................................................................7
IV. RANGKAIAN PERCOBAAN.......................................................................7
V. LANGKAH PERCOBAAN.............................................................................7
VI. DATA HASIL PERCOBAAN........................................................................8
VII. PERTANYAAN.............................................................................................8
VIII. JAWABAN PERTANYAAN.......................................................................9
IX. ANALISIS HASIL.........................................................................................10
X. KESIMPULAN...............................................................................................11
ii
CHAPTER 6
RF AMPLIFIERS
I. TUJUAN PERCOBAAN
1. Memahami prinsip dan tujuan dari konversi impedansi.
2. Memahami pengoperasian RF amplifier.
3. Mengukur respons frekuensi dari RF amplifier.
II. DASAR TEORI
Dalam perancangan rangkaian frekuensi tinggi, banyak faktor-faktor
yang tadinya diabaikan di rangkaian frekuensi rendah harus diperhatikan;
sebagai contoh, pengaruh dari induktansi dan kapasitansi dari kabel dan
layout rangkaian. Pengaruh-pengaruh ini biasanya diabaikan dalam
perancangan dan penggunaan rangkaian frekuensi rendah. Komponen-
komponen rangkaian yang umum seperti komponen aktif dan pasif dalam
rangkaian frekuensi tinggi akan membuat karakteristik berbeda yang
berpengaruh pada ketidakstabilannya.
Untuk meminimalisir kesulitan dalam merancang rangkaian frekuensi
tinggi, cara terbaiknya adalah dengan memilih komponen-komponen yang
tepat untuk digunakan. Sebagai contoh, jika kita menggunakan komponen-
komponen surface-mounted device (SMD) dalam rangkaian frekuensi tinggi,
pengaruh dari kapasitansi dan induktansi dapat jauh dikurangi. Sama seperti
jika SMD dengan Q tinggi digunakan, pengaruh dari induktansi ekuivalen
dan kapasitansi dapat dikurangi. Dalam tahap pembuatan layout rangkaian,
jarak antar komponen harus diusahakan sependek mungkin.
Disamping pengaruh-pengaruh yang telah disebutkan di atas, banyak factor-
faktor lain seperti gain tegangan, kestabilan, matching impedansi, dan noise
figure harus diperhatikan dalam merancang. Faktor-faktor ini biasanya
diabaikan dalam rangkaian frekuensi rendah. karena komponen-komponen
rangkaian membuat karakteristik-karakteristik impedansi yang berbeda
tergantung pada frekuensi pengoperasian, karakteristik dari setiap komponen
harus diperhatikan dalam merancang rangkaian. Matching impedansi adalah
1
faktor utama dari transfer daya maksimum dan ketahanan terhadap noise.
Noise figure adalah pengukuran kemampuan dari ketahanan rangkaian
frekuensi tinggi terhadap noise. Tiap-tiap tiga faktor ini akan berpengaruh
pada kerja keseluruhan rangkaian.
Gambar 1 – Blok Diagram dari Amplifier RF
Sebuah modul RF terdiri dari amplifier RF, mixer, osilator local, modulator,
dan demodulator. Performansi dari modul RF adalah faktor penting sebagai
penentu kualitas dari transceiver.
Gambar 1 menunjukkan diagram blok dari amplifier RF yang terdiri dari dua
bandpass-filter dan sebuah amplifer. Bandpass filter pertama menghilangkan
frekuensi yang tidak diinginkan dari sinyal yang diterima antenna. Amplifier
digunakan untuk menguatkan sinyal output dari bandpass-filter. Bandpass-
filter kedua digunakan untuk menghilangkan sinyal yang tidak diinginkan
juga. Perbedaan diantara kedua filter ini adalah bandwidth dari filter pertama
lebih lebar daripada filter kedua. dengan kata lain, nilai Q dari filter pertama
lebih kecil dari filter kedua. desain ini untuk menghindari atenuasi berlebih
ketika sinyal melewati filter. Jadi, bandpass-filter tidak hanya bekerja untuk
menyaring tetapi juga melakukan matching impedansi.
Amplifier RF bekerja pada frekuensi tertinggi dari receiver. Sensitivitas
receiver bergantung pada kemampuan bekerja amplifier RF. Sebagai
tambahan, banyak karakteristik-karakteristik seperti bandwidth, matching
impedansi, gain, dan noise figure (NF) harus diperhatikan dalam merancang
amplifier RF.
Seperti disebutkan di atas, tujuan utama dari matching impedansi adalah
untuk transfer daya maksimum. Dalam rangkaian DC, jika resistansi beban
2
sama dengan sumber resistansi, daya maksimum akan diantarkan ke beban.
Dalam rangkaian AC, daya maksimum akan diantarkan jika impedansi
beban sama dengan sumber impedansi. Karena proses perhitungan dari
matching impedansi rumit, pertama kita menyederhanakan network yang
rumit menjadi rangkaian ekuivalen yang lebih sederhana dengan proses
transformasi. Saat ini kita membahas prinsip dari konversi impedansi ke
komponen-komponen pasif.
Dalam rangkain resonansi LC, hubungan terhadap Q sering ditemukan.
Kualitas faktor Q dari komponen reaktif (induktor dan kapasitor) adalah
pengukuran kemampuan menyimpan energi. Q dari sebuah komponen atau
rangkaian adalah parameter penting dan didefinisikan dengan:
Q = energi yang disimpan/ Energi disipasi = daya induktif/daya resistif (1)
Gambar 2 – Rangkaian Ekuvalen dari komponen penyimpan energi
Gambar 2(a) menunjukkan rangkaian seri RL dan gambar 2(b) menunjukkan
sebuah rangkaian RL pararel. Komponen penyimpan energi Xs dan Xp bisa
berupa induktor ataupun kapasitor. Dari defenisi, nilai Q dari komponen
diberikan dalam bentuk
Qs= Is2Xs/I 2Rs = Xs/Rs (2)
(3)
Nilai Q adalah parameter penting dalam desain rangkaian. Untuk
mengkonversi rangkaian seri dari gambar 2(a) ke rangkaian ekuivalen
pararel dari gambar 2(b), vice versus, impedansi dari kedua rangkaian
adalah sama. Kita dapat menulis dengan persamaan:
(4)
3
Jika rangkaian seri ekivalen dengan rangkaian pararel (konversi pararel ke
seri), komponen resistif dari impedansi seri harus sama dengan komponen
resistif dari impedansi pararel. Begitu juga dengan komponen reaktif harus
sama keduanya. Dari persamaan komponen resistif kita dapatkan
(6)
Dari persamaan komponen reaktif, didapatkan
Jika kita anggap Rp/Xp = Qp maka
4
Gambar 3 – Rangkaian Tuned Tapped – C
Gambar 3 menunjukkan sebuah rangkaian tunedtapped-capasitor dan
rangkaian ekuivalennya. Rangkaian ini menyediakan nilai yang lebih tinggi
dari impedansi ekuivalen untuk Q rangkaian lebih tinggi. Menurut prinsip
konversi impedansi, sumber resistansi Rs dari gambar 3(a) ditambahkan
dengan resistansi ekuivalen Rin dari gambar 3(b), maka didapatkan Q yang
lebih tinggi. Disamping rangkaian tuned tapped-C, rangkaian tuned lain
dengan tapped- induktor (tapped-L) juga bekerja dengan tujuan yang sama.
Rangkaian tuned adalah bandpass filter pada umumnya. Dalam desain
rangkain praktis, sangat sulit mendesain sebuah rangkaian single-tuned
dengan
Gambar 4 – Rangkaian Double Tuned dengan pasangan induktif
5
6
III. ALAT DAN BAHAN
1. Alat dan Bahan
2. Module KL-93051
3. Module KL-93052
4. Spectrum Analyzer
5. Probe Frekuensi Tinggi
6. Generator sinyal RF atau Sistem Test Komunikasi Radio
IV. RANGKAIAN PERCOBAAN
Gambar 5 – Ilustrasi Dari Hubungan Sistem
V. LANGKAH PERCOBAAN
1. Susunlah alat sesuai dengan Gambar 5.
2. Atur level output dari generator sinyal RF ke -60dBm, sinyal
pemodulasi OFF. Ukur dan catat level daya dari RP1, RP2 dan
RP3 dari tiap frekuensi yang diterima pada tabel 1.
3. Dari hasil pada tabel, tandai respons frekuensi linear dari
amplifier RF.
7
VI. DATA HASIL PERCOBAAN
VII. PERTANYAAN
1. Sebutkan rangkaian yang teredapat dalam modul RF dan jelaskan fungsi
masing- masing rangkaian
2. apa tujuan dari pencocokan impedansi ?
3. jelaskan secara singkat fungsi dari tuning tapped-c dan rangkaian kopling
4. dengan asumsi sebuah penguat RF memiliki respons frekuensi dari 254
MHz hingga 256 MHz, tentukan nilai dari L1, C1, dan C2 pada filter
bandpass pertama dengan merujuk pada rangkaian 6-5.
8
VIII. JAWABAN PERTANYAAN
1. Rangkaian Yang Terdapat Dalam Modul Rf
➢ Filter Bandpass Perrtama : Berfungsi Untuk Memilih Sinyal Dalam
Rentang Frekuensi Tertentu Dan Menyaring Sinyal Di Luar Rentang
Tersebut
➢ Penguat Aktif (Transistor Dan Resistor) : Untuk Memperkuat Sinyal Rf
Agar Memiliki Daya Yang Cukup Untuk Di Proses Lebih Lanjut
➢ Filter Bandpass Kedua : Untuk Menyaring Sinyal Yang Telah Di Pekuat,
Memastikan Hanya Frekuensi Yang Diinginkan Yang Diteruskan.
➢ Rangkaian Pencocokan Impedansi : Mengoptimalkan Transfer Daya
Antara Tahap Input Dan Output.
2. Tujuan Nya Adalah Untk Memastikan Transfer Daya Yang Optimal Antara
Sumber Dan Beban Dan Mengurangi Pantulan Sinyal Yang Dapat
Menyebabkan Distori Atau Kehilangan Daya Serta Meningkatkan Efesiensi
Sistem Rf
3. Tuning Tapped-C Bertujuan Untuk Menyetel Frekuensi Resonansi Secara
Presisi Agar Sesuai Dengan Frekuensi Yang Diinginkan Sehingga Transfer
Sinyal Menjadi Lebih Efesien Pada Frekuensi Tertentu.
Untuk Rangkaian Kopling Berfungsi Untuk Mentransfer Sinyal Dari Satu
Tahap Rangkaian Ke Tahap Berikutnya Dengan Seminimal Mungkinn
Kehilangan Daya Juga Rangkaian Kopling Dapat Menyaring Komponene
Frekuensi Tertentu, Mengisolasi Tegagan Dc Antara Tahap, Dan Membantu
Mempertahankan Impedansi Yang Sesuai Sehinggan Sinyal Tidak Terdistori.
4. L1 = 10nH, C1 = 39pF, C2 = 2p