KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS RIAU
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
PEKANBARU
PENGARUH BRAND IMAGE TERHADAP MINAT KUNJUNGAN
WISATAWAN DI OBJEK WISATA ASIA FARM HAY DAY
PEKANBARU
PROPOSAL
OLEH
ANNISA PUTRI NARITA
1801112557
PROGRAM STUDI USAHA ILMU PERJALANAN WISATA
JURUSAN ILMU ADMINISTRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
PEKANBARU
2021
Judul : Pengaruh Brand Image Terhadap Minat Kunjungan Wisatawan di
Objek Wisata Asia Farm Hay Day Pekanbaru
A. Latar Belakang Penelitian
Sektor pariwisata kini telah memberi pengaruh terhadap ekonomi negara.
Dalam sektor ekonomi, pariwisata telah menjadi penyumbang devisa,
meningkatkan pendapatan, kesempatan kerja dan mendorong perkembangan
usaha kecil. Banyak pemerintah pusat dan daerah serta perusahaan-perusahaan
yang bersaing untuk dapat mengembangkan usaha dalam sektor pariwisata. Hal
itu akan menimbulkan persaingan yang cukup ketat.
Semakin banyak pesaing maka semakin banyak pula peluang untuk
perusahaan akan kehilangan konsumen/wisatawan. Untuk dapat bertahan dan
memenangkan persaingan, perusahaan dapat mengatasinya dengan menciptakan
dan mempertahankan minat kunjungan dari wisatawan/konsumen. Dengan salah
satu cara memberikan citra khusus bagi wisatawan/konsumen melalui persaingan
merek atau brand. Dengan adanya pembentukan citra merek atau brand image
yang kuat maka konsumen/wisatawan akan mudah untuk dapat membedakan
sautu produk/jasa lainnya.
Brand image adalah
Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Kotler dan Keller (2009:4),
bahwa para CEO (Chief Executive Officer) mengetahui pentingnya pemasaran
untuk membangun merek dan basis pelanggan yang loyal, yang merupakan asset
tidak berwujud (Intangible Asset) yang membentuk persentase nilai yang besar
dari sebuah perusahaan. Dengan salah satu strategi yang dilakukan adalah
melakukan bauran pemasaran (Marketing Mix). Menurut Kotler dan Amstrong
(1996), bahwa bauran pemasaran merupakan salah satu konsep kunci dalam teori
pemasaran modern.
Saladin (2006), menyatakan bahwa bauran pemasaran adalah serangkaian
dari variabel pemasaran yang dikuasai oleh pemasaran dan digunakan untuk
mencapai tujuan dalam pasar sasaran. Dapat ditarik kesimpulan bahwa bauran
pemasaran merupakan perpaduan antara variabel-variabel yang digunakan untuk
mencapai tujuan perusahaan. Variabel yang di katakan pada pernyataan diatas
antara lain produk, harga, lokasi, dan promosi. Menurut Pitana dan Diarta
(2009:174), dalam variabel produk, terdapat beberapa faktor antara lain
pelayanan, kualitas, jangkauan produk, merek, dan keunggulan.
Merek atau Brand lebih dari sekedar nama dan simbol, tetapi brand
memiliki makna terhadap suatu produk wisata dalam pandangan wisatawan.
Sebuah brand diciptakan dan dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Faktor
tersebut berupa orang, tampilan, budaya, pendapat, pesan, media berita dan yang
utama adalah media sosial. Selain berbagai faktor tersebut, adanya stakeholders
pariwisata dan wisatawan memberikan makna dan pengaruh yang besar terhadap
sebuah brand melalui proses branding.
Menurut Judisseno (2019), bahwa brand merupakan titik temu dari dua
kekuatan pasar, yaitu stakeholders pariwisata dan wisatawan. Karena Stakeholders
pariwisata memiliki peran penting dalam pembuatan sebuah brand. Hal ini
diperkuat oleh Rahim (2012),yang menyatakan bahwa Hakekatnya pemerintah,
swasta dan masyarakat termasuk ke dalam tiga (3) stakeholders pariwisata yang
terlibat dalam pembangunan kepariwisataan. Sedangkan wisatawan adalah
pengguna dari suatu brand. Sedangkan wisatawan adalah pengguna dari suatu
brand.
B. Rumusan Masalah Penelitian
Rumusan masalah yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah
“Bagaimana pengaruh brand image terhadap minat kunjungan wisatawan di objek
wisata Asia Farm Hay Day Pekanbaru?”.
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan pada latar belakang dan rumusan masalah tersebut, penelitian
ini memiliki tujuan penelitian untuk menguji bagaimana pengaruh dari brand
image terhadap minat kunjungan wisatawan pada objek wisata Asia Farm Hay
Day Pekanbaru.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu
pengetahuan khususnya dalam bidang pengaruh brand image terhadap minat
kunjungan wisatawan. Serta diharapkan dapat digunakan untuk menguatkan teori
yang ada khususnya mengenai brand image terhadap minat kunjungan.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi penulis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambahkan pengetahuan dan
wawasan yang luas bagi peneliti dalam bidang pemasaran mengenai brand image
terhadap miant kunjungan wisatawan.
b. Bagi pihak Universitas Riau
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi yang ada di
perpustakaan sehingga dapat membantu rekan mahasiswa lainnya dalam
pengetahuan mengenai brand image dan pengaruhnya terhadap minat kunjungan
wisatawan
c. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan akan bermanfaat untuk pihak perusahaan
yang nantinya dapat menjadi pertimbangan dalam memecahkan masalah
mengenai pengaruh brand image terhadap minat kunjungan wisatawan guna
meningkatkan kunjungan wisatawan.
d. Bagi pihak lain
Hasil penelitian ini diharapkan mampu untuk menjadi bahan referensi atau
informasi bagi penulis lain untuk penelitian lebih lanjut.
E. Landasan Teori
1. wisatawan
Wisatawan dapat diklasifikasikan menjadi tujuh kelompok (Smith, 1997
dalam Suwena dan Gusti, 2017: 40), diantaranya sebagai berikut :
1. Explorer, adalah wisatawan yang tertarik untuk melakukan sesuatu hal yang
baru, tertarik untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat lokal,
menerima fasilitas seadanya dan dapat menghargai norma dan nilai-nilai
yang berlaku di masyarakat lokal tersebut.
2. Elite, adalah wisatawan yang melakukan perjalanan wisata kedaerah yang
belum pernah dikunjunginya dan biasanya melakukan perjalanan dalam
jumlah yang kecil.
3. Off beat, adalah wisatawan yang melakukan perjalanan wisata dengan
mencari atraksi wisata sendiri, biasanya wisatawan ini tidak mengunjungi
tempat yang telah ramai dikunjungi. Umumnya jenis wisatawan ini
menerima segala fasilitas seadanya di tempat lokal.
4. Unsual, adalah wisatawan yang melakukan perjalanan wisatanya hanya
sekali waktu dengan adanya aktifitas tambahan, mengunjungi tempat-tempat
yang baru atau melakukan aktivitas yang memiliki resiko.
5. Incipient mass, adalah wisatawan yang melakukan perjalanan wisata secara
individual atau berkelompok dengan mencari daerah tujuan wisata yang
memiliki fasilitas standar.
6. Mass,