Brand Image dan Minat Kunjungan Asia Farm
Brand Image dan Minat Kunjungan Asia Farm
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
PEKANBARU
PROPOSAL
OLEH
1801112557
PEKANBARU
2021
Judul : Pengaruh Brand Image Terhadap Minat Kunjungan Wisatawan di
usaha kecil (Mill, 2000: 171). Indonesia memiliki potensi yang besar pada sektor
ini sesuai dengan pernyataan Yanto (2017) yang menyatakan bahwa kota
pekanbaru memiliki kawasan objek wisata rekreasi, objek wisata budaya, objek
wisata minat khusus, objek wisata religi, objek wisata sejarah dan objek wisata
budaya.
Salah satu objek wisata yang ada di pekanbaru adalah objek wisata Asia Farm
Hay day. Asia Farm Hay day merupakan suatu objek wisata yang diresmikan pada
21 April 2019. Objek wisata ini terletak di Jalan Badak, Sail, Kecamatan Tenayan
Raya. Objek wisata ini terinspirasi dari sebuah game online yang bernama Hay
day dengan menyajikan tema utamanya wisata dan edukasi (Edi, 2020 dalam
[Link], 2020).
Edi (2020) menyatakan bahwa, Asia Farm merupakan tempat wisata yang
Pernyataan ini didukung oleh adanya berbagai macam jenis hewan ternak seperti
sapi, kambing, domba, kuda, unggas, kelinci, ikan, dan jenis lainnya yang terdapat
bertemakan Negara Eropa dan Jepang, food court dan lainnya. Sejak awal
peningkatan hingga Desember 2020. Berikut adalah data jumlah kunjungan pada
Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa kunjungan objek wisata Asia Farm
pada tahun 2019 dengan total pengunjung 155.105 orang mengalami peningkatan
dari bulan Mei hingga bulan Desember. Sedangkan pada tahun 2020 pengunjung
pada objek wisata Asia Farm mengalami peningkatan dari tahun 2019 dengan
total pengunjung 192.897 orang, tetapi mengalami fluktuatif dari bulan Januari
melakukan upaya untuk dapat tetap menarik minat wisatawan berkunjung agar
minat yang timbul dari dalam diri untuk melakukan kunjungan wisata.
kunjungan sebagai kecenderungan dalam diri individu untuk tertarik pada suatu
objek atau menyenangi suatu objek. Minat kunjungan biasanya di tandai dengan
adanya ketertarikan pada suatu objek. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan
bahwa minta kunjungan adalah suatu keinginan yang timbul akibat adanya
ketertarikan dan rasa senang dalam diri seorang wisatawan untuk mengunjungi
dapat diasumsikan sama dengan minat beli pada konsumen yang diukur oleh
indikator yang sama (Munawwaroh, 2018). Hal ini didukung dengan adanya
sebagai konsumen sementara (Pitana & Ketut, 2009: 184). Menurut Kotler &
Keller (2003), bahwa minat beli konsumen adalah sebuah perilaku konsumen
bahkan menginginkan suatu produk (Mahmudah & Endang, 2018). Minat beli
tersebut berupa suatu pandangan terhadap produk atau jasa tertentu yang
melakukan pengenalan terhadap produk atau jasa terlebih dahulu dengan cara
meningkatkan brand image atau citra merek produk atau jasa tersebut. Seluruh
dan unik (Kotler & Keller, 2008: 14). Menurut Supriyanto & Ernawaty (2010),
menyatakan bahwa brand image adalah persepsi sebuah merek yang dikaitkan
dengan sikap pasar yang meliputi tingkat kesukaan dan manfaat yang
Suatu citra merek atau brand image yang terkenal baik oleh pembeli akan
menimbulkan sebuah minat terhadap suatu produk (Adriana & Ngatno, 2020). Hal
ini didukung oleh pernyataan Judisseno (2019: 103) bahwa semakin kuat brand
image, semakin konsumen terbantu untuk bisa membedakan suatu produk atau
jasa dari produk atau jasa lainnya. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan
bahwa brand image merupakan suatu kondisi konsumen yang memiliki perasaan
dan gagasan tentang suatu brand image yang bersifat krusial terhadap konsumen
dalam menentukan pilihannya. Ketika suatu brand image memiliki nilai yang
positif bagi konsumen maka konsumen tidak segan akan membayar mahal untuk
Brand image yang dimiliki oleh objek wisata Asia Farm Hay Day Pekanbaru
tersebut. Jika wisatawan memiliki pandangan pada suatu brand memiliki image
yang lebih unggul dari objek wisata lainnya maka wisatawan akan memilih untuk
mengunjungi objek wisata yang memiliki brand image yang dianggapnya terbaik.
Hal ini didasarkan pada kesimpulan dari penelitian Permatasari & Astri (2020)
bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada brand image terhadap minat
besar pengaruh brand image terhadap minat kunjungan wisatawan di objek wisata
Asia Farm Hay Day Pekanbaru. Untuk itu peneliti bermaksud melakukan
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan pada latar belakang dan rumusan masalah tersebut, penelitian ini
2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari brand image terhadap minat
D. Manfaat Penelitian
1) Manfaat Teoritis
2) Manfaat Praktis
a) Bagi penulis
yang luas bagi peneliti dalam bidang pemasaran pariwisata mengenai brand
wisatawan.
c) Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan akan bermanfaat untuk pihak perusahaan yang
kunjungan wisatawan.
E. Landasan Teori
1. Brand Image
Persaingan yang terjadi pada industri pariwisata saat ini akan mengakibatkan
dan memenangkan persaingan, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah
dengan memberikan citra khusus bagi konsumen melalui persaingan merek atau
brand. Dengan adanya pembentukan citra merek atau brand image yang kuat
maka konsumen akan mudah untuk dapat membedakan sautu produk atau jasa
lainnya. Dengan brand image yang kuat dapat membangun sikap positif
Merek (brand) merupakan produk yang memiliki sifat tidak nyata (intangible
product), merek tidak dapat dilihat namun dapat diukur dan dapat dilihat citra
(image) dari merek tresebut. Pengukuran merek dapat diukur melalui pendapat,
kesan, dan tanggapan seseorang dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti apa
yang ada didalam pikiran setiap individu mengenai suatu objek (Novianti dan
kepercayaan yang dimiliki oleh seorang konsumen terhadap suatu merek pada
sebuah merek yang dikaitkan dengan sikap pasar yang meliputi tingkat kesukaan
adalah gebyar dari seluruh asosiasi yang terkait pada suatu merek yang sudah ada
dibenak konsumen (Wiratnaya, 2014). Citra merek merupakan syarat dari merek
yang kuat (Kotler, 2007 dalam Dwiputranto et all., 2017). Dari pernyataan diatas
dapat disimpulkan bahwa citra merek adalah sebuah persepsi yang di bentuk oleh
Menurut Kartajaya (2004) menyatakan bahwa terdapat empat hal pokok yang
1) Recognition
konsumen tidak mengenal merek dari sebuah produk maka produk dengan merek
yang tidak dikenal tersebut harus dijual dengan cara menggunakan harga yang
murah.
2) Reputation
Reputation merupakan suatu tingkat reputasi yang dimiliki pada sebuah merek
karena lebih memiliki track record yang baik. Jika sebuah produk banyak disukai
oleh konsumen maka produk tersebut akan lebih mudah untuk dijual dan jika
sebuah produk memiliki persepsi yang baik oleh konsumen maka akan memiliki
3) Affinity
Affinity merupakan sesuatu yang timbul antara sebuah merek dan konsumen
4) Loyalty
Terdapat faktor – faktor pembentuk citra merek (Schiffman & Kanuk 2011)
1) Kualitas atau Mutu. Mengenai hal yang berhubungan dengan kualitas produk
barang atau jasa yang ditawarkan oleh produsen dnegan merek tertentu.
2) Dapat dipercaya dan diandalkan. Mengenai hal yang berkaitan dengan persepsi
melayani konsumen.
5) Resiko. Mengenai hal yang berhubungan dengan dampak yang akan diterima
oleh konsumen. Dampak tersebut dapat berupa keuntungan atau kerugian pada
jangka panjang. Konsumen akan mengeluarkan biaya yang tinggi untuk sebuah
produk.
7) Citra yang dimiliki oleh merek. Mengenai hal yang berkaitan dengan
Faktor tersebut memiliki kaitan dan hubungan antara yang satu dengan yang
lainnya. Menurut Aaker (2002) faktor-faktor tersebut antara lain, sebagai berikut :
produk atau jasa tertentu secara tetap maka akan membangun sebuah komitmen
merek bahwa merek tersebut memiliki perbedaan dari merek lainnya sehingga
citra merek akan melekat terus pada memori konsumen tersebut dan konsumen
produk mengenai kualitas dan keunggulan yang sesuai dengan merek produk
Citra merek atau brand image memiliki tiga komponen (Simamora, 2004
Corporate image adalah kumpulan dari asosiasi yang terkait dengan tanggapan
User image adalah kumpulan dari asosiasi yang terkait dengan tanggapan yang
produk barang atau jasa. Pandangan tersebut dapat dilihat dari individu itu sendiri,
Product image adalah kumpulan dari asosiasi yang terkait dengan tanggapan
yang diberikan oleh konsumen kepada suatu produk atau jasa. Pandangan tersebut
dapat dilihat dari atribut produk berupa ciri dari suatu produk atau jasa, manfaat
terhadap konsumen, dan jaminan yang diberikan oleh produk atau jasa tersebut.
Asosiasi merek adalah kumpulan konsep atau gambaran objek yang melekat
merefleksikan berbagai karakteristik dari suatu produk. Terdapat tiga hal yang
dapat membedakan sebuah citra merek yang satu dengan yang lainnya sehingga
konsumen dapat mengukur perbedaan antara suatu citra merek terhadap citra
kepercayaan dari konsumen mengenai janji-janji yang terdapat pada suatu merek,
dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga tercipta brand
image dalam benak konsumen serta konsumen membentuk sebuah sikap yang
Kekuatan asosiasi merek adalah salah satu faktor pembentuk citra merek
menjadi kuat. Kekuatan asosiasi pada suatu merek yang dipengaruhi dengan
merek.
Suatu cara untuk dapat bersaing dan menjadi pertimbangan dalam memilih
suatu merek oleh konsumen maka suatu merek tersebut harus memiliki kekuatan
dan keunikan. Dengan adanya keunikan pada suatu merek akan lebih
sehingga akan memberikan citra yang berbeda di setiap merek (Lestari & Okta,
2018)
2. Minat Kunjungan
dalam diri individu untuk tertarik pada suatu objek atau menyenangi suatu objek
minta kunjungan adalah suatu keinginan yang timbul akibat adanya ketertarikan
dan rasa senang dalam diri seorang wisatawan untuk mengunjungi suatu destinasi
wisata.
dapat disamakan dengan minat beli pada konsumen yang diukur oleh indikator
yang sama (Munawwaroh, 2018). Menurut Schiffman dan Kanuk (1997) dalam
Lestari dan Okta (2018), menyatakan bahwa minat beli merupakan suatu sikap
menurut Kotler dan Keller (2003) bahwa minat beli konsumen adalah sebuah
perilaku konsumen yang memiliki keinginan dalam membeli dan memilih produk
dan menginginkan suatu produk (Mahmudah & Endang, 2018). Minat beli
tersebut berupa suatu pandangan terhadap produk atau jasa tertentu yang
1) Sikap orang lain, terdapat dua hal yang diakibatkan oleh adanya pengaruh dari
sifat orang lain kepada konsumen terhadap suatu produk. Pertama, konsumen
tersebut akan memberi tanggapan negatif terhadap suatu produk. Kedua, akan
ada motivasi yang timbul dalam diri konsumen untuk menuruti keinginan
orang lain.
2) Situasi yang tidak terantisipasi, faktor yang mempengaruhi perubahan
a) Keputusan merek
b) Keputusan Pemasok
c) Keputusan kuantitas
d) Keputusan waktu
Menurut Schiffman dan Kanuk (2007), terdapat berbagai aspek dalam mint beli
Pada saat konsumen mulai menaruh perhatian terhadap suatu produk atau jasa,
konsumen akan melakukan pencarian informasi yang banyak tentang produk atua
jasa tersebut. Pencarian informasi ini dapat dilakukan dengan mencari bahan baca
mengenai produk atau jasa, mengumpulkan informasi dari orang lain, atau
atau jasa yang diinginkan lalu mulai timbul rasa tertarik untuk memiliki produk
lainnya.
produk atua jasa tersebut sehingga akan menimbulkan rasa tertarik ingin mencoba
Setelah timbulnya rasa tertarik ingin mencoba suatu produk atau jasa,
pembelian
Pada akhirnya, konsumen akan memiliki hasrat yang kuat pada produk yang
dari suatu produk atau jasa. Sehingga konsumen akan mengambil keputusan untuk
Pada minat beli konsumen terdapat beberapa tahapan dengan konsep AIDA
produk atau jasa, selanjutnya konsumen akan menilai produk atau jasa yang
ditawarkan.
2) Interest, adalah tahapan pada konsumen yang mulai timbul minat beli terhadap
suatu produk atau jasa setelah melakukan pengamatan yang terperinci terhadap
3) Desire, adalah tahapan pada konsumen yang mulai timbul rasa keinginan dan
bahwa konsumen akan mimiliki keinginan terhadap suatu produk atau jasa, lalu
konsumen akan mulai sadar atas keinginannya dan mulai menilai produk atau jasa
produk atau jasa yang diinginkan. Selain adanya tahapan dalam minat beli,
manfaat bagi konsumen itu sendiri dalam menentukan produk atua jasa yang
akan dibeli.
2) Faktor brand, salah satu atribut produk yang memberikan kepuasan emosional
tersebut maka konsumen akan menilai produk tersebut lebih dalam lagi.
5) Faktor acuan, adanya pengaruh dari eksternal pada konsumen sehingga dapat
Terdapat beberapa indikator yang dapat menjadi pengukuran untuk minat beli
3. Wisatawan
produk pariwisata (Nuriata, 2017: 36). Hal ini didukung oleh adanya UU No. 10
Tahun 2009 pasal 1 ayat 2, yang menyatakan bahwa wisatawan adalah orang yang
melakukan wisata (Arjana, 2020: 6). Biasanya wisatawan akan datang kesuatu
daerah dalam jangka waktu tertentu, dengan memanfaatkan sumber daya dan
fasilitas yang ada serta membayar untuk berbagai keperluan lalu meninggalkan
daerah tersebut untuk kembali ke tempat asalnya. Menurut Arjana (2020: 66)
perjalanannya.
kunjungan ke suatu objek wisata tetapi wisatawan tersebut tidak memiliki tujuan
biasanya berasal dari golongan ekonomi yang sudah mapan sehingga terdapat
Jika wisatawan melakukan kegiatan wisata atau berlibur dengan tujuan ke daerah
banyak biaya untuk membeli keperluan selama masa liburannya sehingga akan
berdampak pada ekonomi di daerah tersebut. Hal ini didukung oleh Cohen (1984)
yang menyatakan bahwa terdapat dampak dari adanya kegiatan wisata yang
Wisatawan memiliki sifat perjalanan dan ruang lingkup pada saat perjalanan
1) Foreign tourist, yaitu orang asing yang melakukan perjalanan wisata dengan
2) Domestic foreign tourist, yaitu orang asing yang bertempat tinggal pada suatu
3) Domestic tourist, yaitu seseorang yang merupakan warga negara asli di suatu
4) Indigenous foreign tourist, yaitu seorang yang merupakan warga negara asli
6) Bussiness tourist, yaitu orang asing atau bukan yang melakukan suatu
perjalanan untuk tujuan lain selain berwisata, tetapi akan melakukan perjalanan
multilateral.
banyak.
4. Wisata Edukasi
Wisata edukasi menjadi salah satu konsep wisata dengan adanya perpaduan
menyatakan bahwa wisata edukasi sebagai suatu program yang dilakukan oleh
tempat yang memiliki tujuan mendapatkan ilmu baru melalui pembelajaran secara
langsung pada tempat yang dikunjungi (Priyanto et all., 2018). Tujuan utama dari
adanya kegiatan wisata edukasi ini adalah memberikan kepuasan dan pengetahuan
agar dapat menjadi salah satu media pembelajaran yang dapat menarik minat
berwisata.
berkunjung ke suatu objek wisata. Pada objek wisata tersebut pengunjung dapat
untuk dipahami dan diingat oleh wisatawan. Menurut Rahmawati (2013), program
tourism), desa wisata, wisata komunitas dan pertukaran siswa antar institusi
Pada kota Pekanbaru terdapat beberapa wisata edukasi, salah satunya yaitu
objek wisata Asia Farm Hay Day. Hal ini didukung dengan pernyataan bahwa
terdapat tempat rekreasi baru di kota Pekanbaru, bernama Asia Farm Hay Day
yang merupakan tempat wisata edukasi resmi dibuka pada Minggu, 21 April 2019
([Link], 2019). Letak dari objek wisata Asia Farm ini berada
di Jalan Badak Ujung, Sail, Kecamatan Tenayan Raya. Menurut Edi (2020) bahwa
Asia Farm dibangun terinspirasi dari sebuah game yang sangat terkenal yaitu Hay
2020).
F. Penelitian Terdahulu
No Nama Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian
1. Shienta Ayu Pengaruh Brand Hasil penelitian ini, brand
Permatasari, Dr. Astri Image Terhadap image Hotel Aston Pasteur
Wulandari, S.E., M.M Minat Kunjung memiliki rata-rata
Hotel Aston persentase sebesar 84,125%
Tahun 2020 yang memiliki kriteria
sangat baik, minat kunjung
Hotel Aston Pasteur
memiliki rata-rata
persentase sebesar 82,375%
yang memiliki kriteria
sangat baik. Hasil uji
koefisien determinasi
diperoleh 0,684 yang
artinya brand image
berpengaruh terhadap minat
kunjung sebesar 68,4%.
Brand Image
Minat kunjungan
Minat Minat Minat Minat
Transaksional Referensial Preferensial Exploratif
Solusi Brand Image Pada Asia Farm Hay Day Pekanbaru
Sumber : Olahan peneliti diadopsi dari Keller (2003) dan Ferdinand (2006)
H. Metode Penelitian
1. Desain Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif
adalah jenis penelitian yang memiliki tujuan untuk mengetahui nilai variabel
mandiri, baik dengan satu variabel atapun lebih (independen) (Mauludin, 2017).
Penelitian ini digunakan untuk menganalisis data yang dilakukan dengan cara
yang bersifat kuantitatif atau statistik, serta memiliki tujuan untuk menguji
mengunjungi objek wisata Asia Farm Hay Day Pekanbaru pada tahun 2020
sebesar 192.897 orang. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel pada
yang sama bagi setiap unsur populasi menjadi anggota sampel (Sugiyono, 2013:
82). Penelitian ini menggunakan jenis teknik simple random sampling yang
192.897
n= 2
1+(192.897 X 0 , 1 )
Keterangan:
n = Jumlah sampel
N = Jumlah populasi
nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha). Hipotesa deskriptif adalah hipotesa yang
tertentu (Siyoto dan Ali, 2015: 18). Sehingga hipotesa pada penelitian ini sebagai
berikut :
variabel dependen.
Penelitian ini dilakukan di objek wisata Asia Farm Hay Day dengan alamat
Jalan Badak Ujung, Sail, Kec. Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Prov. Riau.
Adapun penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan September 2021 hingga
dan Ali (2015: 59) menyatakan bahwa data kuantitatif adalah data yang berbentuk
angka atau bilangan sehingga dapat diolah atau dianalisis menggunakan teknik
perhitungan statistika.
1) Data primer, merupakan data yang diperoleh langsung oleh peneliti dari
sumber datanya. Dalam penelitian ini, data primer bersumber dari hasil
1) Kuesioner
atau angket. Menurut Sugiyono (2013: 142) bahwa kuesioner atau angket
merupakan salah satu teknik dalam pengumpulan data yang dilakukan dengan
untuk dijawab.
2) Studi Pustaka
literatur yang ada sehingga dapat menunjang dan melengkapi data yang
diperlukan serta dapat berguna bagi penyusun penelitian ini (Andrologi, 2014).
Pada penelitian ini studi pustaka berasal dari buku, jurnal, dan skripsi yang
relevan dengan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui landasan teori yang
diukur dengan menggunakan skala likert. Menurut Sujarweni dan Lila (2019: 5)
terhadap subjek, obejk ataupun kejadian tertentu. Skala likert pada kuesioner
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data yaitu analisis
regresi linier sederhana. Menurut Sutha (2019: 125) fungsi dari regresi linier
variabel yang dipengaruhi oleh satu atau lebih variabel lain dan variabel bebas
sebagai variabel yang mempengaruhi variabel lain. Regresi linier sederhana terdiri
dari satu variabel dependen dan satu variabel independent (Sujarweni dan Lila,
2019: 19)
8. Operasional Variabel
Pada penelitian ini terdapat sistematika penulisan laporan dari penelitian yang
BAB I : Pendahuluan
Pada bab ini akan menjelaskan tentang latar belakang penelitian, rumusan
Pada bab ini akan menjeleskan tentang beberapa teori yang digunakan oleh
peneliti yang akan mendasari pada penelitian ini. Teori yang digunakan brupa
teori brand image, teori minat kunjungan, teori wisatawan, dan teori wisata
Pada bab ini akan diuraikan mengenai desain penelitian, lokasi dan waktu
penelitian, jenis data penelitian, sumber data penelitian, teknik pengumpulan data
penelitian, alat pengumpulan data penelitian, teknik analisis data penelitian, dan
operasional variabel.
BAB V : Penutup
Pada bab terakhir dalam penelitian ini, akan membahas tentang kesimpulan
mengenai hasil dari penelitian yang telah dilakukan dan membahas mengenai
pemberian saran oleh peneliti untuk perbaikan terhadap pengelola objek dengan
J. Daftar Pustaka
Mudmainnah, Wulan. 2018. Pengaruh Citra Merek, Harga, dan Kualitas Produk
Oriflame Terhadap Minat Beli Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisinis
Islam. Skripsi. Diterbitkan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Institut
Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo: Palopo.
Munawwaroh, Putri Raudatul dan Evawani Elysa Lubis. 2018. Pengaruh Terpaan
Media Pada Akun Instagram @Exploresiak Terhadap Minat Kunjungan
Wisata Ke Siak Sri Indrapura. JOM FISIP. 5 (1) :1 – 13.
Novianti, Ranny Achni dan Ridwan Purnama. 2011. Pengaruh Shopping
Experience Terhadap Brand Image Kawasan Objek Wisata Belanja Batik
Trusmi (Survei Terhadap Pengunjung Kawasan Objek Wisata Belanja Batik
Kabupaten Cirebon). Tourism and Hospitality Essentials (THE) Journal.
1 (2): 121 – 135.
Nugroho, Andi. 2019. Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram
Terhadap Minat Berkunjung ke Tempat Wisata di Kabupaten Magelang
Tahun 2019 (Studi pada Mahasiswa Universitas Tidar Magelang Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan). Skripsi. Diterbitkan. Fakultas Dakwah.
Institut Agama Islam Negeri Salatiga: Salatiga.
Nuriata. 2019. Perencanaan dan Pelaksanaan Perjalanan Wisata Konsep dan
Aplikasi. Bandung: Alfabeta.
Permatasari, Shienta Ayu dan Astri Wulandari. 2020. Pengaruh Brand Image
Terhadap Minat Kunjung Hotel Aston Tahun 2020. e-Proceeding of Applied
Science. 6 (2): 2782 – 2791.
Pitana, I Gde. dan I ketut Surya Diarta. 2009. Pengantar Ilmu Pariwisata.
Yogyakarta: Andi.
Priiyanto, Rahmat., Didin Syarifuddin., dan Sopa Martina. 2018. Perancangan
Model Wisata Edukasi di Objek Wisata Kampung Tulip. Jurnal ABDIMAS
BSI. 1 (1): 32 – 38.
Saputri, Tika Maya. 2017. Pengaruh Brand Image Terhadap Minat Kunjungan
Ulang Layanan Kesehatan Pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Paru
Dungus Madiun Tahun 2017. Skripsi. Diterbitkan. Program Studi Kesehatan
Masyarakat. Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun: Madiun.
Sari, Baiq Silvi Dwi Nurmala. 2020. Pengaruh Lokasi dan Harga Terhadap
Minat Beli Konsumen Pada Perumahan [Link] Lombok Inti. Skripsi.
Diterbitkan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas
Muhammadiyah Mataram: Mataram.
Siburian, Mordahai., Devi Roza K. Kausar., dan Riza Firmansyah. 2017. Strategi
Pengembangan Wisata Edukasi di Godong Ijod Depok Dengan Experiential
Marketing. Journal of Tourism Destination and Attraction. 5 (1): 11 – 17.
Siyoto, Sandu dan Ali Sodik. 2015. Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta:
Literasi Media Publishing. Tersedia dari Z-Library.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung:
Alfabeta. Tersedia dari Z-Library.
Suharto. 2019. Minat Kunjungan Wisatawan Mueseum Gunung Api Merapi.
Jurnal Media wisata. 17 (1): 1180 – 1185.
Sujarweni, V. Wiratna dan Lila Retnani Utami, 2019. The Master Book Of SPSS
Pintar Mengolah Data Statistik Untuk Segala Keperluan Secara Otodidak.
Yogyakarta: STARTUP.
Sulistyowati, Ta Atika., Almasdi Syahza., dan Hardisem Syabrus. 2021. Analisis
Dampak Pengembangan Pariwisata Asia Farm Terhadap Perekonomian
Masyarakat Sekitar di Kecamatan Tenayan Raya. JOM FKIP. 8 (1): 1 – 10.
Sutha, Diah Wijayanti. 2019. Cara Mudah Pengolahan dan Analisis Data Pada
Bidang Kesehatan Dengan: SPSS For Windows. Sidoarjo: Indomedia
Pustaka.
Suwena, I Ketut dan I Gusti Ngurah WIdyatmaja. 2017. Pengetahuan Dasar Ilmu
Pariwisata. Bali: Pustaka Larasan. Tersedia dari Z-Library.
Syahrudin, David Ali dan Sri Suryoko. 2017. Pengaruh Brand Image dan
Kualitas Produk Terhadap Pengambilan Keputusan Smartphone Samsung.
Jurnal Administrasi Bisnis. 6 (3): 1 – 7.
Veronika. 2016. Pengaruh Iklan dan Brand Image Terhadap Minat Beli
Konsumen Dengan Brand Image sebagai Variabel Mediasi. Skripsi.
Diterbitkan. Fakultas Ekonomi. Universitas Sanata Dharma: Yogyakarta.
Wahyuningsih. 2020. Pengaruh Promosi, Minat Beli dan Kualitas Pelayanan
Terhadap Keputusan Pembelian Pada Konsumen Shopee. Skripsi.
Diterbitkan. Fakultas Ekonomi. Universitas Semarang: Semarang.
Wijaya, Valensia Alvionita dan Roswita Oktavianti. 2018. Pengaruh Brand
Image E-Commerce Terhadap Minat Beli Konsumen (Survei Pada
Pelanggan Tokopedia). Prologia. 2 (2): 531 – 537.
Wiratnaya, I Nyoman. 2014. Pengaruh Citra Merek Terhadap Minat Beli
Wisatawan Pada Komaneka Resorts & SPA Group di Kawasan PAriwisata
Ubud, Gianyar. Jurnal Ilmiah Hospitality Management. 4 (2): 133 – 148.
Yanto, Yopi dan Febri Yuliani. 2017. Pengelolaan Objek Wisata Masjid Raya
Pekanbaru Sebagai Destinasi Wisata Kota Pekanbaru. JOM FISIP.
4 (1): 1 – 13.
Yusat, M. 2016. Pengaruh Brand Image dan Kualitas Produk Terhadap
Kepuasan Pelanggan Pada CV. Galigo Food di Kota Makassar. Skripsi.
Diterbitkan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Universitas Islam Negeri
Alauddin Makassar: Makassar.
[Link]
asia-farm-serasa-berada-di-game-hay-day. Diakses tanggal 15 Mei 2021
pukul 21.00 WIB.
[Link]
pekanbaru-seakan-berada-di-eropa. Diakses tanggal 17 Mei 2021
pukul 14.00 WIB