0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan10 halaman

Pengaruh QRIS terhadap Penggunaan E-Wallet

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh pengetahuan dan manfaat QRIS terhadap penggunaan dompet elektronik di kalangan mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik tentang QRIS dan kemudahan penggunaannya berkontribusi signifikan terhadap penggunaan e-wallet. Meskipun demikian, penggunaan e-wallet masih minim di kalangan mahasiswa karena kurangnya dukungan dari UMKM dan prasarana yang tersedia.

Diunggah oleh

Kiki Melinda 15
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan10 halaman

Pengaruh QRIS terhadap Penggunaan E-Wallet

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh pengetahuan dan manfaat QRIS terhadap penggunaan dompet elektronik di kalangan mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik tentang QRIS dan kemudahan penggunaannya berkontribusi signifikan terhadap penggunaan e-wallet. Meskipun demikian, penggunaan e-wallet masih minim di kalangan mahasiswa karena kurangnya dukungan dari UMKM dan prasarana yang tersedia.

Diunggah oleh

Kiki Melinda 15
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rubinstein: Jurnal Multidisiplin

Vol.2, No.2, Juni 2024


Tersedia online di: [Link]

Pengaruh Pengetahuan dan Manfaat Standar Quick


Response Code Indonesia (QRIS) terhadap Penggunaan
Dompet Elektronik di Kalangan Pelajar FEBI UIN Sumatera
Nico Alfiandi1)*, Tri Inda Fadhila Rahma2), Nurul Inayah3)
1)2)3)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Jl. William Iskandar Ps. V, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
1)
nicoalfiandi17@[Link]
2)
triindafadhila@[Link]
3)
nurulinayah@[Link]

Rekam jejak artikel: Abstrak


Transaksi e-wallet adalah aplikasi atau layanan elektronik yang memfasilitasi
Terima 10 April 2024;
Perbaikan 13 Mei 2024; transaksi antar pengguna. Di Indonesia, penggunaan dompet elektronik terus
Diterima 15 Mei 2024; meningkat setiap tahun, dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jumlah
Tersedia online 3 Juni 2024 pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pengetahuan dan utilitas
QRIS terhadap pengelolaan e-wallet di Universitas FEBI UIN Sumatera Utara.
Kata kunci:
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
E-Wallet deskriptif-asosiatif, serta teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel terdiri
Kemanfaatan dari 100 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menyebarkan
Pengetahuan kuesioner, dan data diolah menggunakan SPSS versi 26.0. Analisis data dilakukan
QRIS
SPSS
dengan metode regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat
pengetahuan memiliki pengaruh signifikan terhadap penggunaan e-wallet oleh
mahasiswa FEBI Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, demikian pula dengan
penggunaan QRIS. Di sisi lain, pengetahuan dan keunggulan QRIS berdampak
signifikan pada penggunaan e-wallet oleh mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara. Hal
ini menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman dan pengetahuan tentang QRIS,
maka semakin baik pula penggunaan e-wallet oleh mahasiswa. Dengan manfaat dan
keunggulan yang dibawa QRIS, pengelolaan e-wallet di kalangan mahasiswa dapat
meningkat. Penyebaran informasi dan edukasi mengenai manfaat QRIS dan e-wallet
akan sangat membantu dalam membangun pemahaman, sehingga mahasiswa dapat
menggunakan layanan ini dengan lebih maksimal. Selain itu, inisiatif ini juga akan
meningkatkan inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di
kalangan generasi muda.

I. PENDAHULUAN
Pengaruh globalisasi yang kuat terhadap dunia modern telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap
kehidupan manusia di berbagai bidang, termasuk teknologi dan internet. Mereka mempunyai dampak besar terhadap
perkembangan masyarakat manusia. Pesatnya kemajuan teknologi dan internet telah membawa perubahan signifikan
dalam gaya hidup masyarakat modern (Husna Afriani, 2021).
Seiring kemajuan zaman dan teknologi, inovasi manusia pun terus berkembang. Berbagai teknologi dan sistem
telah dikembangkan, termasuk metode pembayaran. Awalnya metode pembayaran yang dikenal adalah Sistem Barter,
dimana masyarakat saling bertukar barang atau melakukan pembayaran dalam jumlah banyak. Belakangan,
masyarakat mulai menggunakan koin emas dan perak sebagai alat pembayaran dan pertukaran. Koin-koin ini
digunakan di kalangan komersial sebagai simbol kekayaan. Dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 34 disebutkan
bahwa koin emas dan perak berfungsi baik sebagai mata uang maupun sebagai simbol kekayaan. Seiring berjalannya
waktu, bentuk dan cara pembayaran terus berubah. Dari koin logam hingga uang kertas, manusia terus mencari cara
yang lebih efisien dan aman untuk memfasilitasi perdagangan. Saat ini, dengan perkembangan teknologi digital,
transaksi semakin banyak dilakukan secara elektronik. Uang digital dan alat pembayaran tanpa uang tunai seperti
kartu kredit dan dompet digital telah menjadi standar dalam perdagangan modern. Inovasi di sektor pembayaran ini
menunjukkan bagaimana manusia selalu berusaha menemukan cara-cara baru untuk menyederhanakan dan

ISSN 2985-4512 (online) 2985-4520 (print) © The Authors. Published by


Buddhi Dharma University
Nico Alfiandi, Tri Inda Fadhila Rahma, & Nurul Inayah
Rubinstein: Jurnal Multidisiplin, 2024, 2(2), 85

mempercepat transaksi ekonomi. Terlepas dari perubahan ini, nilai dan konsep alat pembayaran tetap memiliki akar
sejarah yang kuat, mengingat bagaimana koin emas dan perak telah memainkan peran penting dalam perdagangan
selama berabad-abad.
Seiring berjalannya waktu, metode pembayaran semakin beragam, dan penggunaan uang elektronik (e-money)
semakin populer dan banyak digunakan oleh masyarakat. Uang elektronik telah mengalami perkembangan yang pesat
sehingga bank-bank di Indonesia mulai menawarkan layanan tersebut. Bank Indonesia meresmikan penggunaan uang
elektronik melalui Peraturan No. 11/12/PBI/2009 tentang Mata Uang Elektronik. Peraturan ini memberikan kerangka
hukum yang jelas bagi penyelenggara layanan e-money, baik yang berbasis server maupun chip, untuk beroperasi di
Indonesia. Dengan demikian, transaksi elektronik menjadi lebih aman dan nyaman bagi konsumen. Bank Indonesia
juga mewajibkan penerbit e-money untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan data nasabah, serta memastikan
kelancaran transaksi. Hal ini memperkuat kepercayaan masyarakat dalam menggunakan uang elektronik sebagai
alternatif pembayaran. Penggunaan e-money memiliki banyak manfaat, seperti kemudahan dalam melakukan
transaksi tanpa harus membawa uang tunai, mengurangi risiko kehilangan uang, dan mempersingkat waktu
pembayaran. Selain itu, inovasi ini juga mendukung inklusi keuangan, karena memungkinkan lebih banyak orang,
termasuk mereka yang belum memiliki akses ke perbankan tradisional, untuk terlibat dalam sistem keuangan modern.
Dengan pertumbuhan pesat dalam penggunaan uang elektronik, industri perbankan dan penyedia layanan keuangan
lainnya terus berinovasi untuk menyediakan solusi yang lebih baik bagi konsumen. Hal ini menandai evolusi
berkelanjutan dari sistem pembayaran yang semakin selaras dengan kemajuan teknologi.
Mata uang elektronik adalah produk bernilai prabayar atau disimpan di mana nilai moneter ditransfer secara
elektronik dalam format yang dapat diakses oleh konsumen. Menurut Bank for International Settlements (BIS), nilai
moneter dicocokkan dan disimpan dalam media elektroniknya sendiri. Nilainya menurun setiap kali konsumen
melakukan pembayaran (Usman, 2017).
Proses transaksi e-money sangat cepat, hanya membutuhkan waktu 2-4 detik. Saat ini, maksimal jumlah yang dapat
disimpan sebagai mata uang elektronik adalah Rp2 juta untuk kartu yang tidak terdaftar (penggunaan tanpa data dan
identitas), sedangkan limit untuk kartu yang terdaftar adalah Rp10 juta. Aspek ini diatur dalam Peraturan Bank
Indonesia (PBI) nomor 20/6/PBI/2018 tentang mata uang elektronik.
Kemajuan teknologi di bidang pembayaran uang elektronik menyebabkan munculnya layanan dompet digital atau
e-wallet baru, sebagai penerus uang elektronik. Data di bawah ini menunjukkan jumlah mata uang elektronik yang
beredar.

Sumber: [Link]
Gambar 1. Penggunaan APMK Dan E-Money
Dompet digital menawarkan kemampuan untuk menyimpan banyak kartu dalam aplikasi yang dapat diakses dari
perangkat seluler. Di Indonesia terdapat beberapa aplikasi e-wallet seperti DANA, OVO, GoPay, ShopeePay dan
LinkAja yang sangat populer di kalangan masyarakat. Mengingat beragamnya aplikasi pembayaran, penjual dan
pedagang perlu menawarkan kode QR yang berbeda tergantung pada jumlah aplikasi pembayaran yang tersedia.
Namun, hal ini dapat menimbulkan kebingungan karena pedagang harus mengelola banyak kode QR. (Sulistyowati et
al., 2020).
Dompet elektronik adalah istilah yang mengacu pada aplikasi atau layanan digital yang digunakan untuk transaksi
antar pengguna. Di Indonesia, penggunaan e-wallet terus berkembang, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti

ISSN 2985-4512 (online) 2985-4520 (print) © The Authors. Published by


Buddhi Dharma University
Nico Alfiandi, Tri Inda Fadhila Rahma, & Nurul Inayah
Rubinstein: Jurnal Multidisiplin, 2024, 2(2), 86

kemudahan bertransaksi, kenyamanan, kecepatan, kepercayaan dan keamanan yang diberikan oleh inovasi khusus
pada layanan ini. Selain itu, promosi yang ditawarkan kepada pengguna dan perkembangan e-commerce di Indonesia
berkontribusi terhadap pertumbuhan populer e-wallet (Harseno, 2021).
Pengetahuan terhadap kemajuan teknologi transaksi ini tentunya sangat penting untuk diperhatikan, karena dengan
memahami dan mengetahuinya akan sangat mempermudah berbagai transaksi yang dilakukan. Masyarakat hanya
perlu melakukan pembayaran melalui scan barcode untuk menyelesaikan transaksi tanpa harus khawatir terhadap
uang kembalian, uang rusak dan berbagai hal laimmya. Bank Indonesia bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan
masyarakat melalui periklanan, kompetisi, dan informasi yang tersedia untuk umum (Syafitri et al., 2022).
Hal tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Ulya et al., 2023) yang membahas tentang pengaruh
pengetahuan, Quick Response Indonesian Standart (QRIS) terhadap penggunaan e-wallet menyatakan bahwa
pengetahuan berpengaruh positif terhadap penggunaan e-wallet di masyarakat Kota Langsa, salah satu faktor
penggunaan ewallet tentunya ditentukan oleh pengetahuan yang baik dari masyarakat baik dari pengetahuan
kemudahan pemakaian ataupun pengetahuan terhadap pratisitas financial technology terkini yang sangat mutakhir.
Namun penelitian yang dilakukan oleh (Nurdin et al., 2021), Winda Nur Azizah dan Rusli pada tahun 2020
menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berpengaruh terhadap penggunaan ewallet hal tersebut dikarenakan masih
banyak mahasiswa yang belum secara maksimal mengetahui mengenai fungsi QRIS (Ulya et al., 2023).
Melihat fenomena pesatnya pertumbuhan metode pembayaran digital, Bank Indonesia sebagai otoritas regulasi
menginisiasi standarisasi kode QR bagi konsumen di bidang pembayaran digital. Bank Indonesia berinovasi dengan
melakukan standarisasi sistem pembayaran sehingga transaksi menjadi lebih mudah baik bagi merchant maupun
pengguna e-wallet. Penerapan sistem pembayaran yang jumlahnya tidak terhitung harus dimulai dari penelitian,
produksi, sosialisasi dan komunikasi kepada masyarakat. Melalui pendekatan ini, pengenalan alat-alat baru akan
memberikan manfaat bagi masyarakat. Standarisasi ini juga akan mempermudah pengguna dalam mengadopsi
pembayaran digital dan memberikan jaminan keamanan transaksi. Agar sistem pembayaran ini berjalan dengan baik,
otoritas terkait, seperti Bank Indonesia, harus terus mengembangkan, mengatur, dan mengawasi sistem pembayaran
tersebut. Sebagai bank sentral, Bank Indonesia berperan penting dalam mengawasi implementasi ini dan memastikan
bahwa transaksi non-tunai berjalan lancar serta aman. Bank Indonesia sebagai penyedia sistem pembayaran
terkemuka bagi masyarakat harus memiliki visi yang jelas dan komitmen yang kuat dalam memfasilitasi transaksi
yang tak terhitung banyaknya. Inisiatif seperti standarisasi kode QR merupakan upaya untuk meningkatkan
kepercayaan konsumen, memperluas akses terhadap sistem pembayaran digital, dan mendorong ekonomi digital
Indonesia dengan cara yang lebih inklusif dan efektif.
Bank Indonesia adalah kode Quick Response Standard Indonesia (QRIS) yang merupakan investasi dalam
persaingan. QR Code yang diterbitkan oleh Bank Indonesia mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 2019, dan
penerapannya secara nasional mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2020. Hal ini sesuai dengan Peraturan Anggota
Dewan (PADG) No. 18.21.2019 tentang Penerapan Standar Nasional Kode Respon Cepat di Bidang Pembayaran.
Sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dapat digunakan untuk memproses transaksi
pembayaran elektronik, sehingga menghasilkan transaksi yang serupa dengan transaksi yang menggunakan mata uang
elektronik. Sesuai Peraturan Dewan Gubernur (PADG) No. 23/8/PADG/2021 tentang Perubahan Peraturan Dewan
Gubernur No. 21/18/PADG/2019 tentang Penerapan Kode Reaksi Cepat Nasional Pembayaran, nilai transaksi
penggunaan QRIS dibatasi maksimal Rp 10 juta per transaksi.
Penggunaan e-wallet tentunya sangat diuntungkan bagi seluruh kalangan masyarakat modern saat ini khususnya
bagi para mahasiswa di seluruh daerah, karena dengan berkembangnya teknologi e-wallet mereka tidak perlu khawatir
lagi tentang uang ketinggalan, tidak ada uang kembalian ataupun masalah terkait dengan error money lainnya. Namun
sebaliknya berdasarkan hasil wawancara singkat yang dilakukan dengan salah seorang mahasiswi UIN Sumatera
Utara bahwasannya saat ini ia jarang menggunakan e-wallet dikarenakan minimnya UMKM ataupun prasarana umum
disekitaran UIN Sumatera Utara yang menggunakan e-wallet, hal tersebut yang menyebabkan banyak dari kalangan
mahasiswa yang memilih untuk menggunakan uang tunai ketimbang dengan mmenggunakan e-wallet.
Disamping itu penggunaan e-wallet yang terjadi di kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa Universitas Islam
Negeri Sumatera Utara masih sangat minim hal tersebut juga dibuktikan dengan hasil observasi peneliti terhadap
beberapa koperasi mahasiswa ataupun terhadap pengusaha kecil yang berada di sekitaran UIN Sumatera Utara yang
berada di jalan Williem Iskandar Ps. V, Medan Estate, Kabupaten Deli Serdang terlihat masih sedikit yang
menyediakan akses pembayaran melalui QRIS ataupun QR Code lainnya, dari total sekitar puluhan UMKM dan
koperasi terlihat hanya sekitar 10% yang telah menyediakan layanan pembayaran menggunakan QRIS hal
demikianlah yang menjadi salah satu faktor minimnya mahasiswa ingin menggunakan e-wallet karena terdapat
perbedaan antara e-wallet yang dimiliki oleh pembeli dan penjual, tentunya ini menjadi hal yang perlu untuk
diperhatikan, mengingat financial technology yang semakin berkembang namun disatu sisi masih banyak dari
mahasiswa UIN Sumatera Utara yang tidak memanfaatkan dengan maksimal teknologi yang sudah disediakan.

ISSN 2985-4512 (online) 2985-4520 (print) © The Authors. Published by


Buddhi Dharma University
Nico Alfiandi, Tri Inda Fadhila Rahma, & Nurul Inayah
Rubinstein: Jurnal Multidisiplin, 2024, 2(2), 87

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, penulis ingin melakukan penelitian mengenai topik ini
“Pengaruh Pengetahuan dan Kemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS) Terhadap Penggunaan
E-wallet Di Kalangan Mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara”.

II. TINJAUAN PUSTAKA


Pertumbuhan globalisasi dan teknologi telah menjadi pendorong utama transformasi dalam berbagai aspek
kehidupan manusia, terutama dalam hal sistem pembayaran. Pada awalnya, sistem pembayaran dikenal dengan
metode barter yang menggunakan barang berharga sebagai medianya. Namun, seiring berjalannya waktu dan
berkembangnya teknologi, muncullah alat pembayaran elektronik (e-money), yang memungkinkan penyimpanan nilai
uang secara elektronik dalam perangkat milik konsumen.
Di Indonesia, perkembangan teknologi pembayaran tidak terlepas dari kemunculan e-wallet, sebuah aplikasi
dompet elektronik yang memfasilitasi transaksi antar pengguna dengan cepat, mudah, dan aman. Penggunaan e-wallet
semakin populer di kalangan masyarakat karena menawarkan berbagai keuntungan, seperti kemudahan transaksi,
kecepatan, dan berbagai promosi yang menarik.
Salah satu inovasi penting dalam dunia pembayaran digital di Indonesia adalah QRIS (Quick Response Code
Indonesian Standard), yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia pada tahun 2019. QRIS merupakan standar nasional
untuk kode QR yang dapat digunakan oleh semua aplikasi uang elektronik. Standar ini memudahkan proses
pembayaran digital di seluruh Indonesia dengan memungkinkan integrasi dan interoperabilitas antara berbagai
penyedia layanan.
Namun, meskipun teknologi pembayaran digital terus berkembang, penggunaannya masih belum optimal di
kalangan mahasiswa, terutama karena minimnya dukungan dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan prasarana
umum yang menggunakan e-wallet. Hal ini terlihat dari data observasi yang menunjukkan minimnya penggunaan
e-wallet di kalangan mahasiswa, khususnya di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam
Negeri Sumatera Utara (FEBI UIN Sumatera Utara).
Penelitian sebelumnya oleh (Ulya et al., 2023) menunjukkan bahwa pengetahuan tentang QRIS berpengaruh positif
terhadap penggunaan e-wallet, namun penelitian lain menunjukkan hasil yang berbeda. Oleh karena itu, penulis
tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai pengaruh pengetahuan dan kemanfaatan QRIS terhadap penggunaan
e-wallet di kalangan mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara.
Dengan latar belakang tersebut, tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk memberikan pemahaman yang
komprehensif tentang perkembangan teknologi pembayaran digital, tantangan dalam adopsinya di kalangan
mahasiswa, serta memperkuat landasan teoritis untuk penelitian yang akan dilakukan.
Sejak diperkenalkan pada tahun 2019, QRIS terus menjadi salah satu langkah inovatif yang diambil oleh Bank
Indonesia dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Dengan QRIS, masyarakat dapat dengan mudah
melakukan pembayaran di berbagai merchant hanya dengan menggunakan satu standar kode QR, yang secara
signifikan mengurangi kerumitan bagi konsumen dan merchant.
QRIS mendukung pertumbuhan ekosistem e-wallet di Indonesia. Saat ini, beberapa e-wallet terkemuka seperti
OVO, GoPay, DANA, dan LinkAja telah berkolaborasi dengan Bank Indonesia dalam mendukung standar QRIS.
Selain mendukung efisiensi pembayaran, QRIS juga memberikan manfaat lain, seperti mengurangi risiko penularan
penyakit melalui uang tunai, meningkatkan keamanan transaksi, dan memperluas jangkauan pembayaran digital ke
wilayah terpencil.
Meskipun e-wallet dan QRIS menjanjikan berbagai manfaat, terdapat beberapa kendala yang masih menghambat
adopsi luas di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Salah satu kendala utama adalah masih terbatasnya
penggunaan e-wallet oleh UMKM dan prasarana umum. Banyak pelaku usaha kecil yang belum memahami
sepenuhnya manfaat dari pembayaran digital, sementara konsumen sering kali menemukan kesulitan dalam mencari
merchant yang menerima pembayaran melalui e-wallet.
Selain itu, tingkat literasi keuangan digital yang rendah juga menjadi penghambat. Mahasiswa sering kali memiliki
akses ke teknologi, tetapi kurang memahami cara memanfaatkannya untuk transaksi keuangan sehari-hari. Edukasi
tentang keamanan dan keuntungan penggunaan e-wallet perlu ditingkatkan untuk mendorong lebih banyak orang,
terutama mahasiswa, beralih ke pembayaran digital.
Untuk meningkatkan adopsi pembayaran digital di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas, langkah-langkah
berikut dapat diambil:
1. Edukasi dan Literasi Keuangan: Pihak universitas, pemerintah, dan penyedia layanan keuangan dapat bekerja
sama dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya literasi keuangan digital. Program pelatihan dan kampanye
dapat membantu mahasiswa memahami cara penggunaan e-wallet secara aman dan efisien.

ISSN 2985-4512 (online) 2985-4520 (print) © The Authors. Published by


Buddhi Dharma University
Nico Alfiandi, Tri Inda Fadhila Rahma, & Nurul Inayah
Rubinstein: Jurnal Multidisiplin, 2024, 2(2), 88

2. Kemitraan dengan UMKM: Kerja sama dengan UMKM dapat menjadi salah satu cara meningkatkan adopsi
pembayaran digital. Memberikan insentif bagi UMKM untuk menerima pembayaran melalui e-wallet dan QRIS
akan meningkatkan jumlah merchant yang siap melayani pembayaran digital.
3. Insentif bagi Konsumen: Menawarkan promosi dan insentif menarik dapat mendorong lebih banyak konsumen,
termasuk mahasiswa, untuk beralih ke pembayaran digital. Penggunaan e-wallet dapat ditingkatkan dengan
memberikan diskon atau cashback bagi pengguna.
4. Meningkatkan Infrastruktur: Ketersediaan infrastruktur yang memadai, seperti akses internet dan perangkat
pembayaran, merupakan faktor penting. Peningkatan infrastruktur di wilayah pedesaan dan daerah terpencil dapat
memperluas akses pembayaran digital ke masyarakat yang belum terlayani.
Pertumbuhan globalisasi dan teknologi telah mengubah cara manusia bertransaksi, dengan e-wallet dan QRIS
menjadi komponen kunci dalam ekosistem pembayaran digital. Bank Indonesia, melalui inovasi QRIS, telah
memberikan standar yang memudahkan konsumen dan merchant dalam melakukan pembayaran digital. Namun,
kendala seperti keterbatasan penggunaan oleh UMKM dan rendahnya literasi keuangan digital di kalangan mahasiswa
perlu diatasi melalui edukasi, kemitraan dengan UMKM, insentif konsumen, dan peningkatan infrastruktur.
Dengan mengatasi kendala ini, diharapkan pembayaran digital dapat diadopsi secara luas oleh mahasiswa dan
masyarakat, sehingga memajukan inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

III. METODE
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengidentifikasi hubungan antara satu variabel dengan
variabel lainnya. Penelitian ini berjenis asosiatif, menganalisis korelasi antara dua variabel atau lebih untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi
linier. Lokasi penelitian ini dilakukan di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU). Fokus penelitian adalah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), dengan populasi penelitian melibatkan mahasiswa fakultas tersebut pada
tahun 2023, yang berjumlah 4.829 mahasiswa.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan tanggapan berdasarkan
kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Karena besarnya populasi maka peneliti menetapkan sampel
sebanyak 98 tanggapan yang dibulatkan menjadi 100. Teknik pengambilan sampel ini bertujuan untuk memperoleh
sampel yang representatif bagi populasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Islam UIN-SU yang mempunyai
karakteristik yang relevan dengan penelitian.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket dan kuesioner kepada responden yang terpilih.
Kuesioner disusun berdasarkan skala Likert untuk mengukur sikap, opini, dan pandangan responden terhadap
variabel-variabel yang diteliti. Skala Likert memudahkan responden dalam mengekspresikan pendapat mereka terkait
pertanyaan atau pernyataan yang diberikan.
Variabel Dependen: Penggunaan E-Wallet (Y)
Penggunaan e-wallet sebagai variabel dependen dipilih untuk mengukur sejauh mana mahasiswa FEBI UIN-SU
memanfaatkan layanan ini. Penelitian bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan
e-wallet di kalangan mahasiswa dan mengidentifikasi potensi kendala atau keuntungan dalam penggunaannya.
Variabel Independen:
Pengetahuan (X1):
Pengetahuan mahasiswa tentang teknologi dan layanan e-wallet diukur sebagai variabel independen. Tingkat
pengetahuan ini mencakup pemahaman mereka mengenai fitur, fungsi, keamanan, dan manfaat dari penggunaan
e-wallet dalam kehidupan sehari-hari.
Kemanfaatan QRIS (X2):
Kemanfaatan QRIS sebagai standar nasional pembayaran digital menggunakan kode QR diukur sebagai variabel
independen. Penelitian ingin memahami bagaimana mahasiswa FEBI UIN-SU merespons kemudahan dan efisiensi
yang ditawarkan oleh QRIS dalam transaksi pembayaran sehari-hari.
Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda untuk menganalisis hubungan antara variabel
independen (Pengetahuan dan Kemanfaatan QRIS) dengan variabel dependen (Penggunaan E-Wallet). Metode ini
memungkinkan peneliti melihat kontribusi masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara
keseluruhan. Analisis ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pengaruh kedua variabel independen
terhadap tingkat penggunaan e-wallet di kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN-SU.
Penelitian ini akan memberikan wawasan berharga tentang sejauh mana pengetahuan dan kemanfaatan QRIS
mempengaruhi penggunaan e-wallet oleh mahasiswa. Hasilnya akan membantu pembuat kebijakan dan penyedia
layanan keuangan dalam menyusun strategi yang tepat untuk meningkatkan penggunaan e-wallet di kalangan
mahasiswa dan masyarakat luas.

ISSN 2985-4512 (online) 2985-4520 (print) © The Authors. Published by


Buddhi Dharma University
Nico Alfiandi, Tri Inda Fadhila Rahma, & Nurul Inayah
Rubinstein: Jurnal Multidisiplin, 2024, 2(2), 89

Penggunaan e-wallet yang semakin meningkat dapat mendukung inklusi keuangan dan memperkuat ekosistem
pembayaran digital di Indonesia. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaannya, pihak
universitas, pemerintah, dan penyedia layanan keuangan dapat bekerja sama untuk meningkatkan literasi keuangan
digital, menyediakan infrastruktur yang memadai, dan memberikan insentif yang tepat bagi konsumen.

IV. HASIL
A. Hasil Penelitian
1. Analisis Regresi Linear Berganda
Tabel 1. Uji Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Unstandardized Standardized Coefficients
Coefficients
B Std. Beta
Model Error
1 (Constant) 12.387 3.847
Pengetahuan 0.439 0.160 2.95
Kemanfaatan 0.387 0.149 3.12
QRIS
PE = 12,387 + 0,439PQ + 0,387KQ
Dari persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa:
a. Nilai constant (a) = 12,387 artinya apabila nilai variabel Pengetahuan dan Kemanfaatan QRIS bernilai tetap
atau 0, maka penggunaan e-wallet oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam
Negeri Sumatera Utara bernilai sebesar 12,387.
b. Nilai koefisien regresi (b1) = 0,439, artinya ketika variabel Pengetahuan (PQ) ditingkatkan sebesar 1%, maka
penggunaan e-wallet oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera
Utara akan meningkat sebesar 0,439% dan apabila diturunkan sebesar 1% maka penggunaan e-wallet oleh
mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara akan menurun
sebesar 0,439% dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan atau tidak mengalami perubahan.
c. Nilai koefisien regresi (b2) = 0,387, ketika variabel Kemanfaatan QRIS (KQ) ditingkatkan sebesar 1%, maka
penggunaan e-wallet oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera
Utara akan meningkat sebesar 0,387% dan apabila diturunkan sebesar 1%, maka penggunaan e-wallet oleh
mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Sumatera Utara akan menurun sebesar
0,387% dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan atau tidak mengalami perubahan.
Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda tersebut, dapat diketahui, bahwa hubungan yang terjadi antara
pengetahuan dengan penggunaan e-wallet adalah hubungan yang positif dimana ketika pengetahuan ditingkatkan,
maka penggunaan e-wallet akan meningkat pula, begitupula hubungan yang terjadi antara kemanfaatan QRIS dengan
penggunaan e-wallet adalah hubungan yang bersifat positif, dimana ketika kemanfaatan QRIS ditingkatkan, maka
akan berdampak pada penggunaan e-wallet.
2. Uji R Square
Tabel 2. Uji R Square
Model Summaryb
Model R R Adjusted R Std. Error of the
Square Square Estimate
Tabel diatas menunjukkan nilai R-Square sebesar 0,79. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen
pengetahuan dan penggunaan QRIS menjelaskan 79% variabel dependen penggunaan e-wallet. Nilai ini tergolong
kuat karena lebih besar dari 0,67. Sisanya sebesar 21% disebabkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam
model regresi.
3. Uji F (Simultan)
Tabel 3. Uji F (Simultan)
ANOVAa
Model Sum of df Mean Square F Sig.
Squares
1 Regression 64,222 2 32,111 5,258 ,007b
Residual 592,368 97 6,107
Total 656,590 99

ISSN 2985-4512 (online) 2985-4520 (print) © The Authors. Published by


Buddhi Dharma University
Nico Alfiandi, Tri Inda Fadhila Rahma, & Nurul Inayah
Rubinstein: Jurnal Multidisiplin, 2024, 2(2), 90

Nilai F yang dihitung dalam persamaan ini adalah 5,258, sedangkan nilai Fkritis untuk kumpulan data sekitar 100
dengan dua variabel independen dan satu variabel dependen pada tingkat signifikansi 5% adalah 2,70. Karena Fhitung
(5,258) lebih besar dari Fkritik (2,70), maka Ha3 diterima dan Ho3 ditolak, hal ini menunjukkan bahwa variabel
independen pengetahuan dan penggunaan QRIS berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen penggunaan
e-wallet.
Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,007. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan, jika nilai
signifikansinya kurang dari 0,05 (Sig < 0,05), maka hasilnya dianggap signifikan. Berdasarkan tabel terlampir, nilai
signifikan sebesar 0,007 berada di bawah ambang batas 0,05. Oleh karena itu, variabel pengetahuan dan penggunaan
QRIS secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen yaitu
penggunaan dompet elektronik.
4. Uji F (Simultan)
Tabel 4. Uji T (Parsial)
Model T Sig.
1 (Constant) 3,222 ,002
Pengetahuan 2,805 ,006
Kemanfaatan QRIS 2,981 ,009
Berdasarkan tabel diatas, untuk variabel “Pengetahuan” nilainya sebesar 2,805 pada tingkat signifikansi 5%.
Dengan jumlah 100 data (n) dan dua variabel bebas (k taraf kritis nilai t pada signifikansi 5% adalah 1,984, sesuai
rumus t(a/2; n-k-1). Jika t hitung lebih besar dari t kritis maka variabel tersebut mempunyai pengaruh signifikan
terhadap variabel lainnya. Dalam hal ini nilai variabel X1 (2,805) melebihi nilai t kritis (1,984), dan Sig. t (0,006)
berada di bawah tingkat signifikansi (0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “Pengetahuan” mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan e-wallet yang berarti Ha1 diterima dan Ho1 ditolak..
Berdasarkan tabel di atas, nilai t-hitung untuk variabel “Penggunaan QRIS” sebesar 2,981 pada tingkat signifikansi
5% dengan jumlah 100 data (n) dan dua variabel independen (k). Nilai t kritis pada taraf signifikansi 5% adalah 1,984,
sesuai rumus t(a/2;n-k-1). Jika dihitung lebih besar dari kritis maka variabel tersebut mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap variabel lainnya. Pada kasus ini, nilai t untuk variabel “Penggunaan QRIS” adalah sebesar 2,981,
melebihi nilai t kritis (1,984), yang menunjukkan bahwa variabel tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap variabel lainnya.
B. Pembahasan
1. Pengaruh Pengetahuan Terhadap Penggunaan E-wallet Di Kalangan Mahasiswa FEBI UIN Sumatera
Utara
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap penggunaan
e-wallet di kalangan mahasiswa di Sumatera Utara, khususnya di Fakultas Ekonomi dan Agama Islam
Universitas Islam Sumatera Utara. Hal ini membenarkan hipotesis alternatif Ha1 dan menolak hipotesis nol Ho1.
Kesimpulannya menunjukkan tingkat janji solusi e-wallet jelas dapat mempengaruhi pengguna.
Notoatmodjo mengartikan janji sebagai wujud pengetahuan, pengertian bahwa manusia dapat memperoleh
suatu benda melalui inderanya. Mahalidu menyatakan bahwa manusia merasakan melalui panca indera manusia
yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan dan peraba (Notoadmodjo, 2007).
Pengguna dengan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi akan lebih percaya diri dalam memilih produk yang
sesuai dengan harapannya. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan penggunaan e-wallet di kalangan mahasiswa
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dipengaruhi oleh kemampuan mereka dalam memilih antara sistem
pembayaran berbasis kode QR yang satu dengan sistem pembayaran lainnya berdasarkan tingkat
pengetahuannya.
Dengan demikian hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh (Rodiah & Melati,
2020) menyatakan bahwa pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan e-wallet.
Penelitian yang dilakukan oleh (Ulya et al., 2023) juga menyatakan bahwa pengetahuan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap penggunaan e-wallet. (Rahmi Auliya Akhyar dan Kristina Sisilia., 2023) mengemukakan
bahwa variabel pengetahuan dan kemanfaatan secara parsial maupun simultan memberikan pengaruh positif
terhadap Keputusan Penggunaan e-wallet menunjukkan bahwa semakin ditingkatkan variabel pengetahuan dan
kemanfaatan maka variabel Keputusan Penggunaan terhadap pembayaran digital QRIS akan semakin
meningkat.
Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nurdin et al., 2020) studi tersebut
menunjukkan bahwa fitur-fitur yang dijanjikan pada platform Fintech kurang menarik untuk bertransaksi.
Sebaliknya, penggunaan Fintech mempunyai dampak yang signifikan dan positif terhadap minat bertransaksi
yang melibatkan teknologi keuangan..
2. Pengaruh Kemanfaatan QRIS Terhadap Penggunaan E-wallet di Kalangan Mahasiswa Sumatera Utara

ISSN 2985-4512 (online) 2985-4520 (print) © The Authors. Published by


Buddhi Dharma University
Nico Alfiandi, Tri Inda Fadhila Rahma, & Nurul Inayah
Rubinstein: Jurnal Multidisiplin, 2024, 2(2), 91

Temuan ini menunjukkan bahwa keunggulan QRIS memberikan dampak yang signifikan dan positif
terhadap adopsi e-wallet di kalangan mahasiswa di Sumatera Utara, khususnya pada kasus Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Hal ini membenarkan hipotesis alternatif Ha2 dan
menolak hipotesis nol Ho2. Hasilnya menunjukkan bahwa ada banyak manfaat QRIS yang mempengaruhi
penggunaan e-wallet.
Kegunaan sebagai kepercayaan atau persepsi kegunaan, tingkat kepedulian pengguna yakin bahwa
menggunakan Sistem akan ditandai dengan efisiensinya dalam lingkungan kerja (Priambodo & Prabawani,
2016). Jika suatu teknologi atau sistem baru dianggap bermanfaat, maka kemungkinan besar seseorang akan
mengadopsinya. Oleh karena itu, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara menggunakan Standar
Quick Response Code Indonesia (QRIS), karena mereka yakin sistem pembayaran berbasis kode QR dapat
menjadi efisiensi mereka..
Dengan demikian hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh (Rahman &
Supriyanto, 2022) menyatakan bahwa kemanfaatan QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap
penggunaan e-wallet. Penelitian yang dilakukan oleh (Abrilia & Tri, 2020) juga menyatakan bahwa kemanfaatan
QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan e-wallet. (Ulya et al., 2023) mengemukakan
bahwa variabel kemanfaatan secara parsial memberikan pengaruh positif terhadap Keputusan Penggunaan
e-wallet menunjukkan bahwa semakin ditingkatkan variabel kemanfaatan maka variabel Keputusan Penggunaan
terhadap pembayaran e-wallet akan semakin meningkat.
3. Pengaruh Pengetahuan dan Kemanfaatan QRIS Terhadap Penggunaan EWallet di Kalangan Mahasiswa
Sumatera Utara
Variabel pengetahuan dan kemanfaatan QRIS secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh signifikan
terhadap variabel penggunaan e-wallet di kalangan mahasiswa Sumatera Utara. Hal ini menunjukkan bahwa
mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Sumatera Utara saat ini telah banyak yang
menggunakan e-wallet yang beragam jenisnya dikarenakan adanya QRIS yang dapat menhubungkan antara satu
e-wallet dengan e-wallet lainnya.
Dengan demikian hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Harseno, 2021), Analisis
faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan e-wallet di Indonesia. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan
bahwa variabel pengetahuan dan kemanfaatan secara parsial maupun simultan memberikan pengaruh positif
terhadap Keputusan Penggunaan e-wallet menunjukkan bahwa semakin ditingkatkan variabel pengetahuan dan
kemanfaatan maka variabel Keputusan Penggunaan terhadap pembayaran digital QRIS akan semakin
meningkat.
Biasanya, dompet elektronik adalah aplikasi berbasis server, dan penggunaannya memerlukan koneksi ke server.
Ada berbagai e-wallet yang beredar di pasaran seperti DANA, OVO, GoPay, Shopee Pay, Link Aja, DOKU, dll yang
terintegrasi dalam sistem pembayaran elektronik. Pembayaran elektronik merupakan sistem pembayaran yang
menggunakan Internet sebagai alat komunikasi.
Bank Indonesia menghadirkan QRIS dapat menemukan upaya untuk menyederhanakan proses bertransaksi yang
sangat populer di masyarakat saat ini. Standar ini dibuat untuk mendukung interkoneksi dan interoperabilitas antar
vendor yang berbeda, antar alat yang berbeda, dan antar negara yang berbeda, dengan tujuan agar dapat diakses oleh
semua orang. Melalui QRIS, pengguna dapat dengan mudah melakukan pembayaran menggunakan seluruh aplikasi
pembayaran PJSP tanpa memperhatikan perbedaan di antara keduanya. Merchant juga mendapatkan keuntungan dari
QRIS karena mereka dapat menerima pembayaran menggunakan satu kode QRIS.
Dalam mendukung percepatan ini tentunya dibutuhkan indikator yang dapat mempercepat pertumbuhan
penggunaan e-wallet di Indonesia, menurut (Agustina & Musmini, 2022), Pemerintah menduga bahwa, tingkatan
pengetahuan dan kemanfaatan terkait dengan perkembangan metode transaksi seperti QRIS adalah sebuah faktor yang
memiliki potensi besar dalam peningkatan fintech di Indonesia. Adapun langkah ataupun indikator yang dapat
dilakukan untuk mengukur serta menilai seberapa jauh tingkatan pengetahuan seseorang yaitu dengan penafsiran,
pemberian contoh, melakukan klasifikasi, membuat ringkasan, menarik inferensi, perbandingan dan penjelasan.
Hasil dari penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengetahuan dan kemanfaatan QRIS (Quick Response
Indonesian Standard) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan e-wallet di kalangan mahasiswa
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UISU). Penulis menganggap penelitian ini sangat penting karena aktivitas
penggunaan QRIS/e-wallet masih minim di lingkungan mahasiswa UISU. Penelitian ini diharapkan dapat
meningkatkan pemahaman tentang QRIS dan perkembangan teknologi keuangan di Indonesia. Adanya hubungan
antara pengetahuan dan kemanfaatan QRIS dengan penggunaan e-wallet menunjukkan bahwa mahasiswa
memperhatikan nilai dan manfaat dari teknologi finansial baru ini. Dengan memahami kegunaan QRIS dan manfaat
yang ditawarkannya, diharapkan mahasiswa akan lebih terbuka terhadap penggunaan e-wallet dalam kehidupan
sehari-hari mereka. Penulis percaya bahwa penelitian ini tidak hanya penting bagi lingkungan akademis UISU, tetapi

ISSN 2985-4512 (online) 2985-4520 (print) © The Authors. Published by


Buddhi Dharma University
Nico Alfiandi, Tri Inda Fadhila Rahma, & Nurul Inayah
Rubinstein: Jurnal Multidisiplin, 2024, 2(2), 92

juga dapat memberikan wawasan yang berharga bagi individu perorangan. Dengan memperluas pengetahuan mereka
tentang QRIS dan teknologi keuangan lainnya, individu dapat lebih siap menghadapi perubahan dan inovasi dalam
sistem pembayaran yang terus berkembang di Indonesia. Sebagai hasil dari penelitian ini, diharapkan akan ada
peningkatan dalam adopsi QRIS dan penggunaan e-wallet di kalangan mahasiswa UISU dan masyarakat umum. Hal
ini akan membawa manfaat dalam hal efisiensi, keamanan, dan kenyamanan dalam melakukan transaksi keuangan
sehari-hari. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi landasan bagi penelitian lebih lanjut dan upaya promosi untuk
memperkenalkan QRIS dan teknologi keuangan terkini kepada masyarakat luas..

V. KESIMPULAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan kemanfaatan QRIS terhadap penggunaan
e-wallet. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada pembahasan sebelumnya, maka kesimpulan dari
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Penting untuk memahami bahwa pengetahuan tentang pengelolaan e-wallet di kalangan pegawai FEBI UISU
memiliki korelasi positif dengan tingkat penggunaan e-wallet saat menggunakan aplikasi QRIS pada tingkat
yang tinggi. Ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi pengetahuan mereka tentang cara mengelola
e-wallet, semakin mungkin mereka akan mengadopsi e-wallet, terutama ketika QRIS digunakan secara luas.
2. Kemanfaatan QRIS juga memiliki dampak signifikan terhadap penggunaan e-wallet di kalangan mahasiswa
FEBI UISU. Semakin banyak manfaat yang diberikan oleh QRIS, semakin besar kemungkinan mahasiswa
akan menggunakan e-wallet. Ini menegaskan pentingnya QRIS dalam merangsang pertumbuhan penggunaan
e-wallet di lingkungan universitas.
3. Studi ini juga menyoroti hubungan yang kompleks antara pengetahuan tentang QRIS, kemanfaatan QRIS,
dan adopsi e-wallet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan kemanfaatan QRIS secara
bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan e-wallet. Ini menunjukkan bahwa
mahasiswa di UISU telah menyadari manfaat dan kegunaan QRIS, yang pada gilirannya meningkatkan
kemungkinan adopsi e-wallet.
Secara keseluruhan, temuan ini menyoroti pentingnya pendidikan dan promosi yang efektif tentang manajemen
e-wallet dan kemanfaatan QRIS di kalangan mahasiswa FEBI UISU. Dengan meningkatkan pengetahuan mereka
tentang cara mengelola e-wallet dan manfaat yang ditawarkan oleh QRIS, institusi dapat mendorong penggunaan
e-wallet yang lebih luas di antara mahasiswa mereka. Hal ini juga menciptakan kesempatan bagi mahasiswa untuk
memanfaatkan teknologi finansial yang inovatif dan efisien dalam kehidupan sehari-hari mereka, mengarah pada
pengalaman pembayaran yang lebih mudah dan aman.

DAFTAR PUSTAKA
Abrilia, N. D., & Tri, S. (2020). Pengaruh Persepsi Kemudahan Dan Fitur Layanan Terhadap Minat Menggunakan
E-Wallet Pada Aplikasi Dana Di Surabaya. Jurnal Pendidikan Tata Niaga, 8(3), 1006–1012.
Agustina, K. E., & Musmini, L. S. (2022). Pengaruh Pengetahuan, Kemudahan Penggunaan, dan Kredibilitas
Terhadap Minat Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) (Studi Pada Generasi Z di
Provinsi Bali). Vokasi : Jurnal Riset Akuntansi, 11(02), 127–137. [Link]
Harseno, D. F. (2021). Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Penggunaan E-Wallet Di Indonesia. ABIS:
Accounting and Business Information Systems Journal, 9(4). [Link]
Husna Afriani, I. (2021). Sumber Daya Manusia, Inklusi Teknologi Digital dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia.
Jurnal Manajemen Jaya Negara, 13(1), 27–31. [Link]
Notoadmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (Jakarta). Rineka Cipta.
Nurdin, Azizah, W. N., & Rusli. (2020). Pengaruh Pengetahuan,Kemudahan dan Risiko Terhadap Minat Bertransaksi
Menggunakan Finansial Technology (Fintech) Pada Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu. In
Jurnal Perbankan dan Keuangan Syaria. Jurnal Perbankan Dan Keuangan Syariah, 2(2), 199–222.
[Link]
Nurdin, Restiti, D., & Amalia, R. (2021). Pengaruh Media Sosial Terhadap Response Code Indonesian. Jurnal Ilmu
Perbankan Dan Keuangan Syariah, 3(2).
Priambodo, S., & Prabawani, B. (2016). PENGARUH PERSEPSI MANFAAT, PERSEPSI KEMUDAHAN
PENGGUNAN, DAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN LAYANAN UANG
ELEKTRONIK (Studi Kasus pada Masyarakat di Kota Semarang). Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis; Vol 5, No 2
(2016)DO - 10.14710/Jiab.2016.11294, 5(2). [Link]
Rahman, A. F. S. K., & Supriyanto. (2022). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Minat Penggunaan Qris Sebagai
Metode Pembayaran Pada Masa Pandemi. INASJIF IndonesianScientific Journalof Islamic Finance, 1(1), 1–21.

ISSN 2985-4512 (online) 2985-4520 (print) © The Authors. Published by


Buddhi Dharma University
Nico Alfiandi, Tri Inda Fadhila Rahma, & Nurul Inayah
Rubinstein: Jurnal Multidisiplin, 2024, 2(2), 93

Rodiah, S., & Melati, I. S. (2020). Pengaruh Kemudahan Penggunaan, Kemanfaatan, Risiko,dan Kepercayaan
terhadap Minat Menggunakan E-Wallet pada Generasi Milenial Kota Semarang Fakultas Ekonomi, Universitas
Negeri Semarang. Economic Education and Entrepreneurship, 1(2), 66–80.
Sulistyowati, R., Paais, L. S., & Rina, R. (2020). Persepsi Konsumen Terhadap Penggunaan Dompet Digital.
ISOQUANT : Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 4(1), 17–34. [Link]
Syafitri, R., Rahmi Syahriza, & Nurul Inayah. (2022). Pengaruh Tagline Dan Metode Pembayaran Terhadap
Keputusan Berbelanja Online. EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 1(2), 186–195.
[Link]
Ulya, Z., Safwandi, & Jannah, M. (2023). Pengaruh Pengetahuan, Kemudahan, dan Risiko Terhadap Keputusan
Penggunaan QRIS. J-Reb : Journal- Research of Economic Dan Bussiness Journal, 2(1), 9–20.
Usman, R. (2017). Karakteristik Uang Elektronik Dalam Sistem Pembayaran. Yuridika, 32(1), 134–166.
[Link]

ISSN 2985-4512 (online) 2985-4520 (print) © The Authors. Published by


Buddhi Dharma University

Common questions

Didukung oleh AI

The implementation of QRIS has a significant impact on the use of e-wallets in Indonesia by standardizing QR codes, which simplifies digital payment processes for merchants and consumers alike. This leads to greater integration and interoperability among various e-wallet service providers. Moreover, QRIS reduces transaction complexity and potentially increases consumer and merchant confidence in digital payments .

QRIS is a significant initiative by Bank Indonesia designed to enhance consumer confidence, broaden access to digital payment systems, and promote an inclusive digital economy in Indonesia. By standardizing QR codes for payment transactions, QRIS facilitates interoperability across different e-wallets, thereby simplifying the user experience and enabling a cohesive digital payment landscape .

QRIS effectively encourages financial inclusion in Indonesia by simplifying digital payments, making them accessible even in remote areas. This standardization reduces complexity and ensures that a broader segment of the population can engage in and benefit from the digital economy. QRIS also facilitates the integration of various e-wallets, promoting inclusive access to financial services .

The standardization of QR codes benefits merchants and consumers by streamlining digital transactions. It eliminates the confusion caused by multiple QR codes for different payment services, thus making the transaction process more efficient and user-friendly. This standardization promotes a uniform payment environment and enhances the security and adoption rates for e-wallets .

The growth of e-wallet usage in Indonesia is influenced by several factors including the ease of transactions, convenience, speed, trust, and security provided by these innovative services. Additionally, promotional offers to users and the expansion of e-commerce contribute to the increasing popularity of e-wallets in the country .

The primary challenges faced by students in adopting e-wallet technology in Sumatera Utara include limited availability and support from local businesses and infrastructures like UMKM, which do not extensively accept e-wallet payments yet. This lack of widespread acceptance limits the utility of e-wallets and encourages students to rely on cash transactions .

Knowledge significantly influences the utilization of e-wallets among university students in Sumatera Utara. Higher levels of understanding about the benefits and functionalities of QRIS increase the propensity of students to use e-wallets. Students with better knowledge feel more confident in choosing appropriate payment systems, which in turn enhances e-wallet adoption in this demographic .

The case study of FEBI UIN Sumatera Utara indicates that the limitations of e-wallet adoption among students stem from inadequate support from micro-enterprises and public facilities, as well as a lack of comprehensive knowledge about e-wallet functionalities. These limitations result in lower adoption and usage rates among students .

The growth of e-commerce in Indonesia directly supports the rise of e-wallet usage, as digital payments provide a seamless transaction experience in online shopping. E-wallets offer convenience, speed, and security, key aspects needed for e-commerce transactions, thereby encouraging more consumers to engage in e-commerce activities .

The initiative of QRIS by Bank Indonesia aligns with global digital payment trends by promoting the interoperability and standardization of mobile payment systems. As the global market shifts towards seamless, secure, and interoperable digital payment solutions, QRIS mirrors these trends, ensuring that Indonesia stays competitive in the digital economy era .

Anda mungkin juga menyukai