PENGERTIAN
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang selanjutnya disingkat BPJS adalah
Badan Hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial.
Sedangkan jaminan sosial sendiri memiliki pengertian yaitu sebagai salah satu
bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi
kebutuhan dasar hidup yang layak.
SEJARAH JAMSOSTEK
1947:
PT Jamsostek (PERSERO) dimulai dari adanya UU no.33 tahun 1947 jo UU No.2
tahun 1951 tentang kecelakan kerja, Peraturan Menteri Perburuhan No. 48/1952 jo
PMP No.8 tahun 1956 tentang Pengaturan Bantuan untuk Usaha Penyelenggaraan
Kesehatan Buruh, lalu diberlakukannya UU Nomor 14 tahun 1969 tentang Pokok-
Pokok Tenaga Kerja. Secara kronologis proses lahirnya asuransi sosial tenaga
kerja semakin transparan
1977
Setelah mengalami perkembangan dan kemajuan, baik menyangkut landasan
hukum, bentuk perlindungan maupun cara penyelenggaraan. Pada tahun 1977
diperoleh suatu tonggak sejarah penting dengan dikeluarkannya PP No.33 tahun
1977 tentang pelaksanaan program asuransi sosial tenaga kerja (ASTEK), yang
mewajibkan setiap pemberi kerja atau pengusaha swasta dan BUMN untuk
mengikuti program ASTEK. Terbentuk pula pembentukan wadah penyelenggara
ASTEK yaitu Perum ASTEK
1992
Tonggak penting berikutnya adalah lahirnya UU no.3 tahun 1992 tentang
Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) dan melalui PP No.36 tahun 1995
ditetapkannya PT Jamsostek sebagai badan penyelenggara jaminan sosial tenaga
kerja. Program Jamsostek memberikan perlindungan dasar untuk memenuhi
kebutuhan minimal bagi tenaga kerja dan keluarganya, dengan memberikan
kepastian berlangsungnya arus penerimaan penghasilan keluarga sebagai
pengganti sebagian atau seluruhnya penghasilan yang hilang akibat resiko sosial
2004
Pada akhir tahun 2004 Pemerintah juga menerbitkan UU No.40 tahun 2004
tentang Sistem Jamminan Sosial Nasional. UU itu berhubungan dengan
Amandemen UUD 1945 tentang perubahan pasal 34 ayat 2 yang kini berbunyi
“Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan
memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat
kemanusiaan”
2011
Ditetapkan UU No.24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
2014
PT Jamsostek berubah menjadi Badan Hukum [Link]. Jamsostek (PERSERO)
bertransformasi menjadi BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial)
2015
Pada 1 Juli 2015 BPJS Ketenagakerjaan menjalankan program baru yaitu jaminan
pensiun sebagai perlindungan maksimal bagi pekerja Indonesia
Jenis BPJS
1. BPJS Kesehatan: BPJS ini fokus pada pelayanan kesehatan bagi seluruh
warga negara. Cakupan layanan BPJS Kesehatan yaitu:
a. Rawat jalan dan rawat inap
b. Layanan dokter spesialis sesuai rujukan
c. Persalinan dan perawatan ibu hamil
d. Obat-obatan dan tindakan medis
e. Operasi dan perawatan penyakit kronis
2. BPJS Ketenagakerjaan: memberikan perlindungan bagi pekerja dari
berbagai resiko terkait dengan profesi mereka. BPJS Ketenagakerjaan
memiliki lima program utama untuk melindungi pekerja yaitu:
a. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK): menanggung biaya pengobatan
akibat kecelakaan kerja, santunan cacat atau kematian akibat
kecelakaan kerja. Cara menghitung:
1) Tentukan tingkat resiko pekerjaan: rendah (0,54%), sedang
(0,89%), tinggi (1,27%) dari upah bulanan.
2) Hitung iuran JKK dengan= Presentase risiko x upah bulanan
b. Jaminan Hari Tua (JP): Memberikan uang pensiun bagi pekerja yang
telah pensiun.
c. Jaminan Kematian (JKM): Santunan untuk keluarga pekerja yang
meninggal dunia.
d. Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP): Bantuan uang tunai dan
pelatihan kerja bagi pekerja yang tekena PHK. Cara menghitung
jaminan ini yaitu memberikan manfaat uang tunai sebesar 60% dari
upah untuk paling lama 6 bulan bagi pekerja yang di PHK
FUNGSI dan TUGAS
Dalam Pasal 9 UU no.24 tahun 2011 BPJS berfungsi menyelenggarakan program
jaminan kesehatan, berfungsi menyelenggarakan program jaminan kecelakaan
kerja, program jaminan kematian, program jaminan pensiun, dan jaminan hari tua.
Tugas BPJS:
1. Melakukan atau menerima pendaftaran peserta
2. Memungut dan mengumpulkan iuran dari peserta dan pemberi kerja
3. Menerima bantuan iuran dari Pemerintah
4. Mengelola dana jaminan sosial untuk kepentingan peserta
5. Mengumpulkan dan mengelola data peserta program jaminan sosial
6. Membayarkan manfaat atau membiayai pelayanan kesehatan sesuai
dengan ketentuan program jaminan sosial
7. Memberikan informasi mengenai penyelenggaraan program Jaminan
Sosial kepada peserta dan masyarakat
Pendaftaran peserta
Setiap orang termasuk orang asing yang bekerja paling singkat enam bulan di
Indonesia, wajib menjadi peserta program jaminan sosial. Dalam pasal 15 UU
No.24 tahun 2011 pendaftaran peserta BPJS sebagai berikut:
1. Pemberi kerja secara bertahap wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya
sebagai peserta kepada BPJS sesuai dengan program jaminan sosial yang
diikuti
2. Pemberi kerja, dalam melakukan pendaftaran sebagaimana dimaksud pada
ayat 1 wajib memberikan data dirinya dan pekerjaannya berikut anggota
keluarganya secara lengkap dan benar kepada BPJS