Analisis Teknik Passing Bawah Voli
Analisis Teknik Passing Bawah Voli
SKRIPSI
Diajukan sebagai syarat menyelesaikan Studi Strata I
untuk mendapatkan gelar Sarjana Sains
oleh :
ILMU KEOLAHRAGAAN
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2011
SARI
Aditya Bayu Perdananto, 2011. Skripsi ini berjudul “Analisis Gerak
Keterampilan Passing Bawah Dalam Permainan Bola Voli ( Suatu Tinjauan
Anatomi, Fisiologi, dan Biomekanika )”. Skripsi. Jurusan IKOR. Fakultas Ilmu
Keolahragaan. Universitas Negeri Semarang.
ii
PERNYATAAN
hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian
atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini
dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Apabila di kemudian hari
terbukti skripsi ini adalah hasil jiplakan dari karya tulis orang lain, maka saya
iii
HALAMAN PENGESAHAN
Panitia Ujian,
Dewan Penguji,
iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO :
“Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan”
“Allah tidak akan memberikan cobaan diluar
batas kemampuan umatnya, manusia berusaha
dan Allahlah yang menentukan”
PERSEMBAHAN
Skripsi ini saya persembahkan untuk :
1. Bapak dan ibu tercinta
[Link]-adikku tersayang
3. Almamaterku IKOR 2006
4. Kerabat rudid kost
v
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan
2. Drs. Harry Pramono, [Link]., Dekan FIK Universitas Negeri Semarang yang
6. Kusnan, Spd., Ketua Klub Bola Voli Putra Mustika Blora yang telah
vi
7. Teguh Sularno, Spd dan Pangesti Nurwanto, pelatih Klub Bola Voli Putra
Mustika Blora yang telah membantu peneliti dalam melakukan penelitian dan
pengambilan data.
8. Bapak dan Ibu Dosen FIK yang telah mendidik serta memberikan bekal ilmu
9. Karyawan dan karyawati FIK yang telah banyak membantu dalam bidang
Administrasi.
11. Bapak, ibu, dan adikku tercinta yang telah banyak memberikan dukungan
baik moral maupun materiil dan tak pernah lelah berdoa untukku.
12. Semua pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu, yang telah
peneliti, mendapat berkah dan balasan dari Allah SWT. Akhirnya peneliti
berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Semarang, 2011
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL…………………...………………………………….. i
SARI……………………………………………………………………… ii
vii
PERNYATAAN………………………………………………………….. iii
PENGESAHAN…………………………………………………………… iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN …………………………………….. v
KATA PENGANTAR……………………………………………………... vi
DAFTAR ISI……………………………………………………………… viii
DAFTAR TABEL………………………………………………………… xi
DAFTAR GAMBAR.............................................................................................xii
DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………… xiii
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………….. 1
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………. 1
1.2 Permasalahan…………………………………………………………... 6
1.3 Tujuan Penelitian………………………………………………………. 6
1.4 Pembatasan Masalah…………………………………………………... 6
1.5 Manfaat Penelitian…………………………………………………….. 6
1.6 Sumber Pemecahan Masalah………………………………………….. 7
BAB II LANDASAN TEORI……………………………………………… 8
2.1 Landasan Teori………………………………………………………… 8
2.1.1 Permainan Bola Voli……………………………………………… 8
2.1.2 Teknik Permainan Bola Voli……………………………………… 9
[Link] Servis………………………………………………… ……… 9
[Link] Passing……………………………………………………….. 10
[Link] Umpan………………………………………………………. 10
[Link] Smash………………………………………………………... 10
[Link] Bendungan…………………………………………………… 10
2.1.3 Tinjauan Teknik Passing……………………………………......... 10
viii
[Link] Sikap Akhir…………………………………………...……… 16
2.1.6 Analisis Anatomi Dalam Passing Bawah…………………………. 19
[Link] Kerja Sendi Dan Gerak Yang Terjadi……………………….. 20
2.1.7 Analisis Fisiologi Dalam Passing Bawah………………………… 21
[Link] Mekanisme Gerakan Otot…………………………….……… 22
[Link] Otot Yang Berperan Dalam Passing Bawah………………… 23
[Link] Bentuk Kontraksi Otot Dalam Passing Bawah……….……… 27
2.1.8 Analisis Biomekanika Dalam Passing Bawah……………………. 31
[Link] Sifat Gerakan………………………………………… ……… 32
[Link] Prinsip Mekanika Yang Diterapakan………………………… 33
2.2 Kerangka Berfikir……………………………………………………… 37
2.2.1 Analisis Anatomi Pada Gerak Keterampilan Passsing Bawah………. 37
2.2.2 Analisis Fisiologi Pada Gerak Keterampilan Passing Bawah………... 38
2.2.3 Analisis Biomekanika Pada Gerak Keterampilan Passing Bawah…... 40
BAB III METODE PENELITIAN………………………………………… 42
3.1 Metode Penelitian……………………………………………………… 42
3.2 Subjek Penelitian……………………………………………………… 42
3.3 Objek Penelitian……………………………………………………….. 42
3.4 Teknik Pengumpulan Data…………………………………………….. 43
3.5 Instrumen Penelitian…………………………………………………… 44
3.6 Analisis Data…………………………………………………………… 44
3.6.1 Analisis Deskriptif………………………………………………... 44
3.6.1 Analisis Deskriptif Presentase……………………………………. 45
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN………………….. 47
4.1 Hasil Penelitian……………………………………………………....... 47
ix
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………... 61
LAMPIRAN-LAMPIRAN………………………………………………… 63
x
DAFTAR TABEL
Tabel : Halaman
3.1. Kategori Deskriptif Persentase……………………………………… 46
4.1. Ringkasan Data Faktor Anatomi……………………………………. 47
4.2. Ringkasan Data Faktor Fisiologi……………………………………. 47
4.3. Ringkasan Data Faktor Biomekanika……………………………….. 48
4.4. Ringkasan Data Keseluruhan………………………………………... 48
4.5. Anatomi……………………………………………………………… 48
4.6. Fisiologi……………………………………………………………… 49
4.7. Biomekanika ………………………………………………………… 49
4.8. Hasil Keseluruhan……………………………………………………. 50
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar : Halaman
1. The Dig (Clenched First Method) ……………………………………. 12
2. Mengemis (Thumb Over Palm Method) ……………………………… 12
3. Sikap Saat Perkenaan Bola Pada Passing Bawah …………………….. 13
4. Sikap Awalan …………………………………………………………. 15
5. Sikap Perkenaan ………………………………………………………. 16
6. Sikap Akhir …………………………………………………………… 16
7. Urutan Gerak Berguling Ke Samping ………………………………… 18
8. Urutan Gerak Menjatuhkan Diri Ke Depan …………………………... 19
9. Otot Bahu ……………………………………………………………... 25
10. Otot Lengan Bawah …………………………………………………. 27
11. Gerakan Ekstensor Siku ……………………………………………... 28
12. Gerakan Perkenaan Bola …………………………………………….. 29
13. Gerakan Lanjutan ……………………………………………………. 29
14. Gerakan Persiapan …………………………………………………… 30
15. Gerakan Perkenaan …………………………………………………... 30
16. Gerakan Lanjutan …………………………………………………….. 30
xii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran : Halaman
1. Lembar Pedoman Pengamatan atau Observasi ……………………….. 63
2. Deskripsi Data Anatomi ………………………………………………. 69
3. Deskripsi Data Fisiologi ………………………………………………. 71
4. Deskripsi Data Biomekanika ………………………………………….. 73
5. Deskripsi Data Faktor Keseluruhan …………………………………… 75
6. Hasil Analisis Data …………………………………………………….. 80
7. Usul Penetapan Pembimbing …………………………………………... 81
8. SK Dosen Pembimbing ………………………………………………… 82
9. Surat Ijin Penelitian …………………………………………………….. 83
10. Surat Keterangan Telah Penelitian ……………………………………. 84
11. Surat Keterangan Pelatih ……………………………………………… 85
12. Sertifikat Pelatih ………………………………………………………. 86
13. Dokumentasi Penelitian ……………………………………………….. 88
xiii
BAB I
PENDAHULUAN
sejak lahirnya sampai sekarang, diciptakan oleh William G Morgan seorang guru
(indoor) bagi mereka yang menghendaki rekreasi setelah bekerja sehari penuh.
Pada waktu itu, olahraga yang sedang populer adalah basket yang diciptakan pada
tahun 1981. Morgan melihat para pengusaha yang bermain basket banyak yang
sudah mencapai usia lanjut, sementara basket termasuk olahraga yang memeras
tenaga. Selain itu, mereka lebih menginginkan olahraga yang tidak terlalu
bola voli masih akan berkembang dan memang harus dikembangkan sejalan
2
pembinaan, dan pertandingan antar klub maupun antar sekolah perguruan tinggi.
Sunardi, dan Agus Margono, 1994:12). Dengan masuknya permainan bola voli ke
dalam olimpiade, olahraga ini makin populer dan digemari oleh masyarakat
umum di seluruh dunia dan bahkan merupakan salah satu cabang olahraga yang
Teknik permainan bola voli pada awalnya amat sederhana, yang bertujuan
untuk memantulkan bola sehingga melewati atas jaring ke lapangan lawan. Sama
sekali tidak ada tujuan memainkan bola agar dapat melewati jaring dan pihak
Ahmadi, 2007:14).
bola dalam permainan bola voli menjadi tuntutan utama (Nuril Ahmadi,2007:14)
tidak mudah dilakukan oleh setiap orang. Sebab, dalam permainan bola voli
semua gerakan yang ada dalam permainan bola voli (Nuril Ahmadi,2007:20).
Dalam permainan bola voli ada beberapa bentuk teknik yang harus dikuasai.
Teknik bola voli ada lima yaitu 1)servis (tangan bawah, tangan samping dan
servis atas); 2)passing (passing atas dan passing bawah); 3)umpan; 4)smash
(smash normal, smash semi, smash pull, smash pull straigh dan smash push);
5)block. Untuk dapat menjadi pemain bola voli yang baik teknik tersebut harus
Salah satu teknik yang ada dalam permainan bola voli adalah operan
lengan. Teknik ini juga dikenal sebagai operan tangan bawah (underhead
passing) atau bump. Operan ini biasanya menjadi teknik pertama yang digunakan
tim yang tidak memegang servis. Operan ini digunakan untuk menerima servis,
menerima spike, memukul bola setinggi pinggang ke bawah, dan memukul bola
yang memantul dari net. Berdasarkan kenyataan bahwa teknik ini kebanyakan
hanya digunakan menerima bola, maka teknik ini biasanya hanya disebut sebagai
rekan satu tim. Sangat penting artinya bagi setiap pemain untuk dapat meredam
4
kekuatan bola yang dipukul dengan keras tersebut dan mengarahkan bola tersebut
ke rekan satu tim agar ia dapat melakukan operan overhead atau mengumpan
bola. Teknik ini merupakan titik awal dari sebuah penyerangan. Bila bola yang
diperoleh bibit pemain bola voli yang baik perlu diketahui seberapa besar faktor
tersebut diatas ikut berpengaruh terhadap hasil permainan bola voli terutama
syarat bibit pemain bola voli yang baik antara lain dipenuhi syarat fisik, yaitu
kesehatan yang baik tidak dimiliki cacat tubuh, postur tubuh tinggi, dimiliki unsur
kondisi fisik yang baik (kekuatan, kecepatan, kelincahan, daya tahan, koordinasi,
kelentukan, power) dan secara fisiologis dimiliki kemampuan kerja otot yang
baik.
aspek biologis terdiri dari: (1) potensi atau kemampuan dasar tubuh yang meliputi
kekuatan, kecepatan, kelincahan, tenaga, daya tahan otot, daya kerja jantung dan
(2) fungsi organ-organ tubuh yang meliputi: daya kerja jantung, peredaran darah,
5
daya kerja paru-paru, daya kerja pernapasan, daya kerja panca indra, (3) struktur
dan postur tubuh yang meliputi ukuran tinggi dan panjang tubuh, ukuran besar,
lebar dan berat tubuh, (4) gizi yang meliputi jumlah makanan yang cukup, nilai
memerlukan koordinasi antara kerja sendi, gerak yang terjadi, otot yang berperan
serta bentuk kontraksinya, dan tinjauan kerja syaraf yang terjadi dalam proses
keseimbangan otot kaki, kelentukan dan besarnya sudut gerakan lengan terhadap
tubuh, dan ketepatan melakukan ayunan lengan terhadap perkenaan dengan bola.
gerakan yang tidak perlu dilakukan atau gerakan yang berlebih dalam melalukan
passing bawah. Hal tersebut hendaknya menjadi perhatian bagi tiap pemain
maupun pelatih bola voli, yaitu pengetahuan tentang anatomi, fisiologi, dan
Dari berbagai masalah yang muncul supaya pengkaji lebih mendalam dan
menghindari salah perkiraan, maka masalah dalam penelitian ini dibatasi pada
1.3 Permasalahan
Sesuai dengan latar belakang masalah dan alasan pemilihan judul maka
berikut :
permainan bola voli ditinjau dari segi anatomis, fisiologis, dan biomekanika
tubuh?
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1.4.2 Bagi atlet bola voli merupakan informasi ilmiah dalam meningkatkan
pengetahuan serta wawasan dalam mempelajari cabang olahraga bola voli melalui
pengalaman lapangan.
perspektif dalam penelitian ini adalah teori kinesiologi yang terdiri dari fisiologi,
anatomi, biomekanika.
BAB II
LANDASAN TEORI
besar yang dimainkan oleh 2 regu dan masing–masing regu terdiri 6 orang.
Permainan ini adalah kontak tidak langsung, sebab masing-masing regu bermain
dalam lapangannya sendiri dan dibatasi oleh jaring atau net. Prinsip bermain bola
voli adalah memantul-mantulkan bola agar jangan sampai bola menyentuh lantai,
jarring masuk sesulit mungkin (Amung Ma’mun dan Totot Subroto, 2001:43).
ukuran panjang 18 m dan ukuran lebar 9 m dan dikelilingi oleh daerah bebas
terbagi menjadi dua bagian yang sama panjang dengan dipisahkan oleh net
2,24 m untuk wanita dan lebar net sendiri 1 m. Garis batas serang untuk pemain
belakang berjarak 3 meter dari garis tengah. Garis tepi lapangan adalah 5 cm dan
Permainan bola voli menggunakan bola sebagai alat, dan lengan tangan
untuk memainkannya. Permainan bola voli ini dapat berlangsung atau dapat
dilakukan dengan cara memvoli, yaitu memukul atau memainkan bola sewaktu
8
9
bola masih di udara. Maka yang menjadi pokok atau sasaran perhatian bagi setiap
pemain adalah bola, untuk itu dalam setiap bermain voli pemain diharapkan dapat
memainkan bola dengan baik. Lebih jelasnya bahwa dalam permainan bola voli
ini, setiap pemain dituntut untuk dapat terampil atau menguasai bola dengan
bagian tubuh yang lain serta bersih pantulannya juga diperkenankan (M.
dengan kemampuan gerak, kondisi fisik, taktik dan mental. Teknik bola voli
permainan bola voli. Penguasaan teknik permainan bola voli merupakan salah
satu unsur yang menentukan, menang atau kalahnya suatu regu di dalam suatu
pertandingan di samping unsur kondisi fisik, teknik dan mental (M. Mariyanto,
Ada beberapa macam jenis pukulan yang harus dikuasai agar dapat
bermain voli dengan baik dan benar, sehingga bisa mencapai prestasi optimal
sesuai yang diharapkan. Adapun teknik dalam permainan voli yaitu meliputi :
[Link] Servis
Servis adalah pukulan bola yang dilakukan dari belakang garis akhir
pada permulaan dan setelah terjadinya setiap kesalahan (Nuril Ahmadi, 2007:20).
[Link] Passing
10
Passing adalah mengoperkan bola kepada teman sendiri dalam satu regu
dengan suatu teknik tertentu, sebagai langkah awal untuk menyusun pola
[Link] Umpan
Umpan adalah usaha atau upaya seorang pemain bola voli dengan cara
terhadap regu lawan (M. Mariyanto, Sunardi, dan Agus Margono, 1994:120).
[Link] Smash
Smash adalah pukulan bola yang keras dari atas ke bawah jalannya bola
menukik melewati atas net menuju lapangan dan akan sulit diterima oleh lawan
Macam-macam teknik passing ada dua yaitu passing atas dan passing
bawah.
1) Sikap permulaan : ambil posisi siap normal yaitu kedua kaki berdiri selebar
bahu, berat badan bertumpu pada telapak kaki bagian depan, lutut ditekuk dengan
11
tangan diangkat lebih tinggi dari dahi, dan jari-jari tangan terbuka membentuk
2) Gerakan pelaksanaan : tepat pada saat bola berada di atas sedikit kedepan dahi,
perkenaan bola pada jari-jari ruas pertama dan kedua dan yang dominan
mendorong bola adalah ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah. Pada waktu
meluruskan lengan kedepan atas, sebagai suatu gerakan lanjutan diikuti dengan
dan segera mengambil sikap siap dalam posisi normal kembali (M. Yunus,
1992:80).
Passing bawah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan satu tangan
dan dua tangan. Passing bawah satu tangan biasanya dipergunakan apabila bola
berada agak jauh dari badan dan agak rendah. Bentuk-bentuk melakukan passing
punggung tangan dengan jari-jari terbuka, dan pergelangan tangan bagian dalam
dengan tangan menggenggam. Sedangkan passing bawah dengan dua tangan ada
beberapa bentuk sikap tangan sebelum melakukan passing bawah dua tangan
antara lain :
12
1) The Dig (Clenched First Method) yaitu kedua ibu jari sejajar dan jari-jari
tangan yang satu membungkus jari tangan lainnya, ini asalnya dari Amerika.
Bentuk ini sering digunakan bagi pemain yang sudah tinggi kemampuan passing
bawahnya, karena lebih fleksibel apabila menerima bola dari arah manapun.
2) Mengemis (Thumb Over Palm Method) yaitu kedua telapak tangan menghadap
keatas dengan punggung satu tangan menenpel pada telapak tangan lainnya dan
dijepit ibu jari. Perkenaan bola diatas pergelangan tangan (bagian proksimal)
bentuk ini lebih tepatnya bagi pemula karena untuk mempermudah mengantisipasi
Gambar 1 Gambar 2
The Dig (Clenched First Method) Mengemis (Thumb Over Palm Method)
(Herry Koesyanto, 2003:27) (Herry Koesyanto, 2003:28)
1) Sikap permulaan :
Ambil sikap siap normal dalam permainan voli, yaitu : kedua lutut
pada telapak kaki bagian depan untuk mendapatkan suatu kesetimbangan labil
agar dapat lebih mudah dan lebih cepat beergerak kesegala arah. Kedua tangan
13
saling berpegangan yaitu punggung tangan kanan diletakkan diatas telapak tangan
2) Gerak pelaksanaan :
Ayunkan kedua lengan kearah bola dengan sumbu gerak pada persendian
bahu dan siku dalam keadaan lurus. Perkenaan bola pada bagian proksimal dari
lengan , diatas dari pergelangan tangan dan pada waktu lengan membentuk sudut
sekitar 45 derajat dengan badan , lengan diayunkan dan diangkat hampir lurus.
3) Gerak lanjutan :
kedepan untuk mengambil posisi siap kembali dan ayunan lengan untuk passing
bawah kedepan tidak melebihi sudut 90 derajat dengan bahu atau badan (M.
Yunus, 1992:79).
Gambar 3
Sikap saat perkenaan bola pada passing bawah
(M. Mariyanto, Sunardi, dan Agus Margono 1994:125)
sebagai berikut :
14
1) Lengan pemukul ditekuk pada siku sehingga papan pemukul sempit, akibatnya
4) Tidak gerakan yang harmonis atau simultan antara gerakan lengan badan dan
kaki.
menyeleweng.
7) Perkenaan atau kontak bola dengan lengan bawah terlambat sehingga arah
8) Bola tinggi yang seharusnya di passing atas, tetapi diambil dengan passing
9) Kurang dapat mengatur kontak dengan bola cepat, sesuai dengan datangnya
bola.
baik oleh para pemain voli. Keberhasilan suatu regu dalam permainan bisa
ditentukan oleh keberhasilan didalam melakukan passing. Oleh karena itu passing
merupakan teknik dasar yang harus dipelajari dengan baik dan benar serta
Urutan sikap passing bawah pada dasarnya sama dengan gerakan passing
atas yaitu pada sikap permulaan, sikap saat perkenaan dan sikap akhir.
15
Perbedaannya terletak pada saat perkenaan bola dan tingginya letak bola. Pada
passing atas perkenaan bola berlangsung dibagian ujung jari telapak tangan.
Untuk lebih jelasnya, berikut penulis uraikan tentang gerakan passing bawah
mulai sikap permulaan, sikap saat perkenaan dan sikap akhir serta teknik dalam
bola. Pada saat tangan akan kontak dengan bola tangan dan lengan diturunkan,
serta tangan dan lengan dalam keadaan terjulur kebawah depan. Siku dan kedua
Gambar 4
Sikap awalan
(M. Mariyanto, Sunardi, dan Agus Margono, 1994:125)
Lengan pemain saat akan kontak dengan bola, pada bagian sebelah atas
keadaan menghadap pada bola. Pada saat bola berada pada jarak yang tepat maka
lengan segera diayunkan dari arah bawah keatas depan. Pada saat mengayun bola
tangan telah berpegangan satu dengan yang lain. Perkenaan bola harus
16
diusahakan tepat pada bagian proksimal dari pergelangan tangan, dengan bidang
yang selebar mungkin agar bola dapat melambung stabil. Maksudnya adalah agar
Pantulan bola setelah mengenai bagian proksimal dari pergelangan tangan, akan
memantul keatas depan dengan lambungan yang cukup tinggi dengan sudut
pantul 90.
Gambar 5
Sikap perkenaan
(M. Mariyanto, Sunardi, dan Agus Margono, 1994:68)
sikap siap normal, dengan tujuan agar dapat bergerak lebih cepat untuk
menyesuaikan diri dengan keadaan (M. Mariyanto, Sunardi, dan Agus Margono,
1994:124)
Gambar 6
Sikap akhir
17
Keadaan posisi dan jarak bola tidak selalu dalam keadaan ideal untuk
Kunci pelaksanaannya : Jangan lari menghadap bola, gunakan langkah silang atau
langkah samping.
Kunci pelaksanaannya : Putar badan dengan cepat, dan dengan badan merendah,
ayunkan lengan ke arah bola. Kontak bola dengan lengan dilakukan saat sudut
Teknik permainan bola voli saat passing bawah ada kalanya dilakukan
dengan satu tangan, yang mana posisi bola tidak memungkinkan untuk dipassing
dengan dua tangan. Bola jatuh jauh dari posisi pemain baik di samping atau di
dilangkahkan melebar ke arah samping, bola dipukul dengan sisi atas lengan
bawah, tubuh atas bertumpu pada lutut yang ditekuk, kemudian dilanjutkan
Gambar 7
Urutan gerak berguling ke samping
(M. Mariyanto, Sunardi, dan Agus Margono., 1994:204)
sehingga dada, perut, dan paha meluncur di lantai sementara betis ditekuk ke atas.
19
Gambar 8
Urutan gerak menjatuhkan diri ke depan
(M. Mariyanto, Sunardi, dan Agus Margono, 1994:204)
Ada dua jenis sikap permulaan untuk menganalisis gerakan tubuh yaitu
sikap berdiri tegak dan sikap berdiri anatomis. Istilah arah yang digunakan ialah
profundus. Gerakan dasar yang terjadi pada bidang sagital dengan sumbu
transfersal ialah fleksi, ekstensi, fleksi dorsal, fleksi plantar. Gerakan pada bidang
horisontal, elevasi, depresi, fleksi lateral, infers, eversi. Gerakan dasar pada
bidang transfersal dengan sumbu longitudinal ialah rotasi medial, rotasi lateral,
supinasi, pronasi. Gerak sirkumduksi terjadi pada bidang sagital dan frontal
yang terdiri dari tulang belakang, gelang panggul, gelang bahu, lengan atas dan
lengan bawah. Sedangkan bagian anggota gerak bawah yang terlibat terdiri dari
tulang paha, tulang tempurung lutut, tulang kering, tulang betis, dan tulang kaki.
20
Sehingga kedua bagian anggota gerak tersebut memerlukan koordinasi yang baik
Sendi sterno klavikular, sendi yang dibentuk oleh ujung besar di sebelah
Sendi akromio klavikular, dibentuk oleh ujung luar dari klavikula yang
bersendi dengan proseus akromion dari scapula bergerak secara abduksi dan
adduksi.
dan endorotasi).
Sendi siku atau sendi engsel, membentuk sendi humero radialis dan empat
permukaan persendian yang berada dalam kapsul sendi gerakan terjadi adalah
Sendi radio ulnari, sendi antara radius dan ulna, radius berputar dalam
ligamen pembatas sendi dan dan ujung bawah radius berputar di atas kepala ulna
sikap tegak tubuh dalam keadaan berdiri gerakan sendi fleksi dan ekstensi.
Sendi lutut, sendi pergelangan kaki, dan sendi telapak kaki merupakan
sendi engsel yang melakukan gerakan fleksi dan ekstensi dengan gerakan sedikit
otot. Sekelompok otot yang menghasilkan gerakan disebut otot penggerak atau
agonis. Pada sisi lain yang berkebalikan dengan otot penggerak ada otot lain yang
bagian tubuh, selain agonis dan antagonis ada lagi otot yang disebut sinergis
yaitu otot yang bersifat mengatur gerakan. Apabila otot agonis, sinergis, dan
antagonis bisa berfungsi secara serasi, maka gerakan bisa terjadi dengan lancar
(Sugiyanto, 1992:245).
terkoordinasi. Gerakan kelompok otot ini dapat merupakan kerjasama dari fleksi,
ekstensi, abduksi, adduksi, dan rotasi. Karena fungsinya setiap otot itu yang
memungkinkan kelompok otot bergerak efisien, maka otot tersebut dapat disebut
gerakan dilihat sebagai pengaturan terhadap kerja otot-otot yang diatur melalui
setiap bagian gerakan. Penyesuaian kekuatan dan kecepatan ini dimaksudkan agar
22
setiap bagian gerakan dapat dilakukan secara efektif dan efisien, sehingga
Otot merupakan penggerak tulang yang dapat bergerak karena adanya sel
(memanjang) sehingga otot disebut alat gerak aktif. Dalam keadaan relaksasi
ujung filamen aktin retumpang tindih satu sama lainnya, yang sekaligus juga
berkontraksi maka filamen aktin akan tertarik ke bagian dalam diantara filamen
Otot pada umumnya bekerja dengan kontraksi dan relaksasi. Pada otot
lurik terdapat aktin dan miosin yang mempunyai daya berkerut membentuk
([Link]
mengemukakan teori kontraksi otot yang disebut model sliding filaments. Model
ini menyatakan bahwa kontraksi didasarkan adanya dua set filamen di dalam sel
otot kontraktil yang berupa filament aktin dan filamen miosin. Rangsangan yang
kontraksi ini memerlukan energi. Pada waktu kontraksi filamen aktin meluncur di
antara miosin ke dalam zona H (zona H adalah bagian terang di antara 2 pita
23
gelap). Dengan demikian serabut otot menjadi memendek yang tetap panjangnya
ialah ban A (pita gelap), sedangkan ban I (pita terang) dan zona H bertambah
energi tinggi. Miosin yang berenergi tinggi ini kemudian mengikatkan diri
simpanan energi miosin dilepaskan, dan ujung miosin lalu beristirahat dengan
energi rendah, pada saat inilah terjadi relaksasi. relaksasi ini mengubah sudut
perlekatan ujung miosin menjadi miosin ekor. Ikatan antara miosin energi rendah
dan aktin terpecah ketika molekul baru ATP bergabung dengan ujung miosin.
Sumber energi untuk gerak otot ATP (Adenosht Tri Phosphat) merupakan sumber
energi utama untuk kontraksi otot ATP berasal dari oksidasi karbohidrat dan
lemak. kontraksi otot merupakan interaksi antara aktin dan miosin yang
Gerak-Otot).
adalah:
1) M. deltoid atau (otot segitiga), otot ini berbentuk lengkung bahu dan
berpangkal disisi tulang selangka ujung bahu, balung tulang belikat, dan diafise
24
2) M. subskapularis (otot depan tulang belikat), otot ini mulai dari depan tulang
belikat menuju taju kecil tulang pangkal lengan, dibawahnya terdapat kandung
sebelah atas menuju ke taju besar tulang pangkal lengan yang fungsinya
mengangkat lengan.
sebelah bawah balung tulang belikat, menuju taju besar tulang pangkal lengan
5) M. teres mayor ( otot lengan bulat besar ), otot ini berpangkal di siku bawah
tulang belikat dan menuju ke taju kecil tulang pangkal lengan. Diantara otot
lengan bulat kecil dan otot lengan besar terdapat kepala yang panjang dari
6) M. teres minor (otot lengan belikat kecil), otot ini berpangkal di siku sebelah
luar tulang belikat menuju taju besar tulang pangkal lengan yang fungsinya
Otot pangkal lengan atas terdiri dari : otot-otot ketul ( fleksor ) dan otot
1) M. biceps brachii (otot lengan berkepala dua), kepala yang panjang melekat
pada sendi bahu, kepala yang pendek melekat di sebelah luar dan di sebelah
dalam. Otot ini ke bawah menuju ketulang pengumpil. Dibawah urat terdapat
25
2) M. brachialis (otot lengan dalam), otot ini berpangkal di bawah otot segitiga di
tulang pangkal lengan menuju taju di pangkal tulang hasta yang fungsinya
disebelah belakang tulang pangkal lengan dan menuju ke bawah kemudian bersatu
dengan yang lain, kepala dalam dimulai sebelah dalam tulang pangkal lengan,
kepala panjang dimulai pada tulang dibawah sendi dan ketiga-tiganya mempunyai
Gambar 9
Otot bahu
(Syaifudin, 1997:39)
26
4) M. digitorum carpi radialis, fungsinya sebagai ekstensi jari tangan kecuali ibu
jari.
fleksor digitor sublimis, fungsinya untuk fleksi jari ke dua dan kelingking. M.
Gambar 10
otot lengan bawah
(Syaifudin,1997:43-44)
Setelah kita mengetahui letak dan nama dari otot bagian lengan, dengan
begitu kita dapat menganalisa bagian otot lengan yang banyak bekerja atau
2006:4). Power juga diartikan sebagai komponen kondisi fisik seseorang tentang
gerakan.
28
bahwa pola gerak lengan untuk melakukan passing bawah ada tiga tahapan yaitu
tahap persiapan, tahap saat perkenaan, tahap akhir atau gerak lanjutan, sesuai
dengan analisa pola gerak tersebut maka otot-otot lengan yang berkontraksi atau
persiapan menerima bola agar lengan tetap lurus yaitu otot M. triceps brachialis,
Gambar 11
Gerakan ekstensor siku
(M. Mariyanto, Sunardi, dan Agus Margono, 1994:125)
2) Untuk menggerakan ayunan lengan ke atas saat tahap perkenaan dengan bola
Gambar 12
Gerakan perkenaan bola
(M. Mariyanto, Sunardi, dan Agus Margono, 1994:125)
Gambar 13
Gerakan lanjutan
(M. Mariyanto, Sunardi, dan Agus Margono, 1994:125)
30
lengan karena pada kontraksi ini tidak kelihatan adanya gerakan pada saat terjadi
ayunan lengan. Karena saat melakukan passing bawah bagian yang bekerja
menggerakkan ayunan lengan adalah otot bahu, sehingga hanya terjadi gerakan
pada sendi bahu dan tidak ada gerakan pada sendi siku (M. Mariyanto, Sunardi,
Selain adanya kontraksi otot lengan, pada saat gerakan passing bawah
juga terjadi proses relaksasi otot. Dalam gerakan passing bawah dari tahap awal
persiapan, tahap perkenaan, sampai pada tahap akhir atau lanjutan terdapat
sekelompok otot yang berelaksasi. Berikut beberapa otot lengan yang berelaksasi
1) Gerakan awal persiapan saat lengan lurus yaitu M. biceps brachii, dan M.
pronator teres.
3) Gerakan tahap akhir atau lanjutan saat lengan sebagai pendorong yaitu M.
beraksi pada tubuh manusia dan pengaruh – pengaruh yang ditimbulkan oleh
translatori adalah gerakan di mana benda bergerak secara keseluruhan dari suatu
tempat ke tempat lain. Sedangkan rotatori adalah gerakan yang berpusat pada
oleh syaraf ke setiap unit gerak pada otot. Otot berkontraksi dan kemudian
diperlukan energi dan energi dihasilkan dari berfungsinya sistem suplai. Selama
terjadinya, agar gerakan itu bisa dilakukan dengan lancar dan sesuai dengan
berbeda dengan sudut pandang anatomi dan fisiologi. Pengertian dari sudut
kepada otot atau sekelompok otot dengan kebutuhan setiap pelaksanaan bagian
melakukan gerakan atau kerja dengan tepat dan efisien. Koordinasi adalah
hubungan yang harmonis dari berbagai faktor yang terjadi pada suatu gerakan
bawah lebih banyak didominasi oleh kekuatan otot lengan, sedangkan otot yang
terdapat pada pangkal lengan atas dan lengan bawah peran aktif terjadi saat
impact (pertemuan) antara bagian proksimal lengan dan bola dimana lengan
difleksikan dengan bantuan Musculus Biseps Brachii. Jadi pada saat impact
(pertemuan) lengan dengan bola terjadi suatu momentum yang berkaitan dengan
kecepatan dan massa benda yang sedang bergerak. Jika lengan saat impact
dengan bola bergerak cepat, maka akan terjadi peningkatan momentum pada
momentum yang harus dikontrol oleh pemain. Karena saat passing bawah
searah dengan gerak. Bila gaya yang digunakan berlawanan dengan gerak akan
passing bawah saat kontak bola dengan lengan yang menghasilkan perlambatan
bola. Sesuai dengan dengan hukum reaksi ”pada setiap aksi akan timbul suatu
33
reaksi yang sama besarnya dan berlawanan arahnya”. Bila suatu benda bergerak
mendapatkan momentum, sedang benda lain yang dikenai gayanya akan memiliki
momentum yang sama besar dan berlawanan arah (Sri Haryono, 2005:16).
Gerakan ayunan lengan dari bawah ke atas pada passing bawah adalah
merupakan gerak fleksi dan abduksi lengan. Gerak fleksi adalah gerakan dari
bagian tubuh yang terjadi dalam bidang sagital dan berputar pada sumbu
transfersal. Sedangkan abduksi terjadi bila bagian badan bergerak menjauhi garis
tengah badan di dalam bidang frontal. Dalam hal ini bagian tubuh tersebut adalah
bola diungkit ke atas dengan jalan ayunkan lengan dan ditambah dengan
penurunan panggul. Maksud daripada gerakan ini tidak lain agar bola dapat
dipantulkan ke atas dengan sudut pantul 90 derajat (M. Mariyanto, Sunardi, dan
Agus Margono, 1994:69). Pengungkit adalah suatu batang yang kaku yang dapat
berputar pada satu titik yang tetap bila gaya digunakan untuk mengatasi beban.
Gerakan passing bawah merupakan pengungkit jenis kedua karena titik pusat
gerak atau sumbu putar terdapat pada sendi bahu serta pangkal beban dan pangkal
menyongsong bola yaitu gerakan menuju ke suatu tempat di mana bola tertuju.
Gerakan menyongsong bola mengandung suatu tuntutan bagi pemain untuk dapat
34
berusaha menempatkan diri sehingga bola yang datang dapat dimainkan dengan
mudah dan berhasil baik (M. Mariyanto, Sunardi, dan Agus Margono, 1994:161).
cepat lambatnya bola yang datang dari lawan. Bola yang datang dari teman
seregu lazimnya tidak keras dan tidak cepat sehingga pemain tidaklah terlalu
imbangan yang cepat pula. Dan untuk menghadapi bola smes yang keras,
haruslah dikembangkan latihan antisipasi terhadap arah gerak dan timing lawan
Gerakan saat melakukan passing bawah selain gerakan lengan juga terjadi
gerakan tungkai untuk memindahkan titik berat badan. Titik berat suatu benda
Boyke Mulyana (2000:19) letak titik berat atlet jarang tetap pada tempat yang
sama selama beberapa waktu. Jika saat berdiri tegak dan kemudian
menggerakkan tungkai ke arah depan satu langkah, maka titik beratnya berpindah
ke arah yang sama. Jika menggerakan tungkai dan lengannya, maka titik beratnya
Jarak berpindahnya titik berat tergantung pada seberapa besar dan jauh
posisi sebuah objek berubah, maka letaknya titik berat juga akan berubah.
Tungkai cukup berat dan memiliki massa yang besar, sehingga menyebabkan
pemindahan titik berat yang lebih besar dari pada ketika memindahkan salah satu
35
lengan saja. Pemindahan titik berat badan selalu berkaitan dengan jumlah massa
merupakan dua istilah yang hampir sama tetapi mempunyai arti yang berlainan.
Jika posisi sebuah objek diubah sedikit dan objek cenderung untuk kembali pada
posisi semula, maka objek itu dalam keadaan seimbang atau stabil
kontrol. Jika atlet yang mempunyai keseimbangan yang baik, maka ia dapat
Semakin stabil atlet, maka semakin besar tahanan yang diciptakannya untuk
antara kedua ujung kaki sempit, maka bermain tersebut ada pada keadaan yang
tidak stabil, maka akan lebih mudah digoyangkan. Sebaliknya, apabila pemain
36
bola voli melakukan posisi kuda-kuda dengan jarak antara ujung kaki lebih lebar,
maka pemain tersebut dalam keadaan yang lebih stabil, sebab ia memilki dasar
2) Stabilitas berbanding terbalik dengan besarnya jarak antara titik berat badan
direndahkan. Seorang atlet yang menaikkan letak titik beratnya akan kurang stabil
bila dibandingkan dengan atlet yang mempunyai letak berat badannya lebih
rendah di atas bidang tumpunya. Sama halnya dalam gerakan penerimaan bola
dalam passing bawah, dengan gerakan sedikit menekuk tungkai atas dan
3) Gaya gesekan.
cabang olahraga yang dilakukan, dapat dipergunakan alat yang mempunyai gaya
memperoleh stabilitas yang besar diperlukan alat yang memiliki gaya gesekan
yang besar pula, misalnya sepatu dengan sol yang dilengkapi secara khusus untuk
hal itu. Pada pemain bola voli sebaiknya sepatu yang dipakai untuk bermain
memiliki sol karet, hal ini bertujuan untuk memperoleh stabilitas yang besar pada
2.2.1 Analisis anatomi pada gerak keterampilan passing bawah bola voli
antara anggota gerak tubuh bagian atas dan bawah. Untuk anggota gerak tubuh
bagian atas terdiri dari tulang belakang, gelang panggul, gelang bahu, lengan atas
dan lengan bawah. Sedangkan anggota gerak bagian bawah yang terlibat terdiri
dari tulang paha, tulang tempurung lutut, tulang kering, tulang betis, dan tulang
kaki. Sehingga kedua bagian anggota gerak tersebut memerlukan koordinasi yang
dijelaskan bahwa pola gerak untuk melakukan passing bawah ada tiga tahapan
yaitu saat permulaan, saat pelaksanaan, dan lanjutan. Berikut penjelasan kerja
sendi dan gerak yang terjadi mengenai pola gerakan passing bawah :
1) Sikap permulaan :
Sendi bahu yang bergerak secara abduksi dan adduksi saat lengan mengayun
ke depan.
Sendi siku yang bergerak secara fleksi dan ekstensi saat lengan dalam
Sendi radio ulna yang bergerak saat lengan dalam keadaan pronasi dan
supinasi.
Sendi pinggul yang membatasi gerakan sendi keseluruh arah dan membentuk
Sendi lutut merupakan sendi engsel yang bergerak secara fleksi dan ekstensi.
Sendi telapak kaki yang bergerak sedikit mengayun secara adduksi dan
abduksi.
2) Sikap permulaan :
Sendi siku bergerak secara fleksi saat lengan bergerak lurus saat menerima
bola.
Sendi radio ulna bergerak secara supinasi saat perkenaan bola dengan bagian
proksimal lengan.
Sendi pinggul bergerak secara fleksi saat tubuh dalam keadaan condong ke
depan.
Sendi lutut bergerak ekstensi saat gerakan lutut dalam keadaan lurus.
Sendi telapak kaki begerak secara adduksi saat adanya gerakan sedikit
mengayun.
3) Sikap lanjutan :
Sendi bahu bergerak adduksi saat lengan kembali dalam posisi sikap awal.
Sendi lutut bergerak fleksi saat tubuh bergerak dalam posisi sikap awal.
Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa kerja sendi dan gerak
yang terjadi mempunyai peranan penting dalam hal koordinasi saat melakukan
2.2.2 Analisis Fisiologi pada gerak keterampilan passing bawah bola voli
39
lanjutan secara fisiologi merupakan hasil dari adanya koordinasi antara beberapa
punggung, lengan atas, lengan bawah, panggul, tungkai atas, dan tungkai bawah.
Secara fisiologi kontraksi otot yang terlibat pada gerakan passing bawah
1) Otot bagian bahu yang terdiri dari muskulus deltoid yang fungsinya
mengangkat lengan, muskulus teres mayor dan minor yang fungsinya memutar
2) Otot bagian punggung yang terdiri dari trapezius yang fungsinya mengangkat
dan menarik sendi bahu, muskulus interspinalis yang fungsinya untuk sikap dan
3) Otot lengan atas yang terdiri dari muskulus bisep braki yang fungsinya untuk
4) Otot lengan bawah yang terdiri dari muskulus pronator teres yang berfungsi
tangan.
40
5) Otot bagian panggul yang terdiri dari muskulus gluteus maksimus yang
fungsinya rotasi fleksi dan endorotasi femur, muskulus gluteus medius dan
6) Otot tungkai atas yang terdiri dari muskulus abductor femoralis yang
7) Otot tungkai bawah yang terdiri dari muskulus tibialis anterior yang
dari beberapa kontraksi otot pada bahu, punggung, lengan atas, lengan bawah,
panggul, tungkai atas, dan tungkai bawah mempunyai peranan penting dalam
2.2.3 Analisis biomekanika pada gerak keterampilan passing bawah bola voli
banyak didominasi oleh kekuatan otot lengan, sedangkan otot yang terdapat pada
pangkal lengan atas dan lengan bawah peran aktif terjadi saat impact (pertemuan)
antara bagian proksimal lengan dan bola dimana lengan difleksikan dengan
bantuan Musculus Biseps Brachii. Jadi jika lengan saat impact dengan bola akan
memerlukan momentum yang harus dikontrol agar bola dapat memantul dengan
jarak yang tepat untuk sampai ke arah sasaran. Gerakan passing bawah merupakan
gerakan pengungkit. Artinya bola diungkit ke atas dengan jalan ayunan lengan
41
dan ditambah dengan penurunan panggul agar bola dapat dipantulkan ke atas
Gerakan passing bawah selain adanya gerakan lengan juga terjadi gerakan
tungkai untuk melakukan pemindahan titik berat badan. Menurut Boyke Mulyana
(2000:19) letak titik berat atlet jarang tetap pada tempat yang sama selama
beberapa waktu. Begitu juga menurut Soedarminto (1992:150) jika bentuk atau
posisi sebuah objek berubah, maka letaknya titik berat juga akan berubah. Selain
titik berat badan, keseimbangan dan stabilitas tubuh juga mempengaruhi gerakan
kontrol. Stabilitas berkaitan dengan seberapa besar tahanan yang diciptakan atlet
maka semakin besar tahanan yang diciptakannya untuk mengatasi gaya yang
mengganggunya.
gerakan, dan prinsip mekanika yang terapkan mempunyai peranan penting dalam
METODOLOGI PENELITIAN
objek dan mencermati objek secara mendalam untuk menemukan semua variabel
Subjek dalam penelitian ini adalah pemain klub bola voli Putera Mustika
Blora. Sedangkan objek atau variabel pada penelitian ini adalah bagaimanakah
analisis gerak keterampilan passing bawah ditinjau dari anatomi, fisiologi, dan
biomekanika tubuh.
pengamatan atau observasi. Agar data yang diperoleh seobjektif mungkin, maka
penelitian.
42
43
1) Dokumentasi
Penulis dalam penelitian ini saat proses pengumpulan data dengan cara
menganalisis dokumen yang ada di buku, guna mendukung data-data lain yang
observasi sebagai metode pengumpulan data, dan lembar observasi berupa skala
Instrumen pada penelitian ini berupa data dari hasil dokumentasi yang
telah disusun berdasarkan landasan teori yang ada yang diperkuat dengan
biomekanika tubuh.
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar panduan atau
pedoman pengamatan yang berisi tentang sub variabel dari teknik passing bawah
bawah yang diisi oleh pelatih terdapat beberapa item pernyataan berdasarkan teori
yang dilakukan oleh sampel atau subjek penelitian. Pada pengamatan gerak
centang atau check (√) disesuaikan dengan hasil pengamatan, yaitu sesuai, dan
tidak sesuai. Kriteria nilai mengacu pada setiap gerakan tubuh dan pantulan bola
saat melakukan passing bawah yang benar dan sesuai dengan lembar pedoman
pengamatan.
karena analisis data dapat memberi arti dan makna yang berguna dalam
data, mengorganisasikan ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian data.
masing–masing dan disusun untuk dianalisis dan disimpulkan. Hal ini sesuai
dengan ciri dan sifat dari metode penelitian deskriptif seperti yang dikemukakan
45
masalah yang ada pada masa sekarang, pada masa actual”. Data yang terkumpul
ditetapkan
predikat, terlebih dahulu menentukan kriteria (tolak ukur) yang akan dijadikan
menentukan kategori deskriptif persentase (DP) yang diperoleh, maka dibuat tabel
Dengan demikian tabel kategori untuk keterampilan gerak passing bawah pemain
gerak keterampilan passing bawah bola voli di Klub Bola Voli Putra Mustika
Blora.
1) Berdasarkan data hasil pengamatan passing bawah ditinjau dari faktor anatomi
2) Berdasarkan data hasil pengamatan passing bawah ditinjau dari faktor fisiologi
47
48
keterampilan passing bawah pada dapat dilihat pada hasil berikut ini :
Tabel 4.5
Anatomi
Frequenc perce Valid Cumulative
y nt persen percent
Valid Sesuai 154 85.6 85.6 85.6
Tidak 26 14.4 14.4 100.0
Sesuai 180 100.0 100.0
Total
Sehingga gerak keterampilan passing bawah pemain bola voli Putra Mustika
Tabel 4.6
Fisiologi
Frequency percent Valid persen Cumulative percent
Valid Sesuai 133 88.7 88.7 88.7
Tidak Sesuai 17 11.3 11.3 100.0
Total 150 100.0 100.0
tidak sesuai diperoleh skor rata-rata 88,7% indikator menyatakan sesuai. Sehingga
gerak keterampilan passing bawah pemain bola voli Putra Mustika dalam
Tabel 4.7
Biomekanika
Frequency percent Valid persen Cumulative percent
Valid Sesuai 157 87.2 87.2 87.2
Tidak Sesuai 23 12.8 12.8 100.0
Total 180 100.0 100.0
sesuai. Sehingga gerak keterampilan passing bawah pemain bola voli Putra
passing bawah pada pemain Klub Bola Voli Putra Mustika Blora dapat dilihat
Tabel 4.8
Hasil Keseluruhan
Frequency percent Valid persen Cumulative percent
Valid Sesuai 444 87.1 87.1 87.1
Tidak Sesuai 66 12.9 12.9 100.0
Total 510 100.0 100.0
bawah ditinjau dari faktor anatomi, fisiologi, dan biomekanika terhadap 6 sampel
keterampilan passing bawah pada pemain bola voli Putra Mustika dalam kategori
1) Gerak keterampilan passing bawah pada pemain bola voli Putra Mustika
2) Gerak keterampilan passing bawah pada pemain bola voli Putra Mustika
3) Gerak keterampilan passing bawah pada pemain bola voli Putra Mustika
4.2 Pembahasan
bawah pemain bola voli Putra Mustika Blora ditinjau dari keseluruhan faktor
kategori baik. Karena dalam pelaksanaannya, teknik passing bawah pemain bola
voli ditinjau dari faktor anatomi dan biomekanika sudah baik, serta dari faktor
fisiologi sangat baik. Sehingga teknik passing bawah bila ditinjau dari faktor
anatomi dan fisiologi memerlukan koordinasi antara kerja sendi, gerak yang
terjadi, otot yang berperan serta bentuk kontraksinya, dan tinjauan kerja syaraf
bawah yang baik dan pengetahuan tentang anatomi, fisiologi, dan biomekanika
dalam melakukan passing bawah. Pemain yang memiliki teknik passing bawah
baik cenderung dapat melakukan passing bawah dengan baik pula. Kenyataan
gerakan yang terampil meliputi unsur fisik, mental, dan emosional. Ketiganya
harus berfungsi dalam suatu mekanisme yang terorganisasi dengan baik. Semua
sistem tubuh difungsikan melalui sistem syaraf untuk menghasilkan kontrol tubuh
gerak keterampilan passing bawah yang baik selain penguasaan teknik passing
juga perlu ditunjang faktor lain seperti memperhatikan faktor anatomi, fisiologi,
sebagai indikatornya. Berikut pembahasan hasil penelitian untuk tiap faktor yang
digunakan tersebut :
1) Faktor Anatomi
passing bawah pemain bola voli Putra Mustika Blora ditinjau dari faktor anatomi
dalam kategori baik. Karena agar teknik passing bawah dapat dikatakan baik,
maka setiap pemain diharapkan mengerti bahwa teknik passing bawah merupakan
salah satu jenis teknik dalam bermain bola voli yang membutuhkan faktor anatomi
seperti koordinasi dan kontrol anggota gerak tubuh secara keseluruhan atau
sebagian tubuh. Bila pemain mampu melakukan gerakan secara efisien dan benar
secara mekanis, maka pemain tersebut dapat dikatakan memilki gerakan yang
terampil.
Passing bawah merupakan salah satu teknik dalam permainan bola voli
yang harus dikuasai sebelum bermain bola voli. Passing bawah dalam bola voli
dapat terjadi akibat koordinasi dari anggota gerak badan bagian atas dan anggota
gerak badan bagian bawah. Semakin baik koordinasi antara anggota gerak badan,
berarti semakin baik pula keterampilan yang dihasilkan untuk melakukan passing
bawah, sehingga diperoleh hasil passing bola yang tepat dan akurat pada sasaran.
53
Pandangan mata yang selalu tertuju ke arah datangnya bola saat persiapan
dengan cepat yaitu kecepatan dan arah datangnya bola. Pada saat melakukan
sangat erat kaitannya dengan pemberian respon terhadap stimulus yang diterima.
Hal ini juga didukung pendapat Sugiyanto (1992:259) mengatakan bahwa apabila
stimulus cepat dipahami, kemudian keputusan cepat dibuat, maka responnya juga
bisa dengan cepat diberikan. Kedua lengan yang sedikit ditekuk dan sejajar paha
akan lebih memungkinkan tubuh cepat dalam persiapan menerima bola dan tidak
banyak mengalami hambatan saat bergerak. Punggung dan togok yang agak
dan Agus Margono (1994:159) bahwa togok yang terlalu tegak, kemampuan
untuk mengubah arah gerak akan semakin terhambat. Kemudian kaki yang dalam
posisi kangkang dengan salah satu kaki maju ke depan akan lebih memudahkan
untuk menghasilkan pantulan bola yang terarah setelah bola impact dengan bagian
proksimal lengan. Dengan sikap perkenaan yang benar maka akan memungkinkan
pada bagian proksimal pergelangan dan dengan bidang yang selebar mungkin agar
bola dapat melambung secara stabil. Kemudian pada saat bola jatuh jauh terlalu ke
depan atau ke samping, maka untuk dapat menjangkau bola agar dapat dipassing
dengan baik pemain menggunakan teknik passing dengan satu tangan. Karena
dengan menggunakan satu tangan maka jangkauan lengan pemain saat perkenaan
bola akan lebih jauh daripada dengan dua tangan. Hal ini juga didukung pendapat
dalam permainan bola voli memainkan bola dengan teknik passing bawah ada
kalanya harus dilakukan dengan satu tangan, yang mana posisi bola tidak
memungkinkan untuk dipassing dengan dua tangan karena bola jatuh jauh dari
Selain itu sikap akhir setelah bola dipassing juga sangat penting karena
dengan sikap akhir yang baik akan memungkinkan saat melakukan persiapan
penerimaan bola selanjutnya akan lebih siap. Pentingnya sikap akhir saat passing
maka segera diikuti pengambilan sikap siap normal, dengan tujuan agar dapat
2) Faktor Fisiologi
passing bawah pemain bola voli Putra Mustika Blora ditinjau dari faktor fisiologi
dalam kategori sangat baik. Karena agar teknik passing bawah dapat dikatakan
baik, maka setiap pemain diharapkan mengerti bahwa teknik passing bawah
55
merupakan perpaduan dari koordinasi dan kontrol antara gerakan yang tidak dapat
dipisahkan pada bahu, lengan atas, lengan bawah, punggung, togok, pinggul,
tungkai atas, dan tungkai bawah. Hal tersebut dipertegas oleh pendapat Sugiyanto
(1992:248) yang menyatakan koordinasi dan kontrol tubuh yang baik akan
gerak dihantarkan oleh syaraf ke setiap unit gerak pada otot. Otot yang
persendian. Saat melakukan passing bawah banyak bagian otot tubuh yang
lengan, togok, dan tungkai. Karena saat passing bawah diperlukan adanya
efisiensi gerakan serta mempercepat proses pemulihan. Selain itu koordinasi otot
saat passing bawah tubuh juga diperlukan karena gerakan yang terkoodinasi
dengan baik akan menimbulkan ketegangan otot yang tidak perlu dan
dengan perolehan nilai yang tinggi, dengan arah yang baik, dan menggunakan
3) Faktor Biomekanika
passing bawah pemain bola voli Putra Mustika Blora ditinjau dari faktor
biomekanika dalam kategori baik. Karena agar dalam pelaksanaan passing bawah
unsur kekuatan yang ada pada lengan, togok, punggung, perut, dan tungkai
tersebut secara maksimal dengan jalan melakukan gerakan passing secara cepat
sebab untuk mendapatkan hasil pantulan bola yang baik seorang pemain harus
mampu mamadukan unsur kekuatan yang ada pada dirinya dengan kecepatan
gerak baik saat mengayunkan lengan memasing bola maupun bergerak ke arah
Sunardi, dan Agus Margono (1994:293) mengatakan bahwa daya otot (Muscular
yang digunakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Dalam kata lain daya
mengeluarkan kekuatan maksimal dalam waktu yang amat singkat seperti halnya
Gerakan ayunan lengan saat passing bawah lebih banyak didominasi oleh
kekuatan otot lengan, sedangkan otot yang terdapat pada bahu, punggung, togok,
bola terjadi pada bagian proksimal lengan dimana terjadi suatu momentum yang
berkaitan dengan kecepatan dan massa benda yang sedang bergerak. Keterampilan
passing bawah pada dasarnya tergantung pada kecepatan dan arah datangnya bola,
dikontrol pemain agar bola dapat melayang dengan jarak yang tepat untuk sampai
kepada sasaran. Dalam melakukan passing bawah untuk menerima bola yang
datangnya cepat lengan tidak perlu diayun melainkan cukup ditahan. Bahkan
untuk menerima bola yang datangnya lebih cepat dan keras, lengan harus
meredam dengan cara sedikit menarik lengan ke arah datangnya bola. Kenyataan
melakukan gerakan secara efisien dan benar secara mekanis. Melakukan secara
Gerakan saat passing bawah selain adanya gerakan lengan juga terjadi
gerakan tungkai untuk memindahkan titik berat badan. Badan yang sedikit
dicondongkan ke depan saat persiapan dan berat badan yang menumpu pada
labil agar dapat lebih mudah dan lebih cepat bergerak ke segala arah. Ketika
bidang tumpu terutama kaki depan jauh tertinggal di belakang, sehingga titik berat
badan jatuh di depan bidang tumpu. Kemudian saat tubuh melakukan gerakan ke
samping kiri maupun kanan, tumpuan tubuh bagian atas menumpu pada kaki yang
ditekuk. Tujuan dari gerakan ini adalah untuk lebih memudahkan pemain
punggung, lalu bahu. Pernyataan ini didukung oleh Soedarminto (1992:150) yang
mengatakan jika bentuk atau posisi sebuah objek berubah, maka letaknya titik
Selain pengaruh dari titik berat badan, keseimbangan dan stabilitas tubuh
dan menetralkan gaya yang akan memengaruhinya. Posisi kaki setiap pemain
yang menekuk dan sedikit kangkang saat menerima bola tujuannya agar pemain
terjadi perkenaan bola dengan bagian proksimal lengan. Kemudian saat tahap
perkenaan, berat badan pemain yang bertumpu pada ujung kaki bagian depan agar
untuk dapat bergerak ke depan. Hal ini didukung oleh Soedarminto (1992:152)
yang menyatakan jika posisi sebuah objek diubah sedikit dan objek cenderung
untuk kembali pada posisi semula, maka objek itu dalam keadaan seimbang atau
stabil.
BAB V
5.1 Simpulan
simpulan :
pemain di Klub Bola Voli Putra Mustika dalam kategori baik, dengan
rincian:
1) Gerak keterampilan passing bawah pemain bola voli Putra Mustika ditinjau
2) Gerak keterampilan passing bawah pemain bola voli Putra Mustika ditinjau
3) Gerak keterampilan passing bawah pemain bola voli Putra Mustika ditinjau
5.2 Saran
1) Bagi pemain bola voli, agar dapat melakukan keterampilan passing bawah
dengan baik dan benar, maka perlu lebih memperhatikan faktor anatomi,
59
60
penelitian ini digunakan sebagai bahan pertimbangan agar diperoleh hasil yang
Machfud Irsada. 1999. Bola Voli. Depdikbud. Dirjen Pendidikan Dasar dan
Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III.
M. Yunus. 1992. Olahraga Pilihan Bola Voli. Depdikbud Dirjen Dikti. Proyek
Pembinaan Tenaga Kependidikan.
61
62
Nuril Ahmadi. 2007. Panduan Olahraga Bola Voli. Surakarta : Era Pustaka
Utama.
Lampiran 1.
Lembar Pedoman Pengamatan atau Observasi
Pengamat
No Indikator Pengamatan/Observasi
Sesuai Tidak Ket
sesuai
Anatomi
Sikap permulaan saat passing bawah:
a. Saat bola datang normal / tengah:
1 -Pandangan mata selalu tertuju ke arah datangnya
bola dengan kepala menghadap lurus ke depan
2 -Kedua lengan menggantung sejajar paha dengan
siku ditekuk lebih kurang 90 derajat (fleksi)
3 -Posisi punggung dan togok lurus agak condong
ke depan dalam posisi rendah
4 -Kaki dalam posisi sedikit kangkang dengan salah
satu kaki maju ke depan, sedangkan lutut sedikit
ditekuk menghadap lurus ke arah datangnya bola
Fisiologi
Sikap permulaan saat passing bawah:
a. Saat bola datang normal/tengah :
31 -Sistem syaraf mengatur koordinasi otot lengan,
togok, dan kaki untuk berkontraksi melakukan
gerakan sikap siap secara bersamaan
Biomekanika
Sikap permulaan saat passing bawah:
a. Saat bola datang normal/tengah :
56 -Lengan menggantung dalam keadaan relaks
dengan siku ditekuk kurang lebih 90 derajat untuk
menjaga keseimbangan tubuh
57 -Togok / badan agak condong ke depan dan berat
badan menumpu pada telapak kaki bagian depan
untuk mendapatkan keseimbangan labil
58 -Kaki agak sedikit kangkang dan menekuk dengan
sudut 90 derajat tujuan agar tubuh tetap seimbang
dan stabil
Pelatih
69
Lampiran 2.
Tabel kategori
Interval Kriteria
88% - 100% Sangat Baik
71% - 87% Baik
54% - 70% Sedang
37% - 53% Kurang
20% - 36% Sangat Kurang
71
Lampiran 3.
berguling ke samping
20 Otot kaki berkontraksi melakukan gerakan loncatan 6 0
yang bertumpu pada satu kaki
21 Otot bahu (deltoideus, teres mayor, teres minor, 6 0
pectoralis mayor) dan lengan (triceps brachii~
brachialis, anconeus, flexor carpi radialis, extensor
digitorum, abductor pollicis longus) berkontraksi
melakukan gerakan lurus dari bawah ke atas
22 Otot tangan berkontraksi mendorong dada, perut, dan 6 0
paha meluncur di lantai
23 Otot deltoid, teres minor, dan biseps menggerakan 6 0
lengan sebagai pendorong saat melakukan gerakan
lanjutan
24 Sendi lutut lurus (ekstensi) kemudian menekuk (fleksi) 2 4
kembali seperti sikap awal
25 Badan (togok) tetap agak condong ke depan 3 3
Jumlah 133 17
Presentase 88,7 11,3
Kriteria sangat
baik
Tabel kategori
Interval Kriteria
88% - 100% Sangat Baik
71% - 87% Baik
54% - 70% Sedang
37% - 53% Kurang
20% - 36% Sangat Kurang
73
Lampiran 4.
Tabel kategori
Interval Kriteria
88% - 100% Sangat Baik
71% - 87% Baik
54% - 70% Sedang
37% - 53% Kurang
20% - 36% Sangat Kurang
75
Lampiran5.
Tabel kategori
Interval Kriteria
88% - 100% Sangat Baik
71% - 87% Baik
54% - 70% Sedang
37% - 53% Kurang
20% - 36% Sangat Kurang
80
Lampiran 6.
Faktor Fisiologi
frequency percent Valid persen Cumulative percent
Valid Sesuai 133 88.7 88.7 88.7
Tidak Sesuai 17 11.3 11.3 100.0
Total 150 100.0 100.0
Faktor Biomekanika
Frequency percent Valid persen Cumulative percent
Valid Sesuai 157 87.2 87.2 87.2
Tidak Sesuai 23 12.8 12.8 100.0
Total 180 100.0 100.0
Faktor Keseluruhan
frequency percent Valid persen Cumulative percent
Valid Sesuai 444 87.1 87.1 87.1
Tidak Sesuai 66 12.9 12.9 100.0
Total 510 100.0 100.0
81
Lampiran 13.
Dokumentasi Penelitian
Tahap permulaan
Tahap perkenaan
Tahap lanjutan
83
Tahap permulaan
Tahap perkenaan
Tahap lanjutan
84
Tahap permulaan
Tahap perkenaan
Tahap lanjutan