PERHITUNGAN PRESTRESS CONCRETE "I" GIRDER (PCI-GIRDER)
DATA JEMBATAN SPESIFIC GRAVITY
Uraian Notasi Dimensi Berat
Jenis Bahan 3
Panjang balok prategang L 24,00 m (kN/m )
Berat balok prategang Wbalok 960,00 kNm Beton bertulang wc = 25,00
Jarak antara balok prategang s 1,85 m Beton prategang wc = 25,50
Tebal plat lantai jembatan h0 0,20 m Beton wc = 24,00
Tebal aspal ha 0,05 m Aspal waspal = 22,00
Air hujan wair = 9,80
DIMENSI BALOK PRESTRESS
Lebar Lebar
Kode Kode
(m) (m)
b1 0,400 h1 0,030
b2 0,500 h2 0,045
b3 0,165 h3 0,075
b4 0,170 h4 1,050
b5 0,240 h5 0,100
b6 0,650 h6 0,125
h 1,250
BETON GIRDER PRATEGANG
Mutu beton girder prestress : K- 800
Kuat tekan beton, fc' = 0,83 * K / 10 = 66,4 MPa
Modulus elastik beton, Ec = 4700 * √ fc' = 38298,5 MPa
Angka Poisson, υ= 0,15
Modulus geser, G = Ec / [2*(1 + υ)] = 16651,5 MPa
Koefisien muai panjang untuk beton, α = 0,00001 / °C
Kuat tekan beton pada keadaan awal (saat transfer), fci' = 0,80 * fc' = 53,12 MPa
Tegangan ijin beton saat penarikan : Tegangan ijin tekan, 0,60 * fci' = 31,87 MPa
Tegangan ijin tarik, 0,50 * √fci' = 3,64 MPa
Tegangan ijin beton pada keadaan akhir : Tegangan ijin tekan, 0,45 * fc' = 29,88 MPa
Tegangan ijin tarik, 0,50 * √fc' = 4,07 MPa
BETON SLAB LANTAI JEMBATAN
Mutu beton slab lantai jembatan : K- 350
Kuat tekan beton, fc' = 0,83 * K / 10 = 29,05 MPa
Modulus elastik beton, Ec = 4700 * √ fc' = 25332,1 MPa
Angka Poisson, υ= 0,15
Modulus geser, G = Ec / [2*(1 + υ)] = 11013,9 MPa
DATA STRANDS CABLE - STANDAR VSL
Jenis strands Uncoated 7 wire super strands ASTM A-416 grade 250
Tegangan leleh strand fpy = 1466 MPa
Kuat tarik strand fpu = 1725 MPa
Diameter nominal strands 12,7 mm (=1/2")
2
Luas tampang nominal satu strands Ast = 92,9 mm
Beban putus minimal satu strands Pbs = 160,1 kN (100% UTS)
Jumlah kawat untaian (strands cable) 19 kawat untaian / tendon
Diameter selubung ideal 84 mm
2
Luas tampang strands 1765,1 mm
Beban putus satu tendon Pb1 = 3559,1 kN (100% UTS)
Modulus elastis strands Es = 193.000 MPa
Tipe dongkrak VSL 19
BAJA TULANGAN
Untuk Baja tulangan sirip D > 12 mm BJTS 42 Kuat leleh baja, fy = 420 MPa
Untuk Baja tulangan polos Ø ≤ 12 mm BJTP 28 Kuat leleh baja, fy = 280 MPa
1. PENENTUAN LEBAR EFEKTIF PLAT LANTAI
Lebar efektif plat (Be) diambil nilai terkecil dari :
L/4 = 6,00 m
s= 1,85 m
12 * h0 = 2,4 m
Diambil lebar efektif plat lantai, Be = 1,85 m
Kuat tekan beton plat, fc'(plat) = 0.83 * K (plat) = 29,05 MPa
Kuat tekan beton balok, fc'(balok) = 0.83 * K (balok) = 66,40 MPa
Modulus elastik plat beton, Eplat = 4700 √ fc' (plat) = 25332,08 MPa
1.5
Modulus elastik balok beton prategang, Ebalok = 0.043 *(wc) * √ fc' (balok) = 45119,34 MPa
Nilai perbandingan modulus elastik plat dan balok, n = Eplat / Ebalok = 0,561446
Jadi lebar pengganti beton plat lantai jembatan, Beff = n * Be = 1,04 m
Untuk menghindari hambatan dan kesulitan pada saat pengangkutan, maka balok prategang dibuat
dalam bentuk segmental, dengan berat per-segmen maksimum 80 kN sehingga dapat diangkut dengan
truck kapasitas 80 kN, kemudian segmen-segmen balok tersebut disambung di lokasi jembatan.
2. SECTION PROPERTIES BALOK PRATEGANG
DIMENSI Luas Jarak terhadap Statis Inersia Inersia
Lebar Tinggi Penampang alas Momen Momen Momen
NO A*y
2
b h A y A*y Io
2 3 4 4
(m) (m) (m ) (m) (m ) (m ) (m )
1 0,400 0,030 0,01200 1,24 0,014820 0,018303 0,000001
2 0,500 0,045 0,02250 1,20 0,026944 0,032265 0,000004
3 0,165 0,075 0,01238 1,15 0,014231 0,016366 0,000004
4 0,170 1,050 0,17850 0,65 0,116025 0,075416 0,016400
5 0,240 0,100 0,02400 0,16 0,003800 0,000602 0,000013
6 0,650 0,125 0,08125 0,06 0,005078 0,000317 0,000106
Total 0,331 0,180898 0,143269 0,016527
Tinggi total balok prategang : h= 1,25 m ho = 0,20 m
Luas penampang balok prategang : A= 0,33 m2 Beff = 1,04 m
Letak titik berat : yb = ΣA*y / ΣA = 0,55 m ya = h - yb = 0,70 m
Momen inersia terhadap alas balok : Ib = Σ A*y + Σ Io = 0,15980 m4
Momen inersia terhadap titik berat balok : Ix = Ib - A * yb 2 = 0,06082 m4
Tahanan momen sisi atas : Wa = Ix / ya = 0,08653 m3
Tahanan momen sisi atas : Wb = Ix / yb = 0,11116 m3
3. SECTION PROPERTIES BALOK COMPOSIT (BALOK PRATEGANG + PLAT)
DIMENSI Luas Jarak terhadap Statis Inersia Inersia
Lebar Tinggi Penampang alas Momen Momen Momen
NO A*y
2
b h A y A*y Io
2 3 4 4
(m) (m) (m ) (m) (m ) (m ) (m )
0 1,04 0,200 0,20774 1,35 0,280442 0,378597 0,000692
1 0,400 0,030 0,01200 1,24 0,014820 0,018303 0,000001
2 0,500 0,045 0,02250 1,20 0,026944 0,032265 0,000004
3 0,165 0,075 0,01238 1,15 0,014231 0,016366 0,000004
4 0,170 1,050 0,17850 0,65 0,116025 0,075416 0,016400
5 0,240 0,100 0,02400 0,16 0,003800 0,000602 0,000013
6 0,650 0,125 0,08125 0,06 0,005078 0,000317 0,000106
Total 0,538 0,461341 0,521866 0,017220
Tinggi total balok Composit : hc = 1,45 m
Luas penampang balok composit : Ac = 0,538 m2
Letak titik berat : ybc = ΣAc*y / ΣAc = 0,86 m yac = hc - ybc = 0,593 m
Momen inersia terhadap alas balok : Ibc = Σ Ac*y + Σ Ico = 0,539 m4
Momen inesia terhadap titik berat balok composit : Ixc = Ibc - Ac*ybc 2 = 0,144 m4
Tahanan momen sisi atas plat : Wac = Ixc / yac = 0,242 m3
Tahanan momen sisi atas balok : W'ac = Ixc / (yac - ho) = 0,366 m3
Tahanan momen sisi bawah balok : Wbc = Ixc / ybc = 0,168 m3
4. PEMBEBANAN BALOK PRATEGANG
4.1. BERAT SENDIRI (MS)
4.1.1. BERAT DIAFRAGMA
Ukuran diafragma : Tebal = 0,20 m Lebar = 1,68 m Tinggi = 1,68 m
Berat 1 buah diafragma W= 14,11 kN
Jumlah diafragma n= 9,00 bh
Panjang bentang L= 24,00 m
x4 = 12,00 m (dari tengah bentang)
x3 = 9,00 m (dari tengah bentang)
x2 = 6,00 m (dari tengah bentang)
x1 = 3,00 m (dari tengah bentang)
x0 = 0,00 m (dari tengah bentang)
Momen maks di tengah bentang L, Mmax = (( 1/2 * n) * x4- x3 - x2 - x1) * W = 508,0 kNm
Berat diafragma ekivalen, Qdiafragma = 8 * (Mmax/L2) = 7,056 kNm
4.1.2. BERAT BALOK PRATEGANG
Panjang balok prategang, L= 24,00 m
Berat balok prategang +10%, Wbalok=1,10*A*L*wc = 222,57675 kn
Qbalok=Wbalok/L = 9,274 kN/m
4.1.3 GAYA GESER DAN MOMEN AKIBAT BERAT SENDIRI (MS)
Beban QMS = A * w kN/m Panjang bentang, L= 24,00 m
Gaya geser VMS=(1/2)*QMS*L kN
Momen MMS=(1/8)*QMS*L2 kNm
Beban
Jenis beban Lebar Tebal Luas Berat sat Geser Momen
No QMA
berat sendiri b (m) h (m) A (m2) w (kN/m3) (kN) (kNm)
(kN/m)
1 Balok prategang 9,27 111,29 667,73
2 Plat lantai 1,85 0,20 0,37 25 9,25 111,00 666,00
3 Steel slab 1,04 0,030 0,03 25 0,78 9,35 56,09
4 Diafragma 7,1 84,7 508,0
Total 26,4 316,3 1.897,9
4.2. BEBAN MATI TAMBAHAN (MA)
Beban mati tambahan ( superimposed dead load ), adalah berat seluruh bahan yang menimbulkan suatu beban
pada girder jembatan yang merupakan elemen non-struktural, dan mungkin besarnya berubah selama umur jembatan
Girder jembatan direncanakan mampu memikul beban mati tambahan berupa :
a. Aspal beton setebal 50 mm untuk pelapisan kembali di kemudian hari (overlay).
b. Genangan air hujan setinggi 25 mm apabila saluran drainase tidak bekerja dengan baik
Beban, QMA = A * w kN/m Panjang bentang, L= 24,00 m
Gaya geser, VMA = 1/2 * QMA * L kN
Momen, MMA = 1/8 * QMA * L2 kNm
Lebar Tebal Luas Berat sat Beban Geser Momen
No Jenis beban berat sendiri b h A w QMA VMA MMA
(m) (m) (m2) (kN/m3) (kN/m) (kN) (kNm)
1 Lapisan aspal + overlay 1,85 0,05 0,09 22,00 2,04 24,42 146,52
2 Air hujan 1,85 0,025 0,05 9,80 0,45 5,44 32,63
Total 2,49 29,86 179,15
4.3 BEBAN LAJUR "D" (TD)
Beban lajur "D" terdiri dari beban terbagi merata (Uniformly Distributed Load), UDL dan beban garis (Knife Edge Load)
, KEL seperti terlihat pd. gambar. UDL mempunyai intensitas q (kPa) yang besarnya tergantung pada panjang total L
yang dibebani dan dinyatakan dengan rumus sebagai berikut :
q= 8 kPa untuk L < 30 m
q= 8,0*(0,5+15/L)kPa untuk L > 30 m
KEL mempunyai intensitas, p = 44 kN/m
Faktor beban dinamis (Dinamic Load Allowance) untuk KEL diambil sebagai berikut :
DLA = 0,4 untuk L ≤ 50 m
DLA = 0,4-0,0025*(L-50) untuk 50 < L < 90 m
DLA = 0,3 Untuk L ≥ 90 m
Panjang balok : L= 24,00 m Jarak antara balok prategang, s = 1,85 m
Beban merata : q = 8 kPa 8,00 kPa
Beban merata pada balok : QTD = q*s = 14,80 Kn/m
Beban garis : p= 44 Kn/m
Faktor beban dinamis : DLA = 0,4
Beban terpusat pada balok : PTD = ( 1 + DLA )* p * s = 113,96 kN
Gaya geser dan momen maksimum pada balok akibat beban lajur "D" :
VTD = (1/2*QTD*L) + (1/2*PTD) = 234,58 kN
MTD = (1/8*QTD*L2) + (1/4*PTD*L) = 1749,4 Kn/m