0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan14 halaman

Penyuluhan Diabetes Melitus di RSUD Kanjuruhan

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) mengenai Diabetes Mellitus yang ditujukan kepada keluarga pasien di Ruang Airlangga RSUD Kanjuruhan. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang penyakit, tanda, gejala, pencegahan, dan pengobatan Diabetes Mellitus. Kegiatan akan dilaksanakan pada 18 April 2025 dengan metode ceramah dan tanya jawab menggunakan media leaflet dan PPT.

Diunggah oleh

Salsabila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan14 halaman

Penyuluhan Diabetes Melitus di RSUD Kanjuruhan

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) mengenai Diabetes Mellitus yang ditujukan kepada keluarga pasien di Ruang Airlangga RSUD Kanjuruhan. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang penyakit, tanda, gejala, pencegahan, dan pengobatan Diabetes Mellitus. Kegiatan akan dilaksanakan pada 18 April 2025 dengan metode ceramah dan tanya jawab menggunakan media leaflet dan PPT.

Diunggah oleh

Salsabila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DIABETES MELLITUS PADA PASIEN DI RUANG AIRLANGGA


RSUD KANJURUHAN KAB. KEPANJEN

Disusun Oleh:

KELOMPOK 13B
1. Jauhar Roulfia (P17212245092)
2. Wahyu Andriani (P17212245093)
3. Anjali Febiola (P17212245094)

PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH I

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

POLTEKKES KEMENKES MALANG

TAHUN AKADEMIK 2024/2025


LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN TENTANG DIABETES MELLITUS


DI RUANG AIRLANGGA
SEBAGAI PEMENUHAN LAPORAN PRAKTIK KLINIK
KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH I

NAMA : KELOMPOK 13B

PRODI : PROFESI NERS

SATUAN ACARA PENYULUHAN INI TELAH DISETUJUI DAN DISAHKAN PADA


HARI/TANGGAL :

Kepanjen, 2025

KELOMPOK 13B
MENGETAHUI
PERCEPTOR KLINIK PERCEPTOR AKADEMIK

NIP. NIP.
LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN TENTANG KEPATUHAN MINUM


OBAT DI RUANG AIRLANGGA
SEBAGAI PEMENUHAN LAPORAN PRAKTIK KLINIK
KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH I

NAMA : KELOMPOK 13B

PRODI : PROFESI NERS

SATUAN ACARA PENYULUHAN INI TELAH DISETUJUI DAN DISAHKAN PADA


HARI/TANGGAL :

Kepanjen, 2025

KELOMPOK 13B
MENGETAHUI
PERCEPTOR KLINIK PERCEPTOR AKADEMIK

NIP. NIP.
SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Materi Pembelajaran : Satuan Acara Penyuluhan (SAP)

Topik : Penyuluhan Diabetes Mellitus di Ruang Airlangga

Tema : Diabetes Mellitus

Sasaran : Keluarga pasien di Ruang Airlangga

Tempat : Ruang Sadewa Airlangga

Hari/Tanggal : Jumat, 18 April 2025

Waktu : 30-60 Menit

I. LATAR BELAKANG
Diabetes Melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang disebabkan oleh
gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin secara memadai.
Penyakit ini bisa dikatakan sebagai penyakit kronis karena dapat terjadi secara
menahun. Berdasarkan penyebabnya diabetes melitus di golongkan menjadi tiga
jenis, diantaranya diabetes melitus tipe 1, tipe 2 dan diabetes melitus gestasional
(Kemenkes RI, 2020). Diabetes melitus tipe 1 disebabkan karena reaksi autoimun
yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta pada pankreas
sehingga tidak bisa memproduksi insulin sama sekali. Sedangkan diabetes melitus
tipe 2 terjadi karena akibat adanya resistensi insulin yang mana sel-sel dalam tubuh
tidak mampu merespon sepenuhnya insulin. Diabetes gestasional disebabkan
karena naiknya berbagai kadar hormon saat hamil yang bisa menghambat kerja
insulin (International Diabetes Federation, 2019). Maka dari itu, untuk mengetahui
bahwa seseorang mengidap penyakit diabetes melitus dapat ditegakkan melalui
pemeriksaan klinis berupa pemeriksaan kadar gula darah.

Menurut penelitian dari Trisnadewi et al., (2018) di Tabanan mengenai


manajemen DM dengan jumlah sampel 80 orang, mendapatkan hasil bahwa
sebanyak 49 orang (61,3%) berpengetahuan kurang tentang pengobatan DM,
dikarenakan kurangnya informasi dari petugas kesehatan. Selain itu, menurut
responden hanya obat yang dapat mengendalikan kadar gula darah, diet dan
melakukan aktivitas fisik dianggap tidak terlalu berperan, hal inilah yang
mempengaruhi naiknya kasus DM di Kabupaten Tabanan. Dalam menegakkan
diagnosa pada kasus diabetes melitus perlu dilakukan pemeriksaan kadar gula
darah di dalam tubuh. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Puskesmas
Tabanan II dengan jumlah sampel 80 orang, status Kadar Gula Darah Anteprandial
pada penderita diabetes melitus menunjukan nilai rata-rata dalam kategori buruk
( ni wayan Trisnadewi & Pramesti, 2020). Selain itu, berdasarkan hasil penelitian
yang dilakukan oleh Ari Rasdini yang tertuang dalam jurnal Jurusan Keperawatan
Politeknik Kesehatan Denpasar (2017) dengan jumlah sampel 79 orang pasien
diabetes melitus yang dirawat di RSUP Sanglah, Ratarata nilai kadar gula darah
anteprandial dan nilai kadar gula darah 2 jam pp juga dalam kategori buruk.

Keadaan kadar gula darah yang meningkat pada pasien diabetes melitus akan
berdampak pada tingginya resiko ulkus kaki yang sulit disembuhkan. Hal ini 4
dikarenakan kemampuan pembuluh darah dalam berkontraksi maupun relaksasi
sehingga mengakibatkan gangguan perfusi jaringan pada bagian distal (D.
Wahyuni et al., 2016). Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Wahyuni (2016) bahwa adanya hubungan kadar gula darah dengan derajat ulkus
diabetik. Hasil penelitian tersebut memperoleh 10,0% derajat 1 ulkus kaki diabetik
dengan kadar gula darah. Penatalaksanaan yang bisa dilakukan untuk kasus
diabetes melitus dengan mentaati 4 pilar, yang diantaranya mengatur pola makan,
melakukan aktivitas fisik, terapi farmakologi dan edukasi. Pengaturan pola makan
dapat dilakukan dengan prinsip 3J ( jenis, jumlah, jadwal). Hal ini dilakukan untuk
mengurangi makanan atau minuman manis yang dapat berkontribusi terhadap
tingginya kadar gula darah. Tidak hanya mengatur asupan nutrisi, melakukan
aktivitas fisik juga dapat mengontrol kadar gula dan berat badan. Aktivitas fisik
dapat dilakukan dengan durasi 30 menit/hari. Penderita DM sangat diwajibkan
untuk melakukan terapi insulin secara teratur untuk mencegah tingginya kadar gula
darah yang berujung komplikasi. Selain itu, pentingnya edukasi juga dapat
membantu mengendalikan kasus diabetes melitus di Indonesia (Kemenkes RI,
2020).
II. TUJUAN INSTRUKSIONAL
a. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan keluarga dan klien memahami tentang
penyakit diabetes mellitus .
b. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 20-30 menit diharapkan keluarga dan klien
dapat mengetahui :
1. Pengertian Diabetes Mellitus
2. Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus
3. Cara pencegahan Diabetes Mellitus
4. Pengobatan Diabetes Mellitus
5. Hal yang harus diperhatikan penderita Diabetes Melitus

III. SASARAN
Sasaran dari penyuluhan ini ditujukan kepada Keluarga atau Wali dari klien
Ruang Airlangga

IV. WAKTU

Kegiatan penyuluhan akan dilaksanakan

pada: Hari/tanggal : Jumat, 18 april 2025

Jam : Kondisional (07.00 – 14.00 WIB)

Tempat : Ruang Airlangga

V. METODE
Metode yang digunakan adalah:
 Ceramah
 Tanya Jawab

VI. MEDIA
Media yang digunakan adalah
 Leaflet
 PPT
VII. KEGIATAN PENYULUHAN

No. Alokasi Waktu Kegiatan Metode Media

1. 10 menit Pembukaan Ceramah


a. MC mengucapkan
salam pembuka dan
memperkenalkan diri
b. Melakukan kontrak
waktu dan materi
dengan peserta
penyuluhan
c. MC memperkenalkan
pemateri
d. Menjelaskan maksud
dan tujuan dilakukan
penyuluhan

2. 30 menit Pelaksanaan Ceramah Leaflet


a. Menjelaskan materi Demonstrasi
penyuluhan secara Tanya Jawab
detail dan teratur :
 Pengertian diabetes
mellitus
 Tanda dan gejala
diabetes mellitus
 Cara pencegahan
diabetes mellitus
 Obat diabetes mellitus

3. 15 Menit Evaluasi Ceramah Leaflet


a. Meminta keluarga pasien
untuk review singkat
tentang materi yang telah
dijelaskan secara singkat
b. Sesi tanya jawab
c. Penutupan
Dokumentasi
 Foto bersama

VIII. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Peserta hadir ditempat penyuluhan
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Ruang Airlangga
c. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan sebelumnya
2. Evaluasi Proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
b. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
c. Peserta omengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
a. Audien mengetahui apa yang dimaksud pengertian Diabetes Mellitus
b. Audien mengetahui tujuan dan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
c. Audien mengetahui cara pencegahan Diabetes Mellitus
d. Audien mengetahui obat Diabetes Mellitus
4. URAIAN MATERI
A. Pengertian Diabetes Melitus
Kencing manis/ Diabetes Melitus ialah suatu gangguan metabolisme gula, karena
kekurangan hormon insulin sehingga kadar gula dalam tubuh meningkat. Diabetes adalah
penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula
darah yang melebihi batas normal. Penyebab kenaikan darah gula darah tersebut menjadi
landasan pengelompokkan jenis Diabetes [Link] ASI

B. Tanda dan Gejala Diabetes Melitus


1. DM TYPE I (sering pada usia < 40 tahun)
- Haus berlebihan
- Sering kencing
- Lemah, lelah
- Nafsu makan turun
- Berat badan turun

2. DM TYPE II (pada usia tua > 40 tahun)

- Lemah
- Gatal pada kulit
- Infeksi saluran kemih
- Penglihatan kabur
- Infeksi jamur

C. Pencegahan Diabetes Melitus


Untuk mencegah komplikasinya dapat melakukan hal-hal berikut:
- Pemeriksaan mata setahun sekali
- Pemeriksaan laboratorium teratur
- Pemeriksaan dan perawatan gigi minimal 6 bulan sekali
- Pencegahan luka dan perawatan kaki. Gunakan alas kaki
- Berhenti merokok
- Berolahraga secara teratur
- Menurunkan kelebihan berat badan
D. Pengobatan Diabetes Melitus
- Obat kencing manis berbentuk tablet dan suntikan. Tanyakan pada
dokter tentang dosis, cara menggunakan dan kapan mengkonsumsinya
- Obat kencing manis menurunkan kadar gula darah sehingga berbahaya
bila diminum dalam kondisi perut kosong. Makanlah cukup makanan bila
mengkonsumsi obat kencing manis.
- Jangan minum obat sembarangan karena banyak obat akan bereakso dengan
obat kencing manis. Bila anda sakit dan harus minum obat, maka
konsultasikan dengan dokter

E. Hal-hal yang harus diperhatikan untuk penderita Diabetes Melitus


- Mengurangi makanan manis-manis
- Mengkonsumsi sayuran dan buah buahan setiap hari
- Menghindari makanan tinggi kolesterol
- Makan secara teratur (sesuai dengan
jadwal) Misalnya :
 Pagi : nasi 100gr, ikan 40gr, sayur 100 gr / 1 mangkok
 Siang : nasi 100gr, ikan 40gr, tempe 1 potong, sayur 1 mangkok, buah pisang
 Malam : nasi 100gr, ikan 40gr, tempe 1 ½ potong, sayur, 1 mangkok,
buah pepaya
 Olahraga secara teratur seperti ; berjalan kaki, bersepeda, jogging,
dan berenang
DAFTAR HADIR
PENYULUHAN DI RUANG
AIRLANGGA

RSUD KANJURUHAN

No. Nama TTD

Anda mungkin juga menyukai