Pengertian dan Jenis Routing Jaringan
Pengertian dan Jenis Routing Jaringan
Kembali lagi di tutorial saya. di perjumpaan kali ini saya tidak membahas tentang tutorial, tapi saya akan
membuat sedikit tulisan atau artikel yang membahas tentang ROUTING.
Mungkin sobat semua sudah pernah tahu tenang apa itu routing. Tapi, biar lebih jelas saya akan
membahasnya disini.
Router tidak dapat membagi informasi Router membagi informasi routing secara
routing otomatis
Routing table dibuat dan di hapir secara Routing table dibuat dan dihapus secara
menual otomatis
Di artikel sebelumnya sudah saya jelaskan tentang pengertian routing, jenis – jenis, dan komponen
routing. Di tutorial saya kali ini saya akan menjelaskan bagaimana konfigurasi routing static di mikrotik.
Oke sob, sekian dulu tutorial tentang routing static. Dilanjut di tutorial selanjutnya ya sob, terimakasih
sudah mampir.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat
Routing merupakan proses pencarian path atau alur guna memindahkan informasi dari
host sumber (source address) ke host tujuan (destinations address) melalui koneksi
internetwork.
Router menyaring (filter) lalu lintas data. Penyaringan dilakukan bukan dengan melihat
alamat paket data, tetapi dengan menggunakan protokol tertentu. Router muncul untuk
menangani perlunya membagi jaringan secara logikal bukan fisikal. Sebuah IP router bisa
membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP
address tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Kita akan menggunakan
router ketika akan menghubungkan jaringan komputer ke jaringan lain, baik jaringan pribadi
(LAN/WAN) atau jaringan publik (Internet).
Diperlukan adanya router untuk melakukan routing di dalam jaringan, dimana router
membutuhkan informasi-informasi sebagai berikut:
Alamat Tujuan/Destination Address - Tujuan atau alamat item yang akan dirouting
Mengenal sumber informasi - Dari mana sumber (router lain) yang dapat dipelajari oleh
router dan memberikan jalur sampai ke tujuan.
Menemukan rute - Rute atau jalur mana yang mungkin diambil sampai ke tujuan.
Pemilihan rute - Rute yang terbaik yang diambil untuk sampai ke tujuan.
Menjaga informasi routing - Suatu cara untuk menjaga jalur sampai ke tujuan yang
sudah diketahui dan paling sering dilalui.
Analogi :
Misalkan kita berada pada persimpangan jalan, mungkin kita akan merasa bingung jika
tidak ada petunjuk jalan, di setiap persimpangan jalan (router) seharusnya ada petunjuk jalan
supaya orang tidak bingung dan tersesat. Untuk jalan yang rumit dan berputar-putar tidaklah
cukup jika menggunakan static routing. Tentunya kita akan merasa bingung jika disetiap
persimpangan kita harus bertanya pada orang apalagi kepada orang yang tidak tahu. Oleh
karena itu disini diperlukan dinamic routing, analoginya seperti ada polisi yang membawa HT
dan memberikan jalur mana saja yang bisa dilewati. Polisi akan selalu koordinasi beberapa kali
sehari, agar jika ada jalan yang macet, ada tabrakan, ada pohon rubuh, polisi akan segera
meng-update petunjuk jalan yang lain.
Biasanya polisi yang bertingkat rendah akan memakai HT yang kita sebut sebagai RIP,
yang memiliki jarak paling jauh 30 hop (simpangan). Polisi yang berada pada tempat yang
ramai bisa menggunakan isis atau ospf, biasanya sudah membawa HP maupun PDA jadi akan
lebih pintar dan cepat untuk melakukan update. Polisi tingkat dunia biasanya memiliki kantor
pada persimpangan dan sudah mempunyai peralatan pengacak jaringan seluruh dunia, ini
disebut BGP.
Ada dua bagian routing paket IP :
a. Bagaimana meneruskan paket dari interface input ke interface output pada suatu router (“IP
forwarding”) ?
Paket biasanya diteruskan (forwarding) kesejumlah router sebelum mencapai host tujuan
IP forwarding dilaksanakan atas dasar hop-by-hop yaitu tidak ada yang tau rute yang lengkap.
Tujuan forwarding adalah membawa paket IP lebih dekat ke tujuan
b. Bagaimana mencari dan men-setup rute (“Routing algorithm”) ?
Algoritma Routing IP
Protokol routing membentuk suatu tabel routing yang digunakan untuk menyeleksi jalur
yang akan digunakan. Didalam tabel routing terdapat suatu alamat tujuan paket data dan hop
yaitu suatu router yang akan dituju setelah router tersebut.
Konsep berikut sangatlah penting untuk memahami routing pada jaringan IP:
– Autonomous system
– Interdomain vs. intradomain routing
– Distance vector vs. link state routing algorithms
Suatu autonomous system adalah bagian logical dari jaringan IP yang besar, biasanya
dimiliki oleh sebuah organisasi jaringan dan diadministrasikan oleh sebuah management resmi.
Setiap router dapat berkomunikasi dengan router yang lain dalam satu autonomous system.
Contoh dari autonomous region adalah:
– Internet Service Provider Regional
– Jaringan kampus ITB
Di dalam autonomous system, routing dilaksanakan secara:
a. Intradomain Routing yaitu dalam autonomous system
b. Interdomain Routing yaitu antara autonomous system
Perbedaan Intradomain Routing dan Interdomain Routing
Intradomain Routing Interdomain Routing
Distance Vector
Pembentukan tabel routing pada Distance Vector dilakukan dengan cara tiap-tiap router
atau PC router akan saling bertukar informasi routing dengan router atau PC router yang
terhubung langsung. Proses pertukaran informasi routing dilakukan secara periodik, misal tiap 30
detik.
Proses pembentukan tabel pada protokol routing yang menggunakan konsep distance
vector adalah sebagai berikut :
1. Mula-mula tabel routing yang dimiliki oleh masing-masing router atau PC router akan berisi
informasi alamat jaringan yang terhubung langsung dengan router atau PC router tersebut.
2. Secara periodik masing-masing router atau PC router akan saling bertukar informasi sehingga isi
tabel routing dari semua router terisi lengkap (converged).
Link State
Protokol routing yang menggunakan konsep link state akan membentuk tabel routing
menurut pandangan atau perhitungan router atau PC router masing-masing, tidak bergantung
pada pendapat router atau PC router tetangga.
Tabel routing yang dibentuk dengan menggunakan konsep link state dilakukan melalui
beberapa tahapan sebagai berikut :
1. Pada awalnya setiap router atau PC router akan saling mengirimkan dan melewatkan paket link
state.
2. Paket link state yang diterima dari router atau PC router lain dikumpulkan dalam sebuah
database topologi.
3. Berdasarkan informasi yang terkumpul di dalam database, router atau PC router melakukan
perhitungan dengan mengggunakan algoritma short path first (SPF).
4. Algoritma SPF menghasilkan short path first tree.
5. Akhirnya SPF Tree membentuk daftar isi tabel routing.
Kelima proses di atas dilakukan oleh masing-masing router atau PC router. Jika terjadi
perubahan topologi jaringan, pemberitahuannya akan dikirimkan segera ke tiap-tiap router atau
PC router sehingga proses update informasi routing dapat segera dilakukan.
Open Shortest Path First (OSPF)
OSPF merupakan routing protocol berbasis link state, termasuk dalam interior Gateway
Protocol (IGP). Menggunakan algoritma Dijkstra untuk menghitung shortest path first (SPF).
Menggunakan cost sebagai routing metric. Setelah antar router bertukar informasi maka akan
terbentuk database link state pada masing-masing router.
OSPF mungkin merupakan IGP yang paling banyak digunakan. Menggunakan metode
MD5 untuk autentikasi antar router sebelum menerima Link-state Advertisement (LSA). Dari
awal OSPF sudah mendukung CIDR dan VLSM, berbeda dengan RIP. Bahkan untuk OSPFv3
sudah mendukung untuk IPv6. OSPF tidak menggunakan TCP atau UDP melainkan IP protocol
89.
OSPF memiliki 3 table di dalam router :
1. Routing table
Routing table biasa juga disebut sebagai Forwarding database. Database ini berisi the lowest cost
untuk mencapai router-router/network-network lainnya. Setiap router mempunyai Routing table
yang berbeda-beda.
2. Adjecency database
Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router mempunyai Adjecency database yang
berbeda-beda.
3. Topological database
Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang berada dalam satu networknya/areanya.
Keuntungan dari OSPF adalah:
1. OSPF menggunakan pembagian jaringan berdasarkan konsep area-area
2. Konsep jaringannya yang hirarki, sehingga membuat proses update informasinya lebih
termanajemen dengan baik
3. Adanya Convergence, dimana router akan menerima informasi dari router lain yang bertindak
sebagai tetangganya, sehingga pada akhirnya seluruh informasi yang ada dalam sebuah jaringan
dapat diketahui oleh semua router yang ada dalam jaringan
4. Sistem update informasi routing yang cukup teratur
5. OSPF menghemat penggunaan bandwitdh jaringan
6. OSPF menggunakan cost sebagai metric
Metriks Routing
Metriks Routing terdiri dari :
a. Hop count, berdasarkan pada banyaknya router atau PC router yang dilewati
b. Ticks, berdasarkan waktu yang diperlukan dengan satuan waktu ticks
c. Cost , berdasarkan perbandingan sebuah nilai patokan standard dengan bandwidth yang tersedia
d. Composite metric, berdasarkan hasil perhitungan dari parameter-parameter berikut :
- Bandwidth
- Delay
- Load
- Reliability
- MTU (Maximum Transmit Unit)
Metriks Routing pada OSPF adalah menggunakan Cost
Metriks Routing pada RIP adalah menggunakan banyaknya lompatan (hop count)
I. SCENARIO
Initialize the Network:
1. Atur direktori model ke dalam folder anda dan Buatlah new project dengan campus scale.
2. Dialog Box Object Palette akan langsung tampil pada saat anda membuka project
workspace. Jika tidak tampil maka pilih menu Topology Open Object
[Link] Routers item dari pull down menu di Object Palette. Lalu
tambahkanslip8_gtwy pada project workspace dengan cara klik icon yang dituju pada object
palette, lalu klik pada project workspace. Kita akan tetap bisa menambah object selama kita klik
kiri pada mouse. Buat 8 buah routers sesuai dengan gambar 1. Jika sudah selesai untuk
menambah object tersebut, cukup dengan klik kanan.
3. Selanjutnya pilih internet toolbox item dari pull down menu di object palette. Gunakan
bidirectional PPP_DS3 links untuk menghubungkan antar routers yang sudah kita buat
sebelumnya. Ubah nama dari setiap routers seperti gambar 1.
4. Untuk memberi nama label pada link, kita dapat gunakan Topology Open annotation Palette,
pilih gambar “T” lalu isi sesuai yang diminta oleh gambar di bawah. Setelah itu save annotation
palette tersebut. Pilih pada link yang dimaksud.
5. Tutup window Object Palette lalu Save project Anda.
Gambar 1. OSPF Scenario
Configure the Link Costs:
1. Kita perlu untuk menentukan link costs, dapat diterapkan pada Gambar 1.
2. Seperti kebanyakan routers komersial yang lain, model router pada OPNET
memerlukan reference bandwidth untuk menghitung cost yang sebenarnya, formulanya sebagai
berikut :
Cost = (Reference bandwidth) / (Link bandwidth)
Dimana nilai default untuk Reference bandwith adalah 1.000.000 Kbps.
3. Sebagai contoh, untuk menentukan link bandwith pada cost yang bernilai 5, maka dapat
dihitung sebagai berikut :
Link Bandwidth = Reference Bandwidth / Cost = 1.000.000 Kbps / 5
= 200.000 Kbps
Note: ini bukanlah bandwidth dari link yang sesungguhnya, tetapi hanya sebuah parameter yang
digunakan untuk konfigurasi cost link.
4. Untuk menentukan cost pada link di jaringan kita, lakukan langkah berikut ini :
a) Pilih semua link pada jaringan anda dengan menekan tombol Shift, ambil kasus untuk cost yang
bernilai 5.
b) Pilih Protocols IP Routing Configure Interfaces metric information.
c) Tentukan nilai field Bandwidth (Kbps) dengan 200000 CheckInterfaces across selected
links OK
Dapat dilihat pada gambar 2.
Gambar 2. Configure link cost
5. Ulangi Langkah nomor 4 untuk semua link.
6. Save project Anda.
Sekarang akan terlihat garis blue-dotted yang merepresentasikan traffic demandantara Router A
dan Router F.
3. Pilih hanya Router A Protocols IP Routing Export Routing Table for Selected
Routers OK pada status confirmed.
4. Pilih Protocols IP Addressing Auto Assign IP Addresses.
5. Save project Anda.
Routing protocol adalah protokol dalam jaringan komputer yang digunakan untuk membroadcast
dan mempelajari jaringan yang terhubung dan mempelajari rute (network path) yang tersedia.
Dengan routing protocol, router yang berbeda bisa saling bertukar informasi antara satu router
dengan router lain dan mendapat rute routing paling efisien ke tujuan.
Jenis-jenis routing protocol pun beragam, diantaranya: OSPF, RIP, BGP, IGRP, EIGRP, dan IS-
IS. Bisa dibilang, semua protokol tersebut termasuk ke dalam routing dinamis. Seperti apa
perbedaan dari tiap protokol tersebut? Pada artikel kali ini, kami akan membahasnya untuk
Anda. Agar Anda paham, coba simak pembahasan kami sebelumnya seputar fungsi routing table
pada router agar Anda paham maksud dari artikel kali ini.
1. RIP (Routing Information Protocol)
RIP adalah protokol yang memberikan informasi routing table berdasarkan router yang
terhubung langsung. Kemudian, router selanjutnya akan memberikan informasi ke router
selanjutnya yang terhubung langsung dengan router tersebut. Adapun informasi yang diberikan
dalam protokol RIP adalah: host, network, subnet, dan route default.
Protokol ini menggunakan algoritma “distance vector”. Metric yang dilakukan pada protokol ini
berdasarkan hop count untuk pemilihan jalur terbaik. Jika hop count lebih dari 15, maka paket
datagram akan dibuang dan tidak diteruskan. Update routing table pada protokol ini akan
dilakukan secara broadcast setiap 30 detik.
Macam-macam routing protokol RIP ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
RIPv1 (RIP versi 1)
Hanya mendukung routing class-full
Tidak ada info subnet yang dimasukkan dalam data perbaikan routing
Tidak mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
Adanya fitur perbaikan routing broadcast
RIPv2 (RIP versi 2)
mendukung routing class-full dan class-less
info subnet dimasukkan dalam data perbaikan routing
mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
ada fitur perbaikan routing multicast
Secara umum, RIPv2 tidak berbeda jauh dengan RIPv1. Perbedaan yang ada terlihat pada
informasi yang diberikan antar router. Pada RIPv2, informasi yang dipertukarkan terdapat
autentifikasi. Persamaan RIPv2 lainnya dengan RIPv1, yaitu:
RIPv2 bersifat class-less routing protocol, yang artinya RIPv2 menyertakan field SM dalam
paket update yang dikirimkan sehingga RIPv2 dapat mendukung VLSM & CIDR
Mengirimkan paket update & menerima paket update versi 2
Mengirimkan update ke alamat multicast yaitu [Link]
Auto Summary dapat dinonaktifkan
Mendukung fungsi keamanan berupa authentication, yang dapat mencegah routing update
dikirim / diterima dari sumber yang tidak terpercaya
Apa saja kelebihan dari protokol RIP? Berikut ini diantaranya:
Pada IGRP, routing dilakukan secara matematik berdasarkan jarak. Oleh karena itu, sistem IGRP
sudah mempertimbangkan beberapa hal sebelum mengambil keputusan jalur mana yang akan
ditempuh. Adapun hal yang harus diperhatikan tersebut adalah: load, delay, bandwitdh,
realibility. Karena protocol ini diciptakan oleh Cisco, maka di dalam kumpulan perintah dasar
Cisco terdapat perintah untuk mengatur protokol ini.
Berikut ini adalah kelebihan dari protokol IGRP:
OSPF bekerja dengan sebuah algoritma “link-state” yang disebut algoritma Dijkstra / SPF. Cara
kerja dari protokol ini adalah: Pertama, sebuah “pohon” dengan jalur terpendek akan dibangun.
Kemudian, routing table akan diisi dengan jalur-jalur terbaik yang dihasilkan dari “pohon”
tersebut. OSPF hanya mendukung routing IP saja. Update routing table pada protokol ini
dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi jaringan. Bisa dibilang, OSPF ini adalah
route redistribution, yaitu sebuah layanan penerjemah antar routing protocol.
Distance vector protocol merawat satu set metric yang kompleks untuk jarak tempuh ke jaringan
lainnya. Broadcast-broadcast EIGRP di-update setiap 90 detik ke semua router EIGRP yang
berdekatan. Setiap update hanya memasukkan perubahan jaringan. EIGRP sangat cocok untuk
diterapkan pada jaringan komputer yang besar. IGRP dan EIGRP sama-sama sudah
mempertimbangkan masalah bandwitdh yang ada dan delay yang terjadi.
Update informasi pada protokol ini akan dikirim melalui koneksi TCP. Protokol ini biasa
digunakan sebagai koneksi antara ISP dengan ISP dan atau antara client dengan client lainnya.
Dalam implementasinya, protokol ini digunakan untuk membuat rute dalam trafik internet di
antara autonomous system.
Kelebihan dari protokol BGP ini adalah instalasi yang sangat sederhana. Sedangkan, kekurangan
dari protokol ini adalah keterbatasan dalam mempergunakan topologi jaringan.
Sekian artikel kami kali ini seputar jenis-jenis routing protocol. Semoga artikel kami ini dapat
menambah pengetahuan Anda seputar jaringan komputer. Jika Anda hendak mencari tahu lebih
mengenai jaringan komputer, Anda bisa menyimak macam-macam protokol jaringan komputer
yang pernah kami bahas sebelumnya.
Pengertian Routing Protocol dan Macam-macamnya - Lengkap
Mahasiswa Akhir 21:30
RIP merupakan routing protokol yang memberikan routing table berdasarkan router
yang terhubung langsung, Kemudian router selanjutnya akan memberikan informasi router
selanjutnya yang terhubung langsung dengan itu. Adapun informasi yang dipertukarkan
oleh RIP yaitu : Host, network, subnet, rute default. RIP terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
a. RIPv1 (RIP versi 1)
– Hanya mendukung routing classfull
– Tidak ada info subnet yang dimasukkan dalam perbaikan routing
– Tidak mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
– Perbaikan routing broadcast
Routing Information protocol versi 1 mempunyai karakteristik:
1. Distance Vector Routing Protocol.
2. Menggunakan metric yaitu hop count
3. Maximum hop count adalah 15. 16 dianggap sebagai unreachable
4. Mengirimkan update secara periodic setiap 30 sec
5. Mengirimkan update secara broadcast ke [Link]
6. Mendukung 4 path Load Balancing secara default maximumnya adalah 6
7. Menjalankan auto summary secara default
8. Paket update RIP yang dikirimkan bejenis UDP dengan nomor port 520
9. Bisa mengirimkan paket update RIP v.1 dan bisa menerima paket update RIP v.1 dan v.2
10. Berjenis classful routing protocol sehingga tidak menyertakan subject mask dalam paket
[Link] RIP v.1 11. tidak mendukung VLSM dan CIDR.
11. Mempunyai AD 120
BGP merupakan salah satu jenis routing protocol yang ada di dunia komunikasi data.
Sebagai sebuah routing protocol, BGP memiliki kemampuan melakukan pengumpulan rute,
pertukaran rute dan menentukan rute terbaik menuju ke sebuah lokasi dalam jaringan.
Routing protocol juga pasti dilengkapi dengan algoritma yang pintar dalam mencari jalan
terbaik. Namun yang membedakan BGP dengan routing protocol lain seperti misalnya
OSPF dan IS-IS ialah, BGP termasuk dalam kategori routing protocol jenis Exterior
Gateway Protocol (EGP). BGP merupakan distance vector exterior gateway protocol yang
bekerja secara cerdas untuk merawat path-path ke jaringan lainnya. Update – update
dikirim melalui koneksi TCP.