SATUAN ACARA PENYULUHAN
DIABETES MELITUS PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA SEHAT
WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAMOTAN REMBANG
DISUSUN OLEH:
1. OKTAVIAN DICKY RAMADHAN (252023010036)
2. RAHMA NUR ILMA NAFIA (252023010037)
3. SABILA FEBRI RAHMAWATI (252023010042)
4. SILVIA ES SABRINA (252023010051)
5. FIAN WAHYU OKTALIBER (252023010052)
6. RIKA RIZAKIA (252023010054)
7. MUHAMMAD HABIB HIZBULLOH (252023010057)
8. FARIDATUN ANISA (252023010058)
9. HILDA EKA PRATIWI (252023010059)
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS
2024/2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN
DIABETES MELITUS PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA SEHAT
WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAMOTAN REMBANG
A. LATAR BELAKANG
Diabetes melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang
ditandai dengan kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia.
Glukosa secara normal bersirkulasi dalam jumlah tertentu dalam darah.
Glukosa dibentuk di hati dari makanan yang dikonsumsi. Insulin, yaitu suatu
hormon yang diproduksi oleh pankreas, mengendalikan kadar glukosa dalam
darah dengan mengatur produksi dan penyimpanannya.
Pada diabetes, kemampuan tubuh untuk bereaksi terhadap insulin
dapat menurun, atau pankreas dapat menghentikan sama sekali produksi
insulin, keadaan ini menimbulkan hiperglikemia yang dapat mengakibatkan
komplikasi metabolik akut seperti diabetes ketoasidosis dan sindrom
hiperglikemik hiperosmoler nonketotik (HHNK). Hiperglikemia jangka
panjang dapat ikut menyebabkan komplikasi mikrovaskuler yang kronis
(penyakit ginjal dan mata) dan komplikasi neuropati (penyakit pada saraf).
Diabetes juga disertai dengan peningkatan insidens penyakit makrovaskuler
yang mencakup infark miokard, stroke, dan penyakit vaskuler perifer.
Diabetes terutama prevalens di antara kaum lansia. Di antara individu
yang berusia lebih dari 65 tahun, 8,6 % menderita diabetes tipe II. Angka ini
mencakup 15% populasi pada panti lansia. Di Amerika Serikat, diabetes
merupakan penyebab utama kebutaan yang baru di antara penduduk berusia
25 hingga 74 tahun dan juga menjadi penyebab utama amputasi di luar trauma
kecelakaan. 30% pasien yang mulai mendapat terapi dialisis setiap tahun
menderita penyakit diabetes. Diabetes berada di urutan ke-3 penyebab utama
kematian akibat penyakit dan hal ini sebagian besar disebabkan oleh angka
penyakit arteri koroner yang tinggi pada para penderita diabetes melitus.
(Brunner and Suddarth, 2006)
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan di harapkan peserta penyuluhan mengetahui
dan mengenal tentang penyakit Diabetes Mellitus
2. Tujuan Khusus
a. Lansia dapat mengetahui Definisi Diabetes Mellitus
b. Lansia dapat mengetahui etiologi Diabetes Mellitus.
c. Lansia dapat mengetahui tanda dan gejala Diabetes mellitus
d. Lansia dapat mengetahui komplikasi Diabetes Melitus
e. Lansia dapat mengetahui cara perawatan Diabetes Melitus
f. Lansia dapat mengetahui diit Diabetes Melitus
g. Lansia dapat mengetahui obat tradisional Diabetes Melitus
B. PENATALAKSANAAN KEGIATAN
1. Judul Kegiatan
“Penyuluhan Penyakit Diabetes Millitus”.
2. Peserta
Lansia di posyandu lansia sehat diwilayah kerja puskesmas pamotan
rembang sebanyak 25 orang
3. Metode
a. Ceramah
b. Diskusi
c. Tanya jawab
4. Media dan Alat
a. Leaflet
b. Lembar Balik
c. Microfone
d. Tape
5. Waktu dan Tempat
a. Hari/Tanggal : Selasa, 22 April 2025
b. Waktu : 09:00 WIB s/d selesai
c. Tempat : Posyandu Sehat
d. Acara : Penyuluhan Penyakit Diabetes Millitus
6. Pengorganisasian
a. Penanggung Jawab : - Oktavian Dicky Ramadhan
b. Moderator : - Faridatun Anisa
c. Presenter : - Rahma Nur Ilma Nafia
d. Fasilitator : - M. Habib Hizbullah
- Fian Wahyu Oktaliber
- Silvia Es Sabrina
e. Dokumentasi : - Hilda Eka Pratiwi
f. Observer : - Sabila Febri Rahmawati
g. Konsumsi : - Rika Rizakia
7. Uraian Tugas
a. Penanggung jawab :
Mengkoordinir kegiatan dan bertanggung jawab terhadap
kelangsungan acara sejak perencanaan, persiapan, pelaksanaan,
evaluasi dan pelaporan.
b. Moderator:
Memimpin jalannya penyuluhan
c. Presenter :
Menyajikan materi tentang Penyakit Diabetes Millitus
d. Fasilitator :
Memotivasi peserta penyuluhan untuk bertanya dan menyebarkan
kuesioner.
e. Dokumentasi :
Mendokumentasikan hasil penyuluhan, bertanggung jawab dalam
mendokumentasikan kegiatan yang dilaksanakan dari sejak
perencanaan, persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan.
f. Observer :
Mengamati proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir
dan membuat hasil penyuluhan
g. Konsumsi : Mempersiapkan konsumsi untuk penyelenggaraan
penyuluhan
8. Setting Acara
No ACARA METODE WAKTU
1 Pembukaan
a. Salam dan pembukaan Ceramah 10 Menit
b. Menjelaskan tujuan pertemuan
c. Kata sambutan dari dosen
pembimbing
2 Pelaksanaan Ceramah,
Tanya jawab
a. Kegiatan penyuluhan tentang (diskusi) 20 Menit
Diabetes Mellitus
b. Tanya jawab
3 Penutup
a. Menyimpulkan hasil Ceramah 10 menit
penyuluhan
b. Salam penutup
9. Strategi Pelaksanaan
No Waktu Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Peserta
1. 10 Pembukaan :
Menit
a. Mengucapkan salam Menjawab salam
b. Memperkenalkan mahasiswa D3 Memperhatikan
Keperawatan Universitas
Muhammadiyah Kudus
c. Memperkenalkan dosen Memperhatikan
pembimbing
Memperhatikassn
d. Menjelaskan tujuan
Memperhatikan
e. Menjelaskan kontrak waktu
2. 20 Kegiatan Inti :
menit
a. Memberikan penyuluhan tentang Memperhatikan
Diabetes Militus
b. Menggali persepsi peserta/ Mengemukakan
masyarakat pendapat
c. Membuka pertanyaan/ diskusi Mengemukakan
dengan masyarakat pendapat
d. Memberikan reinforcement Mendengarkan
kepada peserta yang bertanya
e. Menjawab pertanyaan peserta/ Mendengarkan
masyarakat
3. 10 Penutup
menit
a. Menyimpulkan hasil penyuluhan Mendengarkan
b. Mengucapkan Salam penutup Menjawab salam
10. Setting Tempat
Keterangan :
: Penanggung Jawab
: Moderator
: Presenter
: Pembimbing
: Fasilitator
: Observer
: Masyarakat
11. Rencana Evaluasi Kegiatan
1. Evaluasi struktur
a. 50% dari undangan dapat menghadiri pertemuan
b. Tempat dan alat tersedia sesuai perencanaan
c. Peran dan tugas mahasiswa sesuai perencanaan
2. Evaluasi proses
a. Pelaksanaan kegiatan sesuai waktu yang direncanakan
b. 40% dari undangan hadir mengikuti kegiatan dari awal sampai
akhir
b. Peserta berperan aktif dalam mengajukan pertanyaan dan
mengemukakan pendapat selama jalannya diskusi.
c. Tidak ada peserta yang keluar masuk selama jalannya kegiatan
3. Evaluasi hasil
a. Lansia dapat menjawab dan mengulang kembali tentang
Definisi Diabetes Millitus
b. Lansia dapat menjawab dan mengulang kembali tentang
etiologi Diabetes Millitus
c. Lansia dapat menjawab dan mengulang kembali tentang tanda
dan gejala Diabetes Millitus
d. Lansia dapat menjawab dan mengulang kembali komplikasi
Diabetes Melitus
e. Lansia dapat menjawab dan mengulang kembali cara perawatan
Diabetes Melitus
f. Lansia dapat menjawab dan mengulang kembali diit Diabetes
Melitus
g. Lansia dapat menjawab dan mengulang kembali obat
tradisional Diabetes Melitus.
MATERI DIABETES MELITUS (DM)
A. Pengertian
Penyakit Kencing Manis atau dalam istilah medisnya disebut Diabetes
Mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang
disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah
sebagai akibat dari kekurangan insulin, yang ditandai dengan berlebihnya gula
dalam darah (hiperglikemia) dan terdapat gula dalam air kencing (glukosuria).
(Misnadiarly, 2006)
B. Penyebab
1. Faktor keturunan
Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes itu sendiri tetapi mewarisi
suatu presdisposisi atau kecenderungan genetic kearah terjadinya diabetes.
Kecenderungan genetic ini ditentukan pada individu yang memililiki tipe
antigen HLA (Human Leucocyte Antigen) tertentu. HLA merupakan
kumpulan gen yang bertanggung jawab atas antigen tranplantasi dan proses
imun lainnya.
2. Gaya hidup yang tidak sehat
Makanan adalah penyebab diabetes pada umumnya dan
makanan adalah sumber dari penyakit tersebut. Bagi anda yang
gemar dalam mengkomsumsi makanan yang berlemak tinggi anda
harus berhati-hati karena makanan yang mengandung lemak tinggi
selain bisa membuat tubuh seseorang menjadi gemuk makanan
tersebut juga bisa membuat kadar gula darah didalam tubuh
menjadi meningkat dan melebihi batas normalnya sehingga anda
bisa terkena penyakit diabetes atau kencing manis.
3. Obesitas/ kegemukan
Hal ini terjadi karena pada individu yang obesitas dapat mengakibatkan
organ pancreas bekerja lebih keras untuk menghasilkan insulin, akibatnya sel
beta pancreas mengalami kerusakan dan menghasilkan insulin semakin lama
semakin sedikit untuk tubuh.
4. Penuaan (usia)
Dengan meningkatnya umur, intoleransi terhadap glukosa juga meningkat.
Sehingga untuk usia lanjut diperlukan batas glukosa darah yang lebih tinggi .
Pada usia lanjut terjadi penurunuan sekresi insulin dan resistensi insulin.
5. Kerusakan kelenjar pancreas
Rusaknya sebagian kecil atau sebagian besar dari sel-sel betha dari pulau-
pulau Langerhans pada pankreas yang berfungsi menghasilkan insulin,
akibatnya terjadi kekurangan insulin.
(Misnadiarly, 2006)
C. Tanda dan Gejala
1. Polidipsi (banyak minum)
Akibat volume urin yang sangat besar dan keluarnya air yang
menyebabkan dehidrasi ekstrasel. Dehidrasi intrasel mengikuti dehidrasi
ekstrasel. Dehidrasi intrasel merangsang pengeluaran ADH dan menimbulkan
rasa haus.
2. Poliuri (banyak kencing)
Pada orang nondiabetes, semua glukosa yang difiltrasi ke dalam urin akan
diserap secara aktif kembali ke dalam darah. Pengangkut-pengangkut glukosa
di ginjal yang membawa glukosa keluar urin untuk masuk kembali ke darah
akan mengalami kejenuhan dan tidak dapat mengangkut glukosa lebih banyak.
Karena glukosa di dalam urin memiliki aktivitas osmotik, maka air akan
tertahan di dalam filtrat dan diekskresikan bersama glukosa dalam urin
sehingga terjadi poliuria
3. Polipagi (banyak makan)
Akibat keadaan pasca absorptif yang kronik, katabolik protein dan lemak,
dan kelaparan relatif sel-sel. Sering terjadi penurunan berat badan.
4. Kelemahan tubuh, mudah merasa lelah
Akibat katabolisme protein di dalam otot dan ketidakmampuan sebagian
besar sel untuk menggunakan glukosa sebagai energi.
5. Seringnya terjadi luka (infeksi), gatal-gatal, dan luka yang tidak sembuh-
sembuh
Ini Kadar gula yang tinggi dan berlangsung terus menerus dapat
menyebabkan pembuluh darah menyempit ( vasokonstriksi ) dan menjadi
kaku ( elastisitasnya menurun ), akibatnya sirkulasi darah menjadi terganggu.
Transportasi nutrisi, oksigen pada luka menjadi terganggu sehingga sangat
wajar bila penyembuhan luka berjalan sangat lambat. Disamping itu kadar
gula yang tinggi juga akan menghambat dan mengurangi fungsi sel-sel darah
merah ( eritrosit ) untuk membawa nutrisi ke seluruh jaringan tubuh, dan juga
mengurangi fungsi dari sel-sel darah putih yang mempunyai peranan melawan
infeksi.
6. Kesemutan, rasa baal pada bagian tubuh terutama pada tangan atau
kaki
Penyakit kencing manis dengan kadar gula yang tinggi dan tidak
terkontrol lama kelamaan akan membuat saraf mengalami kerusakan pada
saraf perifer hal ini terjadi karena darah yang mengalir pada ujung saraf yang
menurun
(Misnadiarly, 2006)
D. Komplikasi
1. Penyakit jantung
Makroangiopati diabetik mempunyai gambaran histopatologis berupa
aterosklerosis. Gangguan-gangguan biokimia yang ditimbulkan akibat
insufisiensi insulin berupa : (1) penimbunan sorbitol dalam intima vaskuler,
(2) hiperlipoproteinemia dan, (3) kelainan pembekuan darah. Pada akhirnya
makroangiopati diabetik ini akan mengakibatkan penyumbatan vaskuler
2. Gagal ginjal
Terjadi akibat hipoksia yang berkaitan dengan diabetes jangka panjang,
glomerulus, seperti sebagian besar kapiler lainnya, menebal. Terjadi hipertropi
ginjal akibat peningkatan kerja yang harus dilakukan oleh ginjal pengidap DM
kronik untuk menyerap ulang glukosa.
3. Retinopati
Ancaman paling serius terhadap penglihatan adalah retinopati. Retina
adalah jaringan yang sangat aktif bermetabolisme dan pada hipoksia kronik
akan mengalami kerusakan secara progresif .
4. Stroke
DM dapat menyebabkan stroke iskemik karena terbentuknya plak
aterosklerotik pada dinding pembuluh darah yang disebabkan oleh gangguan
metabolisme glukosa sistemik. DM mempercepat kejadian aterosklerosis baik
pada pembuluh darah kecil maupun pembuluh darah besar di seluruh
pembuluh darah, termasuk pembuluh darah otak.
5. Impotensi
Impotensi disebabkan pembuluh darah mengalami kebocoran sehingga
penis tidak bisa ereksi. Impotensi pada penderita diabetes juga bisa
disebabkan oleh faktor psikologis atau gabungan organis dan psikologis.
6. Luka gangren (luka yang lama sembuh dan cenderung membusuk) yang
harus di amputasi,
Infeksi kaki mudah timbul pada penderita diabetes kronis dan dikenal
sebagai penyulit gangren atau ulkus. Jika dibiarkan, infeksi akan
mengakibatkan pembusukan pada bagian luka karena tidak mendapat aliran
darah. Pasalnya, pembuluh darah penderita diabetes banyak tersumbat atau
menyempit. Jika luka membusuk, mau tidak mau bagian yang terinfeksi harus
diamputasi. Penderita diabetes yang terkena gangren perlu dikontrol ketat gula
darahnya serta diberi antibiotika. Penanganan gangren perlu kerja sama
dengan dokter bedah.
(Mistral. 2008)
E. Prinsip Perawatan DM
1. Kontrol kadar gula teratur
2. Terapkan pola hidup sehat (merokok dan minum alkohol)
Jika Anda memiliki kebiasaan merokok maka sebaiknya berhenti mulai
sekarang. Rokok meninggalkan nikotin dalam saluran pernafasan kemudian
akan diambil oleh darah. Darah yang mengandung nikotin akan merusak
sistem insulin pada pankreas sehingga resiko diabetes menjadi semakin
tinggi. Bahaya merokok selain menjadi penyebab diabetes juga dapat
menimbulkan ratusan penyakit paling mematikan di dunia lainnya. Alkohol
adalah salah satu pemicu beberapa jenis penyakit dalam tubuh seperti
jantung, stroke, kanker hati dan beberapa jenis penyakit lain. Jantung menjadi
salah satu potensi besar untuk merusak kemampuan tubuh dalam
menghasilkan insulin. Karena itulah bahaya alkohol bisa meningkatkan
potensi diabetes.
3. Olahraga
Berbagai macam gerakan dan latihan fisik bisa menghindari tubuh dari
penumpulan lemak, resiko obesitas dan membuat jantung menjadi lebih sehat.
Dengan gaya hidup seperti ini maka tubuh akan meningkatkan produksi
insulin dan digunakan untuk membantu menormalkan kadar gula dalam darah.
Anda bisa memilih beberapa aktifitas fisik seperti berenang, senam dan lari.
Latihan fisik 20 menit setiap hari sudah bisa menurunkan resiko terkena
diabetes.
4. Minum obat secara teratur
5. Menghindari stress
Pasien yang mengalami stres akan terjadi peningkatan sekresi kortisol
yang menyebabkan peningkatan gula darah.
6. Makan sesuai diet (menghindari makanan yang manis-manis, yang
mengandung gula, dan makanan yang banyak tepungnya)
Minuman manis yang mengandung gula dan bahan pemanis lain telah
meningkatkan resiko diabetes. Minuman manis memang dibutuhkan oleh
tubuh sebagai sumber tenaga tapi dalam jumlah yang kecil. Selain minuman
manis maka minuman yang mengandung soda dan berbagai bahan pengawet
juga harus dihindari. Minuman manis akan meningkatkan kadar glikemik
dalam tubuh sehingga bisa meningkatkan resiko obesitas dan diabetes.
(Mistral. 2008)
F. Diet Pada DM
Tinggi karbohidrat, tinggi serat, rendah lemak, rendah protein.
1. Makanan yang dihindari
Manisan buah, gula pasir, gula jawa, susu kental manis, madu, abon,
kecap, sirup, es krim, selai, makanan yang digoreng dan berlemak, pudding,
permen, cokelat, buah klengkeng, durian, srikaya, kesemek, dan sawo.
2. Makanan yang dianjurkan
Sayur-sayuran (Kol, tomat, kangkung, bayam, kacang panjang, sawi),
buah-buahan (apel, pepaya, jeruk, pisang, labu siam), roti yang terbuat dari
gandum, susu kedelai, singkong, ubi jalar.
(Lanny lingga. 2010)
G. Pengobatan Tradisional Diabetes Melitus
1. Lidah Buaya
Jenis lidah buaya ini adalah salah satu lidah buaya yang baik untuk
menurunkan kadar gula darah sebab mengandung kromium yang saat
dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus akan menuju ke jaringan adipose
dan otot lurik yang akan mengaktifkan fosforilasi Akt yang ada di jaringan
adipose dan otot lurik. Fosforilasi Akt akan merangsang sekresi insulin secara
paten sehingga glukosa dapat masuk kedalam sel β pancreas secara difusi
pasif yang diperantarai protein membrane yang spesifik (glukosa transporter
2) sedangkan glukosa masuk ke membran plasma melalui glukosa transporter
4 yang juga dapat merangsang sekresi insulin. Karena adanya sekresi insulin
maka produksi insulin meningkat secara otomatis produksi glukosa oleh hati
menurun dan glukosa darah juga menurun. (Wuliyani, 2009)
Cara Pengolahan:
Sediakan 2 batang lidah buaya
Lidah buaya dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong.
Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring.
Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.
(Arisyi S.P, 2011)
2. Jambu Biji
Buah jambu biji telah digunakan oleh sebagian masyarakat untuk menurunkan
kadar gula darah pada penderita kencing manis (Muhlisah, 2001). Selain itu buah
jambu biji dapat dijadikan sebagai obat alternatif karena mengandung berbagai
zat yang berfungsi sebagai penghambat berbagai jenis penyakit (Dweck, 2001).
Berdasarkan penelitian sebelumnya, pemberian perasan air buah jambu biji 0,517
g/hari dapat menurunkan kadar glukosa darah mulai minggu ketiga pada tikus
yang diinduksi aloksan (Yusof dan Said, 2004), berdasarkan studi literature dari
tanaman obat disebutkan bahwa infusa dan dekokta dari buah jambu biji dapat
menurunkan kadar glukosa darah pada kelinci (Galicia, et al, 2002), serta
pemberian ekstrak air buah jambu biji mempunyai efek menurunkan kadar
glukosa darah pada kelinci yang sebanding dengan glibenklamid dosis 0,23
mg/kgbb (Sutrisna, 2005). Senyawa polifenol dalam buah jambu biji yang
berpotensi sebagai antioksidan dapat menurunkan kadar glukosa darah
(Sunagawa, 2004).
CaraPengolahan: :
Sediakan 1 buah jambu biji setengah masak
Buah jambu biji dibelah menjadi empat bagian dan direbus dengan 1 liter
air sampai mendidih
Setelah mendidih, air tersebut disaring.
Air rebusan buah jambu biji tersebut diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
(Arryska Ayu P. 2008)
3. Daun Sukun Kering
Daun sukun merupakan salah satu bahan herbal alami yang dapat digunakan
sebagai obat anti hiperglikemik. Daun sukun memiliki beberapa kandungan kimia
yang dapat digunakan sebagai obat seperti saponin, polifenol, asam hidrosianat, asetil
kolin, tanin, riboflavin, dan senyawa fenol. Salah satu kandungan senyawa yang
terdapat dalam daun sukun yang dapat digunakan sebagai obat anti hiperglikemik
adalah quercetin yang merupakan kelompok senyawa dari flavonoid (Intanowa,
2012).
Cara Pengolahan:
Sediakan 2 hingga 3 daun sukun kering, kemudian remas
Rebus remasan daun sukun kering dengan 3 gelas air
Rebus hingga tersisa 1 gelas, lalu saring
Air rebusan daun sukun kering di minum2 kali sehari, pagi dan sore
(Jelantik Darma Putra. 2014)
H. Terapi Senam Kaki Penderita Diabetes Melitus Lansia
Definisi Senam kaki adalah kegiatan atau latihan
yang dilakukan oleh pasien diabetes
mellitus untuk mencegah terjadinya luka
dan membantu memperlancarkan
peredaran darah bagian kaki.
Tujuan a. Memperbaiki sirkulasi darah
b. Memperkuat otot-otot kecil
c. Mencegah terjadinya kelainan
bentuk kaki
d. Meningkatkan kekuatan otot betis
dan paha
e. Mengatasi keterbatasan gerak sendi
Indikasi dan kontra indikasi a. Indikasi Senam kaki ini dapat
diberikan kepada seluruh penderita
diabetes mellitus dengan tipe I
maupun tipe II. Namun sebaiknya
diberikan sejak pasien didiagnosa
menderita diabtes mellitus sebagai
itndakan penceganahan dini.
b. Kontraindikasi
a) Klien mengalami perubahan
fungsi fisiologis seperti dispnue
atau nyeri dada
b) Orang yang depresi, khawatir
atau cemas
Prosedur 1. Persiapan alat : kertas Koran 2
lembar, kursi (jika tindakan
dilakukan dalam posisi duduk), hand
scon.
2. Persiapan klien : kontrak topic,
waktu, tempat dan tunjuan
dilaksanakan senam kaki
3. Persiapan lingkungan : ciptakan
lingkungan yang nyaman bagi
pasien, jaga privacy pasie
Pelaksanaan Duduk secara tegak diatas kursi (jangan
bersandar) dengan meletakan kaki
dilantai
Dengan meletakan tumit di lantai, jari-
jari kedua belah kaki diluruskan ke atas
lalu bengkokan kembali ke bawah
seperti cakar. Lakukan sebanyak 10 kali.
Dengan meletakan tumit dilantai, angkat
telapak kaki ke [Link], jari-jari
kaki diletakan dilantai dengan tumit kaki
diangkatkan ke atas. Cara ini diulangi
sebanyak 10 kali
Tumit kaki diletakan dilantai. Bagian
dengan kaki diangkat keatas dan buat
putaran 360ᵒ dengan pergerakan pada
pergelangan kaki sebanyak 10 kali
Jari-jari kaki diletakan dilantai. Tumit
diangkat dan buat putaran 360ᵒ dengan
pergerakan pada pergelangan kaki
sebanyak 10 kali
Kaki diangkat keatas dengan meluruskan
lutut. Buat putaran 360ᵒ dengan
pergerakan pada pergelangan kaki
sebanyak 10 kali
Lutut diluruskan lalu dibengkokan
kembali kebawah sebanyak 10 kali.
Ulani langkah ini untuk kaki yang
sebelahnya.
Seperti latihan sebelumnya, tetapi kali
ini dengan kedua kaki bersamaan.
Angkat kedua kakim luruskan dan
pertahankan posisi tersebut, lalu gerakan
kaki pada pergelangan kaki, kedepan dan
kebelakang
Luruskan salah satu kaki dan angkat.
Putar kaki pada pergelangan kaki.
Tuliskan di udara dengan kaki angka 0
sampai 9.
Letakan sehelai kertas surat kabar
dilantai. Robek kertas menjadi dua
bagian
Bentuk kertas itu menjadi seperti bola
dengan kedua belah kaki. Kemudian,
buka bola itu menjadi lembaran seperti
semula dengan menggunakan kedua
belah kaki. Cara ini dilakukan hanya
sekali saja.
DAFTAR PUSTAKA
Arisyi S.P. 2011. pengaruh pemberian decota daun lidah buaya(Aloe vera L) terhadap
penurunan kadar glukosa darah tikus wistar yang diberi beban glukosa..
Arryska Ayu P. 2008. Uji Efek Penurunan Kadar Glukosa Darah Ekstrak Etanol 70 %
Buah Jambu Biji (Psidium Guajava L.) Pada Kelinci Jantan Lokal. Fakultas
Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta Surakarta.
Jelantik Darma Putra. [Link] pemberian ekstrak kering daun sukun
(artocarpus) terhadap kadar glukosa darah pada tikus putih diabetes mellitus.
Program studi ilmu keperawatan fakultas kedokteran universitas udayana.
Lanny lingga. 2010. Bebas diabetes tipe II tanpa obat. Jakarta. Pt agromedika
pustaka.
Misnadiarly. [Link] mellitus. Jakarta. Pustaka popular obor.
Mistral. 2008. 3 jenis melawan diabetes melitus. Jakarta. Puspa swara anggota
IKAPI.