TUGAS 1
1. Sebuah perusahaan bahan bangunan bermaksud menentukan waktu yang tepat untuk
mengganti kendaraan operasionalnya. Harga perolehan kendaraan Rp 150.000.000,
sedangkan harga jual dan biaya pemeliharaan sebagai berikut:
Tahun Harga jual Biaya pemeliharaan
1 Rp 125.000.000 Rp 1.000.000
2 Rp 110.000.000 Rp 1.500.000
3 Rp 85.000.000 Rp 2.500.000
4 Rp 60.000.000 Rp 3.000.000
Tentukan tahun ke berapa sebaiknya penggantian kendaraan operasional berdasarkan
nilai rata-rata!
2. Seorang pedang beras selama satu tahun harus memenuhi permintaan pembeli
sebanyak 30.000 kg. Permintaan sepanjang tahun relatif stabil. Biaya pemesanan
setiap kali membeli beras sebesar Rp 20.000. Biaya penyimpanan setiap kg beras
selama satu tahun Rp 300.
a. Berapakah jumlah pembelian yang paling ekonomis?
b. Berapa lamakah jangka waktu antara pesanan satu dan pesanan berikutnya agar
pemesanan ekonomis?
3. PT. Bogarasa menghasilkan dua macam roti yaitu roti coklat dan roti keju. Setiap unit
produk roti coklat memerlukan bahan baku A = 2 kg dan bahan baku B = 1 kg. Setiap
unit produk roti keju memerlukan bahan baku A = 1 kg dan bahan baku B = 3 kg.
Jumlah bahan baku A yang bisa disediakan perusahaan sebanyak 6.000 kg dan bahan
baku B sebanyak 9.000 kg. Sumbangan terhadap laba setiap produk roti coklat
sebesar Rp 1.500 dan setiap produk roti keju Rp 1.000
Saudara tentukan jumlah produk roti coklat, jumlah produk roti keju dan laba
maksimum dengan metode grafik!
Jawaban soal no 1
Memahami Masalah
Perusahaan ingin menentukan waktu optimal untuk mengganti kendaraan operasionalnya dengan
mempertimbangkan harga jual, biaya pemeliharaan, dan harga perolehan awal. Tujuannya adalah
memaksimalkan nilai dari kendaraan selama masa penggunaannya.
Metode Analisis
Untuk menentukan tahun yang tepat untuk mengganti kendaraan, kita dapat menggunakan konsep
nilai rata-rata (average value) dari kendaraan setiap tahunnya. Nilai rata-rata ini dihitung dengan
mengurangi biaya pemeliharaan dari harga jual kendaraan pada tahun tersebut.
Tahun Harga Jual (Rp) Biaya Pemeliharaan (Rp) Nilai Rata-rata (Rp)
1 125.000.000 1.000.000 124.000.000
2 110.000.000 1.500.000 108.500.000
3 85.000.000 2.500.000 82.500.000
4 60.000.000 3.000.000 57.000.000
Analisis Hasil
Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kendaraan terus menurun setiap tahunnya. Ini
menunjukkan bahwa nilai kendaraan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia
Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan nilai rata-rata, sebaiknya perusahaan mengganti kendaraan
operasionalnya pada tahun pertama. Hal ini karena pada tahun pertama, nilai rata-rata kendaraan
masih paling tinggi dibandingkan tahun-tahun berikutnya. Dengan mengganti kendaraan pada tahun
pertama, perusahaan dapat meminimalkan kerugian akibat penurunan nilai kendaraan.
Pertimbangan Lain
Meskipun secara matematis tahun pertama adalah waktu yang paling optimal untuk mengganti
kendaraan, ada beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan, seperti:
• Kondisi Kendaraan: Jika kendaraan masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan untuk
jangka waktu yang lebih lama, maka penggantian kendaraan dapat ditunda.
• Kebutuhan Perusahaan: Jika kebutuhan perusahaan terhadap kendaraan semakin
meningkat, maka mungkin perlu mempertimbangkan untuk mengganti kendaraan lebih
cepat.
• Biaya Operasional Lain: Selain biaya pemeliharaan, pertimbangkan juga biaya
operasional lainnya seperti bahan bakar, pajak, dan asuransi.
• Teknologi: Jika ada teknologi baru yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas
kendaraan, maka mungkin perlu mempertimbangkan untuk mengganti kendaraan meskipun
usianya masih muda
Jawaban soal no 2
Pedagang beras ingin menentukan jumlah pembelian beras yang paling ekonomis dalam satu tahun
untuk memenuhi permintaan 30.000 kg. Dalam hal ini, kita akan menggunakan konsep Economic
Order Quantity (EOQ) untuk mencari solusi optimal.
Konsep EOQ
EOQ adalah suatu metode untuk menentukan jumlah pesanan yang optimal sehingga total biaya
persediaan (biaya pemesanan dan biaya penyimpanan) dapat diminimalkan.
Rumus EOQ:
EOQ = √((2DS)/H)
Dimana:
• EOQ = Economic Order Quantity (jumlah pesanan ekonomis)
• D = Demand (permintaan dalam satuan unit per periode)
• S = Ordering cost (biaya pemesanan per kali pesan)
• H = Holding cost (biaya penyimpanan per unit per periode)
Penyelesaian
a. Menentukan Jumlah Pembelian yang Paling Ekonomis (EOQ)
• D = 30.000 kg/tahun
• S = Rp 20.000/kali pesan
• H = Rp 300/kg/tahun
Substitusikan nilai-nilai tersebut ke dalam rumus EOQ:
EOQ = √((2 * 30.000 * 20.000) / 300)
EOQ = √([Link])
EOQ = 2.000 kg
Jadi, jumlah pembelian beras yang paling ekonomis adalah 2.000 kg setiap kali pesan.
b. Menentukan Jangka Waktu Antara Pesanan
Untuk mencari jangka waktu antara pesanan, kita perlu mengetahui berapa kali dalam setahun
pedagang harus memesan.
• Jumlah pesanan per tahun = Permintaan tahunan / EOQ = 30.000 kg / 2.000 kg/pesan = 15
kali pesan
Jadi, pedagang harus memesan beras sebanyak 15 kali dalam setahun.
Untuk mencari jangka waktu antara pesanan:
• Jangka waktu antara pesanan = 365 hari / Jumlah pesanan per tahun = 365 hari / 15 kali
pesan ≈ 24,33 hari
Jadi, jangka waktu antara pesanan satu dan pesanan berikutnya agar pemesanan ekonomis
adalah sekitar 24 hari.
Kesimpulan
Agar biaya persediaan beras dapat diminimalkan, pedagang sebaiknya memesan beras sebanyak
2.000 kg setiap kali pesan, dengan interval waktu antara pesanan sekitar 24 hari. Dengan cara ini,
pedagang dapat memenuhi permintaan pasar tanpa harus menanggung biaya penyimpanan yang
terlalu tinggi atau terlalu sering melakukan pemesanan.
Jawaban soal no 3
PT. Bogarasa ingin menentukan jumlah produksi roti coklat dan roti keju yang optimal untuk
memaksimalkan laba, dengan mempertimbangkan keterbatasan bahan baku A dan B.
Menyelesaikan dengan Metode Grafik
Langkah-langkah:
1. Gambar Garis Kendala:
o Ubah pertidaksamaan menjadi persamaan: 2x + y = 6000 dan x + 3y = 9000.
o Gambar kedua garis ini pada bidang kartesian.
o Arsir daerah yang memenuhi semua pertidaksamaan (daerah layak).
2. Tentukan Titik Sudut Daerah Layak:
o Titik-titik sudut daerah layak adalah titik potong garis-garis kendala dan sumbu x
dan y.
3. Hitung Nilai Fungsi Tujuan pada Setiap Titik Sudut:
o Substitusikan koordinat setiap titik sudut ke fungsi tujuan Z = 1500x + 1000y.
4. Pilih Titik Sudut yang Memberikan Nilai Z Maksimum:
o Titik sudut yang memberikan nilai Z terbesar adalah solusi optimal.
Interpretasi Solusi: Nilai x dan y pada titik optimal menunjukkan jumlah produksi masing-masing
roti yang menghasilkan laba maksimum. Nilai Z adalah besarnya laba maksimum.
Pada grafik, daerah layak adalah wilayah yang diarsir. Titik-titik sudut daerah layak adalah titik
potong garis-garis kendala. Dengan menghitung nilai fungsi tujuan pada setiap titik sudut, kita akan
menemukan titik yang memberikan nilai Z maksimum.
Contoh Interpretasi Hasil: Misalnya, jika titik sudut B (2000, 2333) memberikan nilai Z
maksimum, maka:
• PT. Bogarasa harus memproduksi 2000 roti coklat dan 2333 roti keju untuk mencapai laba
maksimum.
• Laba maksimum yang dapat diperoleh adalah Z = 1500(2000) + 1000(2333) = [hitung
hasilnya].
Kesimpulan
Dengan menggunakan metode grafik, kita dapat secara visual menentukan jumlah produksi optimal
untuk memaksimalkan laba PT. Bogarasa. Hasil ini akan memberikan dasar yang kuat untuk
pengambilan keputusan produksi.
Catatan:
• Pembulatan: Karena jumlah produk tidak bisa pecahan, hasil perhitungan mungkin perlu
dibulatkan ke bawah.
• Kendala Lain: Model ini adalah model dasar. Dalam praktiknya, mungkin ada kendala
lain seperti kapasitas produksi mesin, permintaan pasar, dan sebagainya.
• Metode Lain: Selain metode grafik, masalah ini juga dapat diselesaikan dengan metode
Simplex atau menggunakan software pemrograman linear.