0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan25 halaman

Pentingnya Preprocessing Data untuk Kualitas Mining

Diunggah oleh

Ikhdam R Fadhilah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan25 halaman

Pentingnya Preprocessing Data untuk Kualitas Mining

Diunggah oleh

Ikhdam R Fadhilah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Data Preprocessing

By. Gunawansyah
Data

 Data yang ada pada umumnya:


 Banyak noise
 Ukuran yang besar
 Dapat merupakan campuran dari berbagai sumber

 Memahami data sangat penting untuk preprocessing


Mengapa Perlu Data Preprocessing?
a. Data dalam dunia nyata “dirty”
 Tidak komplet: berisi data yang hilang/kosong, kekurangan atribut yang sesuai,
hanya berisi data aggregate
 e.g., occupation=“ ”

b. Banyak “noise”: berisi data yang outlier atau error


 e.g., Salary=“-10”
c. Tidak konsisten: berisi nilai yang berbeda dalam suatu kode atau nama
 e.g., Age=“42” Birthday=“03/07/1997”
 e.g., Was rating “1,2,3”, now rating “A, B, C”
 e.g., discrepancy between duplicate records
d. Data yang tidak berkualitas, akan menghasilkan kualitas mining yang tidak baik pula.
e. Data Preprocessing, cleanning, dan transformasi merupakan pekerjaan mayoritas
dalam aplikasi data mining (90%).
 Garbage In Garbage Out: Tanpa tersedianya data yang
berkualitas, jangan mengharapkan hasil mining yang
bermutu.

 Pengambilan keputusan yang bermutu harus berbasis data


yang bermutu pula.

 Contoh:
Data yang ganda atau tidak lengkap mungkin akan
menyebabkan kesalahan pada pola-pola sebagai bakal
pengetahuan yang dihasilkan, atau bahkan menyesatkan.
Why Preprocess the Data?
Measures for data quality: A multidimensional view

Accuracy: correct or wrong, accurate or not


Completeness: not recorded, unavailable, …
Consistency: some modified but some not, …
Timeliness: timely update?
Believability: how trustable the data are correct?
Interpretability: how easily the data can be understood?

5
Ukuran Kualitas :

 Accuracy
 Completeness
 Consistency
 Timeliness
 Believability
 Value added
 Interpretability
 Accessibility
Major Tasks in Data Preprocessing
1. Data cleaning
 Fill in missing values
 Smooth noisy data
 Identify or remove outliers
 Resolve inconsistencies
2. Data reduction
 Dimensionality reduction
 Numerosity reduction
 Data compression
3. Data transformation and data discretization
 Normalization
 Concept hierarchy generation
4. Data integration
 Integration of multiple databases or files

7
Tugas-tugas Utama Data Preprocessing – Jia Weihan (#1)

 Data Cleaning
Mengisi missing values, menghaluskan (smoothing) noisy data, membereskan
inkonsistensi.
 Data Integration
Menggabung data dari berbagai sumber database yang berbeda ke dalam sebuah
penyimpanan seperti data cube atau warehouse.
 Data Transformation
Mengubah / mentransformasikan data ke dalam bentuk yang paling tepat / cocok
untuk proses data mining.
 Data Reduction
Mengurangi volume data, tetapi mempertahankan hasil analisis yang sama atau
serupa.
 Data Cleaning

 Data pada dunia nyata cenderung incomplete (tidak lengkap), noisy


(terganggu, memuat penyimpangan), dan inconsistent (tidak
konsisten).

 Rutin-rutin data cleaning mencoba untuk:


 menangani missing values (nilai-nilai yang hilang)
 smoothing (menghaluskan) data yang ber-noise, jika outliers (data-data di
luar umumnya)
 teridentifikasi memperbaiki inkonsistensi data.
Penanganan Missing Values (#1)

1. Abaikan recordnya
 Kurang efektif saat terdapat beberapa atribut yang memiliki missing values.
 Juga saat persentase missing values harus dipertimbangkan.
2. Masukkan nilai yang hilang secara manual
 Secara umum pendekatan ini sangat menyita waktu dan tidak dapat dikerjakan
dengan mudah pada large data sets dengan missing values dalam jumlah besar.
3. Gunakan konstanta umum untuk mengganti nilai yang hilang
 Ganti semua nilai-nilai atribut yang hilang dengan konstanta yang sama, seperti
label "unknown" or nilai -tak terhingga.
 Meskipun metode ini mudah, tidak dianjurkan untuk digunakan,"unknown" dapat
dianggap suatu attribute value.
Penanganan Missing Values (#2)

4. Gunakan rata-rata nilai atribut untuk mengganti nilai yang hilang


 Misalkan pendapatan rata-rata dari customer AllElectronics adalah $28,000. Gunakan nilai ini
untuk mengganti nilai pendapatan yang kosong.
5. Gunakan rata-rata nilai atribut dari semua sample yang berada pada kelas yang sama
 Sebagai contoh, jika customer dikelompokkan berdasar tingkat resiko kreditnya, ganti nilai
yang hilang dengan rata-rata nilai pendapatan dari semua customer pada tingkat resiko kredit
yang sama.
6. Gunakan nilai yang "paling mungkin" untuk digantikan pada nilai yang hilang
 Dapat diperoleh melalui regresi, atau beberapa metode inferensi seperti formula Bayes atau
induksi decision tree.
Penanganan Noisy Data (#1)

“Apa yang dimaksud noise ?“


Noise adalah kesalahan yang terjadi secara random atau karena variasi yang terjadi
dalam pengukuran variabel.

 Solusi:
Dengan smoothing (penghalusan data).

 Beberapa pendekatan Smoothing:


 Binning
 Clustering
 Regression
#Binning

 Metode-metode binning menghaluskan nilai pada data yang terurut dengan


"berkonsultasi" dengan data "tetangganya", yaitu nilai-nilai di sekitarnya.
 Nilai-nilai yang terurut didistribusikan ke dalam sejumlah "buckets" atau bins.
 Penghalusan data secara lokal.
 Pada contoh ini, data pertama kali diurutkan, dan kemudian dipartisi ke
dalam bins dengan kedalaman yang sama, misal 3 (setiap bin berisi tiga nilai).
 Binning juga digunakan sebagai suatu teknik diskretisasi.
#Clustering
 Data Outliers (di luar nilai yang wajar) dapat dideteksi dengan clustering yang
mengelompokkan nilai-nilai yang sama dalam sebuah group (cluster)
 Secara intuitif, nilai yang berada di luar semua cluster yang terbentuk, dapat
dipertimbangkan sebagai outliers.
#Regression

Smoothing dapat dilakukan dengan fitting (mengepaskan) data


pada sebuah function yang diperoleh dengan perhitungan regresi.
 Regresi Linier melibatkan penemuan garis “terbaik” untuk mencocokan
dua variabel, sehingga satu variabel dapat digunakan untuk meramalkan
yang lain.
 Mulitiple Regresi Linier adalah perluasan dari regresi linear, dimana
lebih dari dua variabel dilibatkan dan data disesuaikan pada permukaan
multi dimensi.
Penanganan Inkonsistensi Data

 Beberapa data yang tidak konsisten dapat diperbaiki secara manual


dengan menggunakan referensi-referensi eksternal.
Contoh: Kesalahan-kesalahan yang dibuat pada data entry dapat diperbaiki
dengan melakukan pelacakan pada kertas.
 Mungkin juga terdapat inkonsistensi yang disebabkan oleh integrasi
data, dimana atribut-atribut yang diberikan ternyata memiliki nama-
nama yang berbeda karena berasal dari database-database yang
berbeda.
 Redundancy (perulangan) atribut juga mungkin terjadi
 Data Integration (Integrasi Data)
Sering terjadi tugas analisis melibatkan integrasi data, yaitu
penggabungan data dari beberapa data stores ke dalam
sebuah tempat penyimpanan data seperti data cube atau
warehousing.

Sumber-sumber data dapat berupa multiple database, data


cubes, atau flat files.
Beberapa Issues dalam Integrasi Data (#1)
1. Entity Identification Problem
 Bagaimana seorang data analis atau komputer dapat yakin bahwa customer_id dalam sebuah
database dan cust_number dalam database lain sebenarnya menunjuk pada entity yang sama?
 Database dan data warehouse biasanya mempunyai metadata – data tentang data. Metadata
dapat digunakan untuk membantu menghindari kesalahankesalahan dalam integrasi.

2. Redudancy (Perulangan)
 Beberapa perulangan dapat dideteksi dengan correlation analysis (analisa korelasi). Contoh:
Saat diberikan dua buah atribut, dapat diukur berapa kuat sebuah atribut berpengaruh pada
atribut lainnya.
3. Detection and Resolution of Data Value Conflicts (Deteksi dan Penyelesaian Konflik data)
 Sebagai contoh, untuk entiti yang sama, nilai-nilai atribut dari beberapa sumber yang berbeda
dapat berbeda. Hal ini dapat menyebabkan perbedaan dalam skala representasi.
 Sebuah atribut weight dapat disimpan dalam unit metric pada satu sistem dan unit British
imperial pada sistem lainnya. Gram vs. Ounce.
 Harga hotel diukur melalui sistem mata uang yang berbeda, termasuk juga pelayanan yang
berbeda (seperti free breakfast) dan pajak.
 Data Transformation

Tujuannya:
diharapkan lebih efisien dalam proses data mining dan mungkin juga agar pola
yang dihasilkan lebih mudah dipahami.

Strategi:
 Smoothing
 Attribute (feature) construction
 Aggregation
 Normalization
 Discretization
Normalisasi Data
adalah proses penskalaan nilai atribut dari data sehingga bisa jatuh pada range
tertentu.
Contoh:
Misalnya berkenaan dengan pencatatan tingkat kematian penduduk di Indonesia
perbulannya berdasarkan jenis umur. Secara Soft Computation Research Group,
EEPISITS sederhana, disana ada 3 dimensi data, yaitu bulan (1-12), umur (0-150
misalnya), dan jumlah kematian (0-jutaan).
Kalau kita bentangkan range masing-masing dimensi, maka kita akan
mendapatkan ketidak-seimbangan range pada dimensi yang ketiga, yaitu jumlah
kematian.
Normalisasi Data

 Unit ukuran dapat mempengaruhi analisis data.


 Unit yang lebih kecil akan menghasilkan rentang nilai yang besar
 Atribut akan memiliki “bobot” yang lebih besar dari atribut lain sehingga
data perlu dinormalisasi atau dibakukan.
 Hasil suatu normalisasi adalah [-1, 1] atau [0.0, 1.0]
 Diperlukan dalam klasifikasi (termasuk neural network dan nearest
network) dan clustering.
 Metode Normalisasi data :
a) Min-max
b) Z-score
c) Decimal scaling
Normalization method (Min-Max)

Min-Max merupakan metode normalisasi dengan melakukan transformasi linier


terhadap data asli.
Rumus:

Keuntungan dari metode ini adalah keseimbangan nilai perbandingan antar data
saat sebelum dan sesudah proses normalisasi. Tidak ada data bias yang dihasilkan
oleh metode ini.
Kekurangannya adalah jika ada data baru, metode ini akan memungkinkan
terjebak pada "out of bound" error.
Normalization method (Z-Score)

Z-score merupakan metode normalisasi yang berdasarkan mean (nilai rata-rata)


dan standard deviation (deviasi standar) dari data.

Rumus:
newdata = (data-mean)/std

Metode ini sangat berguna jika kita tidak mengetahui nilai aktual minimum dan
maksimum dari data.
Normalization method (Decimal Scaling)

Metode ini melakukan normalisasi dengan menggerakkan nilai desimal dari data
ke arah yang diinginkan.

Rumus:
newdata = data / 10i

dimana i adalah nilai integer untuk menggerakkan nilai desimal ke arah yang
diinginkan.
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai