0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan98 halaman

Pelatihan Pengendalian Hama Tingkat Menengah

Diunggah oleh

aditsanjaya222
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan98 halaman

Pelatihan Pengendalian Hama Tingkat Menengah

Diunggah oleh

aditsanjaya222
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Intermediate Level Program

NAMA :
____________________________________

N.I.K. :
____________________________________

INHOUSE TRAINING
Intermediate
Level
Dalam rencana kerja pengembangan Sumber
Daya Manusia, pelatihan selanjutnya, setelah
Pest Knowladge & HSE I Basic Training adalah
Intermediate Level Training.

Adapun materinya :
- Pest Knowledge : Semua hama yang
menjadi bidang usaha SPC (Nyamuk, Lalat,
Kecoa, Semut, Kecoa dan Rayap).
- Pesticide : Semua pestisida yang selama
ini dipergunakan oleh SPC (Ada didalam
Daftar AUTHORIZED PESTICIDE LIST (APL)
- Equipment : Lebih mengutamakan alat
kerja/equipment yang digunakan untuk ke
hama sasarannya.
- Health Safety Environment (HSE) : Lebih
mengutamakan fungsi dari masing-masing
Personal Protective Equipment (PPE) dan
Bahayanya

Uji kemampuan (test) yang akan dipergunakan :


- Pest Knowledge : Membuat presentasi dan
mempresentasikan tentang sesuatu hama,
dan sekaligus memberikan gambaran,
penjabaran serta tahapan cara
pengendaliannya.
- Pesticide, Equipment dan Health Safety
Environment (HSE) : Melakukan uji
kemampuannya (test) dengan tertulis.

INHOUSE TRAINING
Pest Knowledge

I. NYAMUK

KEUNTUNGAN MENGENDALIKAN NYAMUK :


Mengendalikan tempat perkembang-biakkan nyamuk sama
dengan Mengendalikan Penyakit, Nyamuk merupakan
vektor/pembawa/penyebar beberapa penyakit. Contohnya:
Demam berdarah, Malaria, Japanese Encephalitis (JE) yaitu
virus menyerang sistem saraf, Filariasis (kaki gajah) dan
Cikukunya
Jenis Nyamuk Aedes sp
Meletakkan telur di penampungan air yang jernih. Pembawa
atau penyebar penyakit demam berdarah dan chikungunya.
Kebiasaan menggigit pada pagi (7-12) dan sore (15-17) hari.
Jenis Nyamuk Culex sp
Meletakkan telur di air yang kotor. Pembawa/penyebar
penyakit Radang Otak dan Kaki Gajah. Kebiasaan menggigit
pada malam hari.
Jenis Nyamuk Anopheles sp
Tergantung dari Jenisnya (dapat berada dipegunungan, hutan
dan pesisir). Pembawa/penyebar penyakit Malaria. Kebiasaan
menggigit pada malam hari.
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia (hewan/binatang)
Phylum : Arthropoda (ciri kaki yang ber ruas-ruas)
Class : Insecta (serangga/ber-metamorfosa)
Order : Diptera (ciri bersayap dua)
Family : Culicidae, Genus : Aedes, Culex, Anopheles.
SIKLUS HIDUP
 Metamorfosa Sempurna : Siklus hidup nyamuk yaitu telur
menjadi larva (1-2 hari), larva menjadi pupa (4-5 hari),
pupa menjadi nyamuk dewasa (1-2 hari).
 Lama tahapan siklus tersebut bergantung kepada jenis
dan suhu. Kebanyakan spesies melengkapi siklusnya
selama empat hari hingga satu bulan.
 Jumlah telur selama hidupnya berjumlah 600 - 800 butir.
 Lama hidupnya 3-4 Minggu.

Page 1
Pest Knowledge

I. NYAMUK

KEBIASAAN NYAMUK
1. Menggigit di pagi hari/Day biters – Aedes sp
2. Menggigit di malam hari/Night Biters – Anopheles sp, Culex
sp
3. Mengigit karena dipengaruhi oleh: Suhu, Bau Keringat
Tubuh, CO2, Kelembaban, Warna kulit dan Pergerakan
4. Antena digunakan sebagai organ penciuman, sensor panas
dan sensor suara
• Breeding Place Tempat berkembang biak/meletakkan telur
• Feeding Place Tempat/letak sumber makanan
• Resting Place Tempat beristirahat
• Hiding Place Tempat bersembunyi
- Stadia IMAGO nyamuk memakan nektar bunga dan sari
buah.
- Nyamuk BETINA memerlukan protein untuk pembentukan
telur, untuk itu nyamuk betina membutuhkan darah yang
mengandung protein sebelum meletakkan telur.
Ketinggian terbang nyamuk sekitar ±25 kaki (7.5 meter),
sedangkan jauh terbangnya sekitar 300 meter. Namun dapat
juga menjelajah hingga 1-3 mil (1.6 – 4.8 km).
PREVENTION : Door Closer, Automatic Door, Kawat Nyamuk,
Strip Curtain, Air Curtain, Sistem dua pintu,
Monitoring dengan Electronic Fly Killer For
OUTSIDE AREA.
EXCLUSION : Pemasangan Kelambu, Pemasangan Black
hole.
SANITATION : Tindakan mengurangi keberadaan :
Makanan (tanaman semak/berbunga), Air (3M,
memelihara ikan pemakan jentik), Tempat
tinggal (hangat, gelap, lembab).
TREATMENT : Larviciding, Residual Spraying, Cold Fogging,
Thermal Fogging, Misting

Page 2
Pest Knowledge

II. LALAT
KEUNTUNGAN MENGENDALIKAN LALAT :
- Menghindari kehilangan barang Contoh: rusaknya reputasi,
publisitas yang buruk dimedia, Legalitas
- Sesuai dengan Legalitas/Peraturan Contoh: Food Industry
- Mengurangi gangguan dan ketakutan
- Mencegah penyebaran penyakit
- Lalat sebagai vektor/pembawa/penyebar penyakit
- Potensial HAZARD dalam Hazard Analysis Critical Control
Point (HACCP).
HACCP adalah suatu sistem kontrol menjegah terjadinya
bahaya sehingga dapat dipakai sebagai jaminan mutu
pangan.
Mikroba dapat dibawa lalat melalui beberapa cara: Bagian
mulut, Muntahan, Bulu bulu kaki, Bantalan kaki, Kotoran,
Gigitan
JENIS-JENIS LALAT
House Fly, Flesh Fly, Blue Bottle Fly, Green Bottle Fly, Moth
Fly, Fruit Fly.
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia (hewan/binatang)
Phylum : Arthropoda (ciri kaki yang ber ruas-ruas)
Class : Insecta (serangga/ber-metamorfosa)
Order : Diptera (ciri bersayap dua)
Family : Muscidae, Genus : Musca,
Species : Musca domestica (Lalat rumah/scientific named).
Haltere adalah Bagian sayap yang tidak tumbuh sempurna
yang terdapat di bagian bawah sayap utama yang berfungsi
sebagai penyeimbang pada saat terbang.
Lalat mampu terbang sejauh 32 km dari tempat
perkembangbiakannya. Meskipun demikian, biasanya lalat
hanya terbang 1,6 sampai dengan 3,2 km dari tempat

Page 3
Pest Knowledge

tumbuh dan berkembangnya lalat. Tinggi terbang seekor


lalat ± 5 meter

II. LALAT
• Metamorfosa Sempurna :
- Telur (8-16 jam), Belatung/Larva (4-5 hari), Pupa (4-5
hari), Lalat Dewasa/Imago
• Siklus hidup 2 -5 minggu pada suhu 30°C
• Selama hidup lalat betina dapat menghasilkan telur 2000
butir
• Setiap kali bertelur akan menghasilkan 120–130 telur
• Umur Lalat pada umumnya sekitar 2-3 minggu, tetapi
pada kondisi yang lebih sejuk bisa sampai 3 (tiga)
bulan
• Lalat memiliki daya penciuman lebih dari 750 meter
• Jarak mencari makan bisa sampai radius kurang lebih 3
km

PREVENTION : Pintu dalam keadaan tertutup, Pintu di


lengkapi Door Closer, Sistem dua pintu
EXCLUSION : Installasi Air Curtain, Installasi Strip Curtain,
Screening/Wiremass.
SANITATION : Tempat pembuangan sampah harus di
bersihkan secara teratur/regularly. Sanitasi
yang BAIK merupakan tahap awal dari seluruh
management pengendalian lalat
TREATMENT : Baiting dg Thiametoxam, Residual Spraying,
Cold Fogging, Thermal Fogging, Misting

MONITORING EQUIPMENT FOR FLIES :


Fly Trap Luralite, Back Hole, Electronic Fly Killer, Tree Trap.

Page 4
Pest Knowledge

III. KECOA

Klasifikasi :
Class : Insecta (serangga/ber-metamorfosa)
Ordo : Orthoptera (Memiliki Sayap yang lurus dan keras),
Family : Blattidae, Blatellidae,
Genus : Periplanetta, Blatella, Blatta.
Struktur tubuhnya tidak pernah berubah walau sudah 200
tahun! Alasannya: bentuk tubuh sudah sempurna untuk
bertahan hidup.
SIKLUS HIDUP
• Metamorfosa Tidak Sempurna Telur, Nimfa 1, Nimfa 2,
Dewasa 1, Dewasa 2
• Untuk menyelesaikan satu siklus hidupnya, kecoa
memerlukan waktu kurang lebih 7 bulan.
• Untuk stadium telur, kecoa membutuhkan waktu 30–40
hari sampai telur menetas.
OOTHECA
• Kelompok telur dilindungi oleh selaput keras yang disebut
ootheca. Satu kapsul telur biasanya berisi 30 telur kecoa.
Peletakan kapsul kecoa bisa mencapai 30–86 kapsul per
kecoa dengan interval 3–5 hari.
JENIS-JENIS KECOA UMUM :
- Blattella germanica,
- Periplaneta Americana,
- Supella longipalpa,
- Blattella asahinai,
- Blatta orientalis
Moulting adalah pergantian kulit pada kecoa

Page 5
Pest Knowledge

LINGKUNGAN ALAM Blattella germanica : Kecoa Jerman


sering ditemukan didalam rumah/gedung, biasanya
menempati dapur dan kamar mandi, dan tinggal di dalam
struktur bangunan.
LINGKUNGAN ALAM Periplaneta americana : Kecoa
Amerika sering ditemukan di luar rumah antara lain di
saluran pembuangan, bahan makanan, restoran, dan gedung
perkantoran.
III. KECOA

KEBIASAAN :
GROOMING : Menjilat/Membersihkan tubuh,
NOCTURNAL : Beraktifitas pada malam hari,
OMNIVOROUS : Pemakan segalanya,
SUKA CELAH DAN RETAKAN : Karena bentuk tubuhnya yg
pipih,
BERSIMBIOSIS DENGAN PROTOZOA UNTUK MENGURAIKAN
SELULOSA agar makanan mudah dicerna
TANDA-TANDA INSFESTASI : Adanya bekas cairan,
Kotoran/Feces, Kantung Telur/Oootecha, Kulit serangga
tahapan Nympha, Bau-bauan khas kecoa.

MENGAPA KECOA HARUS DIKENDALIKAN :


- Dapat menyebabkan kerugian/merusak material. Contoh:
Buku, Dokumen, Photo, Pakaian berharga dan lain
sebagainya.
- Dapat menyebabkan kontaminasi terhadap Produk,
khususnya makanan
- Dapat menyebarkan penyakit. Penyebaran bakteri
melalui rambut kaki, kotoran, urine dan muntahan.
Contoh penyakit: Salmonellosis, Dysentri, Cholera
- Menimbulkan rasa takut (ENTOMOPHOBIA)
METHODE PENGENDALIAN :
PREVENTION : MONITORING INCOMING GOODS
EXCLUSION : Menutup celahan & retakan, memasang Insect
Catcher di area dalam.

Page 6
Pest Knowledge

SANITATION : Melakukan program sanitasi yang baik dan


berkesinambungan, Membuang sampah secara
teratur, Tempat sampah dilapisi oleh plastic
bag, Tempat sampat dalam keadaan tertutup,
Saluran Drainage & limbah harus selalu
dibersihkan, Treatment dg air panas
TREATMENT METODE NON KIMIA : Cockroach Trap,
Vacuming.
TREATMENT METODE KIMIA : Baiting, Dusting, Spraying,
Fogging

IV. SEMUT

KLASIFIKASI :
Kingdom : Animalia.
Phylum : Arthropoda.
Class : Insecta.
Ordo : Hymenoptera (Sayap Yang Memiliki Selaput).
Family : Dolichoderidae, Formicinae, Myrmicinae.
Petiole yang dapat dibentuk oleh satu atau dua node. Untuk
membantu mengidentifikasi semut, mereka dikelompokkan
ke dalam "satu node" dan "dua node" semut. "NODE" adalah
identifikasi karakteristik penting.
DESKRIPSI :
- Memiliki bagian tubuh yang menyempit (Narrow Waist)
- Memiliki Antena yang menyiku 45 derajat.
- Memiliki sepasang sayap pada fase dewasa/Imago
- Sayap yang dimiliki ratu akan lepas setelah melakukan
perkawinan pasangannya.
SIKLUS SEMUT
• Metamorfosa Sempurna
• Telur berwarna putih, sangat kecil
• Larva tidak bertungkai, mengalami beberapa kali moulting
sebelum menjadi pupa
• Satu siklus hidup membutuhkan waktu antara 6 - 8 Minggu

Page 7
Pest Knowledge

INFORMASI LAIN :
 Serangga sosial dengan Sistem DUA KASTA
 Kasta Reproduktif (Ratu, Raja, Alates/semut dewasa
bersayap) dan Kasta Pekerja
 Reproduktif menghasilkan keturunan
 Pekerja bertugas mencari makan, mempertahankan dan
merawat sarang
 Nyaris tidak dapat melihat, bergantung pada sel sensor
yang terdapat pada antena untuk meraba dan merasa
 Kuat, dapat mengangkat sampai dengan 40 kali dari berat
badannya
IV. SEMUT

Penyebaran Koloni Semut : terjadi selama masa krisis


atau bila populasi tumbuh tertalu cepat dalam suatu koloni
Swarming :Penyebaran koloni dengan cara terbang yang
dilakukan oleh semut alates (semut yang memiliki
sayap)
Budding : Penyebaran koloni yang dilakukan oleh kasta
pekerja (dengan cara memindahkan telur-telur).
KEBIASAAN SEMUT
Mengikuti alur pheromone/senyawa kimia yang dikeluarkan
oleh semut lain, Selalu mengikuti struktur garis. (pheromone
adalah sebagai penjejak untuk menunjukkan jalan menuju
sumber makanan dan atau kembali ke sarang).
PENGENDALIAN SEMUT YANG EFEKTIF
 Periksa tempat-tempat yang dijadikan sarang
 Mengikuti jalur semut ketika semut pekerja membawa
makanan kembali ke sarang
 Memusnahkan sarang dengan bahan kimia
 Menggunakan Mist Blower di area taman atau Hand
Sprayer pada celah dan pinggiran lantai atau sekeliling
bangunan dan menyusuri sekeliling papan di dalam ruang
METODE PENGENDALIAN YANG LAIN
 Pemusnahan sumber-sumber infestasi
 Menjaga agar bahan-bahan yang dibawa dari luar tetap
bersih untuk mengurangi sumber infestasi

Page 8
Pest Knowledge

 Taman agar tetap terpelihara dengan cara memangkas


rumput dan cabang-cabang pohon agar tidak dijadikan
jalan masuk untuk infestasi hama
 Menutup dinding yang retak
 Dengan menggunakan umpan

V. TIKUS
KLASIFIKASI
Kingdom : Animalia.
Phylum: Chordata, SubPhylum: Vertebrata, adalah kelompok
hewan yang memiliki tulang belakang
Kelas : Mammalia (hewan yang melahirkan/menyusui)
Ordo : Rodentia (binatang pengerat)
Family : Muridae Genus : Mus, Rattus
CIRI-CIRI MORFOLOGY TIKUS
Rattus norvegicus Rattus rattus Mus musculus

BADAN 150-600 gram 80-300 gram 10-21 gram


KEPALA Hidung tumpul, badan Hidung runcing, badan Hidung runcing, badan
& besar, pendek, 18,25 kecil, 16-21 cm kecil, 6-10 cm
BADAN cm
Lebih pendek dari Lebih panjang dari Sama atau lebih
kepala dan badan, kepala dan badan, panjang sedikit dari
bagian atas lebih tua warna tua merata, tidak kepala dan badan, tak
EKOR dan warna muda pada berambut, 19-25 cm berambut, 7-11 cm
bagian bawahnya
dengan rambut pendek
kaku 16-21 cm
Relatif kecil, separoh Besar, tegak, tipis dan Tegak,besar
TELINGA tertutup bulu, jarang tak berambut, 25-28 untuk ukuran binatang
lebih dari 20-23 mm mm 15mm/kurang
Bagian punggung abu- Abu-abu kecoklatan Satu sub spesies : abu-
abu kecoklatan, keabu- sampai kehitam- abu kecoklatan bagian
abuan pada bagian hitaman dibagian perut, keabu-abuan,
BULU perut punggung bagian perut Lainnya : keabu-abuan
kemungkinan putih atau bagian punggung dan
abu-abu, hitam keabu- putih keabu-abuan
abuan bagian perut

Page 9
Pest Knowledge

• Pada setiap rahang dijumpai 2 buah gigi seri di atas dan di


bawah gigi taring. Dan Jumlah gigi tikus adalah 16 buah.
• Antara gigi seri dan geraham terbentuk suatu celah. Celah
tersebut disebut diastema
JENIS-JENIS UMUM
• Norway rats (Tikus Got) – Rattus norvegicus
• Roof rats (Tikus Atap) – Rattus rattus
• House Mouse (Tikus Rumah) - Mus musculus
Sifat; Neophobia, Buta warna, Gigi tumbuh terus,
Groomingat.
Makanan; Omnivora, 10% dari bobot tubuh.
V. TIKUS
SIKLUS PERKEMBANGBIAKAN :
 Reproduksi; 3-12 anak per kelahiran. Setelah terjadi
perkawinan betina hamil selama 21 hari dan setelah
melahirkan, 1-2 hari pasca melahirkan (Post Partum
Oestrus) betina dapat dibuahi/dikawinkan kembali. Anak
tikus setelah 42 hari akan menjauh dari si induk 5-9
Minggu setelah dilahirkan tikus muda baru berfungsinya
organ kelamin. Dan Sepasang tikus dapat menghasilkan
20 juta tikus per 3 tahun.
TANDA-TANDA ADANYA INFESTASI : Adanya
kotoran/feces, Air seni/urien, lemak tubuh/smear, jejak,
lubang/holes, jalur pelarian/runway, bukti fisik tikus, keratan
tikus, rambut tikus.
KEMAMPUAN TIKUS/RAT ABILITIES : Mengerat/Gnawing,
Menggali/Digging, Memanjat/Climbing, Berenang/Swiming,
Melompat/Jumping.
MEMILIKI SENSOR : Penglihatan, Pendengaran, Penciuman,
Peraba, Perasa.
MENGAPA HARUS DIKENDALIKAN : Menghindari
kerusakan barang, Menghindari kehilangan barang Publisitas
yang negatif akan menyebabkan pencemaran nama baik,
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Contoh: Jaminan bahwa
makanan dalam keadaan bersih.

Page 10
Pest Knowledge

MENGHINDARI PENYEBARAN PENYAKIT


• Demam karena gigitan tikus – pada gigi dan gusi Spirillum
minus & Streptobacillus moniliformis
• Salmonellosis – Air seni dan kotoran Salmonella
• Weil’s Disease (Leptospirosis) – air seni / darah /kotoran
Leptospira icterohaemorrhagiae
• Pes – kutu tikus, Xenopsylla cheopis Yersenia pestis
BAGAIMANA MENGENDALIKAN TIKUS
METODE TRAPPING/JEBAKAN : Perangkap Mati, Perangkap
Lem (Glueboard), Perangkap Hidup
METODE BAITING/PENGUMPANAN : RATBOX (OUTSIDE
AREA), TRAYS BAIT (INSIDE AREA)
VI. RAYAP

Di Indonesia, terdapat 200 jenis rayap dan 5%


diantaranya dikategorikan sebagai musuh manusia
Ordo Isoptera : Isoptera berasal dari bahasa Latin iso = sama,
pteron = sayap yang berarti Insekta bersayap sama
Rayap dibagi menjadi 5 kelompok : Rayap Pohon, Rayap
Kayu Basah, Rayap Kayu Kering, Rayap Subterranean, Rayap
Tanah.
RAYAP POHON : Menyerang pohon yang masih hidup,
Bersarang dalam pohon, Tidak berhubungan dengan tanah
contoh : Neotermes tectonae (hama pada pohon Jati)
RAYAP KAYU BASAH : Menyerang kayu yang mati dan
lembab, Bersarang di dalam kayu, Tidak berhubungan
dengan tanah Contoh: Glyptotermes sp.
RAYAP KAYU KERING : Hidup dalam kayu mati yang telah
kering, Umumnya menyerang perabotan rumah yang
berbahan kayu, Tanda serangan berupa adanya faecal pellets
& sering berjatuhan dilantai, Tidak berhubungan dengan
tanah Contoh: Cryptotermes sp
RAYAP SUBTERRANEAN : Hidup di dalam tanah yang
mengandung banyak bahan kayu yang telah mati atau

Page 11
Pest Knowledge

membusuk atau pada tunggak pohon baik yang telah mati


atau masih hidup, Mampu bersarang di dalam kayu yang
diserangnya walau tidak berhubungan dengan tanah asal
sarang tersebut memperoleh kelembaban sesekali, Contoh:
Coptotermes sp.
Hanya 5 Jenis Rayap yang sangat merusak secara ekonomis,
diantaranya:
Coptotermes travians, Coptotermes havilandi, Coptotermes
curvignatus, Coptotermes kalshoveni, Coptotermes
sepangensis
RAYAP TANAH : Bersarang di dalam tanah di dekat bahan
organik yang mengandung selulosa seperti kayu, serasah dan
humus, Sarang membentuk sebuah bukit, Serangan pada
dinding rumah tingginya tidak lebih dari 1 meter Contoh :
Macrotermes, Microtermes, Odontotermes, Nasutitermes
KEUNTUNGAN PENGENDALIAN RAYAP :
- Mencegah kerusakan, Rayap merusak bahan yang
mengandung Selulosa Contoh : Kayu, Kertas, Gypsum dan
lain-lain.
- Beberapa barang yang mempunyai nilai sejarah. Contoh:
Dokumen, Arsip, Museum.
- Mencegah Kehilangan Nilai Jual Property Contoh : Property
Rusak - Nilai jual yang rendah
- Memberikan ketenangan Contoh : Atap yang Roboh
- Mengurangi Pemakaian Kayu dan Melestarikan Hutan
Dengan melindungi struktur kayu, maka memperpanjang
daya tahannya dan tidak perlu menebang pohon baru.
PERBEDAAN SEMUT dengan RAYAP :
Antena : Semut 45 derajat, Rayap lurus
Badan : Semut ada penyempitan badan di antara dada dengan perut
(Narrow Waist), Rayap lurus
Sayap : Semut bulat dan melengkung, Rayap lurus
Rayap hidup bersama dalam suatu komunitas sarang (koloni). Dan
sangat tergantung satu sama lain. Oleh karena itu disebut SERANGGA
SOSIAL : Sistem Kasta,

Page 12
Pest Knowledge

Kasta Reproduksi
Ratu dan Raja tidak pernah meninggalkan sarang dan
terpenjara dalam ‘ROYAL QUEEN CHAMBER’
Jumlah telur yang diletakkan per hari :
Higher termites :
Macrotermes (30–40.000) dan Microcerotermes (1 -1500),
Lower termites - Coptotermes (400-500)
Dalam satu koloni terdapat beberapa Ratu - polyginy
Penyebaran Koloni dengan Swamer dan Neoten
Alate/Laron
• Bila koloni sudah cukup besar populasinya, maka
reproduktif baru akan berubah menjadi laron
• Tingkat kedewasaan tergantung dari jenisnya
– Macrotermes – 4 sampai 6 tahun
– Coptotermes – 2 sampai 3 tahun
• Terjadi Swarming bila koloni dalam keadaan stress.
Contoh: Gangguan alam (pestisida + banjir)
Secondary Reproductive
Terbentuk bila ratu terluka atau mati atau sebagai ratu
tambahan untuk koloni yang baru
Kasta Prajurit
Melindungi koloni dari musuh seperti semut, Mempunyai
kepala yang besar dengan mandible yang kuat, Buta, Tidak
dapat mencari makan, harus disuapi oleh rayap pekerja
Kasta Pekerja
Buta , Aktif di dalam sarang, Mencari makan, memberi
makan rayap tentara, raja dan ratu, memperbaiki dan
memperluas sistem sarang memelihara telur dan nimpha.
Nimpha yang sudah tua banyak melakukan pekerjaan di
dalam sarang (Stadium yang merusak)
Siklus Hidup
Metamorfosa Tidak Sempurna Telur, Nymp, Older Nymp,
Reproduksi/Pekerja/Prajurit

Page 13
Pest Knowledge

Menyukai bahan yang mengandung selulosa dan turunannya


Contoh : kayu, gypsum, gorden, kain, kertas, Ada kayu yang
disukai rayap dan ada yang tidak
KEBIASAAN :
• Rayap tingkat rendah (eg. Coptotermes dan
Schedorhinotermes)
Tidak dapat mencerna selulosa tanpa bantuan protozoa
didalam perutnya
• Rayap tingkat tinggi (eg. Macrotermes dan Odontotermes)
Membangun “kebun jamur” yang menghasilkan enzim
selulosa sebagai bahan untuk membantu menghancurkan
kayu
• Trophallaxis – Perilaku berkerumun diantara anggota satu koloni,
dimana terjadi kegiatan tukar-menukar informasi, makanan, dan
feromon
• Sistem Penukaran Makanan
- Stomodeal feeding – mouth to mouth
- Proctodeal feeding – anus to mouth

Cara Rayap Masuk dalam Banguan


1. Terbang = Rayap kayu kering terbang masuk kedalam
atap, kedalam flapon
2. Merayap = Rayap Subterranean masuk melalui retakan
pada lantai
3. Terbawa = Rayap Subterranean masuk melalui tanah yang
terbawa
PREVENTION : Meminimalisir penggunaan bahan berkayu,
Menghindari kontak langsung bagian yang berkayu dari
struktur bangunan dengan tanah, Mempergunakan kayu
yang tahan terhadap serangan rayap, Melakukan treatment
anti rayap sebelum bangunan di bangun, Menaburkan kapur
gunung pada lahan yang akan dibangun
EXCLUSION : Memastikan tidak ada kebocoran pada
struktur bangunan, Ventilasi dan Sirkulasi udara di area
dalam rumah, Pencahayaan yang baik, terutama di area
kamar mandi

Page 14
Pest Knowledge

SANITATION : Memastikan tidak ada bongkahan kayu di


sekitar rumah, Membongkar pohon yang telah tumbang/mati,
Membersihkan dengan segera bongkahan kayu/ bekas
bangunan, Tidak mendiamkan tumpukan kayu dalam jangka
waktu yang lama di area luar (halaman)
TREATMENT :
- Soil Pre Construction (SPC) (sebelum bangunan
berdiri)
- Post Construction (Treatment Full Proofing) (setelah
bangunan berdiri)
- Remedial Treatment (Perawatan Perbaikan) (Injection
Kayu)
- Baiting System (Pengumpanan dengan SENTRICON).

Page 15
Pesticide

PESTISIDA adalah Senyawa kimia yang dapat membunuh


hama
PESTISIDA BERDASARKAN HAMA SASARAN:
• Insektisida (mengendalikan serangga/Insekta)
• Akarisida (mengendalikan tungau/Akarina)
• Nematisida (mengendalikan cacing/Nematoda)
• Rodentisida (mengandalikan tikus/Rodent)
• Termitisida (mengendaliakan rayap/Termite)
• Fungisida (mengendalikan jamur/Fungi)
• Herbisida (mengendalikan gulma/Herba)
• Bakterisida (mengendalikan bakteri)
Yang dimaksud FORMULASI, DOSIS, KONSENTRASI pada
pestisida.
Ketiga istilah di atas sering kita jumpai di label kemasan
pestisida. Formulasi, Dosis dan Konsentrasi itu mengacu pada
pemakaian pestisida. Sepintas kelihatan sepele hingga tidak
banyak orang ambil peduli. Padahal sebenarnya ke tiga
istilah itu merupakan kunci penting pemakaian pestisida agar
tujuan pemakaiannya tercapai secara optimal, yaitu
memberantas hama atau penyakit tanaman dengan tepat
dan aman. Agar pemakaian pestisida tidak melenceng dari
apa yang diharapkan sebaiknya ke tiga istilah itu dipahami
dan dimengerti dengan benar.
• FORMULASI adalah BENTUK campuran antara bahan
aktif dan bahan tambahan yang digunakan dalam produksi
suatu jenis pestisida. Kode formulasi/bentuk pestisida
pada umumnya ditulis dengan 2 atau 3 huruf kapital di
akhir merek dagang suatu produk yang didahului dengan
angka. Misalnya :
• AGENDA 25 EC (Emulsifiable Concentrate), MUSTANG
25 EC (Emulsifiable Concentrate) atau
• SOLFAC 10 WP. Solfac adalah merek dagang dan angka
10 adalah persentase kadar bahan aktif yang digunakan,
sementara WP (Wattable Powder adalah bentuk

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 16
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

formulasi tepung yang dapat disuspensikan dalam air)


adalah bentuk formulasi dari pestisida tersebut.

• DOSIS adalah jumlah pestisida yang digunakan untuk


mengendalikan hama atau penyakit tanaman dengan luas
tertentu. Pengertian inilah sebenarnya yang dimaksud
dengan tulisan “dosis” pada label kemasan pestisida.
Dosis anjuran pemakaian pestisida sebaiknya dipatuhi.
Pemakaiannya secara berlebihan bisa menyebabkan
tanaman merana dan merusak lingkungan. Selain itu juga
menyebabkan populasi hama meledak karena malah
merangsang pertumbuhannya. Pemakaian pestisida dalam
dosis rendah pun menyebabkan hama atau penyakit yang
dituju tidak mati. Dan mendorong timbulnya resistensi pada
hama atau penyakit yang menyerang tanaman.
• KONSENTRASI ada tiga macam pembagian konsentrasi :
• Konsentrasi formulasi adalah banyaknya pestisida dihitung
dalam cc atau gram bahan pestisida per liter air yang
dicampurkan;
• Konsentrasi bahan aktif adalah persentase bahan aktif
yang terdapat dalam larutan jadi (larutan yang sudah
dicampur air).
• Konsentrasi larutan adalah persentase kandungan
pestisida yang terdapat dalam larutan jadi, adalah ukuran
yang menggambarkan banyaknya zat di dalam suatu
campuran dibagi dengan volume total campuran tersebut.

I. Golongan Pesticide Coumarin Bromylated


Bahan Aktif : Brodifacoum
Merek : Klerat 0,005 BB
Dagang
Formulasi : Blok
Dosis : 0.4-0.8 kg / Ha
Konsentrasi : 1 - 2 blok/titik atau 100-200 blok per Ha
Hama : Tikus
Sasaran

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 17
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Klerat 0,005 BB
RODENTISIDA
Rodentisida antikoagulan, berupa umpan siap pakai
berbentuk blok segiempat, berwarna hijau kebiru-biruan,
untuk mengendalikan tikus sawah (Rattus argentiventer dan
tikus semak Rattus tiomanicus).
Klerat 0,005 BB
PERINGATAN BAHAYA
Bahaya bila tertelan. Berbahaya terhadap hewan piaraan,
ternak dan binatang buruan. Jangan memakan daging ternak
dan binatang buruan yang terkena racun ini atau
memberikan kepada hewan piaraan sebagai makanannya.
PETUNJUK KEAMANAN
Pada waktu bekerja dengan produk ini, membuka wadah,
memindahkan dan memasang umpan jangan makan, minum
atau merokok serta pakailah sarung tangan karet. Sebelum
makan, minum atau merokok setelah bekerja, cuci dan
bersihkan semua peralatan yang telah digunakan. Simpan
produk ini dalam wadah aslinya, tertutup rapat di tempat
yang sejuk, terkunci, diluar jangkauan anak-anak, jauh dari
bahan makanan dan api. Jangan mengotori kolam atau
saluran air dengan produk ini atau wadah bekasnya. Rusak
wadah bekas dan tanamlah sekurang-kurangnya 0,5 meter
dalam tanah di tempat yang jauh dari sumber air.
GEJALA DINI KERACUNAN
Punggung terasa nyeri, perut sakit dan mual, lesu, kesadaran
menurun, pendarahan pada hidung, gusi, bagian belakang
selaput perut dan saluran percernaan serta kejang-kejang
pada perut dan ginjal. Air seni dan kotoran mengandung
darah. Bengkak dan memar pada persendian lutut, sikut dan
pantat. Terlihat bintik-bintik merah pada kulit akibat
pecahnya pembulu darah dibawa kulit. Lebih lanjut terjadi
gejala kurang darah. Apabila salah satu atau lebih gejala
tersebut timbul, segera ke dokter.

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 18
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECARUNAN


Tanggalkan pakaian yang terkena produk ini dan cucilah kulit
yang terkena dengan air dan sabun.
• Apabila produk ini mengenai mata, cucilah segera mata
yang terkena dengan air bersih yang mengalir selama 15
menit.
• Apabila terhirup, bawa penderita ke udara terbuka.
• Apabila produk ini tertelan, berikan sejumlah Norit
(medicinal charcoal) dan iar minum. Jangan berikan apapun
melalui mulut
Klerat 0,005 BB
apabila penderita dalam keadaan tidak sadar. Jangan
dirangsang untuk muntah. Bawalah penderita ke dokter
terdekat secepatnya dengan menunjukkan label produk.
PERAWATAN OLEH DOKTER
Penderita yang mengalami keracunan rodentisida ini dapat
diberikan antidot (suatu zat yang dapat menetralkan
racun) vitamin K1 (phytomenadione BP) dengan dosisi
sebagai berikut :
• Anak-anak : 20 mg vit.K1 tiap hari dibagi dlm bbrp kali
pemberian.
• Dewasa : 40 mg vit.K1 tiap hari dibagi dlm beberapa kali
pemberian.
Pemberian antidot harus dibawa pengawasan dokter,
diberikan melalui mulut atau suntikan (I.M atau I.V) secara
perlahan-lahan. Dianjurkan untuk mengamati terus menerus
prothrombin dan tingkat haemoglobin pada darah penderita.
Penderita harus selalu dalam pengawasan dokter sampai
prothrombinnya normal kembali atau pendarahan berhenti
sama sekali. Periksa segera golongan darah penderita di
laboratorium dan sediakan darah untuk tranfusi jika terjadi
pendarahan yang berat atau terus menerus
SASARAN HAMA : Tikus Sawah (Rattus argentiventer) dan
Tikus Semak (Rattus tiomanicus)
DOSIS DAN CARA PENGUNANAN

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 19
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Letakkan 1-2 buah umpan pada jalur/jalan tikus di depan


lubang aktif, dengan dosis 0,4-0,8 kg umpan jadi/Ha atau
100-200 buah umpan/Ha
WAKTU PENGUMPANAN
Pengumpanan untuk tikus sawah sebaiknya dilakukan saat
bera (adalah saat lahan tidak menanami untuk beberapa
waktu), hingga menjelang bunting. Pada saat bera
pengumpanan dilakukan apabila ditemukan tanda-tanda
kehadiran tikus (jejak, jalan tikus, kotoran, liang tikus) dan
berdasarkan sensus populasi yaitu apabila >20% umpan
sensus dimakan. Pada saat belum ada pertanaman, sensus
dilakukan dengan memasang 5 titik umpan per ha. Ulangan
pengumpanan dilakukan dengan interval 7-10 hari sampai
serangan tikus terhenti. Pengumpanan dihentikan apabila
padi sudah bunting.
I. Golongan Pesticide Coumarin Bromylated
Bahan Aktif : Bromadiolone
Merek : Contrac Blox
Dagang
Formulasi : Blok
Dosis : 0.5 kg /Ha
Konsentrasi : 3 - 16 blok/titik (jarak antar titik 5-10
meter)
Hama : Tikus
Sasaran

I. Golongan Pesticide Coumarin Bromylated


Bahan Aktif : Coumatetralyl
Merek : Racumin 8
Dagang
Formulasi : Powder
Dosis : 100 G/ 50 meter
Konsentrasi : 100 G/ titik (jarak antar titik 50 meter)
cara membuat formulasi(2kg sereal +
20ml minyak goreng + 100 g Racumin)
Hama : Tikus secara umum, efektif untuk tikus

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 20
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Sasaran atap,
Rattus rattus, Mus domesticus, Mus
musculus
Racumin 8
RODENTISIDA
Rodentisida antikoagulan berbentuk tepung warna biru untuk
mengendalikan tikus (Rattus argentiventer dan tikus semak
Rattus tiomanicus) dengan cara dicampur umpan.
PETUNJUK KEAMANAN
Simpan ditempat yang aman dan jauh dari jangkauan
anak-anak.
• Jangan makan, minum atau merokok pada waktu bekerja
dengan rodentisida ini.
• Pakailah sarung tangan karet pada waktu membuka wadah,
mencampur dan masang umpan.
• Setelah digunakan, bersihkanlah semua peralatan yang
telah dipakai termasuk pakaian pelindung dengan air dan
sabun.
• Jangan mengotori kolam, perairan dan saluran air dengan
rodentisida ini atau wadah bekasnya.

Racumin 8
• Beritahukan kepada semua orang di sekitar daerah yang
diperlakukan dengan rodentisida ini untuk tidak
membiarkan anak-anak, hewan piaraan dan ternak
memasuki daerah tersebut selama pengumpanan
berlangsung.
• Rusakkanlah wadah bekas dan kemudian tanam sekurang-
kurangnya 0,5 meter dlm tanah di tempat yg jauh dari
sumber air.
GEJALA DINI KERACUNAN
Nafsu makan berkurang, lesu, apatis, pusing dan merasa
mabuk. Pada keracunan berat timbul pendarahan di bawah
kulit, mulut, hidung dan lubang-lubang lain. Apabila satu atau

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 21
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

lebih gejala tersebut timbul, segera berhenti bekerja, lakukan


tindakan pertolongan pertama dan pergilah ke dokter.
PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN
• Tanggalkan pakaian yang terkena rodentisida ini dan
cucilah kulit yang terkena dengan air dan sabun.
• Apabila rodentisida mengenai mata, cucilah segera mata
yang terkena dengan air bersih selama 15 menit.
• Apabila tertelan dan penderita masih sadar, segera
usahakan pemuntahan dengan memberikan minum
segelas air hangat dengan 1 sendok garam dapur atau
dengan cara menggelitik tenggorokan dengan jari tangan
yang bersih. Jangan diberi sesuatu melalui mulut pada
penderita yang tidak sadar/pingsan.
• Apabila terhisap, bawalah penderita ke ruangan yang
berudara segar dan bila perlu berikan pernafasan buatan
melalui mulut atau dengan pemberian oksigen
PERAWATAN OLEH DOKTER
Antidot : vitamin K1.
Pada keracunan ringan beri minum 5-10 mg vitamin K1. Bila perlu
ulangi setelah 3-6 jam atau suntik dengan 10-20 mg vitamin K1 secara
i.m. Sebagai tambahan bisa berikan vitamin C. Pada keracunan berat
suntik 10-20 mg vitamin K1 secara i.v., bila perlu ulangi setelah 2-3
jam, jangan melebihi dosis 40 mg/hari atau lakukan transfusi darah.
Racumin 8
PETUNJUK PENGGUNAAN
Pemasangan umpan beracun dengan Racumin dilakukan
apabila ditemukan tanda-tanda kehadiran tikus (jejak, jalan
tikus, kotoran, liang tikus) dan berdasarkan sensus populasi
yaitu apabila >20% umpan sensus termakan. Pasanglah 5
titik umpan per hektar.
CARA PEMBUATAN UMPAN
Campurkan 2 kg (±10 gelas) bahan umpan (beras, jagung
atau kedelai) dengan 20 ml (3 sendok makan) minyak
goreng, aduklah hingga rata. Kemudian campurkan 100 g

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 22
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Racumin dan diaduk lagi hingga warna biru merata. Isilah


tempat umpan dengan 100 g umpan yang telah dicampur
dengan Racumin, letakkan umpan pada jarak masing-masing
±50 meter, di tempat yang biasa dilalui tikus. Pemasangan
umpan harus terus menerus sampai umpan tersebut tidak
dimakan lagi. Ganti atau tambahlah bila umpan rusak atau
habis. Lindungi umpan dari air/hujan.
PERINGATAN BAHAYA
Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit dan
pernafasan

I. Golongan Pesticide Coumarin Bromylated


Bahan Aktif : Coumatetralyl
Merek : Racumin Wax Bloks
Dagang
Formulasi : Blok
Dosis : 0.375 kg / Ha
Konsentrasi : 1 - 2 blok/titik atau 100-200 blok per Ha
Hama : Tikus secara umum, efektif untuk tikus
Sasaran atap,
Rattus rattus, Mus domesticus, Mus
musculus
Racumin Wax Bloks
RODENTISIDA
Rodentisida antikoagulan berupa umpan siap pakai
berbentuk blok berwarna biru untuk mengendalikan tikus
sawah (Rattus argentiventer dan tikus pohon Rattus
tiomanicus).

Racumin Wax Bloks


PETUNJUK KEAMANAN
Simpan ditempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-
anak.
• Jangan makan, minum dan merokok pada waktu
menggunakan rodentisida ini.

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 23
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

• Pakailah sarung tangan karet pada waktu membuka wadah


dan masang umpan.
• Setelah digunakan, semua alat dan pakaian pelindung
dibersihkan dengan air yang banyak dan sabun.
• Beritahukan kepada semua orang di sekitar daerah yang
diberi umpan rodentisida ini untuk tidak membiarkan anak-
anak, hewan ternak dan piaraan memasuki daerah tersebut
selama pengumpanan berlangsung.
• Rusakkanlah wadah bekas dan kemudian tanamlah
sekurang-kurangnya 0,5 meter dalam tanah di tempat
yang jauh dari sumber air dan pemukiman.
GEJALA DINI KERACUNAN
Nafsu makan berkurang, lesu, apatis, pusing dan merasa
mabuk. Pada keracunan berat, terjadi pendarahan di bawah
kulit, mulut dan hidung. Apabila timbul salah satu gejala
tersebut, segera berhenti bekerja, lakukan tindakan
pertolongan pertama. Pergilah ke dokter.
PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN
• Tanggalkan pakaian yang terkena rodentisida ini dan
musnahkan dengan cara yang aman.
• Apabila rodentisida ini terkena kulit, cucilah kulit yang
terkena dengan air dan sabun dalam jumlah banyak. Bila
timbul gejala segera hubungi petugas kesehatan.
• Apabila rodentisida mengenai mata cucilah segera mata
yang terkena dengan air bersih yang mengalir kurang lebih
selama 15 menit. Apabila iritasi muncul segera hubungi
petugas kesehatan.
• Apabila rodentisida tertelan, jangan usahakan
memuntahkan. Cucilah mulut dengan air bersih. Segera
hubungi petugas kesehatan.
PERAWATAN OLEH DOKTER
Antidot : vitamin K1.
Racumin Wax Bloks
Pada keracunan ringan beri minum 5-10 mg vitamin K1. Bila
perlu ulangi setelah 3-6 jam atau suntik dengan 10-20 mg
vitamin K1 secara i.m. Sebagai tambahan dapat diberikan
Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 24
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

vitamin C. Pada keracunan berat suntik 10-20 mg vitamin K1


secara i.v., bila perlu ulangi setelah 2-3 jam. Jangan melebihi
dosis 40 mg/hari atau lakukan transfusi darah.
PETUNJUK PENGGUNAAN
Perkebunan
• Letakkan rodentisida ini disekitar batang bawah dekat akar
tanaman sebanyak satu blok per pohon atau sesuai
rekomendasi setempat.
• Jika umpan dimakan tikus, gantilah dengan umpan baru
hingga tidak ditemukan adanya tanda dan atau bagian
tanaman lainnya yang dimakan tikus.
• Pengumpanan sebaiknya mulai dilakukan jika ditemukan
gejala serangan tikus sedini mungkin.
Pertanian
• Letakkan rodentisida ini pada jalan tikus, dekat liang aktif
atau daerah yang sering dilalui tikus.
• Jika dimakan tikus, gantilah dengan umpan baru di sekitar
tempat yang sama dengan umpan sebelumnya
• Pengumpanan dihentikan jika umpan penggantian tidak lagi
dimakan tikus atau sesuai dengan rekomendasi setempat
Permukiman
• Masukkan rodentisida ini pada kotak umpan atau rat box
dan letakkan pada jalan tikus, dekat liang aktif atau daerah
yang sering dilalui tikus.
• Jika umpan dimakan tikus, kotak umpan yang kosong
sebaiknya dibalik posisinya sebelum diisi dengan
umpan yang baru.
• Lakukan pengumpanan hingga umpan baru di dalam kotak
umpan tidak dimakan tikus atau tidak ditemukan lagi
kerusakan yang diakibatkan oleh aktivitas tikus.

I. Golongan Pesticide Nitroguanidine/Thiazole


Bahan Aktif : Flocoumafen
Merek : Stratagem
Dagang

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 25
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Formulasi : Blok
Dosis : 0.5 kg /Ha
Konsentrasi : 2 - 4 blok/titik atau 100-200 blok per Ha
Hama : Tikus
Sasaran

II. Golongan Pesticide Phenyl Organothioposfat


Bahan Aktif : Temephos
Merek : Abate 1 SG
Dagang
Formulasi : Granuel (G)
Dosis : air bersih 0.5 - 1g/m2
air agak keruh 1-2 g/m2
air keruh 2-5 g/m2
Konsentrasi : 2.50 g / 1L air**
Hama : larva nyamuk Aedes Aegepty, Larva Black
Sasaran Flies (Simulidae) dan Body Lice (dosis0.1-
0.5 kg/ha, konsentrasi 1ppm)
Note : ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label
Pestisida
Abate 1 SG
Bahan Aktif : Larvasida Temephos
Insektisida golongan organofosfat yang efektif membunuh
larva nyamuk atau insekta air lainnya. Abate berbentuk
bubuk kristal padat (Sand Granule) dan segera larut saat
dimasukkan ke dalam air.
Di dalam air, abate akan bertahan beberapa hari
kemudian mengalami degradasi.
Abate 1 SG
Dari segi kesehatan, abate dianggap tidak beracun terhadap
manusia kecuali dalam dosis yang sangat besar.
Abate Temefos 1% SG merupakan kelompok pestisida
golongan organophospate. Sifat dari insektisida golongan ini
bila masuk ke dalam tubuh larva akan menghambat sistem
kerja enzim penghantar rangsangan saraf (cholienesterase).

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 26
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Abate 1 SG
Walaupun efektif memberantas berbagai macam insekta air,
abate lebih sering dikenal sebagai pembunuh larva nyamuk,
terutama larva nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti)
Jika manusia secara tidak sengaja memakan abate dalam
jumlah yang sangat besar, maka akan muncul gejala
keracunan mirip dengan keracunan senyawa organosofat
lainnya, misalnya mual, keluar air liur, sakit kepala,
kehilangan koordinasi otot, dan sulit bernapas.
Di beberapa negara di dunia, abate diperbolehkan digunakan
di tempat penyimpan air minum, karena dianggap aman bagi
manusia.
Cara Penggunaan

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 27
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

III. Golongan Pesticide Phenylpyrazole


Bahan Aktif : Fipronil
Merek : Agenda 25 EC
Dagang
Formulasi : Emulsifiable Concentrate (EC)
Dosis : 5 L /m2
Konsentrasi : 12 - 24 ml/l air (perlakuan pra dan pasca
konstruksi) 1-2 ml/l air (kayu gergajian)
Hama : Rayap (non repelen), Subteranean
Sasaran Termite,
Rayap kayu gergajian, Rayap Tanah
Hasil Riset dan Journal* : Microtermes sp
Note : * Dosis dan konsentrasi dapat dilihat pada kolom
hama sasaran dan keterangan

Agenda 25 EC
Bahan pengawet kayu racun kontak dan lambung, berbentuk
pekatan yang dapat diemulsikan untuk mengendalikan rayap
kayu kering Cryptotermes cynocephalus, rayap tanah
Coptotermes curvignathus dan rayap Subteranean
PETUNJUK KEAMANAN :
SIMPANLAH DITEMPAT YANG AMAN DAN JAUH DARI
JANGKAUAN ANAK-ANAK
• Pada waktu menggunakan jangan makan, minum atau
merokok
• Pada waktu membuka wadah, memindahkan mengencerkan
dan menyemprotkan pakailah sarung tangan karet, masker,
pakaian berlengan panjang dan celana panjang.
• Sebelum makan, minum atau merokok setelah bekerja,
cucilah tangan dan bagian kulit yang terkena termitisida
dgn air dan sabun
• Setelah digunakan, bersihkanlah dengan banyak air semua
alat serta pakaian pelindung.
• Jangan mengotori kolam, perairan dan saluran air dengan
Premise 200 SL atau wadah bekasnya.

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 28
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

• Rusakkanlah wadah bekasnya dan kemudian tanamlah


sekurang-kurangnya 0,5 meter dalam tanah di tempat yang
jauh dari sumber air dan pemukiman

Agenda 25 EC
PERINGATAN BAHAYA :
• Berbahaya bila tertelan, mengenai kulit dan terhisap.
• Berbahaya terhadap hewan perairan, ternak, ikan, binatang
buruan, burung liar, binatang liar dan lebah
GEJALA DINI KERACUAN :
• Gejala umum yang timbul antara lain sesak nafas, lemas,
tremor (gerakan yang tidak terkontrol dan terkendali) dan
kadang-kadang terjadi kejang-kejang.
• Apabila timbul satu atau lebih dari gejala di atas, segera
berhenti bekerja, beri pertolongan pertama dan bawalah
penderita ke dokter
PERAWATAN OLEH DOKTER :
Perawatan dilakukan secara simtomatik (pengobatan yang
bertujuan meringankan) sesuai dengan gejalanya.
Tidak ada antidote (suatu zat yg dpt menetralkan racun) yg
spesifik.
Phenobarbital (obat yang meredakan kejang-kejang) sangat
efektif untuk perawatan simtomatik. Bawalah segera
penderita ke dokter terdekat
PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA
KERACUNAN :
• Tanggalkan pakaian yang terkena termitisida dan cucilah
bagian badan yang terkena dengan memakain air dan
sabun yang banyak.
• Apabila mengenai mata, bilaslah segera dengan air bersih
selama 15 menit.
• Apabila tertelan dan penderita masih sadar, usahakan
pemuntahan dengan cara memberi minum segelas air
hangat yang diberi satu sendok garam dapur, atau dengan

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 29
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

cara menggelitik bagian belakang tenggorokan dengan jari


tangan yang bersih.
• Usahakan terus pemuntahan sampai cairan
muntahan menjadi jernih.
• Jangan diberi sesuatu melalui mulut pada penderita yang
tidak sadar/pingsan.
• Apabila terhisap, bawalah penderita ke ruangan yang
berudara segar dan bila perlu berikan pernafasan buatan
melalui mulut atau dengan pemberian oksigen.
Agenda 25 EC
PETUNJUK PENGGUNAAN

IV. Golongan Pesticide


Nitroguanidine/Thiazole
Bahan Aktif : Thiamethoxam
Merek : Agita 10 WG
Dagang
Formulasi : 10 Water-soluble Granule (WG)
Dosis : 200 g/160 ml air per 80 m2
Konsentrasi : Pengecatan lantai 200 g/160 ml air
(minimum 30 titik (10x30 cm/titik))
Dosis : 200 g/l 1600 ml air per 40 m2
Konsentrasi : Penyemprotan permukaan lantai 200
g/1600 ml air
Hama : Lalat : Musca domestica
Sasaran

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 30
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Agita 10 WG
Pestisida Granul larut dalam air, untuk mengendalikan lalat
rumah Musca domestica dikandang/peternak sebagai racun
kontak dan lambung berbentuk butiran yang dapat
didispersikan (disebarkan). Kadar bahan aktif : 9,7 w/w
Tiametoksam.
Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan
peliharaan
Lindungi dari air dan hujan

Agita 10 WG
Petunjuk Penggunaan
Agita 10 WG adalah formulasi yang dapat digunakan dengan
cara dicat atau disemprotkan.

Digunakan sebagai cat


Campurkan dan aduk 400 g AGITA 10 WG 260 ml air hangat
(suam-suam kuku) dalam wadah yang sudah disiapkan
sebelumnya. Campuran ini cukup digunakan untuk ruangan
dengan 160m2 atau sama dengan luas permukaan dinding
320-480m2.

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 31
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Catlah minimum 30 “titik” dengan luas 100x30cm pada


tempat dimana lalat banyak berkumpul atau hinggap, seperti
area yang hangat dan disinari sinar matahari, partisi, kusen,
jendela, bagian luar tempat pakan dan lain-lain. Jika
permukaan dinding tidak dapat dicat, Agita 10 WG dapat
dicatkan pada sepotong triplek dan kemudian digantungkan.
Digunakan dengan cara disemprotkan
Campurkan 400 g AGITA 10 WG dalam 2,6 lt air hangat
(suam-suam kuku) dalam knapsack sprayer. Larutan ini
cukup digunakan pada lantai seluas 60 m2 atau sama
dengan 160-240 m2 luas permukaan dinding, dimana hanya
30% yang disemprotkan secara langsung. Semprotlah pada
tempat dimana lalat sering hinggap seperti kandang, jendela
dan lain-lain.

Agita 10 WG
Anjuran Pemakaian
Ember atau sprayer diisi air sesuai dengan volume yang
diinginkan kemudian tambahkan AGITA 10 WG. Aduk sampai
produk tercampur merata. Aduk kembali sebelum digunakan,
jika penyemprotan terhenti selama lebih dari 30 menit.
Gunakan suspensi AGITA 10 WG pada hari pencampurannya
dan sebaiknya dipergunakan segera. Jangan digunakan pada
permukaan yang kotor dan yang memiliki daya serap tinggi
atau permukaan yang baru dilapisi kapur.
PERHATIAN Petunjuk Keamanan
Prosedur keamanan bagi operator harus diikuti.
Agita 10 WG berbahaya bagi lebah. Pindahkan makanan
sebelum penyemprotan. Hindari kontak dikulit, mata dan
pakaian ataupun menghirup produk. Jangan makan, minum
atau merokok selama bekerja. Setelah selesai bekerja, basuh
bagian yang terkena produk dan gantilah pakaian. Jika
produk tumpah secara tidak sengaja, segeralah berhenti
bekerja. Jika diduga terjadi gejala keracunan segera berhenti
bekerja dan hindari kontak selanjutnya dengan insektisida ini.
Jika terkena kulit, basuhlah dengan air dan sabun. Jika produk

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 32
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

tertelan berikan arang obat dalam air yang cukup banyak.


Jangan memberikan apapun melalui mulut jika penderita
tidak sadar/pingsan. Jika terkena mata, basuhlah dengan air
bersih selama 15 menit dan segera hubungi dokter. Apabila
produk terhisap, segeralah bawa penderita ke ruangan
terbuka dan bila perlu berikan pernapasan buatan melalui
mulut atau dengan pemberian oksigen. Segera hubungi
dokter atau petugas kesehatan jika gejala keracunan belum
hilang.
Antidota
Tidak ada antidota spesifik, berikan terapi berdasarkan gejala
keracunan yang muncul.
PETUNJUK PENYIMPANAN
Simpan AGITA 10 WG dalam kemasan aslinya, tutup rapat,
hindari terkena sinar matahari langsung atau disimpan pada
tempat yang lembab. Simpan dalam ruangan berventilasi
baik dan terkunci.
Agita 10 WG
PETUNJUK PEMBUANGAN
Sisa AGITA 10 WG jangan dibuang kedalam kolam, aliran
sungai atau tempat pembuangan sampah. Wadah kosong
dibuang pada tempat khusus pembuangan bahan kimia.
Buanglah papan bekas tempat pembuangan khusus dan jika
dibakar sebaiknya dilakukan jauh dari pemukiman dan
hindari menghirup asapnya.

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 33
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

IV. Golongan Pesticide


Nitroguanidine/Thiazole
Bahan Aktif : Thiamethoxam
Merek : Agita 1 GB
Dagang
Formulasi : 1 Granular Bait (GB)
Dosis : 200g/100m2 baiting
Konsentrasi : 200g/100m2 (10x10 meter) umpan dg
bantuan wadah
Hama : Lalat Rumah (Musca domestica)
Sasaran
Hasil Riset dan Journal* : Stinkbug (Podisus nigrispinus) dan
Whitefly (Bernisia tabaci) berdasarkan riset: 0.5 - 2 g/l ppm w/v
(Konversi 0.5 - 2 g/l spraying)
Note : * Dosis dan konsentrasi dapat dilihat pada kolom
hama sasaran dan keterangan
Agita 1 GB
Pestisida umpan tabur utk peternakan, racun kontak dan
lambung utk mengendalikan lalat (Musca domestica)
dikandang ternak.
Agita 1 GB
PETUNJUK PENYIMPANAN :
Simpan dalam tempat yang tertutup, jauh dari sinar
matahari, memiliki ventilasi yang baik dan terkunci.
PETUNJUK PEMBUANGAN :
Kumpulkan kertas atau wadah karton yang telah digunakan
dan bakarlah di tempat yang jauh dari pemukiman. Hindari
menghisap asap pembakaran.
ANTIDOTA
Tidak ada antidota (zat yang dapat menetralkan racun) yang
spesifik, lakukan terapi berdasarkan gejala simptomatisnya
(pengobatan yang bertujuan meringankan atau
menyembuhkan gejala, bukan mengobati sumber penyakit).

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 34
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

PETUNJUK KEAMANAN :
Jangan menelan atau menghirup produk ini.
Hindari kontak dengan kulit, mata dan pakaian. Jangan
makan, minum dan merokok selama bekerja. Setelah
bekerja, cuci bagian tubuh yang terkena dan gantilah baju.
Jika terkena produk ini segeralah berhenti bekerja. Jika
diduga terjadi gejala keracunan segera berhenti bekerja dan
hindari kontak selanjutnya dengan insektisida ini. Jika terkena
kulit, basuhlah dengan air dan sabun.
Jika produk ini tertelan, berikan arang obat dalam air
yang cukup banyak. Jangan memberikan apapun melalui
mulut jika penderita tidak sadar/pingsan. Jika terkena mata,
basuhlah dengan air bersih selama 15 menit dan segera
hubungi dokter. Apabila produk terhisap, segeralah bawa
penderita ke ruangan terbuka dan bila perlu berikan nafas
buatan melalui mulut atau dengan pemberian oksigen.
Segera hubungi dokter atau petugas kesehatan jika gejala
keracunan belum hilang.
KADAR BAHAN AKTIF : 1 % Tiametoksam
Agita siap digunakan untuk mengendalikan populasi lalat
rumah di kandang/peternakan. Gunakan Agita 1 GB jauh dari
jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Lindungi dari air
dan hujan.
Agita 1 GB
PETUNJUK PENGGUNAAN :
Gunakan 200g Agita 1 GB per 100m 2 permukaan yang sering
dihinggapi lalat seperti jalan, jendela, partisi.
Jika Agita 1 GB tidak dapat ditabur langsung pada lantai,
gunakan secarik kertas atau wadah karton. Daya tarik dan
efikasi Agita 1 GB akan bertambah bila permukaan yang akan
ditaburkan Agita 1 GB dibasahi dahulu dengan air lemon,
susu atau telur.
PERHATIAN :
Keamanan Operator

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 35
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Peraturan untuk meminimalkan pemaparan produk terhadap


pekerja harus dilaksanakan
KEAMANAN KONSUMEN DAN LINGKUNGAN :
Berbahaya bagi lebah. Jangan mengotori kolam, perairan dan
saluran air dengan produk atau wadah bekasnya.

IV. Golongan Pesticide Nitroguanidine/Thiazole


Bahan Aktif : Imidacloprid
Merek : Premise 200 SL
Dagang
Formulasi : Soluble Liquid (SL)
Dosis : 5 L /m2
Konsentrasi : Perlakuan tanah (2.5 ml/L) - Pra Konstruksi
(5L/m2),
Pasca Konstruksi (1.5 - 2 L/m2)
Hama : Heterobostrychus Aequalis, Cryptotermes
Sasaran Cynocephalus, Coptotermes Curvignathus,

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 36
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Macrotermes Gilvus
Konsentrasi :
Kayu gergajian (2.5ml/L) & tanah galian (2-
2.5L/m larik)
Hama : Heterobostrychus Aequalis dan Cryptotermes
Sasaran Cynocephalus
Hasil Riset dan Journal* : Reticulitermes Flavipes (Berdasarkan
riset: konsentrasi 5 - 20 ml/ L air)
Note : * Dosis dan konsentrasi dapat dilihat pada kolom hama sasaran dan
keterangan

Premise 200 SL
Bahan pengawet kayu sistemik berbentuk larutan dalam air,
berwarna coklat jernih, untuk mengendalikan bubuk kayu
kering Heterobostrychus aequatis, rayap kayu kering
Cryptotermes cynocephalus dan rayap tanah Coptotermes
curvignathus dan Macrotermes gilvus.
Bahan Aktif : Imidakloprid 200 g/l
PETUNJUK KEAMANAN :
SIMPANLAH DITEMPAT YANG AMAN DAN JAUH DARI
JANGKAUAN ANAK-ANAK
• Pada waktu menggunakan jangan makan, minum atau
merokok
• Pada waktu membuka wadah, memindahkan mengencerkan
dan menyemprotkan pakailah sarung tangan karet, masker,
pakaian berlengan panjang dan celana panjang.
• Sebelum makan, minum atau merokok setelah bekerja,
cucilah tangan dan kulit yang terkena termitisida dengan air
dan sabun.
Premise 200 SL
• Setelah digunakan, bersihkanlah dengan banyak air semua
alat serta pakaian pelindung.
• Jangan mengotori kolam, peairan dan saluran air dengan
Premise 200 SL atau wadah bekasnya.
• Rusakkanlah wadah bekasnya dan kemudian tanamlah
sekurang-kurangnya 0,5 meter dalam tanah di tempat yang
jauh dari sumber air dan pemukiman.

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 37
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

PERINGATAN BAHAYA :
Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit dan
pernafasan.
GEJALA DINI KERACUAN :
Apatis, gangguan pernafasan dan gemetar. Apabila satu atau
lebih gejala tersebut timbul, segera berhenti bekera, lakukan
tindakan pertolongan pertama dan pergilah ke dokter.
PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA
KERACUNAN :
• Tanggalkan pakaian yang terkena Premise 200 SL dan
cucilah kulit yang terkena dengan air dan sabun.
• Apabila Premise 200 SL mengenai mata, cucilah segera
mata yang terkena dgn air bersih yang mengalir selama
kurang lebih 15 menit.
• Apabila Premise 200 SL tertelah dan penderita masih sadar,
segera usahakan pemuntahan dengan memberikan minum
segelas air hangat yg diberi 1 sendok garam dapur.
• Apabila Premise 200 SL terhisap, bawalah penderita ke
ruangan yang berudara segar, dan bila perlu berikan
pernafasan buatan melalui mulut atau dengan pemberian
oksigen.
PERAWATAN OLEH DOKTER :
Secara simtomatik, Kontraindikasi : Bahan-bahan yang
membantu penyerapan, seperti alkohol dan susu. Antidot :
Belum diketahui
PETUNJUK PENGGUNAAN
Perlakuan Tanah
Penyemprotan dilakukan dengan tekanan rendah,
konsentrasi formulasi 2,5 ml/l (0,05 % bahan aktif), untuk
mengendalikan rayap tanah Coptotermes curvignathus dan
Macrotermes gilvus.
Premise 200 SL
Perlakuan Prakonstruksi

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 38
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Penyemprotan dilakukan sebelum atau pada saat bangunan


didirikan. Setelah lubang pondasi selesai digali, dasar dan
dindingnya disemprotkan dengan larutan Premise 200 SL
secara merata sebanyak 5l/m2. Tanah galian atau urugan
harus disemprot merata sebelum dimasukkan kembali ke
dalam lubang pondasi agar berfungsi sebagai penyangga
serangan rayap. Sebelum lantai dipasang, permukaan tanah
disemprot dengan larutan Premise 200 SL dengan volume
semprot 5l/m2.
PETUNJUK PENGGUNAAN
Perlakuan Pascakonstruksi
Perlakuan pascakonstruksi dilakukan pada bangunan yang
telah berdiri. Pada lantai di sepanjang kiri dan kanan pondasi
dibuatkan lubang injeksi berdiameter 1 cm dengan cara
mengebornya sampai ujung mata bor menyentuh tanah.
Jarak lubang dari dinding adalah 15 cm dan jarak antara
lubang 30-40 cm. Larutan Premise 200 Sl diinjeksi melalui
lubang yang telah dibuat dengan volume 1,5-2,0 l/lubang
kemudian lubang ditutup dengan semen warna lantai.
Catatan
Jika dinding luar tidak menggunakan rabat (lean concrete
merupakan lapisan beton), perlu dibuatkan parit yang
berjarak 15 cm dari dinding dengan lebar 20 cm dan
kedalaman 10-15 cm. Selanjutnya parit dan tanah galian
disemprot larutan Premise 200 SL sebanyak 2-2,5 l/m larik,
kemudian tutup dengan tanah galian.
Kayu Gergajian
Untuk mengendalikan rayap kayu kering Cryptotermes
cynocephalus dan bubuk kayu kering Heterobrostychus
aequalis pada kayu gergajian, Premise 200 SL dgn
konsentrasi formulasi 0,25% (2,5 ml/l) ditaburkan pada kayu
yang telah digergaji dengan retensi 42-47,36 g/m2

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 39
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

IV. Golongan Pesticide


Nitroguanidine/Thiazole
Bahan Aktif : Imidacloprid
Merek : Lentra 200 SL
Dagang
Formulasi : Soluble Liquid (SL)
Dosis : 5 L /m2
Konsentrasi : Perlakuan tanah (2.5ml/L) - Pra Konstruksi
(5L/m2),
Pasca Konstruksi (1.5 - 2 L/m2)
Dosis : Heterobostrychus Aequalis, Cryptotermes
Cynocephalus, Coptotermes Curvignathus
Konsentrasi : Kayu gergajian (2.5ml/L) & tanah galian (2-
2.5L/m larik)
Hama : Heterobostrychus Aequalis dan Cryptotermes
Sasaran Cynocephalus
Lentra 200 SL
Termitisida bahan pengawet kayu.
Bahan Aktif : Imidakloprid 200g/l
PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA
KERACUNAN :
• Tanggalkan pakaian yang terkena dan cucilah kulit yang
terkena dgn air bersih yg mengalir selama kurang lebih 15
menit dan sabun.
• Apabila mengenai mata, cucilah segera mata yang dengan
air bersih yang mengalir selama kurang lebih 15 menit.
• Apabila tertelan dan penderita masih sadar, segera
usahakan pemuntahan dengan memberikan minum
segelas air hangat yang diberi satu sendok garam
dapur.
• Apabila terhisap, bawalah penderita ke ruangan yang
berudara segar dan bila perlu berikan pernafasan buatan
melalui mulut atau dengan pemberian oksigen.
GEJALA DINI KERACUNAN :
Apatis, gangguan pernafasan dan gemetar.
Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 40
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Apabila satu atau lebih gejala tersebut timbul, segera berhentilah


bekerja, lakukan tindakan pertolongan pertama dan pergilah
kedokter.

Lentra 200 SL

PERINGATAN BAHAYA :
Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit dan
pernafasan.
PETUNJUK KEAMANAN :
• Pada waktu menggunakan jangan makan, minum atau
merokok
• Pada waktu membuka wadah, memindahkan,
mengencerkan dan menyemprot pakailah sarung tangan
karet, masker, kacamata, pakaian berlengan panjang dan
bercelana panjang.
• Sebelum makan, minum atau merokok setelah bekerja,
cucilah tangan dan kulit yang terkena dengan air dan
sabun.
• Setelah digunakan, bersihkanlah dengan banyak air semua
alat serta pakaian pelindung.
• Jangan mengotori kolam, perairan dan saluran air dengan
Lentra 200 SL ini atau wadah bekasnya.

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 41
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

• Rusakanlah wadah bekas dan kemudian tanamlah


sekurang-kurangnya 0,5 m dalam tanah di tempat yang
jauh dari sumber air.
PERAWATAN OLEH DOKTER : Secara simtomatik
Kontraindikasi : bahan-bahan yang membantu penyerapan seperti
alkohol dan susu.
Antidot : belum diketahui

IV. Golongan Pesticide Nitroguanidine/Thiazole


Bahan Aktif : Emamectin Benzoate
Merek : Optigard Cockroach 0,1 RB
Dagang
Formulasi : Gel
Dosis : 0.1 - 0.2 g/titik per m2 (Diameter titik 0.5
mm)
Konsentrasi : 0.1 g / titik
Hama : Blattela Germanica
Sasaran
Konsentrasi : 0.2 g / titik
Hama : Periplaneta Americana
Sasaran
Optigard Cockroach 0,1 RB
Bahan aktif : emamektif benzoat 0,1%
Insektisida berbentuk gel sebagai umpan siap pakai untuk
pengendalian kecoa Blatella germanica dan kecoa
Periplaneta americana
PERINGATAN BAHAYA :
Hindari kontak dengan kulit dan mata. Berbahaya terhadap
manusia, hewan peliharaan serta organisme perairan
PETUNJUK KEAMANAN :
Cucilah tangan secara menyeluruh dengan menggunakan
sabun dan air setelah menggunakan produk ini. Simpan
dalam wadah aslinya, tertutup rapat di tempat sejuk,
terkunci, serta diluar jangkauan anak-anak, jauh dari bahan
Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 42
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

makanan dan api. Jangan mengotori kolam, perairan dan


saluran air dengan insektisida ini atau bekasnya. Rusakkan
wadah atau kemasan bekas pakai sebelum dibuang.
GEJALA DINI KERACUNAN :
Tidak ada kejala khusus keracunan pada manusia. Dapat
menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Apabila terjadi
keracunan segera berhenti bekerja, lakukan tindakan
pertolongan pertama pada kecelakaan dan segera hubungi
petugas medis.
PETUNJUK PERAWATAN DOKTER :
Antidot belum diketahui. Berikan perawatan berdasarkan
gejala yang timbul.

Optigard Cockroach 0,1 RB


PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN
:
Bila diduga terjadi keracunan karena produk ini, segera
berhenti bekerja. Tanggalkan pakaian yang terkena pestisida
dan cuci bagian kulit yang terkontaminasi dengan air dan
sabun. Jika terkena mata, cuci mata segera dengan air bersih
yang mengalir selama 15 menit. Apabila terhirup, bawa
penderita ke udara terbuka. Jika tertelan, berikan sejumlah
besar arang aktif (medicinal charcoal) dan air minum yang
banyak. Jangan berikan sesuatu ke dalam mulut apabila
penderita tidak sadar. Jangan dirangsang untuk muntah.
Segera bawa penderita ke dokter terdekat disertai dengan
wadah produk beserta labelnya.

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 43
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

IV. Golongan Pesticide


Nitroguanidine/Thiazole
Bahan Aktif : Thiamethoxam
Merek : Optigard Ant
Dagang
Formulasi : Gel
Dosis : 0.1 - 0.2 g/titik per m2 (Diameter titik 0,5
mm)
Konsentrasi : 0.1 g / titik
Hama : Solenopsis sp. Tapinnoma
Sasaran Melanocepharum sp, Monomarium
Pharaonis sp, Dolichederus sp.,
Componotus sp., Iridomyrmex sp.
Optigard Ant 0,01 RB
Bahan aktif : tiametoksam 0,01%

Optigard Ant 0,01 RB


Insektisida berbentuk gel sebagai umpan siap pakai untuk
pengendalian semut Anoplolepsi gracilipes, Semut argentina
Iridomyrmex humilis, semut pharoah Monomorium pharaonis
dan semut tapinoma Tapinoma melanochepalum
PERINGATAN BAHAYA :
Dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Berbahaya
terhadap manusia dan hewan peliharaan.

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 44
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

PETUNJUK KEAMANAN :
Cucilah tangan secara menyeluruh dengan menggunakan
sabun dan air setelah menggunakan produk ini. Simpan
dalam wadah aslinya, tertutup rapat di tempat sejuk,
terkunci, serta diluar jangkauan anak-anak, jauh dari bahan
makanan dan api. Jangan mengotori kolam, perairan dan
saluran air dengan insektisida ini atau bekasnya. Rusakkan
wadah atau kemasan bekas pakai sebelum dibuang.
GEJALA DINI KERACUNAN :
Tidak ada kejala khusus keracunan pada manusia. Dapat
menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Apabila terjadi
keracunan segera berhenti bekerja, lakukan tindakan
pertolongan pertama pada kecelakaan dan segera hubungi
petugas medis.
PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN
:
Bila diduga terjadi keracunan krn produk ini, segera berhenti
bekerja. Tanggalkan pakaian yg terkena pestisida dan cuci
bagian kulit yang terkontaminasi dengan air dan sabun. Jika
terkena mata, cuci mata segera dengan air bersih yang
mengalir selama 15 menit. Apabila terhirup, bawa penderita
ke udara terbuka. Jika tertelan, berikan sejumlah besar arang
aktif (medicinal charcoal) dan air minum yg banyak. Jangan
berikan sesuatu ke dalam mulut apabila penderita tdk sadar.
Jangan dirangsang untuk muntah. Segera bawa penderita
ke dokter terdekat disertai dgn wadah produk beserta
labelnya.
PETUNJUK PERAWATAN DOKTER :
Antidor belum diketahui. Berikan perawatan berdasarkan
gejala yang timbul.
Optigard Ant 0,01 RB

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 45
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

V. Golongan Pesticide Synthetic Pyrethroid


Ester
Bahan Aktif : Zeta-cypermethrin
Merek : Mustang 25 EC
Dagang
Formulasi : Emulsible Cocentrate (EC)
Dosis : 50 ml / m2
Konsentrasi : 8-12 mL/L
Hama : Culex sp, Lepidoptera, Caleoptera and
Sasaran Hemiptera
Konsentrasi : 12 mL/L
Hama : Cattle Ectoparasites, Sheep Scab, Lice and
Sasaran Ked, Cricket (jangkrik), lalat, Kecoa,
Nyamuk, Bufallo, Fly
Hasil Riset & Journal* Stink Bugs, Bugs & Moth, Semut
(berdasarkan riset dosis 2.24oz - 4.0oz, konsentrasi 20 mL/L)
Note : * Dosis dan konsentrasi dapat dilihat pada kolom hama sasaran dan
keterangan

Mustang 25 EC
Bahan aktif : Zeta-sipermetrin 25 g/l
Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan
berwarna kuning muda yang dapat diemulsikan, untuk
mengendalikan lipas/kecoa Blatella germanica, lalat Musca

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 46
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

domistica dan nyamuk Culex quinquefasciatus di dalam


ruangan.

Mustang 25 EC
PERAWATAN OLEH DOKTER :
Insektisida ini mengandung bahan aktif dari golongan
piretroid yang dilarutkan dalam pelarut aromatik
hidrokarbon. Apabila insektisida tertelan, jangan lakukan
usaha pemuntahan karena dapat menyebabkan
pneumonia (peradangan jaringan di salah satu atau
kedua paru-paru) akibat aspirasi bahan pelarut.
Lakukan bilas lambung dengan pemasangan pipa
endotrakeal. Jangan memberi susu/bahan-bahan lain yang
mengandung lemak tumbuhan/lemak hewan pd penderita
keracunan. Insektisida ini dpt menimbulkan rasa
panas/terbakar dan gatal apabila mengenai kulit yang sensitif
seperti kulit muka. Gejala ini akan hilang dalam waktu 12
jam. Utk membantu menghilangkan rasa panas dan gatal dpt
diberikan salep utk kulit. Perawatan sifatnya simptomatik dan
suportif.
PETUNJUK PENGGUNAAN

PERINGATAN BAHAYA :
Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit, mata
dan pernafasan. Berbahaya terhadap lebah, ikan, hewan
peliaraan, ternak, binatang buruan dan burung liar.
PETUNJUK KEAMANAN :

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 47
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Pada waktu menggunakan Insektisida jangan makan, minum


atau merokok. Pada waktu membuka wadah, memindahkan
dan menyemprot, pakailah sarung tangan karet, masker,
baju berlengan panjang dan celana panjang. Sebelum makan,
minum atau merokok setelah bekerja, cucilah tangan dan
bagian badan lainnya yang
Mustang 25 EC
terkena insektisida dengan air dan sabun. Setelah digunakan
bersihkan dengan banyak air semua alat untuk menakar
insektisida, alat penyemprot dan semua alat serta pakaian
pelindung. Jangan mencemari kolam, perairan dan saluran air
dengan insektisida ini atau wadah bekasnya. Jauhkan hewan
peliaraan dari daerah yang diperlakukan dengan insektisida
ini. Simpanlah insektisida dalam keadaan tertutup rapat
ditempat yang sejuk, terkunci serta jauh dari jangkauan
anak-anak, jauh dari bahan makanan dan minuman serta
jauh dari api. Rusakkanlah wadah bekas dan buanglah
dengan menanamnya di dalam tanah sekurang-kurangnya
0,5 meter dari permukaan tanah serta dari sumber air dan
pemukiman.
GEJALA DINI KERACUNAN :
Gemeteran, aktivitas menurun, gerakan otot tidak terkendali,
hipersensitif terhadap bunyi. Apabila satu atau lebih gejala
tersebut timbul, segeralah berhenti bekerja, lakukan tindakan
pertolongan pertama dan pergilah ke dokter.
PETUNJUK PERTOLONGAN :
• Apabila insektisida tertelan, jangan lakukan usaha
pemuntahan. Bawalah segera penderita ke dokter. Jangan
memberi sesuatu memalui mulut pada penderita yang tidak
sadar atau pingsan.
• Apabila insektisida terhisap, bawalah segera penderita ke
tempat yang berudara segar dan bila perlu berilah
pernafasan buatan melalui mulut atau dengan pemberian
oksigen. Apabila sulit bernafas, bawalah segera penderita
kedokter.

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 48
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

• Apabila insektisida mengenai mata, cucilah segera mata


yang terkena dengan air bersih sebanyak-banyaknya
selama 15 menit. Apabiila terjadi iritasi pergilah ke dokter.
• Apabila insektisida mengenai kulit, tanggalkan pakaian
yang terkena insektida dan cucilah kulit yang terkena
dengan air dan sabun. Apabila terjadi iritasi pergilah ke
dokter.

V. Golongan Pesticide Synthetic Pyrethroid


Ester
Bahan Aktif : Lambda-cyhalothrin
Merek : Procon / Icon 25 EC
Dagang
Formulasi : Emulsible Cocentrate (EC)
Dosis : 40mL /5L minyak/Ha
Konsentrasi : (Penyederhanaan) 8ml / L minyak (refers
to label 40-80 ml/5-10 L) (Fogging)
Hama : Nyamuk (Aedes sp, Culex sp, Anophles sp)
Sasaran
Konsentrasi : 0.4 - 0.8 ml/m2
Hama : Kecoa( Blatella Germanica & Periplaneta
Sasaran Americana)
Dosis : 0.4mL/m2 **
Konsentrasi : 10-15 ml/ltr (residual dan ULV)
Hama : Lalat : Musca domestica
Sasaran
Konsentrasi : 10mL/L air (residual dan ULV)
Hama : Semut (Penora sp)
Sasaran
Hasil Riset dan Journal* Horn Fly, Face Flyon Cattle and
Spider (berdasarkan riset diperoleh 5ml/ltr), Nyamuk (Culex
Quinquefasciatus)
Note : * Dosis dan konsentrasi dapat dilihat pada kolom hama sasaran dan
keterangan

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 49
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Procon 25 EC / Icon 25 EC
Bahan aktif : Lamda sihalotrin 25 g/l
Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan
yang dapat diemulsikan, berwarna kuning jerami jernih,
untuk mengendalikan nyamuk Aedes sp., Anopheles sp. dan
lalat Musca domestika di dalam dan di luar ruangan tidak di
lingkungan perairan.
PERINGATA BAHAYA
Pada waktu menggunakan, jangan makan, minum atau
merokok. Pada waktu membuka wadah, memindahkan,
mengencerkan dan menyemprotkan, pakailah sarung tangan
karet, pelindung muka (masker), pakaian berlengan panjang
dan celana panjang. Sebelum makan, minum atau merokok
setelah bekerja, cucilah tangan dan kulit yang terkena
insektisida dengan air dan sabun. Setelah digunakan,
bersihkan semua alat untuk menakar dan mengencerkan
insektisida ini, alat penyemprot dan semua alat serta pakaian
pelindung dengan air yang banyak. Jangan mengotori kolam,
perairan dan saluran air dgn insektisida ini atau wadah
bekasnya. Simpanlah dalam wadah aslinya, tertutup rapat, di
tempat sejuk, terkunci serta di luar jangkauan anak-anak,
jauh dr bahan makanan dan jauh dr Api. Cuci dan rusaklah
wadah bekas dan kemudian pendamlah sekurang-kurangnya
0,5 meter dalam tanah di tempat yg jauh dari sumber air.
GEJALA DINI KERACUNAN
Bagian badan yang terkena terasa gatal-gatal dan pedih.
Terjadi bersin-bersin dan pembengkakan pd mukosa hidung.
Bila tertelan terjadi gejala tremor (gerakan yg tidak terkontrol
dan tdk terkendali), ataxia (kurangnya koordinasi otot) dan
badan terasa lemah.
PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN
Tanggalkan pakaian yg terkena insektisida dan cucilah kulit
yg terkena dgn air dan sabun. Apabila insektisida mengenai
mata, cucilah segera mata yg terkena dgn air bersih yg
mengalir selama 15 menit. Apabila tertelan dan penderita

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 50
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

masih sadar cuci rongga mulutnya. Jangan dirangsang


untuk muntah guna menghindari masuknya cairan ke
paru-paru. Apabila terhisap, bawalah penderita ke ruangan
yg berudara segar. Bawalah segera penderita ke dokter yg
terdekat.
PETUNJUK PERAWATA DOKTER
Berikan perawatan simtomatik sesuai gejala yang timbul
berikan antihistamin (pereda reaksi alergi) jika terjadi gatal-
gatal, bersin-bersin dan pembengkakan mukosa hidung.
PETUNJUK PENGGUNAAN

V. Golongan Pesticide Synthetic Pyrethroid


Ester
Bahan Aktif : Alpha-cypermethrin
Merek : Dominex 50 SC
Dagang
Formulasi : Soluble Concentrate (SC)
Dosis : 50 ml/m2
Konsentrasi : 4 - 8 ml/L (ULV) - Indoor
Hama : Nyamuk (Culex quinquefasciatus)
Sasaran
Konsentrasi : 4 - 8 ml/L (ULV, Spraying) - Indoor
Hama Sasaran : Kecoa (Blatella germanica), Lalat (Musca
domestica)
Hasi Riset dan Journal* Kecoa (Blatella germanica), Lalat (Musca
domestica)

V. Golongan Pesticide Synthetic Pyrethroid


Ester
Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 51
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Bahan Aktif : Cyfluthrin


Merek : Solfac 10 WP
Dagang
Formulasi : Wettable Powder (WP)
Dosis : 1 L / 20 m2 atau sama dengan 50 ml/m2
Konsentrasi : 10 - 20 g / 5 liter air
Hama : Nyamuk dan Lalat
Sasaran
Konsentrasi : 20 g / 5 liter air
Hama : Kecoa
Sasaran
Hasil Riset dan Journal* Dendroctonus sp (SPI) berdasarkan riset
konsentrasi : 3 g/ L air (Residual) Scorpio berdasarkan riset dosis 44-
55 mg air/m2 (konsentrasi: 2-8 g /L air) Wasp and Hornet (tawon dan
ngengat) berdasarkan riset 20 g /Liter air (Residual)
Solfac 50 WP
Insektisida Solfac 10 WP merupakan insektisida racun
kontak berbentuk tepung berwarna putih kecoklatan.
Insektisida Solfac 10 WP dapat disuspensikan untuk
mengendalikan serangga hama di lingkungan pemukiman
dan peternakan.
Keunggulan Insektisida Solfac 10 WP :
• Tidak berbau dan mengotori permukaan.
• Bekerja cepat pada berbagai jenis permukaan.
• Efektif pada dosis rendah sehingga lebih aman terhadap
ternak.
• Dapat mengendalikan serangga pada lingkungan
peternakan, seperti pinjal, kumbang litter beetle dan lain-
lain.
Solfac 50 WP
Petunjuk Penggunaan :
Untuk serangga sasaran nyamuk, lalat, dan kecoa dosis formulasi 10-
20 gr/5 liter air atau 0,1-0,2 gram/m2. Volume semprot 1 liter larutan
per 20 m2 atau sebanding dengan 50ml/m2.

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 52
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Cara aplikasi semprotkan langsung pada serangga sasaran dan


tempat-tempat persembunyiannya

V. Golongan Pesticide Synthetic Pyrethroid


Ester
Bahan Aktif : Cypermethrin
Merek : Cynoff 40 WP
Dagang
Formulasi : Wettable Powder (WP)
Dosis : 5 L larutan / 100 m2 luas permukaan
Konsentrasi : 1,25 - 2,5 gr/Liter air
Hama : Kecoa Amerika (Periplaneta Americana sp)
Sasaran
Konsentrasi : 2,5 gr/Liter air
Hama : Lalat Rumah (Musca Domestica)
Sasaran
Konsentrasi : 3,75 gr/Liter air
Hama : Nyamuk (Culex sp)
Sasaran
Konsentrasi : 6.25 mgr/m2
Hama : Nyamuk (Anopheles sp)
Sasaran

Cynoff 40 WP
Bahan aktif : Sipermetrin 40%
Formula tepat pengendali lalat dan serangga pengganggu
lainnya
• Teknologi terbaik untuk aplikasi residual spray,
dusting dan dipping (sucihama puting)
• Efek residual bertahan lebih lama
• Spektrum luas untuk mengendalikan Lalat, Kecoa,
Nyamuk, Semut Tungau Franky, Kutu dan serangga
lainnya
• Tepat digunakan untuk pengelolaan sanitasi
lingkungan pada rumah, restoran, hotel, pembuangan

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 53
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

sampah, gudang dan kandang ternak serta tempat


perkembangbiakan hama pengganggu.
Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk tepung
berwarna putih yang dapat suspensikan, untuk
mengendalikan lipas/kecoa Periplaneta americana sp. lalat
Musca domestika, nyamuk Culex sp. Dan nyamuk Anopheles
sp. didalam ruangan.
Waspadai gangguan Lalat rumah dan peternakan. Lalat
adalah insekta yang lebih banyak bergerak dengan
mempergunakan sayap (terbang). Hanya sesekali bergerak
dengan kakinya. Oleh karena itu daerah jelajahnya cukup
luas. Berbagai spesies Lalat, mengganggu kenyamanan
lingkungan dan menjadi vektor berbagai penyakit baik
kepada manusia maupun hewan ternak. Spesies Lalat yang
perlu diwaspadai antara lain : Lalat rumah (Musca
domestica), Lalat kandang (Stomoxys calcitrans), Lalat hijau
(Calliphoridae), Mimik (Drosophita sp) dan Lalat rumah kecil
(Fannia sp).
Sampah basah hasil buangan rumah tangga dan kotoran
hewan ternak merupakan tempat yang disukai Lalat untuk
mencari makanan dan sebagai tempat berkembang biak.
Lalat dapat menularkan berbagai penyakit atau berperan
sebagai vektor penyebaran penyakit diantaranya : Kolera,
Diare, Disentri, Tifus dan virus penyakit saluran pencernaan.
Selain Lalat, beberapa serangga juga menjadi vektor
penyakit pada manusia dan hewan ternak anta lain :
Kecoa/Lipas, Kutu, Tungau Franky dan Nyamuk.
Petunjuk Penggunaan

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 54
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Volume semprot 5 liter larutan per 100 m2

V. Golongan Pesticide Synthetic Pyrethroid


Ester
Bahan Aktif : Bifenthrin
Merek : Biflex 25 EC
Dagang
Formulasi : Emulsible Cocentrate (EC)
Dosis : 3-5 Liter / m2
Konsentrasi : Residual : 6.25-12.5 ml/L air (pra & pasca
konstruksi, pelaburan & penguasan pada
kayu)
Hama : Coptotermes sp, Lyctus sp, Dinoderus sp,
Sasaran Schederhinotermes sp, Heterotermes sp,
and Nasutitermes Exitosus)
Biflex 25 EC
Biflex 25 EC adalah bahan pengawet kayu termitisida/racun
kontak berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan berwarna
kuning untuk mengendalikan rayap tanah pada bangunan
dan hama bubuk kayu kering pada kayu gergajian, kayu lapis
dan rotan
PERINGATAN BAHAYA

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 55
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit, mata


dan pernafasan. Berbahaya terhadap lebah, ikan, hewan
piaraan, ternak, binatang buruan dan burung liar.
GEJALA DINI KERACUAN
Ingusan berat, gangguan syaraf, gemetaran dan ataxia
(berkurangnya koordinasi otot). Apabila satu atau lebih dari
satu gejala tersebut timbul, segeralah berhenti bekerja,
lakukan tindakan pertolongan pertama dan pergilah ke
dokter.
PERAWATAN OLEH DOKTER
Termitisida ini termasuk golongan pyrethroid. Bila tertelan
dalam jumlah banyak, lambung dan saluran pencernaan
harus segera dievakuasi. Perawatan sifatnya simtomatik dan
suportif. Penderita jangan diberi makan/minum yang
mengandung lemak dan alkohol.

PETUNJUK KEAMANAN
• Pada waktu menggunakan termitisida, jangan makan,
minum atau merokok.

Biflex 25 EC
• Pada waktu membuka wadah, memindahkan mengencerkan
dan menyemprotkan pakailah sarung tangan karet, masker,
pakaian berlengan panjang dan celana panjang.
• Sebelum makan, minum atau merokok setelah bekerja,
cucilah tangan dan bagian kulit yang terkena termitisida
dengan air dan sabun
• Setelah digunakan, bersihkanlah dengan banyak air semua
alat untuk menakar termitisida, alat penyemprotan dan
semua alat serta pakaian pelindung.
• Jangan mencemari kolam, peairan dan saluran air dengan
termitisida ini atau wadah bekasnya.
• Jauhkan hewan piaraan dari daerah yang diperlakukan
dengan termitisida ini.

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 56
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

• Simpan termitisida dalam keadaan tertutup rapat, di tempat


sejuk, terkunci serta jauh dari jangkauan anak-anak, jauh
dari bahan makanan dan minuman serta jauh dari api.
• Buanglah wadah bekas dengan menanamnya di dalam
tanah sekurang-kurangnya 0,5 meter dari permukaan tanah
serta jauh dari sumber air.
PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA
KERACUNAN
• Apabila termitisida tertelan dan penderita masih sadar,
berikan 1-2 gelas air minum. Jangan lakukan usaha
pemuntahan. Penderita jangan diberi susu. Jangan
beri sesuatu melalui mulut atau mengusahakan
pemuntahan pada penderita yang tidak sadar atau
pingsan. Bawalah segera penderita ke dokter.
• Apabila termitisida terhisap, bawalah segera penderita ke
tempat yang berudara segar dan bila perlu berikan
pernafasan buatan melalui mulut atau dengan pemberian
oksigen.
• Apabila termitisida mengenai mata, cucilah segera mata
yang terkena dengan air bersih sebanyak-banyaknya
selama 15 menit. Bila terjadi iritasi pergilah ke dokter.
• Apabila termitisida mengenai kulit, tanggalkan pakaian
yang terkena termitisida dan cucilah kulit yang terkena
dengan air dan sabun. Bila iritasi berlanjutnpergilah ke
dokter.
Biflex 25 EC

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 57
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

V. Golongan Pesticide Synthetic Pyrethroid


Ester
Bahan Aktif : Fenvalerate
Merek : Wazary 10 SC
Dagang
Formulasi : Soluble Concentrate (SC)
Dosis : 1L/200ltr
Konsentrasi : Perlakuan tanah (5 ml/L) Pra dan Pasca
Kontruksi)
Hama : Kayu gergajian, Rayap Tanah
Sasaran
Konsentrasi : Perlakuan kayu dengan penguasan pada kayu 50
ml/m2
Hama Sasaran : Coptotermes Curvignathus sp.

VI. Organophosfat
Bahan Aktif : Dichlorvos
Merek : Greendivos 250 EC
Dagang
Formulasi : Emulsible Cocentrate (EC)
Dosis : 50 ml/m2
Konsentrasi : 20 - 40 ml/L air (ULV, Spraying) - Indoor
Hama : Kecoa (Blatella Germanica), Nyamuk (Culex

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 58
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Sasaran sp.), Lalat (Musca domestica)


Hasil Riset dan Journal* Scorpio (dosis 30 - 40 ml air/m2); Wasp,
Spider (dosis 40 ml air/m2)

Greendivos 250 EC
Bahan aktif : Diklorvos 250 g/l
Insektisida racun kontak, lambung dan pernafasan.
Berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan, berwarna kuning
kecoklatan untuk mengendalikan lalat (Musca domestica),
Kecoa (Blatella Germanica), Nyamuk (Culex sp) dan serangga
lainnya.
PERINGATA BAHAYA
Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit dan
pernafasan. Berbahaya terhadap hewan peliaran, ternak,
burung liar dan lebah. JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-
ANAK, ORANG-ORANG YANG TIDAK BERKEPENTINGAN
DAN HEWAN PELIHARAAN.
GEJALA DINI KERACUNAN
Mual, diare, berair liur banyak, keringat berlebih, gemetar,
otot-otot kurang koordinasi, kejang, sangat lemas, bingung,
pandangan kabur, sukar bernafas, batuk-batuk, dejut nadi
lebih cepat, pucat dan keluar air mata. Apabila satu/lebih
gejala tersebut timbul segera berhenti bekerja lakukan
tindakan pertolongan pertama dan segera ke dokter.
PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN
Tanggalkan pakaian yang terkena insektisida dan cucilah
kulit yang terkena dengan air dan sabun. Apabila insektisida
mengenai mata, cucilah segera mata yang terkena dengan
air bersih yang mengalir selama 15 menit. Apabila insektisida
tertelan dan penderita masih sadar segera usahakan
pemuntahan dengan memberikan minum segelas air
hangat yang diberi 1 sendok garam dapur atau dengan cara
menggelitik tenggorokan dengan jari tangan yang bersih.
Usahakan terus pemuntahan sampai cairan muntahan
menjadi jernih. Jangan berikan sesuatu melalui mulut pada

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 59
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

penderita yang tidak sadar/pingsan. Apabila insektisida ini


terhisap, bawalah penderita ke ruangan yang berudara segar
dan bila perlu berikan pernafasan buatan melalui mulut atau
pemberian oksigen.
PETUNJUK PERAWATA DOKTER
Suntikan 2-4 mg (dewasa) Atropin sulfat secara I.V atau I.M.
Ulangi penyuntikan setiap 5-10 menit sampai terlihat
keracunan ringan dengan Atropin yaitu muka merah,
tachycardia mencapai140/menit,
Greendivos 250 EC
sekresi kelenjar eksokrin dihambat dan midriasis. Atropinisasi
ringan ini harus dipertahankan selama 24-48 jam, karena
kemungkinan penyerapan rucun masih berlangsung. Apabila
diberikan tidak lebih 12 jam, tambahan injeksi preparat oksim
mungkin berguna.

PETUNJUK PENGGUNAAN
Pada waktu akan menyemprotkan, keluarkan hewan
peliharaan dan bahan makanan, minuman dari rungan yang
hendak disemprot. Letakanlah hewan peliharaan dan
makanan, minuman ditempat yang aman. Pada waktu
membuka wadah, memindahkan, mengencerkan dan
menyemprotkan, pakailah sarung tangan karet, topeng
muka/masker, pakaian berlengan panjang dan celana
panjang. Setelah disemprotkan biarkanlah ruangan tertutup
sedikitnya 4 jam, kemudian bukalah pintu dan jendela supaya
keadaan ruangan menjadi normal kembali seperti semula.
Sebelum makan, minum atau merokok setelah bekerja
cucilah tangan dan kulit yang terkena insektisida ini dengan
air dan sabun. Setelah digunakan bersihkanlah dengan
banyak air semua alat serta pakaian pelindung. Jangan
mengotori kolam, perairan dan saluran air dengan insektisida
ini atau wadah bekasnya. Simpanlah insektisida ini dalam
wadah aslinya, tertutup rapat, ditempat yang kering, sejuk,
aman, terkunci, serta di luar jangkauan anak-anak jauh dari
bahan makanan, jauh dari api. Rusaklah wadah bekas dan

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 60
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

kemudian tanamlah sekurang-kurangnya 0,5m dlm tanah di


tempat yg jauh dr sumber air dan pemukiman.
Penyemprotan di dalam ruangan

VII. Golongan Insect Growth Regulators


Bahan Aktif : Cyromazine
Merek : Neporex 2 SG
Dagang
Formulasi : Granuel (G)
Dosis : 25 g/100 – 400 ml/m2 (Penyemprotan)
25 g/l/m2 (Penyiraman)
Konsentrasi : Untuk penyemprotan sebaiknya dilakukan
pada kotoran yang tertimbun setebal ± 10
cm, untuk memberi kesempatan pada
insekta pembasmi lalat untuk berkembang
Hama : larva lalat (Musca domestica)
Sasaran
Neporex 2 SG
Bahan Aktif : Cyromazine 2 %
Produk pengatur pertumbuhan serangga, berbentuk butiran
yang dapat dilarutkan dalam air, berwarna putih kecoklatan,
untuk mengendalikan larva lalat Musca domestica di kandang
ternak dan kotorannya
PERINGATAN BAHAYA
Dapat menyebabkan keracunan melalui, mulut, kulit dan
pernafasan.

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 61
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Jangan gunakan Neporex 2 SG pada kotoran ternak yang


akan dipakai untuk biogas.
PETUNJUK KEAMANAN
Pakailah pakaian pelindung waktu bekerja dengan Neoporex
2 SG. Sebelum makan, minum atau merokok setelah bekerja,
cucilah tangan dan kulit yang terkena produk ini dengan air
sabun. Setelah digunakan, bersihkan dengan air semua alat
yang digunakan untuk mencampur produk ini serta pakaian
pelindung. Jangan mengotori kolam, perairan dan saluran air
dengan produk ini atau wadah bekasnya. Simpanlah produk
ini dalam wadah aslinya, tertutup rapat ditempat kering,
sejuk dan aman, terkunci serta diluar jangkauan anak-anak,
jauh dari bahan makanan dan api. Rusak wadah bekasnya
dan kemudian tanam sekurang-kurangnya 0.5 meter dalam
tanah di tempat yang dari sumber air.

Neporex 2 SG
PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN
Tanggalkan pakaian yang terkena PRODUK INI dan cucilah
kulit yang terkena dengan air dan sabun. bIla mengenai
mata, cucilah segera mata yang terkena dengan air bersih
yang mengalir selama 15 menit. Bila tertelan dan penderita
masih sadar segera usahakan pemuntahan dengan cara
menggelitik tenggorokan dengan jari tangan yang bersih.
Usahakan terus pemuntahan sampai cairan muntahan
menjadi jernih. Kemudian pengobatan dilanjutkan dengan
memberi norit. Jangan memberi sesuatu pada penderita yang
tidak sadar/pingsan. Apabila produk ini terhisap, bawalah
penderita ke ruangan yang berudara segar dan bila perlu
berikan pernafasan buatan melalui mulut atau pemberian
oksigen.
PETUNJUK PERAWATAN DOKTER
Antidota belum diketaui. Lakukanlah perawatan berdasarkan
gejala yang timbul
PETUNJUK PENGGUNAAAN

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 62
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

Gunakan Neporex 2 SG setelah kotoran ternak atau 1-3 hari


setelah kotoran ternak menumpuk (<10 cm). Cara
penggunaan dengan penyemprotan atau penyiraman pada
permukaan kotoran ternak atau pada tempat-tempat dimana
lalat berkembang biak. Ulangi penyemprotan/penyiraman
dua minggu kemudian. Untuk kotoran ternak yang basah,
taburkan Neporex 2 SG pada permukaan kotoran.
Dosis dan Cara Pemakaian

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 63
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

VII. Golongan Insect Growth Regulators


Bahan Aktif : Hexaflumuron
Merek : Sentricon AG
Dagang
Formulasi : Ready Bait (RB)
Dosis : Sistem pengumpanan
Konsentrasi : RIG, R II, RAG
Hama : Rayap tanah (Schedorhinotermes
Sasaran javanicus,
Coptotermes curvignathus)
Sentricon AG
Bahan Aktif : Heksafliumuron 0.5%
Bahan pengawet kayu sistemik berupa umpan siap pakai
berbentuk pelet berwarna putih, untuk eliminasi rayap tanah
(Schedorhinotermes javanicus dan Coptotermes
curvignathus) pada tanah bangunan.
GEJALA KERACUNAN
Tidak terdapat gejala klinis yang spesifik.
PERINGATAN BAHAYA
Dapat menyebabkan iritasi ringan pada kulit. Produk ini
toksik terhadap hewan invertebrata air (hewan yang tidak
memiliki tulang belakang). Jangan membuang sisa umpan
atau bahan yang mengandung heksaflumuron ini dalam air
atau dekat dengan permukaan tanah.
PETUNJUK KEAMANAN
- Pada waktu menggunakan jangan makan, minum atau
merokok.
- Jangan membuka selubung plastik pd tabung umpan hingga
siap untuk digunakan.
- Setelah bekerja cucilah tangan dan kulit yg tekena
insektisida dgn sabun.
- Simpan dlm kemasan asli dan tertutup rapat di tempat
kering, terkunci serta diluar jangkauan anak-anak, jauh dari
makanan dan bahan makanan

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 64
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Pesticide

- Rusakkanlah wadah bekas dan kemudian tanamlah


sekurang-kurangnya 0,5m dlm tanah di tempat yg jauh dr
sumber air dan pemukiman.

Not * Dosis & konsentrasi dpt dilihat pd kolom hama sasaran & ket. Page 65
e ** Dosis dan konsentrasi mengacu pada Label Pestisida
*** Masa Expired atau pengaplikasian pestisida adalah 5 Tahun
Equipment
HAND SPRAYER

HAND SPRAYER : Spraying, dengan menggunakan Hand


Sprayer. Hand sprayer adalah alat semprot larutan
insektisida yang mengeluarkan cairan semprot berbentuk
kipas, kerucut dan jarum untuk pengendalian vektor hama
pengganggu lingkungan masyarakat seperti nyamuk,
kecoa, lalat, semut, rayap, kutu dan lain-lain. Alat ini
banyak dipakai untuk pengendalian hama karena alatnya
yang simple, ringan dan efektif untuk aplikasi kerja
pengendalian hama rumah.
Alat ini sangat cocok diaplikasikan pada lingkungan
pemukiman masyarakat, rumah sakit/klinik, hotel,
restoran/cafe, apartemen, ruang perkantoran, kandang
peternakan dan lain-lain.
Keunggulan : Cara operasional yang mudah, sparepart
terjamin, memiliki 4 (empat) nozzle yang dapat digunakan
sesuai aplikasinya dilapangan, serta harga yang kompetitif.
Yang harus diperhatikan :
 Gunakan insektisida yang sesuai
 Pastikan & sesuaikan Nozzle pipa
 Sesuaikan rencana Crack & Crivises (celah/retakan) jika
diperlukan
 Semprotlah bagian sisi lantai, langit-langit, dinding yang
retakan, celah tempat persembunyian hama
 Penyemprotan yang baik adalah permukaan tidak terlalu
basah
 Volume: ± 4 liter

Page 66
Equipment

HAND SPRAYER

Specificition
Model : N 124-CC-9
Tank Capacity : 4 Liter (1 Gallon)
Sol. Tank Material : Stainless Steel
Tank Pressure : 0-4 Bar
Nozzle Type : 4 in one
Weight Empty : 3,05 Kg
Dimension (Tinggi x : 37,5 x 17,2 cm
Diameter)
Manufacture By : B&G Equip.
Made In : USA

Page 67
Equipment
PETUNJUK PELAKSANAAN KERJA
PEYEMPROTAN/SPRAYING
A. Sebelum Pelaksanaan Pekerjaan :
1. Siapkan Alat Pelindung Diri (Baju lengan panjang dan
celana panjang, topi/helmet, kacamata pelindung, masker
dengan canester/filternya, sarung tangan karet dan sepatu
pelindung).
2. Pastikan alat handsprayer berfungsi dengan baik.
3. Siapkan peralatan penunjang, seperti : gelas ukur, ember
ukur dan kunci-kunci.
4. Siapkan insektisida dan bahan pelarut air.

HAND SPRAYER

PETUNJUK PELAKSANAAN KERJA


PEYEMPROTAN/SPRAYING

B. Saat Pelaksanaan Pekerjaan :


1. Baca Surat Perintah Kerja dan lakukan inspeksi
(pengamanan, keselamatan dan rencana kebutuhan
akan pestisida).
2. Gunakan Alat Pelindung Diri (Baju lengan panjang dan
celana panjang, topi/helmet, kacamata pelindung,
masker dengan canester/filternya, sarung tangan karet
dan sepatu pelindung).
3. Masukkan dosis insektisida sesuai label yang telah
dianjurkan ke dalam ember ukur yang berisi pelarut air
sesuai cover area hasil inspeksi, aduk sampai merata.
4. Tekan dan putar gagang pompa berlawanan arah jarum
jam, kemudian keluarkan pompa dari tabung.
5. Larutan/solution dimasukkan ke dalam tabung
menggunakan corong.
6. Masukkan kembali pompa dan putar searah jarum jam
sampai kencang.

Page 68
Equipment
7. Jepit handsprayer dengan kedua kaki, lalu pompa sampai
tekanan dalam tabung ± 4 bar.
8. Tekan gagang, lalu putar ¼ putaran untuk mengunci
pompa.
9. Lakukan penyemprotan pada hama sasaran, sarang dan
tempat-tempat yang berpotensial keberadaan hama.
10. Untuk metode pelaburan/beresidu, usahakan nozel
berjarak 1 m dari dinding/objek dan tinggi semprotan 2
m dari lantai.

HAND SPRAYER

C. Setelah Pelaksanaan Pekerjaan


1. Cuci dan kuras sisa insektisida dalam tabung sampai
bersih.
2. Isi tabung handsprayer kembali dengan air bersih, lalu
lakukan penyemprotan sehingga sisa insektisida dalam
selang dan nozel bersih.
3. Untuk penyimpanan, keringkan dan simpan handsprayer
dalam posisi terbalik.
4. Lakukan perawatan alat dengan pelumasan pada pompa
per 3 bulan sekali (Pedoman Buku Panduan Alat).

PERHATIAN :
1. Apabila insektisida tersisa, sisa insektisida tersebut di
tempatkan dlm jerigen khusus sisa insektisida (jangan
dicampur dgn insektisida lain).

Page 69
Equipment
2. Jangan membuang sembarangan air bekas bilasan.
Sebaiknya air sisa bilasan ditampung dalam jerigen khusus
air bekas bilasan, yang dapat dipergunakan kembali pada
treatment-treatment selanjutnya.

FOGGER

FOGGER (AGROFOG/SWINGFOG/MINIFOG) : Fogging


dengan menggunakan Fogger (Merek Agrofog, Swingfog atau
Minifog) adalah alat yang mengeluarkan bahan kimia dalam
bentuk asap untuk mengendalikan serangga terbang
(nyamuk, lalat) dan merayap (kecoa), sampai kecelah-celah,
terutama di area luar. Area yang biasa dilakukan pengasapan
antara lain Garbage Area (tempat sampah), drainage (STP),
pengasapan tebal pada seluruh jalur got (drainage) yang
tertutup, treatment dengan insektisida khusus therma
fogger.
Yang harus diperhatikan :
1. Cek sekitar apakah tidak ada aktivitas orang, kolam ikan,
kolam renang, baju yang digantung atau dijemur,
makanan, binatang peliharaan dan lain-lain.

Page 70
Equipment
2. Cek arah angin sebelum memulai pengasapan, lakukan
pengasapan searah dengan angin.
3. Kemudian lakukan fogging sambil memperhatikan angin,
putar arah dan sesuaikan.
4. Jangan melaksanakan fogging pada saat hujan.
5. Untuk pengendalian nyamuk Aedes Agyepti sp dan lalat
pelaksanaan fogging yang efektif dilakukan pada pagi hari
sekitar pukul 07:00 sampai dengan 10:00 dan sore hari
pukul 15:00 sampai 17:00, bila dilakukan siang hari
nyamuk sudah tidak beraktifitas dan asap fogging mudah
menguap karena udara terlalu panas.
6. Berbagai bahan insektisida yang dipergunakan dalam
pelaksanaan operasional fogging fokus adalah golongan
sintentik piretroit dengan dosis penggunaan 100 ml/Ha.
Sementara perbandingan campuran 100 ml : 10 liter solar.
7. Sifat kerja dari fogging adalah knock down effect yang
artinya setelah hama kontak dengan partikel (droplet)
isektisida diharapkan mati setelah 24 jam.

FOGGER
SPESIFIKASI SWINGFOG AGROFOG
MODEL SN-50 AF-35
Combustion Power
18,7 Kw/ hour( 25,4
(Pembakaran 18,9 Kw
HP)
Chamber Keluaran)
Solution Tank
Capacity (Kapasitas 6,5 L( St Steel) 5,7 L atau 10 L
Solution Tangki)
Fuel Tank Capacity 1,2 Liters,
(Kapasitas Tangki 1,4 L ( St Steel) Komsumsi BBM : 2
Bahan Bakar) Liter/Jam
Ignition Power
4 battereis (1, 5V) 4 battereis (1, 5V)
Electronic Coil
Weight Empty
8, 8 Kg 7,9 Kg
(Berat)

Page 71
Equipment
Dimension (Panjang 133 cm x 29 cm x 33 137,5 cm x 27 cm x
x Lebar x Tinggi) cm 34 cm
Made In Germany Germany

PETUNJUK PELAKSANAAN KERJA


PENGASAPAN/FOGGING
A. Sebelum Pelaksanaan Pekerjaan :
1. Siapkan Alat Pelindung Diri (Baju dan celana panjang,
topi/helmet, alat pelindung telinga/earplug, kacamata
pelindung, masker, sarung tangan karet, sarung tangan
kain pada saat pelaksanaan treatment fogging dan sepatu
pelindung).
2. Pastikan alat fogging berfungsi dengan baik.
3. Siapkan peralatan penunjang, seperti : gelas ukur, corong
dan kunci-kunci.
4. Siapkan insektisida, bahan bakar & bahan pelarut (solar &
WFA).
5. Pengasapan tidak direkomendasikan untuk area dalam.
B. Saat Pelaksanaan Pekerjaan :

Page 72
Equipment
1. Baca Surat Perintah Kerja dan lakukan inspeksi
(pengamanan, keselamatan dan rencana kebutuhan akan
pestisida).
2. Gunakan Alat Pelindung Diri (Baju panjang dan celana
panjang, topi/helmet, alat pelindung telinga/earplug,
kacamata pelindung, masker, sarung tangan karet pada
saat pencampuran, sarung tangan kain pada saat
treatment dan sepatu pelindung ).
3. Masukkan pelarut (solar/WFA) dan insektisida sesuai dosis
label yang telah dianjurkan ke dalam tangki fogging
dengan menggunakan corong sesuai cover area hasil
inspeksi.
4. Pompa mesin thermal fogging secara perlahan-lahan, lalu
secara perlahan tinggikan pengatur gas.
5. Setelah thermal fog menyala, tunggu ± 3 menit dan buka
kran insektisida.
6. Angkat thermal fog dengan posisi jongkok dan arahkan ke
cover area hasil inpeksi.
7. Fogging/Pengasapan harus searah dengan arah angin.
8. Jaga jarak knalpot/ujung fogging minimal 2 meter dari
target objek, khususnya tanaman.
9. Jika pekerjaan sudah selesai, tutup kran insektisida dan
buka secara perlahan tutup tangki insektisida untuk
membebaskan tekanan. Setelah fogging tidak
mengeluarkan asap, mesin siap dimatikan dengan
menurunkan pengatur gas.

FOGGER

PETUNJUK PELAKSANAAN KERJA


PENGASAPAN/FOGGING
C. Setelah Pelaksanaan Pekerjaan
1. Biarkan alat fogging di tempat terbuka ± 15 menit sampai
mesin dingin.
2. Jangan gunakan air untuk mendinginkan mesin karena
dapat mempengaruhi kondisi dan kerusakan mesin.

Page 73
Equipment
3. Lakukan perawatan mesin thermal fog dengan mengisi
tabung menggunakan solar murni, lalu nyalakan mesin
dan buka larutan insektisida sehingga sisa insektisida
dalam selang dan nozel bersih .
4. Pemeriksaan membrane, karburator dan knalpot dari
kotoran dilakukan per 60 jam pemakaian, (Pedoman Buku
Panduan Alat).
PERHATIAN :
1. Apabila insektisida tersisa, sisa insektisida tersebut di
tempatkan dlm jerigen khusus sisa insektisida (jangan
dicampur dgn insektisida lain).
2. Untuk penyimpanan yang lama, keringkan bahan bakar
pada tangki dan simpan di tempat aman (jerigen terpisah).

COLD FOGGER

COLD FOGGER : Cold Fog (Pengembunan), Menggunakan


alat Ultra Low Volume (ULV) yang mengeluarkan bahan kimia
adalah mesin pengendali hama lingkungan masyarakat
dengan sistem pengembunan/kabut, dalam bentuk embun
maka alat ini mampu menembus sela-sela yg tidak
terjangkau oleh hand sprayer. Alat ini menggunakan tenaga
listrik sebagai powernya, sehingga tidak menimbulkan suara

Page 74
Equipment
yang bising, sangat cocok diaplikasikan untuk didalam
ruangan (indoor).
Output Ultra Low Volume (ULV) membuat residual chemical
pada object yang menjadi sasaran tempat serangga
pengganggu tersebut berkeliaran, maka alat ini sangat efektif
diaplikasikan pada lingkungan perumahan masyarakat,
Rumah sakit/Klinik, Hotel, Restoran/Cafe, Apartemen, Ruang
perkantoran, pabrik makanan, gudang komoditas, Kandang
peternakan, dan lain-lain.
Alat ini juga banyak digunakan sebagai alat penyemprot
desinfectan untuk anti kuman dan bakteri.
Keunggulan: Memiliki 3 (tiga) nozzle output solution,
Pengoprasioanalannya yang mudah, layanan purna jual dan
sparepart terjamin, serta harga yang kompetitif.
Yang harus diperhatikan :
1. WAJIB mengingatkan Customer agar Matikan AC untuk
mencegah terjadi sirkulasi udara yang bau dengan
pestisida
2. Semprotkan residu pada area langit-langit dan lantai
3. Lakukan pengembunan dengan berjalan mundur menuju
keluar
4. Jangan biarkan orang masuk ke ruangan setelah
penyemprotan
5. Angin-anginkan selama 1-2 jam, kemudian ruangan
dapat di gunakan kembali.

COLD FOGGER
Specificition
Model : Hurricane Ultra 2792
Tank Capacity : 3,8 Liters
Tank Material : HDPE

Page 75
Equipment
Flow Rates : 0 – 19 Liter/Jam
Flow Particle Size : 5 – 50 Microns (mmD)
Input Power : 220/240 Volt AC
Weight Empty (Berat Kosong) : 3 Kg
Tank Size (Tinggi x Lebar x : 35,6 cm x 20,3 cm x 33
Panjang) cm
Made In : USA

PETUNJUK PELAKSANAAN KERJA PENGEMBUNAN/COLD


FOGGING

A. Sebelum Pelaksanaan Pekerjaan :


1. Siapkan Alat Pelindung Diri (Baju lengan panjang dan
celana panjang, topi/helmet, kacamata pelindung, masker
dengan canester/filternya, sarung tangan karet dan sepatu
pelindung).
2. Pastikan alat cold fogger (ULV) berfungsi dengan baik.
3. Siapkan peralatan penunjang, seperti : kabel roll, stacker,
gelas ukur, corong ember ukur dan kunci-kunci.
4. Siapkan insektisida dan bahan pelarut air.

COLD FOGGER

PETUNJUK PELAKSANAAN KERJA PENGEMBUNAN/COLD


FOGGING

Page 76
Equipment
B. Saat Pelaksanaan Pekerjaan :
1. Baca Surat Perintah Kerja (SPK) dan lakukan inspeksi
(pengamanan, keselamatan, pastikan Air Condition/AC
dalam keadaan mati/off dan rencana kebutuhan akan
pestisida).
2. Gunakan Alat Pelindung Diri (Baju lengan panjang dan
celana panjang, topi/helmet, kacamata pelindung, masker
dengan canester/filternya, sarung tangan karet dan sepatu
pelindung).
3. Masukkan dosis insektisida sesuai label yang telah
dianjurkan ke dalam ember ukur berisi pelarut air sesuai
cover area hasil inspeksi, aduk sampai merata.
4. Larutan/solution dimasukkan ke dalam tabung
menggunakan corong.
5. Cari sumber arus listrik AC 220 – 240 volt.
6. Lakukan pengembunan pada tempat-tempat potensial
hama serangga beristirahat, berkembang biak dan
mencari makan dengan jarak nozel minimal 1 m dari
sasaran.
7. Lakukan pengembunan dari area dalam ruangan menuju
ke arah pintu keluar sehingga aplikator tidak terkena
cairan pengembunan.
8. Jangan pergunakan ruangan yang baru di treatment
dengan cold fogging selama 1-2 jam. Agar udara kembali
normal.

COLD FOGGER

Page 77
Equipment

C. Setelah Pelaksanaan Pekerjaan


1. Cuci dan kuras sisa insektisida dalam tabung sampai
bersih.
2. Isi tabung cold fogger kembali dengan air bersih, lalu
nyalakan mesin dan buka larutan insektisida sehingga sisa
insektisida dalam selang, kran dan nozel bersih .
3. Lakukan perawatan alat (Pedoman Buku Panduan Alat).
PERHATIAN :
1. Apabila insektisida tersisa, sisa insektisida tersebut di
tempatkan dlm jerigen khusus sisa insektisida (jangan
dicampur dgn insektisida lain).
2. Jangan membuang sembarangan air bekas bilasan.
Sebaiknya air sisa bilasan ditampung dalam jerigen khusus
air bekas bilasan, yang dapat dipergunakan kembali pada
treatment-treatment selanjutnya.

MISTBLOWER

Page 78
Equipment

MISTBLOWER (Merek Cifarelli) adalah mesin sprayer


gendong yang digunakan untuk mengendalikan hama
lingkungan maupun hama pada tanaman perkebunan.
Misting dengan alat Mist Blower adalah alat yang
mengeluarkan cairan semprot dalam bentuk embun yang
lebih kasar, digunakan untuk mengendalikan hama di area
luar. Keunggulan alat ini adalah menimbulkan residu bahan
kimia yang lebih lama dibandingkan Foging. Efektif
digunakana di area taman/kebun.
Dengan tenaga 77cc, 3, 6 kw/ 5HP mampu untuk
mengendalikan hama pada tanaman tinggi.
SASARAN APLIKASI
Ulat api, ulat kantong, hama pertanian, hama perkebunan,
pengendalian virus flu burung, nyamuk, lalat, kecoa, kutu,
hama gudang, lebah, laba-laba, ulat, tunggau, vektor demam
berdarah. Dengan chemical (insektisida) yang digunakan
bersifat residu dan tahan dalam jangka waktu yang lama.
DAERAH APLIKASI
Perkebunan, peternakan, pabrik makanan, hotel, restaurant,
apartemen, rumah sakit, perkantoran, villa,
camp tentara, industri perminyakan, industri pertambangan,
pergudangan, tanaman hias dll.
Yang harus diperhatikan :
1. Di lakukan di area luar seperti Perkebunan, pertanian,
taman dan lain sebagainya
2. Penyemprotan di lakukan pada area seperti tempat
persembunyian, perkembang biakan dan peristirahatan
serangga
3. Gunakan konsentrasi Pestisida sesuai Label Pestisida yang
ada pada kemasan atau Autorized Pesticide List
4. Pestisida di campur dengan air
5. Gunakan BENSIN CAMPUR OLI sebagai penggerak motor
alat

Page 79
Equipment

MISTBLOWER
Model : Cifarelli M3
Engine : Cifarelli C7
Power : 5 HP (3,6 Kw)
Starter : Recoil
Tank Capacity : 17 Liters
Tank Material : HDPE
Liquid Output : 0 – 4 Liter/min
Dust Output : 0 – 6 Kg/min
Max. Range Output : Hor. 17 Meter; Ver. 15 Meter
Air Speed : 125 m/sec
Packing Size : 74 cm x 50 cm x 37 cm
Manufacture By : Cifarelli
Made In : Italy

PETUNJUK PELAKSANAAN KERJA


PENYEMPROTAN/MISTING
A. Sebelum Pelaksanaan Pekerjaan :
1. Siapkan Alat Pelindung Diri (Baju lengan panjang dan
celana panjang, topi/helmet, kacamata pelindung, masker
dengan canester/filternya, sarung tangan karet dan sepatu
pelindung).
2. Pastikan alat mist blower berfungsi dengan baik.
3. Siapkan peralatan penunjang, seperti : gelas ukur, corong
ember ukur dan kunci-kunci.

Page 80
Equipment
4. Siapkan bahan bakar untuk alat mistblower.
5. Siapkan insektisida dan bahan pelarut air.
MISTBLOWER

PETUNJUK PELAKSANAAN KERJA


PENYEMPROTAN/MISTING
B. Saat Pelaksanaan Pekerjaan :
1. Baca Surat Perintah Kerja (SPK) dan lakukan inspeksi
(pengamanan, keselamatan dan rencana kebutuhan akan
pestisida).
2. Gunakan Alat Pelindung Diri (Baju lengan panjang dan
celana panjang, topi/helmet, kacamata pelindung, masker
dengan canester/filternya, sarung tangan karet dan sepatu
pelindung).
3. Masukkan dosis insektisida sesuai label yang telah
dianjurkan ke dalam ember ukur berisi pelarut air sesuai
cover area hasil inspeksi, aduk sampai merata.
4. Larutan/solution dimasukkan ke dalam tabung
menggunakan corong.
5. Buka aliran bensin, jika mesin dingin tekan choke
carburator sampai bensin penuh pada karburator.
6. Buka gas secukupnya, tarik stater perlahan dan jangan
disentak, lalu atur gas sesuai kebutuhan.
7. Angkat mistblower ke tempat yang lebih tinggi, lalu
gendong dan buka kran insektisida.
8. Lakukan penyemprotan pada tanaman, dan dinding luar
maksimum 2 m dari lantai (masalah nyamuk).
9. Penyemprotan searah dengan arah angin.

Page 81
Equipment

MISTBLOWER

C. Setelah Pelaksanaan Pekerjaan


1. Cuci dan kuras sisa insektisida dalam tabung mist blower
sampai bersih.
2. Isi tabung mist blower kembali dengan air bersih, lalu
nyalakan mesin dan buka larutan insektisida sehingga sisa
insektisida dalam selang, kran dan nozel bersih .
3. Untuk penyimpanan yang lama, keringkan bahan bakar
pada tangki dan simpan di tempat aman.
4. Lakukan perawatan alat dengan membersihkan busi dan
karburator per 3 bulan sekali (Pedoman Buku Panduan
Alat).

PERHATIAN :
1. Apabila insektisida tersisa, sisa insektisida tersebut di
tempatkan dlm jerigen khusus sisa insektisida (jangan
dicampur dgn insektisida lain).
2. Jangan membuang sembarangan air bekas bilasan.
Sebaiknya air sisa bilasan ditampung dalam jerigen khusus
air bekas bilasan, yang dapat dipergunakan kembali pada
treatment-treatment selanjutnya.

Page 82
Equipment

BAIT GUN & GEL COCKROACHES : Pengumpanan dengan


menggunakan Bait Gun (Gel Applicator). Adalah alat yang
berfungsi untuk mengeluarkan umpan berbentuk gel
(terutama untuk kecoa). Berfungsi untuk mengendalikan
hama secara terus menerus.
Yang harus diperhatikan :
1. Tentukan bagian yang akan diberi gel, dimana residu akan
disemprot. Untuk hasil yang baik, JANGAN MENCAMPUR
AREANYA!
2. Gunakan senter, berjongkoklah dan inspeksi daerah yang
lembab
3. Berikanlah banyak tempat untuk diberikan gel, tetapi
dengan pemberian gel yang sedikit

MINI DUSTER : Dusting. Penepungan dengan menggunakan


alat Bulb Duster. Duster merupakan alat yang berfungsi
untuk mengeluarkan bahan kimia berbentuk tepung.
Yang harus diperhatikan :
1. Cek apakah permukaan kering, tidak ada angin
2. Semprotkan dengan ukuran secukupnya
[Link] jalan masuk dengna masking tape jika diperlukan
4. Tandai jalan masuk dengan stiker

MONITORING EQUIPMENT FOR RODENT CONTROL :


Dengan RatBox untuk area luar.
1. Mamanfaatkan kebiasaan tikus yang selalu berjalan disisi
dinding.
2. Penempatan Ratbox WAJIB aman dari anak-anak hewan
peliharaan dan lain-lain, karena racun tersebut berada
didalam dan Ratbox tersebut dalam keadaan terkunci.
3. Apabila tikus berjalan melewati Ratbox dan akan
memakan atau bersentuhan oleh racun tikus yang berada
didalamnya, maka tikus akan langsung terkontaminasi dan
akan mati.
4. Installasi alat di tempatkan di luar area bangunan, dengan
mekanisme:

Page 83
Equipment
a. Ratbox, Sticker Sign Panah Poisonous dan Sticker Sign
Checklist Poisonous (WAJIB)
b. Kondisi Di Semi Permanentkan/Bor/Paku (WAJIB)
c. Lubang Kuping Samping Ratbox Terkunci Dengan Baut
(WAJIB)
d. Lubang Utama Ratbox Wajib Menempel Dengan Dinding
Bangunan (WAJIB)
e. Monitoring Dan Cleaning Minimal 1 X Per Bulan

MONITORING EQUIPMENT FOR RODENT CONTROL :


Dengan Trays Bait untuk area dalam.
1. Mamanfaatkan kebiasaan tikus yang selalu berjalan disisi
dinding.
2. Trays Bait adalah penempatan racun tikus yang aman dari
anak-anak hewan peliharaan dan lain-lain, karena racun
tersebut berada didalam dan Trays Bait.
3. Apabila tikus berjalan melewati Trays Bait dan akan
memakan atau bersentuhan oleh racun tikus yang berada
didalamnya, maka tikus akan langsung terkontaminasi dan
akan mati.
4. Installasi alat di tempatkan di dalam area bangunan,
dengan mekanisme:
a. Trays Bait dan Sticker Sign Panah Poisonous (WAJIB)
b. Kondisi Di Semi Permanentkan/Double Tape (WAJIB)
c. Kolom Checklist Pada Trays Bait Di Catat dan Paraf oleh
Teknisi Setiap Melakukan Monitoring.
d. Monitoring & Cleaning Di Lakukan Minimal 1 X Per Bulan

MONITORING EQUIPMENT FOR RODENT CONTROL :


Dengan GLUE BOARD STATION DAN ATAU
TANPA PRISMA SEGITIGA FOR INSIDE AREA
1. Mamanfaatkan kebiasaan tikus yg selalu berjalan disisi
dinding.
2. Apabila tikus berjalan melewati Prisma Segitiga yg telah
ada perangkap lem tikusnya/Glueboard, maka tikus akan
langsung terperangkap.
3. Prisma Segitiga adalah pelindung dari pada Lem
Tikus/Glueboard yang sekaligus tampak lebih artistik.

Page 84
Equipment
4. Installasi alat di tempatkan pada area dalam bangunan,
dengan mekanisme:
a. Glue Board Station Dan Atau Tanpa Prisma Segitiga
b. Di Beri Sticker Sign Panah Non Poisonous dan Sticker
Checklis Non Poisonous (WAJIB)
c. Kondisi disemipermanenkan/Double Tape (WAJIB)
d. Kolom checklist pada Glueboard Station dicatat dan
paraf oleh teknisi.
e. Monitoring dilakukan Minimal 1 X Per Minggu

MONITORING EQUIPMENT FOR RODENT CONTROL :


Dengan MASSAL MECHANICAL TRAP FOR RODENT CONTROL
(SPECIFY REQUESTED)
1. Alat perangkap tikus yang konvensional yang tidak
menggunakan chemical hanya menggunakan umpan
yang biasa disukai oleh tikus.
2. Installasi alat ini di sesuaikan dengan kondisi lapangan
dan atau permintaan khusus
3. Installasi alat dapat di tempatkan pada area dalam
maupun luar area bangunan, dengan mekanisme:
a. Massal Mechnical Trap; Sticker Sign Panah Non
Poisonous; Sticker Sign Checklist Non Poisonous
b. Kondisi Di Semipermanentkan/Double Tape (WAJIB)
c. Kolom Checklist Di Catat dan Paraf oleh Teknisi Setiap
Melakukan Monitoring (WAJIB)
d. Monitoring & cleaning dilakukan minimal 1 X per minggu

MONITORING EQUIPMENT FOR FLIES/LALAT : FLY LIGHT


LURALITE FOR INSIDE AREA
1. Memanfaatkan lampu sinar Ultraviolet
2. Serangga terbang (khususnya Flies/lalat) tertarik dengan
Sinar Ultraviolet dikarenakan mata majemuk/faset yang
di miliki oleh serangga
3. Saat serangga terbang mendekati sinar ultraviolet
tersebut, maka serangga terbang akan terjebak secara
utuh pada gluepad/lem yang berada di bagian dalam
wadah alat.

Page 85
Equipment
4. Serangga terbang yang terjebak ini wajib di analisa,
monitoring jumlah populasinya dan Cleaning equipment
minimal 1 X / Minggu
5. Installasi alat di lakukan pada area dalam bangunan yang
di sesuaikan dengan entry point dari serangga terbang
(khususnya Flies/lalat)
6. Ketinggian pemasangan alat ini dr permukaan adalah 2,5
m–3 m
7. Warna alat dapat di sesuaikan dengan media/wall yang
akan di gunakan untuk penempatan Flytrap.

MONITORING EQUIPMENT FOR FLIES/LALAT : POHON


LALAT atau TREE TRAP FOR FLIES MONITORING OUTSIDE
AREA
1. Mamanfaatkan kebiasaan/habbits serangga terbang
(khususnya flies/lalat) yang menyukai tempat
peristirahatan yang minim dengan pergerakan
2. Alat bantu (pohon lalat) ini juga memanfaatkan wadah
seperti sedotan yang di beri lem
3. Saat serangga terbang mendekati pohon lalat dan
terjebak pada wadah (sedaotan) yang sudah di laburi
dengan lem.
4. Alat bantu konventional ini sangat membantu
memonitoring serangga terbang (khususnya Flies/lalat)
yang berada di area luar
5. Installasi alat ini di lakukan di area luar bangunan seperti
Loading dock, tempat sampah, dsb
6. Monitoring Dan Cleaning Minimal 1 X / Minggu
7. Wadah dan lem wajib di bersihkan agar tidak terlihat
kotor

MONITORING EQUIPMENT MOSQUITIES/NYAMUK :


BLACKHOLE FOR INSIDE AREA
1. Mamanfaatkan lampu sinar Ultraviolet
2. Serangga terbang (khususnya nyamuk) tertarik dengan
Sinar Ultraviolet dikarenakan mata majemuk/faset yang
di miliki oleh serangga

Page 86
Equipment
3. Saat serangga terbang mendekati sinar ultraviolet
tersebut, kipas/fan yang tepat berada di bawah lampu
sinar ultraviolet akan menghisap serangga terbang dan
mati di dalam wadah yang tersedia pada alat
4. Monitoring Dan Cleaning Minimal 1 X / Minggu
5. Serangga terbang yang mati dan terkumpul pada wadah,
wajib di bersihkan dengan mematikan terlebih dahulu
sumber listrik alat
6. Installasi alat di lakukan pada area dalam bangunan

MONITORING EQUIPMENT MOSQUITIES : ELECTRONIC


FLY KILLER FOR OUTSIDE AREA :
1. Mamanfaatkan lampu sinar Ultraviolet
2. Serangga terbang yang berada di area luar tertarik
dengan Sinar Ultraviolet
3. Saat serangga terbang mendekati sinar ultraviolet
tersebut akan mati terkena sengatan listrik yang berada
di sekitar lampu sinar ultraviolet
4. Monitoring Dan Cleaning Minimal 1 X / Minggu
5. Serangga terbang yang mati dan terkumpul pada wadah,
wajib di bersihkan dengan mematikan terlebih dahulu
sumber listrik alat

OTHER MONITORING EQUIPMENT FOR PEST :


ULTRASONIC
METODE KERJA ALAT :
1. Dengan frequency button ( tombol pengatur frekuensi) ,
kita bisa mengatur Avitron Ultrasonic EM 777 pada
frekuensi antara 30.000 – 45.000 Hz sehingga hanya
hama pengerat, kecoa, kutu dan kelelawar yang masih
bisa mendengar frekuensi berdaya 120dB tsb dengan
jelas dan sangat keras.
2. Efeknya mengacaukan syaraf pendengaran sehingga
mereka akan sangat terganggu dan secara insting
memaksa keluar (pindah) dari sarangnya.

Page 87
Equipment
3. Di sisi lain, manusia (bayi maupun dewasa) dan hewan
peliharaan tidak akan merasa terganggu karena tidak
mendengar suara tersebut.
4. Tidak ada efek negatif jangka panjang karena ini hanyalah
gelombang elektroMEKANIK bukan gelombang
elektroMAGNETIK
5. Reaksi pada hama lainnya seperti kecoa, kutu, laba-laba,
kelelawar dan serangga kecil lainnya, hewan2 tsb akan
langsung menghindar karena terganggu atau tidak
nyamanoleh frekuensi tinggi alat ini.

TERMITE CONTROL
ALAT KERJA : 1. POWER SPRAY
2. INJECTOR & SPRAYER
3. SELANG.
4. DRUM CHEMICAL
5. 1 SET BOR HILTI
6. HANDSPRAYER
7. TERMITISIDA

TERMITE BAITING - SENTRICON


ALAT KERJA : 1. RIG.
2. RAG.
3. R-II
4. Kunci
5. Kap Penutup
6. Kayu

FUMIGATION
PERLENGKAPAN KERJA :
1. FUMIGATOR
2. TERPAL.

Page 88
Equipment
3. TIMBANGAN
4. FUMIGAN.
5. SAND SNAKES
6. POLICE LINE & DANGER SIGNED
7. ALAT PENDETEKSI GAS FUMIGAN
8. SAFETY EQUIPMENT

Page 89
Health,
Safety,
Environment
KESEHATAN, KESELAMATAN DAN LINGKUNGAN KERJA

DEFINISI KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA


Adalah suatu kondisi kerja yang terbebas dari ancaman
bahaya yang mengganggu proses aktivitas dan
mengakibatkan terjadinya cedera, penyakit, kerusakan harta
benda, serta gangguan lingkungan.
TUJUAN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA
 Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja,
 Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai
secara aman dan efisien,
 Menjamin proses produksi berjalan lancar.
TANDA-TANDA KEAMANAN/ KESELAMATAN
 Tanda-tanda perintah
 Tanda-tanda yang aman dilalui
 Tanda-tanda peringatan bahaya
 Tanda-tanda larangan dan lain-lain

RISK ASSESSMENTS (PENILAIAN RESIKO)


Adalah penilaian suatu resiko dengan membandingkan
terhadap tingkat / kreiteria resiko yang telah ditetapkan,
yaitu :
• Mampu mengidentifikasi sumber potensi bahaya (Hazard)
pada umumnya yang berhubungan dengan proses kerja
dan equipment
• Mampu menetapkan tindakan pengendalian dan evaluasi
ke efektifan dari setiap situasi yang tidak diduga dan
meyakinkan telah diselesaikan
PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE) (ALAT
PERLINDUNGAN KERJA)
- Safety Helmet/Topi adalah berfungsi sebagai pelindung
kepala (rambut/kulit kepala) dari chemical hasil treatment
dan atau dari benda yang bisa mengenai kepala.

Page 90
Health,
Safety,
Environment
- Sepatu pelindung (safety shoes), berfungsi utk mencegah
kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa
benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.
- Sarung tangan, berfungsi sebagai alat pelindung tangan
pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat
mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung
tangan di sesuaikan dgn fungsi masing-masing pekerjaan.
-Penutup Telinga (Ear Plug / Ear Muff), berfungsi sebagai
pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising.
-Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses), Berfungsi sebagai
pelindung mata ketika bekerja (misalnya mengelas).
-Masker (Respirator), berfungsi sebagai penyaring udara yang
dihirup saat bekerja di tempat dgn kualitas udara buruk
(misal berdebu, beracun, dsb).
-Pelindung wajah (Face Shield), berfungsi sebagai pelindung
wajah dari percikan benda asing saat bekerja ( misal
pekerjaan menggerinda.
- Baju lengan panjang dan celana panjang
(Wearpack/Overall) berbahan catton, berfungsi untuk
melindungi kulit dari debu dan bahan kimia.
PENCEGAHAN TERHADAP KECELAKAAN : Semua
Perusahaan Pengendalian Hama harus mempunyai sistem
pelaporan yang mencakup :
 Laporan Kecelakaan/Kejadian
 Laporan Keracunan
 Laporan Kecelakaan (Kendaraan)
Jika kita mengetahui penyebab dari kecelakaan atau
kejadian, maka kita dapat melakukan pencegahan

DAMPAK KECELAKAAN BAGI DIRI SENDIRI :


Hilangnya Nyawa/Kematian, Hilangnya penghasilan/mata
pencaharian, Berkurangnya kualitas hidup, Kerugian pribadi
dan kesengsaraan keluarga, Kebutuhan Biaya yang besar
akan Pengobatan dan Rehabilitasi

Page 91
Health,
Safety,
Environment

DAMPAK KECELAKAAN BAGI PERUSAHAAN :


Menurunkan semangat, Publisitas yang kurang baik,
Kehilangan bisnis, Kehilangan nama baik/reputasi, Diketahui
masyarakat umum
PERHATIAN !!!
 Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan kerja (HSE)
Bukan BASA BASI!!!
 Lengkapi diri anda terlebih dahulu dengan alat
perlindingan kerja (PPE)
 Ingatkan rekan kerja, Custoner dan semua orang.
CARA MEMBERSIHKAN PAKAIAN KERJA :
Pisahkan dari pakaian-pakaian normal lainnya, Cucilah baju
dengan menggunakan air hangat, Cucilah pakaian dengan
sabun pencuci baju, Cucilah dengan bersih
CATATAN SAFETY SEBELUM PELAKSANAAN
TREATMENT :
 Teknisi dan Supervisor WAJIB membaca dan memahami
SURAT PERINTAH KERJA (SPK), Instruksi dan Penilaian
Resiko mengupayakan agar semua peralatan pelindung
telah siap
 Lengkapi dan Gunakan PPE (Alat Pelindung Diri) dengan
Benar
 Peralatan Kerja yang di butuhkan WAJIB di check dan di
periksa terlebih dahulu
 Siapkan Administrasi Service dan Chemical yang akan di
gunakan untuk Treatment
 Informasikan apa yang anda ketahui kepada rekan lainnya

Page 92
Health,
Safety,
Environment

CATATAN KESELAMATA/SAFETY : PELAKSANAAN


CODLFOGGING/PENGEMBUNAN
Respirator/Masker :
Usahakan agar terpasang dengan benar. Jika tidak terpasang
dengan benar, uap pestisida akan dengan cepat membuat
tenggorokan gatal pada saat dilakukan penyemprotan
Pergerakan Aliran Udara :
Untuk menjamin agar penyemprotan efektif dan aman,
pastikan bahwa permukaan yang dilakukan treatment kering
dan tidak ada gerakan udara (misalnya AC yang terpasang di
bersihkan) serta HINDARI PENYEMPROTAN YANG TERDAPAT
BAHAN MAKANAN

CATATAN SAFETY : PELAKSANAAN


FOGGING/PENGASAPAN
Dibandingkan metode lain, thermal fogging mengandung
potensi ancaman yang membahayakan keselamatan klien
dan teknisi. Baca petunjuk dengan hati-hati dan pastikan
kalau sudah mengerti petunjuknya.
Kebisingan :
Gunakan pelindung telinga, karena kebisingan dapat
mengakibatkan ketulian
Hawa panas :
Dapat menyebabkan luka bakar yang parah
Kebakaran :
Jangan lupa menutup pipa cairan terlebih dahulu, kemudian
menggantikan pipa kabutnya. Jika dilakukan sebaliknya akan

Page 93
Health,
Safety,
Environment
memancarkan nyala yang panjang dan menyebabkan
kebakaran di tempat kerja
Asap :
Asap yang dikeluarkan akan menyebabkan udara bersih
berkurang dan mata akan sangat pedih

KEBIJAKAN KESEHATAN, KESELAMATAN DAN


LINGKUNGAN KERJA PT. STRATEGIC PESTCONTROL

 Mitra-mitra kerja/para karyawan dibekali dengan pelatihan


dan perlengkapan pengaman kerja guna berkontribusi
dalam manajemen kesehatan, keselamatan dan
lingkungan kerja.
 Kinerja kesehatan, keselamatan dan lingkungan kerja akan
diawasi, ditinjau ulang dan di laporkan secara berkala.
 Melakukan perbaikan terhadap tindakan dan kinerja
kesehatan, keselamatan dan lingkungan kerja yang
berkesinambungan.

Page 94

Anda mungkin juga menyukai