0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan33 halaman

Modul Ajar Cerita Pengalaman Menarik

Diunggah oleh

ummi habibah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan33 halaman

Modul Ajar Cerita Pengalaman Menarik

Diunggah oleh

ummi habibah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Ajar Bahasa Indonesia

Fase A

Agus Suleman, [Link]

SD Negeri 234 Alahankae


IDENTITAS
MODUL AJAR

Prasyarat Kompetensi
Peserta didik direkomendasikan
untuk minimal dapat membaca dan
menulis kalimat sederhana. Selain
itu, dalam hal memahami bacaan,
peserta didik diharapkan dapat
membedakan kondisi tokoh dalam
sebuah cerita, misalnya apakah
tokoh pada cerita merasa senang,
sedih, takut, dan sebagainya.

Profil Pelajar
Pancasila
1. Beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha
Esa.
2. Bernalar Kritis
3. Kreatif
IDENTITAS MODUL AJAR
"MENCERITAKAN PENGALAMAN YANG MENARIK"

DESKRIPSI MODUL AJAR


Modul ajar ini dibuat agar guru dapat
meningkatkan kemampuan peserta didik
untuk mendeskripsikan pengalaman yang
menarik. Guru menggunakan strategi
literasi agar peserta didik dapat
mengidentifikasi kejadian menarik dalam
cerita, selanjutnya peserta didik dapat
bercerita berdasarkan pengalamannya
sendiri.

PEMAHAMAN BERMAKNA
Dengan bercerita mengenai pengalaman
yang menarik, peserta didik dapat
meningkatkan kemampuan berbicara dan
dapat memilih kosakata baku yang tepat
dalam berbicara. Selain itu peserta didik
bisa lebih bersyukur dan belajar dari
pengalaman yang pernah mereka alami.

SARANA & PRASARANA


Laptop, proyektor, dan kertas bergambar
ekspresi wajah.
RENCANA TINDAK LANJUT DIFERENSIASI
Dalam menentukan cerita yang akan disampaikan,
peserta didik diberi kebebasan untuk mengeskplorasi
pengalaman yang sangat berkesan. Guru
diharapkan dapat menggali ide dari peserta didik.
Peserta didik boleh menuliskan dahulu cerita
pengalaman yang menarik, membuat gambar yang
mengilustrasikan pengalamannya, atau langsung
menyampaikan secara lisan saat bercerita. Hal ini
berkaitan dengan kemampuan awal yang sudah
dimiliki.
Guru memberikan pendampingan individu kepada
peserta didik yang belum bisa menyampaikan
pendapat berupa memberikan pertanyaan-
pertanyaan pemantik dalam menyusun cerita yang
akan disampaikan. Peserta didik yang belum
mampu menyampaikan pendapat bisa diidentifikasi
pada asesmen awal. Di dalam pembelajaran,
biasanya mereka cenderung pasif dan seringkali
enggan ketika diminta berbicara atau diberikan
pertanyaan. Jadi peserta didik dengan kecenderungan
seperti itu perlu didampingi secara individu.
PERTEMUAN 1
Pada pertemuan 1 ini, peserta didik mengidentifikasi cerita yang berkaitan
dengan pengalaman menarik, kemudian merancang ide terkait pengalaman
menarik yang pernah dialami dan akan diceritakan di pertemuan kedua.

Kegiatan Awal (15 menit)


Guru melakukan pembukaan dengan salam.
Membaca doa bersama dengan dipimpin oleh salah satu
peserta didik.
Guru mengecek kehadiran peserta didik.
Guru meminta peserta didik memeriksa kerapian diri dan
kebersihan kelas.
Guru memberikan motivasi melalui bermain tepuk
bersama peserta didik.
Guru melakukan apersepsi.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
dari kegiatan pada hari ini.
Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk
menjembatani suasana untuk masuk kepada kisah cerita
yang akan dibacakan. Pertanyaan pemantik tersebut
misalnya:
"Apakah kalian punya pengalaman yang tak
terlupakan?" "Pengalaman apakah itu?"
"Bagaimana perasaan kalian saat itu?"

Kegiatan Inti (45 menit)


Guru menyiapkan buku elektronik yang berjudul Tunggu Aku
untuk dibacakan nyaring di depan kelas.
Buku elektronik Tunggu Aku ditampilkan pada layar
menggunakan proyektor agar peserta didik dapat melihat
teks dan gambarnya. Jika di sekolah tidak memungkinkan
disediakan proyektor, guru dapat menggunakan Big Book
dengan judul cerita yang sesuai dengan tema pembelajaran.
Guru mengenalkan sampul buku, nama penulis, dan
ilustrator buku Tunggu Aku. Dalam mengenalkan sampul
buku, guru bisa meminta peserta didik untuk mengamati
gambar pada sampul dan menebak apa yang akan
diceritakan berdasarkan gambar tersebut.
Peserta didik menyimak dengan baik cerita yang dibacakan
oleh guru. Sesekali guru memberikan pertanyaan
pemantik agar peserta didik dapat memprediksi kejadian
apa yang akan terjadi pada halaman berikutnya pada cerita
tersebut.
PERTEMUAN 1

Guru mengatur intonasi suara selama membacakan nyaring


agar peserta didik dapat memahami isi cerita.
Setelah membacakan nyaring, guru melakukan tanya jawab
untuk mengetahui sejauh mana peserta didik dapat
mengidentifikasi cerita yang sudah dibacakan.
Peserta didik diminta untuk meletakkan ibu jari di dada.
Guru menggali pemahaman peserta didik tentang sejauh
apa mereka dapat mengidentifikasi cerita yang sudah
dibacakan dengan mengajukan pernyataan-pernyataan
seputar cerita. Contoh pernyataan yang dapat diajukan
seperti, “Lita merasa sedih ketika melihat pesawat yang
dikendarai idolanya.” Selanjutnya peserta didik yang setuju
dengan pernyataan tersebut mengacungkan ibu jarinya ke
atas, namun jika tidak setuju tetap menyimpan ibu jarinya
di dada. Guru dapat melihat dan mencatat siapa saja
peserta didik yang memahami cerita maupun yang belum.
Guru juga dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan
pemantik terkait pengalaman yang dialami Lita seperti,
“Apakah pengalaman yang dialami Lita menyenangkan atau
menyedihkan? Mengapa?” atau “Jika kamu menjadi Lita,
bagaimana perasaanmu?”.
Guru mempersilakan beberapa orang peserta didik untuk
tunjuk tangan dan menyampaikan di depan kelas jika mereka
bisa menjawab pertanyaan dari guru tersebut.
Guru memberikan apresiasi bagi peserta didik yang
sudah berani ke depan.
Guru bertanya kepada peserta didik tentang ciri
pengalaman menarik berdasarkan pemahaman atas buku
yang dibacakan, misalnya: “Menurut kalian, pengelaman
menarik itu yang seperti apa?”
PERTEMUAN 1

Setelah beberapa peserta didik menyampaikan pendapatnya,


guru memberikan apresiasi dengan menuliskan pendapat
peserta didik di papan tulis.
Guru menjelaskan tentang pengalaman menarik yang
dialami oleh seseorang di dalam kehidupan sehari-hari.
Guru memastikan bahwa pengalaman menarik adalah
peristiwa yang dialami seseorang yang tidak bisa dilupakan.
Peristiwa yang dialami tersebut sangat berkesan dan selalu
diingat. Ditegaskan juga bahwa pengalaman menarik tidak
hanya kejadian yang membahagiakan, namun kejadian lain
yang mengharukan misalnya, yang melibatkan emosi
peserta didik.
Guru lalu meminta peserta didik untuk mengingat
kembali peristiwa menarik yang pernah mereka alami di
dalam kehidupan sehari-hari.
Guru memberikan waktu kepada peserta didik untuk
berdiskusi dengan temannya tentang pengalaman yang
menarik dan tidak bisa dilupakan. Guru bisa memberikan
pertanyaan panduan seperti:
"Ingatlah sebuah pengalaman yang paling tidak bisa
dilupakan." "Selama dua menit secara bergantian ceritakan
dengan singkat
kisahmu kepada temanmu."
"Teman yang menyimak cerita harus merespon apa yang
diceritakan."
Guru berkeliling dan memberikan pendampingan individu
bagi peserta didik dengan kemampuan membaca dan
menulis yang masih perlu bimbingan. Peserta didik yang
masih perlu bimbingan dapat diberikan pertanyaan -
pertanyaan pemantik untuk menggali pengalaman mereka
yang berkesan.
PERTEMUAN 1

Guru juga bisa mengarahkan mereka untuk menuliskan terlebih


dahulu cerita yang akan mereka sampaikan di pertemuan
selanjutnya di dalam buku tulis mereka.
Peserta didik lalu mengisi lembar rancangan ide
pengalaman menarik yang akan diceritakan pada
pertemuan berikutnya.
Peserta didik menempel kertas berisi rancangan ide mereka
untuk diceritakan di dinding kelas agar mereka termotivasi
dalam menyiapkan cerita pada pertemuan selanjutnya.
Guru menyampaikan kepada peserta didik bahwa pada
pertemuan selanjutnya mereka akan bercerita tentang
pengalaman menarik di depan kelas.

Kegiatan Penutup (10 menit)


1. Peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang sudah
dilakukan dengan bimbingan guru. Guru memberikan
pertanyaan pemantik, misalnya: "Menurutmu pengalaman
yang menarik itu seperti apa?"
[Link] dan peserta didik melakukan refleksi tentang kegiatan
yang sudah dilakukan. Guru menanyakan perasaan peserta
didik ketika bercerita dan menyimak temannya bercerita.
[Link] didik memilih gambar ekspresi yang disediakan guru
untuk mewakili perasaan yang mereka rasakan selama
pembelajaran.
[Link] memberikan motivasi dan apresiasi kepada peserta didik.
5. Guru menyilakan salah satu peserta didik untuk memimpin
doa sebelum pulang.
PERTEMUAN 2
Pertemuan kedua dikemas dengan kegiatan bercerita peserta didik, namun
sebelumnya tetap ada kegiatan membaca bersama. Hal ini dimaksudkan
agar peserta didik memahami bahwa pengalaman menarik memiliki
keragaman, tidak hanya yang selalu membuat bahagia. Diharapkan sebelum
meminta peserta didik bercerita, guru dapat menjelaskan keragaman
pengalaman menarik, serta memotivasi untuk percaya diri dalam bercerita
di depan kelas. Guru juga dapat memodelkan cara bercerita yang baik
kepada peserta didik.

Kegiatan Awal (10 menit)


Guru melakukan pembukaan dengan salam.
Membaca doa bersama dengan dipimpin oleh salah satu
peserta didik.
Guru mengecek kehadiran peserta didik.
Guru meminta peserta didik memeriksa kerapian diri
dan kebersihan kelas.
Guru mengajak peserta didik untuk menyanyikan lagu Naik Delman
agar semangat untuk mengikuti pembelajaran.
Guru mengingatkan kembali tentang pembelajaran lalu.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
dari kegiatan pada hari ini.
Guru menempelkan gambar berbagai jenis eskpresi perasaan
di papan tulis (senang, sedih, takut, marah, terkejut,
dsb). Lalu peserta didik diminta menebak perasaan apa yang
terlihat pada gambar-gambar tersebut. Selanjutnya peserta
didik memilih gambar yang sesuai dengan perasaannya.
Mereka berkelompok sesuai dengan pilihan perasaan.
Guru meminta beberapa orang menyampaikan pendapat
tentang perasaan yang mereka pilih dan rasakan.
Guru menjelaskan bahwa kejadian yang dialami seseorang
akan berbeda. Selanjutnya mengulas kembali pembahasan
materi sebelumnya tentang pengalaman yang menarik.
PERTEMUAN 2

Kegiatan Inti (50 menit)


Pada pertemuan kedua ini guru melakukan membaca
bersama dengan peserta didik. Pada kegiatan membaca
bersama ini,diharapkan peserta didik memahami bahwa
pengalaman yang menarik itu tidak hanya hal yang selalu
menyenangkan.
Buku elektronik Wah, lutut Rey lecet!
([Link]
f42a368b7362?bookLang=6260074016145408) ditampilkan
pada layar menggunakan proyektor agar peserta
didik dapat melihat teks dan gambarnya. Alternatif jika di
sekolah tidak memungkinkan disediakan proyektor, guru
dapat menggunakan Big Book dengan judul cerita yang
sesuai dengan tema pembelajaran.
Guru mengenalkan sampul buku, nama penulis, dan
ilustrator buku Wah, lutut Rey lecet!. Dalam mengenalkan
sampul buku, guru bisa meminta peserta didik untuk
mengamati gambar pada sampul dan menebak apa yang
akan diceritakan berdasarkan gambar tersebut. Peserta didik
menyimak dengan baik cerita yang dibacakan oleh guru.
Guru mengenalkan kosakata baru atau yang belum dipahami
oleh peserta didik.
Guru mengatur intonasi suara selama membaca bersama
agar peserta didik dapat memahami isi cerita. Hal ini
sekaligus memberikan contoh pada peserta didik cara
bercerita dengan menggunakan intonasi yang tepat.
PERTEMUAN 2

Setelah membaca bersama, guru memberikan pemahaman


kepada peserta didik akan contoh lain pengalaman yang
menarik di dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diharapkan
lebih memberikan gambaran tema cerita menarik yang
beragam dan bisa mereka sampaikan di depan kelas hari ini.
Guru meminta peserta didik secara bergantian untuk
menceritakan pengalaman menarik yang pernah mereka
alami.
Ketika ada peserta didik yang bercerita di depan, peserta
didik lain menyimak dengan baik dan memberikan respon
kepada temannya yang bercerita.
Peserta didik yang tidak bercerita diberi kesempatan untuk
berkomentar dengan baik terhadap temannya yang
bercerita.
Guru dapat membuatkan kartu bintang yang akan dipegang
oleh masing-masing peserta didik.
Jumlah kartu bintang misalnya lima untuk setiap peserta
didik. Peserta didik yang menyimak temannya yang
bercerita merespon dengan mengacungkan kartu
bintang. Jumlah kartu
bintang disesuaikan dengan penilaian mereka
masing-masing tentang seberapa baik temannya
dalam bercerita.
Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar cerita
yang disampaikan peserta didik. Pertanyaan ini terutama
ditujukan bagi peserta didik yang terlihat malu atau pasif
dalam mengajukan komentar. Pertanyaan yang dapat
diajukan seperti:
“Menurutmu, bagaimana cerita temanmu tadi? Apakah seru?”
“Apa yang dirasakan temanmu berdasarkan cerita yang dia
sampaikan?”
PERTEMUAN 2

Menjelang penutup pembelajaran, guru boleh menanyakan


kepada peserta didik cerita siapa yang menurut mereka
paling menarik beserta alasannya.
Peserta didik juga diharapkan senantiasa memiliki sikap
yang selalu bersyukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas
segala pengalaman dan pelajaran yang sudah mereka alami.
Contoh sikap yang dianjurkan adalah untuk selalu berhati-
hati, mengucapkan terima kasih, dan sebagainya.
Guru menilai kemampuan bercerita peserta didik yang
sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Guru dan peserta didik melakukan refleksi tentang
kegiatan yang sudah dilakukan selama dua pertemuan. Guru
menanyakan bagaimana perasaan peserta didik ketika
bercerita dan menyimak temannya bercerita.
Peserta didik memilih gambar ekspresi yang disediakan guru
untuk mewakili perasaan yang mereka rasakan selama
pembelajaran.
Guru memberikan motivasi dan apresiasi kepada peserta
didik. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa
sebelum pulang.
ASESMEN FORMATIF (PERTEMUAN 1)

Penilaian merancang ide bercerita pengalaman menarik


Asesmen formatif yang dilakukan terintegrasi ke dalam proses
pembelajaran. Penilaian dilakukan untuk melihat kemampuan
peserta didik dalam mengeksplorasi pengalaman berkesan yang
pernah mereka alami, selanjutnya ide yang mereka tentukan dapat
mereka ceritakan di depan kelas dengan bahasa sederhana sesuai
dengan kemampuannya. Untuk peserta didik yang belum lancar
menulis, pada asesmen formatif ini guru dapat melakukan
penilaian secara lisan dengan memberikan pertanyaan-
pertanyaan pemantik untuk mengetahui ide yang mereka
dapatkan terkait pengalaman yang berkesan.

Kriteria untuk Mengukur Ketercapaian Tujuan


Pembelajaran
Belum
Kriteria Melampaui Memenuhi
Memenuhi

Peserta didik
dapat Peserta didik Peserta didik
Mampu menyampaikan menyampaikan memerlukan
menentuka ide tentang ide tentang bantuan
pengalaman pengalaman untuk dapat
n
yang berkesan yang berkesan, mengeksplora
pengalama namun dalam
serta si ide tentang
n yang menuangkan pengalaman
menuliskannya
menarik di lembar ide di dalam berkesan, dan
untuk rancangan lembar masih
rancangan dibimbing
diceritakan secara mandiri
tanpa masih dalam
kembali.
dibimbing oleh dibimbing oleh menuliskanny
guru. guru. a.

Catatan: Guru diberikan kebebasan untuk mengolah asesmen dalam bentuk


kualitatif (deskripsi) ataupun mengkonversi nilai ke dalam bentuk kuantitatif
(penskoran dalam menggunakan angka)
ASESMEN SUMATIF (PERTEMUAN 2)

Penilaian bercerita tentang pengalaman yang menarik


Asesmen sumatif dilakukan di dalam proses pembelajaran. Karena
yang dinilai adalah bercerita, maka asumsinya memerlukan waktu
yang cukup panjang untuk menilai semua peserta didik. Penilaian
dilakukan untuk melihat kemampuan peserta didik bercerita sesuai
dengan kemampuan mereka.

Kriteria untuk Mengukur Ketercapaian Tujuan


Pembelajaran
Belum
Kriteria Mahir Laya Caka Berkemban
4 k3 p2 g 1

Jumlah Menggunaka Menggunaka Menggunaka Menggunaka


kalimat n minimal 5 n 4 kalimat n 3 kalimat n maksimal
ketika kalimat dalam dalam 2 kalimat
bercerit dalam bercerita bercerita dalam
a bercerita. bercerita

Bercerita Bercerita Bercerita


Bercerita dengan
dengan dengan
Suara dan dengan lantang
lantang suara yang
sikap lantang namun
namun lemah dan
dan tidak
kurang tidak
percaya percaya diri
percaya diri percaya diri
diri

Bercerita Bercerita Bercerita Bercerita


dengan dengan dengan dengan
Kecepata
kecepatan kecepatan lambat dan banyak
n dan
sesuai dan sesuai banyak jeda dan
intonasi
intonasi namun jeda namun intonasi
tepat intonasi intonasi kurang
kurang tepat tepat

Penskoran:
Skor maksimal = 12
Nilai = Skor perolehan x 100
Skor maksimal
KOMPETENSI LITERASI

Mengidentifikasi kejadian yang dihadapi tokoh


cerita pada teks sastra sesuai jenjangnya.

GAMBARAN KEGIATAN LITERASI


Guru membacakan nyaring (read aloud) buku fiksi yang
berjudul Tunggu Aku
([Link]
bd98-770711cb634b?bookLang=6260074016145408).
Buku ini berisi tentang pengalaman menarik yang pernah
dialami seorang gadis kecil bernama Lita. Buku Tunggu Aku
cocok sebagai jendela memasuki materi tentang pengalaman
menarik karena cerita di dalamnya sangat menonjolkan
pengalaman yang dialami seseorang dan tak dapat dilupakan.
Harapannya setelah dibacakan buku ini guru dapat dengan
mudah menghubungkan esensi cerita dengan tujuan
pembelajaran yang hendak dicapai, yaitu bercerita tentang
pengalaman menarik peserta didik sendiri. Peserta didik
difasilitasi untuk mengidentifikasi kejadian yang dialami tokoh
pada cerita, lalu bagaimana perasaan yang dirasakan tokoh,
serta apa yang peserta didik rasakan ketika menyimak cerita
tersebut. Guru dapat mengajukan pertanyaan -pertanyaan
pemantik, seperti, “Apakah kejadian yang dialami tokoh cerita ini
termasuk yang menyedihkan atau menyenangkan? Mengapa?”,
“Pernahkah kalian mengalami pengalaman yang sepertinya menarik
untuk diceritakan?” Lanjutkan pertanyaan - pertanyaan tersebut
untuk mengeksplorasi pengalaman menarik peserta didik.
Guru dapat menggunakan buku teks dalam berbagai bentuk.
Dapat berupa buku yang tersedia di perpustakaan sekolah, Big
Book, atau buku digital seperti contoh. Selain dibacakan, jika
memungkinkan buku digital tersebut sambil ditampilkan
dengan menggunakan layar proyektor agar peserta didik dapat
semakin tertarik dan ikut membaca ketika dibacakan nyaring
oleh guru. Buku cerita dalam bentuk digital dengan tema
serupa dapat diakses di [Link] Jadi,
diharapakan ketika peserta didik dapat mengidentifikasi
kejadian (dalam hal ini pengalaman menarik) yang ada pada
buku cerita maka peserta didik dapat mengeskplorasi
pengalaman mereka sendiri sehingga mereka dapat
menceritakan kembali pengalaman tersebut.
KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menentukan pengalaman yang


menarik untuk diceritakan kembali.
Peserta didik mampu membuat minimal 2-5
kalimat sederhana untuk menceritakan
pengalaman yang menarik.

ASESMEN AWAL

Guru dapat melakukan asesmen awal untuk


mengetahui sejauh apa peserta didik lancar
membaca dan memahami apa yang mereka
baca. Kegiatan asesmen awal ini bisa dalam
bentuk membaca bersama serta menyimak dan
memahami bacaan yang dibacakan oleh guru.
Referensi asesmen awal dapat dilihat
melalui tautan
berikut
[Link]
VrZLd4

Ketika membaca bersama, guru dapat


melakukan tanya jawab terkait sejauh apa
peserta didik dapat memahami buku
bacaannya.
REFLEKSI PESERTA DIDIK
Untuk kegiatan refleksi diharapkan dikemas dengan menarik, bisa menggunakan
lembar seperti di bawah ini untuk mengetahui perasaan mereka selama proses
pembelajaran. Gambar - gambar di bawah juga bisa ditampilkan di layar proyektor
sehingga mereka dapat memilih secara langsung. Jika tidak memungkinkan
ditampilkan, guru dapat mencetak lalu menempelkan di papan tulis dan peserta didik
bergantian menyentuh gambar yang sesuai dengan perasaan mereka.

Perasaanku hari ini ......

Aku merasa seperti itu karena ...

Kegiatan apa yang paling kamu sukai?


Refleksi guru
Keberhasilan yang saya rasakan ketika
mengajarkan bab ini:
01

Kesulitan yang saya alami dan akan saya


perbaiki untuk bab selanjutnya:
02
Kegiatan yang paling disukai peserta didik:

03

Kegiatan yang paling sulit untuk dilakukan

04 peserta didik:

Rencana strategi yang akan saya lakukan untuk


pembelajaran berikutnya:
05
Lembar Rancangan Ide Peserta Didik:

Yuk, menggali ide!

Coba ingat - ingat,


apa pengalaman
yang paling
berkesan untukmu?

Bagian mana yang


paling membuatmu
tidak dapat melupakan
pengalamanmu itu?

Bagaimana perasaanmu
saat itu? Pakah
senang, sedih, atau
perasaan yang lain?

Dimana dan siapa saja


yang terlibat di dalam
pengalamanmu itu?
Referensi buku cerita:
Tunggu Aku!
Penulis: Sofia Natalia Zebua Ilustrator: Stephanie Valentine
Referensi buku cerita:
Penulis dan Ilustrator: Nelfi Syafrina

Anda mungkin juga menyukai