SURAT KEPUTUSAN
KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI PURABAYA
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KABUPATEN TASIKMALAYA
Nomor : B/010/PD.02.02/[Link]/IV/2025
TENTANG
PROSEDUR PELAKSANAAN STANDAR (POS)
PENYELENGGARAAN UJIAN DAN KRETIREA
KELULUSAN SEKOLAH DASAR
TAHUN PELAJARAN 2024/2025
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN TASIKMALAYA
SEKOLAH DASAR NEGERI PURABAYA
Menimbang : Bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ujian Sekolah di Satuan
Pendidikan, perlu menetapkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan
tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Ujian Sekolah di Satuan Pendidikan dan
Kriteria Kelulusan Jenjang Sekolah Dasar Tahun Pelajaran 2024/2025
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010
Nomor 23,Tambahan Lembaran Negara Nomor 5105) sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 5157);
3. Peraturan PemerintahNomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan PemerintahNomor 4 Tahun 2022
tentang Perubahanatas Peraturan PemerintahNomor 57 Tahun 2021 tentang Standar
Nasional Pendidikan ( Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor
14);
4. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang
Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Pada Pendidikan
Dasar dan Mennengah ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor
1868);
5. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang
Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 953);
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan KebudayaanNomor 21 Tahun 2016 tentang
Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah ( Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2016 Nomor 954);
7. Peraturan Menteri dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar
Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Repblik Indonesia Tahun
2016 897);Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang
8. Peraturan
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada
Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016
Nomor 971) sebagaimana telah diubahdengan Peraturan Menteri Pendidikan dan
KebudayaanNomor 37 Tahun 2018 tent ng Perubahan atas Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan
Kompetemnsi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan
Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1692);
KebudayaanNomor 37 Tahun 2018 tent ng Perubahan atas Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan
Kompetemnsi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan
Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1692);
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 43 Tahun 2019 tentang
Penyelenggaraan Ujian Sekolah di satuan Pendidikan dan Ujian Nasional (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1590);
10. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 719/P/2020 tentang
Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus;
11. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2020 tentang
Kebijakan Merdeka Belajar dalam Penentuan Kelulusan Peserta Didik dan
Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2024/2025;
12. Peraturan Menteri Pendidikan,Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 9
Tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah.
MEMUTUSKAN
Menetapkan : 1. Pos Penyelenggaraan Ujian Sekolah di Satuan Pendidikan dan Kriteria Kelulusan
Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2024/2025 sebagaimana tercantum dalam lampiran
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Kepala Dinas Pendidikan
Dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya ini;
2. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya ini
merupakan acuan Penyelenggaraan Ujian Sekolah di Satuan Pendidikan dan Kriteria
Kelulusan di Kabupaten Tasikmalaya;
3. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya ini
berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Bojonggambir
Pada tanggal : 05 Mei 2025
Kepala Sekolah
SDN PURABAYA,
ASEP SOLEHUDIN, [Link]
NIP. 19660505 199103 1 009
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) UJIAN SEKOLAH (US)
DAN KRITERIA KELULUSAN JENJANG SEKOLAH DASAR
SEKOLAH DASAR NEGERI PURABAYA
TAHUN PELAJARAN 2024/2025
BAB I
PENDAHULUAN
POS Penyelenggaraan Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2024/2025 ini diterbitkan sebagai salah satu
pedoman bagi sekolah Dasar sebagai Penyelenggara Ujian di tingkat Satuan Pendidikan dalam memahami,
menjabarkan, dan menindaklanjuti peraturan penyelenggaraan ujian sekolah yang telah diatur oleh Permen
Dikbud RI Nomor 43 Tahun 2019 yang menyatakan bahwa Ujian Sekolah diganti dengan Ujian Sekolah, dan
SK Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya tentang Petunjuk Teknis
Penyelenggaraan Ujian Sekolah tahun 2025.
Sesuai dengan peraturan yang berlaku, penyelenggaraan Ujian Sekolah di SD sesungguhnya menjadi
kewenangan sekolah masing-masing. Oleh karena itu keberadaan Petunjuk Teknis ini diposisikan untuk
membantu menjabarkan peraturan tersebut secara lebih operasional dan selanjutnya sekolah membuat
Prosedur Operasional Standar di sekolah masing-masing untuk penyelenggaraan ujian sekolah tahun pelajaran
2024/2025.
Terkait dengan Ujian Sekolah pada jenjang SD Tahun Pelajaran 2024/2025 ketentuan mengenai jumlah
soal dan alokasi waktu ujian, jadwal rinci pelaksanaan ujian dan lain-lain, pada dasarnya mengacu pada Juknis
US yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya untuk semua muatan
pelajaran, maka hal tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan sekolah dan penyelenggara Program Paket
A/Ula. Maka hal-hal yang disajikan dalam jukni US ini, bersifat model acuan serta dapat disesuaikan dengan
kondisi sekolah dan penyelenggara Program Paket A/Ula sepanjang tidak bertentangan atau menyimpang dari
peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Agar penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan akuntabel
maka diperlukan Juknis Pelaksanaan yang bersifat lebih teknis dengan mengacu pada regulasi yang berlaku serta
memperhitungkan tingkat akseptabilitas yang secara proporsional dapat diterima dan dilaksanakan oleh semua
pihak terkait.
Juknis pelaksanaan Ujian Sekolah untuk SD ini diterbitkan sebagai salah satu pedoman bagi sekolah di
Kecamatan dan kabupaten dalam memahami dan menjabarkan peraturan penyelenggaraan ujian sekolah yang
telah diatur oleh pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Tasikmalaya
Ketentuan penyelenggaran dan pelaksanaan Ujian Sekolah (US) pada dasarnya merupakan kewenangan
satuan pendidikan. Namun demikian, kepala sekolah selaku penanggung jawab di satuan pendidikan dapat
berkoordinasi dengan gugus sekolah, Pengawas Bina, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Tasikmalaya agar pelaksanaan US berjalan lancar tertib dan tetap berkualitas.
BAB II
DASAR HUKUM
1. Surat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4496) sebagaimana telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang
Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5670);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Thun 2007 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4769);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
(Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5105) sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah
Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara
Tahun2010;Nomor 112,Tambahan Lembaran Negara No.5157 );
5. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8);
6. Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 15);
7. Keputusan Presiden No.121/P Tahun 2014 mengenai Pembentukan Kementerian dan Pengangkatan
Menteri Kabinet Kerja Periode 2014 – 2019;
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 tentang
Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik Dan satuan Pendidikan Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan
9. Menengah;
Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 Tentang
Penyelenggaraan Ujian Yang Diselenggarakan Satuan Pendidikan Dan Ujian Nasional;
BAB III
KETENTUAN UMUM
1. Kementerian adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia;
2. Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BNSP adalah badan mandiri dan professional
yang bertugas menyelenggarakan standarisasi mutu dibidang pendidikan;
3. Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya adalah satuan kerja perangkat daerah pemerintah daerah
Kabupaten Tasikmalaya yang bertugas menyelenggarakan pengelolaan Ujian Sekolah (US) pada seluruh
jenjang dan satuan pendidikan di tingkat Kabupaten;
4. Sekolah dalam konteks ini adalah Sekolah Dasar yang menyelenggarakan asesmen/penilaian atau ujian
sekolah ( US );
5. Asesmen/penilaian atau ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik
untuk semua muatan mata pelajaran dan muatan lokal sebagai pengakuan prestasi belajar di satuan
pendidikan dasar;
6. Petunjuk teknis pelaksanaan ujian sekolah dasar dan kriteria kelulusan adalah ketentuan yang mengatur
teknis pelaksanaan US dan kriteria kelulusan peserta didik;
7. Portofolio merupakan kumpulan hasil karya dan penghargaan peserta didik dalam bidang tertentu yang
mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif dalam kurun waktu tertentu sebagai bagian dari usaha
mencapai kompetensi yang ditentukan;
8. Penugasan merupakan pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur/ meningkatkan/mencapai
kompetensi yang ditentukan. Penugasan bisa dilakukan secara individu atau kelompok. Penugasan bisa
dilaksanakan dalam bentuk praktik, produk, proyek dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang
dinilai;
9. Tes tertulis merupakan serangkaian soal, pertanyaan, tugas-tugas tertulis dan jawabannya diberikan secara
tertulis;
10. Dokumen US adalah berkas hasil penyelenggaraan US yang bersifat rahasia, seperti hasil ujian tertulis,
portofolio, penugasan dan/atau bentuk lain yaitu pun jika ada;
11. Kriteria kelulusan adalah ketercapaian minimal persyaratan kelulusan peserta didik;
12. Ijazah adalah dokumen/sertifikat pencapaian kompetensi akhir peserta didik yang berisi keterangan tentang
penyelesaian seluruh program pembelajaran, perolehan nilai minimal baik pada penilaian akhir dan lulus
13. US;
Tim teknis atau TPK (Tim Pengembang Kurikulum) di satuan pendidikan dasar bertugas menganalisis dan
mempertimbangkan riwayat portofolio, penugasan, tes tertulis dan penilaian lain yang telah ditetapkan;
14. Penyelenggara US adalah satuan pendidikan yang berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten
Tasikmalaya yang selanjutnya disebut Sekolah Dasar.
BAB IV
PESERTA UJIAN SEKOLAH
A. Persyaratan Peserta
Persyaratan peserta Ujian Sekolah adalah sebagai berikut :
1. Telah berada pada tahun terakhir jenjang Sekolah Dasar;
2. Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar (rapor) mulai kelas I (satu) semester 1 sampai
dengan kelas VI (enam) semester 1.
B. Hak dan Kewajiban Peserta
1. Hak Peserta
a. Setiap peserta didik yang telah memenuhi persyaratan berhak mengikuti Ujian Sekolah;
b Peserta US berhak mendapatkan Ijazah yang memuat semua mata pelajaran yang ditempuh
dalam US dan nilai capaiannya;
2. Kewajiban Peserta;
a. Peserta US wajib mengikuti semua mata pelajaran yang diujikan;
b. Setiap peserta US wajib mematuhi tata tertib US;
C. Pendaftaran Peserta;
1. Sekolah melaksanakan pendataan calon peserta US secara daring (dalam jaringan) berbasis (online)
berdasarkan Dapodik pada Website US-SD pada Bidang SD Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan
Kabupaten Tasikmalaya;
2. Panitia US melakukan verifikasi data calon peserta ujian sekolah;
3. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya melakukan koordinasi pemasukan data
peserta dengan menggunakan aplikasi pada website yang tersedia dibantu oleh pengawas bina yang
bersangkutan;
4. Kepala sekolah menetapkan daftar peserta US dan melaporkan ke Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan
melalui pengawas bina;
5. Sekolah penyelenggara menerbitkan kartu peserta US.
BAB V
PENYELENGGARAAN UJIAN SEKOLAH
Penyelenggara Ujian Sekolah meliputi : Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Pengawas
Bina. Dengan tugas sebagai berikut:
A. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya:
Tugas dan kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten:
1 Dinas Pendidikan Dan kebudayaan Kabupaten mempunyai tugas dan kewenangan:
a. mengkoordinasikan, merencanakan, dan mensosialisasikan pelaksanaan US yang jujur kepada
Pimpinan Satuan Pendidikan melalui pengawas binanya,;
b. menyusun petunjuk teknis pelaksanaan US;
c. melakukan pendataan dan menetapkan Satuan Pendidikan Penyelenggara US dan penanggung
jawab penyelenggaraan US pada satuan pendidikan dengan prosedur:
1) mengidentifikasi data satuan pendidikan berdasarkan aspek-aspek kelayakan tempat
pelaksanaan US, sebagai bahan pertimbangan penetapan satuan pendidikan penyelenggara;
2) menetapkan satuan pendidikan penyelenggara US dan satuan pendidikan yang bergabung
yang dituangkan dalam Surat Keputusan Pemerintah Kabupaten;
3) menetapkan penanggungjawab penyelenggaraan US pada satuan pendidikan;
menyampaikan surat keputusan tersebut butir (2) dan (3) ke satuan pendidikan
penyelenggara US.
d. melakukan pendataan dan menetapkan peserta US;
e. mendistribusikan Juknis US sebagai acuan di Satuan Pendidikan melalui Pengawas Binanya;
f. melaksanakan pemantauan dan evaluasi (monev) pelaksanaan US.
B. Pengawas Sekolah
Tugas dan kewenangan PengawasSekolah meliputi:
a. Mengkoordinasikan, merencanakan, dan mensosialisasikan pelaksanaan ujian yang jujur di wilayah
binaannya;
b. Menginformasikan Juknis US, ke sekolah penyelenggara ujian;
c. Mendata dan mengusulkan sekolah penyelenggara ujian dan sekolah yang menggabung untuk SD
sesuai dengan kriteria untuk ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten;
d. Menghimpun data calon peserta ujian dari tiap SD untuk dikirimkan ke Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten ;
e. Mengirimkan DNS/ DNT ke Kabupaten dari Sekolah Penyelenggara Ujian Sekolah;
f. Mengatur penugasan pengawas ruang ujian secara silang antar sekolah di Wilayah binaannya masing-
masing;
g. Menghimpun hasil ujian ( nilai ) untuk dikirimkan ke Kabupaten sebagai bahan evaluasi dan laporan
kepada pihak terkait;
h. Mendistribusikan blanko ijazah ke sekolah penyelenggara ujian;
i. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan ujian tingkat satuan pendidikan;
j. Membuat laporan pelaksanaan ujian di kecamatan dan menyampaikannya ke Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten.
C. Satuan Pendidikan
1. Satuan Pendidikan sebagai penyelenggara pelaksana US membuat kisi-kisi sesuai dengan aturan dan
pedoman yang berlaku;
2. Setiap Satuan Pendidikan menyelenggarakan US untuk muatan pelajaran dan muatan lokal baik wajib
ataupun muatan lokal pilihan;
3. Pimpinan Satuan Pendidikan menetapkan Panitia Pelaksana US sebanyak 5 (lima ) orang, yakni
Penanggung jawab, ketua, sekretaris, bendahara dan anggota
4. Satuan Pendidikan mempunyai tugas dan kewenangan sebagai berikut:
a. Menyusun POS / Program US di Satuan Pendidikan berdasarkan Juknis US dari Kabupaten;
b. Melakukan sosialisasi pelaksanaan US kepada pendidik, peserta US, orang tua, dan komite
sekolah;
c. Menyusun dan menetapkan paket soal US;
d. Melakukan pendataan calon peserta US dan mengirimkannya ke Kabupaten melalui Pengawas
Binannya masing-masing;
e. Melakukan latihan Ujian Sekolah kepada calon peserta US ( Try Out );
f. Memeriksa dan memastikan amplop paket soal US dalam keadaan disegel;
g. Menjaga kerahasiaan dan keamanan bahan US;
h. Menyiapkan ruang khusus untuk pelaksanaan US bagi peserta didik yang berkebutuhan khusus;
i. Menjaga keamanan pelaksanaan US
j. Memeriksa dan memastikan amplop LJUS dalam keadaan dilem/dilak dan telah ditandatangani
oleh Pengawas Ruang US, serta dibubuhi stempel satuan pendidikan penyelenggara US;
k. Menyampaikan laporan pelaksanaan US kepada Pengawas Bina masing-masing yang diteruskan
ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KabupatenTasikmalaya.
5. Status akreditasi, dengan pertimbangan sebagai berikut:
a. SDN dan Swasta yang terakreditasi dengan kualifikasi A atau B dapat menjadi sekolah
penyelenggara, serta dapat menerima penggabungan peserta dari sekolah lain.
b. SDN dan Swasta yang terakreditasi dengan kualifikasi C, dapat menjadi penyelenggara, tetapi
tidak dapat menerima penggabungan peserta dari sekolah lain.
c. SDN dan Swasta yang tidak terakreditasi harus menggabung ke SDN atau Swasta penyelenggara
ujian yang dapat menerima penggabungan peserta dari sekolah lain.
6. Penyelenggara tingkat satuan pendidikan ditetapkan oleh kepala sekolah penyelenggara ujian, terdiri
dari unsur-unsur kepala sekolah dan guru-guru dari sekolah penyelenggara dan sekolah lain yang
bergabung.
7. Berkenaan dengan pelaksanaan Ujian Sekolah (US), satuan pendidikan mempunyai tugas dan
kewenangan sebagai berikut:
a. Menyusun kisi-kisi (Teori dan Praktik) beserta pedoman penilaiannya, berdasarkan standar
kompetensi lulusan yang telah ditetapkan;
b. Menyusun perangkat soal US (Teori dan Praktik) beserta pedoman penilaiannya, berdasarkan
standar kompetensi lulusan yang telah ditetapkan;
c. Menggandakan naskah soal dan perangkat lain yang diperlukan seperti lembar jawaban, daftar
hadir dan berita acara;
d. Mengatur pelaksanaan dan pengawasan US di tempat yang telah ditentukan;
e. Memeriksa hasil pekerjaan peserta US berdasarkan pedoman penilaian dan membuat Daftar
Nilai Hasil Ujian Sekolah;
f. Menetapkan kelulusan peserta Ujian Sekolah;
g. Melaporkan pelaksanaan Ujian Sekolah kepada Pengawas Binanya masing-masing.
BAB VI
PELAKSANAAN UJIAN SEKOLAH
(PENGATURAN RUANG, PENGAWAS, DAN TATA TERTIB)
A. Pengaturan Ruang/Tempat Ujian Sekolah
Panitia Ujian Sekolah menetapkan ruang Ujian Sekolah dengan persyaratan sebagai berikut.
1. Ruang yang digunakan aman dan layak untuk pelaksanaan ujian;
2. Pembagian ruangan diatur sebagai berikut.
a. Jumlah peserta dibagi 15;
b. Setiap 15 peserta menempati 1 (satu) ruangan; dan
c. Jika sisa pembagian jumlah peserta adalah 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) orang, maka dua
ruangan terakhir diisi dengan 10 peserta dan sisanya.
3. Setiap ruang Ujian Sekolah diawasi oleh dua orang pengawas ruang;
4. Setiap meja dalam ruang ujian diberi nomor peserta Ujian Sekolah;
5. Setiap ruang Ujian Sekolah ditempel pengumuman yang bertuliskan:
”DILARANG MASUK SELAIN PESERTA UJIAN DAN PENGAWAS, SERTA TIDAK DIPERKENANKAN
MEMBAWA ALAT KOMUNIKASI”
6. Setiap ruang Ujian Sekolah disediakan denah tempat duduk peserta Ujian Sekolah disertai foto
peserta yang ditempel di pintu masuk ruang ujian;
7. Gambar atau alat peraga yang berkaitan dengan materi Ujian Sekolah dikeluarkan dari ruang Ujian
Sekolah;
8. Tempat duduk peserta Ujian Sekolah diatur sebagai berikut.
a. Satu bangku untuk satu orang peserta Ujian Sekolah;
b. Jarak antara meja yang satu dengan meja yang lain disusun dengan mempertimbangkan jarak
antara peserta yang satu dengan peserta yang lain sekurang-kurangnya setengah meter.
c. Penempatan peserta Ujian Sekolah sesuai dengan nomor peserta
9. Denah ruang Ujian Sekolah
PENGAWAS PENGAWAS
1 2 3 4
8 7 6 5
9 10 11 12
15 14 13
B. Pengawas Ujian Sekolah
1. Kepala sekolah bertanggung jawab mutlak atas pelaksanaan Ujian sekolah di sekolah yang menjadi
kewenangannya;
2. Pengawas Ujian Sekolah ditetapkan oleh kepala sekolah;
3. Setiap ruang Ujian Sekolah diawasi oleh dua orang pengawas ruang;
4. Pengawas Ujian Sekolah adalah bukan guru kelas 6, silang sekolah atau dari sekolah penyelenggara;
dan
6. Pengawas Ujian Sekolah adalah guru yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, teliti, dan memegang
teguh kerahasiaan.
C. Tata Tertib Pengawas Ujian Sekolah
1. Ruang pengawas Ujian Sekolah:
a. Dua puluh lima (25) menit sebelum ujian dimulai pengawas ruang telah hadir di ruang pengawas
Ujian Sekolah;
b. Pengawas ruang menerima penjelasan dan pengarahan dari ketua penyelenggara Ujian Sekolah;
c. Pengawas ruang menerima bahan Ujian Sekolah untuk ruang yang akan diawasi, berupa naskah
soal Ujian Sekolah, LJUS, amplop LJUS, daftar hadir, dan berita acara pelaksanaan Ujian
Sekolah, serta lem;
d. Pengawas ruang mendatangani fakta Integritas
2. Ruang Ujian Sekolah :
a. Pengawas ruang dilarang membawa alat komunikasi/ elektronik ke dalam ruang Ujian Sekolah;
b. Pengawas masuk ke dalam ruang Ujian Sekolah lima belas (15) menit sebelum waktu
pelaksanaan ujian untuk:
1) memeriksa kesiapan ruang ujian, meminta peserta untuk memasuki ruang ujian dengan
menunjukkan kartu peserta, dan menempati tempat duduk sesuai nomor yang telah
ditentukan;
2) memastikan setiap peserta tidak membawa tas, buku atau catatan lain, alat komunikasi
elektronik, kalkulator dan sebagainya ke dalam ruang kecuali alat tulis yang akan
digunakan; tata tertib;
membacakan
3) meminta peserta Ujian Sekolah menandatangani daftar hadir;
4) membagikan LJUS kepada peserta dan memandu serta memeriksa pengisian identitas
5) peserta (nomor ujian, nama, tanggal lahir, dan tanda tangan);
6) memastikan peserta telah mengisi identitas dengan benar;
7) setelah seluruh peserta selesai mengisi identitas, pengawas ruang membuka amplop soal,
memeriksa kelengkapan bahan ujian, dan meyakinkan bahwa amplop tersebut dalam
keadaan baik dan tertutup rapat (disegel), disaksikan oleh peserta ujian; dan
8) dalam posisi tertutup (terbalik). Peserta ujian tidak diperkenankan menyentuhnya sampai
tanda waktu dimulai.
c. Setelah tanda waktu mengerjakan dimulai, pengawas ruang:
1) mempersilakan peserta untuk mengecek keleng-kapan soal;
2) mempersilakan peserta untuk mulai mengerjakan soal; dan
3) mengingatkan peserta agar terlebih dahulu membaca petunjuk cara menjawab soal
d. Kelebihan naskah soal selama Ujian Sekolah berlangsung tetap disimpan di ruang ujian dan
pengawas ruang tidak diperbolehkan membacanya.
e. Selama Ujian Sekolah berlangsung, pengawas ruang wajib:
1) menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang Ujian Sekolah;
2) memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan; dan
3) melarang orang lain memasuki ruang Ujian Sekolah.
f. Pengawas ruang dilarang memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan apapun kepada peserta
berkaitan dengan jawaban dari soal yang diujikan.
g. Lima menit sebelum waktu ujian selesai, pengawas ruang memberi peringatan kepada peserta
Ujian Sekolah bahwa waktu tinggal lima menit.
h. Setelah waktu Ujian Sekolah selesai, pengawas ruang:
1) mempersilakan peserta untuk berhenti mengerjakan soal;
2) mempersilakan peserta meletakkan naskah soal dan LJUS di atas meja dengan rapi;
3) mengumpulkan LJUS dan naskah soal;
4) menghitung jumlah LJUS sama dengan jumlah peserta;
5) mempersilakan peserta meninggalkan ruang ujian; dan
6) menyusun secara urut LJUS dari nomor peserta terkecil dan memasukkannya ke dalam
7) amplop LJUS disertai dengan dua lembar daftar hadir peserta, dua lembar berita acara
8) pelaksanaan, kemudian ditutup dan dilem serta ditandatangani oleh pengawas ruang Ujian
Sekolah
i) Pengawas di dalam
Ruang Ujianruang [Link] LJUS dan naskah soal Ujian Sekolah kepada
Sekolah
j) Panitia Ujian Sekolah disertai dengan satu lembar daftar hadir peserta dan satu lembar berita
acara pelaksanaan Ujian Sekolah; dan
k) Pengawas yang melanggar tata tertib diberi teguran, peringatan oleh kepala sekolah dan/atau
sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
D. Tata Tertib Peserta Ujian sekolah
1. Peserta Ujian Sekolah memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni lima belas (15)
menit sebelum Ujian Sekolah dimulai;
2. Peserta Ujian Sekolah yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti Ujian Sekolah setelah
mendapat izin dari ketua Panitia Ujian Sekolah tanpa diberi perpanjangan waktu;
3. Peserta Ujian Sekolah dilarang membawa alat komunikasi elektronik dan kalkulator;
4. Tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun dikumpulkan di depan kelas di samping pengawas ruang;
5. Peserta Ujian Sekolah membawa alat tulis dan kartu tanda/ peserta ujian;
6. Peserta Ujian Sekolah mengisi daftar hadir menggunakan pulpen yang disediakan oleh pengawas ruang;
7. Peserta Ujian Sekolah mengisi identitas pada LJUS secara lengkap dan benar;
8. Peserta Ujian Sekolah yang memerlukan penjelasan cara pengisian identitas pada LJUS dapat
bertanya kepada pengawas ruang dengan cara mengacungkan tangan terlebih dahulu;
9. Peserta Ujian Sekolah mulai mengerjakan soal setelah ada tanda waktu mulai ujian;
10. Selama Ujian Sekolah berlangsung, peserta Ujian Sekolah hanya dapat meninggalkan ruangan dengan
izin dan pengawasan dari pengawas ruang;
11. Peserta Ujian Sekolah yang memperoleh naskah soal yang cacat atau rusak, pengerjaan soal tetap
dilakukan sambil menunggu penggantian naskah soal;
12. Peserta Ujian Sekolah yang meninggalkan ruangan setelah membaca soal dan tidak kembali lagi
sampai tanda selesai dibunyikan, dinyatakan telah selesai menempuh/ mengikuti Ujian Sekolah mata
pelajaran yang terkait;
13. Peserta Ujian Sekolah yang telah selesai mengerjakan soal sebelum waktu Ujian Sekolah berakhir
tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum berakhirnya waktu ujian;
14. Peserta Ujian Sekolah berhenti mengerjakan soal setelah ada waktu ujian berakhir dan meletakkan
lembar jawaban serta naskah soal di atas meja masing-masing;
15. Selama Ujian Sekolah berlangsung, peserta dilarang:
a. menanyakan jawaban soal kepada siapa pun;
b. bekerja sama dengan peserta lain;
c. memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal;
d. memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat pekerjaan peserta lain;
e. membawa naskah soal Ujian Sekolah dan LJUS keluar dari ruang ujian; dan
f. menggantikan atau digantikan oleh orang lain.
16. Meninggalkan ruang Ujian Sekolah dengan tertib dan tenang setelah pengawas ruang ujian
mengumpulkan dan menghitung lembar jawaban dan naskah soal sesuai dengan jumlah peserta ujian
Sekolah; dan
17 Peserta Ujian Sekolah yang melanggar tata tertib ujian, diberi peringatan/teguran oleh pengawas
ruang Ujian Sekolah dan dicatat dalam berita acara Ujian Sekolah sebagai salah satu bahan
pertimbangan kelulusan.
4. Ketentuan Tes Tertulis :
a. Tes tertulis diberikan meliputi seluruh mata pelajaran yang diajarkan di satuan pendidikan;
b. Sekolah menyusun soal US berdasarkan kisi-kisi dan telah menelaah indikator berdasarkan
Kompetensi Dasar (KD) di kelas VI kemudian melakukan validasi soal;
c. Pada pelaksanaan Test tertulis, sekolah telah mempertimbangkan kesiapan sumber daya,
kesiapan aplikasi dan atau perangkat pendukung lainnya.
5. Penyiapan Paket Soal US
Penyiapan bahan Ujian Sekolah (US) disesuaikan dengan POS/Program yang disusun sekolah seperti
berikut ini:
a. Penyusunan Spesifikasi Soal/Kisi-kisi
Spesifikasi soal atau kisi-kisi Ujian Sekolah dapat disusun oleh masing-masing sekolah
mencakup semua mata pelajaran yang diajarkan di SD sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
Spesifikasi soal Ujian Sekolah mengacu pada kisi-kisi soal, SI dan SKL muatan pelajaran yang
sesuai dengan Kurikulum yang berlaku.
Standar Kompetensi Lulusan dan spesifikasi soal untuk muatan pelajaran/muatan lokal atau
muatan pelajaran lain yang merupakan ciri khas sekolah, dirumuskan oleh sekolah yang
bersangkutan
b Muatan sesuaiyang
Pelajaran dengan Petunjuk
diujikan, TeknisSoal
Jumlah US dan
tingkat Kabupaten.
Alokasi Waktu
Jumlah soal dan alokasi waktu untuk setiap muatan mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian
Sekolah yang disesuaikan dengan karakteristik kurikulum dan pembelajaran yang berlaku di
sekolah masing-masing. Namun demikian sebagai acuan dapat digunakan jumlah butir soal dan
alokasi waktu sebagai berikut:
Muatan Pelajaran Yang Diujikan Dan Jenis Ujian
Yang dilaksanakan Dalam Ujian Sekolah
Bentuk Soal
No Muatan Pelajaran
Tertulis Praktik
1 PAI dan Budi Pekerti ü ü
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) ü
3 Bahasa Indonesia ü ü
4 Matematika ü
5 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ü ü
6 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ü
7 Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) ü ü
8 Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK ü ü
9 Mulok Wajib (Bahasa dan Sastra Sunda ) ü ü
Bentuk dan Jumlah Butir Soal dan Alokasi Waktu
Jumlah Butir Soal
No Muatan Pelajaran
PG Isian Uraian Waktu/ Menit
1 PAI dan Budi Pekerti 25 10 5 90
2 PPKn 25 10 5 90
3 Bahasa Indonesia 25 10 5 120
4 Matematika 20 10 5 120
5 IPA 25 10 5 120
6 IPS 25 10 5 90
7 SBDP 25 10 5 90
8 PJOK 25 10 5 90
9 Bahasa dan Sastra Sunda 25 10 5 90
10 Mulok pilihan (jika ada) 25 10 5 90
Alokasi waktu untuk PDBK dapat ditambah maksimal 15 %.
c. Penyusunan Naskah Soal US
a. Penyusunan naskah soal dan perangkatnya dilakukan oleh tim penyusun dari sekolah
penyelenggara.
b. Tim Penyusun perangkat naskah soal harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1) menguasai materi pelajaran yang akan diujikan;
2) mempunyai kemampuan dan pengalaman dalam penyusunan naskah soal, diutamakan
bagi guru yang sudah dilatih di bidang penilaian pendidikan;
3) memiliki sikap dan perilaku jujur, bertanggung jawab, teliti, tekun, dan dapat
memegang teguh kerahasiaan.
c. Penyiapan bahan ujian sekolah meliputi : (1) penyusunan kisi-kisi, (2) penyusunan naskah
soal ujian (penulisan, penelaahan, dan perakitan soal), (3) penyiapan master copy, dan (4)
penggandaan bahan ujian.
d. Perangkat naskah soal terdiri dari : (1) naskah soal, (2) kunci jawaban, (3) lembar jawaban,
(4) pedoman penilaian, dan (5) blanko daftar nilai, daftar hadir dan berita acara.
oal yang disiapkan [Link] soal untuk ujian utama dan ujian susulan
f. Naskah soal diketik dengan tipe huruf Times New Roman ukuran font 12 (standar).
d. Penggandaan Naskah Soal
1) Naskah soal digandakan dengan ukuran kertas A4 dan jenis kertas HVS 70 gram atau CD
48,8.
2) Naskah soal dimasukkan ke dalam sampul/amplop yang telah disiapkan dengan ketentuan:
1) Sampul/amplop soal dibuat dari kertas sampul yang tidak mudah rusak/robek dengan
ukuran yang mencukupi untuk diisi 16 eksemplar soal.
2) Pada sampul soal diberi label :
Ø Muatan Pelajaran
Ø Hari/tanggal pelaksanaan ujian sekolah (sesuai jadwal)
Ø Jam ke
Ø Waktu yang disediakan
Ø Nomor Ruang
Ø Isi Exp. Naskah soal
Lembar Jawaban
3) Jumlah lembar soal dan lembar jawaban permuatan pelajaran yang dimasukkan
kedalam sampul disesuaikan dengan jumlah peserta setiap ruang.
4) Lembar soal praktik dan petunjuk penilaiannya dimasukkan pada sampul tersendiri
sesuai keperluan
5) Kunci jawaban dimasukkan kedalam sampul terpisah, disimpan oleh Kepala Sekolah
dan diserahkan kepada tim pemeriksa pada saat pemeriksaan.
6) Penyampulan untuk ujian susulan dibuat terpisah
7) Naskah soal disimpan dengan memperhatikan faktor keamanan dan kerahasiaan.
e. Muatan pelajaran yang diujikan
Muatan pelajaran yang diujikan meliputi seluruh muatan pelajaran yang diajarkan sampai
dengan kelas VI, sesuai dengan kurikulum yang dilaksanakan di sekolah. Ujian dilaksanakan
secara tertulis dan atau praktik sesuai dengan karakteristik muatan pelajaran yang diujikan.
Catatan:
Ø Ujian Sekolah mencakup seluruh muatan pelajaran yang diajarkan di SD
Ø Pada ujian praktik muatan pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda, sekolah dapat
mengujikan satu, dua atau tiga aspek (mendengarkan, berbicara, menulis) sesuai dengan
kondisiSekolah
Ø Ujian sekolah; pada muatan pelajaran muatan lokal pilihan dilaksanakan melalui ujian
tertulis dan/atau praktik sesuai dengan karakteristik muatan pelajaran.
Ø Khusus untuk penilaian Muatan Pelajaran dan Muatan Lokalyang menjadi ciri khas
sekolah ditentukan oleh sekolah masing-masing sesuai petunjuk teknis/program yang
disusunnya. Penilaian dapat dilakukan melalui ujian praktik dan/atau test tertulis
Khusus untuk penilaian Muatan Pelajaran dan Muatan Lokalyang menjadi ciri khas
sekolah ditentukan oleh sekolah masing-masing sesuai petunjuk teknis/program yang
disusunnya. Penilaian dapat dilakukan melalui ujian praktik dan/atau test tertulis
B PORTOFOLIO
Portofolio dilaksanakan dalam riwayat nilai rapor dari semester 7 kelas IV s.d semester 1 kelas VI.
C. PENUGASAN
1) Penugasan merupakan pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur dan atau memfasilitasi
peserta didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuan (assessment of learning )
2) Penugasan dilakukan dalam bentuk praktik, produk, proyek dan atau teknik lain yang sesuai
kompetensi kelulusan yang akan dinilai;
3) Penugasan diberikan secara individu atau kelompok, yang dilaksanakan baik secara dalam jaringan
(daring) atau luar jaringan (luring);
4) Penugasan mencakup seluruh muatan pelajaran di satuan pendidikan;
5) Setiap penugasan yang diberikan memiliki rancangan tugas yang mencakup kisi-kisi penugasan dan
pedoman penskoran;
6) Penugasan yang diberikan lebih melibatkan kemampuan analisis, argumentasi, konseptual, faktual
dan prosedural;
D. PENILAIAN RIWAYAT NILAI RAPOR SEMESTER 2 KELAS VI:
Nilai rapor semester 2 kelas VI diperoleh dari hasil pengolahan nilai semua bentuk penilaian hasil belajar
peserta didik (penilaian harian, TO, PAT, portofolio, penugasan dan atau bentuk penilaian lainnya);
BAB VII
KRITERIA KELULUSAN UJIAN SEKOLAH DI SATUAN PENDIDIKAN
A. Kelulusan Ujian Sekolah
Kriteria Kelulusan Ujian Sekolah
1. Peserta didik dinyatakan lulus ujian apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang
ditetapkan oleh satuan Pendidikan berdasarkan perolehan nilai ujian dan
2. Kriteria kelulusan ujian ditetapkan melalui rapat Dewan Pendidik sebelum pelaksanaan ujian;
B. Kelulusan dari Satuan Pendidikan
Kriteria Kelulusan dari Satuan Pendidikan :
1. Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan Pendidikan, setelah
a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
b. Memperoleh nilai sikap/ prilaku minimal Baik dan
c. Lulus Ujian sekolah di satuan Pendidikan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Satuan
Pendidikan
2. Peserta didik dinyatakan telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran ditentukan oleh satuan
Pendidikan melalui rapat Dewan pendidik berdasarkan hasil belajar dari semester I (satu) tahun
pertama sampai dengan semester dua (II) tahun terakhir
3. Peserta didik dinyatakan memenuhi kriteria nilai sikap/ prilaku ditentukan oleh Satuan Pendidikan
melalui rapat Dewan Pendidik;
4. Lulus Ujian Sekolah Dasar sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh satuan pendidikan: Lulus
Ujian Sekolah Dasar dimaknai dengan perolehan nilai yang diperoleh peserta didik (sebagaimana
diuraikan pada point 3 di atas) disandingkan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Tunggal
Satuan pendidikan. Peserta didik dinyatakan lulus Ujian Sekolah Dasar apabila nilainya sama dengan
atau lebih besar dari KKM Tungal Satuan Pendidikan
5. Formulasi perhitungan Nilai Akhir (NA) US sebagai berikut :
a. Mata pelajaran US yang ada nilai Teori dan Praktik diberi pembobotan nilai Teori 60% dan
Nilai Praktik 40%;
b. Formulasi Nilai Akhir (NA) dengan pembobotan nilai US (30%) dan Nilai rata-rata raport
semester IV,V dan VI ( 70%);
c. Nilai Akhir (NA) Batas lulus ditentukan oleh masing-masing Satuan Pendidikan melalui rapat
Dewan guru dengan formulasi
NA = (70 % x Nilai Rata-rata Raport ) + (30% x Nilai US )
Rata"
Rata"
Rata"
Raport I Nilai US
No Nama s.d VI NA
Mat IPA PAI Mat IPA
1 Ali Nurdin 65 65 67 60 30 60 50 62
2 Ijang 65 65 68 55 50 75 60 66
3 Yayan S 72 70 76 65 45 38 49 68
Nilai Terendah 77 80 76 89 80 88 86 79
Nilai Tertinggi 72 70 76 65 50 75 60
Rata-rata 67 67 70 60 42 58 53
Jika NA batas lulus pada satuan Pendidikan pada contoh di atas 64,
maka siswa nama Ali Nurdin TIDAK LULUS
NA = (70% x 67.00) + (30%x50.00)
NA = 47 + 15
NA = 62
C. Penetapan Kelulusan
1. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan melalui rapat dewan guru;
2. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Satuan
Pendidikan;
Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Satuan
Pendidikan;
3. Penetapan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dilakukan dengan memperhatikan kriteria
sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar
Penilaian Pendidikan :
a. Nilai rata-rata rapor mulai semester 1 di kelas I sampai semester 2 di Kelas VI memenuhi
kriteria ” menyelesaikan seluruh program pembelajaran ”.
b. Memperoleh nilai sikap dan perilaku minimal baik (B) yang dituangkan dalam SK Penetapan
Kelulusan oleh Kepala Sekolah;
c. Lulus Ujian Sekolah;
1) Dituangkan dalam nilai kuantitatif rentang skala 0-100;
2) Kululusan US ditetapkan dengan memperhatikan :
a) nilai minimal setiap muatan pelajaran; dan
b) Nilai rata-rata minimal muatan pelajaran US.
D. Pengumuman Kelulusan
Pengumuman kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2023
E. Ketamatan
Peserta didik dinyatakan tamat mengikuti pendidikan di jenjang Sekolah Dasar dengan dibuktikan dengan
terbitnya Ijazah sebagai tanda lulus dan tamat mengikuti pendidikan di satuan pendidikan
F. Jadwal Pelaksanaan
Jadwal Ujian Sekolah
Tahun Pelajaran 2024/2025
No Hari, Tanggal Waktu Muatan Pelajaran
08.00-09.30 Pend. Agama Islam dan Budipekerti (PAIBP)
1. Senin, 19 Mei 2025
10.00 - 11.30 Bahasa Indonesia
08.00-09.30 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
2. Selasa, 20 Mei 2025
10.00 - 11.30 Bahasa Sunda
08.00-09.30 Matematika
3. Rabu, 21 Mei 2025
10.00 - 11.30 IlmuPengetahuan Sosial (IPS)
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
4. Kamis, 22 Mei 2025 08.00-09.30
Penjaskes
5. Jum'at, 23 Mei 2025 08.00-10.00 Mulok Pilihan
G. Evaluasi Dan Pemantauan
Pihak sekolah melakukan evaluasi pelaksanaan US dan menyusun laporan penyelenggaraan US yang
dikirimkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya melalui Pengawas Bina
yang bersangkutan
H. Biaya Pelaksanaan Ujian Sekolah
1. Biaya penyelenggaraan dan pelaksanaan Ujian Sekolah (US) bersumber dari anggaran belanja sekolah
dasar dan/atau sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
2. Biaya pelaksanaan Ujian Sekolah Dasar antara lain mencakup komponen-komponen sebagai berikut ;
a. Persiapan ;
1) Koordinasi persiapan pelaksanaan Ujian Sekolah;
2) Pengisian data calon peserta Ujian Sekolah;
3) Penyusunan kisi-kisi Ujian Sekolah;
4) Pengadaan kartu peserta Ujian Sekolah;
5) Pelaksanaan sosialisasi Ujian Sekolah;
6) Koordinasi penyusunan kisi-kisi dan soal Ujian Sekolah;
7) Pengadaan bahan pendukung Ujian Sekolah;
8) Penggandaan naskah soal Ujian Sekolah;
9) Honorarium panitia Ujian Sekolah dengan ketentuan yang berlaku;
b. Pelaksanaan ;
1) Pengawasan pelaksanaan Ujian Sekolah;
2) Pemeriksaan dan pengolahan hasil Ujian Sekolah;
3) Pengambilan, pengisian, dan penerbitan Ijazah; dan
4) Penyusunan laporan US dan pengiriman laporan US.
I. Kejadian Luar Biasa
Hal-hal yang berkaitan dengan kejadian luar biasa ditentukan sebagai berikut :
1. Jika terjadi peristiwa luar biasa yang berpotensi gagalnya Ujian Sekolah, panitia penyelenggara satuan
pendidikan melaporkan kepada Pengawas Bina yang bersangkutan untuk dinyatakan sebagai kondisi
darurat atau krisis yang selanjutnya diteruskan ke Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten
Tasikmalaya melalui Pengawas Bina yang bersangkutan;
2. Peristiwa luar biasa yang dimaksud pada butir nomor 1 di atas meliputi wabah penyakit, kebakaran,
bencana alam, huru-hara, dan peristiwa lain di luar kendali penyelenggara Ujian Sekolah;
3. Peserta Ujian Sekolah yang mendapat tugas dari pemerintah baik pemerintah provinsi atau kabupaten
yang tidak dapat ditinggalkan termasuk dalam kondisi luar biasa individual, maka dapat
diikutsertakan pada waktu ujian susulan;
4. Dalam hal kejadian luar biasa, sekolah dapat menyelenggarakan Ujian Sekolah Dasar atau peserta
didik dapat mengikuti Ujian Sekolah sesuai dengan jadwal yang ditetapkan kemudian oleh sekolah
dengan persetujuan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya.
BAB VIII
JADWAL TENTATIF
NO URAIAN KEGIATAN WAKTU
1. Pendataan peserta ujian/Penerima Ijazah di masing-masing
Januari – Februari 2025
Satuan Pendidikan
2. Pengiriman data peserta US/Penerima Ijazah dari Satuan
Minggu 2 bulan Maret 2025
pendidikan ke Pengawas Bina dilangsungkanke Tk. Kab.
3. Latihan pelaksanaan US /Try Out di satuan pendidikan Minggu 3 bulan April 2025
4. Penyusunan Juknis US di tingkat kabupaten Tahun 2024 Minggu 4 bulan April 2025
5. Sisialisasi Juknis UjianSekolah kepada para Pengawas Bina Minggu 4 bulan April 2025
6. Penyusunan POS/Program di masing-masing satuan
Minggu 1 bulan Mei 2025
pendidikan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya
7. Penyusunan DNS hingga DNT di Satuan Pendidikan untuk Paling lambat minggu kesatu Bulan Mei
dikirimkan /dilaporkan ke Pengawas Bina ybs dan diteruskan 2025 ke Pengawas Bina, minggu dua ke
ke Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Kabupaten
8. Penyiapan bahan ujian sekolah oleh satuan pendidikan yang mel
a. Penyusunan SOP
b. Penyusunan kisi-kisi
c. Penulisan soal dan perangkatnya Mei 2025
d. Penelaahan dan revisi soal
e. Perakitan perangkat tes dan penyiapan master copy
f. Penggandaan naskah/perangkat soal
9. Pencetakan Kartu Peserta Ujian Sekolah (KPU) oleh Satuan
Pendidikan Mei– paling lambat minggu III 2025
10. Penempelan foto, penandatanganan, penyetempelan KPUS di Paling lambat satu minggu sebelum US
satuan pendidikan dan penyerahan kartu kepada peserta
11. Penggandaan dan pengepakan perangkat soal dan lembar
jawaban US di satuan pendidikan Paling lambat satu minggu sebelum US
12 Pelaksanaan US :
a. US Tertulis Utama (PAI dan Budi
pekerti,[Link]- 19 Mei – 23 Mei 2025
negaraan,[Link],Matematika,IPA,IPS,SBDB,PJOK,
[Link] dan mulok pilihan )
b. US tertulis susulan (PAI dan Budi Pekerti, PPKn , 19 Mei – 23 Mei 2025
c. [Link],
US Praktik Matematika, IPA, IPS,SBDP, PJOK, Minggu ke I Mei 2025
Bahasa dan Sastra Sunda, Bahasa dan Sastra Sunda
13. Pemeriksaan lembar jawab US Tertulis Utama 24 -31 Mei 2025
14. Pemeriksaan lembar jawab US Tertulis susulan 2-4 Juni 2025
15. Rekrutmen hasil US Tertulis dan praktik Tahun Pelajaran
2024/2025 oleh satuan pendidikan 23 – 31 Mei 2024
16. Rapat penentuan kelulusan di Satuan Pendidikan 13 Juni 2024
17. Pengumuman kelulusan di masing-masing Sekolah 9 Juni 2025
Penyampaian laporan kelulusan dari SD ke Pengawas Bina
18. 10-12 Juni 2025
dari Pengawas Bina ke Disdikbud Kabupaten
19. Pendistribusian blangko ijazah dari pusat ke Kabupaten Juni 2025
20. Penulisan dan penandatanganan ijazah Juni 2025
oleh Sekolah Penyelenggara
21. Pembagian ijazah bagi siswa yang lulus dari satuan Juni 2025
pendidikan
22. Penyampaian laporan lengkap penyelenggaran US
a. dari SD penyelenggara ke Pengawas Bina 10 – 11 Juni 2025
b. dari Pengawas Bina ke kabupaten 12/ 13 Juni 2025
c. dari Kabupaten ke pihak terkait 13 – 16 Juni 2025
BAB. IX
PENUTUP
Hal-hal yang belum diatur dalam POS ujian Sekolah ini, akan diatur lebih lanjut dalam ketentuan tersendiri
Tasikmalaya, 05 Mei 2025
Kepala Sekolah
SDN PURABAYA,
ASEP SOLEHUDIN, [Link]
NIP. 19660505 199103 1 009
un dikumpulkan di depan kelas di samping pengawas ruang;
r menggunakan pulpen yang disediakan oleh pengawas ruang;
LEMBAR PENGESAHAN
POS UJIAN SEKOLAH (US)
Telah Diperiksa dan Disahkan
Berdasarkan Hasil Pemeriksaan dan Penilaian serta Pertimbanagan, tentang
Prosedur Operasional Standar SDN Purabaya, serta dapat digunakan untuk dijadikan pedoman
Dalam pelaksanaan Kegiatan Ujian Sekolah (US)
Disusun Oleh :
Ujian Sekolah (US)
Tahun Pelajaran 2022/2023
Bojonggambir, 05 Mei 2025
Ketua Komite Sekolah, Kepala Sekolah,
O AONILAH ASEP SOLEHUDIN, [Link]
NIP. 19660505 199103 1 009
DIKETAHUI DAN DISAHKAN OLEH :
Pengawas Sekolah,
H. DEDI MASHUDI,[Link],.[Link]
Pembina TK.1 IV/b
NIP. 196607151988031010