Dikirim : 8 Desember 2022 ICJ
Direvisi : 28 Desember 2022 (Initium Community Journal)
Disetujui : 02 Januari 2023 Online ISSN : 2798-9143
Jurnal homepage: [Link]
INITIUM COMMUNITY JOURNAL
[Link]
e-ISSN : 2798-9143
Kata kunci : ASI ekslusif, Menyusui, Ibu Hamil
Keywords : Exclusive breastfeeding, Breast-feed, Pregnant mother
Korespondensi Penulis:
Septi Maisyaroh Ulina Panggabean
Septi.panggabean190989@[Link]
PENYULUHAN PENTINGNYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BAGI IBU DAN BAYI DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPUNG JABI
Septi Maisyaroh Ulina Panggabean1), Indah Dwi Puspita2), Nur Afni3)
1)
Program Studi Sarjana dan Profesi Bidan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Awal Bros
2)
DIII Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Awal Bros
Email korespondensi:
Septi.panggabean190989@[Link]
ABSTRACT
Exclusive breastfeeding is breastfeeding for the first 6 months of a baby's life without food or drink other
than vitamins, drugs and ORS. The rate of exclusive breastfeeding in the Riau Islands based on the Indonesian
Health Profile in 2019 was 81%, while in 2020 it was 58%. This shows that there is a decrease in exclusive
breastfeeding for infants in the Riau Islands. This activity aims to increase the knowledge of pregnant women
about the importance of exclusive breastfeeding for mothers and babies. This community service activity is
carried out using the method of health education to the community in the form of counseling with the material
presented, namely the Importance of Exclusive Breastfeeding for Mothers and Babies. The implementation of
this counseling is done by using leaflets as a tool. The results of community service showed that there was an
increase in knowledge of pregnant women after being given counseling, from 25% to 100%. There is an increase
in knowledge of pregnant women after being given counseling, this shows that counseling has an influence on
increasing one's knowledge.
Keywords : Exclusive breastfeeding; Breast-feed; Pregnant mother
Dikirim : 8 Desember 2022 ICJ
Direvisi : 28 Desember 2022 (Initium Community Journal)
Disetujui : 02 Januari 2023 Online ISSN : 2798-9143
Jurnal homepage: [Link]
ABSTRAK
ASI Eksklusif adalah pemberian ASI selama 6 bulan pertama kehidupan bayi tanpa makanan atau minuman
selain vitamin, obat-obatan dan oralit. Angka pemberian ASI eksklusif di Kepulauan Riau berdasarkan Profil
Kesehatan Indonesia tahun 2019 sebesar 81%, sedangkan tahun 2020 sebesar 58%. Hal ini menunjukkan bahwa
terjadi penurunan pemberian ASI eksklusif pada bayi di Kepulauan Riau. Kegiatan ini bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya ASI eksklusif bagi ibu dan bayi. Kegiatan pengabdian
masyarakat ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan kesehatan kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan
dengan materi yang disampaikan yaitu Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi. Pelaksanaan
penyuluhan ini dilakukan dengan menggunakan leaflet sebagai alatnya. Hasil pengabdian kepada masyarakat
menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan penyuluhan dari 25% menjadi 100%.
Adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan penyuluhan, hal ini menunjukkan bahwa
penyuluhan mempunyai pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan seseorang.
Kata Kunci : ASI Eksklusif; Menyusui; Ibu hamil
A. Pendahuluan
Salah satu yang menentukan kesejahteraan suatu negara dapat dilihat dari Angka Kematian Bayi (AKB).
Pada tahun 2030 target yang perlu dicapai dalam mengakhiri kematian bayi baru lahir dan balita adalah
dengan seluruh negara berusaha menurunkan Angka Kematian Neonatal setidaknya hingga 12 per 1000
KH (Kelahiran Hidup) dan Angka Kematian Balita 25 per 1000 KH. Oleh Karena hal inilah dibutuhkan
suatu upaya dalam menurunkan angka kematian bayi dan balita (WHO, 2020). World Health Organization
(WHO) dan United Nations of Children’s Fund (UNICEF) dalam strategi global pemberian makanan pada
bayi dan anak menyatakan bahwa pencegahan kematian bayi dapat dilakukan dengan pemberian makanan
yang tepat yaitu pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan kehidupan dan pengenalan makanan
pendamping ASI (MP-ASI) yang aman dan bergizi pada usia 6 bulan bersamaan dengan pemberian ASI
lanjutan hingga usia 2 tahun atau lebih (WHO, 2020).
World Health Organization (WHO) pada tahun 2020 menyatakan bahwa angka pemberian ASI eksklusif
pada bayi usia dibawah 6 bulan sebesar 44 %, dimana angka ini masih kurang dari target pada tahun 2030
yaitu sebesar 50%. Masih rendahnya angka pemberian asi ekslusif akan mempengaruhi tumbuh kembang
anak kedepannya. Pemberian ASI eksklusif dapat menjadi langkah awal dalam mengentaskan masalah
gizi didunia. Pada tahun 2020 WHO menyatakan bahwa sebanyak 45 juta anak dibawah 5 tahun
mengalami malnutrisi yang meningkatkan risiko kematian anak hingga 12 kali lipat (WHO, 2020).
Pemberian ASI eksklusif di Indonesia berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2020 yaitu
sebesar 66%. Walaupun angka ini sudah memenuhi target Renstra tahun 2020 yaitu sebesar 40%, namun
masih terdapat beberapa provinsi yang belum mencapai target ini yaitu Provinsi Maluku (37,2%) dan
Papua Barat (34,0%).
Dikirim : 8 Desember 2022 ICJ
Direvisi : 28 Desember 2022 (Initium Community Journal)
Disetujui : 02 Januari 2023 Online ISSN : 2798-9143
Jurnal homepage: [Link]
Rendahnya proporsi ASI eksklusif akan berdampak terhadap rendahnya imunitas yang dimiliki bayi
sehingga bayi akan mudah terserang penyakit infeksi yang akan mempengaruhi status gizinya (Profil
Kesehatan Indonesia, 2020).
Angka pemberian ASI ekskusif di Kepulauan Riau berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia pada tahun
2019 sebesar 81%, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 58%. Hal ini menunjukkan terjadi penurunan
pemberian ASI eksklusif pada bayi di Kepulauan Riau (Profil Kesehatan Indonesia, 2020). Di batam
sendiri berdasarkan data Profil Kesehatan Kota Batam tahun 2018 menyatakan bahwa cakupan pemberian
ASI eksklusif di kota batam pada tahun 2017 sebesar 47%, dimana angka ini masih dibawah target pada
tahun 2030 yaitu sebesar 50%. Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif di kota batam kemungkinan
disebabkan oleh karakteristik Kota Batam yang merupakan kota industri yang memiliki tenaga kerja
wanita cukup besar, sehingga berpotensi terhadap penggunaan susu formula dan pemberian MP-ASI
(makanan pendamping ASI) sebelum anak berusia 6 bulan karena ibu bekerj (Profil Kesehatan Kota
Batam, 2018).
ASI eksklusif merupakan pemberian ASI selama 6 bulan pertama masa kehidupan bayi tanpa asupan
makanan ataupun minuman lain kecuali vitamin, obat dan oralit. Fungsi ASI adalah sebagai pemenuhan
asupan nutrisi bayi, meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan angka kesakitan serta kematian
bayi. Oleh karena itu pemberian ASI eksklusif ini sangat disarankan dan dianjurkan dilanjutkan sampai
bayi berusia 2 tahun. Pemberian ASI eksklusif dapat menjadi salah satu intervensi efektif untuk
mengurangi angka kesakitan/kematian bayi. Diare dan pneumonia merupakan penyebab utama angka
kematian bayi dan balita yaitu lebih dari 50% disebabkan karena rendahnya asupan gizi pada bayi yang
disebabkan tidak terlaksananya pemberian ASI eksklusif. (Erlani dkk, 2020). Perilaku pemberian ASI
eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pendidikan, pengetahuan dan informasi dari petugas
kesehatan. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Lestari, 2018) yang menyatakan bahwa
pendidikan berhubungan dengan pengetahuan yang dimiliki oleh ibu, dimana Ibu yang memiliki
pengetahuan kurang, lebih cenderung tidak menyusui dibandingkan ibu yang memiliki pengetahuan yang
baik. Selain itu pemberian informasi dari petugas kesehatan juga sangat diperlukan agar ibu dapat
mengetahui mengenai ASI eksklusif, cara menyusui yang benar, dan apa yang harus dilakukan bila timbul
kesukaran dalam menyusui bayinya.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka pengabdi mencoba untuk memecahkan masalah yang ada yaitu
dengan melakukan penyuluhan tentang pentingnya ASI eksklusif bagi ibu dan balita guna meningkatkan
pengetahuan dan kesadaran ibu hamil sehingga ibu hamil dapat memberikan ASI eksklusif pada anaknya
yang akan lahir. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian bayi serta untuk
membentuk generasi yang berkualitas bagi bangsa dikemudian hari.
Dikirim : 8 Desember 2022 ICJ
Direvisi : 28 Desember 2022 (Initium Community Journal)
Disetujui : 02 Januari 2023 Online ISSN : 2798-9143
Jurnal homepage: [Link]
B. Metode Kegiatan
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari Kamis, 30 Juni 2022 di Praktik Mandiri Bidan
(PMB) Veronica. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode pendidikan kesehatan pada masyarakat
dalam bentuk penyuluhan dengan materi yang disampaikan yaitu Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif
Bagi Ibu dan Bayi. Pelaksanaan penyuluhan ini dilakukan dengan menggunakan leaflet sebagai alat bantu.
Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat khususnya ibu hamil di sekitar PMB Veronica. Peserta pada
kegiatan pengabmas ini berjumlah 8 orang ibu hamil.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup edukasi dan evaluasi. Edukasi dilakukan untuk
meningkatkan pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif yang dilakukan dengan metode ceramah. Metode
ini dipilih untuk menyampaikan konsep-konsep yang penting untuk dimengerti dan dikuasai oleh peserta
tentang ASI eksklusif. Untuk evaluasi dilakukan dengan penilaian terhadap penyerapan materi yang telah
disampaikan dengan cara mengajukan pertanyaan kepada para peserta.
Adapun dokumentasi pada saat kegiatan penyuluhan sebagai berikut :
Gambar 1. Dokumentasi Penyuluhan
Materi di sampaikan dalam bentuk leaflet yang menarik agar meningkatkan antusiasme ibu hamil tentang
pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi ibu dan bayi. Berikut materi yang diberikan pada saat kegiatan
penyuluhan :
Dikirim : 8 Desember 2022 ICJ
Direvisi : 28 Desember 2022 (Initium Community Journal)
Disetujui : 02 Januari 2023 Online ISSN : 2798-9143
Jurnal homepage: [Link]
Gambar 2. Leaflet Materi Penyuluhan
Dikirim : 8 Desember 2022 ICJ
Direvisi : 28 Desember 2022 (Initium Community Journal)
Disetujui : 02 Januari 2023 Online ISSN : 2798-9143
Jurnal homepage: [Link]
Gambar 3. Leaflet Materi Penyuluhan
C. Hasil dan Pembahasan
Kegiatan pengabdian masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif bagi ibu dan bayi berjalan dengan
lancar. Kegiatan ini diikuti oleh 8 peserta, adapun karakteristik peserta yang mengikuti kegiatan
pengabmas adalah sebagai berikut :
Karakteristik Ibu Berdasarkan Umur
Tabel 1. Karakteristik Umur Peserta
No Karakteristik Jumlah peserta Frekuensi
1 Umur
20-35 Tahun 6 Orang 75%
> 35 Tahun 2 Orang 25%
Berdasarkan Tabel 1. Diatas menunjukkan bahwa peserta yang berumur 20-35 tahun berjumlah 6 orang
(75%), sedangkan peserta yang berumur > 35 tahun berjumlah 2 orang (25%). Hal ini menunjukkan bahwa
sebagian besar peserta berumur 20-35 tahun.
Dikirim : 8 Desember 2022 ICJ
Direvisi : 28 Desember 2022 (Initium Community Journal)
Disetujui : 02 Januari 2023 Online ISSN : 2798-9143
Jurnal homepage: [Link]
Semakin bertambahnya umur ibu maka akan mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu mengenai ASI
eksklusif, hal ini dikarenakan samakin bertambahnya umur seseorang maka akan berpengaruh pada daya
tangkap dan pola pikirnya yang semakin baik, sehingga pengetahuan yang diperoleh akan semakin baik.
Selain itu semakin bertambahnya umur akan meningkatkan pengalaman dan kematangan jiwa seseorang
sehingga akan meningkatkan pengetahuannya dari pengalaman-pengalaman yang telah dilaluinya. Namun
hal ini tidak mutlak terjadi dikarenakan umur tidak menjadi satu-satunya faktor yang berhubungan dengan
tingkat pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif, terdapat faktor-faktor lain yang dapat berhubungan
dengan tingkat pendidikan ibu yaitu sikap ibu terhadap lingkungan sosialnya dan kebudayaan dimana dia
dididik. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Mahyuni, 2018) yang menyatakan bahwa
umur ibu yang semakin tua akan meningkatkan pengetahuan ibu berdasarkan pengalaman-pengalaman
yang telah dilaluinya, namun umur ibu tidak serta merta dapat meningkatkan pengetahuan ibu tetapi
terdapat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu seperti sikap ibu terhadap
lingkungan sosialnya dan kebudayaan dimana dia didik. Jika terdapat suatu lingkungan sosial atau
kebudayaan yang menganggap pemberian asi adalah sesuatu yang memalukan maka hal seperti inilah yang
dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif.
Karakteristik Ibu Berdasarkan Pendidikan
Tabel 2. Karakteristik Pendidikan Peserta
No Karakteristik Jumlah peserta Frekuensi
1 Tingkat Pendidikan
Rendah (SD,SMP) 5 Orang 62,5 %
Tinggi (SMA, Perguruan 37,5%
3 Orang
Tinggi)
Berdasarkan Tabel 2. Diatas menunjukkan bahwa peserta dengan tingkat pendidikan rendah berjumlah 5
orang (62,5%), sedangkan peserta dengan tingkat pendidikan tinggi berjumlah 3 orang (37,5%). Hal ini
menunjukkan bahwa sebagian besar peserta bependidikan rendah.
Tingkat pendidikan berhubungan langsung dengan tingkat pengetahuan ibu dikarenakan semakin tinggi
tingkat pendidikan seseorang maka akan semakin mudah dalam seseorang menerima informasi yang
diberikan sehingga akan meningkatkan pengetahuan yang dimilikinya. Sebaliknya seseorang dengan
pendidikan rendah akan terhambat dalam perkembangan sikap terhadap nilai-nilai yang diberikan. Selain
itu, umumnya ibu yang memiliki tingkat pendidikan tinggi akan cenderung memiliki rasa ingin tahu yang
tinggi maka akan terdorong untuk mencari tahu sehingga informasi yang didapat akan menjadi
pengetahuan dan akan diterapkan pada kehidupannya.
Dikirim : 8 Desember 2022 ICJ
Direvisi : 28 Desember 2022 (Initium Community Journal)
Disetujui : 02 Januari 2023 Online ISSN : 2798-9143
Jurnal homepage: [Link]
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rahmawati & Ardianti, 2017) yang menyatakan
bahwa pendidikan ibu berpengaruh dengan tingkat pendidikan ibu dikarenakan ibu yang memiliki tingkat
pendidikan tinggi akan lebih mudah dalam menerima informasi terkait ASI eksklusif serta ibu yang
memiliki tingkat pendidikan tinggi juga akan memiliki rasa ingin tahu tinggi maka akan menimbulkan
sikap untuk mencari tahu sehingga akan menambah pengetahuan ibu untuk diterapkan pada kehidupannya.
Karakteristik Ibu Berdasarkan Jumlah Anak
Tabel 3. Karakteristik Jumlah Anak Peserta
No Karakteristik Jumlah peserta Frekuensi
1 Jumlah Anak
≤ 1 Anak 5 Orang 62,5 %
≥ 2 Anak 3 Orang 37,5%
Berdasarkan Tabel 3. Diatas menunjukkan bahwa peserta dengan jumlah anak ≤ 1 anak berjumlah 5 orang
(62,5%), sedangkan peserta dengan jumlah anak ≥ 2 anak berjumlah 3 orang (37,5%). Hal ini
menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki anak ≤ 1.
Ibu dengan jumlah anak ≤ 1 anak akan belum memiliki pengalaman dalam memberikan ASI sehingga hal
ini akan mempengaruhi ibu dalam memberikan ASI kepada anak yang akan dilahirkan selanjtunya, selain
itu hal ini juga akan mempengaruhi pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif. Sementara itu ibu yang
memiliki ≥ 2 anak akan bergantung pada pengalamannya di saat menyusui anak yang sebelumnya. Ibu
yang memiliki pengalaman menyusui anaknya dengan benar selama 6 bulan maka akan menyusui dengan
benar pada anak selanjutnya, namun apabila pengalaman ibu menyusui anaknya tidak benar maka
kemungkinan besar ibu akan terus menerapkan cara menyusui yang tidak benar pada anak selanjutnya.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Purba & Manurung, 2020) yang menyatakan bahwa
jumlah anak berpengaruh pada pemberian ASI eksklusif pada anak dikarenakan ibu yang memiliki jumlah
anak ≥ 2 akan memiliki pengalaman yang lebih banyak tentang menyusui. Namun ibu yang memiliki
pengalaman belum tentu sudah menyusui anak dengan benar dikarenakan hal itu bergantung pada
pengalaman ibu sebelumnya apakah menyusui anaknya dengan benar atau tidak.
Tingkat Pengetahuan Ibu Mengenai ASI Eksklusif
Dalam mengukur pengetahuan ibu mengenai ASI Eksklusif maka pada kegiatan ini dilakukan sesi tanya
jawab pada peserta penyuluhan. Sesi tanya jawab ini dilakukan diawal kegiatan dan diakhir kegiatan
dengan jumlah pertanyaan yang diberikan pada masing-masing peserta berjumlah 3 pertanyaan yang
berhubungan dengan ASI eksklusif.
Dikirim : 8 Desember 2022 ICJ
Direvisi : 28 Desember 2022 (Initium Community Journal)
Disetujui : 02 Januari 2023 Online ISSN : 2798-9143
Jurnal homepage: [Link]
Tabel 4. Tingkat Pengetahuan Peserta
Sebelum Penyuluhan Sesudah Penyuluhan
Baik Kurang Baik Kurang
N % N % N % N %
2 25 6 75 8 100 0 0
Berdasarkan Tabel 4. Diatas menunjukkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan, tingkat pengetahuan
ibu tentang ASI eksklusif hanya sebesar 25 %. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan
pengetahuan pada ibu mengenai ASI eksklusif yaitu menjadi sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa
dengan diberikannya penyuluhan pada ibu dapat meningkatkan pengetahuan ibu tersebut.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan seseorang mengenai kesehatan
adalah dengan diberikannya penyuluhan pada seseorang tersebut. Penyuluhan adalah suatu kegiatan
mendidik sesuatu kepada individu ataupun kelompok, member pengetahuan, informasi-informasi dan
berbagai kemampuan agar dapat membentuk sikap dan perilaku hidup yang seharusnya. Kegiatan
penyuluhan kesehatan perlu dilakukan secara aktif kepada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan ibu
hamil. Salah satu informasi seputar kesehatan yang perlu didapatkan oleh ibu hamil adalah penyuluhan
mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi ibu dan bayi, dimana dengan terlaksananya
penyuluhan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif
bagi ibu maupun bayi sehingga diharapkan ibu dapat memberikan ASI eksklusif pada bayinya yang akan
lahir. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Sebayang & Rambe, 2022) yang menyatakan
bahwa kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan seseorang sehingga memotivasi seseorang
tersebut untuk mengubah perilakunya yang tidak tepat dan menerapkan perilaku yang tepat sesuai dengan
kegiatan penyuluhan yang dilakukan.
D. Kesimpulan Dan Saran
Kegiatan penyuluhan dilakukan pada ibu hamil yang berjumlah 8 orang di PMB Veronica pada tanggal
30 Juni 2022. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan didapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan
mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi ibu dan bayi pada ibu hamil. Hal ini ditunjukkan dari
tingkat pengetahuan ibu yang sebelum diberikan penyuluhan hanya sebesar 25% meningkat menjadi
100%. Meningkatnya pengetahuan ibu setelah diberikan penyuluhan menunjukkan bahwa kegiatan
penyuluhan sangat efektif dalam menambah pengetahuan seseorang.
Dikirim : 8 Desember 2022 ICJ
Direvisi : 28 Desember 2022 (Initium Community Journal)
Disetujui : 02 Januari 2023 Online ISSN : 2798-9143
Jurnal homepage: [Link]
E. Daftar Pustaka
World Health Organization (WHO). 2020. Pekan Menyusui Dunia, Mendukung Semua Ibu Menyusui di
Indonesia Selama Covid-19. [Link]
dunia-unicef-dan-who-menyerukan-pemerintah-dan-pemangku-kepentingan-agar-mendukung-semua-
ibu-menyusui-di-indonesia-selama-covid-19 Diakses pada 21 Juli 2022.
Profil Kesehatan Indonesia, 2020. (2020). Profil Kesehatan Indonesia. In IT - Information Technology
(Vol. 48). [Link]
Profil Kesehatan Kota Batam, 2018. (2018). Profil Kesehatan Kota Batam Tahun 2018. In Profil
Kesehatan Kota Batam. Kepulauan Riau: Dinas Kesehatan Kepulauan Riau.
Erlani, N. K. A. T., Seriani, L., & Ariastuti, L. P. (2020). Perilaku Pemberian Asi Eksklusif Pada Wanita
Pekerja Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Jurnal Medika Udayana, 9(1), 22–27.
Lestari, R. R. (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif pada Ibu. Jurnal
Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 130. [Link]
Mahyuni, S. (2018). Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Aek Tampang,
Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, Tahun 2017. Jurnal Warta, (56), 1–11.
Rahmawati, D., & Ardianti, A. H. (2017). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Hamil Trimester III dengan
Minat Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Kebidanan Dharma Husada, 6(2), 116–121.
Purba, E. M., & Manurung, H. R. (2020). Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Pemberian ASI Eksklusif
Di Wilayah Kerja Puskesmas Korpri Kecamatan Berastagi Kabupsten Karo Tahun 2019. CHMK Health
Journal Volume, 4(2), 149–157.
Sebayang, W. B., & Rambe, N. L. (2022). Penyuluhan Kesehatan Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Di
Puskesmas Pulo Brayan Darat Medan Tahun 2022. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-
SOMBA), 1(2), 53–56. Retrieved from [Link]
SOMBA/article/view/931%0A[Link]
SOMBA/article/download/931/780