0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan31 halaman

Model Pembelajaran PBL dalam Biologi

Model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) adalah metode yang mengajak siswa untuk menyelesaikan masalah nyata melalui investigasi dan kerja sama kelompok. Meskipun memiliki banyak kelebihan seperti meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan kolaborasi, PBL juga memiliki kekurangan seperti tidak cocok untuk semua materi pelajaran dan memerlukan waktu yang lebih lama. Implementasi PBL melibatkan langkah-langkah mulai dari pembentukan kelompok hingga evaluasi hasil pembelajaran.

Diunggah oleh

Anisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan31 halaman

Model Pembelajaran PBL dalam Biologi

Model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) adalah metode yang mengajak siswa untuk menyelesaikan masalah nyata melalui investigasi dan kerja sama kelompok. Meskipun memiliki banyak kelebihan seperti meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan kolaborasi, PBL juga memiliki kekurangan seperti tidak cocok untuk semua materi pelajaran dan memerlukan waktu yang lebih lama. Implementasi PBL melibatkan langkah-langkah mulai dari pembentukan kelompok hingga evaluasi hasil pembelajaran.

Diunggah oleh

Anisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Teaching Model :

Problem-Based
Learning
Pendidikan Biologi A 2021
Kelompok 5
1. Marsya Syania Putri (21304241051)
2. Laila Rahmawati (21304241054)
3. Salma Aulia D (21304244001)
4. Anisa Nurdini (21304244008)
5. Ivo Mangadop S (21304244009)
6. Dina Maulida N (21304244019)
7. Eka Safitri Ningsih (21304244024)
8. Nadya Maurizka (21304244047)
Table of contents

Kelebihan dan
01. Pengertian 04. Kekurangan

02. Teori yang mendasari 05. Sintaks

03. Karakteristik 06. Implementasi


01
Pengertian
Pengertian
Pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) adalah suatu
pembelajaran yang menyuguhkan berbagai situasi bermasalah yang autentik dan
bermakna kepada siswa yang berfungsi sebagai landasan bagi investigasi dan
penyelidikan siswa. PBL membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan
untuk belajar secara mandiri, keterampilan penyelidikan dan keterampilan
mengatasi masalah serta perilaku dan keterampilan sosial sesuai peran orang
dewasa.
02
Teori yang
mendasari
Teori Belajar Jean Piaget dan Teori Belajar David
Pandangan Konstruktivisme. Ausubel

Piaget dikenal sebagai konstruktivis Teori belajar David Ausubel


pertama, menegaskan bahwa pengetahuan terkenal dengan belajar
dibangun dalam pikiran anak. Kaitan antara bermakna. Belajar bermakna
teori belajar Piaget dan pandangan Ausubel erat kaitannya dengan
konstruktivisme dengan PBL adalah belajar berbasis masalah (PBL),
prinsip-prinsip PBL sejalan dengan karena dalam pembelajaran ini
pandangan teori belajar tersebut. Siswa pengetahuan tidak diberikan
secara aktif mengkonstruksi sendiri dalam bentuk jadi melainkan
pemahamannya, dengan cara interaksi siswa menemukan kembali.
dengan lingkungannya melalui proses
asimilasi dan akomodasi.
Teori Belajar Teori Belajar
Vygotsky. Jerome S. Bruner

Vygotsky memberi tempat yang Bruner memandang bahwa belajar


lebih penting pada aspek sosial penemuan sesuai dengan pencarian
dengan teman lain, memacu pengetahuan secara aktif oleh
terbentuknya ide baru dan manusia, dengan sendirinya
memperkaya perkembangan memberikan hasil yang paling baik,
intelektual siswa. Prinsip-prinsip berusaha sendiri untuk mencari
teori Vygotsky tersebut pemecahan masalah serta didukung
merupakan bagian dari kegiatan oleh pengetahuan yang menyertainya,
PBL melalui bekerja dan belajar menghasilkan pengetahuan yang
pada kelompok kecil. benar-benar bermakna
03
Karakteristik
Karakteristik
1. Pembelajaran dimulai dengan pemberian masalah yang mengambang yang berhubungan
dengan kehidupan nyata.
2. Masalah dipilih sesuai dengan tujuan pembelajaran.
3. Siswa menyelesaikan masalah dengan penyelidikan auntentik.
4. Secara bersama-sama dalam kelompok kecil, siswa mencari solusi untuk memecahkan
masalah yang diberikan.
5. Guru bertindak sebagai tutor dan fasilitator.
6. Siswa bertanggung jawab dalam memperoleh pengetahuan dan informasi yang
bervariasi, tidak dari satu sumber saja.
7. Siswa mempresentasikan hasil penyelesaian masalah dalam bentuk produk tertentu.
Produk dalam hal ini adalah berupa suatu pemrograman.
04
Kelebihan dan
Kekurangan
Kelebihan

Kelebihan model Problem Based Learning antara lain:

1. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserap dengan
baik
2. Siswa dilatih untuk dapat bekerja sama dengan siswa lain
3. Siswa dapat memperoleh pemecahan masalah dari berbagai sumber.
4. Pembelajaran berfokus pada masalah sehingga materi yang tidak ada hubungannya tidak perlu
saat itu dipelajari oleh siswa. Hal ini mengurangi beban siswa untuk menghapal atau
menyimpan informasi.
5. Siswa terbiasa menggunakan sumber-sumber pengetahuan baik dari perpustakaan, internet,
wawancara dan observasi
6. Siswa didorong untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam situasi nyata
Kekurangan

Kekurangan model Problem Based Learning antara lain:

1. Pembelajaran berbasis masalah atau problem based learning tidak dapat diterapkan untuk setiap
materi pelajaran, ada bagian guru berperan aktif dalam menyajikan materi. PBL lebih cocok
untuk pembelajaran yang menuntut kemampuan tertentu yang kaitannya dengan pemecahan
masalah
2. Jika siswa tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan
dan minat peserta didik kurang, maka siswa akan merasa enggan untuk mencoba
3. Perlu ditunjang oleh buku yang dapat dijadikan pemahaman dalam kegiatan pembelajaran
4. Pembelajaran model problem based learning membutuhkan waktu yang lama
05
Sintaks
Sintaks / Langkah Kerja

1. Pembentukan kelompok heterogen


2. Pemberian permasalahan
3. Identifikasi masalah
4. Penyelesaian masalah
5. Penyajian hasil
6. Rekonstruksi konsep
7. Evaluasi
1. Pembentukan kelompok heterogen

Aktivitas Guru Aktivitas Siswa

Membentuk kelompok Berkumpul bersama


heterogen kelompoknya

Mengkondisikan siswa
2. Pemberian permasalahan

Aktivitas Guru Aktivitas Siswa

Siswa mengamati dan


Guru menyampaikan
memahami masalah yang
masalah
disampaikan guru

Siswa mencari sendiri


Guru memberi referensi permasalahan atau
bacaan untuk dikaji fenomena dalam bacaan
tersebut
3. Identifikasi masalah

Aktivitas Guru Aktivitas Siswa


berdiskusi dan membagi
Guru memastikan setiap tugas untuk mencari data/
anggota memahami tugas bahan-bahan/ alat yang
masing-masing. diperlukan untuk
menyelesaikan masalah.

Guru memantau
Menentukan metode
keterlibatan peserta didik
ilmiah yaitu perencanaan
dalam pengumpulan data/
untuk menyelesaikan
bahan selama proses
masalah
penyelidikan.
4. Penyelesaian masalah

Aktivitas Guru Aktivitas Siswa


Siswa melakukan
Guru mengajukan
penyelidikan (mencari
pertanyaan-pertanyaan
data/ referensi/ sumber)
untuk menyelesaikan
untuk bahan diskusi
masalah
kelompok.

Guru memberi ragam Siswa merancang strategi


informasi untuk sampai dan menerapkan
pada pemecahan masalah strateginya untuk
yang dipertahankan memecahkan masalah
5. Penyajian Hasil

Aktivitas Guru Aktivitas Siswa

Guru membimbing siswa Siswa melakukan


dalam diskusi dan presentasi dan diskusi di
pembuatan laporan depan kelas

Guru mendorong siswa


Siswa membuat laporan
agar aktif mengutarakan
tertulis
pendapatnya
6. Rekonstruksi Konsep

Aktivitas Guru Aktivitas Siswa


Guru membimbing siswa
Siswa merangkum/
untuk menyimpulkan apa
membuat kesimpulan
yang mereka dapat dan
sesuai dengan masukan
konsep yang mereka
yang diperoleh
terima

Guru mempertegas
konsep kepada siswa agar
tidak terjadi miskonsepsi
7. Evaluasi

Aktivitas Guru Aktivitas Siswa


Siswa menyimpulkan
Guru menyampaikan seluruh kegiatan
pertanyaan-pertanyaan pembelajaran sehingga
untuk evaluasi memperoleh tujuan
pembelajaran

Guru memberi apresiasi


kepada seluruh siswa
karena sudah mengikuti
pembelajaran dengan baik
06
Implementasi
Materi : Pertumbuhan & Perkembangan
Kelas : XII
Pembentukan Pemberian Identifikasi
kelompok masalah masalah
● Guru membagi siswa ● Guru memberikan data/hasil ● Siswa mencari penyebab
menjadi beberapa percobaan pada 3 kecambah kenapa ukuran
kelompok dengan perlakuan yang pertumbuhan kecambah
● Satu kelompok terdiri berbeda-beda (terkena sinar dengan perlakuan yang
matahari langsung, di tempat berbeda tersebut bisa
atas 4/5 anak
teduh, di tempat gelap) berbeda-beda
● Faktor apa yang ● Menggunakan buku
menyebabkan ukuran pegangan/sumber belajar
pertumbuhan kecambah di lain dan arahan guru
setiap perlakuan berbeda
Materi : Pertumbuhan & Perkembangan
Kelas : XII

Penyelesaian Penyajian
masalah hasil
● Siswa menemukan penyebab kenapa ● Siswa mempresentasikan hasil
perlakuan yang berbeda dapat diskusi yang didapatkan di
menghasilkan ukuran kecambah yang depan kelas
berbeda ● Diadakan forum tanya
● Siswa mencari faktor lain yang jawab/diskusi
sekiranya dapat menyebabkan
perbedaan pertumbuhan dan
perkembangan selain cahaya
Materi : Pertumbuhan & Perkembangan
Kelas : XII

Rekonstruksi
Evaluasi
konsep

● Guru membantu siswa untuk menarik ● Siswa diberikan penugasan


kesimpulan dari hasil presentasi untuk merangkum atau
masing-masing kelompok membuat mind mapping dari
● Guru menambahkan, menjelaskan dan apa yang didapatkan terkait
meluruskan konsep terkait faktor yang pertumbuhan & perkembangan
mempengaruhi pertumbuhan dan pada tumbuhan
perkembangan
Contoh Video Pembelajaran
Kesimpulan
Teaching model “Problem Based Learning”
merupakan suatu model pembelajaran yang
berfokus pada pemecahan masalah. Hal ini
melatih dan mengasah daya pikir peserta didik
untuk berpikir secara High Order Thinking skill.
Meskipun Problem-based learning tidak dapat
diterapkan di semua mata pelajaran, namun
sebagian besar mata pelajaran dapat
menerapkan problem-based learning. Problem
Based learning dapat mengaitkan antara materi
satu dengan yang lainnya untuk memecahkan
suatu permasalahan tersebut. Siswa dilatih
menjadi aktif dan guru sebagai konsultator.
Daftar Pustaka
Lestaringsih, Enny D., & Testiana, D. W. (2017). Pengembangan
Model Problem Based Learning dan Blended Learning Dalam
Pembelajaran Pemantapan Kemampuan Profesional Mahasiswa.
Jurnal bahasa, sastra, dan budaya, Vol. 13 (2): 105 -120.

Muayyadatiddieny, F., Lestari, S. N., & Itsna, W. N. (2015). POTENSI


SINTAKS PEMBELAJARAN PBL (PROBLEM BASED
LEARNING)-METAKOGNITIF DALAM MELATIH KEMAMPUAN
BERPIKIR KRITIS SISWA. In Seminar Nasional Pendidikan Sains
UKSW (Vol. 3).

Abdullah, A. G. dan Ridwan, T. (2008). “Implementasi Problem


Based Learning (PBL) pada Proses Pembelajaran di BPTP
Bandung”. Prosiding UPI, 5(13). 1-10.
Masrinah, E. N., Aripin, I., & Gaffar, A. A. (2019). PROBLEM BASED
LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN
BERPIKIR KRITIS. 924-932.

Wulandari, B., & Surjono, H. D. (2013). Pengaruh problem-based


learning terhadap hasil belajar ditinjau dari motivasi belajar PLC di
SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 3(2), 178–191.
Thanks
Do you have any questions?

CREDITS: This presentation template was


created by Slidesgo, including icons by
Flaticon, infographics & images by Freepik

Please keep this slide for attribution

Anda mungkin juga menyukai