0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan2 halaman

Pertumbuhan Pariwisata Berkelanjutan Indonesia

Analisis PESTLE menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB, dengan target 4,6% pada tahun 2025. Industri kosmetik juga mengalami pertumbuhan signifikan, sementara konsumen semakin memilih produk ramah lingkungan. Teknologi digital dan penerapan standar CHSE menjadi faktor penting dalam transformasi dan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi pariwisata.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan2 halaman

Pertumbuhan Pariwisata Berkelanjutan Indonesia

Analisis PESTLE menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB, dengan target 4,6% pada tahun 2025. Industri kosmetik juga mengalami pertumbuhan signifikan, sementara konsumen semakin memilih produk ramah lingkungan. Teknologi digital dan penerapan standar CHSE menjadi faktor penting dalam transformasi dan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi pariwisata.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Analisis PESTLE

POLITIC Pemerintah Indonesia terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai


pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui berbagai program lintas sektor,
pemerintah menargetkan peningkatan kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk
Domestik Bruto (PDB) hingga 4,6% pada tahun 2025. Langkah ini mencerminkan
komitmen pemerintah dalam memperkuat industri pariwisata, termasuk wisata
edukatif yang menjadi fokus Oemah Herborist.

ECONOMIC Industri kosmetik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Menurut


data dari Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPA Kosmetika
Indonesia), jumlah perusahaan kosmetik meningkat dari 913 pada tahun 2022
menjadi 1.010 pada pertengahan 2023, mencerminkan pertumbuhan sebesar 21,9%.
Hal ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan akan produk personal care
dalam negeri dan sekaligus menunjukkan peningkatan persaingan bagi produk dari PT.
Victoria Care Indonesia Tbk. Selain itu, kunjungan wisatawan domestik juga
mengalami pertumbuhan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(Kemenparekraf) menargetkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,4
miliar perjalanan pada tahun 2024 (Kemenparekraf, 2024. Hal ini menunjukkan bahwa
wisatawan domestik masih menjadi kekuatan utama dalam pemulihan sektor
pariwisata nasional.

SOCIAL Konsumen Indonesia semakin menunjukkan preferensi terhadap produk yang ramah
lingkungan dan berkelanjutan. Tren ini tercermin dalam pertumbuhan minat
terhadap atribut keberlanjutan dalam industri kecantikan, seperti penggunaan bahan
alami dan kemasan yang dapat didaur ulang (GoodStats, 2024).

TECHNOLOGICAL Perkembangan teknologi digital menjadi pendorong transformasi industri pariwisata


di Indonesia. Inovasi seperti kecerdasan buatan (AI), realitas virtual (VR), Internet of
Things (IoT) yang digunakan dengan baik dapat meningkatkan pengalaman wisata
pelanggan. Selain itu dengan perkembangan pemasaran digital telah mengubah cara
destinasi wisata dipromosikan dengan lebih efisien melalui social media (Magister
Pariwisata UPI, 2023).

LEGAL Dalam sektor pariwisata Indonesia, penerapan standar CHSE (Cleanliness, Health,
Safety, and Environment) menjadi kewajiban utama bagi seluruh pelaku wisata,
termasuk destinasi berbasis wisata edukasi seperti Oemah Herborist. Menurut
laporan Kemenparekraf 2023, lebih dari 10.000 pelaku industri pariwisata di
Indonesia telah tersertifikasi CHSE dan Studi internal Kemenparekraf menunjukkan
bahwa 83% wisatawan merasa lebih percaya berkunjung ke destinasi yang memiliki
sertifikasi CHSE ([Link])

ENVIROMENTAL Menurut laporan GoodStats Indonesia (2023), 68% konsumen Indonesia


kini lebih memilih produk kecantikan yang berfokus pada keberlanjutan,
seperti produk berbahan alami, kemasan ramah lingkungan, dan proses
produksi yang bertanggung jawab ([Link]). Selain itu, dalam industri
pariwisata global, Global Sustainable Tourism Council (GSTC) mencatat
bahwa destinasi wisata yang menerapkan prinsip keberlanjutan tumbuh
20% lebih cepat dibandingkan destinasi konvensional

Anda mungkin juga menyukai