0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan12 halaman

Sistem Ekskresi pada Unggas

Dokumen ini membahas sistem ekskresi pada unggas, yang melibatkan organ seperti ginjal, paru-paru, hati, dan kulit untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme. Unggas mengeluarkan produk ekskresi seperti asam urat, air, garam mineral, dan karbon dioksida, dengan cara yang berbeda dibandingkan ruminansia. Sistem ekskresi ini penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan homeostasis tubuh unggas.

Diunggah oleh

rezawidyautama567
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan12 halaman

Sistem Ekskresi pada Unggas

Dokumen ini membahas sistem ekskresi pada unggas, yang melibatkan organ seperti ginjal, paru-paru, hati, dan kulit untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme. Unggas mengeluarkan produk ekskresi seperti asam urat, air, garam mineral, dan karbon dioksida, dengan cara yang berbeda dibandingkan ruminansia. Sistem ekskresi ini penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan homeostasis tubuh unggas.

Diunggah oleh

rezawidyautama567
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Peternakan E Fisiologi Ternak FPP

SISTEM EKSKRESI UNGGAS


Sistem ekskresi berperan
dalam proses pengeluaran zat
sisa pada unggas.

Kelompok 3
Peternakan E Fisiologi Ternak FPP

ANGGOTA
1. Naila Azra Verina 23010124130128
2. Abhimanyu M. H. W. 23010124130129
3. Reza Widya Utama 23010124130130
4. Rafi’ Yoga Setya P. 23010124130131
5. Muhammad Lahm R. 23010124130132
6. Roychanata Firdausy A. P. 23010124130133
7. Fathi Fauzan 23010124140252
8. Tsamara Ines Iola 23010124140255
9. Millati Azka S. 23010124140264
10. Kayla Titania P. S. 23010124140266
11. Riofadil Bintang S. 23010124140270
Peternakan E Fisiologi Ternak FPP

Unggas adalah sekelompok hewan yang

UNGGAS
termasuk dalam kelas Aves, yaitu hewan
bertulang belakang (vertebrata) yang
banyak dipelihara sebagai ternak untuk
diambil daging dan telurnya. Unggas
Istilah unggas sering digunakan memiliki ciri khas berupa tubuh yang
untuk menyebut burung-burung ditutupi bulu, memiliki paruh, dan
berkembang biak dengan cara bertelur.
Peternakan E Fisiologi Ternak FPP

Ekskresi adalah proses

EKSKRESI pembuangan zat sisa metabolisme


dan benda tidak berguna lainnya
dari dalam tubuh makhluk hidup.
sistem ekskresi membantu
Melibatkan ginjal, paru-paru, mengatur keseimbangan air dan
hati dan kulit. elektrolit, memastikan tekanan
osmotik tubuh tetap stabil.
Peternakan E Fisiologi Ternak FPP

Fungsi ginjal adalah mengekskresikan produk sisa metabolisme yang tidak


diperlukan lagi oleh tubuh.

GINJAL 01
Filtrasi - glomerulus
Penyaringan darah dari zat sisa
metabolisme, air, dan elektrolit berlebih.

Reabsorpsi - tubulus kontortus proksimal


02
Reabsorpsi zat-zat yang masih berguna
seperti air, garam, dan zat lainnya ke
dalam darah.

03
Augmentasi - tubulus kontortus distal
perubahan warna urin dan siapnya urin
untuk dikeluarkan dari tubuh.
Peternakan E Fisiologi Ternak FPP

PARU-PARU
Paru-paru juga berperan sebagai alat ekskresi
dengan mengeluarkan zat sisa metabolisme berupa
gas karbon dioksida (CO₂) dan uap air.
Karbon dioksida merupakan hasil samping utama
dari proses metabolisme energi di sel dan harus
dikeluarkan dari tubuh karena bersifat toksik jika
terakumulasi.
Paru-paru membantu menjaga keseimbangan asam-
basa tubuh dan homeostasis cairan, bersama dengan
organ ekskresi lain seperti ginjal dan kulit.
Sistem pernapasan unggas sangat efisien karena
aliran udara melalui paru-paru berlangsung satu
arah, dibantu oleh kantong udara, sehingga
oksigenasi darah berlangsung optimal
Peternakan E Fisiologi Ternak FPP

KULIT
Unggas tidak memiliki kelenjar keringat,
sehingga
01 kulitnya tidak berfungsi dalam ekskresi
keringat. Sebagai gantinya, mereka mengatur
suhu tubuh dan membuang panas melalui
02

radiasi,
03
konduksi, dan konveksi. Proses
penguapan air juga terjadi melalui pernapasan
dengan04 cara panting (pernapasan cepat).
Dengan demikian, ekskresi panas pada unggas
lebih banyak dilakukan melalui saluran
pernapasan daripada kulit, menjadikannya
berbeda dari mamalia.
Peternakan E Fisiologi Ternak FPP

Hati merupakan salah satu organ


utama dalam sistem ekskresi.
Hati mengekskresikan berbagai
substansi yang sudah tidak
bermanfaat dari dalam tubuh,
utamanya adalah empedu.
Hati juga mengubah amonia (hasil
metabolisme protein) menjadi asam
urat yang kurang toksik dan lebih
mudah dikeluarkan.

HATI
Peternakan E Fisiologi Ternak FPP

PRODUK SISTEM EKSKRESI UNGGAS


Produk ekskresi unggas mencakup asam urat, air, garam-garam mineral, dan
karbon dioksida, yang masing-masing diekskresikan melalui ginjal, kloaka, kelenjar
garam, dan paru-paru. Kombinasi adaptasi struktural dan fisiologis ini
memungkinkan unggas mempertahankan keseimbangan internal (homeostasis)
dengan efisien meskipun dalam kondisi lingkungan yang ekstrim, seperti
kekeringan, salinitas tinggi, atau aktivitas energi tinggi seperti terbang.
Peternakan E Fisiologi Ternak FPP

PERBEDAAN SISTEM EKSKRESI


UNGGAS DAN RUMINANSIA
Unggas tidak memiliki kelenjar keringat sehingga sangat lazim bagi unggas untuk
menurunkan suhu tubuh mereka melalui panting (terengah-engah). Sedangkan
ruminansia memiliki kelenjar keringat yang dapat membantu meregulasi suhu
tubuh yaitu dengan mendinginkan suhu tubuh melalui proses evaporasi, karena air
yang dikeluarkan bersama dengan keringat dapat membawa panas tubuh untuk
dilepaskan ke lingkungan (air sebagai insulator). Selain itu, ruminansia memiliki
organ ekskresi berupa penis untuk mengeluarkan urine dan anus untuk
mengeluarkan feses. Sedangkan unggas mengeluarkan sisa metabolisme hanya
melalui kloaka saja. Urine dan feses unggas dikeluarkan menjadi satu yang disebut
ekskreta.
Peternakan E Fisiologi Ternak 03 FPP

02

Sistem ekskresi pada unggas berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa


metabolisme seperti asam urat, karbon dioksida, dan air guna menjaga
keseimbangan cairan dan homeostasis tubuh. Ginjal unggas menyaring
darah dan menghasilkan urin yang mengandung asam urat berbentuk
pasta kental untuk menghemat air. Urin dari ginjal dialirkan melalui
ureter menuju kloaka, tempat campuran urin dan feses dikeluarkan.
Paru-paru juga berperan dalam ekskresi dengan mengeluarkan
karbon dioksida dan uap air. Sistem ini sangat penting bagi unggas
untuk membuang limbah metabolik sekaligus mengatur keseimbangan
cairan tubuh agar tetap stabil.

KESIMPULAN
Peternakan E Fisiologi Ternak FPP

TERIMA KASIH

Apakah ada pertanyaan?

Presented By : Kelompok 3

Anda mungkin juga menyukai