0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan28 halaman

Jarak Tempuh dalam Pariwisata

Dokumen ini membahas tinjauan pustaka terkait penelitian pengembangan desa wisata, mencakup analisis penelitian terdahulu yang menunjukkan potensi dan strategi pengembangan pariwisata. Penelitian ini juga menjelaskan potensi wisata yang dibagi menjadi potensi alam, kebudayaan, dan manusia, serta strategi pengembangan pariwisata yang meliputi sarana dan prasarana. Selain itu, teori pariwisata berkelanjutan dan bisnis pariwisata juga dijelaskan sebagai bagian dari pengembangan industri pariwisata.

Diunggah oleh

produka434
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan28 halaman

Jarak Tempuh dalam Pariwisata

Dokumen ini membahas tinjauan pustaka terkait penelitian pengembangan desa wisata, mencakup analisis penelitian terdahulu yang menunjukkan potensi dan strategi pengembangan pariwisata. Penelitian ini juga menjelaskan potensi wisata yang dibagi menjadi potensi alam, kebudayaan, dan manusia, serta strategi pengembangan pariwisata yang meliputi sarana dan prasarana. Selain itu, teori pariwisata berkelanjutan dan bisnis pariwisata juga dijelaskan sebagai bagian dari pengembangan industri pariwisata.

Diunggah oleh

produka434
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Studi PenelitianTerdahulu

Melihat masalah dan judul penelitian yang akan diteliti, maka diperlukan

adanya pemaparan tentang penelitian terdahulu guna mengungkapkan fenomena

yang sama dalam sudut pandang yang berbeda sehingga diharapkan dapat

memperkaya pengetahuan. Secara ringkas, penelitian terdahulu yang mendukung

penelitian yang akan dilakukan dapat dilihat di bawahini:

Table 2.1

Pemetaan Hasil Penelitian Terdahulu

N Judul Hasil Relevansi


Nama/Tahun Metode
o Penelitian Penelitian

Selamat Joko Strategi Kuantitatif Hasil Perbedaan


1. penelitian ini yang terdapat
Utomo dan Pengembangan
Bondan Satriawan Desa Wisata di menujukkan pada
pada tahun 2017 Kecamatan bahwa penelitian ini
Karang ploso kecamatan dengan
Kabupaten karang ploso penelitian
Malang memiliki yang saya
potensi yang angkat adalah
besar baik terletak pada
internal metode dan
maupun objek
eksternal penelitian.
yang bisa di Dan di sisi
kembangkan lain juga
menjdi desa penelitian ini
wisata. lebih
Adapun mengacu
stategi yang kepada
di gunakan strategi di
dalam dalam
penelitian ini pengembanga
adalah n desa wisata
klaster sedangkan
pengembanga penelitian
n desa wisata, yang saya

10
lembaga desa angkat itu
dan lebih
pengembanga mengacu
n desa wisata kepada
dengan tema menganalisis
desa wisata dari pada
berperspektif potensi
go green prospek
yang unik, pengembngan
khas dan destinasi
sehat serta objek wisata
berbasis pada air terjun.
keunggulan
holtikultura

2 Syafi’ muhamad Perencanaan Desa Kualitatif Hasil dari Perbedaan


2015. Wisata Dengan penelitian ini penelitian ini
Pendekatan terdapat tiga dengan
Konsep Comonity jenis kegiatan penelitian
Based Tourism yang di yang saya
(CBT) di Desa lakukan angkat adalah
Bedono secara terletak pada
Kecamatan bersama konsep
Saying Kabupaten yakni, reduksi pengembanga
Demak data, n dan strategi
penyajian di dalam
data, dan menata dan
terdapat mengelola
penarikan dengan
kesimpulan. melakukan
Adapun juga system yang
hasil dari berbeda
penelitian ini daripada
terdapat prospek
sebuah pengembanga
kesimpulan n objek
dan strategi wisata
untuk
pengembanga
n serta
pengelolaan
desawisatabe
dono
3 Putri patria Strategi kuantitatif Hasil dari Perbedaan
Agatha 2017 Pengembangan penelitian ini penelitian ini
Desa Wisata menunjukan dengan
Study Kasus di bahwa penelitian
Desa Wisata kebijakan yang penulis
Limbah Sari terbaik dalam angkat adalah
Kecamatan Bobot pengelolaan dimana
Sari Kabupaten desa wisata penelitian ini
Purbalingga limbasari lebih
adalah mengacu
dengan kepada
system pemantapan

11
pengembanga pengembanga
n wisata n dengan
berbasis berbasis
masyarakat(c comonity
omonity based tourism
based dengan
tourism). system
CBT kebijakan
(comonity yang sudah di
based tentukan.
tourism) ini Sedangkan
menjadi penelitian
perioritas yang saya
utama di angkat hanya
bandingkan menganalisis
dengan prospek
alternative daripada
kebijakan pengembanga
lainnya, n wisata baru.
dengan bobot
peroritas
0,496 dan
indeks
inkonsistensi
keseluruhan
yang dapat di
terima itu
sebesar 0,02

Berdasarkan perbedaan dan persamaan dari penelitian terdahulu dengan

penelitian yang penulis angkat saat ini tentu sudah tertuang pada table di atas.

Adapun penjelasan yang lebih signifikan penjelasannya terkait penelitian

terdahulu yakni sebagai berikut:

Penelitian yang Berjudul, Strategi Pengembangan Desa Wisata Di

Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang (2017) ditulis oleh: Selamet Joko

Utomo, Bondan Satriawan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian

ini adalah teknik analisis data kualitatif. Peneliti menggunakan teknik analisis

SWOT. Hasil analisis menunjukkan Kecamatan Karangploso memiliki potensi

internal dan eksternal pariwisata yang dapat dikembangkan menjadi desa

12
wisata. Strategi yang digunakan berupa klaster pengembangan desa wisata,

lembaga desa wisata dan pengembangan desa wisata dengan tema Desa wisata

berperspektif go green yang unik, khas dan sehat yang berbasis pada keunggulan

hortikultura.

Penelitian yang berjudul, Perencanaan Desa Wisata Dengan Pendekatan

Konsep Community Based Tourism (CBT) Di Desa Bedono, Kecamatan Sayung,

Kabupaten Demak, tahun (2015) ditulis oleh: Syafi’i Muhammad Pada penelitian

ini digunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan dibagi dalam tiga kegiatan

yang dilakukan secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data dan

penarikan kesimpulan.

Hasil dari penelitian kemudian dijadikan sebagai masukan untuk

pengembangan dan pengelolaan kawasan wisata di Desa Bedono yaitu sebuah

strategi pengembangan dan pengelolaan desa wisata Bedono yang berasal dari

potensi masalah yang ada di desa Bedono dan didukung oleh kebijakan serta

organisasi yang ada.

Penelitian yang Berjudul, Strategi Pengembangan Desa Wisata (Studi

Kasus: Desa Wisata Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga),

(2017) ditulis oleh: Putri Patria Agatha. Penelitian ini menggunakan metode

Analisis Hirarki Proses (AHP) untuk menganalisis alternatif-alternatif kebijakan

yang diusulkan oleh keyperson melalui wawancara sebelumnya.

Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa kebijakan terbaik dalam

pengelolaan Desa Wisata Limbasari adalah mengembangkan Desa Wisata

Limbasari dengan melakukan pengembangan wisata berbasis masyarakat

13
(community based tourism). Community based tourism menjadi prioritas utama

dibandingkan alternatif kebijakan lainnya, dengan bobot prioritas 0,496 danindeks

inkonsistensi keseluruhan yang dapat diterima yaitu sebesar 0,02.

Berdasarkan paparan hasil penelitian sebelumnya oleh para peneliti di atas,

penelitian ini sangat erat kaitannya dengan penelitian yang akan dilakukakn oleh

peneliti dan menjadi acuan peneliti dalam menyusun proposal skripsi ini dengan

judul, Analisa Pengembangan Objek Wisat Air Terjun Kali Anjah di Desa Sambik

Elen Kabupaten Lombok Utara. Peneliti akan mencoba memecahkan masalah

untuk mengetahui strategi pengembangan Objek Wisata Air Terjun Kali Anjah di

Lombok Utara. Alasannya karena belum ada peneliti lain yang pernah meneliti

judul ini di Desa Sambik Elen. Disini tentunya peneliti akan membedah

permasalahan tersebut dengan analisi sdeskriptif dan analisis SWOT.

2.2 Potensi Pengembangan Pariwisata

Berdasarkan Kamus Bahasa Indonesia pengertian Potensi adalah

kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan atau

sesuatuyang dapat menjadi aktual” (Yose Rizal SM, 1994: 308). Potensi

pariwisata juga bisa berarti obyek atau atraksi wisata yangmemungkinkan untuk

dipublikasikan, dipasarkan, dikelola serta dikembangkanmenjadi sebuah tempat

peristirahatan atau bersenang-senang dalam sementara waktu(recreation) dan

dapat diambil manfaat dari obyek tersebut.

Pengertian potensi wisata menurut Mariotti dalam Yoeti (1983: 160-162)

adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tujuan wisata, dan merupakan daya

tarik agar orang-orang mau datang berkunjung ke tempat tersebut.

14
Sedangkan menurut Sukardi (1998:67), mengungkapkan bahwa pengertian

potensi wisata adalah segala yang dimiliki oleh suatu daya tarik wisata dan

berguna untuk mengembangkan industri pariwisata di daerah tersebut. Jadi yang

dimaksud dengan potensi wisata adalah sesuatu yang dapat dikembangkan

menjadi daya tarik sebuah obyek wisata.

Dalam penelitian ini potensi wisata dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

potensi alam, potensi kebudayaan dan potensi manusia.

a) Potensi Alam; yang dimaksud dengan potensi alam adalah keadaan dan jenis

flora dan fauna suatu daerah serta bentang alam seperti pantai, hutan, dan lain-

lain. Kelebihan dan keunikan yang dimiliki oleh alam jika dikembangkan

dengan memperhatikan keadaan lingkungan sekitarnya niscaya akan menarik

wisaxtawan untuk berkunjung ke obyek tersebut.

b) Potensi Kebudayaan: yang dimaksud dengan potensi budaya ini adalah semua

hasil cipta rasa dan karsa manusia baik berupa adat istiadat, kerajinan tangan,

kesenian, peninggalan bersejarah nenek moyang berupa bangunan, monument,

dan lain-lain.

c) Potensi Manusia: dimana manusia juga memiliki potensi yang dapat digunakan

sebagai daya tarik wisata, lewat pementasan tarian/ pertunjukan dan

pementasan seni budaya suatu daerah.

2.3 Strategi Pengembangan Parawisata

1. Pengembangan Sarana dan Prasarana Pariwisata

Menurut Yoeti (1996, h. 170), wisatawan adalah orang yang melakukan

perjalanan sementara waktu ke tempat atau daerah yang sama sekali masih asing

15
baginya. Oleh karena itu sebelum seorang wisatawa melakukan perjalanan

wisatanya, terlebih dahulu kita menyediakan prasarana dan sarana pariwisata

seperti berikut:

a) Fasilitas transportasi

b) Fasilitas akomodasi

c) Fasilitas Catering Service

d) Obyek dan atraksi wisata

e) Aktivitas rekreasi

f) Fasilitas pembelanjaan

g) Tempat atau toko dan lain-lain

Semua ini merupakan prasarana dan sarana kepariwisataan yang harus

sediakan sebelum kita mempromosikan suatu daerah tujuan wisata. Sedangkan

mengenai prasarana (infrastruktur) adalah semua fasilitas yang dapat

memungkinkan proses perekonomian berjalan dengan lancar sedemikan rupa.

Dalam melaksanakan fungsi dan peranannya dalam pengembangan pariwisata di

daerah, pemerintah daerah harus melakukan berbagai upaya dalam pengembangan

sarana dan prasarana pariwisata. Sarana pariwisata terbagi menjadi tiga bagian

penting, yaitu:

a. Sarana Pokok Pariwisata (Main Tourism Superstructures) adalah: Hotel,

Villa, Restoran.

b. Sarana Pelengkap Pariwisata (Suplementing Tourism Superstructures)

adalah wisata budaya dan wisata alam.

16
c. Sarana Penunjang Pariwisata (Supporting Tourism Superstructures) seperti

pasar seni, kuliner, oleh-oleh dan cindera mata kerajinan khas daerah.

2. Pengembangan Pariwisata

Pemanfaatan potensi sumber daya alam sering tidak dilakukan secara

optimal dan cenderung eksploitatif. Kecenderungan ini perlu segera dibenahi

salah satunya melalui pengembangan industri pariwisata dengan menata

kembali berbagai potensi dan kekayaan alam dan budaya berbasis pada

pengembangan kawasan secara terpadu. Potensi wisata alam dan budaya

berbasis pada pengembangan kawasan secara terpadu.

Potensi wisata alam dan budaya pada satu kawasan dikembangkan

dalam upaya mensinergikan berbagai kepentingan sebagaimana makna dari

suatu kawasan merupakan keterpaduan penegelolaan yang memiliki nilai

promosi yaitu one stop service, intinya pada suatu tempat dapat diberikan

pelayanan dari berbagai jasa usaha pariwisata dan dapat menikmati berbagai

sajian terpadu untuk tercapainya optimalisasi aset kepariwisataan dan

kebudayaan sebagai langkah pemberdayaan masyarakat

Menurut Joyosuharto (1995), pengembangan pariwisata memiliki tiga

fungsi yaitu:

a. menggalakkan ekonomi

b. memelihara kepribadian bangsa dan kelestarian fungsi dan mutu

lingkungan hidup

c. memupuk rasa cinta tanah air dan bangsa

17
2.4 Teori Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism)

Suwena (2010) mengkategorikan suatu kegiatan wisata dianggap

berkelanjutan apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

1. Secara ekologi berkelanjutan, yaitu pembangunan pariwisata tidak

menimbulkan efek negative terhadape kosisten setempat. Selain itu,

konservasi merupakan kebutuhan yang harus diupayakan untuk melindungi

sumber daya alam dan lingkungan dari efek negative kegiatan wisata.

2. Secara social dapat diterima, yaitu mengacu pada kemampuan penduduk local

untuk menyerap usaha pariwisata (industri dan wisatawan) tanpa menimbulkan

konflik sosial.

3. Secara kebudayaan dapat diterima, yaitu masyarakat local mampu beradaptasi

dengan budaya wisatawan yang cukup berbeda (kultur wisatawan).

4. Secara ekonomi menguntungkan, yaitu keuntungan yang didapatkan dari

kegiatan pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Contoh Pariwisata Berkelanjutan:

a) CBT (Community Based Tourism)

Konsep pengembangan suatu destinasi wisata melalui pemberdayaan

masyarakat lokal, dimana masyarakat turut andil dalam perencanaan, pengelolaan,

dan pemberian suara berupa keputusan dalam pembangunannya.

b) Rural Tourism (Desa Wisata)

Suatu wilayah pedesaan yang menawarkan keaslian baik dari segi sosial

budaya, adat istiadat, keseharian, arsitektur tradisional, struktur tata ruang desa

18
yang disajikan dalam suatu bentuk integrasi komponen pariwisata antara lain

seperti atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung.

c). Ecotourism (Ekowisata)

Suatu bentuk wisata yang bertanggungjawab terhadap kelestarian alam

(natural area), memberi manfaat secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan

budaya bagi masyarakat setempat. Dapat dikatakan bahwa ekowisata harus dapat

menjamin kelestarian lingkungan. Maksud dari kelestarian ini seperti halnya

konservasi.

d). Agrotourism (Agrowisata)

Kegiatan yang berupaya mengembangkan sumber daya alam suatu daerah

yang memiliki potensi di bidang pertanian, peternakan, perkebunan untuk

dijadikan sebagai daya tarik bagi wisatawan. Potensi yang terkandung tersebut

harus dilihat dari segi lingkungan alam, letak geografis, jenis produk atau

komoditas pertanian yang dihasilkan, sertasarana dan prasarananya.

e). Cultural Tourism (Wisata Budaya)

Wisata yang di dalamnya terdapat aspek/nilai budaya mengenai adat

istiadat masyarakat, tradisi keagamaan, dan warisan budaya di suatu daerah.

2.5 Teori Bisnis Pariwisata

Bahwa sekarang bisnis di bidang pariwisata cukup ramai, hal ini

disebabkan dengan berkembangnya media informasi yang sangat mendukung.

Apalagi dengan bantuan media sosial yang membantu mempromosikan pariwisata

di daerah-daerah. Sehingga dengan adanya kemudahan infomasi ini, masyarakat

dengan mudah dapat mengakses informasi tentang pariwisata disuatu daerah.

19
Dengan kemudahan tersebut, tentunya memberikan peluang yang terbuka kepada

masyarakat untuk ikut serta dalam menjalankan bisnis pariwisata

Dalam membuka bisnis pariwisata ini awal yang perlu diperhatikan adalah

mengenai bauran pemasaran, karena akan menyangkut beberapa hal yang sangat

mendasar, yaitu:

1) Produk ; Produk di sini merupakan jasa yang diberikan kepada konsumen

untuk menikmati pariwisata Indonesia. Ada beberapa penawaran yang bisa

diberikan kepada konsumen, yaitu:

 Objek wisata, dimana objek wisata ini merupakan produk utama

yang ditawarkan kepada konsumen. Di sini pemilik usaha

diharapkan memiliki data objek-objek wisata yang ada dan semua

fasilitas penunjang untuk mencapai objek wisata tersebut.

 Transportasi, baik itu transportasi udara, laut maupun darat. Semua

bisa dilayani. Tentunya untuk produk ini, pemilik usaha dapat

bekerja sama dengan beberapa perusahaan penyedia transportasi.

Misalnya dengan tour travel penyedia untuk tiket pesawat, dengan

rental mobil sebagai penyedia kendaraan dan pemilik kapal/perahu

jika membutuhkan transportasi sungai atau laut.

 Pemandu wisata, di sini pemilik usaha bisa bekerjasama dengan

masyarakat sekitar objek wisata untuk menjadi pemandu wisata

kepada para wisatawan. Apalagi masyarakat sekitar inilah yang

paham betul dengan kondisi yang ada di objek wisata tersebut. -

Akomodasi/penginapan, bahwa pemilik usaha dapat langsung

20
bekerjasama dengan pemilik penginapan yang berada di sekitar

objek wisata, seperti hotel, atau wisma. Atau bisa juga

memberdayakan masyarakat setempat dengan bekerjasama

menggunakan rumah-rumah yang mereka tempati sebagai

penginapan sementara para tamu.

 Kuliner, di sini pemilik usaha dapat memberikan makanan yang

menjadi ciri khas dari tempat wisata tersebut. Dan hal ini bisa

bekerjasama dengan restoran dan warung-warung yang berada

disekitar objek wisata tersebut. Selain itu pemilik usaha dapat

bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk menyediakan

makanan yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Pembelian jasa

atau produk ini bukan saja hanya sekedar produk yang ditawarkan,

tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan dari

pelanggan.

2 Price ; Harga yang ditawarkan kepada calon konsumen dengan fasilitas

yang akan mereka terima. Tentunya harga ini harus sepadan atau sesuai

dengan nilai yang diterima oleh konsumen.

3 Place ; Ada dua jenis lokasi utama dalam bisnis ini, yaitu:

 website sebagai penyedia informasi kepada konsumen. Baik itu

informasi mengenai lokasi wisata, paket wisata yang disediakan, cara

mencapai objek wisata dan semua fasilitas penunjang yang diberikan.

 Lokasi dimana objek wisata tersebut berada.

21
4 Promotion ; Media promosi dapat digunakan pada bisnis antara lain

periklanan, promosi penjualan, pengenalan pada masyarakat, dan

pemasaran secara langsung yang akan diterima oleh pelanggan. Promosi

ini dapat dilakukan secara online atau offline. Secara online, promosi yang

dilakukan dengan menggunakan website, media sosial, e-mail, banner web

Partnership online dengan metode penjualan menggunakan penjualan.

2.6 Pengertian Objek Wisata

Ridwan (2012:5) mengemukakan pengertian objek wisata adalah segala

sesuatu yang memilik keunikan, keindahan dan nilai yang berupa

keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi

sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. Objekwisata adalah sega sesuatu yang

ada di daerah tujuan wisata yang merupakan daya tarik agar orang-orang ingin

dating berkunjung ketempat tersebut.

Objek dan daya tarik wisata menurut Undang-undang No 10 tentang

kepari wisataan yaitu daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki

keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam,

budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan

wisatawan dan daerah tujuan pariwisata yang selanjutnya disebut destinasi

pariwisata.

22
2.7 Jenis – Jenis Objek Wisata

a) Wisata Alam

Wisata Alam atau Ekowisata adalah suatu perjalanan yang memanfaatkan

potensi sumber daya alam dan lingkungan sebagai objek tujuan wisata. Dimana

objek wisata bias menyuguhkan panorama keindahan alami dan keajaiban alam,

yang bisamemberikankesejukan, membuatkitamerasanyaman dan menghilangkan

stress dan lain [Link] wisata alam yang ada di Indonesia adalah

Pantai, Gunung, Hutan, Danau, Kawah, air terjun dan lain-lain.

Adapun beberapa jenis Wisata alam atau Ekowisaa yang terdapat yakni

sebagai berikut;

1) Wisata Maritimatau Wisata Bahari

Wisata Maritim atau bahari ini adalah kegiatan wisata yang selalu dikaitka

ndengan air seperti : olahraga air, danau, pantai, teluk dan laut seperti memancing,

berlayar, diving atau menyelam sambil memotret, kompetisi berselancar, balapan

dayung, melihat-lihat taman laut dengan pemandangan yang indah di bawah

permukaan air laut dan berbagai rekreasi perairan yang dilakukan di daerah-

daerah maritim. Di Indonesia banyak tempat dan daerah yang memiliki potensi

wisata maritim, seperti Pulau Hoga di Wakatobi, pulau seribu di Teluk Jakarta,

Danau Toba, Pantai Pulau Bali, dan taman Laut di Kepulauan Maluku dan daerah

lainya.

2) Wisata Cagar Alam (Taman Konservasi)

Wisata cagar alama tautaman konservasi adalah wisata hayati untuk

melihat pohon atau tanaman, dan hewan-hewan dalam habitat tertentu. Biasanya

23
wisata cagar alam atau taman konservasi terdapat tour guide dari pemerintah

setempat untuk memandu setiap wisatawan yang berkunjung. Cotohnya cagar

alam, hutan lindung, hutan daerah pegunungan yang kelestariannya di lindungi

oleh Undang-Undang.(AmrinLamena)

b) Wisata Religi dan Sejarah (Religion Toursm)

Wisata Religi adalah suatu perjalanan yang bertujuan untuk meningkatkan

kecintaan kepada agama dan melakukan aktivitas ritual seperti berzikir, berdo'a

dan lain-lain dan semata-mata bukan hanya untuk bersenang-senang. Indonesia

memiliki keanekaragaman agama. Semua agama hampir ada di Indonesia, Jenis

wisata ini seringkali dikaitkan dengan agama, sejarah, adat istiadat, dan

kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat. Wisata ziarah misalnya,

banyak dilakukan oleh peroranga natau kelompok ketempat-tempat suci,

kemakam orang besar atau pemimpin yang diagungkan, kebukit atau gunung yang

dianggap keramat, tempat pemakaman tokoh atau pemimpin yang dianggap ajaib

dan penuh legenda.(Sumber :Hipwee)

c) Wisata Kuliner

Untuk jenis wisata yang satu ini semua orang pasti membutuhkannya,

wisata kuliner adalah salah satu wisata yang paling dicari oleh para wisatawann .

Apalagi Indonesia menyuguhkan variasi masakan yang sangat banyak dan

tentunya enak-enak, sering kali orang-orang ketika berkunjung ke suatu daerah

yang paling banyak ditanyakan dan dicari adalah masakan khas daerah itu. Jadi

kaitanya wisata kuliner ini adalah sajian masakan khas daerah yang menjadi

objek wisata. (Wisata Kuliner Buton. Foto :Amrin Lamena)

24
d) WisataBelanja

Sering kali saat setelah liburan tidak membawa buah tangan oleh-oleh

tentunya belum terasa lengkap bagi wisatawan. Di Indonesia sendiri untuk wisata

belanja hampir ada di semua provinsi dan daerah. Kegemaran masyarakat

Indonesia yang hobi belanja membuat wisata belanj amenjadi salah satu tujuan

populer di kalangan wisatawan. Tempat-tempat wisata belanja ini bias berupa

kios, galeri dan Mall yang menyediakan oleh-oleh khas di daerah yang menjadi

tujuan wisatawan. (Sumber :[Link])

e) Educational Tourism (Wisata Pendidikan)

Wisata edukasi biasanya juga disebut dengan study tour atau KKL. Wisata

ini biasanya untuk siswa atau mahasiswa atau masyarakat kalangan

[Link] edukasi adalah wisata yang bertujuan untuk mendapatkan

pengetahuan atau keahlian tertentu, seperti bertani, industry atau perusahan,

sekolah-sekolah, atau kelembagaan-kelembagaan tertentu. Dimana wisata ini

adalah salah satu wisata pertanian (Agrowisata).

Sebagai halnya wisata industri, wisata pertanian adalah pengorganisasian

perjalanan yang dilakukan ke proyek-proyek pertanian, perkebunan, lading

pembibitan, dan sebagainya dimana wisatawan bias melakukan mengadakan

kunjungan dan peninjauan dengan tujuan studi maupun melihat-lihat keliling

sambil menikmati segarnya tanaman beraneka warna dan suburnya pembibitan

berbagai jenis sayur-mayur dan palawija di sekitar perkebunan yang dikunjungi.

(Wisata [Link] : [Link])

25
f) WisataBudaya (Culture Tourism)

Wisata Budaya adalah perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan

untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan

kunjungan atau peninjauan ketempat lain atau keluar negeri, untuk mempelajari

keadaan rakyat, kebiasaan ada istiadat mereka, cara hidup mereka, budaya dan

seni. Indonesia memilikii keanekaragaman budaya yang bias menjadi dayatarik

wisata tersendiri. Selain wistawan dalam negeri, wisatawan manca negara pun

sangat sangat tertarik untuk melihat wisata budaya yang ada di Indonesia.

([Link] Awat)

g) Wisata Berburu

Wisata berburu ini banyak dilakukan negara-negara yang memiliki daerah

atau hutan tempat berburu yang dibenarkan dan gelakan oleh biro perjalanan.

Wisata berburu ini diatur dalam bentuk safari buruke daerah atau hutan yang telah

ditetapkan oleh pemerintah negara yang bersangkutan, seperti berbagai negara di

Afrika menyediakan tempat untuk berburu gazah, singa, ziraf, dan hewan

lainnya. Di Indonesia, membuka wisata buru seperti di daerah Baluran Jawah

Timur, dimana wisatawan boleh menembak banteng atau babi hutan.(Sumber :

[Link])

h) Wisata Politik atau Konvensi

Wisata politik ini sering juga disebut wisata konvensi. Berbagai negara

dewasa ini membangun wisata konvensi ini dengan menyediakan berbagai

fasilitas gedung dengan ruangan-ruangan tempat bersidang bagi para peserta

suatu konferensi, musyawarah, konvensi atau pertemuan lainnya baik yang

26
berskala nasional maupun internasional. Indonesia memiliki Balai Sidang

Senayan di Jakarta untuk tempat penyelenggaraan sidang-sidang pertemun besar

dengan perlengkapan modern. (Sumber : Tirto,ID)

2.8 Kriteria Objek Wisata

Adapun pada pendekatan ini diperlukan beberapa kriteria tentang objek

wisata yakni sebagai berikut :

a. Atraksi Wisata; yaitu semua yang mencakup alam, budaya dan hasil ciptaan

manusia. Atraksi yang dipilih adalah yang paling menarik dan atraktif di desa.

b. Jarak Tempuh; adalah jarak tempuh dari kawasan wisata terutama tempat

tinggal wisatawan dan juga jaraktempuh dari Ibu Kota Provinsi dan jarak dari

Ibu Kota Kabupaten.

c. Besaran Desa; menyangkut masalah-masalah jumlah rumah, jumlah penduduk,

karakteristik dan luas wilayah desa. Kriteria ini berkaitan dengan daya dukung

kepariwisataan pada suatu desa.

d. Sistem Kepercayaan dan kemasyarakatan; merupakan aspek penting mengingat

adanya aturan-aturan yang khusus pada komunitas sebuah desa. Perlu

dipertimbangkan adalah agama yang menjadi mayoritas dan sistem

kemasyarakatan yang ada.

e. Ketersediaan Infrastruktur; meliputi fasilitas dan pelayanan transportasi,

fasilitas listrik, air bersih, drainase, telepon dan sebagainya. Masing-masing

kriteria digunakan untuk melihat karakteristik utama suatu desa untuk

kemudian menetukan apakah suatu desa akan menjadi desa dengan tipe

berhenti sejenak, tipe one day trip atau tipe tinggal inap.

27
2.9 Komponen Produk Destinasi

Daya Tarik Wisata Menurut Cooper dkk (1995: 81) mengemukakan

bahwa terdapat 4 (empat) komponen yang harus dimiliki oleh sebuah objek

wisata, yaitu: Attraction, Amenity, Accessibility, Dan Ancilliary.

1) Attraction (Atraksi)

Merupakan komponen yang signifikan dalam menarik wisatawan. Suatu

daerah dapat menjadi tujuan wisata jika kondisinya mendukung untuk

dikembangkan menjadi sebuah atraksi wisata. Apa yang dikembangkan 5 menjadi

atraksi wisata itulah yang disebut modal atau sumber kepariwisataan. Untuk

menemukan potensi kepariwisataan di suatu daerah orang harus berpedoman

kepadaapa yang dicari oleh wisatawan.

Modal atraksi yang menarik kedatangan wisatawan itu ada tiga, yaitu 1)

Natural Resources (alami), 2) Atrak siwisata budaya, dan 3) Atraksi buatan

manusia itu sendiri. Modal kepariwisataan itu dapat dikembangkan menjadi

atraksi wisata di tempat dimana modal tersebut ditemukan. Ada modal

kepariwisataan yang dapat di kembangkan sehingga dapat menahan wisatawan

selama berhari-hari dan dapat berkali-kali di nikmati, atau bahkan pada

kesempatan lain wisatawan bisa berkunjung ke tempat yang sama. Keberadaan

atraksi menjadi alasan serta motivasi wisatawan untuk mengunjungi suatu daya

tarik wisata (DTW).

2) Amenity (Fasilitas)

Amenity atau amenitas adalah segala macam sarana dan prasarana yang di

perlukan oleh wisatawan selama berada di daerah tujuan wisata. Sarana dan

28
prasarana yang dimaksud seperti: penginapan, rumah makan, transportasi dan

agen perjalanan. Dengan menggunakan prasarana yang cocok di bangunlah

sarana-sarana pariwisata seperti hotel, atraksi wisata, marina, gedung pertunjukan,

dan sebagainya. Adapun prasarana yang banyak di perlukan untuk pembangunan

sarana-sarana pariwisata ialah jalan raya, persediaan air, tenaga listrik, tempat

pembuangan sampah, bandara, pelabuhan, telepon, dan lain-lain.

Mengingat hubungan antar sarana dan prasarana, sudah jelas bahwa

pembangunan prasarana pada umumnya harus mendahului sarana. Ada saatnya

prasarana dibangun bersama-sama dalam rangka pembangunan sarana wisata.

Suatu tempat atau daerah dapat berkembang sebagai daerah tujuan wisata apabila

aksesibilitasnya baik. Ada hubungan timbal balik antara sarana dan prasarana.

Prasarana merupakan syarat untuk sarana, dan sebaliknya sarana dapat

menyebabkan perbaikan prasarana.

3) Accessibility (Aksesibilitas)

Accessibility merupakan hal yang paling penting di dalam kegiatan

pariwisata. Segala macam transportasi ataupun jasa transportasi menjadi akses

penting dalam pariwisata. Kara di sisi lain akses ini di identikkan dengan

transferabilitas, kemudian dengan ketersediaan aksesibilitas yang baik seperti

bandara, pelabuhan dan jalanraya, maka tidak akan ada wisatawan yang

mempengaruhi perkembangan aksesibilitas di daerah tersebut. Jika suatu daerah

memiliki potensi pariwisata, maka harus di sediakan aksesibilitas yang memadai

sehingga daerah tersebut dapat dikunjungi para wisatawan.

29
4) Ancilliary(PelayananTambahan)

Pelayanan tambahan harus disedikan oleh Pemda dari suatu daerah tujuan

wisata baik untuk wisatawan maupun untuk pelaku pariwisata. Pelayanan yang di

sediakan termasuk pemasaran, pembangunan fisik (jalanraya, relkereta, air

minum, listrik, telepon, dan lain-lain) serta mengkoordinir segala macam aktivitas

dan dengan segala peraturan perundang-undangan baik di jalan raya maupun di

objekwisata. Ancilliary juga merupakan hal–hal yang mendukung sebuah

kepariwisataan, seperti lembaga pengelolaan, touristm information, travel agent

dan stakeholder yang berperan dalam kepariwisataan.

2.5 Konsep Potensi dan Daya Tarik Wisata

2.5.1 Potensi Pariwisata

Potensi pariwisata merupakan sesuatu yang dimiliki oleh suatu wisata

yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan dan dimiliki oleh setiap tempat

wisata. Potensi wisata adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tujuan wisata

dan merupakan daya tarik agar orang-orang mau datang berkunjung ketempat

tersebut (Mariotti dalamYoeti, 1996: 172). Sujali (dalam Andani, 2008)

menyebutkan potensi wisata sebagai kemampuan dalam suatu wilayah yang

mungkin dapat dimanfaatkan untuk pembangunan, mencakup alam dan manusia

serta hasil karya manusia itu sendiri.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa potensi wisata adalah

sesuatu yang dimiliki oleh tempat wisata yang merupakan daya tarik bagi para

wisatawan untuk berwisata dan digunakan untuk mengembangkan industry wisata

di daerah tersebut. Potensi pariwisata nasional yang dimanfaatkan menjadi objek

30
dan daya tarik wisata dapat berupa keadaan alam, flora, fauna, kebudayaan

nasional, dan kebudayaan daerah baik yang berwujud ide, kehidupan sosial,

maupun berupa benda hasil karya manusia yang perlu dijaga kelestariannya dalam

rangka memperkukuh jati diri bangsa dalam rangka perwujudan wawasan

nusantara, (Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 1996).

Macam-macam potensi wisata, potensi wisata dibagi menjadi tiga macam,

yaitu sebagai berikut:

1. Potensi wisata alam yang dimaksud dengan potensi wisata alam adalah

keadaan, jenis flora dan fauna suatu daerah, bentang alam seperti pantai, hutan,

pegunungan dan lain-lain (keadaan fisik suatu daerah).

2. Potensi wisata kebudayaan yang dimaksud potensi wisata kebudayaan adalah

semua hasil cipta, rasa dan karya manusia baik berupa adat istiadat, kerajinan

tangan, kesenian, peninggalan sejarah berupa bangunan (contoh monumen).

3. Potensi wisata buatan manusia potensi wisata manusia juga sebagai daya tarik

wisata berupa, pementasan tarian, atau pertunjukan seni budaya suatu daerah.

2.5.2 Daya Tarik Pariwisata

Pariwisata yang berpotensi adalah pariwisata yang mempunyai daya tarik

yang dapat menarik minat masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata tersebut.

Daya tarik tersebut dapat berupa keadaan alam sekitar tempat wisata maupun

sarana prasarana yang ada yang dapat memberikan kenyamanan pada para

pengunjung sehingga merasa betah berlama-lama di tempat wisata tersebut.

Berdasarkan undang-undang No. 10 tahun 2009 pengertian daya tarik wisata

31
adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa

keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi

sasaran atau tujuan kunjungan wistawan.

Secara garis besar daya tarik wisata diklasifikasikan kedalam tiga

klasifikasi (Marpaung dalamMulyo, 2005):

1. Daya tarik wisata alam bersumber dari kondisi alam yang ada termasuk juga

kedekatan dengan alam sekitar atau lingkungan seperti wisata pantai, wisata

bahari, wisata alam pegunungan, wisata daerah liar dan terpencil, wisatata man

dan daerah konservasi.

2. Daya tarik budaya memiliki obyek yang bersumber dari kondisi social budaya

masyarakat ataupun peninggalan seperti kondisi adat istiadat masyarakat,

kondisi social masyarakat, dan acara tradisional.

3. Daya tarik buatan manusia (termasuk arti fisial/khusus) merupakan daya tarik

yang mengembangkan sesuatu yang bersumber dari buatan manusia, atau

termasuk sebagai daya tarik khusus seperti: Taman hiburan rakyat, festival-

festival musik, festival tahunan atau lokasi ajang perlombaan (perahu, motor

cros, dll)

Suatu pariwisata mempunyai faktor-faktor yang dapat membentuk daya

tarik yang dapat membuat para pengunjung tertarik untuk mengunjungi suatu

tempat wisata. Faktor-faktor yang dapat membentuk daya tarik dalam suatu

tempat wisata antara lain (Pierce dalam Mulyo, 2005):

1. Atraksi wisata, yaitu daya tarik wisata utama suatu obyek wisata yang

mempengaruhi minat pengunjung untuk menikmatinya.

32
2. Transportasi, yaitu sarana pencapaian ketempat daerah tujuan wisata, hal ini

berkaitan dengan kemudahan pencapaian dan tingkat aksesibilitas.

3. Akomodasi, yaitu pendukung kegiata npariwisata yang bertujuan memenuhi

kebutuhan wisatawan untuk mendapatkan kenyamanan dan kepuasan.

4. Fasilitas penunjang, meliputi fasilitas umum seperti telepon umum,

mushola/masjid, toilet, dan fasilitas lainnya.

5. Prasarana, seperti penerangan, air bersih, dan lain-lain. Adapun Faktor

pembentuk daya tari kwisata lain yang berfungsi untuk pengembangan suatu

daerah tujuan wisata atau kawasan wisata, yang mendorong wisatawa untuk

melakukan kunjungan wisata adalah (Yoeti dalam Mulyo, 2005):

1. Kenyamanan yang bersifat alami seperti iklim, bentuk tanah, pemandangan,

hutan belukar flora, fauna, serta pusat kesehatan.

2. Hasil ciptaan manusia. Faktor ini terbagi dalam dua bagian yaitu:

a). Benda yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan seperti monument

sejarah, rumahadat, museum, art gallery, dan

b). Kegiatan yang bersifat kebudayaan seperti acara tradisional pameran

festival, upacara perkawinan, dan kesenianr akyat.

3. Tata cara hidup masyarakat secara tradisional yang dapat ditawarkan kepada

wisatawan (kondisi social budaya masyarakat) yang menjadi dayatarik

tersendiri dalam suatu pariwisata.

33
2.6 Kerangka pemikiran

Menurut Toto Nasehuddin (2008) kerangka berfikir dalam sebuah

proposal atau karya tulis ilmiah merupakan sebuah gambaran pemikiran peneliti

atas masalah yang akan atau yang sudah di teliti.

Seperti yang di ketahui bersama bahwa salah satu bentuk daripada faktor

yang mempengaruhi dalam pengembangan Objek Wisata Air Terjun Kali Anjah

ini adalah belum terpenuhinya sebuah pasilitas dan prasarana yang menjadi

pendukung akan kemajuan daripada pengembangan kawasan objek tersebut. Jadi

berhubung kecamatan bayan ini memiliki potensi Sumber Daya Alam yang bagus

dan menarik lebih-lebih kawasan ini berada di bawah kaki gunung rinjani maka

tentunya banyak para wisatawan yang mengira bahwa objek wisata yang ada di

kecamatan pasawahan ini merupakan terdapat kawasan objek pariwisata.

Maka oleh karena itu tetap saja berdampak kepada perekonomian

masyarakat di sekitar. Karena kenpa kalau di lihat dari dampak-dampak positif

yang di timbulkan dengan adanya aktivitas industri pariwisata terutama di dalam

bidang ekonomi, dengan salah satu dapat membuka lapangan kerja bagi penduduk

lokalnya tentunya dengan hal demikian bisa membantu pada peningkatan

pendapatan ekonomi dan mampu mengurangi angka kemiskinan di daerah

setempat. Dan selain itu pula bisa mendorong masyarkat lokal untuk berwirausaha

seperti berdagang di areal setempat dan bisa saja masyarakat setempat memiliki

sebuah keterampilan yang kreatif inovatif dan berkemajuan.

34
Kemudian dengan melihat potensi yang ada maka tentu strategi yang akan

digunakan dalam upaya menjawab yang tertuang di rumusan masalah itu dalah

dengan melakukan pemasaran. Pemasaran merupakan sebuah cara di dalam

mempromosikan sutau barang atau jasa kepada para pelanggan. Adapun strategi

yang dilakukan dalam melakukan pemasaran itu yakni sebagai berikut:

Menurut kurtz (2008) mengatakan bahawa strategi di pemasaran itu

merupakan keseluruhan dari program-program perusahaan dalam menentukan

target pasarnya. Dengan pemaparan daripada strategi tersebut bahwa cara di

dalam menjawab permasalahan yang terjadi di kawasan air terjun kali anjah salah

satunya adalah:

a Melakukan analisi terhadap situasi yang terdapat di kawsan tersebut

b Melakukan definisi atau analisis terhadap tipe para pelangaan.

c Melakukan sebuah rancangan di dalam membuat target pelanggan

d Melakukan afiliasi terhadap pemerintah setempat untuk bisa mendapatkan

sentuhan dari kalangan pemerintah

e Melakukan sebuah perancangan terkait anggaran yang di butuhkan dalam

sistem pengembangan

f Melakukan sebuah perancangan bagaimana mengantisipasi daripada

kejadian yang tidak di inginkan.

Jadi bila strategi itu bisa di lakukan untuk menjawab apa yang sudah

menjadi permasalahan yang ada tentunya tingkat daripada kesejahteraan

masyarakat menjdi terangkat dan terjamin serta mampu melahirkan lapangan

35
pekerjaan untuk msyrakat lokal. Jadi berdasarkan pemaparan daripada strategi

yang akan coba saya rancang untuk menjawab apa yang sudah menjdi muatan di

dalam rumusan masalah tentu ini adalah sebuah cara atau bentuk daripada strategi

yang akan di gunakan untuk meraih sebuah perubahan akan pengembangan

kawasan objek wisata air terjun kali anjah. Maka dapat di simpulkan bahwa

kerangka pemikiran sebagai berikut:

Gambar 2.6.1
Kerangka Berfikir

Pengembangan
Objek Wisata

Potensi strategi

Kesejahteraan
masyarakat
Indicator;

o Strategi; dimana dalam upaya melakukan pengembangan pada objek

wisata ait terjun kali anjah ini tentu penulis melakukan ajang promosi

dengan memanfaakan media sosial seperti fb, ig, website dll. Jadi inilah

satu satu rancangan strategi yang penulis coba susun untuk menjadi acua

di dalam melakukan pengembangan di air terjun kali anjah tersebut.

36
o Potensi; Berbicara akan potensi yang ada tentu kawasan air terjun kali

anjah ini sangat menjanjikan akan bisa di kembangkan. Karna kalau kita

melihat umunya dia memiliki pancuran air yang menarik dan indah, dan

disisi lain juga di kawasan setempat memiliki banyak kekayaan alam juga

dalam artian lewat pengembangan kawasan air terjun ini tentu potensi

yang ada di sekitarnya bisa juga di kembangkan serta bisa di jual sebagai

pendapatan masyarakat local maupun desa setempat.

o Kesejahteraan masyarakat; Adapun yang di maksud dengan

kesejateraan masyarakat disni adalah bila mana potensi yang ada ini

mampu di manfaakan serta di kelola dengan baik, dalam artian dengan

system dan pengelolaan yang baik di lakukan maka apa yang menjadi

orientasi untuk pengembangan itu baerhasil sehingga ada keuntungan bagi

masyarakt local/setempat memiliki lapangan pekerjaan Jadi inilah sebuah

gambaran yang coba penulis deskripsikan

37

Anda mungkin juga menyukai